Claim Missing Document
Check
Articles

PERBEDAAN PENGENCER TRIS KUNING TELUR DAN SUSU SKIM TERHADAP MOTILITAS DAN RECOVERY RATE SEMEN BEKU SAPI LIMOUSIN DAN SIMMENTAL PADA UMUR BERBEDA Dwi Saputro, Randy; Humaidah, Nurul; Sumartono, Sumartono
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Sub Kelompok Produksi Semen, dan Pengembangan Inseminasi Buatan, di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Malang, berlangsung dari bulan Juni, sampai dengan Agustus tahun 2022.  Metode kuantitatif digunakan dengan data sekunder kualitas semen beku Sapi Limousin, dan Simmental di BBIB Singosari. Pengambilan data dilakukan menggunakan desain faktorial 2x2x2, yang mencakup taraf bangsa, taraf pengencer dan taraf umur.  Penelitian ini, dilakukan dengan 15 kali ulangan, yang terdiri dari 3 ekor sapi pejantan, dan diulang sebanyak 5 kali ejakulasi. Hasil perhitungan Analysis of Variance (ANOVA), bahwa tidak ada interaksi (P >0,05) taraf bangsa, umur, dan pengencer terhadap rerata PTM. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbandingan pengencer tris kuning telur (TKT) dengan susu skim terhadap post thawing motility (PTM), dan Recovery Rate (RR) semen beku Sapi Limousin,  dan Simmental dengan umur berbeda.  Hasil perhitungan Beda Nyata terkecil (BNT), menunjukkan semen beku Simmental yang menggunakan pengencer TKT tidak signifikan (P >0,05) pada kedua kelompok umur.  Hasil PTM Limousin yang menggunakan pengencer skim, terdapat perbedaan signifikan (P <0,05), dibandingkan dengan pengencer TKT pada kelompok umur 2- 4 tahun, dan umur 5 - 6 tahun. Perhitungan BNT rerata recovery rate (RR) Limousin berbeda signifikan(P <0,05) pada kelompok umur 2-4 tahun, dibandingan dengan kelompok umur 5 - 6 tahun. Sedangkan faktor pengencer berpengaruh signifikan (P <0,05) pada bangsa Simmental pada kedua kelompok umur.  Hasil penelitian, tidak ada interaksi taraf bangsa, umur, dan pengencer dengan rata-rata post-thawing motility. Interaksi taraf bangsa, umur dan pengencer terdapat pada persentase recovery rate. penggunaan pengencer Susu Skim dapat digunakan pada bangsa Limousin dan Simmental pada umur 2-4 tahun. Penggunaan pengencer tris kuning telur dapat digunakan pada semua kelompok umur Limousin dan Simmental. Kata Kunci :  post thawing motility, recovery rate, Limousin , Simmental
PENGARUH PEMBERIAN MINYAK LEMURU DAN JUS DAUN AFRIKA TERHADAP HEMATOLOGI DARAH BURUNG PUYUH Rahmatulloh, Ayung; Humaidah, Nurul
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Burung Puyuh merupakan salah satu jenis unggas yang telah banyak dibudidayakan di Indonesia terutama untuk diambil telur dan dagingnya. Produktivitas Burung Puyuh akan berjalan optimal apabila nutrisi yang diberikan cukup. Belakangan ini permintaan produk unggas yang tinggi omega-3 meningkat, karena dipercaya memberikan efek positif pada otak, sistem jantung dan pembuluh darah. Pemberian Minyak Lemuru pada pakan dapat meningkatkan omega 3, tetapi berakibat meningkatkan radikal bebas. Pendekatan yang digunakan dalam mengatasi masalah ini dapat menggunakan bahan-bahan alami yang tinggi antioksidan seperti Daun Afrika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian Minyak Lemuru dan jus Daun Afrika terhadap hematologi darah Burung Puyuh. Metode penelitian ini adalah metode experimen. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan acak Lengkap Faktorial (RALF) dengan 2 faktor percobaan dan 3 kali pengulangan. Perlakuan penelitian terdiri dari P0=pakan tanpa campuran Minyak Lemuru dan jus Daun Afrika, P1=pakan dengan campuran 3% Minyak Lemuru dan 4 ml jus Daun Afrika pada air minum, P2=pakan dengan campuran 3 % Minyak Lemuru dan  6ml jus Daun Afrika pada air minum. Variabel penelitian yang diamati ialah hematologi pada Burung Puyuh meliputi eritrosit dan leukosit. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan  Minyak Lemuru, jus Daun Afrika dan kombinasi tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap jumlah eritrosit dan leukosit Burung Puyuh. Pemberian Minyak Lemuru 3% Rata-rata eritrosit 10,5 x 106/mm³ dan Leukosit 21,4 x 10³/mm³. Pemberian Jus Daun Afrika 6 ml rata-rata eritrosit 10,8 x 106/mm³ dan leukosit 46,6 x 10³/mm³. Kesimpulan adalah untuk meningkatkan omega 3 pada Burung Puyuh dapat ditambahkan Minyak Lemuru 3%. Kata kunci: Burung Puyuh; Minyak Lemuru; Daun Afrika; hematologi
MESIN PENCACAH RUMPUT PAKAN TERNAK UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KELOMPOK TERNAK Lesmanah, Unung; Yazirin, Cepi; Humaidah, Nurul
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26588

Abstract

Abstrak Ternak kambing merupakan salah satu komoditi potensial untuk memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas kelompok ternak mitra melalui pemahaman manajemen pemeliharaan, teknologi pakan, dan pemasaran. Permasalahan yang dihadapi meliputi kurangnya pemahaman manajemen pemeliharaan ternak, peralatan produksi pakan yang belum menggunakan teknologi, serta minimnya pemahaman tentang ternak yang higienis. Metode yang digunakan adalah sosialisasi, pelatihan digital marketing, pelatihan manajemen kesehatan ternak, dan rancang bangun mesin pencacah rumput. Mitra pengabdian ini adalah Kelompok Ternak Rojokoyo Tentrem di Desa Sumberejo Poncokusomo, Malang, yang terdiri dari 10 orang peternak. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peternak tentang manajemen pemeliharaan dan kesehatan ternak sebesar 40%, masalah pemasaran meningkat 30%, serta produktivitas ternak meningkat 30% berkat penggunaan mesin pencacah rumput. Dengan demikian, pengabdian ini berhasil meningkatkan pemahaman dan produktivitas kelompok ternak mitra.Abstract: Goats are one of the potential commodities to fulfill the animal protein needs of the community. This community service aims to increase the productivity of partner livestock groups through understanding maintenance management, feed technology, and marketing. The problems faced include a lack of understanding of livestock maintenance management, feed production equipment that has not used technology, and a lack of understanding of hygienic livestock. The methods used are socialization, digital marketing training, livestock health management training, and design of grass chopping machines. The partner of this service is the Rojokoyo Tentrem Livestock Group in Sumberejo Poncokusomo Village, Malang, which consists of 10 farmers. Evaluation results showed an increase in farmers' knowledge of livestock maintenance and health management by 40%, marketing problems increased by 30%, and livestock productivity increased by 30% thanks to the use of grass chopping machines. Thus, this service succeeded in increasing the understanding and productivity of the partner livestock groups. 
Optimalisasi Manajemen Pemeliharaan Ternak Sapi Potong Dengan Membuat Amoniasi Jerami Kushariyanto; Umi Kalsum; Nurul Humaidah
Indonesian Journal of Research and Service Studies Vol. 1 No. 9 (2024): Indonesian Journal of Research and Service Studies
Publisher : Jujurnal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/stkfpw60

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan manajemen pemeliharaan ternak sapi potong dengan memanfaatkan teknologi amoniasi jerami guna meningkatkan ketahanan pakan pada musim kemarau. Studi ini dilakukan dengan metode kualitatif melalui pendekatan studi literatur (library research). Fokus utama adalah pada pemilihan bibit sapi potong, manajemen perkandangan, dan pemanfaatan pakan ternak. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat kepada Kelompok Ternak Lembu Andini di Dusun Glatik, Kabupaten Malang, masyarakat diberikan sosialisasi mengenai manajemen pemeliharaan sapi potong yang baik, serta teknik pembuatan amoniasi jerami padi untuk meningkatkan kualitas pakan. Amoniasi jerami padi dianggap sebagai solusi yang murah dan mudah untuk mengatasi kekurangan pakan pada musim kemarau, di mana jerami padi yang kaya selulosa dapat diolah menjadi pakan dengan kandungan gizi yang lebih baik. Hasil praktikum menunjukkan bahwa pembuatan amoniasi jerami dapat meningkatkan kandungan protein jerami, sehingga layak dijadikan pakan ternak. Pelatihan ini tidak hanya memberi manfaat langsung bagi anggota kelompok ternak, tetapi juga memberikan pemahaman baru dalam mengelola pakan ternak yang lebih efisien dan berkelanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok dalam manajemen pemeliharaan sapi potong serta pemanfaatan pakan alternatif yang lebih bergizi.
Optimasi Fungsi Unit Bisnis Madu Tawon Alas Lereng Semeru Melalui Penguatan Partisipatif dan Kolaboratif Petani dan Lembaga Lokal Desa Wringinanom Poncokusumo Zakariyyah, Mohammad; Humaidah, Nurul; Istiqomah, Ina Dwi
TRI DHARMA MANDIRI: Dissemination and Downstreaming of Research to the Community (Journal of Community Engagement) Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : SMONAGENES Research Center, Univeritas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtridharma.2021.001.02.76

Abstract

ABSTRAK Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan mengoptimalkan unit bisnis madu tawon alas Lereng Semeru melalui penguatan partisipasif dan kolaboratif petani dan lembaga lokal Desa Wringinanom Poncokusumo Kabupaten Malang. Program pengabdian dilakukan pada bulan Juli sampai September 2021. Metode program pengabdian adalah partisipatif dan kolaboratif. Tahapan kegiatan ini yaitu peningkatan kontinuitas produksi madu tawon alas, peningkatan kapasitas unit bisnis madu tawon alas dan penyiapan unit bisnis madu tawon alas sebagai embrio BUMDES. Hasil pengabdian ini adalah produksi madu tawon alas meningkat 1,5 kg/stup/siklus produksi, aktivitas di unit bisnis 2-3 produksi/minggu, unit bisnis madu tawon alas sudah establish dengan tempat, struktur organisasi dan sistem kinerja yang tersandar, kelompok petani madu berkembang di dua dusun yaitu Dusun Simpar dan Kunci selain di Dusun Besuki sebagai tempat unit bisnis. Kerjasama mitra bisnis dan pemasaran dengan P2KIB Unisma dan PT Kembang Joyo sudah terealisasi , partisipasi masyarakat maupun lembaga masyarakat lokal lain seperti PKK, BPD dan Karang taruna meningkat dalam membantu pemasaran madu di unit bisnis madu tawon alas. Kesimpulan adalah optimasi unit bisnis madu tawon alas Lereng Semeru berjalan dengan baik karena terjadi sinergitas koordinasi unit bisnis dan lembaga lokal desa sehingga siap menjadi embrio bagian BUMDES dan tulang punggung sarana pemberdayaan masyarakat Desa Wringinanom Poncokusumo Kabupaten Malang.
Analisis Manajemen Breeding Sapi Madura Betina Grade 1 dan 2 Berbasis Kearifan Lokal di Wilayah Sumber Bibit Pamekasan Sari, Ayu Mufidah Kartika; Mudawamah; Humaidah, Nurul
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 13 No. 3 (2025): September
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v13i3.16844

Abstract

This study aims to determine the management of Madura cows, grades 1 and 2, based on local wisdom in the breeding source area of Waru Subdistrict, Pamekasan Regency. The method used was a case study. Data were obtained through direct interviews with 36 farmers who met the following criteria: keeping at least 2 Madura cows of grade 1 and 2 females, cattle aged 24-36 months, in good health, who had given birth, and who were not pregnant. Data were analyzed using the Chi-Square Test and was analyzed descriptively.. The results showed that the breeding management aspects of feed, housing, and mating systems for grade 1 and 2 cows were not significantly different (P>0.05). However, on average, grade 1 breeding management tended to be better than grade 2. Average forage feeding was 29.89±1.65 kg/head/day (grade 1) and 25.06±1.81 kg/head/day (grade 2). The mean supplementary feeding of Tajin was 3.11 kg/head/day (grade 1) and 2.06 kg/head/day (grade 2). Grade 1 (88.89%) and grade 2 (72.22%) farmers used wood-based stage cages with tile roofs and areas, as specified by SNI. Natural mating was the leading choice of grade 1 (68.42%) and grade 2 (64.71%) breeders. In comparison, Artificial Insemination was the leading choice of grade 1 (31.58%) and grade 2 (35.29%) breeders. The study concluded that the components of grade 1 and 2 breeding management, based on local wisdom, are similar; however, there are differences in the quantity of treatment. The forage feed management aspect of grade 1 was 16.15% higher than grade 2. Supplementary feed Tajin grade 1 was 33.76% more than grade 2. The majority of grade 1 and 2 farmers used wood-based stage cages with tile roofs, and the area was by SNI. The ratio of the natural breeding system in grade 1 and grade 2 was 7.68%, and the AI was 19.99%.
Variasi Fenotipe dan Profil Morfometri Sapi Madura Betina pada Berbagai Grade di Wilayah Sumber Bibit Kabupaten Pamekasan Musdalifah, Faigah; Mudawamah; Humaidah, Nurul
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 13 No. 3 (2025): September
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v13i3.16845

Abstract

This study aimed to analyze the phenotypic variation and morphometric profiles of female Madura cattle across different grades in the breeding source area of Pamekasan Regency. A case study method was employed using a purposive sampling technique, involving 120 female Madura cattle aged 30–36 months, healthy, and non-pregnant. Data on qualitative phenotypic traits and morphometric profiles (shoulder height, body length, and chest girth) were analyzed using Chi-square and Q–Q Plot tests. The results showed that the phenotypic variation of female Madura cattle across grades did not differ significantly from the Indonesian National Standard (SNI) for Madura cattle (P > 0.05). The percentages of phenotypic conformity to the SNI in grades 1, 2, and 3 were 96.67%, 95.24%, and 93.75%, respectively, while non-conformities were 3.33%, 4.76%, and 6.75%. Morphometric profiles were also consistent with the SNI without significant differences (P > 0.05). However, the mean morphometric values tended to be slightly higher—by 1.72–3.69%—compared to the SNI standard. The Q–Q Plot analysis indicated that morphometric data of female Madura cattle across all grades were normally distributed, with grade 1 showing greater variation than grades 2 and 3.
IbM Peternakan Kambing Yang Memanfaatkan Limbah Pembuatan Tempe Junrejo Batu Widarko, Agus; Humaidah, Nurul
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v1i1.1480

Abstract

Program Iptek bagi masyarakat (IbM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok peternak kambing dalam berbagai aspek produksi dan manajemen peternakan kambing secara intensif yang mengacu pada panca usaha peternakan yaitu penggunaan bibit atau bakalan kambing yang unggul, pemberian pakan yang cukup dan berkualitas,perkandangan dan manajemen pemeliharaan yang baik, sistem perkawinan dan perkembangbiakan yang tepat, sistem pencegahan dan pengobatan penyakit dengan benar serta pemasaran produksi yang menguntungkan. Target khusus yang ingin dicapai dalam program IbM ini peternak kambing dapat memanfaatkan limbah industri pembuatan tempe yang difermentasi dahulu untuk meningkatkan kualitas pakan sebagai pengganti pakan konsentrat kambing sekaligus menjaga lingkungan yang asri dengan sistem tiga strata pada lahan pertanian dan pemupukan menggunakan pupuk organikdari kompos kotoran kambing yang menyuburkan tanah. Untuk mencapai tujuan dan target program IbM ini, maka tim pengusul program IbM Unisma menggunakan metode penyuluhan, demo plot fermentasi pakan, reboisasi, pembinaan dan pendampingan usaha. Program IbM ini mendapatkan respon masyarakat peternak kambing yang senantiasa proaktif dalam semua kegiatan penyuluhan, pembinaan, demo plot dan pendampingan usaha. Peternakan kambing telah diusahakan secara terpadu dengan industri tempe yang dimilikinya selama hampir 8 tahun. Pengadaan kambing dibeli dari peternak lain atau pasar hewan tidak diseleksi secara tepat, kandang panggung lantai berlubang sehingga feses tidak mengotori bulu, perkawinan kambing masih inbreeding. Pakan berupa hijauan segar secara ad libitum dan konsentrat limbah pembuatan tempe berupa kulit biji kedelai dan air rendamannya. Pemanfaatan limbah ini dapat meningkatkan PBB kambing sebesar 45 g/ekor/hari dan memberikan Peternak mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dengan memperbaiki manajemen produksi peternakan kambing secara intensif menggunakan bahan pakan lokal dari limbah pembuatan tempe dicampur kulit bekatul dan onggok yang difermentasi dahulu agar lebih berkualitas, bergizi dan palatabel yang dapat meningkatkan produktifitas ternak yang berdampak pendapatan dan keuntungan peternak bertambah. Luaran program IbM ini adalah metode fermentasi limbah industri tempe kulit biji kedelai, formulasi pakan konsentrat dari bahan pakan lokal dan artikel jurnal
IbM Kelompok Bisnis Peternakan Kambing Dan Domba Sebagai Hewan Qurban Dan Aqiqohan Di Karangbesuki, Sukun, Malang Ali, Usman; Sumartono, Sumartono; Humaidah, Nurul
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v1i2.1515

Abstract

Bisnis peternakan kambing dan domba sebagai hewan qurban dan aqiqohan secara intensif dapat mendatangkan pendapatan dan keuntungan besar bagi peternak.Tujuan program Ipteks bagi masyarakat (IbM) ini untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peternak dalam berbagai bidang agrobisnis yaitu  pemeliharaan kambing – domba, strategi pengadaan dan pemberian pakan berkualitas, penghijauan lahan sistem tiga strata, manajemen produksi dan sistem pemasaranyang tepat. Program IbM ini menggunakan beberapa metode yang dilakukan secara bertahap yaitusosialisasi dan perijinan, penyuluhan, demo plot, pembinaan dan konsultasi serta pendampingan usaha. Hasil program IbM ini menunjukkan bahwa peternak kambing-domba antusias sekali dalam mengikuti semua kegiatan baik penyuluhan, pembinaan, demo plot dan pendampingan usaha. Pengadaan bakalan kambing domba sudah diseleksi, manajemen pemeliharaan ternak semi intensif menggunakan kandang beralaskan ayaman kayu bambu, pengadaan hijauan pakan secara liar berupa hijauan lamtoro, sengon dan perdu, peternak sedikit membudidayakan hijauan pakan. Kendala peternak yaitu tidak mempunyai copper pemotong hijauan ramban sehingga pakan banyak tercecer, selain itu tidak ada program penanganan penyakit dengan baik, namun sistem pemasaran hewan qurban dan aqiqohan kambing domba sudah baik. Kesimpulan program IbM ini yaitu beberapa peternak sudah melakukan pengendalian produksi dengan melaksanakan sapta usaha peternakan dengan baik. Disarankan pemanfaatan lahan kosong untuk tanaman leguminosa dan rumput gajah dan dicopping terlebih dahulu, pemberian obat cacing harus terprogram 2-3 kali/ tahun dan pemberian obat kudis seperti WORMECTIN disuntikkan pada ternak yang kudisan
TUDI KASUS KEBERHASILAN INSEMINASI BUATAN INDUK SAPI PFH DENGAN RIWAYAT ABORTUS KARENA PENYAKIT MULUT DAN KUKU Fauzi, Muhammad Rifki; Humaidah, Nurul; Suryanto, Dedi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 2 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa keberhasilan inseminasi buatan (IB) induk sapi PFH dengan riwayat abortus karena penyakit mulut dan kuku (PMK). Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data dari hasil survey keberhasilan IB induk sapi PFH dengan riwayat abortus karena PMK sebanyak 30 ekor. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Kriteria sampel berupa induk sapi PFH yang sembuh dari PMK, pernah bunting dan kemudian abortus karena PMK. Metode penelitian adalah metode studi kasus. Data yang diperoleh diuji dengan Uji t berpasangan yaitu membandingkan keberhasilan IB induk sapi PFH sebelum dan sesudah PMK dengan riwayat abortus. Variabel yang diamati terdiri dari Service per Conception (S/C) dan Conception Rate (CR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai S/C dan CR  Sapi PFH sebelum PMK berbeda sangat nyata ( P > 0.01) dengan setelah PMK. Rata-rata nilai S/C setelah PMK yaitu 1.53 lebih tinggi daripada sebelum PMK yaitu 1.07. Nilai Rataan CR setelah PMK lebih rendah yaitu 60% dari sebelum PMK yaitu 93%. Kesimpulan penelitian ini yaitu efisiensi reproduksi sapi perah PFH dengan riwayat abortus karena PMK berbeda dengan sebelum PMK. Nilai SC dan CR lebih bagus sebelum PMK dibandingkan setelah PMK. Saran dari penelitian ini adalah bahwa peternak sebaiknya lebih memperhatikan manajemen pemeliharaan ternak khususnya pada tata laksana reproduksi yang meliputi kondisi kesehatan reproduksi ternak setelah abortus dan pencegahannyaKata kunci: ib, abortus, pmk, s/c, cr.
Co-Authors A Setiyono AA Sudharmawan, AA Abdul Haliq Abdul Wadud Wahab Hasbullah Ach. Bagus Adhiluhung Mardhotillah Achmad Yusuf Adriani Adriani Afiatul Hamidah Afidhatul Masruroh Afrizal, Ananda Agus Efendi Ahmad Uzairon Alfachrozi Ali Fatul Ulfah Alwin Fitroh Yovananta Andi Hasan Aprilia Khusnul Khotimah Ardianzah, Ferry Aria Putra, Niko Audrey Erlianti Awwalia, Luthfi Ayu Rahmanda Ayulia Sofianingsih Azwar Bahi Azzumar, Abdul Aziz Basar, Hairil Bibit Pranoto Budi Irwanto JF Chrisna Irfandy Daniel Happy Putra Dastian Rifana Dede Saputra Dedi Suryanto Dedy Suryanto Desita Ismayasari Desy Dwi Setyaningrum Devanti, Adelita Dwi Cahyono Putra Dwi Priyo Utomo Dwi Saputro, Randy Dwisetyawati, Defy Elsa Tsaniyatul Mubarokah Fachruddin, Farhan Gusti Fadli, Cahya Ana Farid Wajdi Fatimatuzzahro Muharromah Fauzi, Muhammad Rifki Feri Widodo Feri Widodo Firman Dwi Arisandi Fitriyah Fitriyah Fitriyah, Shobihatul Freih Jailani Halimah Halimah Hariyanto, Muhammad Arizky Akbar Helmi Adieryansyah Hikmahsari Purna Putri Imam Suprayitno Ina Dwi Istiqomah Indra Gunawan Inggit Kentjonowati Inggit Kentjonowaty Inggit Kentjonowaty Inggit Irawati Dinasari Retnaningtyas Islami, Darajatun Istiqomah, Faikotul Istiqomah, Ina Dwi Johan Sumarsono Kamelia Oktafiyanti Khairul Amali Khofifa Ramadhani Kholifatul Fitri Asfarina Kushariyanto Lailatul Maslikha Lilasaidah Munawaroh Lukman Prasetiyo Lutfi Hakim M Khusnul Khuluq M Rifky M. Walad Alfadlilatul Ma’rifah, Shofia Jannatul Mahardhika, Brahmadhita Pratama Mahayu Hikmatul Haq Mardhotilah, Achmad Bagus Adhiluhung Maulana Azka Mahogra Miftahul Ashar Minan Nur Rochman Moch Fikri Romadhoni Mochammad Bahrudin Moh Fariz Abdillah Moh. Toib Moh. Zainul Arifin Mohammad Jamaludin Mohammad Zakariyyah Mubarokah, Elsa Tsaniyatul Mudawamah Mudawamah Muhamad Badrul Ihsan Muhammad Farid Wadjdi Muhammad Fauzi Muhammad Ihsan Muhammad Ihsan Muhammad Muizzhuddin Muhammad Najib Muhammad Rahul Khadafi Musdalifah, Faigah Muzayyin Ilmana Muzayyin Ilmana Nadiah Nurhaliza Nahdlatul Ummah Nanang Hariyanto Ninik Masruro Nisa’us Sholikah Noho, Siti Nurul Asma H. Nurrahman, Abidi Zaky Nurul Jadid Mubarokati Oktavia Rahayu Puspitarini Oktavia Rahayu Puspitarini Rahmatulloh, Ayung Retnaningtyas, irawati Dinasari Rio Dwi Sandriono Riyadi riyadi Rizki Ramadhani setyawan Rizki rizki Rodli, Muhammad Hilman Saiful Rijal Saifulloh, Rafie Achmad Sari, Ayu Mufidah Kartika Septi Haryadi Septi Heryana Cahyani Setyaningrum, Desy Dwi Setyo, Nurhadi Sholikah, Nisa’us Siti Nurul Asma H. Noho Sri Sulistyowati Sri Susilowati Sri Susilowati Sri Susilowati Sri Wahyuni Suci Lestari Sumartono Sumartono . Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Sunaryo Sunaryo Sunaryo Sunaryo Syahdan syahdan Syarul Sanjaya, Adam Taufiq Ridwan Musaffak Umi Kalsum Umi Kalsum Unung Lesmanah Usman Ali USMAN ALI Usman Ali Vina Anisa Rokhim Wadjdi, Farid Wahyu Rizky Ananda, Bintang Wenny Nur Azizahi Widarko, Agus Yazirin, Cepi Yena Arifa Yena Arifa Yogi Dwi Nugroho Yuda Arlansyah Yulianti Yulianti Yunus Ansori Purwanto, Maulana Yustian Dwi Cahyo Zainur Udin Zakariyyah, Mohammad