Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA KUALITAS AIR DENGAN PREVALENSI ENDOPARASIT PADA SALURAN PENCERNAAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DI KERAMBA JARING APUNG PROGRAM URBAN FARMING DI KOTA SURABAYA Alfan Prianggara; Gunanti Mahasri; Abdul Manan
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 5 No. 3 (2016): JAFH Vol. 5 No. 3 September 2016
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.045 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v5i3.11327

Abstract

Kendala kualitas air dalam budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus) pada Program Urban Farming diakibatkan karena waduk maupun bozem yang digunakan merupakan perairan tergenang dan kualitas airnya tergantung darimana air itu berasal, apabila kualitas air buruk maka ikan akan stres, menjadi lemah dan mudah terserang parasit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air pada pemeliharaan ikan nila (O. niloticus), prevalensi endoparasit pada saluran pencernaan serta korelasi antara kualitas air dengan prevalensi endoparasit pada saluran pencernaan ikan nila (O. niloticus) di Keramba Jaring Apung Program Urban Farming kota Surabaya. Lokasi waduk atau bozem yang digunakan adalah Urban Farming kecamatan Wiyung, Jambangan dan Lakarsantri, kota Surabaya. Metode yang digunakan adalah metode survey. Parameter utama dalam penelitian ini adalah prevalensi endoparasit dan kualitas air. Hasil pengukuran kualitas air berkisar antara : suhu 29-300C; pH 7-8,5; kecerahan 18-30 cm; DO 4,8- 5,3 mg/l; nitrit <0,043-2,213 mg/l; nitrat <0,008-7,781 mg/l dan amoniak 0,063-0,35 mg/l. Prevalensi rata-rata endoparasit Eimeria spp. 5,71 % dan Acanthogyrus spp. 8 %. Terdapat korelasi positif antara kecerahan, amoniak dan DO dengan prevalensi Eimeria spp. serta suhu, pH, nitrat dan nitrit dengan prevalensi Acanthogyrus spp. Terdapat korelasi negatif antara suhu, pH, nitrat dan nitrit dengan prevalensi Eimeria spp. serta kecerahan, amoniak dan DO dengan prevalensi Acanthogyrus spp. 
IDENTIFIKASI DAN PREVALENSI CACING PADA SALURAN PENCERNAAN IKAN KEMBUNG (Rastrelliger brachysoma) DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA BRONDONG, LAMONGAN, JAWA TIMUR Muhammad Herman; Gunanti Mahasri; Sri Subekti
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 3 No. 1 (2014): JAFH Vol. 3 No. 1 January 2014
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.577 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v3i1.12985

Abstract

Tingginya minat masyarakat terhadap ikan laut, mengakibatkan meningkatnya permintaan terhadap ikan kembung (Rastrelliger brachysoma). Ikan kembung merupakan salah satu komoditas yang memiliki nilai ekonomis dan nilai gizi yang cukup tinggi. Ikan kembung tersebut didapatkan dari hasil tangkap para nelayan di wilayah pesisir laut Jawa dan sekitarnya. Akan tetapi ikan ini bisa saja terserang oleh penyakit akibat infeksi dari endoparasit yang disebabkan cacing. Penyakit yang menyerang ikan kembung kemungkinan disebabkan faktor lingkungan menurun sehingga menurunkan daya tahan tubuh, menyebabkan ikan mudah terinfeksi oleh cacing endoparasit seperti halnya Anisakis. Cacing tersebut bersifat zoonosis dan dapat menginfeksi manusia, oleh karena itu dilakukan identifikasi dan prevalensi agar manusia yang mengkonsumsi dapat mengelola ikan dengan benar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk identifikasi dan mengetahui prevalensi cacing apa saja yang menginfeksi ikan kembung (Rastrelliger brachysoma) dari hasil tangkapan nelayan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong, Lamongan. Hasil penelitian dari identifikasi ditemukan larva Anisakis simplex stadium tiga yang menginfeksi di bagian mukosa dan bagian lumen usus ikan kembung, di wilayah Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong, Lamongan dengan total prevalensi cacing Anisakis simplex sebesar 9.6%.
APLIKASI PROBIOTIK, IMUNOSTIMULAN, DAN MANAJEMEN KUALITAS AIR DALAM UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI BUDIDAYA UDANG VANNAMEI (Litopenaeus Vannamei) DI KECAMATAN UJUNG PANGKAH, KABUPATEN GRESIK Nina Nurmalia Dewi, S.Pi., M.Si; Kismiyati Kismiyati; Rozi Rozi; Gunanti Mahasri; Woro Hastuti Satyantini
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 8 No. 3 (2019): JAFH vol. 8 no. 3 September 2019
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.679 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v8i3.15127

Abstract

Udang vannamei merupakan salah satu komoditas perikanan yang bernilai ekonomis penting. Tingginya permintaan terhadap udang vannamei menyebabkan pentingnya kegiatan budidaya. Namun adanya berbagai permasalahan pada budidaya udang vannamei menyebabkan diperlukannya suatu teknologi untuk meningkatkan produksi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengaplikasikan penyediaan probiotik, aplikasi immunostimulan, dan pengukuran kualitas air di tambak yang ada di Desa Pangkah Wetan dan Pangkahkulon, Kecamatan Ujung Pangkah, Kabupaten Gresik sebagai upaya untuk peningkatan produksi hasil panen tambak udang vannamei. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2019. Metode kegiatan ini adalah penyuluhan, peragaan, diskusi, dan demoplot di lapangan. Hasil kegiatan ini adalah anggota kelompok mitra berpartisipasi aktif dalam setiap tahapan kegiatan yang dilakukan. Materi yang diberikan bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan dan melindungi udang dari penyakit, menjaga kualitas air, dan menekan kematian udang untuk peningkatan produksi. Hasil pengukuran kualitas air dilapangan menunjukkan bahwa kondisi suhu di tambak kelompok mitra yaitu 320C, kecerahan 50 cm, warna air kecoklatan, dan pH 7.
PATOGENESIS Gyrodactylus : PENENTUAN DERAJAT INFESTASI, PENGAMATAN GEJALA KLINIS DAN PATOLOGI INSANG IKAN MAS (Cyprinus carpio) Putri Desi Wulan Sari; Gunanti Mahasri; Koesnoto Koesnoto
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 9 No. 1 (2020): JAFH Vol. 9 no. 1 February 2020
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (882.901 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v9i1.16215

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui patogenesis infestasi Gyrodactylus yang menginfestasi insang ikan mas (Cyprinus carpio). Patogenesis diamati berdasarkan tingkat derajat infestasi, pengamatan gejala klinis dan patologi insang ikan mas (Cyprinus carpio). Sebanyak 1.440 ekor ikan mas terinfestasi Gyrodactylus diambil dan diamati gejala klinis, penentuan derajat infestasi serta dilakukan pengamatan patologi anatomi dan histopatologi insang. Hasil pengamatan sampel menunjukkan pada tingkat infestasi ringan dan berat, kerusakan yang ditimbulkan antara lain hiperplasia, hipertropi dan hemoragi. Sedangkan ikan mas normal menunjukkan gambaran histopatologi insang yang normal.
Potensi Perasan Buah Mengkudu (Morinda citrifolia) Dalam Upaya Penanggulangan Infestasi Lernaea Pada Ikan Maskoki (Carassius auratus) Aditya Gita Rohmatullah; Gunanti Mahasri; Sri Subekti
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 2 No. 1 (2013): JAFH Vol 2 No 1 Februari 2013
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.802 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v2i1.17976

Abstract

Penelitian ini diharapkan dapat menjawab pertanyaan apakah perasan buah mengkudu dapat digunakan untuk mengendalikan Lernaea pada ikan maskoki dan berapa konsentrasi optimal yang dapat digunakan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima kelompok perlakuan dan empat ulangan, yaitu A (0%) sebagai kontrol, B (1%), C (2%), D (3%), dan E (4%). Parameter utama yang diamati adalah lepasnya Lernaea yang menempel pada ikan maskoki setelah perendaman dengan perasan buah mengkudu. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah Lernaea yang lepas pada perlakuan A (0%) adalah 0% (tidak ada yang lepas), perlakuan B (1%) dan perlakuan C (2%) adalah 6,25% (satu Lernaea yang lepas), perlakuan D (3%) adalah 12,5% (dua Lernaea yang lepas), dan perlakuan E (4%) adalah 25% (empat Lernaea lepas) terdapat perbedaan yang tidak nyata, akan tetapi hasil tertinggi diperoleh pada perlakuan E (4%). Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah perasan buah mengkudu memiliki kemampuan untuk menanggulangi infestasi Lernaea pada ikan maskoki, dengan konsentrasi perasan sebesar 4% dan lama perendaman 60 menit. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk tidak menggunakan konsentrasi di atas 4% untuk menghindari kematian ikan.
Pemanfaatan Perasan Buah Mengkudu (Morinda citrifolia) Untuk Pengendalian Myxobolus Pada Ikan Mas Koi (Cyprinus carpio L.) Almira Fardani Lahay; Gunanti Mahasri; Sudarno Sudarno
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 2 No. 1 (2013): JAFH Vol 2 No 1 Februari 2013
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.823 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v2i1.17983

Abstract

Salah satu jenis ikan hias air tawar yang memiliki harga jual yang tinggi adalah ikan mas koi (Cyprinus carpio), akan tetapi di dalam pemeliharaan ikan mas koi tetap tidak lepas dari masalah kesehatan, terutama pada saat terserang penyakit, yang mengakibatkan kerugian ekonomis bagi para pembudidaya ikan mas koi. Penyakit dapat disebabkan oleh bakteri, virus, parasit, pakan maupun kondisi lingkungan yang kurang menunjang kehidupan ikan. Salah satu jenis penyakit yang banyak menyerang ikan mas koi adalah Myxobolusis yang disebabkan oleh parasit Myxobolus. Saat ini banyak tumbuhan tradisional yang sudah ditemukan memiliki zat anti parasit, Salah satu tumbuhan tersebut adalah buah mengkudu (Morinda citrifolia). Penelitian ini bertujuan mengetahui penggunaan dan konsentrasi yang tepat perasaan buah mengkudu (Morinda citrifolia) untuk mengendalikan infeksi Myxobolus pada ikan mas koi. Metode penelitian adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) sebagai rancangan percobaan. Perlakuan yang digunakan adalah dosis perasan buah mengkudu yang berbeda yaitu A (0%), B (1%), C (2%), Dan D (3%) masing-masing perlakuan diulang sebanyak lima kali. Analisis data menggunakan ANOVA dan Kruskall Wallis dan untuk mengetahui perlakuan terbaik dilakukan Uji Jarak Berganda Duncan dan Uji Independent dua sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis perasan buah mengkudu yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata (P<0.05) terhadap infeksi myxobolus. Perlakuan yang tertinggi terdapat pada perlakuan C (2%) untuk pengamatan jumlah nodul, perlakuan D (3%) pada pengamatan ukuran nodul dan perlakuan D (3%) pada pengamatan skoring buka tutup operkulum. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan perlakuan D (3%) merupakan perlakuan yang paling baik dalam pengendalian myxobolus.
The Addition of Caulerpa racemosa Extract in Feed on Clinical Sign and Intestinal Histopathological Profile of Whiteleg Shrimp after Infected by Vibrio parahaemolyticus Alvira Febrianti Pratiwi; Woro Hastuti Satyantini; Gunanti Mahasri; Akhmad Taufiq Mukti; Alim Isnansetyo
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 11 No. 2 (2022): JAFH Vol. 11 No. 2 June 2022
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jafh.v11i2.29722

Abstract

The purpose of this study was to determine the administration of Caulerpa racemosa extract in clinical sign and intestinal histopathological profile of whiteleg shrimp (Litopenaeus vannamei) after infected by Vibrio parahaemolyticus. The study was conducted using a completely randomized design (CRD) with six treatments and three replications. Shrimp were divided into six groups, two control groups without the administration of C. racemosa extract, the other four groups with the administration of C. racemosa extract with successive doses; 30 mg/kg (P1), 60 mg/kg (P2), 120 mg/kg (P3) and 240 mg/kg (P4) through feed. On the 15th day of rearing, the control group was divided into two groups: negative control (K-) was injected with PBS and then positive control (K+) and four other treatments (P1, P2, P3 and P4) were infected with V. parahaemolyticus. The results showed that intestinal damage caused by V. parahaemolyticus infection were inflammation and necrosis. The administration of C. racemosa extract had a significant effect on the histopathological profile of the whiteleg shrimp intestine. The lowest percentage of damage was found in the P4 treatment, which was 19.6% with a indication of low damage. Clinical sigs appeared at 48 hours post-infection pale hepatopancreas, empty intestines, reddened uropods and gnats. From this study, it can be concluded that the administration of C. racemosa extract to the feed at a dose of 240 mg/kg is the best dose in reducing the level of damage to the intestinal organs of whiteleg shrimp infected with V. parahaemolyticus.
Manajemen Budidaya Udang Vaname pada Kelompok Petambak Udang Tradisional Mandiri di Desa Pangkah Wetan Ujung Pangkah Gresik Nina Nurmalia Dewi; Muhamad Amin; Akhmad Taufiq Mukti; Gunanti Mahasri; Endah Sih Prihatini; Agung Pamuji Rahayu; Fuquh Rahmat Shaleh
Grouper: Fisheries Scientific Journal Vol 13, No 1 (2022): Grouper : Jurnal Ilmiah Fakultas Perikanan Universitas Islam Lamongan
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/grouper.v13i1.98

Abstract

Udang vaname merupakan komoditas perikanan yang bernilai ekonomis tinggi. Namun terdapat permasalahan dalam budidaya udang vaname yaitu penurunan produksi akibat penurunan kualitas air dan serangan penyakit. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman terkait manajemen budidaya udang vaname yang baik melalui penerapan probiotik dan imunostimulan, cara aklimatisasi benih yang benar, pengukuran kualitas air, serta analisis usaha budidaya udang yang baik sebagai upaya peningkatan produksi udang vaname di Desa Pangkah Wetan Ujung Pangkah Gresik. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2021. Kelompok mitra kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah Persatuan Tani Tambak Pangkah Wetan dan Pokdakan Mina Tambak Bahari di Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujung Pangkah, Kabupaten Gresik Provinsi Jawa Timur. Kegiatan dilaksanakan dengan metode hybrid yaitu secara daring dan luring. Pada kesempatan tersebut mitra sangat antusias dalam mengikuti setiap kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan.
Tingkat Stres dan Tingkah Laku Ikan Kerapu Cantang Selama Proses Pengendalian Zeylanicobdella dengan Perasan Daun Pepaya (Carica papaya L.) di Cempleng, Brondong Kabupaten Lamongan Gunanti Mahasri; Muhammad Browijoyo; Ikmalia A; Berliana A; Dika Dika; kismiyati kismiyati; Faisol Mas&#039;ud
Grouper: Fisheries Scientific Journal Vol 13, No 1 (2022): Grouper : Jurnal Ilmiah Fakultas Perikanan Universitas Islam Lamongan
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/grouper.v13i1.102

Abstract

Salah satu penyebab utama menurunnya harga jual ikan kerapu cantang adalah karena adanyan serangan serangan ektoparasit dari cacing lintah laut  Zeylanicobdella, yang dapat menyebabkan luka dan pendarahan di seluruh permukaan tubuh. Upaya pengendalian Zeylanicobdella sudah banyak dilakukan, akan tetapi sampai dengan saat ini, prevalensi ikan kerapu yang terserang lintah laut ini masih cukup tinggi, bahkan hingga mencapai 100% pada ikan kerapu yang dipelihara pada tambak tradisional plus dengan dasar tanah. Upaya yang dilakukan untuk menekan serangan ini adalah dengan menggunakan perasan daun pepaya (Carica papaya L.). Daun ini  mengandung zat aktif alkaloid karpain yang dapat membunuh lintah laut Zeylanicobdella. Pengendalian Zeylanicobdella dengan pemberian perasan daun pepaya  dapat berpengaruh terhadap tingkat stres ikan kerapu cantang, sehingga akan mempengaruhi kadar glukosa darah dan tingkat konsumsi oksigen.Tujuan dari kegiatan ini adalah menerapkan penggunaan perasan daun papaya untuk mengendalikan serang lintah laut Zeylanicobdella  di Tambak dengan perendaman. Kegiatan ini dengan menggunakan 5 buah akuarium sebagai wadah pengendalian lintah laut, dengan dosis 0,5% dan lama waktu perendaman 15 menit. Hasil kegiatan menujukkan bahwa perasan daun pepaya dapat menurun serangan lintah laut Zeylanicobdella dengan perendaman, dari 100% hingga 34%.  Tingkat stres yang ditunjukkan dengan kadar glukosa darah ikan kerapu menunjukkan dalam kondisi stress dengan kadar glukosa darah sekitar 73 – 95 mg/dL melebihi normal 28,8 – 34,2 mg/dL Kesimpulan dari kegiatan ini bahwa perasan daun papaya dengan dosis 0,5% dan lama waktu perendaman 15 menit dapat menurunkan serangan lintah laut sebesar 66,67%.
Tipe Kerusakan Spora Myxobolus koi Pada Penyimpanan Dengan Berbagai Bahan Kimia Gunanti Mahasri; Agus Nazarudin Yahya; Boedi Setya Rahardja; Moch Saad; Nanuk Qomariyah
Grouper: Fisheries Scientific Journal Vol 10, No 1 (2019): Grouper : Jurnal Ilmiah Fakultas Perikanan Universitas Islam Lamongan
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.272 KB) | DOI: 10.30736/grouper.v10i1.51

Abstract

Myxobolus koi merupakan parasit yang menyebabkan penyakit Myxobolusis pada ikan. Parasit ini sangat sulit ditangani dengan prevalensi mencapai 91% sehingga perlu dilakukan kajian terhadap parasit Myxobolus koi. Kerusakan spora merupakan salah satu kendala dalam pengembangan penelitian tentang pengendalian penyakit ini. Spora Myxobolus koi dapat mengalami kerusakan apabila disimpan dalam kondisi penyimpanan yang kurang baik. Kerusakan spora Myxobolus koi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya suhu dan bahan kimia. Bahan kimia merupakan media yang biasa digunakan untuk proses pengawetan. Beberapa bahan kimia yang dapat digunakan untuk menyimpan spora adalah alkohol, formaldehid, dan kalium bikromat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bahan kimia pengawet terhadap kerusakan spora dan untuk mengetahui bahan kimia yang paling efektif mengawetkan spora selama proses penyimpanan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) sebagai rancangan percobaan. Perlakuan yang digunakan adalah penyimpanan spora Myxobolus koi pada alkohol 70%, formaldehid 0,1%, dan kalium bikromat 2%, dengan ulangan sebanyak 6 kali. Penyimpanan ini dilakukan selama 30 hari. Parameter utama yang diamati adalah persentase kerusakan spora Myxobolus. Data yang diperoleh kemudian di analisis menggunakan ANAVA (Analisis Varian).Hasil penyimpanan spora menggunakan alkohol 70% (C2H6O), formaldehida 0,1% (CH2O), dan kalium bikromat 2% (K2Cr2O7) selama 30 hari menunjukkan tingkat kerusakan spora yang tidak berbeda nyata di setiap perlakuan yang berarti ketiga perlakuan atau ketiga bahan kimia dapat mengawetkan spora
Co-Authors A. Shofy Mubarak Abdul Manan Abdul Manan Abyan Farras Adamu Ayubu Mwendolwa Adamu Ayubu Mwendolwa Adiacahya, Eren Aditya Gita Rohmatullah Adriana Monica Sahidu Agung Pamuji Rahayu Agus Nazarudin Yahya Ahmad Shofy Mubarak Akhmad Taufiq Mukti Alanosi Noor Muhammad Alfan Prianggara Alfin Tauhid Alim Isnansetyo Almira Fardani Lahay Alvira Febrianti Pratiwi Anam, M Khairul Anggun Khoirun Nikmah Anggun Nurani Citrowati Anisa, Hosia Anord Charles Nkuba Apri Supii Ardilas Heryamin Arika Juniarsih Arya Witantama Bahtiar, Sadida Anindya Berliana A Bernathdo Mahendra Robbi Putra Bidayatul Afifah Boedi S. Rahardja Boedi Setya Rahardja Browijoyo Santanamurti Cintia Larasati DARMAWAN SETIA BUDI Desak Ketut Sekar Cempaka Putri Dewi, Nina Nurmalia Dheani Nur Ahadya Syifa Chaerunissa Dieswinta Hardika Aris dika dika Dita Wisudyawati Eka Saputra Elangga Sony Widiharsono Elisabeth Benita Indarmastuti Endah Sih Prihatini Endang Dewi Masithah Era Insivitawati Ewang Mahendra Putra Fahdi Putra Utama Faisol Mas&#039;ud Faisol Mas’ud Farid Nur Salim Farizka Vinka Trinendyah Ferry Dwi Firmansyah Liananda Firly Waliani Rahma Fuad Fuquh Rahmat Shaleh Gian Suryanatha Hartawan Hari Suprapto Heru Suryanto Ika Purnamasari Ika Putri, Lia Oktavia Ikmalia A Ikmalia Amali Indah Hidayati Imani Iqbal Ghazali Irvansyah Irvansyah Isroni, Wahyu Kadek Racmawati Karunia, Fitria Kenconojati, Hapsari Kismiyati , Koesnoto Koesnoto Kusnoto Kusnoto Lailatul Lutfiyah, Lailatul Laksmi Sulmartiwi Laksmi Surmartiwi Larasati, Anastasya Dewi Lestari Wilujeng Lia Oktavia Ika Putri Lia Oktavia Ika Putri Lilis Cahaya Septiana Linnya Prima Agustin Lucia Tri Suwanti, Lucia Tri Luthfiana Aprilianita Sari Lyla Wulandari M Ervany Eshmat M Iqbal Satria Mandele, M. Muhtar Mayangsari, Cholivia Melinda Kusuma Ningrum Miftakhul Munir Moch Saad Mochammad Dwi Hardhianto Mohamad Yusuf Mohammad Faizal Ulkhaq Mufasirin Muhamad Amin Muhamad Amin Muhammad Amin Muhammad Arief Muhammad Herman Muhammad Hilmy Maulana Muhammad Musa N. Juni Triastuti Nafis Putra Laksana Cholil Nanuk Qomariyah Nedi Nedi Netty Sreani Nico Rahman Caesar Niluh Suwasanti Norma Isnawati Nugroho, Sefilia Adhi Nunuk Dyah Retno Lastuti Nur Fais Nurlita Abdulgani Nurul Kumalasari Ochtavia, Sherly Permata Jelita, Chelsea Prayogo Prayogo Pristita Widyastuti Puguh Yugo Wijanarko Putra, Bernathdo Mahendra Robbi Putri, Desak Ketut Sekar Cempaka Rachma Woro Anggarani Racmawati, Kadek Rahayu Kusdarwati Rahayu Kusdarwati Ridwansyah Ririn Agustiya Riris Ulfiana Riza Aryani Romziah Sidik Rozi Rozi Rr. Juni Triastuti Salman Aldo Alfaresi Samara, Syifania Hanifah Santanumurti, Muhammad Browijoyo Sapto Andriyono Saputra, Alfian Rahmadhani Satria Hani Sari, Putri Desi Wulan Saroso, Heri Setiawan Koesdarto Shandy Sulistyoningrum Sherly Ochtavia Shohifah, Isnatul Umu Siti Hamidah Sri Mulyati Sri Mulyati Sri Subekti Sri Subekti Sri Subekti Sudarno Sudarno Sudarno, Sudarno Sulistyoningrum, Shandy Suwasanti, Niluh Suzanita Utama Titom Gusmana Putra Perdana Ulia Fajriah Veryl Hasan W. Angan Indrawan Widodo, Langgeng Wijanarko, Puguh Yugo Wiwin Sumiati Wiwin Sumiati Woro Hastuti Satyantini Woro Hastuti Setyantini Wurlina, W Yanuhar, Uun Yudi Cahyoko Yunifar Amad