Claim Missing Document
Check
Articles

Upaya Meningkatkan Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan Melalui Permainan Mencari Pasangan Pada Kelompok B TK Kasih Ibu Derlita Hutasoit; Yenda Puspita; Amin Yusi Nur Sa’ida; Moh Fauziddin; Melvi Lesmana Alim
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.154

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mengenal lambang bilangan pada anak Kelompok B TK Kasih Ibu. Permasalahan tersebut ditunjukkan dengan masih banyaknya anak yang belum mampu menyebutkan, mengurutkan, mengenali, dan mencocokkan lambang bilangan dengan jumlah benda secara tepat karena proses pembelajaran masih didominasi metode konvensional yang kurang melibatkan anak secara aktif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan melalui penerapan permainan mencari pasangan pada anak Kelompok B TK Kasih Ibu. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, dan setiap siklus terdiri atas dua kali pertemuan. Subjek penelitian adalah 12 anak Kelompok B TK Kasih Ibu. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif dengan menghitung persentase perkembangan kemampuan mengenal lambang bilangan berdasarkan kategori Belum Berkembang (BB), Mulai Berkembang (MB), Berkembang Sesuai Harapan (BSH), dan Berkembang Sangat Baik (BSB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan mencari pasangan dapat meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan anak secara signifikan. Pada tahap prasiklus, kemampuan anak masih didominasi kategori Belum Berkembang (BB) sebesar 33%, Mulai Berkembang (MB) sebesar 43%, Berkembang Sesuai Harapan (BSH) sebesar 17%, dan Berkembang Sangat Baik (BSB) sebesar 7%. Setelah tindakan pada Siklus I, terjadi peningkatan dengan persentase BB 5%, MB 13%, BSH 70%, dan BSB 12%. Peningkatan semakin optimal pada Siklus II, yaitu BB 0%, MB 8%, BSH 8%, dan BSB 84%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar anak telah mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), sehingga indikator keberhasilan penelitian telah tercapai. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa permainan mencari pasangan efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan pada anak Kelompok B TK Kasih Ibu
Implementasi Teknik Usap Abur Dalam Meningkatkan Motorik Halus Anak Kelompok B Di TK Pelita Harapan Erlina Ratna Asmara; Melvi Lesmana Alim; Moh Fauziddin; Musnar Indra Daulay; Kasman Edi Putra
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.155

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan motorik halus anak kelompok B di TK Pelita Harapan. Berdasarkan hasil observasi awal, sebagian besar anak masih mengalami kesulitan dalam menggenggam alat tulis dengan benar, mengoordinasikan gerakan mata dan tangan, mengontrol gerakan jari, serta menghasilkan karya yang rapi. Oleh karena itu, diperlukan suatu kegiatan pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini, salah satunya melalui teknik usap abur.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui penerapan teknik usap abur pada kelompok B di TK Pelita Harapan Kecamatan Kerumutan Kabupaten Pelalawan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 14 anak kelompok B. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan menghitung persentase ketuntasan kemampuan motorik halus pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknik usap abur mampu meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Pada kondisi awal, persentase ketuntasan kemampuan motorik halus anak mencapai 28%. Setelah dilaksanakan tindakan pada Siklus I, persentase meningkat menjadi 57%, kemudian pada Siklus II meningkat kembali menjadi 86%. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar anak telah mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB). Selain meningkatkan kemampuan motorik halus, teknik usap abur juga membuat anak lebih aktif, percaya diri, teliti, kreatif, serta lebih antusias mengikuti kegiatan pembelajaran.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan teknik usap abur efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok B di TK Pelita Harapan Kecamatan Kerumutan Kabupaten Pelalawan. Teknik usap abur dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif kegiatan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan untuk menstimulasi perkembangan motorik halus anak usia dini.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Media Kancing Baju Warna di TK Tunas Baru Desa Ranah Mega Sulastari; Yenda Puspita; Moh Fauziddin; Melvi Lesmana Alim; Kasman Edi Putra
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.162

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan motorik halus anak kelompok B di TK Tunas Baru. Anak masih mengalami kesulitan dalam mengontrol gerakan jari dan tangan, seperti mengelompokkan, menyusun, dan menempel benda kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, dan peningkatan kemampuan motorik halus anak melalui penggunaan media kancing baju warna. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 anak kelompok B TK Tunas Baru. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan lembar penilaian perkembangan anak. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menghitung persentase perkembangan kemampuan motorik halus anak pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media kancing baju warna dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Persentase kemampuan motorik halus anak pada pra-siklus mencapai 40%, meningkat menjadi 65% pada siklus I, dan meningkat lagi menjadi 87% pada siklus II. Dengan demikian, media kancing baju warna terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan bermain yang aktif, menarik, dan menyenangkan.
Penguatan Pemahaman Asesmen Catatan Anekdot dan Running Record bagi Guru TK An-Nur Desa Sungai Simpang Dua Kecamatan Kampar Kiri Hilir Kabupaten Kampar Joni Joni; Melvi Lesmana Alim; Yenda Puspita; Ade Yelda Hastriati; Zulhendri Zulhendri; Dedi Ahmadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 3 (2026): Abdira
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i3.2140

Abstract

This community service activity aimed to strengthen the understanding of TK An-Nur teachers in Sungai Simpang Dua Village, Kampar Kiri Hilir District, Kampar Regency, regarding authentic assessment in early childhood education, particularly Anecdotal Records and Running Records. The activity was based on preliminary observations showing that teachers’ understanding of child development assessment techniques was not yet optimal, resulting in unsystematic documentation of children’s development. The method consisted of preliminary observation, coordination with partners, counseling, training, assessment instrument practice, mentoring, evaluation, and reflection. The materials covered early childhood assessment concepts, authentic assessment principles, procedures for preparing Anecdotal Records and Running Records, and the use of assessment results as the basis for learning follow-up. The results indicated that participants gained a better understanding of authentic assessment and began to prepare examples of Anecdotal Records and Running Records based on the cases provided. The activity also increased participants’ awareness of the importance of objective, systematic, and continuous documentation of child development.
Upaya Meningkatkan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Menempel Kertas Warna Di TK Darul Yaqin Desi Anggraini; Nurmalina Nurmalina; Melvi Lesmana Alim; Joni Joni; Musnar Indra Daulay
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.165

Abstract

Rendahnya kemampuan motorik halus anak usia 5–6 tahun di TK Darul Yaqin menjadi latar belakang dilaksanakannya penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan menempel kertas warna. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 anak kelompok B usia 5–6 tahun yang terdiri atas 8 anak perempuan dan 7 anak laki-laki. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan menempel kertas warna mampu meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Pada Siklus I, kemampuan motorik halus anak mencapai persentase 66% pada kategori Berkembang Sangat Baik (BSB). Setelah dilakukan perbaikan pembelajaran pada Siklus II, persentase tersebut meningkat menjadi 87%, sehingga terjadi peningkatan sebesar 21%. Peningkatan terlihat pada kemampuan anak dalam mengoordinasikan mata dan tangan, ketepatan menempel sesuai pola, kerapian hasil karya, serta kemandirian dalam menyelesaikan tugas. Selain itu, anak menunjukkan antusiasme, konsentrasi, dan partisipasi yang lebih baik selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Dengan demikian, kegiatan menempel kertas warna terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 5–6 tahun di TK Darul Yaqin.
Peningkatan Kemandirian Anak Usia 5–6 Tahun Melalui Permainan Modifikasi Kancing Baju pada kelompok B TK Negeri Pembina 01 Kampar Utara Uci Lestari; Joni Joni; Melvi Lesmana Alim; Moh Fauziddin; Yenda Puspita
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.167

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian anak usia 5–6 tahun melalui permainan modifikasi kancing baju di TK Negeri Pembina 01 Kampar Utara. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri atas dua pertemuan. Subjek penelitian berjumlah 14 orang anak usia 5–6 tahun. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan modifikasi kancing baju dapat meningkatkan kemandirian anak. Pada kondisi prasiklus, persentase kemandirian anak yang mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB) baru mencapai 26,19%. Setelah pelaksanaan tindakan pada Siklus I, persentase tersebut meningkat menjadi 35,71%, dan pada Siklus II persentase anak yang mencapai kategori berkembang sesuai harapan (BSH) dan berkembang sangat baik (BSB) meningkat mencapai 90,47%. Peningkatan tersebut terlihat pada indikator kemampuan memasang dan melepas kancing baju secara mandiri, Inisiatif anak dalam mengikuti permainan, serta ketekunan dalam menyelesaikan tugas. Dengan demikian, permainan modifikasi kancing baju terbukti efektif dalam meningkatkan kemandirian anak usia 5–6 tahun dan dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif kegiatan pembelajaran yang menarik, menyenangkan, dan bermakna di pendidikan anak usia dini.
Penerapan Permainan Ular Tangga Untuk Meningkatkan Kemampuan Mengenal Angka Anak Usia 5-6 Tahun Erfi Yanti; Nurmalina Nurmalina; Musnar Indra Daulay; Joni Joni; Melvi Lesmana Alim
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.174

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun di TK Pelita Harapan, yang ditunjukkan oleh masih banyaknya anak yang belum mampu menyebutkan urutan angka, mengenali simbol angka, dan mencocokkan angka dengan jumlah benda secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan hasil penerapan permainan ular tangga dalam meningkatkan kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 14 anak kelompok B TK Pelita Harapan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan persentase yang didukung deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan ular tangga mampu meningkatkan kemampuan mengenal angka anak secara signifikan. Rata-rata kemampuan mengenal angka meningkat dari 35,7% pada kondisi awal menjadi 64,3% pada Siklus I dan mencapai 90,5% pada Siklus II. Peningkatan juga terjadi pada setiap indikator, yaitu kemampuan menyebut angka secara urut meningkat dari 42,9% menjadi 92,9%, kemampuan mengenal simbol angka meningkat dari 35,7% menjadi 92,9%, dan kemampuan mencocokkan angka dengan jumlah benda meningkat dari 28,6% menjadi 85,7%. Selain itu, penerapan permainan ular tangga juga meningkatkan keaktifan, antusiasme, dan kepercayaan diri anak selama proses pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa permainan ular tangga efektif digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun di TK Pelita Harapan.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun di TK Pelita Harapan, yang ditunjukkan oleh masih banyaknya anak yang belum mampu menyebutkan urutan angka, mengenali simbol angka, dan mencocokkan angka dengan jumlah benda secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan hasil penerapan permainan ular tangga dalam meningkatkan kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 14 anak kelompok B TK Pelita Harapan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan persentase yang didukung deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan ular tangga mampu meningkatkan kemampuan mengenal angka anak secara signifikan. Rata-rata kemampuan mengenal angka meningkat dari 35,7% pada kondisi awal menjadi 64,3% pada Siklus I dan mencapai 90,5% pada Siklus II. Peningkatan juga terjadi pada setiap indikator, yaitu kemampuan menyebut angka secara urut meningkat dari 42,9% menjadi 92,9%, kemampuan mengenal simbol angka meningkat dari 35,7% menjadi 92,9%, dan kemampuan mencocokkan angka dengan jumlah benda meningkat dari 28,6% menjadi 85,7%. Selain itu, penerapan permainan ular tangga juga meningkatkan keaktifan, antusiasme, dan kepercayaan diri anak selama proses pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa permainan ular tangga efektif digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun di TK Pelita Harapan.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun di TK Pelita Harapan, yang ditunjukkan oleh masih banyaknya anak yang belum mampu menyebutkan urutan angka, mengenali simbol angka, dan mencocokkan angka dengan jumlah benda secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan hasil penerapan permainan ular tangga dalam meningkatkan kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 14 anak kelompok B TK Pelita Harapan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan persentase yang didukung deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan ular tangga mampu meningkatkan kemampuan mengenal angka anak secara signifikan. Rata-rata kemampuan mengenal angka meningkat dari 35,7% pada kondisi awal menjadi 64,3% pada Siklus I dan mencapai 90,5% pada Siklus II. Peningkatan juga terjadi pada setiap indikator, yaitu kemampuan menyebut angka secara urut meningkat dari 42,9% menjadi 92,9%, kemampuan mengenal simbol angka meningkat dari 35,7% menjadi 92,9%, dan kemampuan mencocokkan angka dengan jumlah benda meningkat dari 28,6% menjadi 85,7%. Selain itu, penerapan permainan ular tangga juga meningkatkan keaktifan, antusiasme, dan kepercayaan diri anak selama proses pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa permainan ular tangga efektif digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun di TK Pelita Harapan.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun di TK Pelita Harapan, yang ditunjukkan oleh masih banyaknya anak yang belum mampu menyebutkan urutan angka, mengenali simbol angka, dan mencocokkan angka dengan jumlah benda secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan hasil penerapan permainan ular tangga dalam meningkatkan kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 14 anak kelompok B TK Pelita Harapan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan persentase yang didukung deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan ular tangga mampu meningkatkan kemampuan mengenal angka anak secara signifikan. Rata-rata kemampuan mengenal angka meningkat dari 35,7% pada kondisi awal menjadi 64,3% pada Siklus I dan mencapai 90,5% pada Siklus II. Peningkatan juga terjadi pada setiap indikator, yaitu kemampuan menyebut angka secara urut meningkat dari 42,9% menjadi 92,9%, kemampuan mengenal simbol angka meningkat dari 35,7% menjadi 92,9%, dan kemampuan mencocokkan angka dengan jumlah benda meningkat dari 28,6% menjadi 85,7%. Selain itu, penerapan permainan ular tangga juga meningkatkan keaktifan, antusiasme, dan kepercayaan diri anak selama proses pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa permainan ular tangga efektif digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun di TK Pelita Harapan.
Penerapan Metode Eksperimen Melalui Kegiatan Pencampuran Warna Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Kelompok B Di Tk Tunas Harapan Suriyani Suriyani; Musnar Indra Daulay; Melvi Lesmana Alim; Yenda Puspita; Zulhendri Zulhendri
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.180

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan kognitif anak Kelompok B di TK Tunas Harapan, khususnya dalam mengenal warna primer, melakukan pencampuran warna, serta menyebutkan hasil pencampuran warna. Indikator kemampuan kognitif yang diteliti meliputi kemampuan anak dalam mengenal dan menyebutkan warna primer, mengidentifikasi hasil pencampuran dua warna primer menjadi warna sekunder, melakukan kegiatan pencampuran warna secara mandiri, serta menyebutkan dan mengelompokkan hasil pencampuran warna. Permasalahan tersebut disebabkan oleh proses pembelajaran yang masih berpusat pada guru, penggunaan media pembelajaran yang kurang bervariasi, serta kurangnya pemberian pengalaman belajar secara langsung kepada anak. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan metode eksperimen melalui kegiatan pencampuran warna, sehingga anak dapat belajar secara aktif melalui proses mengamati, mencoba, dan menemukan sendiri hasil pencampuran warna. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak melalui penerapan metode eksperimen pada kegiatan pencampuran warna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian berjumlah 15 anak Kelompok B yang terdiri atas 8 anak laki-laki dan 7 anak perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan kognitif anak mengalami peningkatan pada setiap siklus. Pada pra tindakan, anak yang mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB) sebesar 20,00%, meningkat menjadi 60,00% pada Siklus I, dan kembali meningkat menjadi 93,33% pada Siklus II. Hasil tersebut telah mencapai dan melampaui target indikator keberhasilan penelitian yang telah ditetapkan, sehingga penelitian dinyatakan berhasil dan dihentikan pada Siklus II. Dengan demikian, penerapan metode eksperimen melalui kegiatan pencampuran warna terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak Kelompok B di TK Tunas Harapan.
Peningkatan Perilaku Sopan Santun Anak Melalui Kegiatan Bercerita Bermuatan Nilai Karakter Miftahul Jannah; Yenda Puspita; Melvi Lesmana Alim; Moh Fauziddin; Musnar Indra Daulay
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 1 (2026): Vol.3 No.1 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i1.186

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya perilaku sopan santun anak usia dini di TK ABA 008 Nagaberalih. Kondisi tersebut terlihat dari kurangnya kebiasaan anak dalam mengucapkan salam, menggunakan kata tolong, maaf, dan terima kasih, serta cara berbicara yang belum santun kepada guru maupun teman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi awal perilaku sopan santun anak, menganalisis penerapan kegiatan bercerita bermuatan nilai karakter, serta mengetahui peningkatan perilaku sopan santun anak setelah kegiatan tersebut diterapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan empat kali pertemuan. Subjek penelitian berjumlah 18 anak Kelompok B TK ABA 008 Nagaberalih, terdiri atas 7 anak laki-laki dan 11 anak perempuan pada semester genap tahun ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui observasi dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif berdasarkan kategori capaian perkembangan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada prasiklus, persentase anak yang mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB) sebesar 38,9%. Setelah diterapkan kegiatan bercerita bermuatan nilai karakter, persentase tersebut meningkat menjadi 45,5% pada Siklus I pertemuan pertama dan 62,3% pada pertemuan kedua. Pada Siklus II, persentase meningkat menjadi 77,7% pada pertemuan pertama dan mencapai 92,2% pada pertemuan kedua. Hasil tersebut telah melampaui indikator keberhasilan sebesar 75%. Dengan demikian, kegiatan bercerita bermuatan nilai karakter terbukti efektif meningkatkan perilaku sopan santun anak usia 5–6 tahun di TK ABA 008 Nagaberalih.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia Dini Melalui Penerapan Senam Irama Pada Anak Tk Humairoh 4 Kelurahan Simpang Baru Kecamatan Bina Widya Kota Pekanbaru Desi Handayani; Joni Joni; Melvi Lesmana Alim; Masrul Masrul; Yenda Puspita
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 1 (2026): Vol.3 No.1 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i1.195

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan motorik kasar anak usia dini di TK Humairoh 4 Kelurahan Simpang Baru Kecamatan Bina Widya Kota Pekanbaru. Kondisi tersebut terlihat dari masih adanya anak yang mengalami kesulitan dalam melakukan gerakan dasar seperti berjalan seimbang, melompat, mengikuti gerakan sesuai irama, serta mengoordinasikan gerakan tangan dan kaki. Permasalahan tersebut disebabkan oleh kurangnya variasi kegiatan fisik, rendahnya minat anak dalam mengikuti kegiatan senam, serta metode pembelajaran yang belum optimal dalam menstimulasi perkembangan motorik kasar anak. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui penerapan kegiatan senam irama. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak melalui kegiatan senam irama di TK Humairoh 4 Kelurahan Simpang Baru Kecamatan Bina Widya Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dan setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 9 orang anak Kelompok B yang terdiri atas 6 anak laki-laki dan 3 anak perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif melalui perhitungan persentase ketuntasan perkembangan motorik kasar anak. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan motorik kasar anak mengalami peningkatan pada setiap siklus. Pada tahap pratindakan, anak yang mencapai ketuntasan hanya sebanyak 3 anak (33,33%). Setelah dilakukan tindakan pada Siklus I, jumlah anak yang tuntas meningkat menjadi 5 anak (55,56%). Pada Siklus II, jumlah anak yang mencapai ketuntasan meningkat lagi menjadi 8 anak (88,89%), atau mengalami peningkatan sebesar 33,33% dari Siklus I dan 55,56% dari kondisi pratindakan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan kegiatan senam irama mampu meningkatkan kemampuan motorik kasar anak secara signifikan, terutama dalam aspek keseimbangan, koordinasi gerak, kelincahan, dan kemampuan mengikuti instruksi. Dengan demikian, kegiatan senam irama terbukti efektif digunakan sebagai salah satu strategi pembelajaran dalam mengembangkan motorik kasar anak usia dini di TK Humairoh 4 Kelurahan Simpang Baru Kecamatan Bina Widya Kota Pekanbaru.
Co-Authors Ade Yelda Hastriati Agus Sulastio Ahmadi, Dedi Aisyah Nurul Hurriyah Sani Amat Hidayat Amin Yusi Nur Sa’ida Amir Luthfi Anggraini, Vitri Anggraini, Vitri Arif Mudi Priyatno Aris Tarmizi Asmarani, Zulfa Asri Neli Putri Asrina Nelti Astuti Azizah Citra Ayu, Citra Darmanina Lisanti Darsih, Darsih Dea Mirnanda Dedi Ahmadi Derlita Hutasoit Desi Anggraini Desi Handayani Dessy Heriyani Desy Gusmisari Dianawati Dianawati Dwi Fungsiari Dwi Viora Eliza Ayu Wardani Erfi Yanti Eri Yanti Eri Yanti Erlina Ratna Asmara Fahzia Rahma Fatmasari, Osti Finegirls Hutasoit, Luxy Fungsiari, Dwi Hadi, Cipto Hardi, Vitri Anggraini Harisa, Riris Harisa, Riris Herwina Herwina Hestina, Rina Iis Aprinawati Ika Nuansa Fitri Jerito Pereira Jery Dariansyah Jesi Alexander Alim Joni Joni Joni Joni, Joni Kartini, Tisah Kasman Edi Putra Kesumawati, Sri Wahyuni Khairun Nisa Kusuma, Yanti Yandri Lasiah, Lasiah Lisanti, Darmanina Lovita, Resi Lusi Marleni, Lusi M. Syahrul Rizal M. Yogi Riyantama Isjoni Masrul Masrul Mega Sulastari Meza Mardita Meza Miftahul Amalia Miftahul Jannah Mohammad Fauziddin Mohd. Fauziddin Mulyasari, Rini Muslimah, Afriliyanti Muslimah, Afriliyanti Musnar Indra Daulay Nadila, Putri Naila Fauza Naimah Naimah Nelti Rizka Nenggolan, Rusmiyati Neni Hermita Nopa Wilyanita Novi Yeanti Novika Herawati Nur Asnia Nur Aviva Zahara Nurhaswinda Nurlita Nurlita Nurmala Dewi Nurmala Dewi, Nurmala Nurmalina Nurmalina Nurmalina Nurmalina Nurmalina, Nurmalina NURWAHIDAH NURWAHIDAH Pahrul, Yolanda Permadani, Rizky Putri Asilestari, Putri Putri Nadila Putri Rahayu Rahma yesi Rahmah Rahmah Rahmatulhusna Rambe, Paijan Ramdhan Witarsa Rani, Afriza Rahma Ranti, Ranti Resnalti Resnalti Rinaldi, Edo Rizal, Muhammad Syahrul Rizki Amalia Rizki Amalia Rizki Ananda Rizky Agustina Wulandari Romi Laspita Rosinta, Rosi Sandra Handayani Sutanto Saputri, Meylinda Mega Christina Sari, Lili Sari, Vigi Indah Permatha Silvia Rizki Silvia Rizki, Silvia Sinta, Dewi Sumianto Sumianto Suparmi Suparmi Suparmi Suparmi Suriyani Suriyani susanti, riza Susi Herlinda Swandra Rahayu Syahrial Syahrial SYAHRIAL SYAHRIAL Tatiana, Tatiana Tommy Tanu Wijaya Uci Lestari Ulva, Maria Vigi Indah Permatha Sari Viora, Dwi Vitri Angraini Hardi Warni, Shanti Waslimah, Elisa Widodo, Regita Berlian Wulandari, Rizky Agustina Yenda Puspita Yenni Fitra Surya Yolanda Pahrul Yusnira Zaitir Rahma Zohiri, Luthfi ZULFAH Zulfah Zulfah Zulhendri Zulhendri Zulhendri