Claim Missing Document
Check
Articles

Rumen Fermentation and Microbial Protein Synthesis of Bali Cattle Heifers (Bos sondaicus ) Fed Ration Containing Different Energy Protein Level N. N. Suryani; I. W. Suama; I. G. Mahardika; N.P. Sarini
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.2.187-194

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of energy and protein levels on rumen fermentation, microbial protein synthesis of Bali cattle heifers. The study was conducted in Petang Village, Badung Regency, Province of Bali Indonesia on 12 Bali cattle heifers with initial body weight 193,67 ± 22,55 kg/head. The treatment given is four types of ration consists of different level of metabolizable energy (ME) and crude protein (CP): ME 2051.41 kcal/kg: 12.04% CP (Treatment A); ME 2107.79 kcal/kg : 13.05% CP (Treatment B); ME 2194.06 kcal/kg : 14.04% CP (Treatment C) and ME 2294.23 kcal/kg : 15.09% CP (Treatment D). Variables measured: nutrient intake, rumen fermentation, microbial protein synthesis and growth performance of Bali cattle heifer age of 18 month. This research was a randomized block design. The results showed that increase in ME to 2294.23 kcal /kg and 15.09% CP significantly (P <0.05) increased energy intake to 17,880.57 kcal /day and protein intake 686.56 g /day. Rumen fermentation was also highest (P <0.05) in treatment D seen from total VFA, propionic acid and butyric acid respectively 170.32 mMol, 28.52 mMol and 13.70 mMol. While acetic acid, methane and NGR significantly decreased (P <0.05) respectively 57.77 mMol, 18.38 mMol and 3.07. This resulted in the highest rumen microbial protein synthesis in treatment D which was 562.06 g / day so that it was able to produce the highest ADG too, which was 0.42 kg /day. This study concluded that giving rations containing ME 2294.23 kcal /kg and 15.09% CP increased rumen fermentation and microbial protein synthesis, resulting in the highest growth compared to lower levels.
Suplementasi Tepung Jagung Dalam Ransum Meningkatkan Kualitas Daging Sapi Bali Ni Nyoman Suryani; I Wayan Suarna; I Gede Mahardika; Ni Putu Sarini
Bali Membangun Bali: Jurnal Bappeda Litbang Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Bali Membangun Bali, Volume 1, Nomor 2, Agustus 2020
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.595 KB) | DOI: 10.51172/jbmb.v1i2.114

Abstract

Tujuan: Studi ini dilaksanakan untuk mengoptimalkan produktivitas sapi bali sehingga mampu menghasilkan daging dengan kualitas yang baik. Metode penelitian: Percobaan menggunakan perlakuan yang terdiri atas: Perlakuan A: Sapi yang diberikan pakan rumput gajah + konsentrat 1,5% dari berat badan; Perlakuan B: Sapi yang diberikan pakan rumput gajah + 1,5% konsentrat dari berat badan dan 1 kg tepung jagung; Perlakuan C: Sapi yang diberikan pakan rumput gajah + konsentrat 1,5% dari berat badan dan 1,5 kg tepung jagung; dan Perlakuan D: Sapi yang diberikan pakan rumput gajah + konsentrat 1,5% dari berat badan dan 2 kg tepung jagung. Pakan konsentrat diberikan dua kali pada pagi dan sore hari, sedangkan pakan hijauan diberikan dalam keadaan segar setelah diberikan pakan konsentrat. Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase karkas hasil penelitian ini cukup tinggi yakni mencapai 55%, susut masak daging sapi berkisar antara 33,27 – 35,49. Ada kecenderungan meningkatnya daya ikat air dan menurunnya susut masak. Warna, keempukan, dan citarasa daging sapi bali hasil penelitian ini lebih disukai dibandingkan daging sapi import maupun sapi lokal yang dibeli di pasaran. Implikasi: Sapi bali adalah salah satu komuditas unggulan Provinsi Bali. Kualitas daging sapi bali sampai saat ini masih memerlukan upaya peningkatan. Kualitas daging sapi bali yang dipelihara dengan manajemen yang baik, secara fisik dan hedonik tidak berbeda dengan daging sapi import.
ANALISIS KUALITAS AIR SUMUR GALI BERDASARKAN INDEKS PENCEMARAN SERTA PERSEPSI DAN PERILAKU MASYARAKAT DI DESA SANUR KAUH DENPASAR SELATAN Gertrudis Vebriyanti Kahar; Made Sudiana Mahendra; I Gede Mahardika
ECOTROPHIC : Jurnal Ilmu Lingkungan (Journal of Environmental Science) Vol 16 No 1 (2022)
Publisher : Master Program of Environmental Science, Postgraduate Program of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/EJES.2022.v16.i01.p06

Abstract

The goal of the study was to analyze the water quality of dug wells based on Bali Governor Regulation No. 16 of 2016 and Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia No.492/Menkes/Per/IV/2010, which analyzes the quality status of dug well water and its distribution based on the Pollution Index (IP) value and community behavior in Sanur Kauh Village, South Denpasar. Purposive sampling at three stations with three repeats was used to determine the sample. Temperature, color, taste, odor, TDS, turbidity, pH, DO, BOD, COD, Nitrate (NO3-N), Phosphate (PO4), Chloride (Cl-), Iron (fe), E. Coli, and total coliforms were among the parameters measured in situ and ex situ (laboratory). Questionnaires and interviews with respondents who used dug well water were used to collect data on perception and behavior of components (households, business actors and/or activities, farmers, and the government), which were analyzed using a Likert scale and binary model. Surfer and GIS were used to map the water from an excavated well. The results of the analysis of the quality of dug well water exceeded the Class I Water quality standard set by Bali Governor Regulation No. 16 of 2016 for BOD, COD, phosphate, nitrate, iron, total coliform, and turbidity parameters, as well as the Indonesian Minister of Health Regulation No.492/Menkes /Per/IV/2010 for BOD, COD, phosphate, nitrate, iron, total coliform, and turbidity parameters Population activities, pollution sources, climate, soil type and topography, height and depth of the well all influence the water quality status of dug wells, which is classified as moderately polluted. The average community's impression of the provision of dug well water, water pollution, and waste management is positive, and the average community conduct is positive. Keywords: Shallow Groundwater, Groundwater Quality, Quality Status, Perception, Behavior
Aktivitas Aalanine Transaminase dan Aspartate Transaminase pada Babi yang Terdeteksi Sistiserkosis Secara Serologi Nyoman Sadra Dharmawan; I Gede Mahardika; Kadek Swastika; Kadek Karang Agustina
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 10 No. 3 (2022): November 2022
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.10.3.239-244

Abstract

Sistiserkosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh larva (cysticercus) cacing pita. Sistiserkosis pada babi disebabkan oleh Cysticercus Taenia solium yang berparasit pada otot, hati, otak, dan mata babi. Bentuk dewasanya ada dalam usus manusia, disebut T. solium. Babi juga dapat terinfeksi Cysticercus T. hydatigena yang berparasit pada hati, peritoneum, omentum dan mesenterium. Bentuk dewasanya, T. hydatigena, berparasit pada usus anjing. Cysticercus yang berkembang pada hati babi menyebabkan kerusakan hati. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan nilai biokimia darah pada babi yang secara serologis terdeteksi sistiserkosis dengan yang tidak terdeteksi. Paramater yang diamati meliputi aktivitas enzim alanine transaminase (ALT) dan aspartate transaminase (AST). Deteksi serologi sistiserkosis dilakukan dengan enzyme linked immunosorbent assay (ELISA), menggunakan antigen glikoprotein; aktivitas enzim ALT dan AST diperiksa dengan uji spektrofotometri UV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ALT pada babi yang positif terdeteksi sistiserkosis adalah 57,7 + 4,96 µ/l dan untuk babi yang negatif adalah 53,6 + 3,71 µ/l. Nilai AST pada babi yang positif terdeteksi sistiserkosis adalah 53,8 + 13,38 µ/l dan untuk babi yang negatif adalah 52,7 + 12,01 µ/l. Pada penelitian ini, walaupun masih dalam rentang nilai normal, tampak rataan nilai ALT dan AST pada babi yang terdeteksi sistiserkosis lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak terdeteksi.
PROGRAM PENDAMPINGAN SAFETY PAYROLL PADA USAHA KONSTRUKSI Ida Ayu Putu Widani Sugianingrat; Made Novia Indriani; I Gede Putu Kawiana; Ida Ayu Putu Sri Mahapatni; I Gede Mahardika; Wayan Andhika Putrayasa
Dharma Bhakti Vol 1 No 1 (2023): Dharma Bhakti 
Publisher : Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/dharmabhakti.v1i1.3702

Abstract

Kecelakaan kerja akibat belum dilakukan penanganan terhadap pengawasan keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja secara mantap dan menyeluruh pada setiap pekerjaan konstruksi masih sangat perlu mendapat perhatian. Aspek kecelakaan kerja yang terjadi sebagian besar merupakan akibat dari perilaku yang tidak aman (unsafe action) dan kondisi lingkungan kerja yang tidak baik atau kondisi peralatan kerja yang berbahaya (unsafe condition). PT. Artha Jaya teknik merupakan suatu perusahaan kontraktor yang bergerak dalam bidang telekomunikasi yang bekerjasama dengan salah satu anak perusahaan PT. PLN (Persero) yakni PT. Indonesia Comnets Plus, dimana dalam pekerjaan ini tentu memiliki resiko kerja yang tinggi terutama bagi tim yang bekerja di lapangan karena dihadapkan dengan tegangan dan ketinggian, disamping itu para pekerja terkadang tidak safety atau mengabaikan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada saat bekerja. oleh sebab itu diperlukan sebuah usaha pengawasan yang ketat dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), sebab kecelakaan kerja tidak hanya menyebabkan kematian, kerugian materi, moril dan pencemaran lingkungan, namun juga dapat mempengaruhi produktivitas dan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan permasalahan resiko kerja yang tinggi, maka pelaksanaan program safety patrol ini bertujuan untuk : meminimalisir resiko kerja dengan meliputi temuan near miss, unsafe action, dan unsafe condition
Media Video Gestur Harmoni dalam Pembelajaran Mahardika, I Gede; Sujana, I Wayan; Suniasih, Ni Wayan
Mimbar Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): May
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mpi.v4i2.66530

Abstract

Kurangnya informasi merupakan salah satu faktor kurang maksimalnya guru dalam menerapkan gestur. Maka, diperlukan sebuah media yang dapat dijadikan sebagai sumber informasi guru agar kompetensi pedagogik dan profesional guru dapat meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rancang bangun, kelayakan, dan efektivitas media video gestur harmoni dalam proses pembelajaran untuk guru-guru sekolah dasar. Jenis dari penelitian in merupakan pengembangan dengan menggunakan model ADDIE. Subjek penelitian yang digunakan yaitu para ahli dan guru-guru sekolah dasar. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu kuesioner, wawancara, dan non-tes observasi. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data dengan menggunakan deskriptif kuantitatif, deskriptif kualitatif, dan inferensial. Hasil penelitian ini diperoleh dari hasil review uji validitas produk dari para ahli dan guru yang memperoleh hasil rata-rata skor 93,5% dengan kualifikasi sangat baik. Dan hasi uji efektivitas produk ini dinyatakan efektif untuk digunakan dalam sebagai referensi atau sumber ilmu guru-guru dalam penggunaan gestur yang harmoni.
Utilization of banana waste biochar to reduce heavy metal contamination in soil and maize plants Wedayani, Ni Made; Rai, I Nyoman; Mahardika, I Gede; Wijana, I Made Sara
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2024.112.5475

Abstract

There are indications of heavy metal contamination in soil and agricultural products on paddy fields in Subak Kerdung, Bali. Soil amendments are needed to reduce heavy metal content in contaminated soil to minimize heavy metals in plants. Biochar that contains high organic carbon material and is highly resistant to decomposition is claimed to inhibit and reduce the content of heavy metals in soil and plants. Banana wastes containing cellulose and lignin are considered good as biochar raw materials. This research that aimed to observe the ability of banana waste biochar to reduce heavy metals in soil taken from Subak Kerdung, Bali, was conducted in a greenhouse using maize plants as control plants. The treatments tested consisted of two factors. The first factor was the type of banana waste as biochar-making material consisting of banana stem biochar, banana peel biochar, banana fruit bunch biochar, and mixed biochar (banana stem + banana peel + banana fruit bunch). The second factor was the biochar dosage, which consists of four contents, namely 0 t/ha, 5 t/ha, 10 t/ha, and 15 t/ha. All treatment combinations were arranged in a two-factor, randomized block design with three replications. The results showed that mixed biochar (banana stem + banana peel + banana fruit bunch) effectively reduced Pb and Cu in maize plants. In contrast, banana peel biochar could optimally reduce Cd content in soil and its content in plants. Based on the dose, 15 t/ha of mixed biochar reduced Pb and Cd contents, while 10 t/ha of mixed biochar reduced Cu content.
KEBUTUHAN ENERGI DAN PROTEIN UNTUK HIDUP POKOK DAN PERTUMBUHAN PADA AYAM KAMPUNG UMUR 10-20 MINGGU MAHARDIKA, I G.; KRISTINA DEWI, G.A.M.; SUMADI, I K.; SUASTA, I M.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 16, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.563 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2013.v16.i01.p02

Abstract

Penelitian ditujukan untuk menghitung kebutuhan energi dan protein untuk hidup pokok dan untuk pertumbuhan pada ayam kampung umur 10-20 minggu. Sembilan puluh enam ekor ayam kampung umur 10 minggu yang dibagi dalam 4 kelompok perlakuan yaitu ayam yang diberikan ransum mengandung 3100 k.kal ME/kg dan 22% protein (perlakuan A), ransum yang mengandung 3000 K.kal ME/kg dan 20% protein (perlakuan B), ransum yang mengandung 2900 K.kal ME/kg dan 18% protein (perlakuan C) dan ransum yang mengandung 2800 K.kal ME/kg dan 16% protein (perlakuan D). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Hasil penelitian ini mendapatkan bahwa kebutuhan energi untuk hidup pokok pada ayam kampung adalah: 138,77 W0,75 kcal/hari (W: berat badan ayam dalam kg), sedangkan kebutuhan protein untuk hidup pokok pada penelitian ini adalah 7,8 g/W0,75/hari. Kebutuhan energi untuk pertumbuhan atau kenaikan berat badan diperoleh 3,3 K.cal/1g kenaikan berat badan sedangkan kebutuhan protein untuk pertumbuhan adalah: 0,33 g protein setiap kenaikan 1g kenaikan berat badan.
Eco-Friendly Photocatalyst from Limestone: ZnO-Hydroxyapatite Composite for Efficient Rhodamine B Removal Sukarta, I Nyoman; Suyasa, I Wayan Budiarsa; Mahardika, I Gede; Suprihatin, Iryanti Eka; Sastrawidana, I Dewa Ketut; Wiratma, I Gusti Lanang; Darmayasa, Dewa Komang
Bulletin of Chemical Reaction Engineering & Catalysis 2025: BCREC Volume 20 Issue 3 Year 2025 (October 2025)
Publisher : Masyarakat Katalis Indonesia - Indonesian Catalyst Society (MKICS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9767/bcrec.20426

Abstract

This study aims to synthesize and characterize a limestone-based ZnO-hydroxyapatite (HA/ZnO) composite and evaluate its performance in the photocatalytic degradation of Rhodamine B under UV irradiation. Hydroxyapatite was synthesized by reacting calcined CaO from limestone with orthophosphoric acid and subsequently combined with ZnO via a co-precipitation–hydrothermal method. The materials were characterized using X-ray Diffraction (XRD) and Fourier Transform Infra Red (FTIR) to determine their crystal structure and functional groups. The HA/ZnO composite exhibited the smallest crystallite size (14.86 nm), indicating enhanced surface area and strong interfacial interaction. Photodegradation tests revealed optimal conditions at pH of 9, Rhodamine B concentration of 20 mg/L, and catalyst dosage of 1.5 g, achieving a maximum degradation efficiency of 99.81%. Toxicity assessment using a corn seed germination test showed a significant increase in germination rate from 16% (untreated) to 92% (after photocatalytic treatment). These findings suggest that the limestone-derived HA/ZnO composite is a promising, environmentally friendly, and efficient photocatalyst for textile dye wastewater treatment. Copyright © 2025 by Authors, Published by BCREC Publishing Group. This is an open access article under the CC BY-SA License (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0).
Analisis Finansial Pemanfaatan Limbah Ubi Jalar Ungu Dalam Ransum Pada Usaha Ayam Petelur Ameliya, Riska; Ngurah Kayana, I Gusti; Mahardika, I Gede
Jurnal Inovasi Global Vol. 2 No. 4 (2024): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v2i4.86

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat penambahan limbah ubi jalar ungu dalam ransum dengan level yang berbeda terhadap finansial usaha peternakan ayam petelur. Penelitian ini berlokasi di Ds. Candiksuma, Kec. Melaya, Kab. Jembrana, Bali dalam jangka waktu dua bulan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu perlakuan A yang merupakan ransum tanpa penambahan limbah ubi jalar ungu, perlakuan B penambahan 5% limbah ubi jalar ungu, perlakuan C penambahan 10% limbah ubi jalar ungu, dan perlakuan D penambahan 15% limbah ubi jalar ungu dengan 4 pengulangan dimasing-masing unit percobaan dan terdiri dari 10 ekor ayam dengan total ayam 160 ekor yang berumur 65 minggu. Variabel yang diamati meliputi total biaya produksi, penerimaan, pendapatan, R/C ratio, BEP unit, BEP harga, dan IOFC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya produksi terendah ada pada perlakuan D, yaitu sebesar Rp. 29.036.887. Total penerimaan tertinggi diperoleh perlakuan C, yaitu sebesar Rp. 39.360.000. Pendapatan tertinggi diperoleh pada perlakuan C, yaitu sebesar Rp. 9.396.113. R/C ratio (revenue/cost ratio) tertinggi diperoleh perlakuan D, yaitu sebesar 1,32. BEP (break even point) unit terendah diperoleh perlakuan D, yaitu sebanyak 18.164 butir. Sedangkan BEP (break even point) harga terendah diperoleh perlakuan D, yaitu sebesar Rp. 1.210. IOFC (income over feed cost) tertinggi diperoleh perlakuan C, yaitu sebesar Rp. 15.960.000. Dapat disimpulkan penambahan limbah ubi jalar ungu dalam ransum mampu menekan biaya ransum dan meningkatkan keuntungan pada usaha ayam petelur.
Co-Authors ., PROF.DRS. NENGAH BAWA ATMAJA, M.A A. W. Puger Ade Kiki Sintya Dewi Adnyana I P. G. G. Ameliya, Riska Anak Agung Ayu Sri Trisnadewi Anak Agung Putu Putra Wibawa Andini, Ni Putu Mega Arnawa I W. Bernika J.S. Bulu, Sosiawan CANDRADIARTA I P. M. Darmayasa, Dewa Komang Dewi, Ade Kiki Sintya Dharmawan N.S Dharmawan, I N.S. Djokowoerjo Sastradipradja Doloksaribu, L. Dona,, M.A., Dwipayana I K. B E., KURNIAWAN Febryanti F. A. G.A.M. KRISTINA DEWI Gertrudis Vebriyanti Kahar Gusti A Malelak Gusti Ayu Mayani Kristina Dewi HARDIAWAN N. D HARDIAWAN N. D. Hartadi W. D. I Dewa Ketut Sastrawidana I G A Surya Utami Dewi I G. Lanang Oka Cakra I G. N. Kayana, I G. N. I Gede Ketut Sri Budarsa I Gede Putu Kawiana I GUSTI AYU MANIK ERMAYANTI I GUSTI LANANG OKA I Gusti Lanang Oka I Gusti Lanang Wiratma I K. E. A., Putrayasa I K. K. Agustina I K. SUMADI I Kadek Swastika I Kadek Yoga Kertiyasa I KETUT ARYANA I Ketut Catur Marbawa I Ketut Mangku Budiasa I Ketut Sumadi I Komang Budaarsa I M. Mudita I M. SUASTA I M. Y., Artawan I Made Adhika I Made Damriyasa I Made Dira Swantara I Made Dwi Setiawan I Made Nuriyasa I Made Rasta I Made Sara Wijana I N. Suastaka I Nengah Sujaya I Nengah Wirajana I NYOMAN RAI I P. A. ASTAWA I P. A. Astawa I P. A. Astawa I P. A. Astawa I Putu Andre Japani Satya Saputra I Putu Ari Astawa I Putu Suyadnya, I Putu I W BUDIARSA SUYASA I W. Suarna I W. SUDIASTRA I W. SUKANATA I Wayan Sandi Adnyana I Wayan Suarna I Wayan Sujana I. B. Sudana I. M. Mastika I. W. Suama I.G.A.M. ARYASIH I.W Kasa I.W. Kasa IDA AYU ASTARINI Ida Ayu Putu Sri Mahapatni Ida Ayu Putu Widani Sugianingrat Ida Bagus Gaga Partama Ida Bagus Made Oka Ida Bagus Ngurah Swacita Ida Bagus Sudana Ika Kurniawati Indra Arimahayana Iryanti Eka Suprihatin K. Yogi Purnamawati Kadek Karang Agustina Kadek Rihendra Dantes Kartikasari D Kencana Jaya IP.G.A.S Ketut Gede Suryawan Komang Suciani Paramita L. Doloksaribu Luh Dewi Anggreni Lumbansiantar M. M Ariasih M. DEWANTARI M. Sudiana Mahendra Made Antara Made Novia Indriani Magna Anuraga Putra Duarsa N. K. S. P., Dewi N. N. Suryani N. P. Mariani N.N. Suryani N.S. Dharmawan Nasrullah H. I. Ngurah Kayana, I Gusti Ni Luh Putu Sriyani Ni Made Diani Ni Made Indra Wahyuni Ni Nyoman Ayu Widyasari Ni Nyoman Suryani NI PUTU MARIANI Ni Putu Mega Andini Ni Putu Putri Wijayanti Ni Putu Sarini Ni Putu Sarini Ni Wayan Suniasih Nyoman Sadra Dharmawan Oka A.A P. E. N., Putri P.A. Astawa Perdana, Sigit Pranata I P. Y. A. Prawira I G. I. K. Putu Lakustini Cahyaningrum PUTU SUYADNYA Putu Vindhy Chempaka Putri S. Putra S. PUTRA S. Putra Saransi A. U. Sastrawan I P. L. Sastrawan P. K. P. N SENTANA PUTRA SENTANA PUTRA Sentana Putra Sigit Perdana Simbolon M. Y. Sinta Dewi R. A. Sio Stefanus, Sio Sosiawan Bulu Sri Dian Meita Sari Suasta I M. Suasta IM. Supriana I M. Surya Kencana Jaya P. G. A. Suryani,, N. N. Tjokorda Gede Belawa Yadnya Udayana P. W. K. Wayan Andhika Putrayasa Wedayani, Ni Made Widnyani D A. P. Yusadana P.