Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Penerapan Model Discovery Learning terhadap Hasil Belajar Siswa pada Pelajaran Fisika Kelas XII SMA Nuryanti, Nuryanti
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) Vol 1, No 01 (2024): Seminar Nasional Pendidikan (SNP) Tahun 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jppk.v1i01.87391

Abstract

This research is motivated by the limited number of students who struggle with understanding physics concepts in the Merdeka curriculum. For some students, physics is perceived as difficult due to the numerous formulas and calculations required, which negatively affects their cognitive learning outcomes. This is often caused by errors in selecting and implementing teaching models in the classroom. The aim of this study is to examine the effect of the discovery learning model on students' learning outcomes in physics for 12th-grade high school students. A quantitative experimental design was employed, involving one class of 35 students as the research subjects. Data collection occurred in two phases: a pre-test and a post-test. The pre-test was administered prior to the application of the discovery learning model, while the post-test was given after five sessions of instruction. Data analysis was conducted using the Wilcoxon test to determine significant differences between pre-test and post test results. The findings reveal a significant improvement in students' learning outcomes, with the average post-test score being higher than the pre-test score. The t-test yielded a p-value of less than 0.05, indicating that the application of the discovery learning model positively influences students' understanding of physics concepts. Based on these findings, it is recommended that teachers implement the discovery learning model in physics instruction to enhance student learning outcomes. This study contributes to the development of more effective teaching models in high school physics education.
Urgensi Keteladanan Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter Religius Siswa di Era Disrupsi Nuryanti, Nuryanti
Journal of Education Research Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v4i4.614

Abstract

Pendidikan dengan keteladanan artinya proses pendidikan yang memberikan keteladanan lebih banyak, baik berupa tingkah laku, sifat, cara berpikir dan sebagainya. Kecenderungan siswa belajar dengan cara meniru menyebabkan keteladanan menjadi sangat penting dalam proses pendidikan, hal ini disebabkan karena dalam belajar siswa pada umumnya lebih mudah menangkap hal-hal yang konkrit daripada yang abstrak. Pada dasarnya kebutuhan manusia akan sosok teladan bermula dari kecenderungannya untuk meniru sifat yang sudah menjadi manusia. Peniruan ini berpusat pada tiga unsur yaitu peniruan, peniruan, dan peniruan. Dalam berperilaku, meniru itu penting, dalam kenyataan bahwa individu dan masyarakat tertentu meniru dengan sadar, apa yang hendak ditirunya dipikirkan secara rasional dan mendalam agar tidak terjerumus ke dalam kesalahan. Ada pula yang meniru tanpa sadar biasanya akan liar tak terkendali bahkan terkesan tak bisa memilih
Pendidikan Karakter Religius Berbasis Internalisasi Pendidikan Tauhid pada Siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nuryanti, Nuryanti; Hidayat, Hidayat; Sibaweh, Imam; Amin, Khairul; Fitri, Aulia
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1596

Abstract

Maraknya tayangan-tayangan yang memberikan tontonan yang kurang ber-etika, tidak bermoral atau kurang ber-adab di media sosial, menunjukkan bahwa karakter anak bangsa kita sedang mengalami kemunduran. Karakter religius yang seharusnya menjadi penciri karakter bangsa kita sekarang sudah terkikis oleh budaya barat yang menggerogoti akhlak anak bangsa. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap model pendidikan yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan menjadikan buku, majalah, artikel, jurnal dan atau media tulisan lainnya sebagai sumber bacaan dan telaah dalam penelitian ini untuk kemudian ditarik kesimpulan guna mendapatkan solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan yang di uraikan diatas. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa untuk membentuk karakter anak bangsa yang religius diperlukan pendidikan berbasis tauhid yang lurus, agar peserta didik kita dapat mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk.  Setidaknya ada tiga langkah utama yang harus diterapkan untuk menyelesaikan persoalan diatas, yaitu melalu internalisasi kurikulum, internalisasi pendidikan sholat berjamaah, dan internalisasi tadabbur ayat-ayat al-Qur’an.
KODE ETIK DAN TEKANAN PUBLIK MEDIA MASSA Nuryanti, Nuryanti; Nurkamila, Safrina; Evani, Sheptia; fahreza, Arta; JR, Tri Yutdo
JURNAL DIALOKA: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 2 No. 2 (2023): Vol 2 No 2 (2023) : Broadcasting and Journalism
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/dla.v2i2.3070

Abstract

This article focuses on the examination of mass media ethics. Mass communication involves the entire spectrum of society with various differences encompassing aspects of religion, education, age, and social status, and involves all that can be reached by mass media. Media serves as a means of communication and a source of information for the community, enabling every narrative and story to be managed and presented through the media whenever needed. Its influence can be both positive and negative for mass media users, whether in the context of communities, organizations, or companies that involve many people or audiences. In social, national, and democratic life, the freedom to express thoughts and opinions aligns with conscience and essential human rights. Governments enact regulations regarding media ethics to ensure that every media user is cautious in expressing and receiving opinions. Thus, through an examination of mass media ethics, a structured media environment can be created, avoiding ethical violations that may have serious consequences for those involved.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) TERHADAP PERILAKU SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP NEGERI 1 BOLO Nuryanti, Nuryanti
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 19 No 2 (2021): Juli
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v19i2.783

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pengaruh model pembelajaran contextual teaching and learning (CTL) terhadap perilaku siswa dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 1 Bolo. Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya siswa masih belum memiliki sikap rendah hati terlihat dari sikap sombong, tidak saling memaafkan satu sama lain, membelikan barang-barang yang tidak sesuai dengan kebutuhan, dan suka mentraktir teman dari pada memenuhi kebutuhanya, tidak suka menabung, menggunakan barang-barang mewah seperti membawa motor dan membawa hp disekolah oleh karena itu tujuan dalam penelitian ini yaitu apakah ada pengaruh model pembelajaran contextual teaching and learning (CTL) terhadap perilaku siswa dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 1 Bolo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitattif dengan menggunakan teknik angket dengan populasi 26 orang. Hasil Penggunaan Model Pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL) memiliki pengaruh terhadap Perilaku Siswa Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di SMP Negeri 1 Bolo namun tidak signifikan karena pengaruh yang ada hanya 32,6% dan 67,4% peningkatan perilaku siswa dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.
PELATIHAN PEMBUATAN KULTUR BAKTERI PROBIOTIK UNTUK UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS TAMBAK UDANG WINDU DI KABUPATEN BULUNGAN: Pelatihan Pembuatan Kultur Bakteri Probiotik untuk Meningkatkan Produktivitas Tambak Udang Windu Amien, Muhammad; Mansyur, Nur Indah; Hasanah, Nurjannatul; Pratama, Seftian Sanju; Azizah, Adelina Nur; Fitri, Fitri; Sakinah, Nur; Nuryanti, Nuryanti; Ose, Anjelina Mariani
Journal of Society and Development Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Medpro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57032/jsd.v5i2.318

Abstract

Declining productivity in tiger shrimp aquaculture is often associated with unstable environmental quality and suboptimal pond management, making probiotics a promising environmentally friendly approach to improving water conditions, suppressing disease, and supporting shrimp growth. To enhance farmers’ capacity in utilizing probiotics, a community engagement program involving training and hands-on assistance in the preparation of probiotic bacterial cultures was conducted in July 2025 at Mitra Serumpun, Tarakan City. The activities were delivered through lectures, demonstrations, and guided practice that directly involved participants in the fermentation and culture preparation processes. Evaluation results indicated an increase in participants’ knowledge and skills related to probiotic fermentation techniques and their application in shrimp ponds. This program contributed to strengthening farmers’ readiness to optimize pond management and supported efforts to improve aquaculture productivity and local food security.
Pengaruh Pendinginan Air Terhadap Kinerja Panel Surya Monokristalin 100 Wp Nuryanti, Nuryanti; Rokhim, Ismail; Mubarak, Rais
JTEV (Jurnal Teknik Elektro dan Vokasional) Vol 11, No 1 (2025): JTEV (Jurnal Teknik Elektro dan Vokasional)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtev.v11i1.135872

Abstract

Temperatur mempunyai peranan yang sangat penting dalam performa panel surya baik dalam susunan seri maupun paralel. Panel surya yang terpapar sinar matahari secara terus-menerus akan mengalami peningkatan temperatur pada permukaannya. Peningkatan temperatur yang berlebihan akan menurunkan proses konversi energi matahri menjadi energi listrik. Oleh karena itu diperlukan suatu sistem pendingin yang dapat menjaga temperatur panel surya. sistem pendinginan yang dikembangkan pada penelitian ini adalah sistem pendinginan berbasis air dengan siklus tertutup yakni air yang telah mendinginkan panel surya monokristal 100 Wp akan kembali ditampung dan didinginkan dengan menggunakan modul peltier. Dengan demikian air yang digunakan lebih hemat. Mikrokontroler ESP32 digunakan untuk memantau suhu permukaan panel surya dan suhu air, serta untuk mengontrol pompa dan peltier. Hasil pengujian sistem pendinginan berbasis air berhasil menjaga suhu permukaan panel surya berada pada suhu 30,18°C, sedangkan tanpa pendingin berada di 40,96°C, hal ini dapat meningkatkan tegangan dari 22,49V menjadi 23,85V, meningkatkan arus dari 4,22A menjadi 4,33A, meningkatkan daya dari 94,97W menjadi 103,01W, dengan demikian meningkatkan efisiensi sebesar 1,75%, dari 10,04% menjadi 11,79%. Dengan demikian, sistem pendinginan berbasis air terbukti efektif dalam menjaga suhu operasional panel surya.
Co-Authors . Harwoko Abyanuddin Salam Adibtia, Eggi Zulfahri Agoeng Noegroho, Agoeng Agung Wibowo Akhmad Kharis Nugroho ALWIZAR ALWIZAR, ALWIZAR Amien, Muhammad Andiwi Meifilina, Andiwi ARI WAHYUDI Aulia Fitri, Aulia Azhar, Ade Rizki Azhar, Ade Rizkia Azizah, Adelina Nur Banun Sri Haksasi Basuki, Hery Betry, Betry Dasopang, Helmi Rostiana Detia Tri Yunandar Didin Mujahidin Edwin Mirzachaerulsyah Eka Prasasti Nur Rachmani Eko Handoyo Endah Siswati Evani, Sheptia fahreza, Arta Fitri Fitri Fredy Hermanto, Fredy Garba, Malami Muhammad Gitanti Rohman Gitanti Rohman, Gitanti Hanif Nasiatul Baroroh Hasan, Nahrul Hasanah, Nurjannatul Helmiati Helmiati HENDRI WASITO Hening Pratiwi Hening Pratiwi, Hening Hidayat Hidayat Ibnu Hurri Indra Zultiar Indrajaya, Nathan Ismail Rokhim, Ismail Jeanita, Rani Saskia Jeanita, Rani Saskia JR, Tri Yutdo JUBAEDAH JUBAEDAH, JUBAEDAH Kadar M. Yusuf, Kadar M. Kaloka, Dinda Faradilia Putri Khairul Amin Lili Marliyah Lili Marliyah Lubis, Haniah M Nazir, M Madarina Julia Maghfiroh, Nurmaida Maliana, Dina Mansyur, Nur Indah Ma’rifah, Sa’idatul Meifilina , Andiwi Mubarak, Rais Muhamad Salman Fareza Mulyantini, Sri Nia Kurnia Sholihat Nia Kurnia Sholihat, Nia Kurnia Nugroho, Akmad Kharis Nur Fadhila Gunawan, Ridha Nur Sakinah Nurkamila, Safrina Ose, Anjelina Mariani Parasdya, Sekar Diva Prastiwi, Cahyarini Dwi Prastyanti, Shinta Pratama, Seftian Sanju Purnomo, Wahyudi Putra, Apria R. Soelistijanto Rahmahwati, Devita Sukma Rahmandari, Ismi Arifiana Rehana Rehana Ridha Ahida rizca Ronny Martien Saddam Saddam, Saddam Sari, Suci Wulan Selfia, Rahma Shole, Moh Sibaweh, Imam Slamet . Soelistijanto, Raden Sri Murhayati SUBEKTI, RUMINTO Supriyanto, Dedi Supriyatna, Reza Sutrisno, Gracelia Imelda Tanggur, Femberianus Sunario Tri Marhaeni Pudji Astuti Tuti Sri Suhesti Utami, Vitis Vini Fera Ratna Utami, Vitis Vini Vera Ratna Vitis Vini Fera Vitis Vini Fera, Vitis Vini Warsinah Warsinah Warsinah Warsinah Warsinah Warsinah Windhiana Sapti Argi Windhiana Sapti Argi, Windhiana Sapti Wisnuwardana, I Gede Wayan Yaldi, Yusri Yuliadi Erdani, Yuliadi Zaitun Zaitun Zulfadil, Zulfadil