Claim Missing Document
Check
Articles

BAKTERI RESISTEN ARSEN (As) PADA ALGA Padina australis DARI PERAIRAN KIMA BAJO Pratiwi Bone; Desy MH Mantiri; Kurniati Kemer; Robert Bara; Rizald Max Rompas; Reiny Tumbol
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 9 No. 3 (2021): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.9.3.2021.36090

Abstract

Padina australis is a species of marine algae from the Phaeophyta division (brown algae) which is generally distributed in marine waters. This algae is able to live in waters with high levels of heavy metals such as in the Kima Bajo waters. This study aims to isolate arsenic (As)-resistant bacteria in P. australis, observe cell shape and bacterial characteristics, and determine bacterial resistance to antibiotics. The method used is conventional bacterial isolation which has been tested on As2O3 compounds. The results obtained were that P. australis contained arsenic resistant bacteria at concentrations of 250 ppm, 500 ppm, and 1000 ppm. The bacteria obtained were Gram positive, in the form of bacilli. These arsenic-resistant bacteria are also resistant to antibiotics such as amoxicillin, cefixime, and doxycycline.Keywords: Padina australis, Arsen (As), Kima Bajo
BAKTERI RESISTEN MERKURI PADA ALGA COKLAT Padina australis DARI PERAIRAN KIMA BAJO SULAWESI UTARA Sri Winisari Van Gobel; Desy MH Mantiri; James JH Paulus; Rizald Max Rompas; Natalie D Rumampuk; Sammy Londong
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 9 No. 3 (2021): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.9.3.2021.36522

Abstract

Alga laut jenis Padina australis merupakan spesies alga coklat divisi Phaeophyta (alga cokelat) yang umumnya tersebar di perairan laut. Spesies ini mampu bertahan hidup di perairan yang mempunyai kualitas air rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengisolasi bakteri resisten merkuri pada alga P. australis, mengetahui bentuk sel dan karakteristik bakteri. Metode yang digunakan adalah isolasi bakteri secara konvensional dan diuji pada senyawa merkuri klorida (HgCl2.) Hasil uji morfologi bakteri dari alga P. australis adalah Gram positif berbentuk monobasil dan streptobasil serta mempunyai kemampuan resisten terhadap merkuri pada konsentrasi 250, 500 dan 1000 ppm. Uji antibiotik dari bakteri resisten merkuri tersebut dilakukan terhadap antibiotik amoxicillin, cefixime dan doxycycline. Hasil menunjukan bahwa antibiotik amoxicillin mempunyai zona hambat 0,4 mm, antibiotik cefixime dengan zona hambat 0,1 mm. dan doxycycline mempunyai zona hambat tertinggi yaitu 1,8 mm, terlihat bahwa bakteri dapat mengurangi efektifitas suatu obat. Kata Kunci : Alga coklat, bakteri Gram positif, bakteri resisten merkuri, antibiotik
IDENTIFIKASI MORFOLOGI DAN KEANEKARAGAMAN KEPITING PADA TIMBUNAN BERBATU DI PANTAI PESISIR MALALAYANG DUA KOTA MANADO Fatmawati Amin; Darus Saadah J Paransa; Medy Ompi; Desy M.H. Mantiri; Farnis Bineada Boneka; Ockstan Kalesaran
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 9 No. 3 (2021): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.9.3.2021.37746

Abstract

The diversity of crabs in the Malalayang One coast is thought to vary between research locations and limited information on biota that live on rocky, sandy and muddy coastal beaches. Sampling was carried out at low tide at night by capturing directly using a protected hand and for lighting with the help of a flashlight. The collected samples were taken to the Aquaculture Technology Laboratory, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, UNSRAT to be identified and for diversity using the Shanon-winer mathematical formula. The results of crabs obtained at five coastal locations on the coast of Malalayang, Manado, with a total of 106 with 7 species, namely Metopograpsus latifrons, Sesarmops impressus, Ocypode kuhlii, Macrophthalmus mareotis depressus, Uca vocans dussumieri, Grapsus Longitarsis and Grapsus albolineatus.Keywords: Crab, Morphology, Diversity, Coastal Ecosystem.
STRUKTUR KOMUNITAS MANGROVE DI DESA PONTO KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Khusnul Hotimah; Calvyn F.A. Sondak; Sandra O. Tilaar; Billy T. Wagey; Antonius P. Rumengan; Desy M.H. Mantiri
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 12 No. 2 (2024): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.12.2.2024.57803

Abstract

Hutan mangrove sangat penting untuk kehidupan biota dan lingkungan sekitarnya. Ekosistem mangrove terletak di seluruh kepulauan Indonesia. Desa Ponto merupakan daerah yang juga memiliki keanekaragaman mangrove yang cukup tinggi. Penelitian dilaksanakan di Desa Ponto Jaga Tiga Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara dengan titik koordinat transek 1(1o39’45.54”U, 124o55’18.79”T), 2(1o39’26.96”U, 124o55’9.74”T),3(1o38’53.’93”U, 124o55’3.39”T), tujuan penelitian untuk mengetahui Struktur Komunitas Mangrove di Desa Ponto Jaga Tiga Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Setiap lokasi ditarik (line transect) sepanjang 100m dan diletakan 5 kuadran dari darat ke laut. Kuadran berukuran 10m x 10m, jarak antar kuadran 10m. Studi menemukan 6 spesies mangrove yaitu Rhizophora apiculata, Sonneratia alba, Brugueira gymnorrhiza, Xylocarpus granatum, Rhizophora mucronata, dan Avicennia alba. Nilai kerapatan tertinggi ditemukan jenis R.apiculata dan nilai kerapatan terendah yaitu X.granatum. Nilai frekuensi jenis tertinggi R.mucronata dan R.apiculata, frekuensi jenis terendah yaitu X.granatum. Nilai penutupan jenis tertinggi yaitu R.mucronata dan terendah jenis X.granatum. Indeks nilai penting tertinggi jenis R.mucronata. Indeks keanekaragaman rata-rata dengan nilai 1,02 termasuk kategori sedang. Nilai keseragaman sebesar 0,62 dengan indeks dominasi yaitu 0,81. Kata Kunci: Mangrove, Struktur Komunitas, Desa Ponto
INDEKS DIMENSI DAN INDEKS NILAI PENTING LAMUN DI PERAIRAN DARUNU, KECAMATAN WORI, SULAWESI UTARA Lidya Magdalena; Desy M. H. Mantiri; Antonius P Rumengan; , Esther D. Angkouw; Kakaskasen A. Roeroe
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 12 No. 2 (2024): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.12.2.2024.58031

Abstract

Ekosistem pesisir yang mampu menyerap dan menyimpan karbon yang baik adalah salah satunya ekosistem padang lamun. Perairan Darunu, Kecamatan Wori, Sulawesi Utara merupakan salah satu daya tarik wisata dan memiliki ekosistem lamun yang baik. Namun sampai saat ini belum ada informasi atau laporan mengenai padang lamun yang ada di Perairan Darunu, oleh karena itu tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi jenis lamun, mengetahui nilai indeks dimensi lamun (IDLn) dan indeks nilai penting (INP) lamun di Perairan Darunu. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pegambilan data dilakukan secara langsung menggunakan metode garis transek. Lamun yang ditemukan di Perairan Darunu sebanyak 6 jenis yaitu Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, Halophila ovalis, Halodule phinifolia, dan Syringodium isoetifolium. Nilai indeks dimensi lamun (IDLn) sebesar 0,5m² dipengaruhi oleh jarak ekosistem lamun dari pemukiman penduduk. INP dipengaruhi oleh kerapatan jenis dan kerapatan relatif, frekuensi jenis dan frekuensi relatif, penutupan jenis dan penutupan relatif. INP tertinggi di Stasiun 1 pada jenis T. hemprichii dengan nilai 124.680% dan INP terendah pada jenis H. phinifolia di Stasiun 3 dengan nilai 5,968%. Kata Kunci: Indeks Dimensi Lamun, Indeks Nilai Penting, Ekosistem Lamun, Perairan Darunu, Sulawesi Utara
Identification And Diversity Of Crab In Pondang And Lopana Beach Waters, South Minahasa Lepa, Bryan Gabriel; Paransa, Darus Saadah J; Mantiri, Desy M. H; Boneka, Farnis B; Lumoindong, Frans; Tilaar, Ferdinand F.
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 10 No. 1 (2022): ISSUE JANUARY-JUNE 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v10i1.38004

Abstract

There are crab species that live in the forest and supratidal areas, on sandy, rocky, and muddy coastal areas. The aim of this research is to identify the morphology, of meristic crabs and the effect of the moon phase on species diversity. Sampling locations were on the coast of Pondang Village and Lopana Village, sampling using the roaming method and carried out at the two lowest low tide phases during the dead moon and full moon phases, during the lowest low tide crabs were generally found with walking legs. Based on the identification of the morphology of crabs found on the coast of Pondang Village and Lopana Village, East Amurang District, South Minahasa Regency, there are six species of them Ocypode ceratophthalmus (Stimpson, 1858), Grapsus albolineatus (Latreille in Milbert, 1892), Eriphia sebana (Shaw and Nodder, 1803), Atergatis floridus (Linnaeus, 1767), Pilumnus vespertilio (Fabricius, 1793), Episesarma mederi (Edwards, 1853). Keywords: Coastal; Habitat; Crabs; Morphology; meristic AbstrakTerdapat jenis kepiting yang hidup di daerah hutan dan supratidal, di daerah pesisir pantai berpasir, berbatu dan berlumpur. Tujuan penelitian mengidentifikasi secara morfologi, meristik kepiting dan pengaruh fase bulan terhadap keanekaragaman spesies. Lokasi pengambilan sampel di pesisir pantai Kelurahan Pondang dan Desa Lopana, pengambilan sampel menggunakan metode jelajah serta dilakukan pada dua fase surut terendah saat fase bulan mati dan purnama, saat surut terendah umumnya dijumpai kepiting yang memiliki kaki jalan. Berdasarkan identifikasi morfologi kepiting yang ditemukan di pesisir pantai Kelurahan Pondang dan Desa Lopana, Kecamatan Amurang Timur, Kabupaten Minahasa Selatan, terdapat enam spesies antaranya Ocypode ceratophthalmus (Stimpson, 1858), Grapsus albolineatus (Latreille dalam Milbert,1892), Eriphia sebana (Shaw dan Nodder, 1803), Atergatis floridus  (Linnaeus, 1767), Pilumnus vespertilio (Fabricius, 1793), Episesarma mederi (Edwards, 1853). Kata Kunci : Pesisir; Habitat; Kepiting; Morfologi; Meristik
Morphological Characteristics and Shell Color Of Littoraria pallescens Prosobrancia Molusca From Different Mangrove In Tongkaina Waters, Manado City Salawati, Vellysa Friendly; Mantiri, Desy Maria Helena; Boneka, Farnis Bineada; Mamangkey, Noldy Gustaf Frans; Warouw, Veibe; Kalesaran, Ockstan
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 10 No. 1 (2022): ISSUE JANUARY-JUNE 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v10i1.38559

Abstract

The purpose of this study was to identify sea slugs L. pallescens taken from two different mangroves, namely Rhizophora mucronata and Avicennia marina in Tongkaina waters, Bunaken District, Manado City based on morphology and anatomy as well as shell color. Identification of mangroves and sea slugs refers to the identification book. The results obtained were L. pallescens species with elongated and tapered morphology at the end of the shell measuring 0.3-2.7 cm. The operculum is purple. The color of the shell obtained was 66.85% consisting of dark colors (black, black, orange, brown and gray spots), occupying the stems and roots of the mangrove, while the light colors (yellow, yellow, dark spots and red) were found to be 33.15%, occupying the leaves and stems of mangroves. The high survival rate of L. pallescens was found in the mangrove roots. This species was found in R. mucronata by 65.26% while in A. marina only 34.74%, this could be caused by differences in the shape of the mangrove roots.Keywords: L. pallescens; Mangrove; Shell color; MorphologyAbstrakTujuan penelitian ini adalah mengindentifikasi siput laut L. pallescens yang diambil dari dua mangrove berbeda yaitu Rhizopora mucronata dan Avicennia marina di perairan Tongkaina, Kecamatan Bunaken, Kota Manado berdasarkan morfologi dan anatomi serta warna cangkang. Identifikasi mangrove dan siput laut merujuk pada buku identifikasi. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu spesies L. pallescens dengan bentuk morfologi memanjang dan meruncing, pada bagian ujung cangkang berukuran  0,3-2,7 cm. Operculum berwarna ungu. Warna cangkang yang diperoleh 66,85% yang terdiri dari warna gelap (hitam, hitam bercak orange, coklat dan abu-abu), menempati bagian batang dan akar mangrove sedangkan warna terang (kuning, kuning bercak gelap dan merah) didapat 33,15%, menempati bagian daun dan batang mangrove. Tingginya kelangsungan hidup  L. pallescens berada pada bagian akar mangrove. Spesies ini ditemukan pada R. mucronata sebesar 65,26% sedangkan pada A. marina hanya 34,74%, hal ini dapat disebabkan oleh karena perbedaan bentuk akar mangrove.  Kata Kunci: L. Pallescens; Mangrove; Warna cangkang; Morfologi
Morphology of Crabs in Minanga Beach, Malalayang Satu, Manado City Ilaria, Christabella Louisa; Paransa, Darus S.J.; Mantiri, Desy M.H.; Schaduw, Joshian N.W.; Darwisito, Suria; Manginsela, Fransine B.
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 10 No. 2 (2022): ISSUE JULY-DECEMBER 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v10i2.41688

Abstract

The coastal area in North Sulawesi which has a length of about 1.985 km, is a potential area with biodiversity supported by the associated biota in it. Order Decapoda, infraorder Brachyura is one of the many biotas found in coastal areas. It is estimated that about 5,400 species of Brachyura live in coastal areas. The purpose of the study was to identify the crabs caught at Minanga Beach, Manado Bay Waters, Malalayang Satu Village Malalayang District Manado City based on the morphological characteristics of crabs. The sample was collected in February 2022. The method used in this research is the cruising survey method, which has been done by tracing the marked location and then taking all the crabs species found. Identification is done by observing the morphology of the crab, such as carapace shape, claws, walking legs, presence of spines on the carapace, carapace size, abdomen shape, sexual dimorphism that occurs in crabs, presence of hair/setae, and color/pattern of crabs. Based on the research conducted, as many as five species of crabs were found in Minanga Beach, namely: Thalamita prymna, Thalamita sp., Thalamita admete, Ozius rugulosus, Ozius tuberculosus.Keywords: Brachyura; Identification; Thalamita; Ozius; Manado Bay.AbstrakWilayah pesisir di Sulawesi Utara yang memiliki panjang sekitar 1.985 km, merupakan wilayah yang potensial dengan keanekaragaman hayati yang didukung oleh biota yang berasosiasi di dalamnya. Ordo Decapoda, infraordo Brachyura merupakan satu dari banyak biota yang ditemukan di wilayah pesisir. Diperkirakan sekitar 5.400 spesies brachyura hidup di wilayah pesisir pantai. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi kepiting yang ditangkap di Pantai Minanga, Perairan Teluk Manado, Kelurahan Malalayang Satu, Kecamatan Malalayang, Kota Manado berdasarkan ciri morfologi kepiting. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Februari 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survei jelajah, yaitu dengan menyusuri lokasi yang telah ditandai lalu mengambil semua spesies kepiting yang ditemukan. Identifikasi dilakukan dengan memperhatikan morfologi kepiting, seperti: bentuk karapas, capit, kaki jalan, keberadaan duri pada karapas, ukuran karapas, bentuk abdomen, seksual dimorfisme yang terjadi pada kepiting, keberadaan rambut/setae, dan warna/corak kepiting. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, sebanyak lima spesies kepiting ditemukan di Pantai Minanga, yaitu: Thalamita prymna, Thalamita sp., Thalamita admete, Ozius rugulosus, Ozius tuberculosus.Kata Kunci: Brachyura; Identifikasi; Thalamita; Ozius; Teluk Manado.
Application of chlorophyll in carrageenan from algae Kappaphycus alvarezii (Doty) Doty 1996 Kurniawan, Budi; Mantiri, Desy M. H.; Kemer, Kurniati; Rompas, Rizald M.; Kawung, Nickson J.; Mudeng, Joppy D.
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 10 No. 2 (2022): ISSUE JULY-DECEMBER 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v10i2.41935

Abstract

The aim of this study is to determine the effect of NaOH and KOH on carrageenan. The addition of natural dyes was carried out with different concentrations of carrageenan and the value of viscosity and gel strength of the algae Kappaphycus alvarezii to a mixture of natural dyes. The samples of algae were taken from the cultivation area in Belang waters, Southeast Minahasa Regency. The results of this study on the addition of natural dyes in refined carrageenan have succeeded in giving a green color and did not affect the viscosity and gel strength of the carrageenan gel when compared to the control (without treatment). The viscosity value of carrageenan with 4% NaOH concentration was 53.34-53.69 cP and KOH concentration was 49.55-50.03 cP. The gel strength value at 4% NaOH concentration was 74.11-74.89 mm/g/sec, while at 5% KOH concentration it was 84.22-84.89 mm/g/sec. The viscosity and gel strength still meet standards set by the Food Agriculture Organization (FAO).Keywords: Carrageenan, natural dye, Kappaphycus alvarezii, viscosity, gel strengthAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh NaOH dan KOH terhadap karagenan. Pada penelitian ini dilakukan penambahan pewarna alami dengan konsentrasi yang berbeda terhadap refined carrageenan dan nilai viskositas serta kekuatan gel karagenan dari alga Kappaphycus alvarezii terhadap campuran pewarna alami. Sampel alga diambil dari area budidaya di Perairan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara. Hasil penelitian tentang penambahan pewarna alami pada refined carrrageenan telah berhasil memberikan warna hijau dan tidak mempengaruhi viskositas serta kekuatan gel karagenan jika dibandingkan dengan kontrol (tanpa perlakuan). Nilai viskositas karagenan dengan konsentrasi NaOH 4% adalah 53,34 – 53,69 cP dan konsentrasi KOH 5% sebesar 49,55 – 50,03 cP. Nilai kekuatan gel pada konsentrasi NaOH 4% sebesar 74,11-74,89 mm/g/det, sedangkan pada konsentrasi KOH 5% diperoleh 84,22-84,89 mm/g/det. Viskositas dan kekuatan gel tersebut masih memenuhi standar yang ditetapkan oleh Food Agriiculture Organization (FAO).Kata kunci: Karagenan, pewarna alami, Kappaphycus alvarezii, viskositas, kekuatan gel
Crustacea Brachyura Morphology And Morphometrically in Buloh Beach Intertidal Zone, Minahasa District, North Sulawesi Jumeini, Jumeini; Paransa, Darus S. J.; Schaduw, Joshian N. W.; Mantiri, Desy M. H.; Pelle, Wilmy E.; Manu, Gaspar D.
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 10 No. 2 (2022): ISSUE JULY-DECEMBER 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v10i2.42078

Abstract

Brachyura crabs, especially coastal crabs, live in the intertidal zone with zone shape sandy beaches, muddy beaches, and rocky beaches. The colors on the crab’s carapace are caused by the presence of carotenoid pigments. The purpose of the study was to identify crabs morphologically and morphometrically. The sampling location was in Buloh Beach, Tateli Weru Village, Mandolang District, Minahasa Regency, North Sulawesi Province. Sampling using the cruise method, which is a research activity carried out by tracing the coastal area at the lowest tide by capturing organisms as samples directly. The crab samples found then morphologically identified by observing the color and shape of the carapace, claws, walking legs, presence of spines on the carapace, carapace size, abdomen shape, the characteristics of the leg organs presence of hair (setae), and morphometric calculations were also carried out. Based on the morphology of the crabs found, namely: Grapsus albolineatus (Latreille in Milbert, 1812), Atergatis floridus (Linnaeus, 1767), Pilumnus vespertilio (Fabricius, 1793), and Uca (Galasimus) tetragonon (Herbst, 1790)Keywords: Buloh Beach; Brachyura; Morphology; morphometrically; DiversityAbstrakKepiting brachyura khususnya kepiting pesisir hidup di zona intertidal dengan bentuk zona pantai berpasir, pantai berlumpur dan pantai berbatu. warna-warna pada karapas kepiting disebabkan karena adanya kandungan pigmen karotenoid. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi kepiting secara morfologi dan morfometrik. Lokasi pengambilan sampel di Pantai Buloh, Desa Tateli Weru, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara. Pengambilan sampel menggunakan metode jelajah (cruise methods) yaitu suatu kegiatan penelitian dilakukan dengan menelusuri daerah pesisir pantai saat surut terendah dengan menangkap organisme sebagai sampel secara langsung. Sampel kepiting yang ditemukan kemudian dilakukan identifikasi morfologi dengan memperhatikan warna dan bentuk karapas, capit, kaki jalan, keberadaan duri pada karapas, ukuran karapas, bentuk abdomen dan ciri-ciri organ kakinya seperti keberadaan rambut (setae), serta dilakukan perhitungan morfometrik. Berdasarkan identifikasi morfologi kepiting yang ditemukan, yaitu: Grapsus albolineatus (Latreille in Milbert, 1812), Atergatis floridus (Linnaeus, 1767), Pilumnus vespertilio (Fabricius, 1793), dan  Uca (Galasimus) tetragonon (Herbst, 1790).Kata kunci : Pantai Buloh; Brachyura; Morfologi; Morfometrik; Keanekaragaman
Co-Authors , Esther D. Angkouw . Nasprianto Abdul Ajiz Siolimbona Abdullah, Ridha Adnan S Wantasen Adnan S. Wantasen Adnan Sjaltout Wantasen Adnan Wantasen Agustin Rustam Andika Muhammad Andreas Albertino Hutahaean Andreas Albertino Hutahaean Andreas Hutahaean Angkouw, Esther Angkow, Esther Angmalisang, Ping Antonius P Rumengan Antonius P Rumengan Antonius P. Rumengan Antonius P. Rumengan Antonius Rumengan Antonius Rumengan Antonius Rumengan Asthisa, Dias Aswan Thamin August Daulat Balaira, Greisela Batar Siahaan Batarogoa, Nego E. Bawias, Miranti Billy J. Kepel Billy T. Wagey Boneka, Farnis Bineada Budi Kurniawan Calvyn F. A. Sondak, Calvyn F. A. Chatrien A. L. Sinjal Cyska Lumenta Darus S J Paransa Darus S. Paransa Darus S.J. Paransa Darus Sa’adah J. Paransa Dedy Octavian Siahaan, Dedy Octavian Deiske A. Sumilat Deiske A. Sumilat Deiske Adeliene Sumilat, Deiske Adeliene Deislie R. H. Kumampung Devi D. Suryono Dias Diasasthisa Djakatara, Paratiti Dewi Eko S Wibowo Elvi L. Ginting Elvy L Ginting Elvy L Ginting Elvy L. Ginting, Elvy L. Engel V. Pandey Erly Y. Kaligis, Erly Y. Ester Angkow Farnis B Boneka Farnis B. Boneka Farnis Bineada Boneka Fatmawati Amin Filemon Hosea Firdaut Ismail Fitje Losung Fitly Tewal Franciskus K.I. Manik Frans Lumoindong Frans Lumoindong, Frans Fransine B. Manginsela Fransiscus Rori Gaspar D. Manu, Gaspar D. Gerung, Marselino Stevano Grace Simanjuntak, Grace Grevo S Gerung Grevo S Gerung Grevo S. Gerung Haryani Sambali Hengky Manoppo Henky Manoppo Ilaria, Christabella Louisa Inayah Inayah Indri Manembu Inneke F. M Rumengan Irmalita Tahir James J H Paulus James J H Paulus James J.H Paulus James JH Paulus James Paulus Jeheskiel, Aprilisa Viony John L. Tombokan Joice R.T.S.L Rimper Joice R.T.S.L. Rimper Joice R.T.S.L. Rimper Joice Rimper Joppy D Mudeng Joppy D Mudeng Joppy Mudeng Joshep Tamalonggehe Joshian N.W. Schaduw Joshian Nicolas William Schaduw Julia L. Kalalo Juliaan Ch. Watung Jumeini, Jumeini Kadang, Nurfadillah Kawung, Nikita Khesyia A. Makhas Khreekhoff, Renny Khusnul Hotimah Kreckhoff, Reni L. Kristi Aji Sugiarto Kumampung, Deislie Kurnia Kemer, Kurnia Kurniati Kemer Kurniati Kemer Kurniati Kemer Kurniati Kemer Kurniati Kemer Kurniati Kemer Kurniati Kremer Laliboso, Jurwin A. Lauluw, Dafid Laurenzy Tampongangoy Leibo, Regina Leonardus R. Rengkung Lepa, Bryan Gabriel Letha L. Wantania Lidya Magdalena Lintang, Rosita AJ Mamangkey, Noldy Gustaf Frans Mamuaja, Jane M. Mantiri, Rose Mantiri, Rose O.S.E. Marina F. O. Singkoh Mariska Astrid Kusumaningtyas Mariska Astrid Kusumaningtyas Markus T. Lasut Markus Talintukan Lasut Medy Ompi Medy Ompi Meiske Salaki Muhammad Aris N. Gustaf F. Mamangkey Najamuddin N Nasir Sudirman Nasprianto Nasprianto Nasprianto, - - Nasprianto, . Natalie D Rumampuk Natalie D Rumampuk Natalie D. C. Rumampuk Natalie D.C Rumampuk Natalie Rumampuk, Natalie Natasya Tiranda Nebuchadnezzar Akbar Nickson J Kawung Nickson J. Kawung Nickson J. Kawung, Nickson J. Novi Susetyo Adi Nurfadillah Kadang Nurmeilita Taher Ockstan Jurike Kalesaran Ockstan Kalesaran Ockstan Kalesaran Oscar M Lamohamad Paraeng, Pricilia Paransa, Darus S.J. Paransa, Darus Sa'adah Johanis Paransa, Darus Saadah J. Pasodung, Aditya Paulus, James Paulus, James J. H. Pelafu, Widya Pelle, Wilmy Pelle, Wilmy E. Pelle, Wilmy Etwil Pratiwi Bone Puasa, Elsian Raja Doli Reiny A. Tumbol Reiny Tumbol Renaldy Alexander Marpaung Rene C. Kepel, Rene C. Rene Ch. Kepel Rene Ch. Kepel Rene Charles Kepel, Rene Charles Restu Nur Afi Ati Restu Nur Afi Ati Restu Nur Afi Ati Rignolda Djamaluddin Rizald M Rompas Rizald M Rompas Rizald M Rompas Rizald Max Rompas, Rizald Max Robert A. Bara Robert Bara Roeroe, Kakaskasen Andreas Rompas, Rizal M. Rompas, Rizald Rompas, Rizald M Rompas, Rizald M. Rosita Lintang Rudy Moningkey Rumengan, Anton Rustam Effendi Paembonan Salawati, Vellysa Friendly Salindeho, Netty Sammy Londong Sammy N.J. Longdong Sanadi, Troy Sandra O Tilaar Sandra O. Tilaar Sandra Tilaar Sanep, Jacqlien Virgina Sarif Hidayat, Sarif Sinjal, Annita Ch. Sipriana S Tumembouw Sipriana Siana Tumembow Sipriani Tumembow Sri Winisari Van Gobel Sriyati Enjelina Sibarani Stenly Wullur Suria Darwisito Suria Darwisito, Suria Susan M. Sumampouw Suzanne L Undap Suzanne L Undap Suzanne L. Undap suzanne Undap Tamrin Tamrin Tamrin Taufiq Abdullah Terry Louise Kepel Terry Louise Kepel Terry Louise Kepel Tilaar, Ferdinand F. Tumalun, Abigael Joanete Veibe Warouw Veibe Warouw Veibe Warouw Verly Dotulong Victoria E. N. Manoppo Wahidin, Nurhalis Wantah, Monika M. Werianty Liony Zeak Wilmy E Pelle Winda Mercedes Mingkid Yanti Kaleb, Yanti Yusmiana Puspitaningsih Rahayu Zulhan A Harahap