Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN DIMENSI MUTU PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS RUMBIA KABUPATEN LAMPUNG TENGAH I Gusti Made Yoga Astawa; Samino Samino; Dina Dwi Nuryani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 1, No 3 (2012): Volume 1 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v1i3.333

Abstract

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran dan kesehatan perlu diiringipeningkatan kemampuan manajemen, kepemimpinan dan pengorganisasian kesehatan.Pendekatan mutu pelayanan dan kepuasan pasien menjadi salah satu strategi pentingyang tidak bisa diabaikan oleh para penentu kebijakan. Dimensi mutu pelayanan adalahTangible, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy. Kepuasan pasiendipengaruhi kinerja pelayanan kesehatan yang diperolehnya setelah pasienmembandingkan dengan apa yang diharapkannya. Tujuan penelitian ini adalahdiketahuinya hubungan dimensi mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien diPuskesmas Rumbia Kabupaten Lampung Tengah 2012.Jenis penelitian ini survey analitik dengan rancangan cross sectional. Populasiadalah pasien Puskesmas Rumbia. Jumlah sampel ditetapkan dengan teknikproportionate stratified sampling sebanyak 100 sampel, dan pengambilan sampeldilakukan dengan teknik sampling accidental. Pengumpulan data melalui wawancaraterpimpin berpedoman pada kuisioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisayang digunakan adalah analisa gap, analisa univariat, dan analisa bivariat dengan uji chisquare.Hasil penelitian, dimensi mutu pelayanan dinilai baik lebih dari separuh respondenyaitu Assurance (56%), Empathy (53%), Reliability (51%), sedangkan Tangible, danResponsiveness dinilai tidak baik lebih dari separuh responden (58% dan 52%). Gappersepsi dan harapan adalah -0,731. Sebagian besar (73%) pasien di Puskesmas Rumbiatidak puas terhadap mutu pelayanan yang diberikan. Ada hubungan antara dimensitangible (p-value=0,019), reliability (p-value=0,002), responsiveness (p-value=0,001),assurance (p-value=0,001), empathy (p-value=0,000) dengan kepuasan pasien.Disarankan agar masyarakat secara berkala memberikan masukan terhadappenyelenggaraan pelayanan, Puskesmas Rumbia agar meningkatkan kebersihan,dimulainya pelayanan tepat waktu, SPM dan SOP disosialisasikan kepada staf, membuatdan menyepakati nilai/norma organisasi, akademisi agar memberi sumbangsih keilmuankepada unit-unit pelayanan.Kata Kunci : Kepuasan, Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU HIGI ENIS REMAJA PUTRI PADA SAAT MENSTRUASI DI MTS AL-KHAIRIY AH KANGKUNG KECAMATAN BUMI WARAS BANDAR LAMPUNG TAHUN 2012 Dina Dwi Nuryani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 2, No 3 (2013): Volume 2 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v2i3.366

Abstract

Remaja harus dipersiapkan baik pengetahuan, sikap dan perilakunya kearahpencapaian reproduksi yang sehat, terutama untuk remaja puteri yang nantinya menjadiseorang wanita yang bertanggung jawab terhadap keturunannya. Kelompok remajamenjadi perhatian karena jumlah mereka yang besar dan rentan serta mempunyai risikogangguan terhadap kesehatan reproduksi (Santrock, 2008).Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan jenis penelitian kuantitatif,dengan desaincross sectional.Penelitian dilakukan di MTs Al-Khairiyah KecamatanBumiWaras Bandar Lampung pada tanggal 11-12 Desember 2012. Populasi dalam penelitianini adalah remaja puteri yang sedang menempuh pendidikan di MTs Al-KhairiyahKecamatan Bumi Waras Bandar Lampung yang berjumlah77 orang, sedangkan sampeldalam penelitian ini adalah 75 orang dikarenakan ada 2 orang remaja puteri yang belummenstruasi. Variabel terikat pada penelitian ini adalah perilaku higienis remaja puteripada saat menstruasi. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah faktor-faktor yangberhubungan dengan perilaku higienis remaja puteripada saat menstruasi yaitu:pengetahuan tentang higiene menstruasi, sikap terhadap higiene menstruasi,kepercayaan terhadap mitos, KIE tentang higiene menstruasi, sumber informasi, saranakebersihan dan kesehatan sekolah.Analisis data dilakukan menggunakan distribusifrekuensi presentase univariat, analisa bivariat dengan ujiChi-Square,dan analisamultivariat.Hasil ujichi-squarediperolehp-value=0,014 (p < 0,05), maka dapat disimpulkanbahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang higiene menstruasidengan perilaku remaja puteri pada saat menstruasi,dengan nilai OR 0,250.Hasil ujistatistik chi-square diperoleh p-value =0,041 (p <0,05), maka dapat disimpulkan bahwaada hubungan yang signifikan antara sikap terhadaphigiene menstruasi dengan perilakuhigienis remaja puteri pada saat menstruasi. NilaiOR 4,8 yang berarti bahwa respondenyang mempunyai sikap terhadap higiene menstruasi positif mempunyai peluang 4,8 kalilebih besar untuk berperilaku higienis pada saat menstruasi dibandingkan dengan yangsikap terhadap higiene menstruasi negatif. Hasil analisis chi-square menunjukkan tidakada hubungan kepercayaan terhadap mitos dengan perilaku higienis remaja puteri padasaat menstruasi diperoleh p-value 0,633 yang berarti (p > 0,05). Hasil uji statistik chi-square diperoleh p-value = 0,001 (p < 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa adahubungan yang signifikan antara KIE dengan perilaku higienis remaja puteri pada saatmenstruasi. Nilai OR 6,77 yang berarti bahwa responden yang mendapatkan KIEmempunyai peluang 6,77 kali lebih besar untuk berperilaku higienis pada saatmenstruasi dibandingkan dengan yang tidak mendapatkan KIE. Hasil uji statistikchi-square diperolehp-value= 0,041 (p < 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa adahubungan yang signifikan antara sumber informasi dengan perilaku higienis remajaputeri pada saat menstruasi. Nilai OR 1,41 yang berarti bahwa responden yangmendapatkan sumber informasi mempunyai peluang 1,41kali lebih besar untukberperilaku higienis pada saat menstruasi dibandingkan dengan yang tidak mendapatkansumber informasi.Hasil uji statistikchi-square diperolehp-value0,170 (p > 0,05), makadapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara sarana kebersihandan kesehatan dengan perilaku higienis remaja puteri pada saat menstruasi, dengan nilaiOR 0,27.Kata kunci : Perilaku, Higiene menstruasi, faktor-faktor yang berhubungan
HUBUNGAN KEBIASAAN KELUAR PADA MALAM HARI DAN MEMAKAI OBAT NYAMUK DENGAN KEJADIAN MALARIA DI DESA LEMPASING KECAMATAN TELUK PANDAN KABUPATEN PESAWARAN 2015 Melisah Melisah; Dina Dwi Nuryani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v5i2.462

Abstract

Kabupaten Pesawaran merupakan daerah endmis malaria. Kasus di Kecamatan Hanura 2013 sebanyak 1.988, Padang Cermin 63 kasus, dan Pedada 262 kasus. Lempasing salah satu desa di Wilayah kerja Kecamatan Teluk Pandan merupakan salah satu desa endemis malaria, Tahun 2014 Lempasing terjadi kasus malaria Teriana, Tropica dan Mix Malaria. Tujuan penelitian diketahui hubungan kebiasaan keluar pada malam hari dan memakai obat nyamuk dengan kejadian malaria di Desa Lempasing Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran.Rancangan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 92 orang dipilih dengan random sampling sederhana. Analisis menggunakan uji Chi-square dengan derajat kepercayaan 95%.Hasil Penelitian ini memunjukkan bahwa ada hubungan kebiasaan keluar pada malam hari dengan kejadian malaria (p=0,000), kebiasaan memakai obat nyamuk (p=0,000) dengan kejadian malaria. Disarankan bagi masyarakat desa Lempasing jika harus ada kegiatan di luar rumah pada malam hari harus menggunakan obat anti nyamuk atau menggunakan pakaian yang menutup badan.Kata Kunci : Malaria, keluar, obat nyamuk.
FAKTOR KEAKTIFAN PENDERITA TB PARU DALAM MENJALANI PENGOBATAN DI KOTA METRO TAHUN 2014 Saleh Saleh; Dina Dwi Nuryani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v4i1.421

Abstract

Tuberkolusis (TB) paru adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh basil mycobacterium tuberkolusis. Angka Succes Rate Kota Metro 89,04% (2013), dibawah target Nasional (>91%). Kendala yang dihadapi diantaranya terdapat penderita TB yang mangkir dan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penyakit TB paru. Tujuan penelitian adalah diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi keaktifan penderita TB paru dalam menjalani pengobatan di Kota Metro tahun 2014.Jenis penelitian kuantitatif, rancangan survei analitik dengan desain penelitian cross sectional. Populasi adalah seluruh penderita TB (BTA positif) yang tercatat dan berobat di seluruh Puskesmas di Kota Metro pada tahun 2013 berjumlah 103 orang. Pengambilan data menggunakan kuesioner, teknik analisis data uji chi squareHasil penelitian menunjukkan responden aktif menjalani pengobatan (89%), memiliki pengetahuan baik (54%), pendidikan tinggi (56%), bekerja (64%), dukungan keluarga baik (68%), peran PMO baik (76%). Tidak ada hubungan pengetahuan dan keaktifan penderita TB dalam menjalani pengobatan (p=0,112), tidak ada hubungan pendidikan dan keaktifan penderita TB dalam menjalani pengobatan (p=0,204), ada hubungan pekerjaan dan keaktifan penderita TB dalam menjalani pengobatan (p=0,001), ada hubungan dukungan keluarga dan keaktifan penderita TB dalam menjalani pengobatan (p=0,004), ada hubungan peran PMO dan keaktifan penderita TB dalam menjalani pengobatan (p=0,004). Saran untuk Penderita TB paru agar aktif menjalani pengobatan. Petugas kesehatan agar meningkatkan program penyuluhan kesehatan, konseling, meningkatkan pengetahuan PMO, melakukan jemput bola pada penderita mangkir.Kata Kunci : Keaktifan Penderita TB paru
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN PENYAKIT KECACINGAN PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI DUSUN PANGKUL TENGAH DESA MULANG MAYANG KECAMATAN KOTABUMI SELATAN, KABUPATEN LAMPUNG UTARA Dina Dwi Nuryani; Ima Yustitia
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 6, No 2 (2017): Volume 6 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v6i2.486

Abstract

Penyakit infeksi masih merupakan masalah kesehatan utama di dunia, terutama di negara tropis dan sedang berkembang, termasuk di Indonesia. Di antara penyakit infeksi, ternyata hingga saat ini penyakit kecacingan terkesan kurang mendapat perhatian dari masyarakat. Angka prevalensi cacingan di Indonesia mencapai 28,12% sedangan target kecacingan di Indonesia < 20% Tujuan penelitian diketahui Diketahui hubungan personal hygine (mencuci tangan, kuku tangan dan penggunaan alas kaki) dengan kecacingan pada anak sekolah dasar. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional, Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak SD kelas 4-6 di Dusun Pangkul Tengah Desa Mulang Jaya. Populasi berjumlah 78 orang dengan jumlah sampel total sampling (78). Analisa data menggunakan chi-square, dengan derajat kepercayaan 95%.Hasil Penelitian menunjukan bahwa hanya 8 (10,3%) menderita kecacingan. Sebagian besar responden mencuci tangan baik (64,1%), kebersihan kuku tangan dalam kategori bersih sebesar 73,1%, dan yang menggunakan alas kaki sebesar 67,9%. Ada hubungan mencuci tangan (p=0,022; OR 6,5), kebersihan kuku tangan (p=0,029; OR 5,6), dan penggunaan alas kaki (p=0,012; OR 8,0) dengan penyakit kecacingan pada anak sekolah dasar di Dusun Pangkul Tengah Desa Mulang Maya Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara. Disarankan pada petugas kesehatan peningkatan pengetahuan masyarakat khusus nya pada anak sekolah dasar tentang kebersihan diri, melalui promosi kesehatan atau penyuluhan yang dapat diberikan pada saat kegiatan pramuka, PMR, dan lain-lain atau dapat juga membina anak sekolah dasar dari masyarakat yang dapat mentransfer pengetahuan kesehatan kepada anak yang lain.Kata kunci : Penyakit kecacingan, personal hygiene
HUBUNGAN POLA ASUH IBU DALAM PRAKTIK PEMBERIAN MAKAN DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 6 – 24 BULAN DI KAMPUNG TEMPURAN KECAMATAN TRIMURJO TAHUN 2012 Marina Susanti; Samino Samino; Dina Dwi Nuryani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 1, No 2 (2012): Volume 1 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v1i2.326

Abstract

Prevalensi gizi kurang menurut BB/TB hasil Riskesdas tahun 2010 Provinsi Lampungadalah 13,6%. Di Kampung Tempuran lebih dari 50% ibu balita kurang tepat dalampraktik pemberian makan untuk anaknya. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinyahubungan pola asuh Ibu dalam praktik pemberian makan dengan status gizi balita usia6-24 bulan di Kampung Tempuran tahun 2012.Populasi penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai balita usia 6 – 24 bulandan bertempat tinggal di Kampung Tempuran. Sampel berjumlah 80 orang (40 kasus dan40 kontrol). Teknik pengambilan sampel kontrol dilakukan dengan purposive sampling.Penelitian ini bersifat analitik menggunakan pendekatan case control dan uji statistik chisquare.Berdasarkan hasil penelitian, pola asuh ibu dalam praktik pemberian makan padakelompok kasus 80% diberi makanan prelaktal,67,5% tidak diberi kolostrum, 90% tidakASI Ekslusif, 72,5% pemberian MP-ASInya tidak baik, dan 82,5% penyapihannya tidakbaik. Hasil perhitungan menunjukkan adanya hubungan antara pola asuh ibu dalampraktik pemberian makan dengan status gizi balita usia 6-24 bulan (makanan prelaktalp-value = 0,000 dan OR = 18,857, praktik pemberian kolostrum p-value = 0,029 dan OR= 4,333, praktik pemberian ASI Eksklusif p-value = 0,000 dan OR = 11,000,praktik pemberian MP-ASI p-value = 0,000 dan OR = 23,727, praktik penyapihan pvalue= 0,000 dan OR = 33,000). Disarankan agar penyuluhan yang lebih intensiftentang praktik pemberian makan pada balita bagi masyarakat, diaktifkannya kelas ibudan pemanfaatan pekarangan rumah.Kata kunci : pola asuh ibu, praktik pemberian makan, status gizi
ANALISA FAKTOR GAYA HIDUP DENGAN KEJADIAN FLOUR ALBUS PADA REMAJA PUTRI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKAMAJU BANDAR LAMPUNG TAHUN 2016 Meli Maulina Sari; Dina Dwi Nuryani; Ririn Wulandari
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 2, No 3 (2016): Volume 2 Nomor 3
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v2i3.578

Abstract

Data penelitian tentang kesehatan reproduksi wanita menunjukkan 75% wanita didunia pasti menderita keputihan paling tidak sekali seumur hidup dan 45% diantaranya bisa mengalaminya sebanyak dua kali atau lebih. Tujuan penelitian ini diketahui Analisa Faktor Gaya Hidup Dengan Kejadian Flour Albus Pada Remaja Putri Di Wilayah Kerja Puskesmas Sukamaju Bandar Lampung Tahun 2016.Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan menggunakan desain Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri di wilayah kerja Puskesmas Sukamaju Bandar Lampung tahun 2016 yang berjumlah 374, sampel berdasarkan total populasi. Pengambilan data secara langsung dengan metode wawancara menggunakan kuisioner. Analisis Bivariat dalam penelitian ini menggunakan Uji Chi Square. Hasil penelitian pada analisa multivariat menunjukkan bahwa kebiasaan mengganti pembalut saat menstruasi dengan nilai p-value 0,001 dan OR=3.069. Kata Kunci : Gaya Hidup, Flour Albus
Edukasi Kesehatan Kerja Pada Industri Sektor Informal Ikan Asin Romadon, Fiqri Ardiansyah; Nuryani, Dina Dwi; Masdiana, Masdiana; Wijaya, Lintang Tri; Asedki, Muhammad Andika Aditya; Atmojo, Guntur Tri
Jurnal Loyalitas Sosial: Journal of Community Service in Humanities and Social Sciences Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Loyalitas Sosial: Journal of Community Service in Humanities and Social
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/JLS.v5i2.p11-18

Abstract

Tantangan kesehatan bagi para pekerja adalah potensi dari terjadinya Penyakit Akibat Kerja (PAK) serta Kecelakaan Akibat Kerja (KAK) yang tinggi. Faktor resiko karena pekerjaan adalah faktor paparan bahaya dilingkungan tempat kerja. Penyediaan Informasi berkaitan dengan kesehatan dan perkembangan kesehatan kerja sector informal yang masih relative kurang mendapatkan perhatian sehingga perlu diantisipasi dengan diberikannya solusi bagi berbagai hambatan dalam pelaksanaan program K3 sektor informal
Implementasi Kebijakan Bank Sampah Unit Kelurahan Beringin Jaya Kemiling Kota Bandar Lampung Samino, Samino; Nuryani, Dina Dwi; Aminah, Mina
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.25993

Abstract

Peningkatan populasi mengakibatkan tingkat konsumsi meningkat, berdampak pada peningkatan volume sampah, pada tempat pembuangan sampah, tempat pembuangan sampah terpadu, dan tempat pembuangan akhir. Besarnya volume berdampak pada kesehatan lingkungan, masyarakat serta menimbulkan permasalahan baru untuk menampung sampah akhir. Untuk mengetahui penerapan kebijakan Bank Sampah Unit di Kelurahan Beringin Jaya Kota Bandar Lampung Tahun 2021. Penelitian diskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Terdiri dari 8 Informan, yaitu ketua Bank Sampah Unit, pengelola harian, kepala kelurahan Beringin Jaya, dan masyarakat sekitar. Pemilihan informan dengan metode purpossive sampling. Teknik pengumpulan data kajian dokumen, wawancara mendalam, dan observasi. Teknik analisis data menggunakan pendekatan analisis isi. Penelitian menujukkan kebijakan bank sampah telah memadahi namun belum ditindaklanjuti melalui standar operasional prosedur dengan baik. Awal pembukaan Bank Sampah Unit didukung oleh pemerintah kota Bandar Lampung dan pihak ketiga, namun dengan berjalannya waktu tidak ada pertumbuhan yang signifikan, terakhir ada kecenderungan ditutup (hanya satu kegiatan, pengomposan). Keberadaan bank sampah belum berdampak pada perekonomian dan kesehatan masyarakat sekitar, hanya sebagian kecil terhadap kebersihan lingkungan. Kebijakan bank sampah sudah memadahi namun implementasi pada bank sampah unit belum dilaksanakan dengan baik. Diharapkan pemerintah Kota Bandar Lampung untuk melakukan evaluasi bank sampah unit sebagai dasar untuk menentukan kebijakan selanjutnya.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) Di Puskesmas Tanjung Sari Oktavia, Melin; Yanti, Dhiny Easter; Utami, Vida Wira; Nuryani, Dina Dwi
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.18751

Abstract

Kanker serviks merupakan penyebab kematian terbesar di dunia dapat dicegah dengan kegiatan deteksi dini kanker leher rahim seperti metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA), wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Sari merupakan wilayah yang memiliki kejadian tertinggi IVA Positif sebesar 8,33% diikuti Katibung sebesar 0,55%, Tanjung Agung sebesar 0,71%. Tujuan penelitian diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) Di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Sari Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2023. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross-sectional (pendekatan silang) Waktu penelitian telah dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus tahun 2023 di Wilayah Kerja Puskesmas RI Tanjung Sari Kabupaten Lampung Selatan. Populasi penelitian seluruh wanita usia subur yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas dengan sampel 342 responden. Teknik sampling menggunakan proporsional random sampling. Data yang diambil dengan lembar kuesioner, analisis dilakukan dengan uji univariat(distribusi frekuensi), uji bivariat (Chi Square) dan multivariat (regresi logistik). Hasil penelitian diketahui distribusi frekuensi responden yang melakukan pemeriksaan IVA sebanyak 70 (20,5%) responden, Pengetahuan baik 39,5%, motivasi kuat 126 (36,,8%), dukungan suami 154 (45,0%), ada dukungan petugas kesehatan sebanyak 154 (45,0%), status ekonomi cukup 180 (52,6%). Ada hubungan antara pengetahuan (p-value = 0,000), motivasi (p-value = 0,000), dukungan suami (p-value = 0,000), dukungan petugas (p- value = 0,032) dan Tidak ada antara status ekonomi (p-value = 0,129), keterjangkauan akses (p-value = 1,000) dan media informasi (p-value = 0,244) dengan pemeriksaan IVA. Faktor dominan yang berhubungam dengan pemeriksaan IVA adalah pengetahuan (OR 7,826). Puskesmas Tanjung Sari diharapkan untuk memfasilitasi tenaga kesehatan untuk mengikuti pelatihan yang berhubungan dengan IVA, rutin mengadakan pemeriksaan IVA secara mobile, melakukan pembuatan pamphlet tentang IVA serta melakukan penyuluhan juga kepada suami agar mendorong WUS melakukan pemeriksaan IVA. Kata Kunci: Pengetahuan, Motivasi, Ekonomi, WUS
Co-Authors Adelita, Audrey Afrida Afrida Agung Aji Perdana Agusman, Gilang Ahcmad Farich Amelia , Nur Aminah, Mina Angelina, Christin Anggi, Anggi ani ani Anna Dian Puspitasari Aprina, Aprina Ardana, Veronika Arwanti Arwanti Aryastuti, Nurul Asedki, Muhammad Andika Aditya Atmojo, Guntur Tri Aulia Aulia Auliyani, Vievie Chrisanto, Eka Yudha Christin Angelina Febriani Citra, Citra Wahyu Desty Monica Ramadayanti Dewi Astuti Dias Dumaika Easter Yanti, Dhiny Eka Yuliana Ekasari, Fitri Eko Kurniawan Erna Listyaningsih Evayanti, Yulistiana Fatmawaty , Desy Fazirah, Aldy Febri Anandita Suralag Febriani Putri, Devita Fesliria, Eka Fitriani Fitriani Forcepta, Chania Gewang, Annissa Achmadsyah Ghozali, Derby Haq, Zam Zam Abdul Harisman Harisman Herwan Dinata I Gusti Made Yoga Astawa Ima Yustitia Indah Ismalia Indriyani, Jelita Hanan Inpantri, Karista Putri Irianto, Torry Duet Islalia, Indah Karbito Karbito, Karbito Kartini, Maharani Khoidar Amirus Kurniati, Mala Lestari, Enti Lolita Sari Lolita Sary Mardiansyah Mardiansyah, Mardiansyah MARIA BINTANG Mariana, Rani Marina Susanti Masdiana Masdiana Meli Maulina Sari Melisah Melisah Meliyana, Rossy Muhammad Fazar Sidiq Alhayat Muhani, Nova Mulyanto, Hendra Natalina Natalina Navila, Navila Nina Sopiyana Nova Muhani Novita Sari Nugroho Nugroho Nurhalina Sari Nurul, Aryastuti Oktarina, Devi Oktavia, Melin Pratama, Muhammad Putra Prima Dian Furqoni Purnama, Ade Sinta Putra, Gilang Ramadhan Putri, Bella Tania Putri, Delima Selviyani Putri, Govindha Putriani, Eliana Rafika, Echa Retno Pinarsih Rian Hidayat Rizqy, Muhammad Alva Romadon, Fiqri Ardiansyah Rossy Meliyana Safitri, Devi Nilam Laila Saleh Saleh Salsabilla, Shifa Samino Samino Samino Santoso, Angga Bayu Sari, Fitri Eka Sari, Lolita Sastini, Ketut Sativa, Rizki Rozha Sembiring, Rinawati Setiawati Setiawati SETIAWATI, ENDANG Silfy Adelia Slamet Riyadi Sulistiyani, Sulistiyani Suralaga, Febri Anindita Suwito Suwito Syamsiar, Syamsiar Syarifah, Dinda Rachma Taupiqurrahman, R. M. Titin Septina Tretilia, Putu Rara Triranti, Asih Ulfa Nurullita Ulfa, Ade Maria Utami, Vida Wira Wibisono , Chandra Wijaya, Lintang Tri yani, cindri Yanti, Dhiny Easter Yanti, Dhiny Ester Yolandha, Vivi Yulyani, Vera