Claim Missing Document
Check
Articles

POTENSI NATURAL GROWTH PROMOTOR BAWANG DAYAK (Eluetherine Palmifolia (L) Merr) TERHADAP AKTIVITAS SUPEROXIDE DISMUTASE (SOD) DAN KADAR MALONDEALDEHIDE (MDA) ANAKAN DOMBA CROSS TEXEL Fachruddin, Farhan Gusti; Humaidah, Nurul; Wajdi, Farid
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang Dayak merupakan herbal yang mempunyai zat bioktif dengan potensi sebagai antioksidan. Penelitian Bawang Dayak yang diberikan secara per oral lewat minuman pada ruminansia kecil belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh pemberian tepung Bawang Dayak sebagai Natural Growth Promotor terhadap aktivitas Superoxide Dismutase (SOD) dan kadar Malondealdehide (MDA) anakan Domba Cross Texel. Materi penelitian adalah anakan Domba Cross Texel dengan umur 3-4 bulan dan berat badan ± 16 Kg berjenis kelamin betina, tepung Bawang Dayak, tempat pakan dan minum, drenching gun dan timbangan. Pemberian tepung Bawang Dayak dalam bentuk larutan diberikan secara oral melalui drenching gun. Pemeliharaan anakan Domba Cross Texel pada kandang individu dengan manajemen pemeliharaan standar. Metode penelitian adalah percobaan. Rancangan percobaan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Riset ini mempunyai 4 perlakuan dengan 3 ulangan per perlakuan. Perlakuan tepung Bawang Dayak yang diberikan adalah P0: 0 gram (kontrol), P1: 0,2 gram, P2: 0,4 gram, dan P3: 0,6 gram. Pemberian Bawang Dayak melalui air minum dilakukan 2 hari sekali selama 19 hari perlakuan. Variabel penelitian adalah aktivitas Superoxide Dismutase dan kadar Malondealdehide. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung Bawang Dayak  melalui air minum tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap Superoxide Dismutase  dan malondealdehide. Rata-rata SOD (ng/ml) adalah P0= 51,33±5,05 ; P1= 52,5±2,37 ; P2= 55,12±8,96 ; dan P3= 43,34±11,17. Rata-rata MDA (nmol/ml) adalah P0= 25,37±1,29 ; P1= 26,19±0,31; P2= 25,30±1,12 ; dan P3= 23,83±3,17. Kesimpulan adalah pemberian tepung Bawang Dayak melalui air minum tidak berpengaruh terhadap aktivitas Superoxida Dismutase dan kadar Malondealdehide anakan domba Cross Texel dengan manajemen pemeliharaan standar. Kata Kunci : Bawang Dayak, Natural Growth Promotor, Superoxide Dismutase, Malondealdehide, Anakan Domba Cross Texel.  THE POTENTIAL OF NATURAL GROWTH PROMOTER OF DAYAK ONION (Eluetherine Palmifolia (L) Merr) ON THE ACTIVITY OF SUPEROXIDE DISMUTASE (SOD) AND MALONDIALDEHYDE (MDA) LEVELS IN CROSS TEXEL LAMBS AbstractDayak Onion (Bawang Dayak) is an herb that contains bioactive substances with antioxidant potential. Research on the oral administration of Dayak Onion via drinking water in small ruminants has never been conducted. This study aims to analyze the effect of administering Dayak Onion flour as a Natural Growth Promoter on the activity of Superoxide Dismutase (SOD) and the level of Malondialdehyde (MDA) in Cross Texel lambs. The research materials were Cross Texel lambs aged 3-4 months and weighing ± 16 Kg, female, Dayak Onion flour, feed and water troughs, drenching gun, and scales. The Dayak Onion flour was given in a solution orally using a drenching gun. The Cross Texel lambs were maintained in individual pens with standard management. The research method was an experiment. The experimental design was a Completely Randomized Design (CRD). This research involved 4 treatments with 3 replications per treatment. The Dayak Onion flour treatments given were P0: 0 grams (control), P1: 0.2 grams, P2: 0.4 grams, and P3: 0.6 grams. Dayak Onion was administered via drinking water once every two days for 19 days of treatment. The research variables were Superoxide Dismutase activity and Malondialdehyde level. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA). The results showed that the addition of Dayak Onion flour via drinking water did not significantly affect (P>0.05) Superoxide Dismutase and Malondialdehyde. The mean SOD (ng/ml) were P0= 51.33±5.05; P1= 52.5±2.37; P2= 55.12±8.96; and P3= 43.34±11.17. The mean MDA (nmol/ml) were P0= 25.37±1.29; P1= 26.19±0.31; P2= 25.30±1.12; and P3= 23.83±3.17. The conclusion is that the administration of Dayak Onion flour via drinking water does not affect the activity of Superoxide Dismutase and the level of Malondialdehyde in Cross Texel lambs under standard management. Keywords:Dayak Onion, Natural Growth Promoter, Superoxide Dismutase, Malondealdehide, Cross Texel Lambs
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN AMMO-Tech MESIN PRODUKSI ANTISEPTIK TEAT DIPPING EKSTRAK DAUN KELOR DAN DAUN KEMANGI BERDASARKAN NILAI PH DAN PRODUKSI SUSU SAPI PFH Devanti, Adelita; Humaidah, Nurul; Sholikah, Nisa'us
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan antiseptik untuk teat dipping sapi perah setelah pemerahan dapat menjadi strategi yang efektif dalam mencegah kejadian mastitis sub klinis maupun klinis. Hal ini dapat mencegah penurunan kualitas dan produksi susu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan mesin AMMO-Tech dalam memproduksi antiseptic ekstrak Daun Kelor dan ekstrak Daun Kemangi sebagai  pengganti Povidone Iodine terhadap pH dan produksi susu sapi. Materi penelitian adalah 16 ekor sapi Friesian Holstein, Mesin AMMO-Tech, daun Kelor dan daun Kemangi. Dengan metode eksperimental yang rancangan penelitiannya adalah Rancangan Acak Lengkap. Perlakuan ada 4 dengan 4 ulangan, Perlakuan Adalah P0: menggunakan Povidone Iodine (kontrol), P1: menggunakan ekstrak daun Kelor 90%, P2: menggunakan ekstrak daun Kemangi 90%, P3: menggunakan ekstrak daun Kelor 45% dan ekstrak daun Kemangi 45%. Variabel yang diukur adalah pH dan produksi susu sebelum dan sesudah perlakuan teat dipping. Data yang didapatkan akan dianalisis dengan ANOVA. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa teat dipping dengan ekstrak daun Kelor dan ekstrak daun Kemangi hasil produksi mesin AMMO-Tech tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap pH serta produksi susu sapi PFH. Nilai rataan pH susu segar PFH adalah P0: 6,2 ; P1: 6,2 ; P2: 6,1 ; P3: 6,1. Nilai rataan produksi susu (L) adalah P0: 7,7 ; P1: 9,2 ; P2: 10, P3: 10. Kesimpulan adalah Mesin AMMO-Tech dapat menghasilkan antiseptic dari Daun Kelor dan Daun Kemangi yang potensinya sama dengan antiseptic kimia Povidone Iodine dalam hal nilai pH dan produksi susu. Kata Kunci : antiseptik, AMMO-tech, daun kelor, daun kemangi, teat dipping.
Evaluasi Morfometrik dan Conception Rate (CR) Kambing PE yang di Inseminasi dengan Semen Pejantan Boer Kentjonowaty, Inggit; Sholikah, Nisa'us; Humaidah, Nurul; Puspitarini, Oktavia Rahayu; Mardhotilah, Achmad Bagus Adhiluhung; Mahardhika, Brahmadhita Pratama
Jurnal Sains Peternakan Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v11i1.7837

Abstract

Tujuan dilaksanakannya penelitian ini untuk melakukan seleksi kambing PE sebagai induk yang akan dikawinkan melalui inseminasi buatan dengan semen kambing Boer melalui evaluasi morfometrik di Sleman, Yogyakarta. Objek dalam penelitian ini adalah induk kambing PE sebanyak 24 ekor. Pada penelitian ini dilakukan analisa regresi dan korelasi untuk mencari hubungan antara panjang badan, lingkar dada, lingkar perut, dan tinggi badan kambing PE betina terhadap bobot badannya. Setelah itu, kambing PE diinseminasi dengan semen pejantan Boer untuk mendapatkan informasi Conception rate nya. Hasil penelitian ini menjukkan bahwa panjang badan, lingkar dada, lingkar perut dan tinggi badan kambing PE berkorelasi dengan bobot badannya. Hubungan antara panjang badan, lingkar dada, lingkar perut kambing PE dengan Bobot badannya sangat erat dengan nilai koefisien korelasi  R2 masing-masing 0,75; 0,75 dan 0,72 sedangkan hubungan antara tinggi badan dengan bobot badan tergolong erat yaitu dengan nilai koefisein korelasi R2 sebesar 0,50. Conseption rate hasil perkawinan kambing PE dengan pejantan Boer melalui inseminasi buatan pada peneltian ini sebesar 45,83%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat keeratan hubungan yang tinggi antara mofometrik dan bobot badan induk kambing PE dengan keberhasilan kebuntingan sebesar 45,83%.
Scale Up Sociopreneurship Karang Taruna Desa Sumberejo Melalui Inovasi Teknologi Feed Suplemen Permen Ternak Bawang Dayak Nanang Hariyanto; Siti Nurul Asma H. Noho; Muhammad Ihsan; Elsa Tsaniyatul Mubarokah; Nurul Humaidah
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Vol. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Dharma Samakta Edukhatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61142/psnpm.v1.70

Abstract

Program pemberdayaan dan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Sumberejo Kecamatan Poncukusumo Kabupaten Malang. Beberapa masalah pokok kelompok Karang Taruna Desa Sumberejo adalah belum ada kegiatan produktif yang bersifat preneurship dan minimnya pengetahuan dalam mengolah sumber daya alam yang melimpah di Desa Sumberejo. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kualitas hidup baik dalam hal pengetahuan maupun keterampilan anggota Karang Taruna dalam mengasah skill sociopreneurship dan menghasilkan unit bisnis permen ternak Bawang Dayak. Metode pemberdayaan dan pengabdian masyarakat ini yaitu mengimplementasikan inovasi teknologi pembuatan produk feed suplemen permen ternak Bawang Dayak, edukasi dan pelatihan pada kelompok Karang Taruna, pembentukan unit bisnis dan pembentukan jejaring-jejaring program. Hasil dari program adalah Pengetahuan Karang Taruna tentang edukasi sociopreneurship, keterampilan pembuatan Pertabayak dan digital marketing meningkat sebesar 48 %. terbentuknya unit bisnis beserta jejaring sociopreunership dan produk permen ternak Bawang Dayak (Pertabayak). Socipreneurship Karang Taruna berhasil membuat unit bisnis Pertabayak yang menjadi landasan kegiatan sociopreneurship.
Analisis Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Penggunaan Media Sosial Sebagai Social Branding Kesenian Topeng Jabung Malang Desy Dwi Setyaningrum; Afiatul Hamidah; Septi Heryana Cahyani; Nurul Humaidah
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Vol. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Dharma Samakta Edukhatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61142/psnpm.v1.99

Abstract

Desa Jabung dikenal memiliki ikon seni yaitu kesenian Topeng Jabung. Kesenian ini juga telah terkenal hingga ke kancah Internasional. Pada tahun 1970-an seringkali kesenian ini hadir pada acara ritual desa, hajatan, bersih desa, ulang tahun desa serta Suroan. Pada tahun 1988 hingga pada tahun 2000-an cahaya kesenian Jabung mulai redup karena tokoh dan pewaris utama kesenian yaitu Mbah Kansen meninggal. Hal ini juga diperparah adanya COVID 19, yang berdampak pada memudarnya eksistensi kesenian topeng Jabung Malang, serta akibat kecanggihan teknologi saat ini, banyak masyarakat muda di Desa Jabung yang memlih bermain gadgetnya dibanding melesatrikan seni Topeng. Solusi untuk mengatasi masalah ini, Tim Pengabdian Masyarakat adalah bertujuan untuk menghidupkan dan melestariakan potensi seni Budaya Jabung. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian Deskriptifuantitatif. Dalam pengumpulan data ini, tim menggunakan metode penyebaran kuasioner, dan wawancara terhadap kelompok seni topeng Jabung Malang. Temuan utama dalam Program Pengabdian Masyarakat adalah 60% masyarakat desa belum mengetahui tentang penggunaan media social sebagai langkah Social Branding sesuai dengan tujuan Desa. Kesimpulannya bahwa banyak masyarakat yang belum mengetahui penggunaan media sosial sebagai cara social branding kesenian Topeng Jabung Malang.
Padepokan Edukasi dan Pelatihan Guna Peningkatan Keterampilan Pemotongan Kuku Ternak di Kelompok Ternak Rojokoyo Moch Fikri Romadhoni; Ayulia Sofianingsih; M Rifky; Lailatul Maslikha; Nanang Hariyanto; Nurul Humaidah
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Vol. 3 (2025): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Dharma Samakta Edukhatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61142/psnpm.v3.277

Abstract

Program RKM (Rumah Kreativitas Mahasiswa) ini dilakukan di Desa Sumberejo Kecamatan Poncukusumo Kabupaten Malang. Beberapa masalah yang dihadapi kelompok Ternak Desa Sumberejo adalah kurangnya pengetahuan tentang pemotongan kuku ternak. Tujuan dari  program ini adalah untuk meningkatkan kualitas hidup setiap individu baik dalam hal pengetahuan maupun keterampilan anggota Kelompok Ternak dalam mengasah skill sociopreneurship dan menghasilkan unit bisnis padepokan. Metode program RKM ini yaitu mengimplementasikan pelatihan pemotongan kuku ternak, edukasi pelatihan dan jasa pemotongan kuku pada kelompok ternak, pembentukan unit bisnis dan pembentukan jejaring-jejaring program. Hasil dari program adalah Pengetahuan Kelompok Ternak tentang edukasi sociopreneurship meningkat 40%, keterampilan pemotongan kuku ternak meningkat sebesar 65% sedangkan pengetahuan tentang pemotongan kuku ternak meningkat 55% dan digital marketing meningkat sebesar 48 %. Terbentuknya unit bisnis beserta jejaring sociopreunership dan Padepokan 5 Sekawan. Socipreneurship Kelompok ternak berhasil membuat unit bisnis Padepokan 5 Sekawan yang menjadi landasan kegiatan sociopreneurship. Program padepokan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pemotongan kuku ternak hingga 65%, serta membentuk unit bisnis berkelanjutan Padepokan 5 Sekawan sebagai solusi sociopreneurship bagi kelompok ternak Rojokoyo Tentrem. Program ini tidak hanya mengatasi masalah kesehatan ternak seperti foot rot dan laminitis, tetapi juga memperkuat jejaring komunitas untuk produktivitas peternakan jangka panjang di Desa Sumberejo. Dengan demikian, program RKM ini menjadi model efektif pemberdayaan pemuda peternak melalui edukasi, pelatihan, dan bisnis berbasis keterampilan lokal terutama pada kelompok ternak Rojokoyo Tentrem Desa Sumberejo.
Sanggar Pukfes : Pusat Pelatihan Pembuatan dan Produksi Pupuk Organik Berbasis Feses Ternak di Desa Sumberejo Nanang Hariyanto; Dastian Rifana; Suci Lestari; Indra Gunawan; Maulana Azka Mahogra; Lailatul Maslikha; Nurul Humaidah
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Vol. 3 (2025): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Dharma Samakta Edukhatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61142/psnpm.v3.279

Abstract

Kelompok peternak Rojokoyo Tentrem di Desa Sumberejo mempunyai permasalahan dengan limbah kotoran (feses) ternak kambing dan domba. Kelompok peternak belum pernah mendapat sentuhan teknologi pengolahan feses. Rumah Kreativ Mahasiswa (RKM) Universitas Islam Malang melakukan kegiatan pengabdian untuk membantu masalah kelompok ternak ini. Tujuan program adalah meningkatkan kualitas hidup anggota kelompok peternak melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan serta mindset sociopreneurship yang diwujudkan melalui pendirian Unit Bisnis Sanggar Pukfes. Metode yang digunakan meliputi Sosialisasi pusat pelatihan pembuatan pupuk organik berbasis feses ternak, edukasi dan pelatihan yang mendalam, pembentukan unit bisnis, dan pembangunan jejaring program. Variabel yang dianalisis adalah pengetahuan sociopreneurship dan ketrampilan digital marketing serta pembuatan Pukfes. Hasilnya menunjukkan peningkatan skills peternak tentang Sociopreneurship sebesar 30%. Pengetahuan Digital Marketing meningkat sebanyak 35%, sedangkan pengembuatan Pukfes mengalami peningkatan sebesar 50%. Kesimpulannya adalah terdapat peningkatan signifikan yaitu sebesar 48% dalam pengetahuan kelompok ternak mengenai sociopreneurship, keterampilan pembuatan pupuk organik, dan pemasaran digital. Peningkatan ini diperkuat oleh terbentuknya Unit Bisnis SANGGAR PUKFES, yang kini menjadi landasan permanen bagi seluruh kegiatan sociopreneurship dan bisnis kolektif kelompok tersebut.
PEMBERDAYAAN PETERNAK MELALUI TEKNOLOGI SILASE UNTUK MENANGGULANGI KRISIS PAKAN DI MALANG Awwalia, Luthfi; Andi Hasan; Nurul Humaidah; Umi Kalsum
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 2 (2025): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v9i2.5150

Abstract

The stable and sustainable livestock feed availability is one of the main challenges in the livestock sector, especially during the dry season. This condition affects the availability of forage for animal feed. This community service program, conducted by the Kandidat Magister Mengabdi (KMM) of the Animal Science Graduate Program at the Universitas Islam Malang (Unisma), aims to optimize silage production as an alternative feed reserve for farmers in the Malang area. The limited knowledge of alternative feed options among farmers prompted the implementation of this activity. The program was conducted through counselling, hands-on training, and mentoring on silage production using local materials such as elephant grass, corn, and agricultural waste. The high enthusiasm of farmers in participating in the counselling and practical sessions reflects their strong desire to survive during the dry season. The results of the activity indicate improved understanding and skills among farmers in processing and storing silage. Furthermore, there was an increased awareness of the importance of long-term feed management. This community service program makes a real contribution to strengthening food security and promoting the sustainability of small-scale livestock farming in the targeted area.
Apresiasi seni dan budaya melalui gebyak estungkara budayah sebagai revitalisasi kesenian topeng Jabung Malang Dwisetyawati, Defy; Istiqomah, Faikotul; Setyaningrum, Desy Dwi; Humaidah, Nurul
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.24132

Abstract

AbstrakDesa Jabung dikenal memiliki ikon seni yaitu kesenian Topeng Jabung. Pengeloaan Lembaga seni yang tidak dikelola dengan baik membuat kesenian Topeng Jabung mati suri, diperparah dengan pandemi Covid-19 membuat eksistensi kesenian mulai meredup. Tujuan program adalah menghidupkan dan melestarikan kembali potensi kesenian Topeng Desa Jabung melalui Pagelaran Gebyak Seni Topeng yang bertajuk “Estungkara Budayah. Target sasaran program adalah 1. Generasi milenial karang taruna pernah berkecimpung dalam kesenian Topeng Jabung, 2. Generasi milenial karang taruna yang berminat dalam kesenian Topeng Jabung, 3. Pelaku seni tradisional yang akan mendapatkan grading up program. Metode pelaksanaan program adalah survey, sosialisasi, pelatihan dan pendampingan, diskusi dan observasi. Tahapan pelaksanaan program meliputi : Koordinasi, Intervensi seni melalui Sosialisasi dan edukasi up grading dan design pahat Topeng Jabung, pelatihan dan pendampingan, Pagelaran apresiasi seni melalui Gebyak Kesenian Topeng Jabung, monitoring dan evaluasi. Data kegiatan yang dicapai disajikan secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan adalah revitalisasi Kesenian Topeng Jabung Malang berhasil mengkader 25 karang taruna pelaku dan pemerhati seni sebagai penerus Kesenian Topeng Jabung melalui Gebyak Estungkara Budayah. Kata kunci: revitalisasi; kesenian; topeng; jabung; gebyak AbstractJabung Village is known to have an art icon, namely the Jabung Mask art. Management of arts institutions that are not well managed has resulted in the art of Topeng Jabung fading, made worse by the Covid-19 pandemic, the light of the existence of art has begun to dim. Because of this problem, we formed an art appreciation activity, namely in the form of a Mask Art Gebyak Performance entitled "Estungkara Budayah", the aim of which is to revive and preserve the potential of Jabung Village Mask Art, so that it can encourage the existence of this art. In this activity, the targets are 1. Millennial generation who are members of youth organizations who have previously been involved in Jabung Mask art, 2. Millennial generation who are members of youth organizations who are interested in Jabung mask art, 3. Artists who will receive grading up program. Artists here will act as connectors for artistic originality even though they have been graded up, 4. Collaborating partners in the sustainability and success of the gebyak performance program. The method or stages of program implementation are carried out by identifying potential and problems, process and results of analysis of community needs, description of target audience, arts intervention, implementation of programs with the community (education and outreach, training and mentoring), and monitoring & evaluation. Based on these stages, the results of the activities achieved are presented in a qualitative and quantitative descriptive manner. The result of this activity was to involve Community Empowerment, namely 25 women's youth organizations in practice. Keywords: revitalization; art; mask; jabung; gebyak
Co-Authors A Setiyono AA Sudharmawan, AA Abdul Haliq Abdul Wadud Wahab Hasbullah Ach. Bagus Adhiluhung Mardhotillah Achmad Yusuf Adriani Adriani Afiatul Hamidah Afidhatul Masruroh Afrizal, Ananda Agus Efendi Ahmad Uzairon Alfachrozi Ali Fatul Ulfah Alwin Fitroh Yovananta Andi Hasan Aprilia Khusnul Khotimah Ardianzah, Ferry Aria Putra, Niko Audrey Erlianti Awwalia, Luthfi Ayu Rahmanda Ayulia Sofianingsih Azwar Bahi Azzumar, Abdul Aziz Basar, Hairil Bibit Pranoto Budi Irwanto JF Chrisna Irfandy Daniel Happy Putra Dastian Rifana Dede Saputra Dedi Suryanto Dedy Suryanto Desita Ismayasari Desy Dwi Setyaningrum Devanti, Adelita Dwi Cahyono Putra Dwi Priyo Utomo Dwi Saputro, Randy Dwisetyawati, Defy Elsa Tsaniyatul Mubarokah Fachruddin, Farhan Gusti Fadli, Cahya Ana Farid Wajdi Fatimatuzzahro Muharromah Fauzi, Muhammad Rifki Feri Widodo Feri Widodo Firman Dwi Arisandi Fitriyah Fitriyah Fitriyah, Shobihatul Freih Jailani Halimah Halimah Hariyanto, Muhammad Arizky Akbar Helmi Adieryansyah Hikmahsari Purna Putri Imam Suprayitno Ina Dwi Istiqomah Indra Gunawan Inggit Kentjonowati Inggit Kentjonowaty Inggit Kentjonowaty Inggit Irawati Dinasari Retnaningtyas Islami, Darajatun Istiqomah, Faikotul Istiqomah, Ina Dwi Johan Sumarsono Kamelia Oktafiyanti Khairul Amali Khofifa Ramadhani Kholifatul Fitri Asfarina Kushariyanto Lailatul Maslikha Lilasaidah Munawaroh Lukman Prasetiyo Lutfi Hakim M Khusnul Khuluq M Rifky M. Walad Alfadlilatul Ma’rifah, Shofia Jannatul Mahardhika, Brahmadhita Pratama Mahayu Hikmatul Haq Mardhotilah, Achmad Bagus Adhiluhung Maulana Azka Mahogra Miftahul Ashar Minan Nur Rochman Moch Fikri Romadhoni Mochammad Bahrudin Moh Fariz Abdillah Moh. Toib Moh. Zainul Arifin Mohammad Jamaludin Mohammad Zakariyyah Mubarokah, Elsa Tsaniyatul Mudawamah Mudawamah Muhamad Badrul Ihsan Muhammad Farid Wadjdi Muhammad Fauzi Muhammad Ihsan Muhammad Ihsan Muhammad Muizzhuddin Muhammad Najib Muhammad Rahul Khadafi Musdalifah, Faigah Muzayyin Ilmana Muzayyin Ilmana Nadiah Nurhaliza Nahdlatul Ummah Nanang Hariyanto Ninik Masruro Nisa’us Sholikah Noho, Siti Nurul Asma H. Nurrahman, Abidi Zaky Nurul Jadid Mubarokati Oktavia Rahayu Puspitarini Oktavia Rahayu Puspitarini Rahmatulloh, Ayung Retnaningtyas, irawati Dinasari Rio Dwi Sandriono Riyadi riyadi Rizki Ramadhani setyawan Rizki rizki Rodli, Muhammad Hilman Saiful Rijal Saifulloh, Rafie Achmad Sari, Ayu Mufidah Kartika Septi Haryadi Septi Heryana Cahyani Setyaningrum, Desy Dwi Setyo, Nurhadi Sholikah, Nisa’us Siti Nurul Asma H. Noho Sri Sulistyowati Sri Susilowati Sri Susilowati Sri Susilowati Sri Wahyuni Suci Lestari Sumartono Sumartono . Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Sunaryo Sunaryo Sunaryo Sunaryo Syahdan syahdan Syarul Sanjaya, Adam Taufiq Ridwan Musaffak Umi Kalsum Umi Kalsum Unung Lesmanah Usman Ali USMAN ALI Usman Ali Vina Anisa Rokhim Wadjdi, Farid Wahyu Rizky Ananda, Bintang Wenny Nur Azizahi Widarko, Agus Yazirin, Cepi Yena Arifa Yena Arifa Yogi Dwi Nugroho Yuda Arlansyah Yulianti Yulianti Yunus Ansori Purwanto, Maulana Yustian Dwi Cahyo Zainur Udin Zakariyyah, Mohammad