Claim Missing Document
Check
Articles

PENGGANTIAN RANSUM KOMERSIAL DENGAN MAGGOT TERHADAP KECERNAAN NUTRIEN BROILER N. K. S. P., Dewi; Astawa, I P. A.; Mahardika, I G.
Jurnal Peternakan Tropika Vol 12 No 1 (2024): Vol. 12 No. 1 Tahun 2024
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ulat maggot dalam ransum terhadap kecernaan broiler. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Nyitdah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan dan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Udayana selama 3 bulan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas empat perlakuan dan empat ulangan, setiap ulangan berisi empat ekor broiler. Perlakuan yang diberikan adalah broiler yang diberi pakan tanpa penambahan maggot (P0/kontrol); Broiler yang diberi 5% maggot sebagai pengganti 5% pakan komersial (P1); Broiler yang diberi 10% maggot sebagai pengganti 10% ransum komersial (P2) dan Broiler yang diberi 15% maggot senagai pengganti 15% ransum komersial (P3). Variabel yang diamati adalah kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik, kecernaan serat kasar dan kecernaan protein kasar. Hasil penelitian menunjukan bahwa broiler yang diberi perlakuan P1, P2, dan P3 menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata (P>0.05) terhadap KcBK, KcBO, KcSK dan KcPK dengan P0. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggantian ransum komersial dengan maggot memberikan hasil yang sama terhadap kecernaan nutrien pada broiler.
KECERNAAN NUTRIEN RANSUM KOMERSIAL YANG DISUBSTITUSI DENGAN Duckweed (Lemna minor) FERMENTASI Saccharomyces cerevisiae PADA BROILER I K. E. A., Putrayasa; Mahardika, I G.; Sudiastra, I W.
Jurnal Peternakan Tropika Vol 12 No 2 (2024): Vol. 12 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the effect of adding Duckweed fermented by Saccharomyces cerevisiae in commercial ration on broiler digestibility. The research design used was a Completely Randomized Design (CRD) consisting of four treatments and four replications, each replication containing four broilers. The treatment given is feed without additive duckweed fermented (P0/kontrol); feed with 5% duckweed fermented (P1); feed with 10% duckweed fermented (P2) and feed with an 15%duckweed fermented (P3). The variables observed were dry matter digestibility, organic matter, crude protein and crude fiber digestibility. The results showed that broilers were given duckweed fermented by Saccharomyces cerevisiae at a rate on 5%, 10% and 15% showed decreased digestibility of dry matter, organic matter, crude protein and crude fiber. So that it can be concluded the adding of duckweed fermented by Saccharomyces cerevisiae at a rate on 15% reduced the digestibility of dry matter, organic matter crude protein and crude fiber in broilers.
PERFORMA BROILER YANG DIBERIKAN RANSUM MENGANDUNG ULAT MAGGOT (Hermetia illucens) SEBAGAI SUMBER PROTEIN P. E. N., Putri; Mahardika, I G.; Astawa, I P. A.
Jurnal Peternakan Tropika Vol 12 No 1 (2024): Vol. 12 No. 1 Tahun 2024
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ulat maggot dalam ransum terhadap performa ayam broiler. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Nyitdah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, yang berlangsung selama 8 minggu dari bulan September hingga Oktober 2022. Rancangan yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan empat ulangan. Setiap ulangan berisi empat ekor ayam broiler. Perlakuan yang diberikan adalah ransum komersial tanpa penambahan ulat maggot (PO), ransum dengan 5% penambahan ulat maggot (P1), ransum dengan 10% penambahan ulat maggot (P2), dan ransum dengan 15% penambahan ulat maggot (P3). Variabel yang diamatti adalah konsumsi ransum, bobot awal dan akhir, pertambahan bobot badan, dan feed convertion ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan maggot pada taraf 5%, 10%, dan 15% dapat meningkatkan konsumsi ransum, pertambahan bobot, dan bobot akhir, tetapi tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap FCR. Berdasarkan dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan 5% maggot pada ransum broiler dapat meningkatkan produktivitas broiler dan mendapatkan nilai FCR terendah.
Utilization of banana waste biochar to reduce heavy metal contamination in soil and maize plants Wedayani, Ni Made; Rai, I Nyoman; Mahardika, I Gede; Wijana, I Made Sara
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2024.112.5475

Abstract

There are indications of heavy metal contamination in soil and agricultural products on paddy fields in Subak Kerdung, Bali. Soil amendments are needed to reduce heavy metal content in contaminated soil to minimize heavy metals in plants. Biochar that contains high organic carbon material and is highly resistant to decomposition is claimed to inhibit and reduce the content of heavy metals in soil and plants. Banana wastes containing cellulose and lignin are considered good as biochar raw materials. This research that aimed to observe the ability of banana waste biochar to reduce heavy metals in soil taken from Subak Kerdung, Bali, was conducted in a greenhouse using maize plants as control plants. The treatments tested consisted of two factors. The first factor was the type of banana waste as biochar-making material consisting of banana stem biochar, banana peel biochar, banana fruit bunch biochar, and mixed biochar (banana stem + banana peel + banana fruit bunch). The second factor was the biochar dosage, which consists of four contents, namely 0 t/ha, 5 t/ha, 10 t/ha, and 15 t/ha. All treatment combinations were arranged in a two-factor, randomized block design with three replications. The results showed that mixed biochar (banana stem + banana peel + banana fruit bunch) effectively reduced Pb and Cu in maize plants. In contrast, banana peel biochar could optimally reduce Cd content in soil and its content in plants. Based on the dose, 15 t/ha of mixed biochar reduced Pb and Cd contents, while 10 t/ha of mixed biochar reduced Cu content.
KEBUTUHAN ENERGI DAN PROTEIN UNTUK HIDUP POKOK DAN PERTUMBUHAN PADA AYAM KAMPUNG UMUR 10-20 MINGGU MAHARDIKA, I G.; KRISTINA DEWI, G.A.M.; SUMADI, I K.; SUASTA, I M.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 16, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.563 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2013.v16.i01.p02

Abstract

Penelitian ditujukan untuk menghitung kebutuhan energi dan protein untuk hidup pokok dan untuk pertumbuhan pada ayam kampung umur 10-20 minggu. Sembilan puluh enam ekor ayam kampung umur 10 minggu yang dibagi dalam 4 kelompok perlakuan yaitu ayam yang diberikan ransum mengandung 3100 k.kal ME/kg dan 22% protein (perlakuan A), ransum yang mengandung 3000 K.kal ME/kg dan 20% protein (perlakuan B), ransum yang mengandung 2900 K.kal ME/kg dan 18% protein (perlakuan C) dan ransum yang mengandung 2800 K.kal ME/kg dan 16% protein (perlakuan D). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Hasil penelitian ini mendapatkan bahwa kebutuhan energi untuk hidup pokok pada ayam kampung adalah: 138,77 W0,75 kcal/hari (W: berat badan ayam dalam kg), sedangkan kebutuhan protein untuk hidup pokok pada penelitian ini adalah 7,8 g/W0,75/hari. Kebutuhan energi untuk pertumbuhan atau kenaikan berat badan diperoleh 3,3 K.cal/1g kenaikan berat badan sedangkan kebutuhan protein untuk pertumbuhan adalah: 0,33 g protein setiap kenaikan 1g kenaikan berat badan.
Eco-Friendly Photocatalyst from Limestone: ZnO-Hydroxyapatite Composite for Efficient Rhodamine B Removal Sukarta, I Nyoman; Suyasa, I Wayan Budiarsa; Mahardika, I Gede; Suprihatin, Iryanti Eka; Sastrawidana, I Dewa Ketut; Wiratma, I Gusti Lanang; Darmayasa, Dewa Komang
Bulletin of Chemical Reaction Engineering & Catalysis 2025: BCREC Volume 20 Issue 3 Year 2025 (October 2025)
Publisher : Masyarakat Katalis Indonesia - Indonesian Catalyst Society (MKICS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9767/bcrec.20426

Abstract

This study aims to synthesize and characterize a limestone-based ZnO-hydroxyapatite (HA/ZnO) composite and evaluate its performance in the photocatalytic degradation of Rhodamine B under UV irradiation. Hydroxyapatite was synthesized by reacting calcined CaO from limestone with orthophosphoric acid and subsequently combined with ZnO via a co-precipitation–hydrothermal method. The materials were characterized using X-ray Diffraction (XRD) and Fourier Transform Infra Red (FTIR) to determine their crystal structure and functional groups. The HA/ZnO composite exhibited the smallest crystallite size (14.86 nm), indicating enhanced surface area and strong interfacial interaction. Photodegradation tests revealed optimal conditions at pH of 9, Rhodamine B concentration of 20 mg/L, and catalyst dosage of 1.5 g, achieving a maximum degradation efficiency of 99.81%. Toxicity assessment using a corn seed germination test showed a significant increase in germination rate from 16% (untreated) to 92% (after photocatalytic treatment). These findings suggest that the limestone-derived HA/ZnO composite is a promising, environmentally friendly, and efficient photocatalyst for textile dye wastewater treatment. Copyright © 2025 by Authors, Published by BCREC Publishing Group. This is an open access article under the CC BY-SA License (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0).
Analisis Finansial Pemanfaatan Limbah Ubi Jalar Ungu Dalam Ransum Pada Usaha Ayam Petelur Ameliya, Riska; Ngurah Kayana, I Gusti; Mahardika, I Gede
Jurnal Inovasi Global Vol. 2 No. 4 (2024): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v2i4.86

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat penambahan limbah ubi jalar ungu dalam ransum dengan level yang berbeda terhadap finansial usaha peternakan ayam petelur. Penelitian ini berlokasi di Ds. Candiksuma, Kec. Melaya, Kab. Jembrana, Bali dalam jangka waktu dua bulan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu perlakuan A yang merupakan ransum tanpa penambahan limbah ubi jalar ungu, perlakuan B penambahan 5% limbah ubi jalar ungu, perlakuan C penambahan 10% limbah ubi jalar ungu, dan perlakuan D penambahan 15% limbah ubi jalar ungu dengan 4 pengulangan dimasing-masing unit percobaan dan terdiri dari 10 ekor ayam dengan total ayam 160 ekor yang berumur 65 minggu. Variabel yang diamati meliputi total biaya produksi, penerimaan, pendapatan, R/C ratio, BEP unit, BEP harga, dan IOFC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya produksi terendah ada pada perlakuan D, yaitu sebesar Rp. 29.036.887. Total penerimaan tertinggi diperoleh perlakuan C, yaitu sebesar Rp. 39.360.000. Pendapatan tertinggi diperoleh pada perlakuan C, yaitu sebesar Rp. 9.396.113. R/C ratio (revenue/cost ratio) tertinggi diperoleh perlakuan D, yaitu sebesar 1,32. BEP (break even point) unit terendah diperoleh perlakuan D, yaitu sebanyak 18.164 butir. Sedangkan BEP (break even point) harga terendah diperoleh perlakuan D, yaitu sebesar Rp. 1.210. IOFC (income over feed cost) tertinggi diperoleh perlakuan C, yaitu sebesar Rp. 15.960.000. Dapat disimpulkan penambahan limbah ubi jalar ungu dalam ransum mampu menekan biaya ransum dan meningkatkan keuntungan pada usaha ayam petelur.
Suplementasi Tepung Jagung Dalam Ransum Meningkatkan Kualitas Daging Sapi Bali Suryani, Ni Nyoman; Suarna, I Wayan; Mahardika, I Gede; Sarini, Ni Putu
Bali Membangun Bali: Jurnal Bappeda Litbang Vol 1 No 2 (2020): August 2020
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51172/jbmb.v1i2.114

Abstract

Tujuan: Studi ini dilaksanakan untuk mengoptimalkan produktivitas sapi bali sehingga mampu menghasilkan daging dengan kualitas yang baik. Metode penelitian: Percobaan menggunakan perlakuan yang terdiri atas: Perlakuan A: Sapi yang diberikan pakan rumput gajah + konsentrat 1,5% dari berat badan; Perlakuan B: Sapi yang diberikan pakan rumput gajah + 1,5% konsentrat dari berat badan dan 1 kg tepung jagung; Perlakuan C: Sapi yang diberikan pakan rumput gajah + konsentrat 1,5% dari berat badan dan 1,5 kg tepung jagung; dan Perlakuan D: Sapi yang diberikan pakan rumput gajah + konsentrat 1,5% dari berat badan dan 2 kg tepung jagung. Pakan konsentrat diberikan dua kali pada pagi dan sore hari, sedangkan pakan hijauan diberikan dalam keadaan segar setelah diberikan pakan konsentrat. Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase karkas hasil penelitian ini cukup tinggi yakni mencapai 55%, susut masak daging sapi berkisar antara 33,27 – 35,49. Ada kecenderungan meningkatnya daya ikat air dan menurunnya susut masak. Warna, keempukan, dan citarasa daging sapi bali hasil penelitian ini lebih disukai dibandingkan daging sapi import maupun sapi lokal yang dibeli di pasaran. Implikasi: Sapi bali adalah salah satu komuditas unggulan Provinsi Bali. Kualitas daging sapi bali sampai saat ini masih memerlukan upaya peningkatan. Kualitas daging sapi bali yang dipelihara dengan manajemen yang baik, secara fisik dan hedonik tidak berbeda dengan daging sapi import.
Pengaruh Pemberian Biochar Limbah Pisang terhadap Kesuburan Tanah Wedayani, Ni Made; Rai, I Nyoman; Mahardika, I Gede; Wijana, I Made Sara
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i1.1533

Abstract

Tanah pertanian di Subak Kerdung terindikasi mengalami pencemaran logam berat. Pencemaran tanah yang terjadi dapat disebabkan oleh penggunaan pupuk dan pestisida berlebih selama proses budidaya serta akibat kontaminan logam berat yang terkandung pada aliran air. Untuk meminimalisir kontaminan logam berat yang diserap tanaman dan tanah serta meningkatkan kesuburan tanah, diperlukan agen pembenah tanah berupa biochar. Biochar berbahan limbah pisang dapat menjadi suatu alternatif bahan bakunya karena mudah didapat dan efektif dalam menanggulangi logam berat. Penelitian dilakukan di rumah kaca, kebun percobaan Universitas Udayana dalam rentang waktu tiga bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas biochar limbah pisang dalam meningkatkan variabel kesuburan pada sampel tanah yang diambil dari Subak Kerdung. Penelitian tersebut menggunakan metode eksperimen, yakni rancangan acak kelompok (RAK) tersarang 2 faktor dengan 3 ulangan. Perlakuan yang dicoba adalah jenis dan dosis limbah pisang sebagai bahan pembuat biochar. Jenis limbah pisang yang digunakan terdiri atas empat taraf, yaitu biochar batang pisang (Bt), biochar kulit buah pisang (Kl), biochar tandan buah pisang (Tn), dan biochar campuran (batang pisang+ kulit buah pisang+ tandan buah pisang) (Cam) serta kontrol (tanpa pemberian biochar). Sedangkan, dosis biochar juga terdiri atas empat taraf, yaitu 0t.ha-1 (D0), 5t.ha-1 (D1), 10t.ha-1 (D2), dan 15t.ha-1 (D3). Variabel kimia tanah yang diuji meliputi C-organik, N total, KTK, kadar air, dan pH tanah. Hasil penelitian menunjukkan biochar kulit buah pisang dosis 5t.ha-1 dapat meningkatkan nilai C-organik tanah secara maksimal, biochar batang pisang dosis 15t.ha-1 dapat meningkatkan nilai N-total dan kadar air secara maksimal, dan pengaplikasian biochar batang pisang dosis 5t.ha-1 dapat meningkatkan nilai KTK secara maksimal dibandingkan dengan tanah tanpa biochar.
Mapping of Ecosystem Services of Land Cover and Geomorphology in Water Provision in Bali Province for 2018 and 2024 Sintya Dewi, Ni Luh Putu Intan; Dwipayanti, Ni Made Utami; Mahardika, I Gede
Edunity Kajian Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 4 No. 11 (2025): Edunity: Social and Educational Studies
Publisher : PT Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/edunity.v4i11.448

Abstract

High number for water demand in Bali always increasing while the ability is limited in environment. this condition influence by land conversion, pollution, and climate change impact. This condition has led to a projection that Bali will experience a clean water shortage starting in 2025. This study aims to map and analyze the index of water supply ecosystem services in Bali Province as an effort to maintain environmental carrying capacity. The research method used is ecosystem service mapping with an ecosystem service index calculation based on land cover and geomorphology proxies. Data were obtained from an assessment by seven experts using the Analytical Hierarchy Process (AHP) and pairwise comparison methods. Secondary data, in the form of land cover and geomorphology maps of Bali from 2018 and 2024, were used as the main spatial data. The results show that land use change has a significant impact on the water supply ecosystem service index in Bali. The ecosystem service index for land cover in Bali is categorized as low, while the ecosystem service index for geomorphology (original landforms) is categorized as moderate. Further analysis indicates that the area of rice fields and primary dry land forests has decreased from 2018 to 2024. Meanwhile, volcanic land, which dominates the Bali region, has a moderate capacity for water supply. The conclusion of this study is that the water supply ecosystem service index in Bali Province still needs to be improved.
Co-Authors ., PROF.DRS. NENGAH BAWA ATMAJA, M.A A. W. Puger Ade Kiki Sintya Dewi Adnyana I P. G. G. Ameliya, Riska Anak Agung Ayu Sri Trisnadewi Anak Agung Putu Putra Wibawa Andini, Ni Putu Mega Arnawa I W. Bernika J.S. Bulu, Sosiawan CANDRADIARTA I P. M. Darmayasa, Dewa Komang Dewi, Ade Kiki Sintya Dharmawan N.S Dharmawan, I N.S. Djokowoerjo Sastradipradja Dwipayana I K. B Febryanti F. A. G.A.M. KRISTINA DEWI Gertrudis Vebriyanti Kahar Gusti A Malelak Gusti Ayu Mayani Kristina Dewi HARDIAWAN N. D HARDIAWAN N. D. Hartadi W. D. I Dewa Ketut Sastrawidana I G A Surya Utami Dewi I G. Lanang Oka Cakra I G. N. Kayana, I G. N. I Gede Ketut Sri Budarsa I Gede Putu Kawiana I GUSTI AYU MANIK ERMAYANTI I GUSTI LANANG OKA I Gusti Lanang Oka I Gusti Lanang Wiratma I K. E. A., Putrayasa I K. K. Agustina I K. SUMADI I Kadek Swastika I Kadek Yoga Kertiyasa I KETUT ARYANA I Ketut Catur Marbawa I Ketut Mangku Budiasa I Ketut Sumadi I Komang Budaarsa I M. Mudita I M. SUASTA I M. Y., Artawan I Made Adhika I Made Damriyasa I Made Dira Swantara I Made Dwi Setiawan I Made Nuriyasa I Made Rasta I Made Sara Wijana I N. Suastaka I Nengah Sujaya I Nengah Wirajana I NYOMAN RAI I P. A. Astawa I P. A. Astawa I P. A. Astawa I P. A. ASTAWA I Putu Andre Japani Satya Saputra I Putu Ari Astawa I Putu Suyadnya, I Putu I W BUDIARSA SUYASA I W. Suarna I W. SUDIASTRA I W. SUKANATA I Wayan Sandi Adnyana I Wayan Suarna I Wayan Sujana I. B. Sudana I. M. Mastika I. W. Suama I.G.A.M. ARYASIH I.W Kasa I.W. Kasa IDA AYU ASTARINI Ida Ayu Putu Sri Mahapatni Ida Ayu Putu Widani Sugianingrat Ida Bagus Gaga Partama Ida Bagus Made Oka Ida Bagus Ngurah Swacita Ida Bagus Sudana Ika Kurniawati Indra Arimahayana Iryanti Eka Suprihatin K. Yogi Purnamawati Kadek Karang Agustina Kadek Rihendra Dantes Kartikasari D Kencana Jaya IP.G.A.S Ketut Gede Suryawan Komang Suciani Paramita L. Doloksaribu Luh Dewi Anggreni Lumbansiantar M. M Ariasih M. Sudiana Mahendra Made Antara Made Novia Indriani Magna Anuraga Putra Duarsa N. K. S. P., Dewi N. N. Suryani N. P. Mariani N.N. Suryani N.S. Dharmawan Nasrullah H. I. Ngurah Kayana, I Gusti Ni Luh Putu Sriyani Ni Made Diani Ni Made Indra Wahyuni Ni Made Utami Dwipayanti Ni Nyoman Ayu Widyasari Ni Nyoman Suryani NI PUTU MARIANI Ni Putu Mega Andini Ni Putu Putri Wijayanti Ni Putu Sarini Ni Putu Sarini Ni Wayan Suniasih Nyoman Sadra Dharmawan Oka A.A P. E. N., Putri P.A. Astawa Perdana, Sigit Pranata I P. Y. A. Prawira I G. I. K. Putu Lakustini Cahyaningrum PUTU SUYADNYA Putu Vindhy Chempaka Putri S. PUTRA S. Putra S. Putra Saransi A. U. Sastrawan I P. L. Sastrawan P. K. P. N SENTANA PUTRA SENTANA PUTRA Sentana Putra Sigit Perdana Simbolon M. Y. Sinta Dewi R. A. Sintya Dewi, Ni Luh Putu Intan Sio Stefanus, Sio Sosiawan Bulu Sri Dian Meita Sari Suasta I M. Suasta IM. Supriana I M. Surya Kencana Jaya P. G. A. Tjokorda Gede Belawa Yadnya Udayana P. W. K. Wayan Andhika Putrayasa Wedayani, Ni Made Widnyani D A. P. Yusadana P.