Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBINAAN MASYARAKAT TANI PETERNAK KAMBING DAN DOMBA DI DESA SUMBERSEKAR, KECAMATAN DAU, KABUPATEN MALANG Ali, Usman; ., Sumartono; Humaidah, Nurul
Jurnal Dedikasi Vol 9 (2012): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1383.281 KB) | DOI: 10.22219/dedikasi.v9i0.1387

Abstract

Usman Ali1 , Sumartono2 , & Nurul Humaidah31,2,3 Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Islam MalangAlamat Korespondensi : JL. MT. Hariyono 193 Malang 65144Telp. (0341) 551932ABSTRAKUsaha peternakan kambing dan domba secara intensif yang berpedoman pada sapta usahapeternakan dapat memberikan keuntungan bagi peternak. Program Ipteks bagi masyarakat (IbM) inibertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat peternak kambing-dombadalam berbagai bidang agrobisnis yaitu intensifikasi pemeliharaan kambing, strategi pengadaan danpemberian pakan berkualitas, penghijauan lahan sistem tiga strata, manajemen produksi dan sistempemasaran. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, demo plot, pembinaan dan pendampingandi lapang.Hasil program IbM ini menunjukkan bahwa respon masyarakat peternak kambing sangat baikdan proaktif dalam semua kegiatan baik selama penyuluhan, pembinaan, demo plot dan pendampingan.Sistem pemeliharaan kambing masih semi intensif menggunakan kandang panggung dari bambu,pengadaan hijauan pakan masih secara liar berupa hijauan lamtoro, sengon dan perdu, peternakhanya sedikit membudidayakan hijauan pakan. Interval kelahiran dalam 2 tahun tiga kali beranakdengan little size 1-2 ekor. Kendala di lokasi yaitu tidak mempunyai copper pemotong hijauan rambansehingga pakan banyak tercecer, selain itu tidak ada penanganan penyakit dan jalur pemasaran kambingkurang tepat.Kesimpulan program IbM ini yaitu beberapa peternak sudah melakukan pengendalian produksidengan melaksanakan sapta usaha peternakan dengan baik. Disarankan perkawinan tidak inbreeding,pemanfaatan lahan kosong untuk tanaman leguminosa dan rumput gajah dan dicopping terlebihdahulu, pemberian obat cacing harus terprogram 2-3 kali/ tahun.Kata kunci: Pembinaan, peternakan, kambing-domba
PEMBINAAN MASYARAKAT TANI PETERNAK KAMBING DAN DOMBA DI DESA SUMBERSEKAR, KECAMATAN DAU, KABUPATEN MALANG Usman Ali; Sumartono .; Nurul Humaidah
Jurnal Dedikasi Vol. 9 (2012): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v9i0.1387

Abstract

Usman Ali1 , Sumartono2 , & Nurul Humaidah31,2,3 Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Islam MalangAlamat Korespondensi : JL. MT. Hariyono 193 Malang 65144Telp. (0341) 551932ABSTRAKUsaha peternakan kambing dan domba secara intensif yang berpedoman pada sapta usahapeternakan dapat memberikan keuntungan bagi peternak. Program Ipteks bagi masyarakat (IbM) inibertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat peternak kambing-dombadalam berbagai bidang agrobisnis yaitu intensifikasi pemeliharaan kambing, strategi pengadaan danpemberian pakan berkualitas, penghijauan lahan sistem tiga strata, manajemen produksi dan sistempemasaran. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, demo plot, pembinaan dan pendampingandi lapang.Hasil program IbM ini menunjukkan bahwa respon masyarakat peternak kambing sangat baikdan proaktif dalam semua kegiatan baik selama penyuluhan, pembinaan, demo plot dan pendampingan.Sistem pemeliharaan kambing masih semi intensif menggunakan kandang panggung dari bambu,pengadaan hijauan pakan masih secara liar berupa hijauan lamtoro, sengon dan perdu, peternakhanya sedikit membudidayakan hijauan pakan. Interval kelahiran dalam 2 tahun tiga kali beranakdengan little size 1-2 ekor. Kendala di lokasi yaitu tidak mempunyai copper pemotong hijauan rambansehingga pakan banyak tercecer, selain itu tidak ada penanganan penyakit dan jalur pemasaran kambingkurang tepat.Kesimpulan program IbM ini yaitu beberapa peternak sudah melakukan pengendalian produksidengan melaksanakan sapta usaha peternakan dengan baik. Disarankan perkawinan tidak inbreeding,pemanfaatan lahan kosong untuk tanaman leguminosa dan rumput gajah dan dicopping terlebihdahulu, pemberian obat cacing harus terprogram 2-3 kali/ tahun.Kata kunci: Pembinaan, peternakan, kambing-domba
Application of Smart Oven Technology as an Effort to Increase Smoked Egg Production and Quality in Sania MSME Yena Arifa; Nurul Humaidah; Feri Widodo; Muhammad Muizzhuddin; Bibit Pranoto
Journal of Community Practice and Social Welfare Vol. 1 No. 2 (2021): Journal of Community Practice and Social Welfare
Publisher : LPPM Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/jacips.2021.1.2.16-27

Abstract

Mitra Home salted egg industry SANIA MSME is an MSME that engages in duck cultivation and the production of Smoked Salted Eggs. SANIA MSME was founded by a duck breeder group in 2008 in Kawedusan Ponggok Village, Blitar. Smoked salted eggs are known for their burnt/smoky aroma and greasy egg yolks. Smoked egg production is done manually using the use of smoking drums. These manual devices are only capable of baking 150 grains per day. Meanwhile, damage due to smoking with an oven drum can reach up to 15-20%. This can reduce profits by up to 20% per cycle of the smoking process. Damage occurs when users forget or are too late to lower the drum oven's temperature before it reaches temperatures of 1000C or more. The uneven heat can also result in a reduction to taste and greasiness of the egg yolks. Manual ovens take 7-10 hours at 80-900C to cook. From discussions with partners, it was discovered that they needed egg smoking ovens that feature thermoregulators and can produce even flows of smoke automatically. There is a need for technological innovation in the egg fumigation equipment category in the form of smart egg smoking ovens complete with thermoregulators and automatic smoke airflow systems. Smart ovens have the potential to increase productivity by 75% with a faster smoking process of 3-4 hours. The service method was carried out by way of producing a design for smart ovens, socialization and assistance in the use of the device, assistance in the production of smoked eggs, and program evaluation. The results of the mentoring activity suggested that the production of smoked eggs can increase by 70% with the level of cooking damage sitting at less than 10% and an improvement in the product's taste.
Optimasi Fungsi Unit Bisnis Madu Tawon Alas Lereng Semeru Melalui Penguatan Partisipatif dan Kolaboratif Petani dan Lembaga Lokal Desa Wringinanom Poncokusumo Mohammad Zakariyyah; Nurul Humaidah; Ina Dwi Istiqomah
TRI DHARMA MANDIRI: Diseminasi dan Hilirisasi Riset kepada Masyarakat (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : JTRIDHARMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.946 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtridharma.2021.001.02.76

Abstract

ABSTRAK Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan mengoptimalkan unit bisnis madu tawon alas Lereng Semeru melalui penguatan partisipasif dan kolaboratif petani dan lembaga lokal Desa Wringinanom Poncokusumo Kabupaten Malang. Program pengabdian dilakukan pada bulan Juli sampai September 2021. Metode program pengabdian adalah partisipatif dan kolaboratif. Tahapan kegiatan ini yaitu peningkatan kontinuitas produksi madu tawon alas, peningkatan kapasitas unit bisnis madu tawon alas dan penyiapan unit bisnis madu tawon alas sebagai embrio BUMDES. Hasil pengabdian ini adalah produksi madu tawon alas meningkat 1,5 kg/stup/siklus produksi, aktivitas di unit bisnis 2-3 produksi/minggu, unit bisnis madu tawon alas sudah establish dengan tempat, struktur organisasi dan sistem kinerja yang tersandar, kelompok petani madu berkembang di dua dusun yaitu Dusun Simpar dan Kunci selain di Dusun Besuki sebagai tempat unit bisnis. Kerjasama mitra bisnis dan pemasaran dengan P2KIB Unisma dan PT Kembang Joyo sudah terealisasi , partisipasi masyarakat maupun lembaga masyarakat lokal lain seperti PKK, BPD dan Karang taruna meningkat dalam membantu pemasaran madu di unit bisnis madu tawon alas. Kesimpulan adalah optimasi unit bisnis madu tawon alas Lereng Semeru berjalan dengan baik karena terjadi sinergitas koordinasi unit bisnis dan lembaga lokal desa sehingga siap menjadi embrio bagian BUMDES dan tulang punggung sarana pemberdayaan masyarakat Desa Wringinanom Poncokusumo Kabupaten Malang.
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN SEMEN DALAM PENGENCER RINGER’S LACTAT YANG DISIMPAN PADA SUHU 4ºC TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA AYAM MAGON Fitriyah Fitriyah; Nurul Humaidah; Dedy Suryanto
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol 1, No 1 (2019): REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.035 KB) | DOI: 10.33474/rekasatwa.v1i1.2159

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan semen pada suhu4ºC dalam pengencer Ringer’s Lactat terhadap kualitas spermatozoa Ayam Magon. Ayam Magonadalah ayam petarung handal. Materi yang digunakan adalah pengencer Ringer’s Lactat, semenAyam Magon umur 12 bulan dan Eosin Negrosin. Metode penelitian eksperimental denganRancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan adalah Lamapenyimpanan yaitu P0 (0 Jam), P1 (8 Jam), P2 (16 Jam), dan P3 (24 Jam). Data yang diperolehdianalisa dengan Analisa of varian (ANOVA) dan dilanjutkan uji Beda Nyata Terkecil (BNT).Variabel yang diamati adalah Motilitas, Viabilitas dan abnormalitas spermatozoa. Hasil analisismenunjukkan bahwa perlakuan lama penyimpanan Semen Ayam Magon dalam pengencerRinger’s Lactat pada suhu 4C memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadapkualitas Spermatozoa Ayam Magon. Rata-rata Motilitas Spermatozoa (%) adalah P0 = 77,60, P1=67,00, P2= 50,80 dan P3 = 41,80. Viabilitas (%) P0 = 74,40, P1 = 67,20, P2 = 51,80 dan P3 =40,40. Abnormalitas (%) P0 = 10,80, P1= 11,40, P2 = 15,20 dan P3 = 18,60. Kesimpulan adalahlama penyimpanan Semen Ayam Magon dalam pengencer Ringer’s Lactat pada suhu 4Cberpengaruh tehadap motilitas individu, viabilitas dan abnormalitas spermatozoa. Penyimpanansemen sampai 24 jam masih memberikan hasil yang baik terhadap kualitas spermatozoa sehinggamasih layak digunakan untuk Inseminasi Buatan (IB).Kata kunci : Penyimpanan, Ringer’s lactat, Kualitas, Semen, Ayam Magon
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN SEMEN DENGAN PENGENCER SARI WORTEL (Daucus carota) PADA SUHU REFRIGERATOR TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA KELINCI REX (Oryctolagus cuniculus) Abdul Haliq; Nurul Humaidah; Sri Susilowati
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.8 KB) | DOI: 10.33474/rekasatwa.v1i2.4505

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh lama penyimpanan semen dengan pengencer sari wortel (Daucus carota) pada suhu refrigerator terhadap kualitas spermatozoa Kelinci Rex (Oryctolagus cuniculus). Materi adalah semen kelinci Rex umur 10 bulan, pengencer sari wortel, kuning telur, eosin negrosin. Metode Penelitian adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan ada 4 dengan ulangan masing-masing 5 kali. Perlakuan adalah penyimpanan semen pada penencer sari wortel selama P0 = 0 jam, P1 = 8 jam, P2 = 16 jam dan P3 =  24 jam. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analisis Ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Variabel yang diamati adalah kualitas spermatozoa dengan melihat Motilitas dan Viabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata(P<0,01) terhadap nilai Motilitas dan Viabilitas semen Kelinci Rex yang disimpan pada suhu Refrigerator. Rataan hasil Motilitas (%) adalah sebagai berikut : P0 = 76,0 ± 3,08d, P1 =  66,4 ± 4,39c, P2 =  54,6 ± 4,16b, P3 =  41,6 ± 2,41a. Rataan Viabilitas (%)  adalah sebagai berikut: P0 = 68,2 ± 5,02c, P1 = 59,0 ± 2,88bc, P2 = 51,0 ± 4,09b, P3 = 39,0 ± 3,05a. Kesimpulan adalah Lama penyimpanan semen pada suhu Refrigerator dengan pengencer Sari Wortel 70% dan Kuning Telur 30% berpengaruh terhadap Motilitas dan Viabilitas spermatozoa Kelinci Rex. Penyimpanan semen pada suhu Refrigerator selama 16 jam masih layak digunakan untuk IB. Katakunci: Kelinci Rex, Semen, Sari Wortel, Refrigerator, Kualitas Spermatozoa.
ANALISIS STRESS FISIOLOGIS INSEMINASI BUATAN INTRACERVICAL KAMBING PE MELALUI PEMERIKSAAN STATUS FAALI Khairul Amali; Nurul Humaidah; Dedi Suryanto
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol 2, No 1 (2020): REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.549 KB) | DOI: 10.33474/rekasatwa.v2i1.6356

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis respon stress fisiologis pada Inseminasi Buatan  Intracervical Kambing PE melalui Pemeriksaan Status Faali. Materi penelitian yaitu 15 ekor Kambing PE. Metode penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Pengelompokan adalah K0 = Kawin Alam, K1 = IB pertama kali, K2 = IB ke tiga kali. Perlakuan adalah waktu pengukuran status fisiologis kambing yaitu P0 = Minggu pertama adaptasi, P1 = Setelah selesai pelaksanaan perkawinan IB maupun Alam, P2 = 14 hari setelah pelaksanaan perkawinan. Variabel adalah frekuensi respirasi, frekuensi denyut jantung (Pulsus) dan suhu tubuh. Data dianalisa dengan analisa ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) untuk mengetahui perbedaan tiap perlakuan. Hasil penelitian adalah waktu pengukuran status fisiologis kambing berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap frekuensi respirasi dan denyut jantung Kambing PE. Sedangkan Perkawinan tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Rata - rata Frekuensi Respirasi (per menit) kelompok P0 = 16,1; P1 = 51,5 dan P2 = 16,7. Rata-rata Frekuensi denyut jantung (per menit) P0 = 85,3 ; P1 = 112,9 dan P2 = 86,9. Waktu pengukuran status fisiologis kambing dan Perkawinan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap suhu tubuh (Rectal) kambing. Rata-rata Suhu Tubuh (0C) berturut-turut P0, P1, P2 adalah  38,9, 38,9, 38,8  dan kelompok K0, K1, K2 yaitu 39,1, 38,8, 38,8.  Kesimpulan penelitian ini adalah waktu pengukuran status fisiologis kambing baik IB maupun Kawin Alam berpengaruh terhadap Frekuensi Respirasi dan Denyut Jantung (Pulsus) tetapi tidak pada suhu tubuh. Sedangkan Perkawinan tidak berpengaruh terhadapa status fisiologos kambing PE. Kata Kunci : Stress,  Fisiologis, IB, Kambing PE
PERBEDAAN NILAI HAEMAT0OLOGI INDUK KAMBING PE DAN GENERASI F1 CROSSBRED DENGAN PEJANTAN BOER Ali Fatul Ulfah; Dedi Suryanto; Nurul Humaidah
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol 2, No 1 (2020): REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.906 KB) | DOI: 10.33474/rekasatwa.v2i1.6351

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa perbandingan Nilai Haematologi Induk Kambing Peranakan Etawa (PE) dan Generasi kambing F1 Pejantan Boer. Generasi F1 adalah hasil crossbreeding Pejantan Boer dan Induk PE. Metode yang digunakan adalah Survey. Pengambilan sampel darah secara purposive sampling. Kriteria sampel adalah Induk Kambing PE dan Generasi Kambing F1 pejantan Boer memiliki hubungan kekerabatan langsung. Variabel yang diamati adalah Nilai Haemotologi meliputi : Kadar Haemoglobin dan Haematoktrit. Analisa data dengan menggunakan Uji t tidak berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai Haemoglobin dan Nilai Haematoktrit Induk Kambing PE tidak berbeda nyata (P>0,05) dengan Generasi F1 Pejantan Boer. Rataan Nilai Haeomglobin Kambing PE adalah 9,3 g/dl dan Generasi F1 crossbreed pejantan Boer adalah 9,7 g/dl. Rataan Nilai Haematokrit Kambing PE adalah 46% dan Generasi F1 pejantan Boer adalah 43%. Kesimpulan penelitian adalah Nilai Haematologi Induk Kambing PE tidak berbeda dengan Generasi Kambing F1 crossbreed Pejantan Boer. Nilai Hematologi dapat digunakan sebagai alat pembantu pemilihan F1 crossbreeding dari segi produksi. Kata kunci : haemoglobin, haematokrit, cross breeding, Kambing PE dan Generasi F1 Boer
PERBANDINGAN PROFIL NUTRIEN DARAH (TRIGLISERIDA DAN GLUKOSA) INDUK KAMBING PERANAKAN ETTAWA (PE) DAN GENERASI 1 BoerPE Budi Irwanto JF; Nurul Humaidah; Inggit Kentjonowaty
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol 2, No 1 (2020): REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.021 KB) | DOI: 10.33474/rekasatwa.v2i1.6352

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa Perbandingan Profil Nutrien Darah (Trigliserida Dan Glukosa) Induk Kambing Peranakan Ettawa (PE) Dan Generasi 1 BoerPE. Generasi 1 BoerPE adalah hasil crossbreeding Pejantan Boer dan Induk PE. Metode yang digunakan Survey.Pemngamilan sampel secara purposive sampling. Kriteria sampel adalah Induk Kambing PE umur 4-5 tahun dan Generasi 1 BoerPE jantan umur rata-rata 1,5 tahun yang  memiliki hubungan kekerabatan langsung. Variabel yang diamati adalah Nilai Trigliserida dan Glukosa. Analisa data dengan menggunakan Uji t tidak berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai Trigliserida Induk Kambing PE tidak berbeda nyata (P>0,05) dengan Generasi 1 BoerPE pejantan. Rataan Nilai Trigliserida  Induk Kambing PE adalah 36,4 mg/dl dan Generasi 1 BoerPE adalah 33,6 mg/dl. Nilai Glukosa Induk PE berbeda nyata (P<0,05) dengan Generasi 1 BoerPE. Rataan nilai Glukosa untuk induk Kambing PE adalah 72,1 mg/dl dan Generasi 1 BoerPE 88 mg/dl. Kesimpulan penelitian adalah nilai Trigliserida induk Kambing PE relative sama dengan Kambing Generasi 1 BoerPE namun nilai Glukosa berbeda. Kambing generasi 1 BoerPE lebih ungul dibandingkan dengan induk kambing PE. Nilai Trigliserida Dan Glukosa dapat digunakan sebagai alat pembantu pemilihan Generasi 1 BoerPE sebagai bibit unggul Kata kunci : Trigliserida, Glukosa, cross breeding, Kambing PE dan Generasi 1 BoerPE
IbM Peternakan Kambing Yang Memanfaatkan Limbah Pembuatan Tempe Junrejo Batu Agus Widarko; Nurul Humaidah
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.568 KB) | DOI: 10.33474/jipemas.v1i1.1480

Abstract

Program Iptek bagi masyarakat (IbM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok peternak kambing dalam berbagai aspek produksi dan manajemen peternakan kambing secara intensif yang mengacu pada panca usaha peternakan yaitu penggunaan bibit atau bakalan kambing yang unggul, pemberian pakan yang cukup dan berkualitas,perkandangan dan manajemen pemeliharaan yang baik, sistem perkawinan dan perkembangbiakan yang tepat, sistem pencegahan dan pengobatan penyakit dengan benar serta pemasaran produksi yang menguntungkan. Target khusus yang ingin dicapai dalam program IbM ini peternak kambing dapat memanfaatkan limbah industri pembuatan tempe yang difermentasi dahulu untuk meningkatkan kualitas pakan sebagai pengganti pakan konsentrat kambing sekaligus menjaga lingkungan yang asri dengan sistem tiga strata pada lahan pertanian dan pemupukan menggunakan pupuk organikdari kompos kotoran kambing yang menyuburkan tanah. Untuk mencapai tujuan dan target program IbM ini, maka tim pengusul program IbM Unisma menggunakan metode penyuluhan, demo plot fermentasi pakan, reboisasi, pembinaan dan pendampingan usaha. Program IbM ini mendapatkan respon masyarakat peternak kambing yang senantiasa proaktif dalam semua kegiatan penyuluhan, pembinaan, demo plot dan pendampingan usaha. Peternakan kambing telah diusahakan secara terpadu dengan industri tempe yang dimilikinya selama hampir 8 tahun. Pengadaan kambing dibeli dari peternak lain atau pasar hewan tidak diseleksi secara tepat, kandang panggung lantai berlubang sehingga feses tidak mengotori bulu, perkawinan kambing masih inbreeding. Pakan berupa hijauan segar secara ad libitum dan konsentrat limbah pembuatan tempe berupa kulit biji kedelai dan air rendamannya. Pemanfaatan limbah ini dapat meningkatkan PBB kambing sebesar 45 g/ekor/hari dan memberikan Peternak mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dengan memperbaiki manajemen produksi peternakan kambing secara intensif menggunakan bahan pakan lokal dari limbah pembuatan tempe dicampur kulit bekatul dan onggok yang difermentasi dahulu agar lebih berkualitas, bergizi dan palatabel yang dapat meningkatkan produktifitas ternak yang berdampak pendapatan dan keuntungan peternak bertambah. Luaran program IbM ini adalah metode fermentasi limbah industri tempe kulit biji kedelai, formulasi pakan konsentrat dari bahan pakan lokal dan artikel jurnal
Co-Authors A Setiyono AA Sudharmawan, AA Abdul Haliq Abdul Wadud Wahab Hasbullah Ach. Bagus Adhiluhung Mardhotillah Achmad Yusuf Adriani Adriani Afiatul Hamidah Afidhatul Masruroh Afrizal, Ananda Agus Efendi Ahmad Uzairon Alfachrozi Ali Fatul Ulfah Alwin Fitroh Yovananta Andi Hasan Aprilia Khusnul Khotimah Ardianzah, Ferry Aria Putra, Niko Audrey Erlianti Awwalia, Luthfi Ayu Rahmanda Ayulia Sofianingsih Azwar Bahi Azzumar, Abdul Aziz Basar, Hairil Bibit Pranoto Budi Irwanto JF Chrisna Irfandy Daniel Happy Putra Dastian Rifana Dede Saputra Dedi Suryanto Dedy Suryanto Desita Ismayasari Desy Dwi Setyaningrum Devanti, Adelita Dwi Cahyono Putra Dwi Priyo Utomo Dwi Saputro, Randy Dwisetyawati, Defy Elsa Tsaniyatul Mubarokah Fachruddin, Farhan Gusti Fadli, Cahya Ana Farid Wajdi Fatimatuzzahro Muharromah Fauzi, Muhammad Rifki Feri Widodo Feri Widodo Firman Dwi Arisandi Fitriyah Fitriyah Fitriyah, Shobihatul Freih Jailani Halimah Halimah Hariyanto, Muhammad Arizky Akbar Helmi Adieryansyah Hikmahsari Purna Putri Imam Suprayitno Ina Dwi Istiqomah Indra Gunawan Inggit Kentjonowati Inggit Kentjonowaty Inggit Kentjonowaty Inggit Irawati Dinasari Retnaningtyas Islami, Darajatun Istiqomah, Faikotul Istiqomah, Ina Dwi Johan Sumarsono Kamelia Oktafiyanti Khairul Amali Khofifa Ramadhani Kholifatul Fitri Asfarina Kushariyanto Lailatul Maslikha Lilasaidah Munawaroh Lukman Prasetiyo Lutfi Hakim M Khusnul Khuluq M Rifky M. Walad Alfadlilatul Ma’rifah, Shofia Jannatul Mahardhika, Brahmadhita Pratama Mahayu Hikmatul Haq Mardhotilah, Achmad Bagus Adhiluhung Maulana Azka Mahogra Miftahul Ashar Minan Nur Rochman Moch Fikri Romadhoni Mochammad Bahrudin Moh Fariz Abdillah Moh. Toib Moh. Zainul Arifin Mohammad Jamaludin Mohammad Zakariyyah Mubarokah, Elsa Tsaniyatul Mudawamah Mudawamah Muhamad Badrul Ihsan Muhammad Farid Wadjdi Muhammad Fauzi Muhammad Ihsan Muhammad Ihsan Muhammad Muizzhuddin Muhammad Najib Muhammad Rahul Khadafi Musdalifah, Faigah Muzayyin Ilmana Muzayyin Ilmana Nadiah Nurhaliza Nahdlatul Ummah Nanang Hariyanto Ninik Masruro Nisa’us Sholikah Noho, Siti Nurul Asma H. Nurrahman, Abidi Zaky Nurul Jadid Mubarokati Oktavia Rahayu Puspitarini Oktavia Rahayu Puspitarini Rahmatulloh, Ayung Retnaningtyas, irawati Dinasari Rio Dwi Sandriono Riyadi riyadi Rizki Ramadhani setyawan Rizki rizki Rodli, Muhammad Hilman Saiful Rijal Saifulloh, Rafie Achmad Sari, Ayu Mufidah Kartika Septi Haryadi Septi Heryana Cahyani Setyaningrum, Desy Dwi Setyo, Nurhadi Sholikah, Nisa’us Siti Nurul Asma H. Noho Sri Sulistyowati Sri Susilowati Sri Susilowati Sri Susilowati Sri Wahyuni Suci Lestari Sumartono Sumartono . Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Sunaryo Sunaryo Sunaryo Sunaryo Syahdan syahdan Syarul Sanjaya, Adam Taufiq Ridwan Musaffak Umi Kalsum Umi Kalsum Unung Lesmanah USMAN ALI Usman Ali Usman Ali Vina Anisa Rokhim Wadjdi, Farid Wahyu Rizky Ananda, Bintang Wenny Nur Azizahi Widarko, Agus Yazirin, Cepi Yena Arifa Yena Arifa Yogi Dwi Nugroho Yuda Arlansyah Yulianti Yulianti Yunus Ansori Purwanto, Maulana Yustian Dwi Cahyo Zainur Udin Zakariyyah, Mohammad