Claim Missing Document
Check
Articles

POTENSI DAUN SAMBILOTO (Andrographis paniculata) SEBAGAI NATURAL FEED ADDITIVE TERHADAP PERFORMA BROILER Maulana Azka Mahogra; Nurul Humaidah
BUANA SAINS Vol 26, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/bs.v26i1.8526

Abstract

Andrographis paniculata (sambiloto), with its active compound, andrographolide, shows potential as a feed additive to enhance broiler chicken performance. This study aimed to evaluate the potential of Sambiloto as a natural feed additive on broiler performance. The materials used included 50 male broilers aged 14 days, commercial feed, and Sambiloto powder. The research employed an experimental method with a Completely Randomized Design (CRD). There were 5 treatments, each replicated 4 times: P0 (negative control without Sambiloto), P1 (positive control with vitamins without Sambiloto), P2 (5% Sambiloto), P3 (10% Sambiloto), and P4 (15% Sambiloto). Treatments were administered for 21 days. The observed variables were production performance, including final body weight, feed conversion ratio (FCR), livability percentage, and performance index (PI). Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) followed by Least Significant Difference (LSD) to determine differences between treatments. Research results showed that supplementing sambiloto in feed had a highly significant effect (P0,01) on final body weight and the PI of broilers, but no significant effect (P0,05) on the FCR and percentage of live chickens. The highest average final body weight was observed in the control group at 1.6 kg. The highest average PI was found in the 5% sambiloto treatment at 613.11. The best average FCR was recorded in the 5% sambiloto treatment at 1.20. The highest average percentage of live chickens (100%) was achieved in the control, 5% sambiloto, and 10% sambiloto groups. In conclusion, Sambiloto leaves have the potential to enhance broiler performance.
Sembrani rumah edukasi dan pengelolaan sampah secara digital di Desa Sukoanyar Wajak Wida Anggraini; Nurul Humaidah; Fitri Puji Rahayu; Naufal Syaifullah; Ilham Rizki Maulana; Juliana Anggraini; Nada Pricilia; Wulandari Wulandari; Zhuliana Ilmi Fadilah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.35480

Abstract

Abstrak Sampah jika dikelola dan didigitalisasi akan mempunyai nilai ekonomi pada masyarakat. Desa Sukoanyar menghasilkan sampah yang tidak dikelola dengan baik sehingga menganggu masyarakat dan lingkungan.  Tujuan program adalah memberdayakan masyarakat melalui pemilahan dan pengolahan sampah dengan manajemen pengelolaan secara digital. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pengenalan dan launching aplikasi, edukasi dan pelatihan, demplot, pemilihan duta sembrani, pembentukan struktur dan lembaga serta audiensi dan lokakarya. Mitra sasaran program adalah masyarakat pengelola sampah di Desa Sukoanyar Wajak Kabupaten Malang. Evaluasi program melalui wawancara dan penyebaran kuisioner sebelum dan setelah pelaksanaan berbagai kegiatan.  Evaluasi meliputi hasil sosialisasi pemahaman tentang sampah, kegiatan demplot maggot, kegiatan demplot pupuk organik dan kegiatan demplot smart fermentor liquid (SFL). Hasil pengabdian yang diperoleh adalah 1. Pemahaman manfaat sampah : dapat dipilah dan diolah 100%, dapat bernilai rupiah 100%, dapat diolah menjadi produk bermanfaat 100% 2. Pemahaman maggot : maggot dapat makan sampah organik 80%, cara pengolahan sampah organik untuk budidaya maggot 30%, maggot dapat digunakan untuk pakan ikan 100% 3. Pemahaman pupuk  organik : dapat mengurangi pencemaran lingkungan 80%, dapat melindungi tanaman 60%, dapat memperbaiki kualitas tanaman 100% 4. Pemaham SFL : memiliki banyak manfaaat 100%, dapat digunakan sebagai pestisida alami 80%, meningkatkan pertumbuhan tanaman 100%. Kesimpulan adalah program pengabdian memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa sampah dapat diolah menjadi produk yang bernilai ekonomis setelah melalui serangkaian pengolahan sampah. Melalui Graha Sembrani masyarakat dapat memproduksi maggot, pupuk organik dan SFL. Produk-produk ini dapat menjadi pemasukan masyarakat selain dari penjualan sampah anorganik yang dilakukan secara rutin melalui aplikasi Sembrani. Kata kunci: digital; edukasi; pengelolaan; rumah; sampah. Abstract Waste if managed and digitized will have economic value for the community. Sukoanyar Village produces waste that is not managed properly so that it disturbs the community and the environment. The purpose of the program is to empower the community through waste sorting and processing with digital management. The methods used include socialization, introduction and launching of applications, education and training, demplot, selection of sembrani ambassadors, formation of structures and institutions as well as audiences and workshops. The target partner of the program is the waste management community in Sukoanyar Wajak Village, Malang Regency. Program evaluation through interviews and distribution of questionnaires before and after the implementation of various activities. The evaluation includes the results of socialization of understanding about waste, maggot demplot activities, organic fertilizer demplot activities and demplot smart fermentor liquid (SFL) activities. The result of the service obtained is 1. Understanding the benefits of waste: can be sorted and processed 100%, can be worth 100% rupiah, can be processed into 100% useful products 2. Maggot understanding: maggot can eat 80% organic waste, how to process organic waste for maggot cultivation 30%, maggot can be used for fish feed 100% 3. Understanding organic fertilizer: can reduce environmental pollution by 80%, can protect plants by 60%, can improve plant quality by 100% 4. Understanding SFL: has many benefits 100%, can be used as a natural pesticide 80%, increases plant growth 100%. The conclusion is that the service program gives the community an understanding that waste can be processed into products with economic value after going through a series of waste processing. Through Graha Sembrani the community can produce maggots, organic fertilizers and SFL. These products can be a community income other than the sale of inorganic waste which is carried out routinely through the Sembrani application. Keywords: digital; education; management; home; waste.
PENGARUH JENIS KEMASAN PROBIOTIK Lactobacillus salivarius TERENKAPSULASI ARABINOXYLAN TERHADAP CEMARAN Salmonella sp., Staphylococcus aureus, DAN Escherichia coli Muhammad Usamah Prawira Yuda; Umi Kalsum; Nurul Humaidah
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 9, No 1 (2026): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Regulasi mengenai pembatasan Antibiotic Growth Promoter (AGP) pada pakan perunggasan telah memicu kerentanan ternak terhadap serangan mikroorganisme patogen. Guna mengatasi masalah tersebut, Lactobacillus salivarius sebagai agen probiotik dimanfaatkan dengan perlindungan matriks arabinoxylan agar daya tahannya tetap terjaga. Tujuan utama studi ini yakni mengkaji tingkat kontaminasi bakteri berbahaya (mencakup Salmonella sp., Staphylococcus aureus, serta Escherichia coli) pada sediaan probiotik tersalut arabinoxylan yang dibungkus menggunakan variasi material berbeda. Pendekatan eksperimen diaplikasikan melalui desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang melibatkan 4 model perlakuan serta 5 ulangan. Model perlakuan terdiri dari P0 (kontrol, tanpa pembungkus), P1 (pengemas berbahan alumunium foil), P2 (kardus), serta P3 (kombinasi alumunium foil dan kardus). Pengamatan dilakukan pasca masa simpan 30 hari di suhu kamar. Pengukuran jumlah koloni bakteri jahat dieksekusi melalui teknik Total Plate Count. Analisis statistik dikerjakan dengan ANOVA dan diteruskan ke Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT). Temuan riset mengindikasikan adanya efek yang signifikan (P<0,05) dari macam pengemas terhadap populasi E. coli, namun tidak memberikan dampak berarti (P>0,05) pada kontaminasi Salmonella sp. maupun S. aureus. Aplikasi alumunium foil (P1) ditetapkan sebagai langkah paling optimal guna mereduksi multiplikasi E. coli berkat profil hermetisnya yang secara efektif memblokir transmisi uap air maupun oksigen. Sebagai konklusi, alumunium foil merupakan opsi kemasan yang paling presisi guna memastikan keamanan produk probiotik L. salivarius berbalut arabinoxylan. Kata Kunci : arabinoxylan, bakteri patogen, enkapsulasi, jenis kemasan, Lactobacillus salivarius. EFFECT OF PACKAGING TYPE ON THE CONTAMINATION OF Salmonella sp., Staphylococcus aureus, AND Escherichia coli IN ARABINOXYLAN-ENCAPSULATED Lactobacillus salivarius PROBIOTIC AbstractThe restriction on Antibiotic Growth Promoters (AGP) in poultry nutrition has led to an increased susceptibility of birds to pathogenic infections. To address this issue, the probiotic Lactobacillus salivarius was protected using an arabinoxylan matrix to ensure its survivability. This current study aimed to assess the contamination levels of harmful bacteria (namely Salmonella sp., Staphylococcus aureus, and Escherichia coli) in arabinoxylan-coated L. salivarius stored inside diverse packaging materials. An experimental trial was carried out based on a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 5 replications. The applied treatments were P0 (unpackaged control), P1 (aluminum foil wrapping), P2 (cardboard box), and P3 (a mix of cardboard and aluminum foil). The products were kept at room temperature for a 30-day period. The total pathogenic colonies were quantified via the Total Plate Count procedure. Statistical evaluation was performed using ANOVA followed by Duncan's Multiple Range Test (DMRT). The outcomes revealed that the packaging variation significantly influenced (P<0.05) E. coli growth, yet it did not significantly impact (P>0.05) the presence of Salmonella sp. and S. aureus. The use of aluminum foil (P1) emerged as the most superior approach to inhibit E. coli proliferation due to its outstanding hermetic barrier against moisture and oxygen transmission. In summary, aluminum foil serves as the most effective packaging alternative to preserve the microbiological safety of arabinoxylan-encapsulated L. salivarius.. Keywords: arabinoxylan, encapsulation, Lactobacillus salivarius, packaging type, pathogenic bacteria.
EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI BIOSECURITY TERHADAP KEJADIAN CHRONIC RESPIRATORY DISAESE AYAM PETELUR DI PETERNAKAN RAKYAT Sayyidil Faiz Ahmad; Nurul Humaidah; Sri Susilowati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 9, No 1 (2026): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Choronic Respiratory Disaese (CRD) merupakan salah satu penyakit pernapasan pada ayam petelur yang dapat menurunkan produktivitas dan menyebabkan kerugian ekonomi bagi peternak. Penerapan biosecurity menjadi langkah penting dalam mencegah masuk dan penyebaran agen penyakit di lingkungan peternakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas implementasi biosecurity terhadap kejadian Chronic respiratory Disaese (CRD) pada peternakan rakyat ayam petelur di Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Materi penelitian berupa 10 peternakan rakyat ayam petelur dengan populasi 1.000 hingga 10.000 ekor. Penelitian menggunakan metode survei melalui observasi lapangan dan wawancara menggunakan kuesioner terstruktur. Variabel yang diamati meliputi biosecurity, manajemen pengolaan pakan, dan manajemen kesehatan. Data dianlisis secara kualitatif deskriptif dalam bentuk persentase. Hasil penelitian, menunjukan biosecurity konseptual, 80% peternak memiliki suhu kendang di atas kisaran nyaman serta 100% kandang berjarak <500 meter dari pemukiman. Kelembaban kandang 20% peternak mencatat kelembaban lebih tinggi (71-73%). Pada biosecurity structural, seluruh peternak (100%) tidak memiliki saluran pembuangan limbah. pos jaga tersedia pada 30% peternak, dan mess pegawai tidak ditemukan sama sekali (100%). Tata letak kendang yang sesuai standar hanya dimiliki oleh 50% peternak. Biosecurity operasional, system all in all out tidak diterapkan oleh 90% peternak, serta 30% peternak tidak secara rutin melakukan desinfeksi secara konsisten. Pada aspek manajemen pengolaan pakan, 20% peternak kurang baik. Teknik pemberian pakan 100% peternak kurang baik. Manajemen kesehatan terdapat variasi dalam penggunaan vaksin, antibiotik, dan vitamin. Namun masih terdapat 30% peternak tidak menggunakan antibiotik sama sekali. Disimpulkan bahwa aspek biosecurity struktural  dapat di kategorikan sebagai tingkat biosecurity yang paling lemah dan menjadi prioritas utama untuk diperbaiki.Kata Kunci : Ayam petelur, biosecurity, chronic respiratory disaese, mycoplasma gallisepticum, peternakan rakyat Effectiveness of Biosecurity Implementation on the Incidence of Chronic Respiratory Disease in Laying Hens at Small-Scale Farms  AbstractThis study examined the effectiveness of biosecurity practices in relation to Chronic Respiratory Disease (CRD) among small-scale laying hen farms in Wajak District, Malang Regency. Ten farms with flock sizes between 1,000 and 10,000 birds were surveyed using field observations and structured interviews. Variables included biosecurity, feed management, and health management, with data analyzed descriptively. Results showed that 80% of farmers maintained coop temperatures above the comfort range, while all coops were located less than 500 meters from residential areas. Humidity levels were high in 20% of farms. Structurally, none had waste disposal channels, only 30% had security posts, and no employee quarters were present. Half of the coop layouts met standards. Operationally, 90% did not apply the “all-in/all-out” system, and 30% failed to disinfect regularly. Feed management was poor, with 20% showing weak practices and all using inadequate feeding techniques. Health management varied, but 30% did not use antibiotics. Structural biosecurity was identified as the weakest aspect and the top priority for improvement. Keywords: Biosecurity, chronic respiratory disease, laying hens, mycoplasma gallisepticum, small-scale poultry farming
PENGARUH PEMBERIAN MINUMAN ISOTONIK TERHADAP ORGAN IMUNITAS BROILER PASCA TRANSPORTASI Bilbina Prameswari; Nurul Humaidah
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 9, No 1 (2026): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi adalah faktor stres utama dalam manajemen produksi ayam broiler yang berpotensi menurunkan performa fisiologis dan menekan sistem imun melalui aktivasi poros Hypothalamic–Pituitary–Adrenal (HPA) serta peningkatan sekresi kortikosteron. Kondisi ini dapat memicu gangguan homeostasis, stres oksidatif, dan perubahan morfometri organ imunitas seperti limpa, timus, dan bursa Fabricius. Penelitian ini bertujuan untuk pengaruh pemberian minuman isotonik alami terhadap bobot relatif organ imunitas broiler pasca transportasi sejauh 65 km. Materi penelitian adalah 75 ekor broiler umur 21 hari. Metode penelitian adalah ekperimental. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari P0 (air putih/kontrol), P1 (air gula merah 10 g/L), P2 (air garam 3 g/L), P3 (air kelapa 250 ml/L), dan P4 (Coconichick: campuran air gula merah, air garam, dan air kelapa).  Data dianalisis menggunakan ANOVA dengan 5%. Variabel yang diukur adalah bobot limpa, timus, dan bursa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian minuman isotonik air gula merah, air kelapa dan coconichik berpengaruh sangat nyata (P<0,05) terhadap bobot relatif limpa, namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap bobot relatif timus dan bursa fabricius. Rata rata bobot (g) limpa adalah perlakuan kontrol 0.20± 0.08 b, air gula 0.10± 0.00 a, air garam 0.16± 0.02 a, air kelapa 0.07± 0.02 a, coconichik 0.08± 0.02 a. Rata rata bobot (g) timus pada perlakuan  kontrol 0.21±0.08, air gula 0.21±0.00, air garam 0.17± 0.01, air kelapa 0.20± 0.03, dan coconichik 0.23± 0.01. Sedangkan rata rata bobot (g) bursa pada perlakuan kontrol 0.11± 0.03, air gula 0.10± 0.00, air garam 0.11± 0.00, air kelapa 0.10± 0.01 dan coconichik 0.10± 0.01. Kesimpulan adalah minuman isotonik alami air kelapa dan coconichick efektif dalam membantu pemulihan organ imun limpa pasca transportasi berdasarkan penurunan bobot organ.Kata Kunci : broiler, stres transportasi, minuman isotonik, organ imunitas. THE EFFECT OF ISOTONIC DRINK PROVISION ON BROILER IMMUNITY ORGANS POST-TRANSPORTATION AbstractTransportation was a major stress factor in broiler chicken production management because it had the potential to reduce physiological performance and suppress the immune system through activation of the Hypothalamic-Pituitary-Adrenal (HPA) axis and increased corticosterone secretion. This condition triggered homeostasis disorders, oxidative stress, and morphometric changes in immune organs such as the spleen, thymus, and bursa of Fabricius. This study aimed to analyze the effect of natural isotonic drinks on the relative weight of broiler immune organs after 65 km of transportation. The study used 75 broilers aged 21 days. The research method was experimental and the design used a Completely Randomized Design (CRD) with five treatments and three replications. The treatments consisted of P0 (water/control), P1 (brown sugar water 10 g/L), P2 (salt water 3 g/L), P3 (coconut water 250 ml/L), and P4 (Coconichik a mixture consisting of brown sugar solution, salt solution and coconut water). Data were analyzed using ANOVA at a 5% significance level. The variables measured were the relative weights of the spleen, thymus, and bursa of Fabricius. The results showed that the administration of brown sugar water, coconut water, and Coconichick had a significant effect (P<0.05) on spleen weight, but had no significant effect (P>0.05) on thymus and bursa of Fabricius weights. The average spleen weight (g) was 0.20±0.08 in the control treatment, 0.10±0.00 in the brown sugar water treatment, 0.16±0.02 in the salt water treatment, 0.07±0.02 in the coconut water treatment, and 0.08±0.02 in the Coconichick treatment. The average thymus weight (g) was 0.21±0.08 in the control treatment, 0.21±0.00 in the brown sugar water treatment, 0.17±0.01 in the salt water treatment, 0.20±0.03 in the coconut water treatment, and 0.23±0.01 in the Coconichick treatment. The average bursa weight (g) was 0.11±0.03 in the control treatment, 0.10±0.00 in the brown sugar water treatment, 0.11±0.00 in the salt water treatment, 0.10±0.01 in the coconut water treatment, and 0.10±0.01 in the Coconichick treatment.Keywords: broiler, transportation stress, isotonic drinks, immune organ.
IDENTIFIKASI DAN PREVALENSI ENDOPARASIT PADA AYAM KUB DI UPT PEMBIBITAN TERNAK DAN HIJAUAN MAKANAN TERNAK DI MAGETAN Ikfa Sulkhan Hadi; Nurul Humaidah; Dyah Lestari Yulianti
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 9, No 1 (2026): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Endoparasit merupakan salah satu faktor yang dapat menurunkan produktivitas ayam melalui gangguan kesehatan saluran pencernaan, penurunan penyerapan nutrisi, serta peningkatan kerentanan terhadap penyakit. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis endoparasit dan menentukan tingkat prevalensi infeksi pada ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB). Metode penelitian adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif  dan hasil yang disajikan dalam bentuk persentase. Sampel berupa 100 feses ayam KUB dipilih secara simple random sampling dari populasi 201 ekor. Variabel yang diamati adalah jenis endoparasit yang ditemukan pada sampel feses ayam KUB serta prevalensi infeksinya. Identifikasi endoparasit dilakukan menggunakan metode natif dan metode apung (flotation), sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menghitung nilai prevalensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat jenis endoparasit berhasil diidentifikasi, yaitu Ascaridia galli, Heterakis gallinarum, Capillaria sp., dan Eimeria spp. Dari 100 sampel yang diperiksa ditemukan 31 kejadian infeksi dengan prevalensi total sebesar 15,42%. Sebanyak empat sampel mengalami ko-infeksi sehingga jumlah individu yang benar-benar terinfeksi adalah 27 ekor dengan prevalensi individu sebesar 13,43%. Eimeria spp. memiliki prevalensi tertinggi (7,96%), diikuti Ascaridia galli (3,48%), Heterakis gallinarum (2,99%), dan Capillaria sp. (1,00%). Hasil penelitian ini mengidentifikasi empat jenis endoparasit pada ayam KUB, yaitu Ascaridia galli, Heterakis gallinarum, Capillaria sp., dan Eimeria sp. Prevalensi individu sebesar 13,43%, dengan Eimeria sp. sebagai endoparasit dominan. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem pemeliharaan semi intensif di UPT Pembibitan ternak dan Hijauan Makanan Ternak di Magetan cukup efektif, namun tetap memerlukan biosekuriti, sanitasi, dan pengendalian endoparasit secara berkelanjutan.Kata kunci : Ascaridia galli, Ayam KUB, Endoparasit, Eimeria sp, Prevalensi. IDENTIFICATION AND PREVALENCE OF GASTROINTESTINAL ENDOPARASITES IN KAMPUNG UNGGUL BALITBANGTAN (KUB) CHICKENS AT THE LIVESTOCK BREEDING AND FORAGE CENTER OF MAGETAN, EAST JAVA, INDONESIA AbstractEndoparasites are one of the factors that can reduce chicken productivity through digestive tract health disorders, decreased nutrient absorption, and increased susceptibility to disease. This study aims to identify the types of endoparasites and determine the prevalence of infection in chickens in Kampung Unggul IAARD (KUB). The research method is a case study with a descriptive approach and the results are presented in the form of percentages. Samples in the form of 100 feces of KUB chickens were selected by simple random sampling from a population of 201 heads. The observed variables were the type of endoparasite found in KUB chicken feces samples and the prevalence of infection. Endoparasite identification was carried out using native methods and flotation methods, while data analysis was carried out descriptively by calculating prevalence values. The results showed that four types of endoparasites were successfully identified, namely Ascaridia galli, Heterakis gallinarum, Capillaria sp., and Eimeria spp. Of the 100 samples examined, 31 incidents of infection were found with a total prevalence of 15.42%. A total of four samples experienced co-infection so that the number of individuals who were actually infected was 27 with an individual prevalence of 13.43%. Eimeria spp. has the highest prevalence (7.96%), followed by Ascaridia galli (3.48%), Heterakis gallinarum (2.99%), and Capillaria sp. (1,00%). The results of this study identified four types of endoparasites in KUB chickens, namely Ascaridia galli, Heterakis gallinarum, Capillaria sp., and Eimeria sp. The prevalence of individuals was 13.43%, with Eimeria sp. as the dominant endoparasite. These results show that the semi-intensive maintenance system at the UPT Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak in Magetan is quite effective, but still requires biosecurity, sanitation, and endoparasite control in a sustainable manner..Keywords: Ascaridia galli; Endoparasites; Eimeria spp.; KUB chickens; Prevalence.
GRAHA SEMBRANI HEALTHY FEED PAKAN IKAN BERBASIS MAGOT TERSUPLEMENTASI BAWANG DAYAK SEBAGAI SARANA PENINGKATAN SOCIOPRENEURSHIP MASYARAKAT Nurul Humaidah; Muhammad Farid Wadjdi
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2026): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v10i1.9915

Abstract

Graha Sembrani adalah rumah sociopreneurship bagi warga Desa Sukoanyar yang bergerak dalam pengolahan sampah menjadi maggot. Over produksi maggot menjadikan permasalahan tersendiri. Tujuan program adalah peningkatan potensi Graha Sembrani melalui inovasi teknologi pembuatan pakan ikan Graha Sembrani (GS) Healthy Feed  yang tersuplementasi Bawang Dayak. Bawang Dayak adalah tanaman endemis yang mengandung immunostimulan. Metode pelaksanaan meliputi: 1. Sosialisasi kegiatan 2. Edukasi GS Heathy Feed, 3. Pendampingan pembuatan GS Healthy Feed dengan additive Bawang Dayak, 4. Bimbingan perencanaan usaha pembuatan pakan berbasis bahan maggot, 5. Inisiasi pembentukan Jejaring, 6. Pendampingan, 7. Evaluasi dan monitoring. Hasil pengabdian sebagai berikut: 1. Pemahaman terhadap GS Heatlthy Feed 80%, 2. Peningkatan pengetahuan tentang bahan baku ikan 90%, 3. Pengetahuan tentang formulasi pakan meningkat 75%, 4. Terbentuk inisiasi kerjasama dengan Minamendong. Produksi pakan GS Healthy Feed 25 kg/minggu. Kesimpulan Adalah bahwa GS Healthy Feed mempunyai prospek bagus sebagai produk komersial di Graha Sembrani Sukoanyar Wajak.
Edukasi Pembuatan Semen Cair Kambing di Kelompok Tani Dian Santosa Inggit Kentjonowaty Inggit; Nisa’us Sholikah; Nurul Humaidah; Sri Susilowati
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 1 (2023): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpm.v8i1.7684

Abstract

The problem faced by breeders in developing crossbreed goats was the lack of male Boer goats stock which is not balanced with the large number of female Peranakan Etawa (PE) goats, as well as the lack of knowledge and skills of breeders in producing liquid semen. The purposed of this community service was to increased the knowledge and skills of breeders in producing liquid goat semen. The method in this program was counseling, training and accompaniment to members of Dian Santosa's breeder group regarding the implementation of Artificial Insemiation (AI) with liquid semen and how to produce liquid semen. The results of the program show that the enthusiasm of the breeders was high by actively participating in counseling and training in semen collection and liquid semen production. The success of the program was realized by increasing the knowledge and skills of breeders to produce liquid semen and the motivation to create a seed bank. The BoerPE seed bank in the future is expected to become a supplier of breeds as well as a buffer income for the Dian Santosa's breeder group.
Optimalisasi Manajemen Pemeliharaan Ternak Sapi Potong Dengan Membuat Amoniasi Jerami Kushariyanto; Umi Kalsum; Nurul Humaidah
Indonesian Journal of Research and Service Studies Vol. 1 No. 9 (2024): Indonesian Journal of Research and Service Studies
Publisher : Jujurnal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/stkfpw60

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan manajemen pemeliharaan ternak sapi potong dengan memanfaatkan teknologi amoniasi jerami guna meningkatkan ketahanan pakan pada musim kemarau. Studi ini dilakukan dengan metode kualitatif melalui pendekatan studi literatur (library research). Fokus utama adalah pada pemilihan bibit sapi potong, manajemen perkandangan, dan pemanfaatan pakan ternak. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat kepada Kelompok Ternak Lembu Andini di Dusun Glatik, Kabupaten Malang, masyarakat diberikan sosialisasi mengenai manajemen pemeliharaan sapi potong yang baik, serta teknik pembuatan amoniasi jerami padi untuk meningkatkan kualitas pakan. Amoniasi jerami padi dianggap sebagai solusi yang murah dan mudah untuk mengatasi kekurangan pakan pada musim kemarau, di mana jerami padi yang kaya selulosa dapat diolah menjadi pakan dengan kandungan gizi yang lebih baik. Hasil praktikum menunjukkan bahwa pembuatan amoniasi jerami dapat meningkatkan kandungan protein jerami, sehingga layak dijadikan pakan ternak. Pelatihan ini tidak hanya memberi manfaat langsung bagi anggota kelompok ternak, tetapi juga memberikan pemahaman baru dalam mengelola pakan ternak yang lebih efisien dan berkelanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok dalam manajemen pemeliharaan sapi potong serta pemanfaatan pakan alternatif yang lebih bergizi.
Co-Authors A Setiyono AA Sudharmawan, AA Abdul Haliq Abdul Wadud Wahab Hasbullah Ach. Bagus Adhiluhung Mardhotillah Achmad Yusuf Adriani Adriani Afiatul Hamidah Afidhatul Masruroh Afrizal, Ananda Agus Efendi Ahmad Uzairon Alfachrozi Ali Fatul Ulfah Alwin Fitroh Yovananta Amalia, Siti Afidhotun Andi Hasan Aprilia Khusnul Khotimah Ardianzah, Ferry Aria Putra, Niko Atsar, Anisa Wahyu Adzkiya Audrey Erlianti Aulia, Baiq Assyifa Ilyatul Ayu Rahmanda Ayulia Sofianingsih Azwar Bahi Azzumar, Abdul Aziz Bahrul Ulum Basar, Hairil Bibit Pranoto Bilbina Prameswari Budi Irwanto JF Chrisna Irfandy Daniel Happy Putra Dastian Rifana Dede Saputra Dedi Suryanto Dedy Suryanto Desita Ismayasari Desy Dwi Setyaningrum Devanti, Adelita Dwi Cahyono Putra Dwi Priyo Utomo Dwi Saputro, Randy Dwisetyawati, Defy Dyah Lestari Yulianti Elsa Tsaniyatul Mubarokah Fachruddin, Farhan Gusti Fadli, Cahya Ana Farid Wajdi Fatimatuzzahro Muharromah Fauzi, Muhammad Rifki Feri Widodo Feri Widodo Firman Dwi Arisandi Fitri Puji Rahayu Fitriyah Fitriyah Fitriyah, Shobihatul Freih Jailani Halimah Halimah Hanifah, Aisyah Nur Hariyanto, Muhammad Arizky Akbar Helmi Adieryansyah Hikmahsari Purna Putri Ikfa Sulkhan Hadi Ilham Rizki Maulana Imam Suprayitno Ina Dwi Istiqomah Indra Gunawan Inggit Kentjonowati Inggit Kentjonowaty Irawati Dinasari Retnaningtyas Islami, Darajatun Istiqomah, Faikotul Istiqomah, Ina Dwi Johan Sumarsono Juliana Anggraini Kamelia Oktafiyanti Khairul Amali Khofifa Ramadhani Kholifatul Fitri Asfarina Kushariyanto Lailatul Maslikha Lilasaidah Munawaroh Lukman Prasetiyo Lutfi Hakim Luthfi Awwalia M Khusnul Khuluq M Rifky M. Walad Alfadlilatul Ma’rifah, Shofia Jannatul Mahardhika, Brahmadhita Pratama Mahayu Hikmatul Haq Mardhotilah, Achmad Bagus Adhiluhung Maulana Azka Mahogra Miftahul Ashar Minan Nur Rochman Moch Fikri Romadhoni Mochammad Bahrudin Moh Fariz Abdillah Moh. Toib Moh. Zainul Arifin Mohammad Jamaludin Mohammad Zakariyyah Mubarokah, Elsa Tsaniyatul Mudawamah Mudawamah Muhamad Badrul Ihsan Muhammad Farid Wadjdi Muhammad Fauzi Muhammad Ihsan Muhammad Muizzhuddin Muhammad Najib Muhammad Rahul Khadafi Muhammad Usamah Prawira Yuda Musdalifah, Faigah Muzayyin Ilmana Muzayyin Ilmana Nabilla, Shany Putri Nada Pricilia Nadiah Nurhaliza Nahdlatul Ummah Nanang Hariyanto Nanang Hariyanto Naufal Syaifullah Ninik Masruro Nisa’us Sholikah Nisa’us Sholikah Noho, Siti Nurul Asma H. Nurrahman, Abidi Zaky Nurriskiani, Sitti Nurul Jadid Mubarokati Oktavia Rahayu Puspitarini Pitaloka, Merlin Dhiya Putri, Rizky Yuliana Prasetyo Rahmatulloh, Ayung Retnaningtyas, irawati Dinasari Revanda, Fahmi Axel Rio Dwi Sandriono Riyadi riyadi Rizki Ramadhani setyawan Rizki rizki Rodli, Muhammad Hilman Saiful Rijal Saifulloh, Rafie Achmad Sari, Ayu Mufidah Kartika Sayyidil Faiz Ahmad Seno, Haris Septi Haryadi Septi Heryana Cahyani Septia, Vina Aulia Setyaningrum, Desy Dwi Setyo, Nurhadi Setyorini, Heni Sri Enda Sholikah, Nisa’us Siti Nurul Asma H. Noho Sri Sulistyowati Sri Susilowati Sri Susilowati Sri Susilowati Sri Wahyuni Suci Lestari Sumartono Sumartono . Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Sunaryo Sunaryo Sunaryo Sunaryo Syahdan syahdan Syarul Sanjaya, Adam Taufiq Ridwan Musaffak Umi Kalsum Umi Kalsum Unung Lesmanah USMAN ALI Usman Ali Usman Ali Vina Anisa Rokhim Wadjdi, Farid Wahyu Rizky Ananda, Bintang Wenny Nur Azizahi Wida Anggraini Widarko, Agus Wulandari Wulandari Yazirin, Cepi Yena Arifa Yena Arifa Yogi Dwi Nugroho Yuda Arlansyah Yulianti Yulianti Yunus Ansori Purwanto, Maulana Yustian Dwi Cahyo Zainur Udin Zakariyyah, Mohammad Zhuliana Ilmi Fadilah