Claim Missing Document
Check
Articles

Moral Educational Values In The Book Al-Azkar By Imam An-Nawawi Ad-Dimasyqi Ahmad Nawawi; Zulheddi Zulheddi; Azizah Hanum OK
Al-Ulum: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmat Islamiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56114/al-ulum.v7i2.13248

Abstract

This study aims to analyze the content of al-Azkar and to identify the moral educational values contained within it, as well as to examine its relevance to modern Islamic education. This research employs a qualitative approach with a library research design. The primary data source is the book al-Azkar by Imam an-Nawawi ad-Dimasyqi, which is analyzed using the content analysis method to uncover the moral educational values embedded in the text. The findings indicate that al-Azkar contains hadiths of the Prophet Muhammad Saw related to daily practices of dhikr and supplication, which are rich in moral educational values. These values include: (1) morals toward Allah Saw such as tawhid (monotheism), piety, sincerity, gratitude, patience, trust in God (tawakkul), and repentance; (2) morals toward the Prophet Saw in the form of respect and love; (3) morals toward fellow human beings such as devotion to parents, respect for teachers, and maintaining good relationships within family and society; (4) inner morals such as humility (tawadu’), cooperation (ta’awun), tolerance (tasamuh), and positive thinking (husn al-?ann); and (5) morals toward other creatures, including ethical treatment of animals. 
The Educational Role of Muslim Women During the Time of the Prophet Muhammad in the Development of Islamic Education Sriwahyuni Lubis; Yusnaili Budianti; Azizah Hanum OK
Al-Ulum: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmat Islamiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56114/al-ulum.v7i2.13267

Abstract

This study aims to analyze the social role of Muslim women during the time of the Prophet Muhammad (peace be upon him) in the context of the social changes that occurred following the advent of Islam. The background of this study is based on the pre-Islamic conditions of Arab women, who faced various limitations in many aspects of life and subsequently underwent significant transformation after the advent of Islamic teachings. The method used is a qualitative historical approach employing documentation techniques, analysis of classical and contemporary literature, and critical interpretation of primary sources such as the Qur’an, hadith, and the Prophet’s biography (sirah nabawiyah). The analysis is conducted descriptively to trace the dynamics of Muslim women’s social roles within their historical context. The research findings indicate that Muslim women during the time of the Prophet Muhammad (peace be upon him) made significant contributions in various fields, including education, da’wah, the economy, health, and humanitarian activities. 
Manajemen Kelas Inklusif Sebagai Upaya Guru Meningkatkan Interaksi Sosial dan Toleransi Anak Usia Dini Wadhhah Nabilah Hsb; Siti Rahma Dewi Siregar; Azizah Hanum OK
Imamah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2026): In Progress
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/jmpi.v4i1.1935

Abstract

Manajemen kelas inklusif menjadi salah satu langkah penting dalam menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, serta menghargai keberagaman pada anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan upaya guru dalam menerapkan manajemen kelas inklusif sebagai upaya meningkatkan interaksi sosial dan sikap toleransi pada anak usia dini. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), melalui pengumpulan dan analisis berbagai sumber ilmiah seperti buku, jurnal, dan artikel yang berkaitan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan kelas inklusif dapat diterapkan melalui pembelajaran kolaboratif, penciptaan lingkungan belajar yang adil dan bebas diskriminasi, penghargaan terhadap keragaman sosial dan budaya, serta penyelesaian konflik secara damai. Dalam hal ini, guru berperan penting sebagai fasilitator sekaligus pengelola kelas dalam menanamkan nilai toleransi, empati, kerja sama, dan sikap saling menghormati antar anak. Penerapan manajemen kelas inklusif juga membantu anak usia dini mengembangkan kemampuan interaksi sosial yang lebih baik dan membentuk karakter yang toleran dalam kehidupan bermasyarakat.
Implementasi Kurikulum PAUD dalam Menanamkan Integritas Nilai Multikultural Pada Anak Uasia Dini Almira Esa Nailah; Anggun Meymi Putri; Filza Halawatien Zaiyat; Azizah Hanum OK
Komprehensif Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) serta integrasi nilai-nilai multikultural di dalamnya. Indonesia sebagai negara yang kaya akan keberagaman budaya, suku, agama, dan bahasa, menuntut penyusunan kurikulum yang responsif, inklusif, dan mampu mengakomodasi segala perbedaan tersebut sebagai kekayaan bangsa. Hal ini menjadi sangat penting mengingat tahap usia dini merupakan masa paling fundamental dalam pembentukan dasar kepribadian dan karakter anak. Pembahasan mencakup prinsip-prinsip utama kurikulum yang peka terhadap keberagaman, strategi penyisipan nilai multikultural ke dalam tema maupun kegiatan pembelajaran, hingga contoh konkret penerapannya yang dituangkan dalam perencanaan pembelajaran seperti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH). Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai multikultural dapat dilakukan secara efektif melalui pendekatan tematik yang relevan dengan kehidupan anak, penggunaan metode bermain, bercerita, bernyanyi, serta pembiasaan perilaku positif dalam interaksi sehari-hari. Implementasi ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman mendalam mengenai toleransi, rasa hormat, empati, dan semangat kerja sama, sehingga terbentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan mampu hidup harmonis di tengah masyarakat yang beragam.
PERKEMBANGAN SOSIAL-EMOSIONAL DAN PEMBENTUKAN SIKAP TOLERANSI SISWA TK AL- MAIDAH Azizah Hanum OK; Ifni Syafitri Pane; Adhila; Kasumahian Hasibuan
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 5 (2026): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i5.7717

Abstract

Perkembangan sosial-emosional pada anak usia dini menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter dan kemampuan berinteraksi di lingkungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan sosial-emosional serta pembentukan sikap toleransi siswa di TK Al-Maidah yang beralamat di Jalan Terusan Dusun VI Gang Musyawarah 409 Desa Bandar Setia Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara dengan Kepala Sekolah MAIDAH PULUNGAN, S.Pd.I., dan guru Tasya Ardani Hasibuan, serta didukung pengamatan terhadap aktivitas pembelajaran di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan sosial-emosional siswa dibentuk melalui pembiasaan perilaku positif, kegiatan bermain kelompok, interaksi sosial yang sehat, dan penanaman nilai-nilai karakter dalam aktivitas sehari-hari. Sikap toleransi terlihat dari kemampuan anak berbagi, menghargai teman, membantu sesama, serta mampu berinteraksi tanpa membedakan latar belakang maupun karakter teman sebaya. Guru berperan penting dalam memberikan teladan, membangun komunikasi yang baik, serta menciptakan suasana belajar yang nyaman dan inklusif. Dengan demikian, pembentukan sikap toleransi pada anak usia dini dapat berkembang secara optimal melalui pembiasaan yang konsisten, lingkungan belajar yang kondusif, dan keterlibatan guru dalam proses pendidikan karakter anak.
Co-Authors Abd. Latif Ade Ilfah Adhila Ahmad Nawawi Al Farabi, Mohammad Almira Esa Nailah Alya Nur Hikmah Amanda Anggi Ratulangi Anggun Meymi Putri Annisa Caniago Annisa Rahayu Sulistyo Arief Dharmawan Siregar Armansyah Armansyah Armen Ependi Lubis Arsyad, Junaidi Budiman Budiman Dea Ayu Pitaloka Denisa Safitri Dina Darnianti Tanjung Dina Maharani Enek Citra Feri Fadli Abidin Harahap Faisal Fanny May Sarah Feri Firmansyah Filza Halawatien Zaiyat Fitri Aisah Gunawan Gunawan Hasan Bakti Nasution Hasanul Syawal Havelia Ramadhani Ifni Syafitri Pane Indah Khairani Indah Sahmauli Kaloko Iqbal Syafi'i Junaidi Arsyad Junaidi Arsyad Junaidi Arsyad Kasumahian Hasibuan Khairil Idham Khairuddin Khairuddin Khairul Amri Kilau, Daud M Fajri Syahroni Siregar Maharani, Dina Mahidin Mahidin Mas Teguh Wibowo Miftahul Jannah Mohd Fadlan Riski Muhamad Thohirkan Sirait Muhammad Habibi Azimi Muhammad Habibi Azimi Muhammad Ridho Muhammad Ridho Muhammad Rum Sitorus Muhammad Zulham Munthe Muhandis Alfalah Murtopo Murtopo Nahar, Syamsu Novita Sari Nur Aisyah Amaliah Nur Alfina Sari Sitepu Nur Hafifah Nasution Nurdalipah Hasugian Nurun Nisa Putri Amanda Rahmat, Rahmat Rayhan Aulia Annisa Ritonga Rifa Fazilatun Nisa Riki Dermawan Rizky Khoir Apriansyah Pane Rudi Saputra Rufi'i Samsul Fajri Sindi Sahputri Siti Rahma Dewi Siregar Sonya Elsa Triyanda Pohan Sri Wahyuni Lubis Sriwahyuni Lubis Suliantika Suliantika Syahrul Holid Syamsu Nahar Syamsu Nahar Syifa Alwardah Usiono Usiono Usiono Usiono Uswatun Dalimunthe Wadhhah Nabilah HSB Wini Dirgahayu Yumni Febriani Tanjung Yusnaili Budianti Yusnidar Gea Zulheddi Zulheddi Zulheddi Zulheddi