Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN MASSIVE ONLINE OPEN COURSE (MOOC) BERBASIS QUIZIZZ MEMBACA TEKS UNTUK MGMP BAHASA INDONESIA SMPN KOTA BANJARMASIN Noortyani, Rusma; Mu'in, Fatchul; Cahaya, Noor; Wiranda, Nuruddin; Hasanah, Uswatun; Jarkani; Cahya, Delfisea
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v6i3.5555

Abstract

Mitra kegiatan PKM ini adalah untuk MGMP bahasa Indonesia SMPN kota Banjarmasin. Guru-guru bahasa Indonesia tingkat SMPN kota Banjarmasin diberikan pelatihan pembuatan Massive Online Open Course (MOOC) dengan menggunakan Google Classroom dan media kuisnya menggunakan kuis interaktif online dari Quizizz. Dengan melakukan kegiatan PKM ini, tujuan khusus yang dicapai adalah guru menjadi lebih mampu menggunakan teknologi untuk melaksanakan dan menilai pembelajaran daring. Diharapkan peserta PKM ini dapat menambah wawasan dan inspirasi kepada guru lain dari latar belakang pendidikan yang berbeda di sekolah atau dalam kegiatan MGMP untuk masing-masing kelompok guru mata pelajaran. Diharapkan bahwa kegiatan PKM ini akan memberikan dukungan yang menyeluruh dalam langkah-langkah berikut: 1) Pertemuan awal dengan guru mitra untuk membahas pentingnya teknologi informasi dalam pembelajaran dan penilaian pembelajaran; 2) Pelatihan intensif soal kuis/ujian dan penerapan soal kuis/ujian dalam kuis interaktif online Quizizz; 3) Focus Group Discussion (FGD) tentang media kuis interaktif online Quizizz yang dikembangkan; dan 4) Simulasi kuis interaktif online Quizizz, 5) Evaluasi hasil operasi.
Nilai Religi dalam Tradisi Lisan Sansana Dayak Ngaju Ngalimun, Ngalimun; Noortyani, Rusma; Hermawan, Sainul
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 19, No. 1 : Al Qalam (Januari 2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v19i1.4300

Abstract

Penelitian ini ditulis untuk mengkaji nilai religi dalam tradisi lisan Sansana Dayak Ngaju yang keberadaannya sudah mulai susah ditemukan dalam masyarakat. Tulisan ini pula diharapkan mampu membuka ruang dan menumbuhkan peminat kembali untuk mengembangkan kebudayaan Masyarakat Dayak. Adapun nilai religi dalam tradisi lisan Sansana Dayak Ngaju di pandangan sebagai kepercayaan bahwa manusia hidup di dunia hanya sementara di alam bawah (dunia) yang disebut dengan Pantai Danum Kalunen, dan akan kembali lagi kealam asalnya yaitu alam atas atau Lewu Liau atau disebut juga Lewu Tatau Dia Rumping Tulang, Randung Raja Isen Kamalasu. Jadi, konsep ketuhanan orang Dayak Ngaju adalah sang Maha Tunggal, Maha Agung, Maha Mulia, Maha Jujur, Maha Lurus, Maha Kuasa, Maha Suci, Maha Pengasih dan Penyayang Maha  Adil, Kekal Abadi, Maha Mendengar, yang mempunyai kekuatan dan kekuasaan untuk memberikan kehidupan kepada manusia ia  adalah Ranying, yang mempunyai kekuatan untuk mencipta (Hatalla). Suku Dayak Ngaju mengakui bahwa di alam ini ada suatu  zat yang menguasai dunia dan hidupnya. Dalam usahanya mengenal Tuhan suku Dayak Ngaju mengenal nama-nama Mahatala dan Duwata. Mahatala adalah ilah yang menguasai alam atas (langit, atau alam sesudah mati), dan Duwata adalah ilah yang menguasai bumi alam bawah (dunia, dan kehidupan ini). Menurut pandangan Dayak Ngaju, setiap orang mati adalah Buli Lewu Tatau Dia Rumpung Tulang, Rundung Raja Isen Kamalasu Uhat, yaitu surga, tempat yang kaya raya, sejahtera dan membahagiakan.
PARABAN DAN POYOKAN DALAM SAPAAN NGAPAK Ngalimun, Ngalimun; Noortyani, Rusma; Muin, Fatchul
HUMANIS: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 17 No 1 (2025): Januari
Publisher : LPPM UNISDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/humanis.v17i01.8632

Abstract

Abstrak: Latar belakang: Bahasa Ngapak adalah salah satu dialek bahasa Jawa yang digunakan di daerah Jawa Tengah, terutama di wilayah Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen, atau yang sering disebut Barlingmascakeb. Dialek ini punya beberapa ciri khas yang bikin beda dari dialek Jawa lainnya (dialek Yogya-Solo). Salah satu ciri utamanya adalah pengucapan vokal “o” yang jadi “a”, misalnya kata “ngopo” jadi “ngapa.” Bentuk kebahasaan yang sering menyertai penggunaan bahasa lisan adalah sapaan. Sapaan menyangkut interaksi antara dua pihak, yaitu penyapa (orang yang menyapa) dan pesapa (orang yang disapa). Metode: Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan di Desa Tungkaran Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. Desa Tungkaran. Sumber data yang diteliti sebanyak 20 orang penutur bahasa Jawa. Prosedur analisa data yang digunakan melalui wawancara, data diklasifikasikan berdasarkan bentuk-bentuk sapaan, pengelompokan pola tutur sapa bersasarkan bagian-bagiannya, menyimpulkan hasil penelitian dan melaporkan penelitian Kesimpulan: Sapaan ngapak yang berupa paraban yaitu suatu bentuk sapaan atau panggilan yang sering artinya disesuaikan dengan sifat, keadaan, kegemaran dari orang yang diparabai. Paraban tidak menimbulkan rasa tidak senang baik bagi orang (anak) yang diparabai maupun orang tuanya. Sedangkan sapaan ngapak yang berupa poyokan biasanya dilakukan antara kakak dan adik biasanya ketika salah satu atau keduanya dalam keadaan jengkel (marah) atau ingin menggoda. Poyokan ini menyebabkan pesapa menjadi tidak senang dan akibatnya dapat menimbulkan pertengkaran atau gantian membalas dengan sapaan yang berupa poyokan pula. Kata kunci: paraban dan poyokan, ngapak Abstract: Background: Ngapak language is one of the Javanese dialects used in Central Java, especially in the Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, and Kebumen areas, or often called Barlingmascakeb. This dialect has several characteristics that make it different from other Javanese dialects (Yogya-Solo dialect). One of the main characteristics is the pronunciation of the vowel "o" which becomes "a", for example the word "ngopo" becomes "ngapa." The linguistic form that often accompanies the use of spoken language is greetings. Greetings involve interactions between two parties, namely the greeter (the person greeting) and the pesapa (the person being greeted). Method: This research is categorized as a qualitative descriptive study. The research was conducted in Tungkaran Village, Martapura District, Banjar Regency, South Kalimantan. Tungkaran Village. The data sources studied were 20 Javanese speakers. Data analysis procedures used through interviews, data are classified based on forms of greetings, grouping greeting speech patterns based on their parts, concluding research results and reporting research Conclusion: The ngapak greeting in the form of paraban is a form of greeting or call whose meaning is often adjusted to the nature, circumstances, and hobbies of the person being parabai. Paraban does not cause displeasure for either the person (child) being parabai or their parents. While the ngapak greeting in the form of poyokan is usually done between older and younger siblings, usually when one or both are annoyed (angry) or want to tease. This poyokan causes the recipient to be unhappy and as a result can cause arguments or turn to respond with a greeting in the form of poyokan as well. Keywords: paraban and poyokan, ngapak
Penerapan Dan Pelanggaran Prinsip Kerja Sama Grice Dalam Tindak Tutur Penjual Dan Pembeli  Di Siring Kota Banjarmasin Arina Fitriana; Muhammad Rafiek; Rusma Noortyani
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 3 No. 2 (2025): Februari 2025
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/jimr1200

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan memperoleh dan menemukan maksim-maksim dalam teori Grice, baik berupa penerapan maupun pelanggaran prinsp kerja sama sama teori Grice pada saat interaksi tawar-menawar antara penjual dan pembeli di Siring, Kota Banjarmasin. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan menggunakan metode analisis deskriptif.  Metode analisis deskriptif dalam penelotian ini juga diperkuat dengan menggunakan pendekatan teori Grice. Cara kerja teori Grice menerapkan kerja maksim yang meliputi: maksim kualitas, maksim kuantitas, maksim relevansi dan maksim cara. Sumber data dalam penelitian ini ialah 4 orang penjual di Siring, Banjarmasin. Pengumpulan data dilakakukan dengan dua teknik, yakni teknik dokumentasi dan teknik catat. Proses penganalisisan data pada penelitian ini dilakukan dengan teknik analisis yang di sesuaikan dengan kajian analisis wacana oleh teori Grice. Dari hasil penelitian ditemukan penerapan dan pelanggaran dari maksim dalam kerja sama Grice. Data tersebut beruapa 10 bentuk penerapan dari maksim Grice  dan 3 pelanggaran maksim Grice.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Google Sites pada Mata Kuliah Semiotika di STKIP Paris Barantai: Development of Google Sites-Based Learning Media in Semiotics Course at STKIP Paris Barantai Yahya, Andi Muhammad; Noortyani, Rusma; Santanapurba, Harja
Anterior Jurnal Vol. 24 No. Special-1 (2025): Anterior Jurnal
Publisher : ​Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/anterior.v24iSpecial-1.8993

Abstract

The purpose of developing learning media based on Google Sites in the Semiotics course at STKIP Paris Barantai is to improve the quality of learning by utilizing technology that is easily accessible to students. This research uses a research and development (R&D) method with the ADDIE model, which consists of five stages: (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). As a result of the analysis stage, STKIP Paris Barantai has adequate facilities, but its utilization in learning is still limited. Google Sites-based learning media for the Semiotics course was developed based on the results of design and development. The trial with a small group of 8 students got results (93%) and a large group of 35 students got results (89%) indicating that this learning media is very feasible to use at the implementation stage. The results of the feasibility test conducted by media experts and material experts on Google Sites-based learning media showed that media experts gave an assessment of 85% with a very feasible category, and media experts gave an assessment of 87% with a very feasible category. Based on these results, shows that the use of Google Sites as a learning tool is very effective in improving students' understanding of the material and making education more flexible and interactive. It is hoped that these tools can be an alternative to more advanced learning.
MAKNA SIMBOLIK TRADISI MAPPATETTONG BOLA PADA MASYARAKAT BUGIS DI DESA MUARA PAGATAN Yahya, Andi Muhammad; Mu'in, Fatchul; Noortyani, Rusma
FIKRUNA: Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Kemasyarakatan Vol 7 No 2 (2025): FIKRUNA : JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEMASYARAKATAN
Publisher : STIT Ibnu Rusyd Tanah Grogot

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56489/fik.v7i2.302

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya prilaku, persepsi tindakan dan lain-lain. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data deskriptif kualitatif, yang bertujuan untuk menggambarkan tradisi “Mappatettong Bola”. Hasil dari penelitian dalam tradisi "Mappatettong Bola" suku Bugis di Muara Pagatan, berbagai elemen simbolis digunakan dalam ritual mendirikan rumah, seperti Majang (bunga kelapa), Kaluku (kelapa), Kaeng Onyi (kain kuning), dan Passili (daun setawar). Majang melambangkan rezeki, Kaluku simbol kehidupan dan kesuburan, sedangkan Kaeng Onyi dan Passili memiliki makna spiritual terkait perlindungan dan kesejahteraan. Elemen lainnya seperti Manu’ (ayam), Berre Pulu (beras ketan), Otti (pisang), Apang (kue), Loa-loa (kendi), Tello (telur), dan Golla Cella (gula merah) juga digunakan sebagai simbol kehidupan, kebersamaan, keberuntungan, serta doa untuk keberkahan dan perlindungan. Implikasi tradisi mendirikan rumah dalam etnopedagogi terkait dengan penerapan nilai budaya lokal dalam pendidikan. Tradisi ini mengajarkan keterampilan praktis, kerjasama, dan rasa hormat terhadap alam, yang dapat diterapkan dalam pendidikan berbasis konteks budaya. Etnopedagogi juga menekankan nilai keharmonisan antara manusia dan alam, serta pemahaman tentang aspek material dan spiritual. Pembelajaran berbasis pengalaman lokal memperkenalkan generasi muda pada pengetahuan berkelanjutan dan ramah lingkungan. Selain itu, tradisi ini mengajarkan nilai sosial seperti solidaritas, peran gender, dan pelestarian kearifan lokal, yang dapat memperkaya pendidikan untuk generasi mendatang.
Filosofi Manalatai Lewun Sansana Sebagai Sejarah Tradisi Lisan Dayak Ngaju Ngalimun, Ngalimun; Noortyani, Rusma; Dewi, Dwi Wahyu Candra
Pahlawan Jurnal Pendidikan-Sosial-Budaya Vol 21 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Achmad Yani Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57216/pah.v21i1.968

Abstract

Artikel ini sengaja ditulis untuk mendeskripsikan tentang filosofis manalatai lewun sansana sebagai sejarah tradisi lisan Dayak Ngaju dari segi warisan budaya lokal tradisi lisan. Sansana Dayak Ngaju mempunyai nilai filosofis yang masih dipegang teguh oleh masyarakat dayak Ngaju dalam hidup bermasyarakat. Filosofi pertama: Masyarakat suku dayak Ngaju berkeyakinan bahwa hakikat hidup yang paling utama adalah menjadi manusia yang seutuhnya dan sempurna. Utuh dan sempurna adalah Harati, Bakena Mamut Menteng, yang artinya manusia harus mempunyai watak yang baik, bersih jasmani dan rohani sebagai ritual pensucian diri supaya terhindar dari roh jahat, baik dari diri manusia itu sendiri ataupun dari luar manusia. Filosofi kedua: Kebiasaan suku dayak dalam menjalankan kehidupannya mencerminkan betapa kuatnya sistem kerja samanya. Kebiasaan tersebut sudah mendarah daging baik yang sifatnya gotong royong maupun dalam kegiatan upacara lainnya seperti, dalam acara ritual pesembahan kepada sang maha kuasa, acara kematian, acara perkawinan, dan acara-acara lainnya.
Inovasi Pembelajaran Membaca Puisi pada Penggunaan Fitur Reels Instagram di Era Society 5.0 Ngalimun; Noortyani, Rusma
EduCurio: Education Curiosity Vol 3 No 1 (2024): Agustus-November 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan observasi langsung, yaitu metode yang digunakan dalam penelitian eksploratif dan deskriptif. Observasi ini terdiri dari pencatatan sistematis dan melihat pola perilaku orang atau objek lain, untuk mengumpulkan informasi mengenai subjek pencarian. Pengguna fitur reels Instagram dapat membuat video kreasi berdurasi 15 second dengan menambahkan music kekinian, effect, dan juga filter. Selain itu, reels Instagram juga dapat digunakan sebagai sarana media mengembangkan diri. Pada era society 5.0 yang dikembangkan dengan konsep merdeka belajar di perguruan tinggi mampu menjembatani beberapa terobosan baru dalam inovasi pembelajaran khususnya membaca puisi. Haparan dari inovasi pembelajaran ini nantinya dapat meningkatkan kepribadian sesuai kultur kebudayaan lokal ke nasional dan lebih menekankan keleluasaan serta kemerdekaan lembaga pendidikan.
Pemberdayaan Soft Skills Siswa SMPN 3 Banjarmasin melalui Pelatihan Desain Poster Berbasis Canva Cahaya, Noor; Mu’in, Fatchul; Noortyani, Rusma; Dewi, Dwi Wahyu Candra; Murdianingsih, Arum; Novitasari, Aulia; Wahyudin, Muhammad; Ikhsan, Muhammad Miftahul; Indriyani, Ade Ida
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 5 No 4 (2025): JAMSI - Juli 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1610

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan soft skills siswa SMPN 3 Banjarmasin, khususnya dalam aspek kreativitas, komunikasi, berpikir kritis, dan kolaborasi (4C), melalui pelatihan desain poster menggunakan aplikasi Canva. Permasalahan yang dihadapi adalah rendahnya kemampuan siswa dalam menyampaikan pesan visual secara efektif serta keterbatasan dalam memanfaatkan teknologi desain grafis. Pelatihan dilaksanakan dalam tiga sesi utama: (1) penyampaian materi tentang prinsip dasar desain grafis dan penggunaan Canva, (2) praktik langsung pembuatan poster secara individu dan kelompok, serta (3) evaluasi hasil karya melalui pretest dan posttest. Evaluasi dilakukan dengan mengukur peningkatan pemahaman konsep desain dan kemampuan teknis siswa. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa, dengan rata-rata skor pretest sebesar 50% meningkat menjadi 85% pada posttest. Selain itu, siswa mampu menghasilkan poster dengan komposisi visual yang baik, pemilihan warna yang harmonis, dan pesan yang komunikatif. Pelatihan ini juga mendorong kolaborasi aktif antar siswa dan meningkatkan literasi digital mereka. Dengan demikian, program pelatihan ini efektif dalam mengembangkan soft skills dan keterampilan digital siswa, memberikan kontribusi positif dalam mempersiapkan mereka menghadapi tantangan abad ke-21.
KEMAMPUAN MENULIS CERPEN SISWA KELAS IX-F MTs “Al-FALAH PUTRI” KOTA BANJARBARU: SHORT STORY WRITING ABILITY CLASS IX-F STUDENTS MTs "AL-FALAH PUTRI" BANJARBARU CITY Disty, Disty Benita Aryannillah Juanta; Sabhan; Rusma Noortyani
LOCANA Vol. 8 No. 1 (2025): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v8i1.299

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan menulis siswa Kelas IX-F MTs“Al-Falah Putri” jika ditinjau berdasarkan unsur intrinsik cerpen. Pendekatan yang digunakan dalampenelitian ini adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan subjek penelitian siswa Kelas IX-F MTs“Al-Falah Putri” berjumlah 32 orang. Pemilihan sampel berdasarkan populasi yang ada menggunakanteknik Cluster Random Sampling. Hasil penelitian dari kemampuan menulis cerpen siswa Kelas IX-FMTs “Al-Falah Putri” ditinjau dari unsur intrinsik dikategorikan telah mampu dan memadai denganhasil yang cukup memuaskan. Hal ini dapat dilihat dari hasil siswa dalam menulis cerpen yang mencapai80,0 dengan KKM Bahasa Indonesia minimal 75. Hasil observasi lapangan, ada beberapa faktor yangmempengaruhi kemampuan siswa Kelas IX-F MTs “Al-Falah Putri” dalam menulis yaitu motivasi daninspirasi. Untuk kedepannya diharapkan literasi siswa lebih ditingkatkan lagi agar minat menulis siswalebih bagus lagi.
Co-Authors Ahsani Taqwiem Ahsani Taqwiem Akbari, Achmad alhudari, Muhammad Alhudari Amima, Sharfina Puteri ANANDA SETIAWAN Andi Muhammad Yahya Arina Fitriana Arum Murdianingsih M.Pd Asdini Sari Asha Cita Puteri Erdanu Atmono, Dwi Aulia Novitasari Auliya, Beby Baseran Nor Cahya, Delfisea Cayu Dahniar, Hestira Chatarina Umbul Wahyuni Cita Puteri Erdanu, Asha Dewi Alfianti Dewi, Dwi Wahyu Candra Disty, Disty Benita Aryannillah Juanta Drike Afreliani Edy Suryanto Ellyn Normelani Ellyn Normelani Endarto Endarto Endarto, Endarto Ersis Warmansyah Abbas Faradina Fatchul Mu'in Fatchul Mu’in Fitriana, Arina Heni Pujiastuti Hestira Cayu Dahniar Husni Mubarak I Nyoman Adi Putra Ikhsan, Muhammad Miftahul Imam, Muhammad Hifzul Indriyani, Ade Ida Jarkani Jumadi Jumadi Jumadi Jumadi Jumadi Jumriani Jumriani Kenny, Sekar Luthtiti Khairiyah, Hana Khairunnisa Khairunnisa Lita Luthfiyanti Lufianah, Melly M. Arsyad Maghfirah, Alfanida Mahrudin Mahrudin Maryaeni Maryaeni Mira Estitiyanti Moh. Fatah Yasin Mohammad Fatah Yasin Mu'in, Fatchul Muhammad Ilham Muhammad Ilham Muhammad Mulyadi Muhammad Rafiek Muhammad Rafli Haykal Muhammad Wahyudin, Muhammad Muin, Fatchul Mutiani Mutiani Mutiara Khairunnisa Mu’in, Fatchul Mu’in, Fathul Nasir Nayan Nayan, Nasir Ngalimun Ngalimun, Ngalimun Noor Cahaya Noor Fajriah Noor Imamah Nugraheni, Edlin Yanuar Nur Anggia Febrina Parham Saadi Putri, Rizky Febriyani Rahmattullah, Muhammad Rega Praditya Muhammad Noor Asruri Rina Listia Rina Rahmawati, Rina Rizky Amelia Rizky Wiratiffani Robert Sibarani, Robert Rustam Effendi Sabhan Sainul Hermawan Sania Paradila Santana Purba, Harja Selamat Riadi Selamat Riadi Sirajuddin Kamal Syaharuddin Syirmadinah Syirmadinah Syirmadinah Tetep, Dr Triani Widyanti Uswatun Hasanah Wawan Setiawan Wiranda, Nuruddin Wynne, Chelsie Neysa Yukita Haura Anisa Zainuddin Zainuddin Zulkifli Zulkifli