Claim Missing Document
Check
Articles

Memahami Komunikasi Antarpribadi Guru, Orang Tua Karier, dan Anak Remaja dalam Berinteraksi untuk Pencapaian Prestasi Sekolah Eryke Pramestaningtyas; Sri Budi Lestari; Agus Naryoso
Interaksi Online Vol 2, No 1: Januari 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.523 KB)

Abstract

MEMAHAMI KOMUNIKASI ANTARPRIBADI GURU, ORANG TUA KARIER, DAN ANAK REMAJA DALAM BERINTERAKSI UNTUK PENCAPAIAN PRESTASI SEKOLAHABSTRAKAnak remaja merupakan usia yang memerlukan perhatian ekstra dari orang tua. Perhatian orang tua menjadi satu kendala pada anak-anak yang memiliki orang tua yang bekerja. Prestasi anak remaja di sekolah menjadikan prestige tersendiri. Fenomena komunikasi antara guru dan orang tua pada umumnya hanya terjadi dalam pertemuan-pertemuan yang diadakan pihak sekolah. Sedangkan komunikasi antara guru dan siswa pada umumnya berlangsung secara formal. Keadaan ini kurang mendukung terciptanya proses komunikasi antarpribadi yang berlangsung antara guru,orang tua karier, dan anak remaja.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman komunikasi antarpribadi guru, orang tua karier, dan anak remaja dalam berinteraksi untuk pencapaian prestasi sekolah. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang menjelaskan pengalaman unik guru, orang tua karier, dan anak remaja mengenai interaksi di antara ketiganya menggunakan komunikasi verbal dan nonverbal untuk pencapaian prestasi sekolah. Penelitian ini menggunakan Teori Interaksi Simbolik yang menjelaskan bahwa makna atas komunikasi verbal dan nonverbal yang dipahami guru, orang tua karier dan anak remaja akan menentukan tindakan yang dilakukan.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergi komunikasi antara guru dan orang tua bergantung pada kemauan untuk menjalin kerjasama. Keterbukaan antara guru dan orang tua bermanfaat untuk dapat saling memberikan informasi terkait pendidikan anak remaja khususnya mengenai pengetahuan bakat dan minat anak remaja yang dapat dikembangkan menjadi prestasi. Sikap guru terhadap siswa baik melalui komunikasi verbal maupun komunikasi nonverbal juga merupakan satu hal penting untuk membuat siswa memiliki kedekatan dan keterbukaan terhadap guru. Informasi terkait pendidikan anak remaja di sekolah dan kehidupan pribadi siswa dapat diperoleh dengan adanya kedekatan dan keterbukaan antara guru dan siswa. Selain itu, keberhasilan anak remaja dalam mencapai prestasi sekolah turut dipengaruhi oleh lingkungan keluarga dan kemauan orang tua karier membagi waktu antara pekerjaan dan perhatian kepada anak di rumah membutuhkan kesadaran akan adanya tanggung jawab mengurus anak baik di rumah maupun terkait pendidikan anak remaja.Kata kunci: sinergi komunikasi, komunikasi verbal dan nonverbal, prestasi sekolah3UNDERSTANDING INTERPERSONAL COMMUNICATION BETWEEN TEACHER, CAREER PARENTS, AND ADOLESCENT IN INTERACT FOR ACADEMIC ACHIEVEMENTABSTRACTAn adolescent is the age of requiring extra attention from their parents. Attention from parents would be one obstacle in children have career parents. The achievement of an adolescent in school make more prestigious. Generally, the phenomenon of communication between teachers and parents occurs only in the meetings held the school. While communication between teachers and their students in general place in a formal situation. This situation is less supporting the creation of the process of interpersonal communication between teachers, career parents, and an adolescent.This study aims to describe the experiences of interpersonal communications between teachers, career parents, and adolescent in interact to achievement in school. This research using a research descriptive qualitative by phenomenology approach which explains experience unique between teacher, career parents and adolescent about interactions which use verbal communication and nonverbal communication for scholastic achievement school. This research uses the Symbolic Interaction Theory which explains that the meaning of the verbal and nonverbal communication to understand teachers, career parents and adolescent will determine the actions taken.Based on the results of the study showed that the synergy communication between teachers and parents is dependent on a willingness to establish cooperation. Openness between teachers and parents is beneficial to be able to give information regarding the education of adolescents in particular regarding knowledge of talent and interest adolescent that can be developed into achievements. Attitudes of teachers towards students either through verbal communication and nonverbal communication is also the one thing it is important to make the students have a closeness and openness against the teacher. Related information education an adolescent in schools and personal life students can be obtained by the proximity and transparency between teachers and students. In addition, the success of an adolescent in achieve at school also affected by family environment and volition career parents apportion time among the job and attention to a child at home require a conscious awareness of the responsibility propose at home or related to education an adolescent.Key words: the synergy communication, verbal and nonverbal communication, academic achievement4Memahami Komunikasi Antarpribadi Guru, Orang Tua Karier, dan Anak Remaja dalam Berinteraksi untuk Pencapaian Prestasi SekolahLatar BelakangMasa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak ke masa dewasa yang mengalami perkembangan mencakup kematangan mental, emosional sosial dan fisik. Secara psikologis, anak usia remaja merupakan usia munculnya nalar yang berupa akal (ratio) dan kesadaran diri (self consciousness) Dalam masa ini tumbuh rasa keingintahuan dan keinginan untuk mencoba-coba. Periode ini merupakan puncak perkembangan emosi. Anak usia remaja dikategorikan sebagai usia labil atau rentan. Oleh karena itu, anak remaja memerlukan perhatian ekstra dari orang tuanya. (Hidayat, 2012:149)Tak hanya keluarga, lingkungan sekolah juga ikut mempengaruhi perkembangan karakter anak remaja. Sebagai pelajar, anak remaja menghabiskan waktu di sekolah 7 jam sehari atau 42 jam selama seminggu. Selama waktu tersebut, tentunya banyak kegiatan yang dilakukan anak remaja seperti belajar maupun bermain dengan teman-teman sebayanya. Apabila anak remaja mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, waktu yang dihabiskan di sekolah bertambah menjadi kurang lebih 10 jam sehari.Prestasi anak remaja dapat tercapai apabila ada kemauan belajar, dukungan dari orang tua maupun guru di sekolah. Selain dukungan sosial dari orang tua dan guru, konsep diri memiliki peran penting dalam pencapaian prestasi siswa.5Konsep diri dibentuk dari keluarga. Dalam hubungannya dengan perkembangan anak, keluarga sering dikenal dengan sebutan primary group. Bagaimana anak akan melihat dirinya sendiri, dan bagaimana pandangan orang lain terhadap dirinya akan menentukan kepribadian anak (Hidayat 2012:154). Proses pembentukan konsep diri akan menjadi satu kendala pada anak-anak yang memiliki orang tua yang berkarier di luar rumah. Adapun beberapa kendala yang umumnya dihadapi anak-anak yang memiliki orang tua yang berkarier di luar rumah meliputi minimnya waktu bertemu secara fisik dengan orang tua yang digantikan melalui media telepon, hingga tidak jarang muncul rasa sepi pada anak-anak tersebut.Kewajiban orang tua adalah untuk mendidik dan mengasuh anak-anak dengan baik. Namun karena kesibukan, kadangkala orang tua lebih mempercayakan pendidikan dan pengasuhan kepada guru di sekolah. Orang tua juga menganggap dengan menyerahkan anak ke sekolah favorit dan ternama, tugas untuk mendidik dan mengasuh mereka sudah selesai. Namun sebenarnya guru di sekolah hanya sekadar membantu karena pelaku utama dalam pendidikan dan pengasuhan anak adalah orang tuanya.Fenomena komunikasi antarpribadi antara guru dan orang tua saat ini pada umumnya hanya terjadi dalam pertemuan-pertemuan yang diadakan pihak sekolah saat penentuan uang komite sekolah dan penerimaan hasil belajar (raport). Keadaan ini kurang mendukung terciptanya proses komunikasi antarpribadi yang berlangsung antara guru dan orang tua. Guru dan orang tua jarang membicarakan6bakat yang dimiliki anak untuk dikembangkan. Hal ini dapat menghambat anak remaja untuk mencapai prestasi.Adanya komunikasi antara guru, orang tua karier, dan anak remaja sangat diperlukan, mengingat untuk mencapai prestasi di sekolah, anak remaja membutuhkan dukungan dari guru dan orang tua. Dukungan guru dan orang tua dapat tercipta apabila ada relasi yang baik di antara keduanya.Kerangka Teori dan MetodologiKomunikasi adalah bentuk dasar adaptasi terhadap lingkungan. Kebutuhan individu akan hubungan sosial yang baik hanya dapat terpenuhi apabila membina hubungan yang baik dengan orang lain. Diperlukan rasa saling berbagi dalam menjaga hubungan yang baik antara orang tua karier dengan anak remaja. Begitu juga hubungan dengan guru di sekolah. Cara semuanya berinteraksi dijelaskan dalam Teori Interaksi Simbolik.Interaksi orang tua karier – anak remaja menggunakan komunikasi interpesonal sebagai saluran komunikasi. Komunikasi antar pribadi dapat digunakan bagi dua orang atau lebih. Tindakan yang dipilih sebagai orang tua karier merupakan suatu kenyataan yang disebut realitas yang bermakna secara sosial (socially meaningful reality) Sebagai realitas sosial, menjadi orang tua karier tentu saja didasari dan memiliki alasan –alasan yang berorientasi ke masa lalu maupun berorientasi ke masa depan. Schutz menyebutnya sebagai pengalaman dan perilaku manusia (human being). (Hidayat, 2012:167).7Asumsi dari teori ini, ketika orang tua karier dan anak remaja sudah membentuk keharmonisan keluarga, maka dengan mudah informasi dari orang tua akan mudah diterapkan pada anak remaja terutama dalam pencapaian prestasi sekolah. Begitu pula dengan keberadaan guru yang dapat berinteraksi secara personal dengan baik terhadap orang tua karier dan anak remaja, akan berdampak pada kemauan anak untuk mengembangkan bakat yang dimiliki sehingga dapat mencapai prestasi yang didambakan.Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Deskriptif kualitatif bertujuan untuk membuat gambaran atau deskripsi mengenai suatu hal, situasi, fakta, ataupun kejadian secara sistematis. Peneliti menggunakan tipe penelitian ini karena ingin mengungkap gambaran pengalaman komunikasi antarpribadi antara guru, orang tua karier, dan anak remaja dalam berinteraksi untuk pencapaian prestasi sekolah.Pendekatan penelitian dalam penelitian ini adalah pendekatan fenomenologi. Fenomenologi mendeskripsikan pengalaman yang diperoleh secara langsung dan memahami perilaku sebagai sesuatu yang dipengaruhi fenomena pengalaman daripada realitas obyektif yang berasal dari luar diri individu. (Tim Fisip Undip 2006:16). Dalam penelitian ini, maka peneliti akan mengungkap pengalaman proses komunikasi antarpribadi dari guru, orang tua karier, dan anak remaja dalam berinteraksi untuk pencapaian prestasi sekolah.8Hasil1) Sinergi Komunikasi Guru dan Orang Tua dalam Pendidikan Anak RemajaKomunikasi yang dilakukan oleh guru dan orang tua siswa pada SMP Islam Al Azhar 14 Semarang seringkali terjadi. Frekuensi pertemuan di antara kedua pihak tak bergantung pada saat terjadi masalah saja pada siswa, melainkan sewaktu-waktu saat diperlukan. Frekuensi pertemuan yang sering antara guru dan orang tua karier di sekolah ini membuat hubungan di antara keduanya menjadi akrab dan tidak segan menceritakan kehidupan pribadi masing-masing. Pada SMP Negeri 40 Semarang, guru melibatkan orang tua siswa hanya saat siswa mengalami kesulitan belajar dan saat siswa melakukan pelanggaran tata tertib saja.2) Komitmen Guru Sebagai Tanggung Jawab ProfesiDalam temuan penelitian ini, baik guru SMP Islam Al Azhar 14 Semarang dan guru BK SMP Negeri 40 Semarang sama-sama menunjukkan sikap empatinya pada siswa dengan komunikasi nonverbal seperti ekspresi wajah dan kontak mata saat berkomunikasi.3) Pentingnya Komunikasi Keluarga sebagai Pijakan Awal dalam Pembentukan Karakter Anak RemajaMasing-masing informan dalam penelitian ini memiliki cara tersendiri dalam mengasuh anak mereka. Dua informan membiasakan anak untuk bangun pagi agar tidak terlambat ke sekolah. Keduanya juga menyempatkan waktu untuk mengantar jemput anak sekolah. Komunikasi nonverbal berupa cium tangan,9memeluk anak dan mencium kening anak sebelum berangkat sekolah merupakan kebiasaan sehari-hari pada kedua informan ini. Sedangkan pada kedua informan yang lain membiasakan hanya cium tangan saja sebelum anak berangkat sekolah.4) Kepedulian Orang Tua Karier terhadap Pendidikan Anak RemajaDalam penelitian ini, dua informansedari dulu menyuruh anak untuk mengikuti bimbingan belajar dan mendukung apapun kegiatan anak yang bersifat positif. Sedangkan pada dua informan lainnya membebaskan anak untuk memilih akan mengikuti bimbingan belajar atau tidak. Keduanya tidak memaksakan anak untuk mengikuti suatu kegiatan.Kesimpulan1. Guru dan orang tua karier pada SMP Islam Al Azhar 14 Semarang melakukan pertemuan yang relatif sering yang membuat hubungan di antaranya keduanya menjadi terbuka satu sama lain dan baik guru maupun orang tua sama-sama mengetahui bakat dan minat anak remaja yang dapat dikembangkan menjadi prestasi. Suasana informal saat pertemuan guru dan orang tua dibutuhkan dalam menciptakan keterbukaan di antara keduanya. Perbincangan tak hanya mengenai masalah sekolah saja, akan tetapi membicarakan mengenai masalah keluarga. Sedangkan pada guru dan orang tua karier pada SMP Negeri 40 Semarang melakukan pertemuan hanya saat anak mengalami masalah saja. Informan orang tua karier juga enggan bertanya kepada guru bagaimana anak remajanya saat di sekolah.102. Informan guru dari masing-masing sekolah (SMP Islam Al Azhar 14 Semarang dan SMP Negeri 40 Semarang) meluangkan waktu saat jam istirahat untuk berbincang dengan siswa. Guru menghampiri siswa dan bersikap aktif agar siswa tak merasa canggung lagi untuk berbincang dengan guru. Guru menunjukkan kasih sayang kepada siswa melalui komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal.3. Keberhasilan anak remaja dalam pencapaian prestasi sekolah turut dipengaruhi oleh lingkungan keluarga. Sikap orang tua dalam menyikapi nilai anak seperti saat anak mendapat nilai bagus, orang tua memuji dengan ucapan “kamu hebat” dan saat anak mendapat nilai jelek, orang tua menyemangati dengan ucapan “tidak apa-apa, lain kali belajar lebih giat” akan memotivasi siswa untuk mendapat nilai baik dibandingkan dengan sikap orang tua dengan cara memarahi anak. Selain itu, bagi orang tua karier membagi waktu antara pekerjaan dan perhatian kepada anak di rumah membutuhkan kesadaran akan adanya tanggung jawab mengurus anak baik di rumah maupun terkait pendidikan anak remaja.DAFTAR PUSTAKACangara, Hafid. (2002). Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: PT Raja Grafindo PersadaDeVito, Joseph A. (2006). Komunikasi Antarmanusia. Jakarta: Professional BooksHidayat, Dasrun. (2012). Komunikasi Antarpribadi dan Medianya. Yogyakarta: Graha Ilmu11LePoire, Beth.A. (2006). Family Communication (Nurturing and Control in a Changing World). California: Sage Publication, Inc.Liliweri, Alo. (1991). Komunikasi Antar Pribadi. Bandung: PT. Citra Aditya BaktiLiliweri, Alo. (2011). Komunikasi Serba Ada Serba Makna. Jakarta : PT. Kencana Prenada Media GroupMoleong, Lexy. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: PT. Remaja RosdakaryaMoustakas, Clark. (1994). Phenomenologycal Research Methods. California: Sage Publisher.Mulyana, Deddy. (2007). Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: PT. Remaja RosdakaryaTim Fisip Undip. (2006). Modul Pelatihan Metode Penelitian Kualitatif. SemarangWest, Richard dan Lynn H. Turner. (2007). Pengantar Teori Komunikasi Analisis dan Aplikasi. Jakarta: Salemba HumanikaEbook:Hartley, Peter. (1946). Interpersonal Communication 2nd Edition. London: RoutledgeSkripsi:Dessy Christiyanti. (2010). Memahami Komunikasi Antar Pribadi Orang tua-Anak Yang Terlibat Dalam Kenakalan Remaja. Skripsi. Universitas DiponegoroDiah Ayu Berliana. (2010). Memahami Komunikasi Interpersonal Antara Orang Tua Dan Remaja Dalam Proses Pendidikan Kepribadian di Keluarga Single Parent. Skripsi. Universitas DiponegoroRetno Primastuti. (2009). Memahami Komunikasi Interpersonal antara Orang Tua Bekerja dengan Anak Remaja berkaitan dengan Kenakalan Remaja. Skripsi. Universitas DiponegoroInternet:http://psg.uii.ac.id/index.php/RADIO/4-Februari.html waktu akses: 21 April 2013 13:2012http://ejournal.gunadarma.ac.id/index.php/psiko/article/download/231/174 waktu akses 25 April 2013 6:45http://www.bppk.depkeu.go.id/webpegawai/attachments/617_Sinergi.pdf waktu akses : 10 September 2013 20:14http://pjjpgsd.dikti.go.id/file.../Kode_Etik_Keguruan.docx waktu akses : 10 September 2013 20:21
STRATEGI KOMUNIKASI INTERPERSONAL DAN PENGELOLAAN KONFLIK UNTUK MENJAGA DINAMIKA KOMUNIKASI DALAM KOMUNITAS K-POP DANCE COVER LIGHT GALAXY ENTERTAINMENT SEMARANG AGAR TETAP EKSIS Lutfi Oktavia Dewi; Agus Naryoso
Interaksi Online Vol 6, No 4: Oktober 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.923 KB)

Abstract

Based on a research, since 2011 K-Pop phenomenon extremely booming not only internationally but also in Indonesia. K-Pop fans then started to imitate the dance of K-Pop idols called dance cover. This research was focused on understanding interpersonal communication strategy and conflict management among K-Pop dance cover community Light Galaxy Entertainment to maintain the dynamic as well as the affirmation of the relationship so that this community is exist and last up until now on. This research used in-depth interview and participant observation method. This research is a qualitative type with case study approach, and used pattern matching analysis method. Data collection done by in-depth interview and participant observation and also other necessary data included. The result of this research show that even when this community is heterogeneous with each member who has diverse background, however the diversity can be overcome by interpersonal approach. there were several conflicts occurred within Light Galaxy Entertainment and complicated self accommodation among the members within heterogeneous community, however it can be solved using interpersonal approach. Besides, by using interpersonal approach the members of this community can manage conflicts and build closer fellowship.
Audit Komunikasi Strategi Sosialisasi Program Hotline Pelayanan Publik LAPOR Hendi Nimas Sintha Naurisma; Agus Naryoso
Interaksi Online Vol 9, No 1: Januari 2021
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is based on the problem of the large number of people in the city of Semarang who submit their complaints to the government in unofficial media, while in fact the government already has an official complaint channel called LAPOR Hendi. This official complaint channel should be used and utilized by the public as a medium that channels all complaints and aspirations to the government. The purpose of this study was to conduct a communication audit on the socialization activities of the LAPOR Hendi program. This research will explain how the government carried out socialization activities to introduce the LAPOR Hendi program to the people of Semarang City. This research is a descriptive qualitative study that uses the organizational information theory of Karl Weick and the theory of SOR (Stimulus, Organisms, Reasons). Based on the results of the research, the socialization carried out by the Semarang City Government did not have a careful planning. The results showed that the socialization planning carried out by the government did not pay attention to Anne Gregory's 10 Planning. Analysis was not carried out by the government, the government did not conduct analysis and research before carrying out the socialization of the LAPOR Hendi program. The government has known the objectives of the socialization as the implementer of the socialization, however, the government does not use primary data and secondary data in determining the objectives of the socialization. The public who can participate in the socialization of the LAPOR Hendi program all the people of Semarang City. The messages conveyed in socialization are not planned and arranged in detail, there are no indicators of messages that will be conveyed in the socialization. The government does not understand the strategies they use in socialization. The strategy used in the socialization of the LAPOR Hendi program is Ritual. The government uses tactics in carrying out outreach, but the government does not develop existing tactics or come up with new tactical ideas. The government uses tactics in carrying out outreach, but the government does not develop existing tactics or come up with new tactical ideas. The government always conducts outreach to the public, there is no deadline for socializing the LAPOR Hendi program. The socialization that will be carried out has been planned in the annual work plan. The government uses the tools and equipment used for socialization. The operational costs have also been planned in the annual work plan. The government carries out monitoring and evaluation after the socialization is carried out. However, the government is not maximal in ensuring the message is received by the audience. The government conducts a review to find out whether the socialization that has been carried out is going well.
PENGGUNAAN INTERNET SEBAGAI ALTERNATIF MEDIA KOMUNIKASI UNTUK MEMPERTAHANKAN KOMITMEN ASMARA PASANGAN LONG DISTANCE RELATIONSHIP Agnesya Putri Winanda; Sri Budi Lestari; Sri Widowati Herieningsih; Agus Naryoso
Interaksi Online Vol 2, No 2: April 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.952 KB)

Abstract

ABSTRAKMenjalani hubungan jarak jauh membutuhkan strategi pengelolaan komunikasi yang baik danupaya pertahanan komitmen untuk tetap berada dalam hubungan.Rasa kesepian, menahanrindu, kurangnya kepercayan dan absennya afeksi nonverbal dapat menjadi permasalahandalam long distance relationship.Internet sebagai salah satu media alternatif komunikasipasangan LDR dianggap sebagai jawaban bagi upaya maintaining relationship.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pasangan long distancerelationship melakukan aktivitas komunikasi, penyelesaian konflik, dan mempertahankankomitmen asmaranya melalui internet.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahdeskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.Konsep hyperpersonal model dan social information processing theory digunakandalam konsep CMC sebagai media pengelolaan hubungan asmara khususnya jarak jauh, danjuga konsep self disclosure dan investment model yang menjadi teori dasar terbentuknyakomitmen pasangan.Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara mendalamkepada tiga pasang informan yang telah menjalani hubungan jarak jauh minimal enam bulan.Hasil penelitian menunjukan aktivitas komunikasi melalui internet dapatmenimbulkan kepuasan komunikasi yang diakibatkan dari terjaganya keakraban dansemangat positif dalam hubungan.Pasangan jarak jauh memanfaatkan aplikasi dan fiturinternet untuk saling berkomunikasi, bertukar foto, voicenote, bahkan videocall.Dalammenciptakan suasana komunikasi yang menyenangkan pasangan LDR menggunakanemoticon sebagai perwujudan emosi untuk menunjukan pesan yang lebih tulus. PasanganLDR menciptakan aturan berkomunikasi dalam online media seperti saling berbagipasswordaccount social media, mengontrol interaksi dengan lawan jenis, dan berbagi fotomesra dalam social media. Aturan yang diciptakan oleh pasangan LDR dapat menciptakankeamanan dan kepercayaan dalam hubungan.Kepuasan komunikasi dan kebahagianhubungan yang diciptakan melalui internet dapat mempengaruhi keputusan pasangan untuktetap berada dalam hubungan dan mempertahankan komitmen asmaranya.Kata kunci: hubungan jarak jauh, CMC, pengelolaan hubungan
PENGARUH FREKUENSI AKSES BBM, PATH, FACEBOOK TERHADAP INTENSITAS KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI Dinda Dwimanda Wahyuningtias; Agus Naryoso; Sri Budi Lestari; Joyo NS Gono
Interaksi Online Vol 3, No 3: Agustus 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.56 KB)

Abstract

Komunikasi menjadi hal yang tidak dapat dihindari selama kita melakukan aktivitas.Semakin seringnya seseorang berkomunikasi informasi yang dipertukarkan semakin dalam dan luas.Tingginya frekuensi komunikasi melalui alat komunikasi yang disebabkan banyak faktor menjadikan orang lebih sering bertukar informasi melalui aplikasi yang tersedia, terlebih lagi kecanggihan teknologi membuat aplikasi komunikasi semakin baik hanya dengan memiliki smartphone sudah tersedia aplikasi seperti BBM, Path dan Facebook yang dijadikan sebagai media untuk bertukar cerita maupun informasi yang bersifat formal.Penelitian ini menggunakan teori CMC (Computer Mediated Communication) teori dimana program-program suatu aplikasi yang dapat menghubungkan dua orang atau lebih dengan suatu jaringan komputer atau format komputer di berbeda tempat. Sedangkan menurut Fulk dan Collins teori Computer Mediated Communication adalah teori yang dimaksudkan bukan tentang bagaimana dua atau lebih mesin saling berhubungan atau berinteraksi tetapi bagaimana dua atau lebih manusia bisa saling berubungan atau berinteraksi dengan dibantu menggunakan alat komputer pada program aplikasi tertentu yang tersedia pada komputer (Fulk dan Collins, 2001). Computer Mediated Communication juga melihat dan mempelajari cara membentuk kepribadian seseorang dengan pertukaran informasi melalui komputer khususnya pada jaringan internet pada komputer. Computer Mediated Communication memberikan dampak sosial kepada manusia. Rice dan Gattiker (2001) menyatakan bahwa Computer Mediated Communication berbeda dari komunikasi tatap muka. Computer Mediated Communication membatasi tingkat interaksi yang bisa menyebabkan penurunan aktifitas. Computer Mediated Communication dapat mengatasi masalah waktu dan keberadaan. Secara keseluruhan penggunaan Computer Mediated Communication menghasilkan beberapa perbedaan dalam komunikasi tatap muka yang dalam hal ini menjelaskan mengenai frekuensi tingginya orang menggunakan aplikasi BBM, Path, Facebook sehingga mengurangi intensitas komunikasi antar pribadi pada mahasiswa perantau yang ada di Semarang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 50 orang.Analisis yang digunakan adalah korelasi kendalls dengan spss. Hasil uji hipotesis pertama menunjukan bahwa variabel frekuensi akses BBM berpengaruh terhadap variabel intensitas komunikasi antar pribadi dan signifikan (sig.= 0,000) dengan koefisien korelasi -,509. Hasil uji hipotesis kedua menunjukan bahwa variabel frekuensi akses Path berpengaruh terhadap variabel intensitas komunikasi antar pribadi dan signifikan (sig.=0,000) dengan koefisien korelasi -,403. Dan hasil uji hipotesis ketiga menunjukan bahwa variabel frekuensi akses Facebook berpengaruh terhadap variabel intensitas komunikasi antar pribadi dan signifikan (sig.= 0,000) dengan koefisien korelasi -,536.Saran yang diberikan penelitian ini adalah menjadikan aplikasi media sosial seperti BBM, Path dan Facebook sebagai media komunikasi dengan menjaga intensitas komunikasi antar pribadi terutama komunikasi pribadi tatap muka agar mampu menghasilkan kualitas komunikasi yang jauh lebih baik.
Representasi Aturan Adat Pemilihan Pasangan (Romantic Relationship) Masyarakat Batak dalam Film Mursala Williams Wijaya Saragih; Agus Naryoso; Taufik Suprihartini; Triyono Lukmantoro
Interaksi Online Vol 3, No 3: Agustus 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.304 KB)

Abstract

Masyarakat Batak memiliki aturan pemilihan pasangan (romantic relationship).Aturan yang mengatur siapa saja yang boleh dinikahi dan siapa yang tidak boleh untukdinikahi berdasarkan janji yang ditetapkan, tidak boleh saling menikah bagi sepasangkekasih yang memliki marga yang sama. Di sisi lain ideal bagi masyarakat Batakmenikahi anak perempuan dari tulang (paman). Mursala adalah film drama cintaberbalut kebudayaan Batak yang bercerita tentang Anggiat Simbolon, seorangpengacara yang mencoba mempertahankan hubungan cintanya dengan Clarissa Saragihdi tengah larangan adat. Film ini menekankan aturan pernikahan adat Batak yang harusdijalankan dan dipertahankan sampai sekarang dan perasaan cinta yang berbenturandengan nilai adat sehingga menimbulkan konflik dalam keluarga dan masyarakat adat.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui representasi aturan pemilihan pasangan(romantic relationship) masyarakat Batak dalam film Mursala. Tipe penelitian iniadalah deskriptif kualitatif, menggunakan pendekatan signifikasi dua tahap dari teorisemiotika Roland Barthes dan analisis semiotika dengan teknik analisis data dari konsepkode-kode televisi John Fiske. Analisis dilakukan dengan tiga level, yakni level realitas,level representasi, dan level ideologi. Level realitas dan level representasi dianalisissecara sintagmatik, sedangkan analisis secara paradigmatik untuk level ideologi.Hasil penelitian menemukan bahwa adat sebagai nilai yang memiliki kekuatanuntuk mengatur perilaku harus tetap dijalankan dan dipertahankan. Melalui analisissintagmatik pada level realitas dan representasi peneliti menemukan makna peneguhanadat sebagai proses penerapan dan penjagaan nilai-nilai adat dari tindakan pelanggaran.Selain itu peneliti juga menemukan konflik yang terjadi dalam penerapan nilai adatyang ditampilkan sebagai dampak benturan kepentingan individu dengan nilai adat.Sedangkan melalui analisis paradigmatik pada level ideologi peneliti menemukanpenegasan kolektivisme keluarga sebagai agen kebudayaan serta kekakuan dan superiornilai adat. Konstruksi ideologi kolektivisme keluarga sebagai agen kebudayaanmenampilkan fungsi dan pembagian peran anggota keluarga dalam penanaman nilaiserta sistem pengawasan terlaksananya nilai adat. Konstruksi kekakuan dan sifatsuperior adat direpresentasikan lewat ketidakberdayaan Anggiat sebagai pengacarauntuk mempertahankan hubungan cintanya di hadapan hukum adat. Selain itu didapatibahwa keyakinan terhadap keabsolutan nilai adat sebagai faktor dipertahankan adatsebagai pedoman perilaku.
Hubungan Intensitas Terpaan Iklan Media Luar Ruang dan Persepsi tentang Asosiasi Merek dengan Loyalitas Konsumen untuk Menggunakan Kartu Indosat IM3 David Fredy Christiyanto; Adi Nugroho; M Yulianto; Agus Naryoso
Interaksi Online Vol 3, No 4: Oktober 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.696 KB)

Abstract

Iklan media luar ruang merupakan salah media promosi yang masih dianggap efektifoleh perusahaan untuk melakukan promosi produk mereka. Dengan penempatan iklan diluar ruang diharapkan pesan yang ingin disampaikan bisa di terima oleh khalayak secaraluas. Selain iklan Pandangan khalayak yang mengenai sebuah brand juga akanberpengaruh kepada brand tersebut diterima masyarakat atau tidak. Kedua faktor diatasdianggap bisa memiliki hubungan bagaimana factor-faktor tersebut bisa menjadikankonsumen menjadi konsumen yang loyal. Loyalitas konsumen merupakan hal yangingin dicapai setiap brand yang bisa menimbulkan hubungan yang berkesinambunganantara perusahaan atau brand dengan konsumen.Untuk melihat bagaimana iklan media luar ruang dan asosiasi merek memilikihubungan dengan loyalitas pada penelitian ini peneliti menggunakan teori ElaborationLikelihood Model (ELM) dan Perception (DeVito). Hasil dari penelitian ini menemukanbahwa intensitas terpaan iklan media luar ruang dan persepsi tentang asosiasi merekIndosat IM3 memiliki hubungan dengan loyalitas konsumen untuk menggunakan kartuIndosat IM3. Bagaimanapun faktor-faktor tersebut bisa mempengaruhi nilai dariloyalitas konsumen terhadap brand.
Negosiasi Konflik Berlatar Belakang Fanatisme Suporter Bola (Studi Kasus pada Kelompok Suporter Panser Biru dan Snex) Yekholia Maoureenth Priharjanto; Agus Naryoso; Adi Nugroho
Interaksi Online Vol 9, No 3: Juli 2021
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Football is one of the most popular sports in Indonesia. The action of choreography and loyalty shown by their supporters' show of how fanatical the fans of Indonesian football clubs are. However, the supporters emotions that come out, sometimes cannot be controlled and are detrimental, such as causing physical injured and causing casualties. The case of dispute between the groups of supporters encourages rivalry which is still unsolved until now. One of them is in the Panser Biru and Snex groups. Although both of them support the PSIS team, the two parties often get into physical touch. Therefore, this study itself describes how the two groups of supporters who support the PSIS Semarang banner can make peace. In this research, the theories used include Conflict Theory, Dominant and Sub-cultures Group Concept, Etnocentric Concept, Face Negotiation Theory, Interaction Process Analysis, Sosioculture Theory, Conflict Resolution Theory, and Id, Ego and Superego Concept. The subjects of this study were the Panser Biru and Snex supporters groups. This research used qualitative methods with data collection using in-depth interviews. The data are then grouped, analyzed using a phenomenological approach and triangulated as a form of data verification. The results showed that the conflict arose because the two groups wanted to mutually superior and didn't want to lose because of their love for PSIS Semarang. The existing feud made them forget about the same goal, to support PSIS Semarang. The conciliatory initiative was chosen to accommodate the pretentions of supporters among groups. This negotiation is an effort to reconcile the relationship between the two groups of supporters. Negotiators came from the management of PSIS, the result of the memorandum of understanding between the two supporters' camps restored good relations between supporters for the advancement of PSIS Semarang. The role of the negotiator as an analyzer of the causes of conflict, understanding the needs of both parties and decision makers is an important key to the success of this negotiation. This peace cannot be separated from the role of persuasive communication used by the management of PSIS Semarang. The maturity of supporters is important to suppress his ego and prioritize the interests of the club to bring togetherness and increase trust which has an impact on the achievements of this Mahesa Jenar club.
Branding Komunitas Lumpia Komik Melalui Kegiatan Public Relations ( Media Managers ) Aldila Leksana Wati; Tandiyo Pradekso; Djoko Setyabudi; M Bayu Widagdo; Agus Naryoso
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.007 KB)

Abstract

Pada awal tahun 2014 keadaan industri komik Indonesia mulai bangkit, hal ini bisa dibuktikan dengan banyaknya bermunculan judul komik lokal seperti Si Juki, Tuti and Friends, Nebi, Si Gundul, Nusantaranger dan judul komik lainnya. Hal ini menyebabkan tumbuhnya komunitas penggemar komik lokal, salah satunya adalah Lumpia Komik. Lumpia komik adalah sebuah komunitas pecinta komik yang didirikan pada bulan Maret 2014 oleh beberapa pecinta komik dan komikus yang ingin mendukung dan memajukan industri komik lokal, khususnya di kota Semarang. Masih dininya usia dari Lumpia Komik menyebabkan kurangnya awareness masyarakat terhadap komunitas ini.Tujuan dilakukannya kegiatan marketing communication ini adalah untuk menumbuhkan minat atau interest terhadap bacaan komik dan industri komik lokal Indonesia, dalam hal ini dengan cara ikut serentak menyerukan dukungan lewat Lumpia Komik.Audiens yang menjadi target primer adalah pelajar SMA dan Mahasiswa berusia 16-21 tahun yang menyukai komik dan berdomisili di Kota Semarang dan sekitarnya, target sekunder adalah adalah siswa dan siswi SMP dan masyarakat umum yang menyukai komik. Teori yang digunakan untuk mencapai tujuan adalah teori persuasif, konsep brand activationdan IMC (Integrated Marketing Communication). Strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan adalah dengan menggunakan IMC dan tools yang digunakan adalah dengan PR dan brand activation.Taktik kegiatan marketing communication ini menggunakan strategi IMC yaitu pendekatan persuasif secara personal, menggunakan iklan berupa video, komunikasi dua arah dengan menggunakan sosial media, program Bikin Komik Besar, workshop Bebas Kumpul Bareng, Berbagi Komik Berarti dan lomba selfie bareng komik mini. Hasil kegiatan marketing communication ini adalah peningkatan awareness terhadap lumpia komik, 20 orang bergabung dalam komunitas Lumpia Komik dan menyusun konsep communication planning Lumpia Komik. Kata kunci : Public Relations, IMC (Integrated Marketing communication), Lumpia Komik
Proses Pengungkapan Diri Perokok Wanita Berjilbab di Lingkungan Pertemanan Bukan Perokok Afrida Renindyana Putri; Agus Naryoso
Interaksi Online Vol 9, No 3: Juli 2021
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The process of self-disclosure of a hijabi as a smoker is complex to reveal or hide the identity of her smoker. The smoker's identity is considered to conflict with her religious identity, namely the symbol of the hijab she wears. Researchers conducted this study intending to know the process of self-disclosure of hijabi smokers in their non-smoker friends. This study uses a qualitative research method, which refers to the interpretive paradigm with a phenomenological approach. The theory used in this research is the theory of Communication Privacy Management (CPM) by Sandra Petronio. The data collection technique used in this research is an in-depth interview with the research subject, namely the hijabi smoker. The study results revealed that the process of self-disclosure of hijabi as smokers to their non-smoker friends begins with self-identification. Accept personal characteristics and life goals to behave according to the needs and expectations of society. Environmental factors and self-awareness influence identification. Then the second stage is to reveal oneself to the environment. Hijabi smokers experience the tension of rejection and have several criteria for consideration. Consideration of the interlocutor's culture, contextual considerations, consideration of the magnitude of risks and benefits, and motivation for disclosure. Selfdisclosure requires trust and intimacy and is done directly (consciously), indirectly (unconsciously), and through social media. The hijabi women smokers feel happy when accepted by their environment. When experiencing conflict, a hijabi smoker will explain her background, experiences, and thoughts—intended so that the interlocutor can understand and produce acceptance. However, if they still experience rejection, hijabi smokers choose to ignore it. Hijabi smokers maintain relationships with their non-smoker friends by accepting their identity, expressing themselves openly, and showing their achievements and good ethics. There are hijabi smokers who deny their identity by hiding one of their identities to avoid conflict. Not all veiled female smokers have a good religious background, some wear the hijab because of fashion, and parental demands.
Co-Authors Adi Nugroho Adi Nugroho Adi Nugroho Adi Nugroho Adi Saputro, Topo Adi Sukma Waldi Adita Nicko Besari, Adita Afny Khotiatina Afrida Renindyana Putri Agnesya Putri Winanda Ahmad Jailani Siregar Ahmad MAULANA Ahmad Mulyadi Ahyar Yuniawan Aini Fathuningtyas, Maghfira Ainurizaq Putri Aria Santi Al Ghifari, Rafdil Alam Tonggak Amarta Aldha Wulan Nugraheni Aldi Atwinda Jauhar Aldiansyah, Duvit Aldila Leksana Wati Alif Ardhi Wijaya Alifati Hanifah Alisha Mumtaz, Farah Ambar Rakhmawati Amelia Monica Amida Yusriana Amida Yusriana Aminuyati Amrina, Afrilla Anastasia Betsy Palupi Andhika Putra Nugraha Andika Al Hakiem, Muhammad Angelika Putri Ariyani Anggia Anggraini Anggita Muti Arani Zulaikho Anggita Primartiwi Anindhita Puspasari Anindya Ratna Pratiwi Anis Kurniasih Anisa Citra Mahardika Annisa Aulia Mahari Anugrah Beta Familio Anunsiata Vanda Sanderiana Apriani Rahmawati Apriliansyah, Dimas Arbi Azka Wildan, Arbi Azka Ardelia Fitriani, Neysa Arditya Drimulrestu Arifa Rachma Febriyani Arifa Rachma Febriyani Arum Fatimah, Zahra Arum Putri Anjaly Asri Rachmah Mentari Astifah Asdir Atasa Yudha Ergana Atina Primaningtyas Audrey Marsanda, Marchella Audrey Nathania Priscilla Karundeng AULIA NURHASANAH, LISTIA Auralia Wahyu Pradipta Aurisa Hangesti Putri Ayu Emilia Kurniawati Azalea Puspa Sessarina Azka Tsania Yahdini Bagas Satria Pamungkas Basir, Rafi Usman Bayu Bagus Panuntun Bayu Vita Al Hayuantana, Bayu Vita Beta Himawan Putra, Beta Himawan Bintang Diega Pratama Budi Adityo Budiansyah, Dadan Charisma Rahma Dinasih Chykla Azalika Cipta Uli Mediana, Cipta Danieta Rismawati David Fredy Christiyanto David Fredy Christiyanto, David Fredy Debi Astari Decyana Ristiani Deni Arifiin Denta Iswara Kiranasari Setiaji Desy Nurulita Devi Yuhanita Qorina, Devi Yuhanita DHEARAMA FITRI, DHEARAMA Dimas Luky Endra Sadewo, Dimas Dimas Muhammad Dinda Dwimanda Wahyuningtias Djoko Setiabudi Djoko Setyabudi Dubha Kaldota Diptapramana Dwi Candra Rini Dwi Purbaningrum Dwi Purbaningrum, Dwi Dyah Pitakola, Dyah Dyah Woro Anggraeni Egi Famela Elbert Adinugraha Christianto, Anthony Elisabeth Diana Tindarana Elisabeth Naome, Elisabeth Elisabeth Putri Widasari Elisabeth Sianturi Endang Retnowati Endivi Reksi Novrinta Reksi Novrinta Eryke Pramestaningtyas Fajrina Aulia Arumdhani Fajru Akbari Putra Sinik, Fikri Falah, Moh. Imam Fajrul Febriyanti, RT Annisa feby mangireta . Felisitas Yolandita Suryo Kinasih Fetiyana Luthfi Prihandini Feyza Syifa Ashila Fitri Kaniyah Fitri Nur Hidayat Gabryella, Cathrine Gebiya Efriman Putri Ghaisani, Shabrina Ghozi Garbo Sumarsono Hafiz Maulana Sadiq Hanan Hauzan, Muhammad Hapsari Dwiningtyas Harry Vidita Eka Putra Hedi Pudjo Santosa Hedi Pudjo Santosa Hedi Pudjo Santosa Hedi Pudjo Santosa Hendrianto Noor Ikhwan Henny Novita Rumono Hesti Rahmawati, Widiastri Hilal Al Roshid, Fhatwa Hosa Abirama Kalandara Hutauruk, Bagas Ilman Mursid Andaru Imam Dwi Nugroho Indah Pratiwi Intan Murni Handayani Irawati Sri Wulandari Irfan Zuldi Irine Rachmitasari, Irine IVON BAHARANI, IVON Jana Miani Ulfah Jaza Akmala Ramada Jeffry Septian Putra Jehovani Ratna Mourina, Stella Jessica Inez Indriani, Febronia Joyo Nur Suyanto Gono Juita Putri Tristanti, Juita Junelsa Panggalo Kaloka, Rintulebda A. Karina Desi Hariyanto Kartika Ayu Pujamurti Kevin Surya Laksmana, Muhammad Khairunnisa Azizah Khalwah Nabilah Ustushfia Khansa Faadilah Kiky Rizkiana Laeis, Zuhdiar Lintang Ratri Rahmiaji Lintang Ratri Ramiaji Lizzatul Farhatiningsih Lovegi David Sanjaya, Lovegi David Lutfi Oktavia Dewi M Bayu Widagdo M Yulianto M. Ikhlasul Amal Maghfira Ainun F. Maharani Harris, Marsya Manggala Hadi Prawira Maria Elgyptya Assegaff Marlia Rahma Diani Marshanda Putri, Tyara Martha Caesarin Putri Yulinta Maya Puji Lestari Melinda Ayu Santosa Mellisa Indah Purnamasari Mia Michaela Michael Lucky Ananda Mj Rizqon Hasani Mj Rizqon Hasani, Mj Rizqon Much Yulianto Much Yulianto M.Si Much Yulianto M.Si, Much Yulianto Much. Yulianto Muchamad Yuliyanto Muchamad Yuliyanto Muchamad Yuliyanto Muhammad Haikal, Khan Muhammad Hasan Atqiya Muhammad Kholis Nuha Muhammad Raihan Alifiardy Muhammad Rizki Maulana Mujahidah Amirotun Nisa Mustika Berlinda, Lisa Nabila Rezki, Anisa Nabila, Nisrina Laila Nadhif Zufar Faizal, Sulthan Nadia Audy Janatun Adn Nadia Dwi Agustina Nadin Khairun Nisa Nadya Putri Arnolia Naili Farida Nanda Immanuella Natasya Elizabeth Nimas Sintha Naurisma Ninda Nadya Nur Akbar Novia Widiastuti Novita Wulandari Nurayyan, Amanda D Nurist Surayya Ulfa Nuriyatul Lailiyah Nurrist Suraya Ulfa Nurriyatul Lailiyah Nurul Hasfi Oithona Gracelia R. Hutabarat, Oithona Gracelia R. Phopy Harjanti Bulandari Pinondang Caroline, Andrea Primada Qurrota Ayun Putri Susiandi, Alya Radhityo Ryandhika Rakadiputra Rahmanuz Zidan, Aimar Rahmi Hayati Rakanita Oktaviani Hadi Saputri Rakasiwi Oktaviana Hadi Saputri Rasyid Farhan Taufik, Mohammad RATIH KHOIRUNNISA Raynaldo Faulana Pamungkas Razan Fathantra, Ryan Renindyana Putri, Afrida Retno Wulandari Retno Wulandari Reza Andriana Dewanti Rian Irmawan Ribka Minatisari Sekeon Rifka Ayu Pertiwi Rintulebda A.K Rintulebda Anggung Kaloka Rismiyati Rismiyati Rizki Nuriandini Rizky F, Annisa Rizky Johanuari Putri Rony Kristanto Setiawan Rr Ratri Feminingrum Rukti Rumekar S Rouli Manalu Saiful Imron Sakinah KP, Dianti Santoso, Hedi Pudjo Saskia Elvira Saundra Centauria Selo Pangestu Imawan Sembiring, Rinawati Shabrina Farahzatu Ghassania Shahnaz Natasha Anya Shinta Maheswari, Irene Silvia Kartika C Dewi Silviana, Resy Siska Nofianti . Siti Ahmaniar Cahya Lestari Siti Ahmaniyar Siti Hawa . Somadi, Ayunda Fitria Sri Ageng Wirdhana Sri Budi Lestari Sri Budi Lestari Sri Widowati Sri Widowati Herieningsih Sri Widowati Herieningsih Stephany Alamanda Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto Surya Prabhaswara, Fauzan Sutandi, Richard Jeremy Suwanto Adhi Tandiyo Pradekso Tantri Puji Widyasari Tatia Ridho Ramadhanti Taufik Suprihartini Tegar Tuanggana Teresia Kinta Wuryandini Tiur Agata, Elisa Triyono Lukmantoro Triyono Lukmantoro Turnomo Rahardjo U Simanullang, Friska Ulya Saida Velina Prismayanti Susanto Vinna Dewi Haryanti Wafda Afina Dianastuti Wahyu Tri Oktaviani Wening Jiwandaru Pradanari Wibisono, Andika Widya K. Siahaan Williams Wijaya Saragih Wiwid Noor Rakhmad Wiwied Noor Rakhmad Wiwied Noor Rakhmad Wulan Ferra Safitri Xavera A, Patrick Yanuar Luqman Yekholia Maoureenth Priharjanto Yeni Setyowati Yenny Puspasari Yenny Puspitasari Yolan Enggiashakeh Soemantri yossie Christy Thenu Yossie Chrity Thenu Yuaristi Ekantina Yuliani Khoirun Nisaa Yulistra Ivo Azhari Yuliyanto, Muh. Zahra Natty Fakhrana Zamratul Khairani Z, Zamratul Khairani Zulinda Vidiatama