Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Kondisi Sanitasi Lingkungan Rumah Dengan Kejadian Penyakit Tuberkulosis Paru Di Kelurahan Pesawahan Kota Bandar Lampung masdiana, masdiana; Nuryani, Dina Dwi; Amirus, Khoidar; Sary, Lolita
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v14i2.16956

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis. Kuman tersebut menyebar dari penderita tbc melalui udara. Bakteri tuberkulosis ini biasanya menyerang organ paru bisa juga diluar paru (extra paru). Penelitian ini menggunakan penelitian jenis kuantitatif, penelitian ini dilaksanakan pada bulan juli 2024, lokasi penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja puskesmas pasar ambon kota bandar lampung, populasinya yaitu suspect tuberkulosis sebanyak 223 penderita penyakit tuberkulosis 32 kasus. Penentuan jumlah sampel penelitian dapat di hitung menggunakan rumus dengan penetapan p0 dan or. Berdasarkan hasil dari  rumus lameshow dan perhitungan menggunakan aplikasi sample size jumlah sampel yang diambil oleh peneliti yaitu sejumlah 114 responden. Hasil penelitian ini tidak ada hubungan luas ventilasi hasil p- value = 0,459. Ada hubungan kelembaban hasil p – value = 0,012. Ada hubungan suhu hasil p – value = 0,004. Tidak ada hubungan hasil p – value = 1.000. Disarankan petugas kesehatan khususnya program kesehatan lingkungan untuk lebih aktif dalam melakukan penilaian rumah sehat sehingga dapat mengetahui kondisi fisik rumah khususnya kelembaban dan suhu yang tidak memenuhi syarat untuk mewujudkan rumah sehat yang jauh dari penularan penyakit tuberkulosis paru.
Analisis Faktor Determinan Terjadinya Stunting pada Balita di Kecamatan Metro Pusat Kota Metro Fesliria, Eka; Samino, Samino; Sari, Fitri Eka; Yanti, Dhiny Easter; Nuryani, Dina Dwi
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v14i2.17383

Abstract

Stunting merupakan indikator fisik malnutrisi kronis pada masa anak-anak. Tujuan penelitian ini adalah diketahui faktor determinan terjadinya stunting pada balita di Kota Metro. Jenis penelitian survey analitik menggunakan pendekatan case control. Besar sampel yang diambil sebanyak 156 balita yang terdiri dari 78 (kasus) dan 78 (kontrol). Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis bivariat dengan uji chi square dan analisis  multivariat dengan uji  regresi logistic. Hasil didapatkan variabel yang berhubungan dengan kejadian stunting yaitu usia ibu (p-value 0,037), jarak kehamilan (p-value 0,002), status gizi ibu (p-value 0,001), tingkat pendidikan (p-value 0,009), status ekonomi (p-value 0,033), berat bayi lahir (p-value 0,034), dan riwayat pemberian ASI (p-value 0,037). Sementara jenis kelamin tidak berhubungan dengan kejadian stunting. Variabel yang signifikan mempengaruhi terjadinya stunting yaitu status gizi ibu (OR: 7,503) jarak kehamilan (OR: 5,249), usia ibu (OR: 2,715), dan riwayat pemberian ASI (OR: 2,281) setelah dikontrol variabel tingkat pendidikan dan status ekonomi. Status gizi ibu merupakan variabel yang paling dominan memengaruhi terjadinya stunting (p-value 0,001). Disarankan upaya pencegahan dimulai dari faktor status gizi ibu dengan cara memberikan edukasi pada ibu hamil tentang pentingnya makanan bergizi dan minum tablet tambah darah pada saat hamil, dan rajin memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan lain.
Kolaborasi FIK dan HPU dalam menumbuhkan kesadaran pemeriksaan kesehatan rutin sebagai upaya pencegahan penyakit tidak menular Nuryani, Dina Dwi; Listyaningsih, Erna; Sary, Lolita; Oktarina, Devi; Chrisanto, Eka Yudha; Muhani, Nova; Perdana, Agung Aji; Setiawati, Setiawati
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 6 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i6.1382

Abstract

Background: Maintaining health is a fundamental aspect in supporting quality of life, especially for vulnerable groups such as mothers and children. Prevention through early detection and health education is a key strategy in building public awareness. As a concrete manifestation of the university's role in improving public health, the Faculty of Health Sciences (FIK) of Malahayati University, in collaboration with Health Promoting University (HPU), conducted a community service activity. Purpose: To raise awareness and increase knowledge of mothers and children regarding the importance of regular health check-ups and adopting a healthy lifestyle as a preventative measure for non-communicable diseases (NCDs). Method: The activity was held on Sunday, May 24, 2025, involving 136 orphans and 120 mothers of orphans. The series of activities included a fun walk, health checks by FIK lecturers (measurement of blood pressure, blood sugar, uric acid, weight, and height), and distribution of iron tablets. Additionally, educational games were provided by the Psychology Study Program, reproductive health counseling by the Midwifery Study Program, and education on NCD prevention by the Public Health Study Program. Results: The number of participants in this activity was quite significant, demonstrating high public enthusiasm for the free health screening service. The majority of participants were housewives and school-aged children from communities with limited access to routine health services. The examination results indicated that some participants had test results that were outside the normal range, particularly for blood pressure and blood sugar levels. In children, several cases were found with a body mass index (BMI) below the standard. Conclusion: The basic health screening activity for mothers and orphans went smoothly and received high enthusiasm from participants. The basic health screening activity for mothers and orphans had a positive impact in raising awareness of the importance of early detection for preventing non-communicable diseases (NCDs). Suggestion: Participants are expected to undergo regular health checks, and relevant parties are also encouraged to facilitate access and improve health education in the community. Keywords: Community service; Early detection; Health education; Non-communicable diseases Pendahuluan: Menjaga kesehatan merupakan aspek fundamental dalam menunjang kualitas hidup, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu dan anak. Pencegahan melalui deteksi dini dan edukasi kesehatan menjadi strategi utama dalam membentuk kesadaran masyarakat. Sebagai wujud nyata peran perguruan tinggi dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Malahayati bekerja sama dengan Health Promoting University (HPU) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat. Tujuan: Untuk menumbuhkan kesadaran serta meningkatkan pengetahuan ibu dan anak mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin dan penerapan gaya hidup sehat sebagai langkah pencegahan penyakit tidak menular (PTM). Metode: Kegiatan dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 24 Mei 2025, dengan melibatkan 136 anak yatim dan 120 ibu dari anak-anak yatim. Rangkaian kegiatan meliputi jalan sehat, pemeriksaan kesehatan oleh dosen FIK (pengukuran tekanan darah, gula darah, asam urat, berat badan, dan tinggi badan), serta pemberian tablet Fe. Selain itu, terdapat permainan edukatif oleh Prodi Psikologi, penyuluhan kesehatan reproduksi oleh Prodi Kebidanan, serta edukasi pencegahan PTM oleh Prodi Kesehatan Masyarakat. Hasil: Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini cukup signifikan, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Mayoritas peserta merupakan ibu rumah tangga dan anak-anak usia sekolah dari kelompok masyarakat dengan akses terbatas terhadap layanan kesehatan rutin. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebagian peserta memiliki hasil pemeriksaan yang tidak berada dalam rentang normal, khususnya dalam hal tekanan darah dan kadar gula darah. Pada anak-anak, ditemukan beberapa kasus dengan indeks massa tubuh (IMT) yang berada di bawah standar. Simpulan: Kegiatan pemeriksaan kesehatan dasar bagi ibu-ibu dan anak-anak yatim berjalan dengan lancar, mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Kegiatan pemeriksaan kesehatan dasar bagi ibu-ibu dan anak-anak yatim berdampak positif dalam meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya deteksi dini untuk pencegahan terjadinya penyakit tidak menular (PTM). Saran: Diharapkan pada peserta untuk memeriksakan kesehatannya secara rutin dan pihak terkait juga diharapkan untuk memberikan kemudahan dalam peningkatan akses dan edukasi kesehatan di masyarakat.
Hubungan Sumber Air Bersih Dan Perilaku Cuci Tangan Ibu Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Kelurahan Labuhan Ratu Ardana, Veronika; Nuryani, Dina Dwi; Amirus, Khoidar; Ekasari, Fitri
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 3 (2025): Volume 9 Nomor 3
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i3.21823

Abstract

Diare merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada balita yang masih menjadi tantangan di berbagai wilayah, termasuk di Kelurahan Labuhan Ratu. Data Puskesmas setempat menunjukkan peningkatan kasus dari 169 kasus pada tahun 2023 menjadi 497 kasus pada tahun 2024, yang mengindikasikan adanya permasalahan pada faktor-faktor risiko yang memengaruhi kejadian diare. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara sumber air bersih dan perilaku cuci tangan ibu dengan kejadian diare pada balita. Penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang ini melibatkan 85 ibu yang memiliki balita berusia 1–5 tahun, dengan analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (60%) menggunakan sumber air bersih yang tidak memenuhi syarat kesehatan, dan 60% ibu memiliki perilaku cuci tangan yang kurang baik. Kejadian diare ditemukan pada 67,1% balita, dengan hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara sumber air bersih dengan kejadian diare (p=0,0001; OR=10,154) serta antara perilaku cuci tangan ibu dengan kejadian diare (p=0,0001; OR=10,154). Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan akses terhadap air bersih dan promosi perilaku cuci tangan yang benar sebagai upaya pencegahan diare pada balita.
Hubungan Pengetahuan Dan Keterjangkauan Dengan Kepemilikan Rumah Sehat Di Kelurahan Pasir Gintung Tanjung Karang Pusat Tahun 2021 Hidayat, Rian; Nuryani, Dina Dwi; Aryastuti, Nurul
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 1 No. 2 (2024): April Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v1i2.1111

Abstract

Pendahuluan : Masalah tidak terpenuhnya kriteria rumah sehat harus segera diatasi untuk menghindari dampak dan bahaya yang lebih besar dimasa mendatang. Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik tahun 2020 jumlah rumah yang telah memenuhi syarat rumah sehat di Indonesia memiliki persentase (59,54%), Provinsi Lampung (53,22%), Kota Bandar Lampung (67,49%). Puskesmas Rawat Inap Simpur (48,42%). Lokasi penelitian yakni kelurahan pasir gintung dengan persentase (60,2%). Tujuan : Penelitian ini untuk diketahui hubungan pengetahuan dan keterjangkauan dengan kepemilikan rumah sehat di Kelurahan Pasir Gintung Tanjung Karang Pusat Tahun 2021. Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desai penelitian cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 320 rumah.Teknik sampling dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan observasi. Analisis data secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square. Hasil : Penelitian ini menunjukan diketahuinya hubungan pengetahuan dengan kepemilikan rumah sehat (p value = 0,035) dan Keterjangkauan dengan kepemilikan rumah sehat (p value = 0,000). simpulan : Disarankan bagi masyarakat Kelurahan Pasir Gintung lebih meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap kebersihan rumah, sarana sanitasi dengan cara menjaga kebersihan rumah seperti menyediakan tempat pembuangan sampah yang memadai atau membayar retribusi atau jasa yang telah disediakan oleh pengelola serta lebih memperhatikan limbah hasil rumah tangga dengan cara mengolah sebelum disalurkan ke saluran umum dan melakukan pemeliharaan terhadap jamban. Kata kunci : Pengetahuan, Keterjangkauan, Kepemilikan Rumah sehat. ABSTRACT Background The problem is not fullest criteria healthy home must be addressed immediately to avoid the impact and even greater dangers in the future. Based on Data from the Central bureau of Statistics 2020 the number of homes that have qualified for the healthy home in Indonesia have a percentage (59,54%), the Province of Lampung (53,22%), Bandar Lampung (67,49%). Inpatient Centers Simpur (Of 48.42%). The location of the research, namely pasir gintung with the percentage (of 60.2%). Objective :The purpose of this research is to know the relationship of knowledge and affordability with possession of a healthy home in the Village of Pasir Gintung Tanjung Karang Pusat 2021. Method :This type of research is quantitative research with desai cross-sectional study. The number of samples in this study were 320 of the house.Sampling technique in this research is using purposive sampling. Data collection was done by interview and observation. Analysis of univariate and bivariate by using chi square test. Result :The results of this study show knowing the relationship of knowledge with homeownership healthy (p value = 0,035) and Affordability with home ownership healthy (p value = 0.000). Concusion : It is advisable for the people of the Village Pasir Gintung is increasing awareness and concern for the cleanliness of the house, sanitation facilities by maintaining the cleanliness of the house such as providing landfills adequate or pay the levy or services that have been provided by the management as well as pay more attention to the waste of the results of the household by way of processing before distributed to the public channel and perform maintenance on the sewer. Keywords : Knowledge, Affordability, Home Ownership healthy.
Hubungan sanitasi dasar dengan kejadian stunting Mariana, Rani; Nuryani, Dina Dwi; Angelina, Christin
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 1 No. 2 (2024): April Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v1i2.1119

Abstract

Background: Data on the prevalence of stunting according to the World Health Organization (WHO), Indonesia is the third country with the highest prevalence in the Southeast Asia/South-East Asia Regional (SEAR) region. Currently, more than a third of children under five (37.2%) in Indonesia suffer from stunting. Lampung is the fifth province with the highest stunting (42.63%), in Metro City as many as 751 toddlers (9.57%) experience stunting and Central Metro District has the largest number of stunting cases as many as 306 toddlers. Purpose: To determine the relationship between basic sanitation and the incidence of stunting in the Yosomulyo Health Center Work Area, Metro District, Metro City Center in 2021. Method: This type of research is quantitative with a cross sectional design. The population of all children's homes in the Yosomulyo Health Center's Working Area is 1,692 toddlers. Samples were taken as many as 119 people. Data collection by observation and checklist sheets. The statistical test used is the chi square test. Results: The study showed that there was a relationship between healthy latrines (p value = 0.006; OR = 3.895), clean water facilities (p value = 0.015; OR = 3.574), waste disposal (p value = 0.004; OR = 4.884) and SPAL (p value = 0.041; OR = 2.854). Conclusion: All variables are related to the incidence of stunting because the p-value < 0.05. Furthermore, the puskesmas should always pay attention to and promote the importance of environmental health both inside and outside the home. Keywords: Stunting; Basic sanitation; Toddler Pendahuluan: Data prevalensi stunting menurut World Health Organization (WHO), Indonesia termasuk negara ketiga dengan prevalensi tertinggi di regional Asia Tenggara/South-East Asia Regional (SEAR). Saat ini lebih dari sepertiga jumlah balita (37,2%) di Indonesia menderita stunting. Lampung menjadi provinsi kelima tertinggi stunting sebesar (42,63%), di Kota Metro sebanyak 751 balita (9,57%) mengalami stunting dan Kecamatan Metro Pusat memiliki angka kasus stunting terbesar sebanyak 306 balita. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan sanitasi dasar dengan kejadian stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Yosomulyo Kecamatan Metro Pusat Kota Metro Tahun 2021. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi seluruh rumah balita di Wilayah Kerja Puskesmas Yosomulyo sebanyak 1.692 balita. Sampel diambil sebanyak 119 orang. Pengumpulan data dengan observasi dan lembar ceklist. Uji statistik yang digunakan adalah uji uji chi square. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan jamban sehat (p value = 0,006; OR = 3,895), sarana air bersih (p value = 0,015; OR = 3,574), pembuangan sampah (p value = 0,004; OR = 4,884) dan SPAL (p value = 0,041; OR = 2,854). Simpulan: Semua variabel berhubungan dengan kejadian stunting karena nilai p-value < 0.05. Selanjutnya pihak puskesmas untuk selalu memperhatikan dan mempromosikan pentingnya kesehatan lingkungan di dalam rumah maupun di luar rumah. Kata kunci: Stunting; Sanitasi dasar; Balita
Analisis faktor yang berhubungan dengan kejadian asfiksia neonatorum Putriani, Eliana; Nuryani, Dina Dwi; Evayanti, Yulistiana; Utami, Vida Wira
JOURNAL OF Tropical Medicine Issues Vol. 1 No. 1 (2023): Edition December 2023
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/tmi.v1i1.142

Abstract

Pendahuluan : Menurut WHO Asfiksia neonatorum adalah kegagalan bernafas secara spontan dan teratur segera setelah lahir. Asfiksia neonatorum dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Tujuan : Menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya asfiksia neonatorum di Puskesmas Rawat Inap Banjar Agung Tahun 2018. Metode : Jenis penelitian yang digunakan yaitu analitik dengan desain case control. Pengumpulan data dilakukan terhadap data sekunder. Jumlah sampel sebanyak 92 dengan perbandingan 46 yang asfiksia dan 46 tidak asfiksia. Teknik pengambilan sampel secara simple random sampling. Uji statistik untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dan dependen menggunakan Chi-square Hasil : Hasil uji statistik untuk analisis univariat didapatkan proporsi kejadian ketuban pecah dini adalah 38%, proposi kejadian prematuritas adalah 25%, proporsi kejadian paritas ibu beresiko adalah 30,5%, dan proporsi usia ibu beresiko adalah 41,3%. Hasil uji statistik terhadap ketuban pecah dini didapatkan p-value 0,000 ≤α 0,05 dan OR 8,667. Hasil uji statistik terhadap prematuritas didapatkan 0,001 ≤α 0,05 dan OR 7,389. Hasil uji statistik terhadap paritas ibu didapatkan p-value 0,013 ≤α 0,05 dan OR 3,654. Hasil uji statistik terhadap usia ibu didapatkan p-value 0,006 ≤α 0,05 dan OR 3,683. Kesimpulan : terdapat hubungan antara ketuban pecah dini, prematuritas, paritas ibu dan usia ibu dengan kejadian asfiksia neonatorum.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis Purnama, Ade Sinta; Irianto, Torry Duet; Nuryani, Dina Dwi; Samino, Samino; Amirus, Khoidar
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 5 (2025): October Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i5.1349

Abstract

Background: Tuberculosis (TB) is an infectious disease that remains a public health problem. Community behavioral factors such as smoking, contact with TB patients, and not opening windows are suspected to contribute to the high incidence of TB. Controlling TB risk factors is one of the Indonesian government's strategies in developing a strategic plan to end TB. Therefore, monitoring risk factors in the community is crucial to inform policymakers in developing prevention programs. Purpose: To analyze the relationship between TB incidence factors. Method: This quantitative study used a case-control design. The sampling technique used purposive sampling, resulting in a sample of 120 respondents divided into 60 case groups and 90 control groups. Data analysis used the chi-square test and multiple logistic regression. Results: There was a significant association between smoking behavior (p=0.000; OR=5.500), contact with TB patients (p=0.000; OR=29.571), and not opening windows (p=0.000; OR=3.754) and TB incidence. Contact behavior with TB patients (p=0.000; OR=24.665) was the most dominant factor influencing tuberculosis incidence. Conclusion: There is a relationship between smoking behavior, contact with TB patients, and not opening windows and TB incidence.   Keywords: Contact with TB Patients; Opening Windows; Smoking Behavior; Tuberculosis.   Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Faktor perilaku hidup masyarakat seperti merokok, kontak dengan penderita TB, serta tidak membuka jendela rumah diduga berperan dalam tingginya kejadian TB. Salah satu strategis pemerintah Indonesia dalam mengembangkan rencana strategis untuk mengakhiri TB adalah mengendalikan faktor risiko TB, sehingga pemantauan faktor risiko di masyarakat sangat penting untuk memberi informasi kepada para pembuat kebijakan untuk pengembangan program pencegahan. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara Faktor kejadian TB. Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan case control. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sehingga sampel diperoleh sebanyak 120 responden yang dibagi menjadi kelompok kasus sebanyak 60 responden dan kelompok kontrol sebanyak 90 responden. Analisis data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik ganda. Hasil: Ada hubungan signifikan antara perilaku merokok (p=0.000; OR=5.500), kontak dengan penderita TB (p=0.000; OR=29.571), serta tidak membuka jendela (p=0.000; OR=3.754) terhadap kejadian TB. Perilaku Kontak dengan penderita TB dengan nilai (p=0.000; OR=24.665) merupakan faktor yang paling dominan yang dapat mempengaruhi kejadian tuberculosis Simpulan: Ada hubungan perilaku merokok, kontak dengan penderita TB, dan tidak membuka jendela terhadap kejadian TB. Kata Kunci: Kontak Penderita TB; Membuka Jendela; Perilaku Merokok; Tuberkulosis.
Risk Factors For Child Marriage Lestari, Enti; Nuryani, Dina Dwi; Sari, Fitri Eka; Aprina, Aprina
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i1.11921

Abstract

Latar Belakang: Pernikahan merupakan peristiwa penting dalam kehidupan, namun jika dilakukan usia anak maka dapat menyebabkan dampak negatif seperti kekerasan rumah tangga sebesar 56%. Data Periode Januari – Agustus 2022 terdapat 23 kasus pernikahan dini dari 100 jumlah sasaran remaja di Pekon Sedampah. Adapun faktor-faktor yang berhubungan dengan pernikahan dini ialah faktor presdiposisi (pengetahuan, sikap, budaya), faktor pemungkin (pendidikan, keterpaparan pornografi), faktor penguat (pengetahuan, sikap responden dan pendapatan orang tua). Tujuan penelitian ini diketahui Faktor Risiko Pernikahan Usia Anak di Pekon Sedampah Kabupaten Lampung Barat Tahun 2022.Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian secara cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja di Pekon Sedampah yang berjumlah 100 responden dengan sampel yang diguanakan sebanyak 67 responden menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian telah dilakukan di Pekon Sedampah Kabupaten Lampung Barat pada bulan Januari 2023. Analisis data dengan univariat, bivariat, multivariat (regresi logistik faktor resiko desain).Hasil : ada hubungan pengetahuan (p-value = 0,029), pendidikan (p-value = 0,003), pendapatan orang tua (p-value = 0,001), pendidikan orang tua (p-value = 0,001), teman sebaya (p-value = 0,038), kepercayaan (p-value= 0,001), budaya (p-value = 0,001), pengaruh dukunagan keluarga (p-value = 0,027), sikap (p-value = 0,037) dan faktor dominan yang menjadi penyebab pernikahan dini adalah pendapatan orang tua dengan nilai OR = 17,0. Saran dapat meningkatkan pengetahuan remaja dan keluarga tentang kesehatan reproduksi remaja baik berupa penyuluhan, KIE melalui media informasi, dan PIK-KRR di sekolah Kata kunci: pendidikan, pengetahuan, pernikahan usia anak. ABSTRACT Background: Marriage is momentous event in life, but if done at a young age, it can result in negative impacts such as a 56% prevalence of domestic violence. Data for the period January - August 2022 shows that there were 23 cases of early marriage out of 100 targeted teenagers in Pekon Sedampah. The factors associated with early marriage are predisposition factors (knowledge, attitudes, and culture), enabling factors (education, exposure to pornography), reinforcing factors (knowledge, attitudes of respondents and parental income). The purpose of this study was to determine the risk factors for child marriage in Pekon Sedampah, West Lampung Regency in 2022.Methods: This study is quantitative with a cross-sectional research design. The population in this study consists of all adolescents in Pekon Sedampah, totaling 100 respondents, with a sample size of 67 respondents using purposive sampling. The research was conducted in Pekon Sedampah, West Lampung Regency in January 2023. Data analysis includes univariate, bivariate, and multivariate (logistic regression for risk factor design).Results: There is a relationship between knowledge (p-value = 0.029), education (p-value = 0.003), parental income (p-value = 0.001), parental education (p-value = 0.001), peers (p-value = 0.038), trust (p-value = 0,001), culture (p-value = 0.001), the influence of family support (p-value = 0.027), attitude (p-value = 0.037) and the dominant factor that causes early marriage is parental income with an OR value = 17.0. Recommendations include improving the knowledge of adolescents and families about adolescent reproductive health through education, information, and communication activities (KIE) through media, and school-based reproductive health programs (PIK-KKR). Keywords: education, knowledge, child marriage.  
HUBUNGAN PENGENDALIAN BIOLOGIS DENGAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEMILING Fazirah, Aldy; Irianto, Torry Duet; Amirus, Khoidar; Karbito, Karbito; Nuryani, Dina Dwi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.29964

Abstract

Penelitian ini membahas tentang hubungan pengendalian biologis dengan penyakit Demam Berdarah Dengue  (DBD) di wilayah kerja Puskesmas Kemiling. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan Case-control. Populasi dalam penelitian ini adalah wilayah kerja Puskesmas Kemiling yang terdata Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan 4.100  Kartu Keluarga dengan sampel sebanyak 136 responden, secara konklusif sampling. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengendalian biologis dengan penyakit Demam Berdarah Dengue  (DBD) di wilayah kerja Puskesmas Kemiling. Hasil penelitian menunjukan hubungan signifikan hubungan pengendalian biologis dengan penyakit Demam Berdarah Dengue.
Co-Authors Adelita, Audrey Afrida Afrida Agung Aji Perdana Agusman, Gilang Ahcmad Farich Amelia , Nur Aminah, Mina Angelina, Christin Anggi, Anggi ani ani Anna Dian Puspitasari Aprina, Aprina Ardana, Veronika Arwanti Arwanti Aryastuti, Nurul Asedki, Muhammad Andika Aditya Atmojo, Guntur Tri Aulia Aulia Auliyani, Vievie Chrisanto, Eka Yudha Christin Angelina Febriani Citra, Citra Wahyu Desty Monica Ramadayanti Dewi Astuti Dias Dumaika Easter Yanti, Dhiny Eka Yuliana Ekasari, Fitri Eko Kurniawan Erna Listyaningsih Evayanti, Yulistiana Fatmawaty , Desy Fazirah, Aldy Febri Anandita Suralag Febriani Putri, Devita Fesliria, Eka Fitriani Fitriani Forcepta, Chania Gewang, Annissa Achmadsyah Ghozali, Derby Haq, Zam Zam Abdul Harisman Harisman Herwan Dinata I Gusti Made Yoga Astawa Ima Yustitia Indah Ismalia Indriyani, Jelita Hanan Inpantri, Karista Putri Irianto, Torry Duet Islalia, Indah Karbito Karbito, Karbito Kartini, Maharani Khoidar Amirus Kurniati, Mala Lestari, Enti Lolita Sari Lolita Sary Mardiansyah Mardiansyah, Mardiansyah MARIA BINTANG Mariana, Rani Marina Susanti Masdiana Masdiana Meli Maulina Sari Melisah Melisah Meliyana, Rossy Muhammad Fazar Sidiq Alhayat Muhani, Nova Mulyanto, Hendra Natalina Natalina Navila, Navila Nina Sopiyana Nova Muhani Novita Sari Nugroho Nugroho Nurhalina Sari Nurul, Aryastuti Oktarina, Devi Oktavia, Melin Pratama, Muhammad Putra Prima Dian Furqoni Purnama, Ade Sinta Putra, Gilang Ramadhan Putri, Bella Tania Putri, Delima Selviyani Putri, Govindha Putriani, Eliana Rafika, Echa Retno Pinarsih Rian Hidayat Rizqy, Muhammad Alva Romadon, Fiqri Ardiansyah Rossy Meliyana Safitri, Devi Nilam Laila Saleh Saleh Salsabilla, Shifa Samino Samino Samino Santoso, Angga Bayu Sari, Fitri Eka Sari, Lolita Sastini, Ketut Sativa, Rizki Rozha Sembiring, Rinawati Setiawati Setiawati SETIAWATI, ENDANG Silfy Adelia Slamet Riyadi Sulistiyani, Sulistiyani Suralaga, Febri Anindita Suwito Suwito Syamsiar, Syamsiar Syarifah, Dinda Rachma Taupiqurrahman, R. M. Titin Septina Tretilia, Putu Rara Triranti, Asih Ulfa Nurullita Ulfa, Ade Maria Utami, Vida Wira Wibisono , Chandra Wijaya, Lintang Tri yani, cindri Yanti, Dhiny Easter Yanti, Dhiny Ester Yolandha, Vivi Yulyani, Vera