p-Index From 2021 - 2026
8.897
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Manajemen Kelas Inklusif Sebagai Upaya Guru Meningkatkan Interaksi Sosial dan Toleransi Anak Usia Dini Wadhhah Nabilah Hsb; Siti Rahma Dewi Siregar; Azizah Hanum OK
Imamah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/jmpi.v4i1.1935

Abstract

Manajemen kelas inklusif menjadi salah satu langkah penting dalam menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, serta menghargai keberagaman pada anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan upaya guru dalam menerapkan manajemen kelas inklusif sebagai upaya meningkatkan interaksi sosial dan sikap toleransi pada anak usia dini. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), melalui pengumpulan dan analisis berbagai sumber ilmiah seperti buku, jurnal, dan artikel yang berkaitan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan kelas inklusif dapat diterapkan melalui pembelajaran kolaboratif, penciptaan lingkungan belajar yang adil dan bebas diskriminasi, penghargaan terhadap keragaman sosial dan budaya, serta penyelesaian konflik secara damai. Dalam hal ini, guru berperan penting sebagai fasilitator sekaligus pengelola kelas dalam menanamkan nilai toleransi, empati, kerja sama, dan sikap saling menghormati antar anak. Penerapan manajemen kelas inklusif juga membantu anak usia dini mengembangkan kemampuan interaksi sosial yang lebih baik dan membentuk karakter yang toleran dalam kehidupan bermasyarakat.
Implementasi Kurikulum PAUD dalam Menanamkan Integritas Nilai Multikultural Pada Anak Uasia Dini Almira Esa Nailah; Anggun Meymi Putri; Filza Halawatien Zaiyat; Azizah Hanum OK
Komprehensif Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) serta integrasi nilai-nilai multikultural di dalamnya. Indonesia sebagai negara yang kaya akan keberagaman budaya, suku, agama, dan bahasa, menuntut penyusunan kurikulum yang responsif, inklusif, dan mampu mengakomodasi segala perbedaan tersebut sebagai kekayaan bangsa. Hal ini menjadi sangat penting mengingat tahap usia dini merupakan masa paling fundamental dalam pembentukan dasar kepribadian dan karakter anak. Pembahasan mencakup prinsip-prinsip utama kurikulum yang peka terhadap keberagaman, strategi penyisipan nilai multikultural ke dalam tema maupun kegiatan pembelajaran, hingga contoh konkret penerapannya yang dituangkan dalam perencanaan pembelajaran seperti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH). Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai multikultural dapat dilakukan secara efektif melalui pendekatan tematik yang relevan dengan kehidupan anak, penggunaan metode bermain, bercerita, bernyanyi, serta pembiasaan perilaku positif dalam interaksi sehari-hari. Implementasi ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman mendalam mengenai toleransi, rasa hormat, empati, dan semangat kerja sama, sehingga terbentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan mampu hidup harmonis di tengah masyarakat yang beragam.
PERKEMBANGAN SOSIAL-EMOSIONAL DAN PEMBENTUKAN SIKAP TOLERANSI SISWA TK AL- MAIDAH Azizah Hanum OK; Ifni Syafitri Pane; Adhila; Kasumahian Hasibuan
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 5 (2026): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i5.7717

Abstract

Perkembangan sosial-emosional pada anak usia dini menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter dan kemampuan berinteraksi di lingkungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan sosial-emosional serta pembentukan sikap toleransi siswa di TK Al-Maidah yang beralamat di Jalan Terusan Dusun VI Gang Musyawarah 409 Desa Bandar Setia Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara dengan Kepala Sekolah MAIDAH PULUNGAN, S.Pd.I., dan guru Tasya Ardani Hasibuan, serta didukung pengamatan terhadap aktivitas pembelajaran di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan sosial-emosional siswa dibentuk melalui pembiasaan perilaku positif, kegiatan bermain kelompok, interaksi sosial yang sehat, dan penanaman nilai-nilai karakter dalam aktivitas sehari-hari. Sikap toleransi terlihat dari kemampuan anak berbagi, menghargai teman, membantu sesama, serta mampu berinteraksi tanpa membedakan latar belakang maupun karakter teman sebaya. Guru berperan penting dalam memberikan teladan, membangun komunikasi yang baik, serta menciptakan suasana belajar yang nyaman dan inklusif. Dengan demikian, pembentukan sikap toleransi pada anak usia dini dapat berkembang secara optimal melalui pembiasaan yang konsisten, lingkungan belajar yang kondusif, dan keterlibatan guru dalam proses pendidikan karakter anak.
The Integration of Islamic Educational Philosophy and Neuroscience in Understanding the Nature of the Human Being as an Educational Subject Muhammad Fadhli Azmi; Muhammad Rafi; Azizah Hanum OK
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 10, No 2 (2026): April -Juni
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v10i2.30790

Abstract

Understanding human nature is fundamental to developing effective education. However, Islamic educational philosophy and neuroscience are often treated as separate disciplines, resulting in a fragmented view of humans as educational subjects. This study aims to examine the integration of Islamic educational philosophy and neuroscience in understanding human nature within the educational context. A qualitative library research design with an integrative-philosophical approach was employed. Data were collected from books, scholarly journal articles, and other relevant literature, then analyzed using content analysis and conceptual synthesis. The findings indicate that the Islamic concept of fitrah corresponds with the neuroscience concept of neuroplasticity, emphasizing the dynamic potential of human development. Furthermore, integrating the concepts of 'aql, qalb, nafs, and ruh with neuroscientific perspectives provides a more comprehensive understanding of learners as biological, cognitive, moral, and spiritual beings. This integration also supports the development of holistic educational practices that balance intellectual, emotional, moral, and spiritual growth. The study concludes that integrating Islamic educational philosophy and neuroscience offers a comprehensive framework for strengthening contemporary Islamic education.
Media Pembelajaran Multikultural Aud Indah Nurita Sitompul; Dina Hermadani; Azizah Hanum OK
Maksimal Jurnal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol 3 No 6 (2026)
Publisher : Maximal Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis penerapan keterampilan dasar mengajar oleh pendidik di TK Islam Mawaddah Jurwiyah, yang berfokus pada tiga aspek: membuka dan menutup pelajaran, menjelaskan materi, serta mengadakan variasi pembelajaran. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui teknik observasi non-partisipan, wawancara semi-terstruktur bersama guru, dan dokumentasi kegiatan belajar-mengajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah mengimplementasikan keterampilan membuka dan menutup kelas secara efektif sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), seperti membangun komunikasi dua arah dan mengevaluasi emosi anak di akhir sesi. Dalam menyampaikan materi, guru menggunakan bahasa yang sederhana, konkret, dan berfokus pada poin-poin penting agar mudah dipahami anak usia dini. Selain itu, aspek variasi stimulus ditunjukkan melalui kreativitas guru dalam mengubah intonasi suara, posisi tubuh, serta memanfaatkan objek nyata dan media video guna mengatasi kejenuhan siswa. Secara keseluruhan, penguasaan ketiga keterampilan dasar ini terbukti mampu meningkatkan efektivitas penyampaian materi serta menciptakan atmosfer pembelajaran yang dinamis dan menyenangkan.
Rekonstruksi Konsep Ta’dib di Era Artificial Intelligence: Tantangan dan Peluang Pendidikan Nilai dalam Islam Farhan Abdul Ghani; Nur Sa’adah Pulungan; Azizah Hanum OK
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.976

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah mengubah paradigma pendidikan melalui peningkatan akses terhadap informasi, personalisasi pembelajaran, dan efisiensi proses akademik. Namun, perkembangan tersebut juga memunculkan berbagai tantangan bagi pendidikan Islam, seperti dominasi informasi atas internalisasi nilai, berkurangnya interaksi edukatif antara guru dan peserta didik, krisis otoritas moral, serta potensi dehumanisasi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi konsep ta'dib dalam merespons perkembangan AI serta merumuskan model konseptual Ta’dib digital sebagai kerangka pendidikan Islam pada era kecerdasan buatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai literatur primer dan sekunder yang membahas ta'dib, pendidikan nilai Islam, dan AI dalam pendidikan, kemudian dianalisis menggunakan content analysis melalui proses identifikasi, interpretasi, dan sintesis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama pendidikan Islam pada era AI bukan terletak pada kemajuan teknologinya, melainkan pada kesenjangan antara perkembangan teknologi dan pembentukan adab. Sebagai kontribusi konseptual, penelitian ini menawarkan model Ta’dib digital, yaitu integrasi antara penguasaan teknologi dan pembentukan adab melalui empat dimensi utama: adab kepada Allah SWT, adab terhadap ilmu, adab terhadap sesama manusia, dan adab terhadap lingkungan digital. Model ini menempatkan AI sebagai instrumen yang mendukung proses pembelajaran, sedangkan ta'dib menjadi landasan etik yang mengarahkan tujuan, batas, dan tanggung jawab penggunaannya. Temuan ini memperkuat relevansi ta'dib sebagai paradigma pendidikan Islam yang adaptif terhadap transformasi digital tanpa mengabaikan nilai-nilai moral dan spiritual.
Internalisasi Nilai Pendidikan Akhlak pada Anak Berkebutuhan Khusus di SLB Negeri Stabat Kabupaten Langkat Muhammad Rifa Badawi; Azizah Hanum OK; Junaidi Arsyad
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.951

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis internalisasi nilai pendidikan akhlak pada anak berkebutuhan khusus di SLB Negeri Stabat Kabupaten Langkat. Fokus kajian meliputi program internalisasi, faktor pendukung dan penghambat, serta solusi praktis yang dikembangkan sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, dan guru kelas yang mendampingi peserta didik dengan ragam ketunaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai akhlak dilakukan melalui program sapa-sambut harian, minat bakat, praktik ibadah Jumat, keterampilan, PHBI, dan kegiatan Ramadan. Nilai yang ditanamkan mencakup religiusitas, adab ibadah, disiplin, percaya diri, sopan santun, empati, tanggung jawab, dan kepedulian lingkungan. Faktor pendukung meliputi kepemimpinan kepala sekolah, keteladanan guru, dukungan orang tua, budaya sekolah, masyarakat, dan pemerintah daerah. Kendala utama mencakup hambatan komunikasi, keterbatasan sarana prasarana, jarak, transportasi, dan ekonomi keluarga. Solusi dilakukan melalui penguatan kompetensi guru, komunikasi adaptif, kemitraan lintas pihak, bantuan transportasi, toleransi kehadiran secara proporsional, serta perbaikan fasilitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan akhlak pada anak berkebutuhan khusus perlu dilakukan secara konkret, berulang, fleksibel, dan kolaboratif.
Peran Guru PAI dalam Meningkatkan Kualitas Ibadah Siswa di SMP Sabilina Tembung Nadia Salsabilla Dalimunthe; Azizah Hanum OK; Nasrun Salim Siregar
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 2 (2026): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/433n6326

Abstract

Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter religius dan meningkatkan kualitas ibadah peserta didik melalui proses pembelajaran, pembiasaan, serta keteladanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru PAI, upaya yang dilakukan, serta kendala yang dihadapi dalam meningkatkan kualitas ibadah siswa di SMP Sabilina Tembung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI berperan sebagai pendidik, pembimbing, motivator, fasilitator, dan teladan dalam membentuk kebiasaan ibadah siswa. Upaya yang dilakukan meliputi pembiasaan salat berjamaah, pembacaan Al-Qur'an, doa bersama, pemberian motivasi, pembinaan keagamaan, serta pengawasan terhadap pelaksanaan ibadah siswa. Keberhasilan upaya tersebut didukung oleh lingkungan sekolah yang religius, kerja sama dengan orang tua, dan tersedianya program keagamaan di sekolah. Sementara itu, kendala yang dihadapi meliputi rendahnya kesadaran sebagian siswa dalam melaksanakan ibadah secara mandiri, kurangnya pengawasan orang tua di rumah, serta pengaruh lingkungan pergaulan di luar sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran aktif guru PAI melalui pendekatan keteladanan, pembiasaan, motivasi, dan pembinaan yang berkesinambungan mampu meningkatkan kualitas ibadah siswa serta membentuk karakter religius yang lebih baik.
The Aims of Islamic Education and the Mental Health Crisis Among the Younger Generation: A Revitalization Agenda in the Digital Era Ahmad Shiddiq; Ade Irma Manurung; Azizah Hanum OK
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 10, No 2 (2026): April -Juni
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v10i2.30832

Abstract

The advancement of digital technology has brought various conveniences to human life. However, it has simultaneously given rise to psychological and spiritual issues, particularly among the younger generation. The mental health crisis experienced by young people is increasingly becoming a matter of concern within the educational sphere. Various pressures—such as academic demands, the influence of social media, shifting social environments, and the erosion of spiritual values—contribute to rising stress, anxiety, identity crises, and diminished mental resilience. These conditions indicate that education should not merely focus on academic achievement but must also address character building, as well as the mental and spiritual well-being of students. This study aims to analyze the relevance of spirituality in Islamic education as a solution to the mental health crisis facing the digital generation. It examines Islamic educational thought emphasizing adab (proper conduct/etiquette), purification of the soul, the educator as a role model, and a transcendental orientation to cultivate individuals of noble character. Character education is implemented to enhance the quality of educational outcomes by fostering good personality traits in alignment with graduate competency standards. This study employs a qualitative approach, specifically library research, utilizing books, research journals, and supporting articles. The findings demonstrate that educational spirituality plays a strategic role in establishing an intellectual, emotional, and spiritual balance among students. Values such as adab, exemplary conduct, and transcendental awareness prove relevant in strengthening mental resilience, mitigating the negative impacts of digital culture, and fostering a deeper sense of meaning in life.
The Existence of the Ma'arif Educational Institution (LP Ma'arif) of Nahdlatul Ulama in the City of Gunungsitoli Suharni Polem; Yusnaili Budianti; Azizah Hanum OK
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 20, No. 1 : Al Qalam (January 2026 - Special Edition: Islamic Studies)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v20i1.5889

Abstract

The Ma’arif Nahdlatul Ulama Educational Institution (LP Ma’arif NU) is one of the key pillars in the development of Islamic education in Indonesia, oriented toward the values of Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) and the principle of religious moderation (wasathiyah). This study aims to describe the historical background of LP Ma’arif NU’s establishment in Gunungsitoli City, analyze its role in advancing Islamic education, and identify the challenges it faces in maintaining its existence amid local social and cultural dynamics This research employs a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through in-depth interviews with LP Ma’arif NU administrators, school principals, teachers, and community leaders, as well as through field observations and documentation studies. Data analysis was conducted using data reduction, data presentation, and interactive conclusion-drawing techniques. The findings indicate that LP Ma’arif NU in Gunungsitoli City was established on the initiative of NU members to provide moderate Islamic education rooted in local traditions. The study concludes that LP Ma’arif NU in Gunungsitoli City plays a strategic role in strengthening moderate Islamic education but requires institutional reinforcement, stakeholder support, and adaptive strategies to grow and remain competitive in the future.
Co-Authors Abd. Latif Ade Ilfah Ade Irma Manurung Adhila Ahmad Irfan Zebua Ahmad Nawawi Ahmad Shiddiq Ahmad Yamin Dalimunthe Al Farabi, Mohammad Almira Esa Nailah Alya Nur Hikmah Amanda Anggi Ratulangi Anggun Meymi Putri Annisa Caniago Annisa Rahayu Sulistyo Arief Dharmawan Siregar Armansyah Armansyah Armen Ependi Lubis Budiman Budiman Candra Wijaya Daud Kilau Dea Ayu Pitaloka Denisa Safitri Dina Darnianti Tanjung Dina Hermadani Dina Maharani Enek Citra Feri Fadli Abidin Harahap Faisal Fanny May Sarah Farhan Abdul Ghani Feri Firmansyah Filza Halawatien Zaiyat Fitri Aisah Gunawan Gunawan Hasan Bakti Nasution Hasanul Syawal Havelia Ramadhani Ifni Syafitri Pane Indah Khairani Indah Nurita Sitompul Indah Sahmauli Kaloko Iqbal Syafi'i Jihan Safitah Junaidi Arsyad Junaidi Arsyad Junaidi Arsyad Kasumahian Hasibuan Khairil Idham Khairuddin Khairuddin Khairul Amri M Fajri Syahroni Siregar Maharani, Dina Mahidin Mahidin Maldina Aulia Rahmi Mas Teguh Wibowo Miftahul Jannah Mohammad Al Farabi Mohd Anuar Ramli Mohd Fadlan Riski Muhamad Thohirkan Sirait Muhammad Fadhli Azmi Muhammad Habibi Azimi Muhammad Habibi Azimi Muhammad Rafi Muhammad Ridho Muhammad Rifa Badawi Muhammad Rum Sitorus Muhammad Zulham Munthe Muhandis Alfalah Murtopo Murtopo Nadia Salsabilla Dalimunthe Nahar, Syamsu Nasrun Salim Siregar Novita Sari Nur Aisyah Amaliah Nur Alfina Sari Sitepu Nur Hafifah Nasution Nur Sa’adah Pulungan Nurdalipah Hasugian Nurun Nisa Ovy Dwi Ramzani Putri Amanda Rahmat, Rahmat Rayhan Aulia Annisa Ritonga Revianda Sofia Rifa Fazilatun Nisa Riki Dermawan Rizky Khoir Apriansyah Pane Rudi Saputra Rufi'i Rusydi Ananda Samsul Fajri Sindi Sahputri Siti Nurhalizah Siti Rahma Dewi Siregar Sonya Elsa Triyanda Pohan Sonya Elsa Triyanda Pohan Sri Wahyuni Lubis Sriwahyuni Lubis Suharni Polem Suliantika Suliantika Syahirah Abdul Shukor Syahrul Holid Syamsu Nahar Syamsu Nahar Syifa Alwardah Usiono Usiono Usiono Usiono Uswatun Dalimunthe Wadhhah Nabilah HSB Wini Dirgahayu Yessy Prisilla Sillpana Yumni Febriani Tanjung Yusnaili Budianti Yusnaili Budianti Yusnidar Gea Zulheddi Zulheddi Zulheddi Zulheddi