Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH UMUR INDUK PARENT STOCK LAYER PASCA PUNCAK PRODUKSI TERHADAP KUALITAS TELUR TETAS DAN DOC Wahyu Rizky Ananda, Bintang; Suryanto, Dedi; Humaidah, Nurul
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Umur induk ayam petelur merupakan faktor penting yang mempengaruhi kualitas telur tetas dan DOC (Day Old Chick) yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perbedaan umur induk parent stock hasil produksi terhadap kualitas telur tetas dan DOC. Penelitian dilakukan dengan membandingkan hasil produksi induk parent stock umur 40 minggu, 50 minggu, dan 60 minggu.Variabel yang diukur meliputi berat telur, fertilitas, daya tetas, weight loss, uniformity DOC, dan kualitas DOC. Metode penelitian adalah studi kasus. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNT (beda nyata terkecil). Hasil penelitian menunjukkan umur induk berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap berat telur, fertilitas, daya tetas, weight loss, uniformity DOC dan kualitas DOC.  Kualitas telur tetas dan DOC pada umur 40, 50 dan 60 minggu sebagai berikut : berat telur (g) adalah 60,47, 60,97 dan 63,60. Fertilitas (%) adalah : 97, 94, dan 79. Daya tetas (%) adalah : 94, 81, dan 75. Weight loss (%) adalah : 34, 39, dan 46. Uniformity DOC (%) adalah : 97, 91, dan 73. Kualitas DOC (%) adalah 91, 81, dan 63. Kesimpulan penelitian menunjukkan penggunaan induk sebagai parent stock umurnya tidak boleh melebihi 65 minggu karena sudah terjadi penurunan kualitas telur tetas dan DOC.Kata Kunci : umur induk, parent stock, layer.
Dampak Stres Pra dan Pasca Pemotongan Terhadap Profil Darah Sapi Simental Islami, Darajatun; Mubarakati, Nurul Jadid; Humaidah, Nurul
Jurnal Sains Peternakan Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Sains Peternakan Vol. 12 No. 2
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v12i2.10495

Abstract

Penanganan ternak sebelum dibawa ke Rumah Potong Hewan (RPH) dan perlakuan sebelum dipotong di RPH menentukan tingkat kesetresan ternak. Salah satu cara untuk mengetahui kondisi kesehatan hewan dapat dilakukan dengan melakukan pengamatan terhadap status hematologi. Tujuan penelitian adalah menganalisa dampak stres pra dan pasca pemotongan terhadap profil darah Sapi Simental. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi dengan analisis statistic deskriptif. Hasil yang didapatkan dihitung dengan uji t menggunakan software SPSS versi 27.0.1. Observasi meliputi proses penurunan ternak dari transportasi dan proses pemotongan ternak. Variabel yang diukur adalah kadar hemoglobin, nilai hematokrit dan jumlah eritrosit. Hasil analisis rerata uji t pada profil darah Sapi Simental yaitu, kadar Hb pra pemotongan tidak berbeda nyata (P>0,005) dengan pasca pemotongan. Kadar Hb pra pemotongan adalah 10.26 ± 1.71 g/dL dan pasca pemotongan 11.84 ± 3.19 g/dL. Hasil analisis rerata nilai hematokrit Sapi Simental pra pemotongan yaitu berbeda nyata (P<0.005) dengan pasca pemotongan. Nilai hematokrit pra pemotongan adalah 30.58 ± 5.27 % dan pasca pemotongan 42.13 ± 5.27 %. Hasil perhitungan rerata jumlah eritrosit Sapi Simental pra pemotongan yaitu berbeda nyata (P<0.005) dengan pasca pemotongan. Jumlah eritrosit pra pemotongan adalah 7.64 ± 0.91 /µl) dan pasca pemotongan 10.44 ± 1.42 /µl). Kesimpulan adalah profil darah Sapi Simental pra pemotongan berbeda dengan pasca pemotongan. Kadar Hemoglobin, Hematokrit, Eritrosit cenderung meningkat tetapi masih dalam kisaran normal. Ada tendensi Sapi Simental mengalami stress sebelum dilakukan pemotongan.
Pengaruh Pemberian Ampas Buah Merah (Pandanus conoideus) pada Air Minum terhadap Kinerja Pertumbuhan Ayam KUB-2 Ihsan, Muhammad; Humaidah, Nurul; Suryanto, Dedi
Jurnal Sains Peternakan Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Sains Peternakan Vol. 12 No. 2
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v12i2.10501

Abstract

Ampas Buah Merah adalah hasil samping dari pembuatan minyak buah merah. Ampas Buah Merah (ABM) memiliki kandungan antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas. Penelitian ABM pada ayam jarang dilakukan. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh pemberian ABM pada air minum ayam KUB-2 terhadap kinerja pertumbuhannya dan mengetahui dosis ABM terbaik. Metode penelitian adalah percobaan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diberikan ada 4 dengan 5 ulangan. Perlakuan adalah pemberian ABM dengan konsentrasi berbeda melalui air minum. Perlakuan adalah P0 = Kontrol (Tanpa ABM), P1 = 1% ABM, P2 = 2% ABM, P3 = 3% ABM. Materi penelitian adalah ayam KUB-2 umur 16 minggu sebanyak 60 ekor dan ABM. Variabel yang diukur adalah kinerja pertumbuhan meliputi konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan. Data yang diperoleh dianalisa dengan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberiaan ABM melalui air minum pada Ayam KUB 2 berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi pakan dan konversi pakan sedangkan pada pertambahan bobot badan berpengaruh nyata (P<0.05%). Rata-rata konsumsi pakan (gr/ekor) yaitu P0: 1870.60±32.99c, P1: 1778.13±12.95b, P2: 1742.93±8.61b, dan P3: 1627.60±13.08a. Rata-rata pertambahan bobot badan (gr/ekor) yaitu P0: 344.800±10.64a, P1: 354.000±15.49ab, P2: 367,200±10.03bc, dan P3: 371.400±10.21c. Rata-rata konversi pakan (gr/ekor) yaitu P0: 5.43±0,12d, P1: 5.03±0.20c, P2: 4.74±0.12b, dan P3: 4.38±0.10a. Kesimpulan adalah pemberian Ampas Buah Merah pada air minum berpengaruh terhadap kinerja pertumbuhan Ayam KUB 2 umur 16 minggu. Penggunaan Ampas Buah Merah dengan konsentrasi 3% memberikan kinerja pertumbuhan terbaik.
Pengaruh Pemberian Ampas Buah Merah (Pandanus conoideus) Pada Air Minum terhadap Aktivitas SOD dan Kadar MDA Ayam KUB-2 Noho, Siti Nurul Asma H.; Humaidah, Nurul; Suryanto, Dedi
Jurnal Sains Peternakan Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Sains Peternakan Vol. 12 No. 2
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v12i2.10517

Abstract

Ampas buah merah merupakan hasil ikutan dari pengolahan minyak atau sari Buah Merah yang mengandung antikosidan dan dapat menangkal radikal bebas. Tujuan  penelitian adalah untuk menganalisa pengaruh pemberian Ampas Buah Merah (ABM) pada air minum terhadap aktivitas SOD dan kadar MDA dan mengetahui dosis optimum ABM sebagai additive pada ayam KUB 2. Materi penelitian adalah ayam  KUB-2 umur 16 minggu sebanyak 60 ekor dan ABM. Metode penelitian  adalah metode percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan ada 4 dengan 5 ulangan. Perlakuan sebagai berikut : P0 = Kontrol (Tanpa pemberian ABM), P1 = 1% ABM pada air minum, P2 = 2% ABM, P3 = 3% ABM. Variabel yang diukur yaitu Superoxide Dismutase (SOD) dan Malondialdehid (MDA). Data yang diperoleh dianalisa dengan menggunakan uji ANOVA (Analysis of Variance) dan dilanjutkan dengan uji BNT untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ABM berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap aktivitas SOD dan kadar MDA. Adapun nilai rata-rata aktivitas SOD (mmol/L) setiap perlakuan yaitu P0 : 14,26±1,65a, P1 : 20,02±4,76a P2 : 33,95±0,71b dan P3 : 34,08±4,16b. Rata-rata kadar MDA (mmol/L) setiap perlakuan yaitu P0 : 32,21±6,44a, P1 : 28,72±8,54a, P2 : 19,78±1,34b dan P3 : 13,53±4,42b. Kesimpulan penelitian adalah bahwa pemberian Ampas Buah Merah (Pandanus conoideus) yang dicampurkan dengan air minum berpengaruh terhadap aktivitas SOD dan kadar MDA Ayam KUB 2. Dosis terbaik ABM yang disarankan adalah 2%.
PENGARUH PENGGUNAAN MINYAK LEMURU DAN JUS DAUN AFRIKA DALAM BERBAGAI LEVEL TERHADAP HEMATOLOGI AYAM PETELUR Afrizal, Ananda; Humaidah, Nurul; Suryanto, Dedi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak Lemuru adalah hasil limbah pengolahan ikan Lemuru dari proses pengalengan dan tepung ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan minyak ikan Lemuru dan jus daun Afrika terhadap hematologi ayam petelur. Materi yang digunakan yaitu minyak Ikan Lemuru, Daun Afrika, pakan dan ayam petelur fase pullet  umur 16-18 minggu berjumlah 27 ekor. Metode penelitian adalah metode eksperimen. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap faktorial (RALF) dengan 2 faktor percobaan dan 3 kali pengulangan. Variabel yang diamati ialah hematologi pada ayam petelur meliputi, hemoglobin, eritrosit dan hematokrit. Perlakuan adalah kombinasi pemberian minyak Ikan Lemuru dan jus Daun Afrika. Dosis minyak Ikan Lemuru dalam pakan adalah L0=Kontrol (tanpa minyak Ikan Lemuru), L1= minyak Ikan Lemuru 1,5%, L2= minyak Lemuru 3%, sedangkan dosis jud Daun Afrika dalam air minum adalah P0= Kontrol (tanpa pemberian jus Daun Afrika), A1= jus Daun Afrika 1mL, A2 = jus daun Afrika 10mL. Hasil diuji menggunakan uji two-way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi minyak ikan Lemuru dan jus Daun Afrika memberikan interaksi yang sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar hemoglobin ayam petelur. Kadar hemoglobin rata-rata (g/dL) adalah : L0A2=7,68, L0A1=7,85, L2A2=8,03, L1A2=8,40, L1A1=9,03, L2A1=9,08, L0A0=9,55, L1A0=12,17, L2A0=12,53. Pemberian campuran jus daun Afrika dan minyak Ikan Lemuru tidak berinteraksi (P>0,05) terhadap eritrosit ayam, akan tetapi masing-masing factor memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01). Rata-rata kadar eritrosi Minyak Lemuru (x10⁶/mm3) adalah : L0=2,38, L1=2,67, L2=2,91. Rata-rata kadar eritosit jus Daun Afrika (x10⁶ mm3) adalah A0=3,01, A1=2,57, A2=2,38. Penambahan jus Daun Afrika dan minyak Ikan Lemuru tidak berinteraksi (P>0,05) dengan nilai hematokrit. Rata-rata kadar hematokrit (%) adalah : L1A1=22,37, L0A0=22,50, L0A1=22,73, L2A0=22,9, L1A2=23,11, L2A1=23,18, L2A2=23,84, L1A0=24,23, L0A2=24,40. Kesimpulan penelitian adalah bahwa  Penambahan Minyak Lemuru memberikan pengaruh terhadap hemoglobin, tetapi tidak mempengaruhi terhadap kadar eritrosit dan hematokrit ayam petelur. Kadar Minyak Lemuru terbaik adalah 3% dalam fungsinya meningkatkan haemoglobin.Kata Kunci : Hematologi, Layer, Minyak lemuru, Daun Afrika
PERFORMA REPRODUKSI SAPI PERANAKAN FRIESIAN HOLSTEIN (PFH) DI DESA KEMIRI KECAMATAN JABUNG KABUPATEN MALANG Najib, Muhammad; Humaidah, Nurul; Sholikah, Nisa’us
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sapi peranakan Friesian Holstein (PFH) adalah salah satu jenis sapi perah di Indonesia yang berasal dari persilangan antara sapi Friesian Holstein dan sapi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk  menganalisis performa reproduksi sapi (PFH) di Desa kemiri Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. Penelitian dilakukan dengan membandingkan sapi PFH umur muda dan tua. Metode penelitian adalah survey. Data diperoleh langsung dari wawancara peternak serta mengamati kegiatan peternak guna mengetahui management pemeliharaan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Materi penelitian terdiri dari 51 ekor sapi PFH betina dengan rentang umur 3 – 7 tahun yang telah mengalami partus setidaknya 1 kali. Hasil penelitian menunjukkan lama hari post partum mating <60 hari sejumlah 13 ekor, persentase 25,49%, post partum mating 60 – 80 hari sejumlah 7 ekor, persentase 13,72%, dan post partum mating lebih dari 80 hari, berjumlah 31 ekor, persentase 60,79%. Days open <60 hari berjumlah 6 ekor, persemtase 11,77%,  Days open 60 – 90 hari berjumlah 5 ekor, persemtase 9,80%, Days open <90 hari berjumlah 40 ekor, persemtase 78,43%. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa performa reproduksi sapi PFH betina di Desa Kemiri tergolong kurang baik di tandai dengan  Post Partum Mating dan Days Open yang panjang.Kata Kunci : Sapi PFH, Days Open, Post Partum Mating
PERBEDAAN PENGENCER TRIS KUNING TELUR DAN SUSU SKIM TERHADAP MOTILITAS DAN RECOVERY RATE SEMEN BEKU SAPI LIMOUSIN DAN SIMMENTAL PADA UMUR BERBEDA Dwi Saputro, Randy; Humaidah, Nurul; Sumartono, Sumartono
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Sub Kelompok Produksi Semen, dan Pengembangan Inseminasi Buatan, di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Malang, berlangsung dari bulan Juni, sampai dengan Agustus tahun 2022.  Metode kuantitatif digunakan dengan data sekunder kualitas semen beku Sapi Limousin, dan Simmental di BBIB Singosari. Pengambilan data dilakukan menggunakan desain faktorial 2x2x2, yang mencakup taraf bangsa, taraf pengencer dan taraf umur.  Penelitian ini, dilakukan dengan 15 kali ulangan, yang terdiri dari 3 ekor sapi pejantan, dan diulang sebanyak 5 kali ejakulasi. Hasil perhitungan Analysis of Variance (ANOVA), bahwa tidak ada interaksi (P >0,05) taraf bangsa, umur, dan pengencer terhadap rerata PTM. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbandingan pengencer tris kuning telur (TKT) dengan susu skim terhadap post thawing motility (PTM), dan Recovery Rate (RR) semen beku Sapi Limousin,  dan Simmental dengan umur berbeda.  Hasil perhitungan Beda Nyata terkecil (BNT), menunjukkan semen beku Simmental yang menggunakan pengencer TKT tidak signifikan (P >0,05) pada kedua kelompok umur.  Hasil PTM Limousin yang menggunakan pengencer skim, terdapat perbedaan signifikan (P <0,05), dibandingkan dengan pengencer TKT pada kelompok umur 2- 4 tahun, dan umur 5 - 6 tahun. Perhitungan BNT rerata recovery rate (RR) Limousin berbeda signifikan(P <0,05) pada kelompok umur 2-4 tahun, dibandingan dengan kelompok umur 5 - 6 tahun. Sedangkan faktor pengencer berpengaruh signifikan (P <0,05) pada bangsa Simmental pada kedua kelompok umur.  Hasil penelitian, tidak ada interaksi taraf bangsa, umur, dan pengencer dengan rata-rata post-thawing motility. Interaksi taraf bangsa, umur dan pengencer terdapat pada persentase recovery rate. penggunaan pengencer Susu Skim dapat digunakan pada bangsa Limousin dan Simmental pada umur 2-4 tahun. Penggunaan pengencer tris kuning telur dapat digunakan pada semua kelompok umur Limousin dan Simmental.Kata Kunci :  post thawing motility, recovery rate, Limousin , Simmental
PENGARUH UMUR INDUKAN TERHADAP BREAKOUT INFERTIL DAN UN HATCH TELUR TETAS DI PERUSAHAAN PEMBIBITAN KOMERSIAL Ardianzah, Ferry; Humaidah, Nurul; Wadjdi, Farid
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang dilakukan. ini bertujuan untuk mengetahui. dan menganalisis umur induk terbaikdalam menghasilkan telur tetas yang berkulaitas. Kualitas telur tetas dapat dilihat berdasarkan persentase telur yang tidak menetas. Breakout infertil dan un hatch adalah salah satu cara menghitung persentase telur yang tidak menetas. Penelitian ini dilakukan di PT Intertama Trikencana Bersinar yang dilaksanakan pada 11 Oktober 2023 hingga 06 Februari 2024 di unit Ciambar, Sukabumi, Jawa Barat. Materi yang digunakan. pada penelitian ini adalah. telur tetas dengan induk strain Ross berumur 38, 40, dan 42 minggu. Jumlah telur. tetas. yang digunakan. sebanyak. 1.350 butir. dengan per-umur indukan 450 butir telur tetas. Metode yang digunakan. penelitian kali ini adalah. eksperimental. dengan metode Rancangan. Acak Lengkap. (RAL). Perlakuan adalah umur indukan. Ada 3 perlakuan yaitu P0: 38 minggu, P1: 40 minggu dan, P2: 42 minggu. Telur dari masing-masing perlakuan sebanyak 450 butir yang ditempatkan pada 3 tray masing-masing berisi 150 butir. Penelitian ini menghasilkan bahwa umur indukan tidak berpengaruh. nyata. (P>0,05) terhadap breakout infertil dan un hatch. Rataan breakout infertil pada indukan umur 38, 40 dan 42 minggu berturut-turut adalah 2,00%; 2,89% dan 3,56%. Sedangkan pada un hatch adalah 4,22%; 6,22% dan 6,22%. Kesimpulan penelitian adalah umur indukan dalam range puncak produksi yaitu 38, 40 dan 42 minggu masih memberikan hasil kualitas telur tetas yang baik dilihat dari persentase breakout infertil dan un hatch telur tetas.Kata Kunci : Umur indukan, telur tetas, breakout infertil, breakout un hatch
PENGARUH PEMBERIAN KULIT NANAS TERFERMENTASI TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT BADAN HARIAN, KONSUMSI PAKAN DAN EFISIENSI PAKAN Syarul Sanjaya, Adam; Humaidah, Nurul; Sholikah, Nisa’us
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pakan merupakan hal terpenting dalam usaha ternak domba karena sangat mempengaruhi hasil perkembangan dan pertumbuhan bobot serta kualitas daging yang domba. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisa pengaruh pemberian kulit nanas terfermentasi terhadap pertambahan bobot badan harian, konsumsi pakan, dan efisiensi pakan. Penelitian dilakukan selama 42 hari. Variabel yang diukur adalah Penambahan Bobot Badan Harian (PBBH), Konsumsi Pakan, Efisiensi Pakan. Metode penelitian adalah eksperimen. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjut dengan uji BNT (beda nyata terkecil). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kulit nanas terfermentasi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap PBBH dan Efesiensi Pakan tetapi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi pakan. Rataan PBBH (g/hari) adalah P0 : 16.53, P1 : 17.12, P2 : 17.43, P3 : 17.09, rataan konsumsi pakan (Kg) adalah P0 : 57.20, P1 : 57.94, P2 : 57.84, P3 : 57.20 dan efisiensi pakan (%) adalah P0 : 160,75b, P1 : 155,66a, P2 : 154,45a, P3 : 157,55a. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian kulit nanas terfermentasi sampai 15 % dari proporsi pakan hijauan domba tidak berpengaruh terhadap PBBH dan efisiensi pakan tetapi dapat mengurangi konsumsi pakan pada domba ekor tipis.Kata Kunci : Domba Lokal, Kulit Nanas, fermentasi, pakan
HUBUNGAN TEMPERATURE DAN HUMIDITY PADA KANDANG TERHADAP KUALITAS SEMEN SEGAR SAPI POTONG DI BALAI BESAR INSEMINASI BUATAN SINGOSARI Aria Putra, Niko; Humaidah, Nurul; Sumartono, Sumartono
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi temperature dan humidity serta menganalisis hubungan temperature dan humidity pada kandang terhadap kualitas semen segar Sapi potong di Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari. Materi dalam penelitian ini adalah 10 ekor Sapi Simental dan 10 ekor Sapi Limousin berusia 2 sampai 7 tahun. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi kasus. Analisa data menggunakan analisis koefisien korelasi dan regresi linier berganda. Pengambilan data dan penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 15 Oktober sampai 15 November tahun 2024 di Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari. Variabel penelitian adalah data sekunder berupa data kualitas pengujian motilitas individu, konsentrasi,dan volume semen segar sapi potong Simental dan Limousin, serta data pengukuran suhu dan kelembaban pada kandang ternak sapi potong di Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa faktor suhu dan kelembaban mempengaruhi motilitas individu hanya 1,8% dengan nilai R 0,133 yang artinya koefisien korelasi sangat rendah , konsentrasi hanya 1,2% dengan nilai R 0,108 yang artinya koefisien korelasi sangat  rendah  dan volume hanya 6,4% dengan nilai R 0,254 yang artinya koefisien korelasi rendah.Kesimpulan pada penelitian ini adalah temperature dan humidity mempunyai keeratan hubungan yang rendah terhadap motilitas individu, konsentrasi dan volume semen segar Sapi Limosin dan Simental  hal ini dikarenakan suhu dan kelembaban pada kandang sapi potong di Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari berada pada ambang batas normal Berdasarkan hasil yang peroleh dapat disarankan, suhu dan kelembaban ideal untuk kandang adalah 24,11ºC dan 67,06% dan diperlukan penelitian lebih lanjut dengan menambah jumblah pengukuran suhu untuk mengetahui interval cekaman panas pada kandang.Kata kunci: Sapi potong; suhu; kelembaban; kualitas semen segar 
Co-Authors A Setiyono AA Sudharmawan, AA Abdul Haliq Abdul Wadud Wahab Hasbullah Ach. Bagus Adhiluhung Mardhotillah Achmad Yusuf Adriani Adriani Afiatul Hamidah Afidhatul Masruroh Afrizal, Ananda Agus Efendi Ahmad Uzairon Alfachrozi Ali Fatul Ulfah Alwin Fitroh Yovananta Andi Hasan Aprilia Khusnul Khotimah Ardianzah, Ferry Aria Putra, Niko Audrey Erlianti Awwalia, Luthfi Ayu Rahmanda Ayulia Sofianingsih Azwar Bahi Azzumar, Abdul Aziz Basar, Hairil Bibit Pranoto Budi Irwanto JF Chrisna Irfandy Daniel Happy Putra Dastian Rifana Dede Saputra Dedi Suryanto Dedy Suryanto Desita Ismayasari Desy Dwi Setyaningrum Devanti, Adelita Dwi Cahyono Putra Dwi Priyo Utomo Dwi Saputro, Randy Dwisetyawati, Defy Elsa Tsaniyatul Mubarokah Fachruddin, Farhan Gusti Fadli, Cahya Ana Farid Wajdi Fatimatuzzahro Muharromah Fauzi, Muhammad Rifki Feri Widodo Feri Widodo Firman Dwi Arisandi Fitriyah Fitriyah Fitriyah, Shobihatul Freih Jailani Halimah Halimah Hariyanto, Muhammad Arizky Akbar Helmi Adieryansyah Hikmahsari Purna Putri Imam Suprayitno Ina Dwi Istiqomah Indra Gunawan Inggit Kentjonowati Inggit Kentjonowaty Inggit Kentjonowaty Inggit Irawati Dinasari Retnaningtyas Islami, Darajatun Istiqomah, Faikotul Istiqomah, Ina Dwi Johan Sumarsono Kamelia Oktafiyanti Khairul Amali Khofifa Ramadhani Kholifatul Fitri Asfarina Kushariyanto Lailatul Maslikha Lilasaidah Munawaroh Lukman Prasetiyo Lutfi Hakim M Khusnul Khuluq M Rifky M. Walad Alfadlilatul Ma’rifah, Shofia Jannatul Mahardhika, Brahmadhita Pratama Mahayu Hikmatul Haq Mardhotilah, Achmad Bagus Adhiluhung Maulana Azka Mahogra Miftahul Ashar Minan Nur Rochman Moch Fikri Romadhoni Mochammad Bahrudin Moh Fariz Abdillah Moh. Toib Moh. Zainul Arifin Mohammad Jamaludin Mohammad Zakariyyah Mubarokah, Elsa Tsaniyatul Mudawamah Mudawamah Muhamad Badrul Ihsan Muhammad Farid Wadjdi Muhammad Fauzi Muhammad Ihsan Muhammad Ihsan Muhammad Muizzhuddin Muhammad Najib Muhammad Rahul Khadafi Musdalifah, Faigah Muzayyin Ilmana Muzayyin Ilmana Nadiah Nurhaliza Nahdlatul Ummah Nanang Hariyanto Ninik Masruro Nisa’us Sholikah Noho, Siti Nurul Asma H. Nurrahman, Abidi Zaky Nurul Jadid Mubarokati Oktavia Rahayu Puspitarini Oktavia Rahayu Puspitarini Rahmatulloh, Ayung Retnaningtyas, irawati Dinasari Rio Dwi Sandriono Riyadi riyadi Rizki Ramadhani setyawan Rizki rizki Rodli, Muhammad Hilman Saiful Rijal Saifulloh, Rafie Achmad Sari, Ayu Mufidah Kartika Septi Haryadi Septi Heryana Cahyani Setyaningrum, Desy Dwi Setyo, Nurhadi Sholikah, Nisa’us Siti Nurul Asma H. Noho Sri Sulistyowati Sri Susilowati Sri Susilowati Sri Susilowati Sri Wahyuni Suci Lestari Sumartono Sumartono . Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Sunaryo Sunaryo Sunaryo Sunaryo Syahdan syahdan Syarul Sanjaya, Adam Taufiq Ridwan Musaffak Umi Kalsum Umi Kalsum Unung Lesmanah USMAN ALI Usman Ali Usman Ali Vina Anisa Rokhim Wadjdi, Farid Wahyu Rizky Ananda, Bintang Wenny Nur Azizahi Widarko, Agus Yazirin, Cepi Yena Arifa Yena Arifa Yogi Dwi Nugroho Yuda Arlansyah Yulianti Yulianti Yunus Ansori Purwanto, Maulana Yustian Dwi Cahyo Zainur Udin Zakariyyah, Mohammad