p-Index From 2021 - 2026
7.563
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ekonomika ASAS : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Al-'Adalah Hukum Islam Al-Ahkam Dinar: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Dusturiah : Jurnal Hukum Islam, Perundang-undangan dan Pranata Sosial Unnes Science Education Journal Jurnal Bindo Sastra Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Journal of Islamic Nursing International Journal of Social Science and Business Ensiklopedia of Journal Menara Ilmu Jurisprudensi: Jurnal Ilmu Syariah, Perundang-undangan, Ekonomi Islam Instructional Development Journal BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Al-Qadha: Jurnal Hukum Islam dan Perundang-Undangan Al-Manhaj: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam Jurnal Islamika Indomera : Jurnal Magister Manajemen El-kahfi : Journal of Islamic economics AL-FALAH : Journal of Islamic Economics Ikhtisar: Jurnal Pengetahuan Islam Journal of Language and Health Al-Mizan: Jurnal Hukum Islam dan Ekonomi Syariah INVENTION: Journal Research and Education Studies Cakrawala: Jurnal Studi Islam Journal Of Human And Education (JAHE) Al Dzahab Annals of Human Resource Management Research Milkiyah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam Menara Pengabdian El-Rusyd Zona Manajerial: Program Studi Manajemen (S1) Universitas Batam Journal of Islamic Economics Lariba Journal of Accounting Research, Organization and Economics (JAROE) ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Indonesian Research Journal on Education Innovative: Journal Of Social Science Research Al-Muzdahir: Jurnal Ekonomi Syariah JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Lughawiyah: Journal of Arabic Education and Linguistics Heca Journal of Applied Sciences Journal Education And Islamic Studies Jurnal Pendekar Nusantara USRATY : Journal of Islamic Family Law Jurnal Mediasas : Media Ilmu Syari'ah dan Ahwal Al-Syakhsiyyah J-Mabisya Jurnal Tarbiyatuna
Claim Missing Document
Check
Articles

PEMIKIRAN HAIDAR NASHIR TENTANG ISLAM BERKEMAJUAN Hendri, Hendri; Ihsan, Ihsan; Mursal, Mursal; Lahmi, Ahmad
Ensiklopedia of Journal Vol 7, No 2 (2025): Vol. 7 No. 2 Edisi 2 Januari 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v7i2.2905

Abstract

Islam Berkemajuan yang diperkenalkan oleh Haedar Nashir merupakan paradigma yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab tantangan modernitas, seperti globalisasi, ketimpangan sosial, dan krisis moral. Paradigma ini bertujuan untuk mendorong umat Islam menjadi subjek aktif dalam pembangunan peradaban global yang inklusif dan adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pemikiran Haedar Nashir tentang Islam Berkemajuan serta implikasinya dalam konteks lokal dan global. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, di mana data diperoleh dari buku, jurnal, dan dokumen resmi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam Berkemajuan menawarkan solusi melalui empat pilar utama: ijtihad kontekstual, pendidikan berbasis nilai Islam, kesetaraan gender, dan keadilan sosial. Selain itu, konsep ini memiliki relevansi global, terutama dalam mempromosikan dialog antaragama, keadilan sosial, dan pemberdayaan ekonomi umat. Namun, implementasinya menghadapi tantangan, seperti resistensi konservatif, kurangnya literasi keislaman, dan hambatan struktural. Dengan pendekatan inklusif dan kolaboratif, Islam Berkemajuan dapat menjadi panduan strategis bagi umat Islam dalam membangun peradaban modern yang berkeadilan.Kata Kunci: Islam Berkemajuan, Haedar Nashir, Ijtihad Kontekstual, Pendidikan Islam, Keadilan Sosial
Kontribusi Pendidikan Bahasa terhadap Keberhasilan Studi Keislaman Thaheransyah; Firdaus, Khairul; Ritonga, Mahyudin; Halim Hanafi, Abdul; Mursal, Mursal
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 1 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i1.17782

Abstract

Pendidikan bahasa memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan studi keislaman, mengingat bahasa merupakan sarana utama dalam memahami, menginterpretasikan, dan menyampaikan ajaran Islam. Bahasa Arab, sebagai bahasa wahyu Al-Qur'an dan Hadis, menjadi elemen kunci dalam penguasaan literatur Islam klasik, sementara bahasa lokal dan global berperan sebagai alat komunikasi untuk menyebarkan nilai-nilai keislaman secara kontekstual dan universal. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi pendidikan bahasa terhadap keberhasilan studi keislaman, dengan fokus pada pembelajaran bahasa Arab dan integrasinya dengan bahasa lokal serta bahasa asing dalam konteks pendidikan Islam. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengkaji pengaruh penguasaan bahasa terhadap kemampuan mahasiswa dalam memahami teks-teks Islam, keterampilan berpikir kritis, dan efektivitas dakwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan bahasa yang terintegrasi mampu meningkatkan kompetensi akademik, spiritual, dan sosial mahasiswa dalam studi keislaman. Namun, tantangan seperti rendahnya motivasi belajar bahasa Arab dan minimnya inovasi dalam metode pengajaran memerlukan perhatian khusus. Oleh karena itu, pengembangan kurikulum bahasa yang inovatif, kolaborasi lintas disiplin, dan pemanfaatan teknologi digital menjadi kunci untuk mengoptimalkan kontribusi pendidikan bahasa terhadap keberhasilan studi keislaman.
APAKAH CRYPTOCURRENCY SEBAGAI ALAT PEMBAYARAN YANG SAH DI INDONESIA?: ANALISIS DARI DUA PERSPEKTIF Arzam, Arzam; Fauzi, Muhammad; Mursal, Mursal; Rahmat, Paisal
J-MABISYA Vol. 4 No. 1 (2023): J-Mabisya
Publisher : Program Studi Manajemen Bisnis Syariah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/j-mabisya.v4i1.1427

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah Cryptocurrency sebagai alat pembayaran yang sah berdasarkan perspektif peraturan perundang-undangan dan fatwa DSN-MUI di Indonesia. Ini didasari bahwa fenomena Cryptocurrency sebagai mata uang digital yang tersistem dari penciptaan terdesentralisasi. Berbeda dengan mata uang yang ada saat ini, yang sistemenya desentralisasi. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan pendektan kualitatif. Data peneltian dikumpul dari sumber skunder berupa dokumen peraturan perundang-undangan, laporan, artikel jurnal, dan lain-lain sesuai dengan objek penelitian ini. Analsis data penelitian menggunakan beberapa langkah-langkah; pengumpulan materi, diskusi, dan analisis deskriptif.. Penelitian menunjukan bahwa Cryptocurrency belum dapat menjadi alat pembayaran yang sah, karena bertentengan dengan peraturan perundang-undangan yang ada. Bank Indonsia. dengan tegas menyatkan Cryptocurrency tidak dapat menjadi alat trasaksi pembayaran yang sah (Ilegal Tender). Demikian juga dari fatwa DSN-MUI, menyatakan keharaman Cryptocurrency sebagai mata uang, karena beretentangan dengan peraturan perundang-undangan. Sebagai mata uang mengikuti ketentuan dari aturan undang-undang atau otoritas moneter, sehingga menjadikan Cryptocurrency tidak mendapatkan tempat sebagai alat pembayaran yang sah (Illegal tender). Namun demikian, Cryptocurrency dilegalkan, hanya sebatas komiditi (aset) berdasarkan dalam regulasi yang dikelaurakan oleh PERMENDAG/BAPPETI..
Wakaf Pada Asuransi Jiwa Syariah: Analisis Pada Fatwa Dsn-Mui No:106/Dsn-Mui/X/2016 Fauzi, Muhammad; Mursal, Mursal; DS, Muhammad Ridha
USRATY : Journal of Islamic Family Law Vol. 1 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/usraty.v1i2.7570

Abstract

Perwakafan di Indonesia secara terus meneurus dilakukan pengembanganya, terutama adanya pengembangan konsepsi berwakaf dalam bentuk asuransi jiwa syariah. DSN-MUI telah menetapkan kebolehanya, sebagaimana yang termuat didalam fatwa yang bernomor 106 pada tahun 2016. Karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan ketentuan hukum wakaf pada asuransi jiwa syariah yang diatur berdasarkan Fatwa DSN-MUI No: 106/DSN-MUI/X/2016. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data berifat kepustakaan (metode library research), dengan menggunakan Fatwa DSN-MUI No: 106/DSN-MUI/X/2016 sebagai sumber primer, dan dengan mempergunakan content analysis sebagai alat analisis data. Pada wakaf manfaat asuransi ketentuan yang harus diperhatikan, seperti pihak yang ditunjuk untuk menerima manfaat asuransi menyatakan janji yang mengikat untuk mewakafkan manfaat asuransi, dan juga memperhatikan manfaat asuransi yang boleh diwakafkan paling banyak 45% dari total manfaat asuransi, dan juga semua calon penerima manfaat asuransi yang ditunjuk atau penggantinya menyatakan persetujuan dan kesepakatannya, serta memperhatikan ikrar wakaf dilaksanakan setelah manfaat asuransi secara prinsip sudah menjadi hak pihak yang ditunjuk atau penggantinya. Sementara, kententuan wakaf manfaat investasi yang harus diperhatikan, seperti kadar jumlah investasi yang boleh diwakafkan paling banyak 1/3 dari total kekayaan dan/atau tirkah, kecuali disepakati lain oleh semua ahli waris.  Selain dari itu, mengenai ketentuan ujrah terkait produk wakaf, dimana harus memperhatikan dua hal, yaitu ujrah tahun pertama paling banyak 45% dari kontribusi regular dan akumulasi ujrah tahun berikutnya paling banyak 50% dari kontribusi regularWaqf in Indonesia is continuously being developed, especially the development of the concept of waqf in the form of sharia life insurance. DSN-MUI has determined its permissibility, as contained in fatwa number 106 in 2016. Therefore, this research aims to analyze the concept and legal provisions of waqf in Islamic life insurance which is regulated based on Fatawa DSN-MUI No: 106/DSN-MUI/X/2016. Data collection is in the form of literature (library research method), using Fatawa DSN-MUI No: 106/DSN-MUI/X/2016 as a primary source, and using Content Analysis as a data analysis tool. In the waqf of insurance benefits, provisions must be taken into account, such as the party appointed to receive the insurance benefits stating a binding promise to donate the insurance benefits, and also pay attention to the insurance benefits that can be donated at a maximum of 45% of the total insurance benefits, and also all potential recipients of insurance benefits the appointed person or his/her successor expresses his or her approval and agreement, and pay attention to the waqf ikrar carried out after the insurance benefits have in principle become the rights of the appointed party or his successor. Meanwhile, the provisions of waqf for investment benefits must be taken into account, such as the amount of investment that can be donated is a maximum of 1/3 of the total wealth and/or tirkah, unless agreed otherwise by all the heirs. Apart from that, regarding the ujrah provisions related to waqf products, two things must be taken into account, namely the first year's ujrah is a maximum of 45% of the regular contribution and the accumulation of the following year's ujrah is a maximum of 50% of the regular contribution.
Enhancing TiO2 Photoelectrode Performance: The Role of La Doping Using the Sol-Gel Process Jannah, Mifthahul; Azmi, Nurul; Lala, Andi; Jalil, Zulkarnain; Mursal, Mursal
Heca Journal of Applied Sciences Vol. 3 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Heca Sentra Analitika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60084/hjas.v3i1.266

Abstract

Due to growing interest in renewable energy technologies, dye-sensitized solar cells (DSSCs) have emerged as promising alternatives to conventional photovoltaics. This study explores the enhancement of titanium dioxide (TiO2) photoelectrodes through doping with lanthanum (La), a rare earth element known for its ability to modify semiconductors' structural and electronic properties. La-doped TiO2 was synthesized using the sol-gel method with La concentrations ranging from 0 to 4 mol%. The resulting films were deposited onto substrates and sintered at 600 °C for 1 hour. Characterization techniques included X-ray diffraction (XRD), scanning electron microscopy with energy-dispersive spectroscopy (SEM-EDS), UV-Vis spectrophotometry, and Fourier-transform infrared spectroscopy (FTIR). XRD confirmed the anatase phase of TiO2 and the appearance of La2O₃ phases with doping. The smallest crystallite size (8.20 nm) and lowest bandgap energy (3.31 eV) were achieved at 1 mol% La, compared to 3.52 eV for undoped TiO2. SEM-EDS indicated uniform La distribution, while FTIR revealed changes in surface chemistry. These results suggest that La doping, particularly at 1 mol%, can effectively enhance the optical and structural properties of TiO2, making it a promising candidate for improved DSSC performance.
Community Understanding of Obligations as a Recipient of PKH Assistance in the Perspective of Islamic Law Halim, Syaflin; Desminar, Desminar; Mursal, Mursal; Yanti, Elma Rida; Delina, Ros
AL-MANHAJ: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Syariah INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almanhaj.v6i2.5151

Abstract

Understanding the obligations of PKH recipients helps the community understand that the assistance received must be used wisely and follow the program's objectives. Communities that understand the importance of good management will be more likely to use the assistance to improve family welfare, such as meeting basic needs, getting proper education, or developing economic skills. This study delved into the community's comprehension of the obligations of PKH recipients within the framework of Islamic law. Employing qualitative research methods, data collection encompassed in-depth interviews, observations, and documentation. Analysis indicated that most PKH beneficiaries grasp their responsibilities and strive to adhere to governmental directives. However, the involvement of religious leaders, though minimal, predominantly entails disseminating general religious messages. Specific initiatives to educate beneficiaries on their obligations within Islamic law are noticeably absent. Nevertheless, the PKH program aligns with the principles of maqashid al-shari'ah, safeguarding core aspects of faith, health, education, and property. Facilitating access to essential services fosters the well-being and advancement of marginalized individuals.
Konsep Islam Nusantara Dan Islam Berkemajuan Dalam Konteks Muhammadiyah Dan Nahdlatul Ulama Ahmad, Lahmi; Julhadi, Julhadi; Ridwan, Muhammad; Mursal, Mursal; Ritonga, Mahyudin; Saputra, Riki
Ikhtisar: Jurnal Pengetahuan Islam Vol 5 No 1 (2025): Ikhtisar: Jurnal Pengetahuan Islam
Publisher : Institut Agama Islam Sumatera Barat Pariaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55062/ijpi.v5i1.741

Abstract

In this context, both Muhammadiyah and Nahdlatul Ulama have played a role in presenting a moderate and progressive Islam, which can make a significant contribution to social, economic and educational progress in Indonesia. However, the challenge of maintaining a balance between tradition and renewal, as well as in facing the challenges of globalization and radicalization, remains homework that must be completed. The aim of this research is to find out how Indonesian Islam and Islam are progressing in the context of Muhammadiyah and Nahdlatul Ulama. This research uses a qualitative approach with a library research method. Data was collected through literature studies related to the concepts of Nusantara Islam, Progressive Islam, as well as the role of Muhammadiyah and Nahdlatul Ulama in the development of Islam in Indonesia. The author examines various books, journal articles and relevant documents to analyze the role of these two Islamic organizations in facing challenges and realizing a moderate and progressive Islam. Islam Nusantara and Progressive Islam are two concepts that complement each other in the context of the development of Islam in Indonesia. Muhammadiyah and Nahdlatul Ulama, as two large mass organizations, have made significant contributions in realizing moderate, inclusive and progressive Islam. Despite facing various challenges, these two mass organizations continue to show their commitment to advancing society through education, da'wah and social programs. In the future, the challenges and opportunities that exist will test the ability of these two mass organizations to maintain the relevance of Islamic teachings in Indonesia's increasingly complex social and political life.
Upaya Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di SD Negeri 01 Pekanbaru Mursal, Mursal; Hafiz, Muhammad
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 6 Nomor 2 Juli 2025
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v6i2.2713

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SD Negeri 01 Pekanbaru. Rendahnya motivasi belajar siswa dalam pelajaran PAI menjadi tantangan tersendiri yang memerlukan strategi pedagogis yang tepat dari guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Informan utama terdiri atas guru PAI, kepala sekolah, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menerapkan berbagai pendekatan strategis seperti penggunaan metode pembelajaran aktif, pemberian penguatan positif, integrasi nilai-nilai keagamaan dalam konteks kehidupan siswa, serta kolaborasi dengan orang tua dalam pembinaan karakter religius. Upaya tersebut secara signifikan berdampak pada peningkatan minat, perhatian, dan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa peran guru PAI yang inovatif, komunikatif, dan kontekstual sangat menentukan dalam membangun motivasi belajar siswa di tingkat sekolah dasar. Rekomendasi diarahkan pada perlunya pelatihan berkelanjutan bagi guru PAI dalam pengembangan strategi pembelajaran yang mampu menginternalisasi nilai agama secara menyenangkan dan bermakna.
Islam Indonesia, Tela’ah Konstruksi Identitas Muslim Tradisional Dan Muslim Modernis Dafril, Dafril; Johardi, Johardi; Lahmi, Ahmad; Mursal, Mursal; Julhadi, Julhadi
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 19, No 1 (2025): Vol 19 No. 01 APRIL 2025
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v19i1.6531

Abstract

Islam di Indonesia memiliki karakteristik unik yang lahir dari interaksi panjang antara ajaran Islam dan tradisi lokal. Artikel ini mengeksplorasi konstruksi identitas Muslim tradisional dan modernis di Indonesia dengan fokus pada perbedaan metodologi, praktik keagamaan, serta dinamika hubungan antara kedua kelompok. Kelompok Muslim tradisional cenderung mempertahankan tradisi lokal seperti tahlilan, yasinan, dan ziarah kubur, yang diwariskan melalui institusi pesantren. Sebaliknya, Muslim modernis berorientasi pada purifikasi ajaran Islam dengan pendekatan rasional dan kontekstual, yang tercermin dalam gerakan reformis seperti Muhammadiyah. Kajian ini menggunakan metode kualitatif berbasis kajian literatur dengan pendekatan teori konstruksi sosial Berger dan Luckmann. Temuan menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan mendasar antara kedua kelompok, terdapat titik temu dalam komitmen mereka terhadap nilai-nilai keislaman dan pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi lintas kelompok terlihat dalam isu-isu keumatan dan nasionalisme, meskipun perbedaan ideologis kerap memunculkan dinamika konflik. Artikel ini menegaskan pentingnya dialog dan sinergi antara Muslim tradisional dan modernis dalam menghadapi tantangan globalisasi, perkembangan teknologi, dan isu-isu kontemporer. Dengan memahami dan menjembatani perbedaan, Islam di Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi model keberagamaan yang inklusif dan harmonis. Kata Kunci: Islam Indonesia, Muslim tradisional, Muslim modernis, Identitas keagamaan, Harmoni sosial.
Mapping the National Insight of the Salafi Group in Indonesia Based on their Fatwa on Social Media Ridha DS, Muhammad; Afridawati, Afridawati; Iskandar, Nuzul; Mursal, Mursal
al-'adalah Vol 21 No 2 (2024): Al-'Adalah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/adalah.v21i2.19098

Abstract

This article provides an overview of the national insight of the Salafi group as reflected in the lectures of their figures on the YouTube platform about saluting the flag. The aim is to enrich insight into the Salafi group in Indonesia, which is often seen from only one perspective. This study uses qualitative data with a discourse analysis approach within the framework of the study of ushūl fiqh. Discourse analysis is used to examine the statements of the preachers semantically, social cognition, and social context, while ushūl fiqh analysis is used to see their legal reasoning. Data were collected using documentation techniques from videos of lectures by Salafi preachers on digital platforms that can be used as an important space to understand their national insight. This study reveals that all Salafi preachers in Indonesia are allowed to salute the flag because this theme does not fall within the realm of faith. However, they do not recommend it to be done. This attitude is different from non-Salafi preachers who advocate it because the red and white flag is part of the struggle of Islamic scholars and Muslims. Regarding legal reasoning in fiqh, these preachers try to enter the khilāfiyah fiqh (a matter of differing opinions) space and choose an opinion that allows saluting the flag. This tendency then received a positive response from the majority of netizens. This study concludes that the Salafi group in Indonesia has used an adaptation strategy approach by utilizing rhetorical skills to avoid anti-nationalism stigma.
Co-Authors . Saminan Abdul Muid Adri, Vensa Prita Afridawati Afridawati, Afridawati Afriko, Novik Agrisa Ditama, Rezki Ahmad, Lahmi Aidil Novia, Aidil Akbar, Yudi Aljamaedi, Aljamaedi Alparedi, Topan Amanda, Eza amni, rahmalia Amsir, Amsir Anzalman, Anzalman Apris, Apris Arman, Iza Asa'ari, Asa'ari Asmaret, Desi Basri Basri Bayu Tri Cahya BJ, Jusmiwarti Bulek, Muhammad Jahar Bumi, Hengki Ras Bustami, Yuserizal Cendra, Cendra Chablullah Wibisono Dafiar Syarif Dafril, Dafril Daharis, Ade Darwanis Darwanis Delina, Ros Desminar, Desminar Dewi, Nolla Puspita Ditama, Rezki Agrisa Ds, Muhammad Ridha evendi, evendi Febi, Zebna Febrianti, Eti Firdaus Firdaus Firdaus, Khairul Firdus, Firdus - Fitri, Khatimul Fitri, Radia Gani, Asri - Gusti, Yelliza Halim Hanafi, Abdul Hanafi, Abdul Halim Hebondri Hendra Lardiman Hendri Hendri Hisab, Firdaus Hulwati Hulwati Hulwati Hulwati Ihsan Ihsan Johardi, Johardi Julhadi, Julhadi Lahmi, Ahmad Lala, Andi Lastina, Irma Mahyudin Ritonga Masrurah, Zakia Mega Fatimah Rosana Mhd Isa Mifthahul Jannah Moosa, Riyad Muhammad Farhan Abimayu Muhammad Fauzi Muhammad Hafiz Muhammad Luthfi Muhammad Ridwan Muhammad Yusuf Mulyadi Mulyadi Muyadi, Andi Nenengsih, Nenengsih Ngaliman, Ngaliman Nilda, Elvi Nurul Azmi, Nurul Nuzul Iskandar, Nuzul Paisal Rahmat Perawati Perawati, Perawati Prima, Ari Rafifa, Farhani Rahayu, Ria Rahmat Ilyas Ramadhan, Faris Raymond Raymond Repelita, Repelita Ridha DS, Muhammad Ridwan Ibrahim Riki Saputra, Riki Rini Safitri Ritonga, Ahmad Roisuddin Rizana, Novia Rizki, Muhammad Wahyu Rosdialena Roy Nanda, Reza Rozalinda Rozalinda Salman Munthe Saogo, Wivitaiming Prasti Sembiring, Rinawati Septiarti, Mela Sri Yanti Suhardis, Adnan Suhardis Suhardis, Suhardis Syaflin Halim Syafrianto, Syafrianto Syahruddin Syahruddin Syamsiar, Syamsiar Syamsurizal - - syukrawati, syukrawati T, Marlini Thaheransyah Vithra, Muhammad Afdhal Vithra, Muhammad Afdhal Vithra Wandi, Joni Indra Wiyan Mailindra, Wiyan Yanfaunnas, Yanfaunnas Yanti, Elma Rida Zufriani, Zufriani Zulkarnain Jalil