Articles
Pendidikan Life Skills Berbasis Budaya Nilai-nilai Islami dalam Pembelajaran
Mawardi, Imam
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6, No 2 (2012): Signifikansi Pendidikan Profetis
Publisher : FITK UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/nw.2012.6.2.589
This article explains about life skills education which has role to confirm human function as Allah’s servant and as khalifah in this world. Life skills can help stu-dents to overcome life problems. These skills include the science aspect, mentali-ty, and vocational skills which are related to students’ moral development in order to face the problems in their life. The function of life related to Islamic culture is not only as the skill of work but also widely include the skill for doing the duties as an Allah’s servant and khalifah. The development of curriculum based on life skills must be internalized in formal school learning. This idea is based on the view point that education is for the meaning of life and not for look-ing job. AbstrakArtikel ini membahas tentang pendidikan life skills yang berperan untuk men-gonfirmasi fungsi kemanusiaan manusia sebagai hamba Allah dan sebagai kha-lifah di muka bumi. Life skills sebagai keterampilan hidup dapat membantu pe-serta didik untuk mengatasi berbagai masalah kehidupan. Keterampilan ini meli-puti aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan kejuruan yang berhubungan dengan perkembangan moral siswa yang mereka hadapi sebagai tuntutan dan tantangan dalam kehidupannya. Fungsi keterampilan hidup terkait dengan nilai-nilai budaya Islam tidak hanya dipahami sebagai keterampilan untuk bekerja tetapi juga mencakup kemampuan untuk melakukan tugas-tugas sebagai hamba dan khalifah Allah secara luas. Pengembangan kurikulum berbasis Life skills harus diinternalisasikan dalam pembelajaran sekolah formal. Ide ini didasarkan pada sudut pandang bahwa pendidikan adalah untuk kehidupan yang bermakna dan bukan hanya semata-mata mencari pekerjaan.
Pengembangan Model Pelatihan Coaching dan Peer Tutoring sebagai upaya meningkatkan kompetensi Pendidik KB/TPA Fairuz Aqila pada saat Pandemi Corona Action Research Study
Ismuningsih, Ismuningsih;
Mawardi, Imam
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 8, No 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30651/pedagogi.v8i1.9417
Abstrak Menurunnya kompetensi pendidik pada masa pandemi  merupakan permasalahan mendasar di KB/TPA Fairuz Aqila. Diperlukan program berkelanjutan agar kualitas lembaga sesuai dengan standar PAUD seperti (1) program peningkatan kompetensi pendidik (2) penyusunan SOP lembaga. Penulisan ini bertujuan untuk memaparkan strategi coaching dan peer tutoring di KB/TPA Fairuz Aqila Dusun Sorogenen II, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, kabupaten Sleman DIY untuk meningkatkan kompetensi pendidik pada saat pandemic Covid19. Strategi ini berlangsung selama tahun 2021. Hasil dari coaching dan peer tutoring adalah; (1) meningkatnya kemampuan pendidik membuat Rencana Pembelajaran dipadukan dengan ciri khas lembaga (2) Adanya prosedur layanan pendidikan di lembaga (3) meningkatnya jumlah murid pada saat pandemi Covid 19. Produk-produk yang dihasilkan proses coaching adalah buku saku pendidik (pertanyaan terbuka, dolanan anak, saintifik), SOP yang dibukukan, stiker, buletin, rencana pembelajaran berdasarkan kurikulum 2018. Semua produk merupakan hasil karya pendidik KB/TPA Fairuz Aqila.Kata kunci ; peningkatan kompetensi pendidik , Coaching dan Peer Tutoring
Pendidikan Life Skills Berbasis Budaya Nilai-nilai Islami dalam Pembelajaran
Imam Mawardi
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6, No 2 (2012): Signifikansi Pendidikan Profetis
Publisher : FITK UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/nw.2012.6.2.589
This article explains about life skills education which has role to confirm human function as Allah’s servant and as khalifah in this world. Life skills can help stu-dents to overcome life problems. These skills include the science aspect, mentali-ty, and vocational skills which are related to students’ moral development in order to face the problems in their life. The function of life related to Islamic culture is not only as the skill of work but also widely include the skill for doing the duties as an Allah’s servant and khalifah. The development of curriculum based on life skills must be internalized in formal school learning. This idea is based on the view point that education is for the meaning of life and not for look-ing job. AbstrakArtikel ini membahas tentang pendidikan life skills yang berperan untuk men-gonfirmasi fungsi kemanusiaan manusia sebagai hamba Allah dan sebagai kha-lifah di muka bumi. Life skills sebagai keterampilan hidup dapat membantu pe-serta didik untuk mengatasi berbagai masalah kehidupan. Keterampilan ini meli-puti aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan kejuruan yang berhubungan dengan perkembangan moral siswa yang mereka hadapi sebagai tuntutan dan tantangan dalam kehidupannya. Fungsi keterampilan hidup terkait dengan nilai-nilai budaya Islam tidak hanya dipahami sebagai keterampilan untuk bekerja tetapi juga mencakup kemampuan untuk melakukan tugas-tugas sebagai hamba dan khalifah Allah secara luas. Pengembangan kurikulum berbasis Life skills harus diinternalisasikan dalam pembelajaran sekolah formal. Ide ini didasarkan pada sudut pandang bahwa pendidikan adalah untuk kehidupan yang bermakna dan bukan hanya semata-mata mencari pekerjaan.
PENDIDIKAN ISLAM TRANSDISIPLINER DAN SUMBER DAYA MANUSIA INDONESIA
Imam Mawardi
Jurnal Pendidikan Islam Vol 28, No 2 (2013): MEDIA PENDIDIKAN JURNAL PENDIDIKAN ISLAM
Publisher : The Faculty of Tarbiyah and Teacher Training associated with PSPII
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15575/jpi.v28i2.547
This writing describes the prossibility to have Islamic education established as transdiscipliner: that is, omitting the dichotomy between religion knowledge and general knowledge, and developing the understanding that the relatedness between the two. The method used in this study is a discourse analysis. A number of references is discussed and analysed based on the direction and purpose of the transdiscipliner concept. In fact, in the context of Islamic education, transdiscipliner curriculum that must be developed should be holistic—covering a number of problems that are closed to human and being able to develop as human resource. Human as mysterious being cannot be approached from one single discipline. Human should be understood from transdiscipline. The expected ability in Islamic education in transdiscipliner concept is the ability to view the world as a value system with its different function and task but they are still related. This connection and interconnection system should be placed in the frame of faith and good deeds.
Dimensi-Dimensi Masyarakat Madani: Membangun Kultur Etika Sosial
Imam Mawardi
Cakrawala: Jurnal Studi Islam Vol 10 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (209.519 KB)
Fenomena masyarakat madani merupakan refleksi kritis dari situasi terpuruknya citra masyarakat yang mengharapkan suatu tatanan masyarakat ideal, dan dinamika yang dibangun merupakan kesadaran masyarakat untuk menempatkan etika sosial sebagai sebuah piranti di segala aspek kehidupan bermasyarakat. Oleh kerena itu, tulisan ini memfokuskan pada bahasan historisitas dalam mewujudkan visi yang ideal dari suatu masyarakat dengan bangunan etika sosial berdasarakan dimensi yang menyertai bangunan masyarakat madani, yaitu antara lain dimensi agama, dimensi budaya, dimensi ekonomi, dimensi politik dan dimensi pendidikan, sehingga setidaknya mampu memberi gambaran paradigmatik dalam mengembangkan masyarakat yang diharapkan.
TRANSINTERNALISASI BUDAYA PENDIDIKAN ISLAM: MEMBANGUN NILAI ETIKA SOSIAL DALAM PENGEMBANGAN MASYARAKAT
Imam Mawardi
Hunafa: Jurnal Studia Islamika Vol 8 No 1 (2011)
Publisher : State Institute of Islamic Studies (IAIN) Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (168.561 KB)
|
DOI: 10.24239/jsi.v8i1.83.27-52
Abstract: Islamic education is a conservationist and connector for socio-ethical values of society. Therefore, the paradigm which should be established is how to adapt Islamic education with social changes based on the modernity with moral values as outlined in the teachings of Islam. With social ethics, Islamic education can became a bridge for the global issues in all aspects of community culture, beginning from family to the larger and more complicated communities. Hence. the system of Islamic education which should be actualized is that related to interdisciplinary, multi-disciplinary and transdisciplinary subject with the policy of mutual binding between the compliance of socio-religio cultural values and the needs of the market.Kata Kunci: transinternalisasi, pendidikan Islam, etika sosial, masyarakat
IMPLEMENTATION OF LEARNING BASED ON THE SCIENTIFIC APPROACH OF FINE ARTS MAPEL PRESENTATION SLIDE PAINTING METHOD APPLICABLE POINTILIST ENGINEERING
Billy Eka Wardana;
Dr. Imam Mawardi, M.Ag.
Jurnal Scientia Vol. 10 No. 2 (2022): Education, Sosial science and Planning technique, March
Publisher : Sean Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (768.223 KB)
|
DOI: 10.35337/scientia.Vol10.pp302-310
This study aims to find out a description of the implementation of art and culture learning in visual arts based on a scientific approach with a slide presentation of the applied painting method of pointillism techniques at SMP KARTIKA Xii-1 Mertoyudan, Magelang Regency. The method used in this study is a qualitative descriptive method. This is an art and culture teacher at SMP KARTIKA Xii-1 Mertoyudan, Magelang Regency. The data collection technique used observation, interview, and documentation techniques. The research instruments used were observation guidelines and interview guidelines. The data analysis technique used is an analytical technique which includes data reduction, data presentation, as well as drawing conclusions and verification. Testing the validity of the data is carried out through credibility testing with triangulation of techniques and sources. The results of student achievement are still found by students who have not reached the KKM. Based on these conditions, the researcher intends to conduct research in the form of Classroom Action Research with the material Efforts to Improve Learning Achievement of Cultural Arts Materials for Applied Painting Using Pointillism Techniques for Class IX A SMP KARTIKA Xii-1 Mertoyudan, Kab. Magelang. The number of students in Class IX A is 25 students. From the results of the implementation of 3 cycles in ptk using the pointillism technique, it is able to increase student achievement by about 56% from the initial conditions of the study. from the initial conditions to the first cycle of 36% (10 students), the first cycle to the second cycle of 20% (14 students), while from the initial condition before the action to cycle II and cycle III of 56% (25 students). The learning outcomes in cycle 2 are: there are no students who score less than the KKM, and 25 children (100%) get a score equal to / exceed the KKM. Cycle 3 (100%).
Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) Berbasis Budaya Islami Sekolah di MI Muhammadiyah Sidorejo Bandongan
Imam Mawardi;
Norma Dewi Shalikhah;
Akhmad Baihaqi
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 4 NOMOR 1 MARET 2020 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (631.457 KB)
|
DOI: 10.30595/jppm.v0i0.5673
Pendidikan karakter tidak bisa dilepaskan dari substansi pendidikan dalam mengatasi berbagai problema anak bangsa. Hal ini sebagaimana dialami juga oleh MIM Sidorejo terdapat beberapa permasalahan yang ditemukan antara lain: (1) Metode pembelajaran guru di kelas dalam mengaitkan substansi materi dengan nilai-nilai pendidikan karakter kurang optimal; (2) Sistem sekolah yang menguatkan nilai pendidikan karakter dalam menumbuhkan dinamika iklim budaya islami sekolah belum terbangun dengan baik. Tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan kreativitas guru dalam pembelajaran dengan metode dan media pembelajaran yang dapat menginternalisasi nilai-nilai karakter islami, serta dapat mengembangkan budaya sekolah yang islami. Metode yang digunakan Participatory Rural Apraissal (PRA) yang dibagi menjadi tiga tahap yaitu persiapan, pelaksanaan, dan penyusunan laporan. Hasil dari pengabdian ini antara lain 1) menghasilkan teknologi pembelajaran berkarakter islami berupa metode dan media pembelajaran yang didasarkan atas rumusan desain perencanaan program pembelajaran aktif dengan spirit nilai-nilai islami untuk membentuk karakter peserta didik, 2) budaya sekolah islami yaitu melalui penciptaan lingkungan belajar yang kondusif, baik di kelas maupun luar kelas seperti melaksanakan peraturan/tata tertib yang telah ditetapkan bersama antara guru dan tim pengabdian, dan tercipta perilaku positif yang mendukung penguatan literasi dan karakter peserta didik.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN DARING BERBASIS MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN KEAGAMAAN ANAK USIA DINI (STUDI ATAS DAMPAK PENERAPAN SOCIAL DISTANCING DI TK ISLAM SE KABUPATEN GUNUNGKIDUL)
Titien Andryani S;
Imam Mawardi;
Imron Imron
MUADDIB Jurnal Kependidikan dan Keislaman Vol. 11. No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24269/muaddib.v1i2.4363
This study aims to describe the implementation of online distance learning in Islamic kindergartens in Gunungkidul Regency. With research at TK IT Tunas Mulia, TK II Waladun Sholihun, TK ABA Al Mujahidin. The type of research used is descriptive qualitative with a case study approach. The results showed that the online implementation used various applications, namely google meet, zoometing, whatshap video call. The learning of religious habituation carried out is reading the Qur'an or Iqro, depositing the memorization of juz ama and daily prayers. Making daily worship journals at home. The quality of online learning is determined by the participation of parents, the quality of the material provided by the school, and the preparation of the curriculum. Constraints faced by the internet network that has not been evenly distributed and the limitations of Android ownership
Seeds of Extremism Amoung Student of Muhammadiyah School of Yogyakarta
Arif Budi Raharjo;
Imam Mawardi;
Dian Dwi Okaputra
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam Vol 26 No 2 (2021): Ta'dib
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teaching Sciences, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19109/td.v26i2.11638
This study aims to answer the suspicion that there are seeds of extremism in the practice of Islamic education, especially in the formal education path at the primary and secondary education levels. To test the veracity of this allegation, this research was designed in the form of a survey conducted by measuring the level of moderation of students' religiosity in several Muhammadiyah schools of Yogyakarta. The research instrument was arranged using a Likert scale which measures on three dimensions of religious moderation: social action, conceptual chomprehention and belief (Faith). Descriptive quantitative analysis is used to describe the level of moderation of 372 respondents of this cross-sectional study. The results showed that 38% of students had religious moderation in the high category and the rest were medium (60%). It is known that the medium and high level of student religious moderation is more or less determined by the role of the teacher who is still used as the main source for students in obtaining Islamic religious knowledge (50%).