Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN SAPI PERANAKAN FRIESIAN HOLSTEIN (PFH) DENGAN RIWAYAT PENYAKIT MULUT DAN KUKU (PMK) TERHADAP KEJADIAN GANGGUAN REPRODUKSI Setyo, Nurhadi; Humaidah, Nurul; Kentjonowaty, Inggit
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pertama kali ditemukan di Indonesia pada tahun 1887 di daerah Malang, Jawa Timur. Kabupaten Malang, khususnya Kecamatan Jabung, merupakan salah satu wilayah pengembangan sapi perah di Jawa Timur. Kecamatan ini memiliki potensi tinggi terhadap penularan PMK, terutama pada sapi Peranakan Frisian Holstein (PFH). Menurut Mukhaqi (2023), wabah PMK juga menginfeksi sapi perah anggota peternak Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung, dengan jumlah sapi terinfeksi mencapai 3.257 ekor dari awal Juni hingga September 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak riwayat PMK terhadap kejadian gangguan reproduksi pada sapi PFH di Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung. Materi penelitian terdiri dari 50 ekor induk sapi perah PFH yang dipilih sesuai kriteria tertentu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni hingga Juli 2024 dengan desain observasional retrospektif dan metode survei untuk mengevaluasi hubungan antara riwayat PMK dan gangguan reproduksi pada sapi PFH. Variabel yang diamati meliputi variabel independen yaitu sapi dengan riwayat PMK, dan variabel dependen yaitu kejadian gangguan reproduksi. Dalam penelitian ini analisis data menggunakan teknik  deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 50 sapi PFH dengan riwayat PMK, terdapat 38 sapi yang mengalami abortus, dan 36 di antaranya mengalami gangguan reproduksi. Gangguan reproduksi yang umum terjadi meliputi endometritis dan retensio plasenta. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebanyak 76% sapi PFH dengan riwayat PMK di KAN Jabung mengalami kejadian abortus, dan 94% dari sapi tersebut mengalami gangguan reproduksi, dengan 47% di antaranya mengalami endometritis dan 53% mengalami retensio plasenta.Kata Kunci: Sapi PFH, Penyakit Mulut dan Kuku, Gangguan Reproduksi, Abortus
STUDI MANAJEMEN PEMELIHARAAN SAPI MADURA TERHADAP KASUS PILEK SAPI BOVINE EPHEMERAL FEVER (BEF) Basar, Hairil; Humaidah, Nurul; Suryanto, Dedi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bovine Ephemeral Fever (BEF) salah satu penyakit yang paling banyak menyerang ternak ruminansia khususnya sapi. Tujuan untuk mengetahui manejemen pemeliharaan sapi Madura terhadap kasus pilek sapi atau Bovine Ephemeral Fever (BEF). Materi yang digunakan adalah data sapi yang terjangkit BEF terhadap 50 responden peternak sapi di Kecamatan Pakong.Metode penelitian adalah metode survey. Hasil penelitian adalah Data Personal peternak : Umur Peternak : <25 tahun = 10%, 26‑45 tahun = 80%, >46 tahun = 10%., Pendidikan : tidak sekolah = 8%, SD=60%, SMP = 6%, SMA = 4%, Sarjana = 12%., Data Sapi : Umur Sapi : pedet = 0%, dara = 6%,dewasa = 40%., Jumlah Kepemilikan Sapi, 1‑2 ekor = 70%, >2ekor = 30%.,  Kontrol Vektor, kebersihan = 60%, pengasapan = 10%, kapur ajaib = 30%., Manajemen Pemeliharaan : Pakan : hijauan = 60%, hijauan dan konsentrat = 40%., Ternak Selalu dikandangkan, ya = 8%, tidak = 0%, dikandangkan dan dijemur = 92%., Pengetahuan Peternak Tentang BEF : Pengetahuan Peternak Tentang BEF, tahu = 15%, tidak tahu = 85%,. Kesimpulan penelitian ini yaitu kasus pilek sapi (BEF) di Kecamatan Pakong terjadi dikarenakan kurangnya pengetauan para peternak terhadap kasus pilek yang berpotesi menyerang kapan saja pada sapi peternak.Kata kunci: BEF, Sapi Madura, Pemeliharaan 
EVALUASI PENERAPAN KESEJAHTERAAN HEWAN DI RUMAH POTONG HEWAN MALANG Azzumar, Abdul Aziz; Humaidah, Nurul
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Pemotongan Hewan (RPH)  merupakan sarana yang memberikan jasa kepada orang atau perusahaan yang ingin memotong ternak yang dimiliki seperti sapi, ayam dan babi. Pemotongan ternak di RPH yang dilakukan dengan menerapkan prinsip animal welfare menjamin kualitas daging aman. Sehat, utuh dan halal. Penelitian bertujuan untuk menganalisa tingkat penerapan kesejahteraan hewan mulai dari proses sebelum penyembelihan pada sapi sampai proses penyembelihan sapi. Variabel yang diamati berupa aspek pengangkutan, penampungan dan pemotongan. Metode yang digunakan ialah Survey. Materi pada penelitian ini ialah 20 ekor sapi yang dipotong di RPH Kota Malang. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa aspek pengangkutan dengan nilai cukup sebanyak 72%, aspek penampungan dengan nilai baik sebanyak 81%  dan aspek pemotongan dengan nilai baik sebanyak 84%. Kesimpulan penelitian adalah penerapan kesejahteraan hewan di RPH Kota Malang sudah berjalan dengan baik untuk aspek penampungan dan pemotongan sedangkan aspek pengangkutan cukup. Kata kunci: Kesejahteraan Hewan, Sapi, Rumah Potong Hewan
HUBUNGAN TINGKAH LAKU SEKSUAL TERHADAP KUALITAS SEMEN SEGAR SAPI MADURA DI LOKA PENGUJIAN STANDAR INSTRUMEN RUMINANSIA BESAR Fitriyah, Shobihatul; Humaidah, Nurul; Sumartono, Sumartono
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seleksi pejantan unggul di Loka Pengujian Standar Instrumen (LPSI) Ruminansia Besar sebagai pemacek dimulai dari penampungan untuk mendapatkan semen segarnya, sekaligus dilakukan pengamatan tingkahlaku seksualnya. Semen segar yang diperoleh kemudian dilakukan uji kualitas semen. Penelitian ini dilaksanakan di LPSI Ruminansia Besar Grati Pasuruan dengan menggunakan data tingkahlaku seksual, dan data kualitas semen segar  sapi Madura pada bulan Juni 2023 sampai bulan September 2023.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan/ korelasi antara tingkahlaku seksual dengan kualitas semen segar.  Metode yang digunakan, yaitu studi kasus yang dianalisis menggunakan korelasi Pearson.  Pengumpulan data penelitian  sebanyak 4 ekor pejantan sapi Madura dan dilakukan sebanyak 8 kali ulangan.  Persyaratan pejantan yang digunakan yaitu umur ± 2-2,5 tahun.  Penelitian ini menggunakan variabel tingkahlaku seksual (libido, waktu ereksi, lama waktu ejakulasi) dan variabel kualitas semen segar (volume semen segar, dan total spermatozoa motil).  Hasil penelitian ditemukan tidak adanya hubungan/ korelasi yang signifikan (P >0,05) antara tingkahlaku seksual dengan kualitas semen segar pada setiap individu Sapi Madura. Nilai koefisien korelasi (r) paling tinggi yaitu hubungan/ korelasi antara libido dan volume semen segar, dengan nilai (r) tertinggi 0,68, serta koefisien determinasi (kd) yaitu 46,24 %. Kata kunci : Tingkah laku seksual, kualitas semen segar, Sapi Madura
KAJIAN ANIMAL WELFARE PELAKSANAAN PEMOTONGAN SAPI DI RUMAH POTONG HEWAN MELALUI EVALUASI PROFIL SEL DARAH PUTIH Fadli, Cahya Ana; Humaidah, Nurul
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemotongan merupakan proses perlakuan terhadap hewan utuk mendapatkan hasil dari hewan tersebut. Proses pemotongan hewan harus memenuhi prinsip animal welfare (kesejahteraan hewan). Pemotongan hewan harus dilakukan dengan baik dari sebelum pemotongan sampai dengan pemotongan dilakukan. Perlakuan yang tidak baik sebelum dan  saat pemotongan berakibat stres pada hewan dan mempengaruhi kualitas daging. Tujuan riset yaitu untuk mengkaji pelaksanaan pemotongan sapi di rumah potong hewan apakah sudah menerapkan prinsip animal welfare melalui profil sel darah putih. Penelitian ini memilih sapi Limosin yang memiliki bobot badan antara 350-450 kg, sebanyak 20 ekor. Metode penelitian adalah survey. Pengamatan yang dilakukan yaitu keadaan fisiologis pada saat sebelum dan setelah penyembelihan. Variabel yang diamati adalah sel darah putih meliputi: Neutrofil, Limfosit, dan Monosit. Perhitungan sel darah putih menggunakan metode Complete Blood Count (CBC). Data dianalisis dengan menggunakan tabel ANOVA dan diuji dengan Uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar neutrofil (%) berbeda sangat nyata (P<0,01) sebelum pemotongan 27,72 ±4,75 dan setelah pemotongan 25,22±8,79. Hasil kadar limfosit (%) berbeda sangat nyata (P<0,01) sebelum pemotongan 40,87±11,51 dan setelah pemotongan 39,28±8,61. Hasil dari kadar monosit (%) berbeda sangat nyata (P<0,01) sebelum pemotongan 4,59±2,37 dan setelah pemotongan 4,03±3,53. Kesimpulan pada riset ini adalah pelaksanaan pemotongan hewan di RPH sudah memenuhi prinsip animal welfare jika dilihat dari profil sel darah putih. Kata kunci: Kesejahteraan Hewan, Sapi, Sel Darah Putih, Rumah Potong Hewan.
PREVALENSI DAN TINGKAT KESEMBUHAN KONJUNGTIVITIS (PINK EYE) BIBIT DOMBA PENGGEMUKAN PADA KANDANG BERBEDA DI CV. MITRA TERNAK MALANG Nurrahman, Abidi Zaky; Humaidah, Nurul; Susilowati, Sri
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa prevalensi domba penggemukan yang mengalami pink eye pada kandang berbeda di dalam satu lokasi serta berapa persen (%) tingkat kesembuhan pada bibit domba penggemukan yang terkena pink eye di kandang berbeda. Materi yang digunakan adalah bibit domba penggemukan yang mengalami pink eye dan data tingkat kesembuhan dari penanganan yang telah dilakukan pada kandang berbeda yaitu pada bagian depan B2, Tengah I7, dan belakang K6. Metode penelitian adalah metode survey. Analisa data yang digunakan yaitu analisis deskriptif. Variabel yang diamati terdiri dari data prevalensi dan tingkat hewan ternak yang mengalami kesembuhan pink eye. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat prevalensi bibit domba penggemukan yang mengalami pink eye selama bulan November-Desember 2023 sebesar 54-65% yang berasal dari lokasi kandang depan B2 sebanyak 65%, kandang tengah I7 sebanyak 57%, dan kandang belakang K6 sebanyak 54%. Persentase tingkat kesembuhan sekitar 85-94% pada lokasi kandang berbeda yaitu pada kandang depan B2 sebanyak 86%, tengah I7 sebanyak 85%, dan belakang K6 sebanyak 94%. Kesimpulan penelitian ini yaitu prevalensi kejadian pink eye tertinggi adalah pada lokasi kandang yang terbuka sehingga memungkinkan mikroba penyebab pink eye terbawa debu untuk masuk langsung ke kandang. Tingkat prevalensi pink eye tertinggi di kandang depan B2 dan tingkat kesembuhan pink eye tertinggi pada kandang belakang K6 di karenakan lokasi kandang belakang tidak terlalu terbuka sehingga kurangnya paparan debu yang mengenai kandang belakang. Saran dari penelitian ini perlunya memperhatikan faktor penyebab terjadinya kasus pink eye pada hewan ternak domba penggemukan di saat musim kemarau di mana perlunya pemberian tembok ataupun tumbuhan pagar di sekeliling kandang atau lokasi peternakan untuk mencegah debu yang berterbangan di dalam peternakan ketika musim kemarau.Kata kunci: prevalensi, tingkat kesembuhan, pink eye, domba, survey.
EVALUASI KUALITAS BERBAGAI JENIS PAKAN KOMERSIAL TERHADAP PERFORMA PRODUKSI BROILER FINAL STOCKS FASE FINISHER Efendi, Agus; Wadjdi, Muhammad Farid; Humaidah, Nurul
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis pakan komersial terhadap performa produksi broiler final stocks fase finisher. Materi yang digunakan adalah DOC Strain Lohmann mix-sexed sebanyak 480 ekor umur 21-35 hari (fase finisher) dan 4 jenis pakan komersial dari 4 perusahaan yang berbeda. Metode penelitian adalah metode eksperimen. Rancangan penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 4 kali ulangan. Perlakuan penelitian adalah T1 : pakan komersial A, T2 : pakan komersial B, T3 : pakan komersial C dan T4 : pakan komersial D. Variabel penelitian adalah konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, dan rasio konversi pakan. Analisa data menggunakan uji analisis ANOVA, jika ada perbedaan signifikan maka dilanjut dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai jenis pakan komersial berbeda sangat nyata (P<0.01) terhadap konsumsi pakan dan pertambahan bobot badan. Sedangkan rasio konversi pakan berbeda nyata (P<0.05) terhadap jenis pakan komersial. Nilai rata-rata konsumsi pakan (gr/ekor) adalah T2=1962.50a, T3=2023.50a, T4=2048.50a, dan T1=2180.75b. Nilai rata-rata pertambahan bobot badan (gr/ekor) adalah T3=1140.50a, T2=1227.25b, T4=1251.75b, dan T1=1279.00b. Nilai rata-rata FCR adalah T2=1.60a, T4=1.64ab, T1=1.71bc, dan T3=1.77c. Kesimpulan penelitian adalah berbagai jenis pakan komersial dari berbagai sumber produksi komersial mempunyai pengaruh terhadap performa produksi broiler final stocks fase finisher. Pakan komersial B dengan kandungan protein 20% memberikan performa produksi dan nilai ekonomis terbaik.Kata kunci : pakan komersial, broiler, konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, rasio konversi pakan
EVALUASI PEMBERIAN IMMUNE HERBAL PROBIOTIK TERHADAP NILAI EKONOMIS RANSUM PADA AYAM KUB-2 Mubarokah, Elsa Tsaniyatul; Humaidah, Nurul; Retnaningtyas, Irawati Dinasari
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian Immune Herbal Probiotik terhadap Nilai Ekonomis Ransum meliputi : Income Over Feed and Chick Cost (IOFCC) dan Relative Feed Cost (RFC) pada Ayam KUB-2. Materi dalam penelitian ini adalah Ayam KUB-2 berjenis kelamin jantan yang berumur 21 hari dan berjumlah 192 ekor, dan Immune Herbal Probiotik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 4 ulangan terdiri dari P0 = Kontrol (tidak ada penambahan Immune Herbal Probiotik), P1 = 2 ml/L, P2 = 4 ml/L, P3 = 6 ml/L. Data yang diperoleh dianalisa dengan ANOVA (Analysis Of Variance) dan dilanjut dengan Uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan Pemberian Immune Herbal Probiotik berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap Income Over Feed and Chick Cost (IOFCC) dan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap Relative Feed Cost (RFC). Nilai rata-rata IOFCC (Rp/ekor) setiap perlakuan yaitu P0 : 118,8 ± 111,1a , P1 : 962,0 ± 578,3a , P2 : 3178,3 ± 1506,2b , P3 : 1804,0 ± 1776,6ab. Sedangkan nilai rata-rata RFC (Rp/kg) setiap perlakuan yaitu P0 : 32233,7 ± 1142,2a , P1 : 30083,8 ± 927,5ab, P2 : 27505,5 ± 1409,3a , P3 : 29572,0 ± 2232,3ab. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian Immune Herbal Probiotik pada air minum berpengaruh terhadap Nilai Ekonomis Ransum meliputi : Income Over Feed and Chick Cost (IOFCC) dan Relative Feed Cost (RFC) Pada Ayam KUB-2 yang berumur 21 hari selama 5 minggu. Pemberian terbaik diberikan pada air minum sebanyak 4ml/L. Kata Kunci: Ayam KUB-2, Income Over Feed and Chick Cost (IOFCC), Relative Feed Cost (RFC)
ANALISIS PENGARUH BCS INDUK SAPI PFH PASCA PMK TERHADAP KEBERHASILAN INSEMINASI BUATAN (IB) DENGAN SEMEN BEKU SEXING Hariyanto, Muhammad Arizky Akbar; Kentjonowaty, Inggit; Humaidah, Nurul
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Body Condition Score (BCS) induk sapi Peranakan Frisien Holstein (PFH) pasca Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap keberhasilan Inseminasi Buatan (IB) dengan semen beku sexing. Materi yang digunakan yaitu induk sapi PFH yang sembuh dari PMK berjumlah 30 ekor dengan BCS 2, 3 dan 4 masing-masing 10 ekor, Sapi induk yang digunakan dari bangsa sapi Peranakan Friesian Holstein (PFH) berumur 3-5 tahun. Metode penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan kualitatif. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui survey ke peternak saat berlangsungnya proses Inseminasi Buatan (IB). Data sekunder berdasarkan data nomor sapi keanggotaan yang diperoleh dari Koperasi Susu SAE Pujon. Variabel yang diteliti yaitu Conception Rate (CR), Non Return Rate (NRR) dan  Service per Conception (S/C),. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NRR 1 pada BCS 2 = 70% ; BCS 3 = 10% ; BCS 4 = 70% sedangkan NRR2 pada BCS 2 = 60% ; BCS 3 = 90% dan BCS 4 = 70%. Nilai SC pada BCS 2 = 1,4; BCS 3 = 1,1; BCS 4 = 1,3. Nilai CR pada BCS 2 = 60% ; BCS 3 = 90% dan BCS 4 = 70%. Kesimpulan penelitian yaitu keberhasilan IB pasca PMK berdasarkan BCS relatif baik. Disarankan melakukan penelitian lanjutan terkait keberhasilan perlakuan IB menggunakan semen beku sexing.Kata kunci: bcs, ib, pfh, pmk, semen sexing
POTENSI NATURAL FEED ADDITIVE BAWANG DAYAK (Eleutherine Palmifolia) TERHADAP PERFORMA ANAKAN DOMBA CROSS TEXEL Saifulloh, Rafie Achmad; Wadjdi, Farid; Humaidah, Nurul
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang Dayak merupakan tanaman herbal yang berpotensi sebagai Natural Feed Additive pada ternak domba. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak dari penambahan tepung Bawang Dayak melalui air minum terhadap Konsumsi Bahan kering, Pertumbuhan Bobot Badan (PBB) dan Feed Conversio Ratio (FCR) pada anakan Domba Cross Texel. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah anakan Domba Cross Texel dengan umur berkisar 6 - 7 bulan dengan berat badan ±16 Kg dan berjenis kelamin betina, tepung Bawang Dayak, Tempat pakan dan minum, drench gun, dan timbangan. Penelitian ini menggunakan metode Experimen dengan tata letak Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan berupa pemberian tepung Bawang Dayak melalui air minum dengan mengunakan drench gun. Perlakuan ada 4 dan setiap perlakuan terdapat 3 ulangan. Adapun perlakuan sebagai berikut : P0 = Kontrol (tanpa pemberian Bawang Dayak), P1 = pemberian Bawang Dayak melalui air minum sebanyak 0,2 g ; P2 =  0,4 g ; P3 = 0,6 g. Pemberian tepung Bawang Dayak sesuai perlakuan setiap 2 hari sekali selama 20 hari. Variabel yang diamati yaitu Konsumsi Bahan Kering, Pertumbuhan Bobot Badan (PBB) dan Feed Conversio Ratio (FCR). Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan Uji BNT untuk mengetahui perbedaan tiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) yang ditimbulkan oleh penambahan tepung Bawang Dayak terhadap Konsumsi Bahan Kering dan PBB, serta berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap FCR. Rata-rata Konsumsi Bahan Kering (g) adalah P0 = 1292,67±32,96 ; P1 = 1386,67±12,50 ; P2 = 1421,33±21,96 dan P3 = 1423,33±18,34. Nilai rata-rata PBB (g) adalah P0 = 68,33±22,55 ; P1 = 126,67±12,58 ; P2 = 140,00±30 dan P3 = 138,33±10,41. Rata-rata FCR (g) adalah P0 = 20,39±6,81 ; P1 = 11,01±0,98 ; P2 = 10,48±2,35 dan P3 = 10,33±0,77. Berdasarkan hasil tersebut, dapa disimpulkan bahwa pemberian tepung Bawang Dayak melalaui air minum pada anakan Domba Cross texel berpengaruh terhadap Konsumsi Bahan kering, Pertumbuhan Bobot Badan (PBB) dan Feed Conversio Ratio (FCR). Pemberian tepung Bawang Dayak melalui air minum yang optimum adalah 0,4g.Kata Kunci : Domba Cross Texel, Tepung Bawang Dayak, Konsumsi Bahan kering, Pertumbuhan Bobot Badan, Feed Conversio Ratio. POTENTIAL OF NATURAL FEED ADDITIVE DAYAK ONION (Eleutherine Palmifolia) ON THE PERFORMANCE OF CROSS TEXEL SHEEP AbstractDayak Onion is a herbal plant that has the potential as a Natural Feed Additive for sheep. The main objective of this study was to analyze the impact of adding Dayak Onion flour through drinking water on Dry Matter Consumption, Body Weight Growth (PBB) and Feed Conversion Ratio (FCR) in Cross Texel Sheep. The materials used in this study were Cross Texel Sheep with an age ranging from 6 - 7 months with a body weight of ± 16 Kg and female sex, Dayak Onion flour, feed and drink containers, drench guns, and scales. This study used an Experimental method with a Completely Randomized Design (CRD) layout. The treatment was giving Dayak Onion flour through drinking water using a drench gun. There were 4 treatments and each treatment had 3 replications. The treatments were as follows: P0 = Control (without giving Dayak Onion), P1 = giving Dayak Onion through drinking water as much as 0.2 g; P2 = 0.4 g; P3 = 0.6 g. Dayak Onion flour was given according to the treatment every 2 days for 20 days. The variables observed were Dry Matter Consumption, Body Weight Growth (PBB) and Feed Conversion Ratio (FCR). Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) and continued with BNT Test to determine the differences in each treatment. The results showed a very significant effect (P<0.01) caused by the addition of Dayak Onion flour on Dry Matter Consumption and PBB, and a significant effect (P<0.05) on FCR. The average Dry Matter Consumption (g) was P0 = 1292.67±32.96; P1 = 1386.67±12.50; P2 = 1421.33±21.96 and P3 = 1423.33±18.34. The average PBB value (g) was P0 = 68.33±22.55; P1 = 126.67±12.58; P2 = 140.00±30 and P3 = 138.33±10.41. The average FCR (g) is P0 = 20.39±6.81; P1 = 11.01±0.98; P2 = 10.48±2.35 and P3 = 10.33±0.77. Based on these results, it can be concluded that the administration of Dayak Onion flour through drinking water to Cross Texel lambs has an effect on Dry Matter Consumption, Body Weight Growth (PBB) and Feed Conversion Ratio (FCR). The optimum administration of Dayak Onion flour through drinking water is 0.4g.Keywords: Cross Texel Sheep, Dayak Onion Flour, Dry Matter Consumption, Body Weight Gain,, Feed Conversion Ratio.
Co-Authors A Setiyono AA Sudharmawan, AA Abdul Haliq Abdul Wadud Wahab Hasbullah Ach. Bagus Adhiluhung Mardhotillah Achmad Yusuf Adriani Adriani Afiatul Hamidah Afidhatul Masruroh Afrizal, Ananda Agus Efendi Ahmad Uzairon Alfachrozi Ali Fatul Ulfah Alwin Fitroh Yovananta Andi Hasan Aprilia Khusnul Khotimah Ardianzah, Ferry Aria Putra, Niko Audrey Erlianti Awwalia, Luthfi Ayu Rahmanda Ayulia Sofianingsih Azwar Bahi Azzumar, Abdul Aziz Basar, Hairil Bibit Pranoto Budi Irwanto JF Chrisna Irfandy Daniel Happy Putra Dastian Rifana Dede Saputra Dedi Suryanto Dedy Suryanto Desita Ismayasari Desy Dwi Setyaningrum Devanti, Adelita Dwi Cahyono Putra Dwi Priyo Utomo Dwi Saputro, Randy Dwisetyawati, Defy Elsa Tsaniyatul Mubarokah Fachruddin, Farhan Gusti Fadli, Cahya Ana Farid Wajdi Fatimatuzzahro Muharromah Fauzi, Muhammad Rifki Feri Widodo Feri Widodo Firman Dwi Arisandi Fitriyah Fitriyah Fitriyah, Shobihatul Freih Jailani Halimah Halimah Hariyanto, Muhammad Arizky Akbar Helmi Adieryansyah Hikmahsari Purna Putri Imam Suprayitno Ina Dwi Istiqomah Indra Gunawan Inggit Kentjonowati Inggit Kentjonowaty Inggit Kentjonowaty Inggit Irawati Dinasari Retnaningtyas Islami, Darajatun Istiqomah, Faikotul Istiqomah, Ina Dwi Johan Sumarsono Kamelia Oktafiyanti Khairul Amali Khofifa Ramadhani Kholifatul Fitri Asfarina Kushariyanto Lailatul Maslikha Lilasaidah Munawaroh Lukman Prasetiyo Lutfi Hakim M Khusnul Khuluq M Rifky M. Walad Alfadlilatul Ma’rifah, Shofia Jannatul Mahardhika, Brahmadhita Pratama Mahayu Hikmatul Haq Mardhotilah, Achmad Bagus Adhiluhung Maulana Azka Mahogra Miftahul Ashar Minan Nur Rochman Moch Fikri Romadhoni Mochammad Bahrudin Moh Fariz Abdillah Moh. Toib Moh. Zainul Arifin Mohammad Jamaludin Mohammad Zakariyyah Mubarokah, Elsa Tsaniyatul Mudawamah Mudawamah Muhamad Badrul Ihsan Muhammad Farid Wadjdi Muhammad Fauzi Muhammad Ihsan Muhammad Ihsan Muhammad Muizzhuddin Muhammad Najib Muhammad Rahul Khadafi Musdalifah, Faigah Muzayyin Ilmana Muzayyin Ilmana Nadiah Nurhaliza Nahdlatul Ummah Nanang Hariyanto Ninik Masruro Nisa’us Sholikah Noho, Siti Nurul Asma H. Nurrahman, Abidi Zaky Nurul Jadid Mubarokati Oktavia Rahayu Puspitarini Oktavia Rahayu Puspitarini Rahmatulloh, Ayung Retnaningtyas, irawati Dinasari Rio Dwi Sandriono Riyadi riyadi Rizki Ramadhani setyawan Rizki rizki Rodli, Muhammad Hilman Saiful Rijal Saifulloh, Rafie Achmad Sari, Ayu Mufidah Kartika Septi Haryadi Septi Heryana Cahyani Setyaningrum, Desy Dwi Setyo, Nurhadi Sholikah, Nisa’us Siti Nurul Asma H. Noho Sri Sulistyowati Sri Susilowati Sri Susilowati Sri Susilowati Sri Wahyuni Suci Lestari Sumartono Sumartono . Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Sunaryo Sunaryo Sunaryo Sunaryo Syahdan syahdan Syarul Sanjaya, Adam Taufiq Ridwan Musaffak Umi Kalsum Umi Kalsum Unung Lesmanah Usman Ali USMAN ALI Usman Ali Vina Anisa Rokhim Wadjdi, Farid Wahyu Rizky Ananda, Bintang Wenny Nur Azizahi Widarko, Agus Yazirin, Cepi Yena Arifa Yena Arifa Yogi Dwi Nugroho Yuda Arlansyah Yulianti Yulianti Yunus Ansori Purwanto, Maulana Yustian Dwi Cahyo Zainur Udin Zakariyyah, Mohammad