p-Index From 2021 - 2026
10.965
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Journal on Mathematics Education (JME) Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Journal on Mathematics Education (JME) Jurnal Riset Pendidikan Matematika AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Al Khawarizmi: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika SIGMA: Jurnal Pendidikan Matematika JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Jurnal Penelitian Pendidikan Jurnal Elemen EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Edumatsains Journal of Research and Advances in Mathematics Education Al-Jabar : Jurnal Pendidikan Matematika Journal of Medives KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika Union: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika JRPM (Jurnal Review Pembelajaran Matematika) Jurnal Analisa JMPM: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika PRISMA Indonesian Journal of Science and Mathematics Education Juring (Journal for Research in Mathematics Learning) Jurnal SOLMA Jurnal Ilmiah Soulmath : Jurnal Edukasi Pendidikan Matematika JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika) IRJE (Indonesian Research Journal in Education) MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN Beta: Jurnal Tadris Matematika SJME (Supremum Journal of Mathematics Education) Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Prima: Jurnal Pendidikan Matematika SIGMA Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education SAP (Susunan Artikel Pendidikan) MEJ (Mathematics Education Journal) Edsence: Jurnal Pendidikan Multimedia BIORMATIKA : JURNAL ILMIAH FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif) Jurnal Penelitian Pembelajaran Matematika Sekolah Jurnal Absis : Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika Jurnal Magister Pendidikan Matematika (JUMADIKA) JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Mandalika Mathematics and Educations Journal JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) Dimasejati: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Range : Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal PEKA (Pendidikan Matematika) Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Integral : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika Idealmathedu: Indonesian Digital Journal of Mathematics and Education Inovasi Kurikulum Unnes Journal of Mathematics Education Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika AFORE: Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Journal of Medives: Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika) JRAMathEdu (Journal of Research and Advances in Mathematics Education) SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika Kreano, Jurnal Matematika Kreatif Inovatif Journal on Mathematics Education Research Jurnal Pendidikan MIPA Jurnal Pendidikan Progresif Journal on Mathematics Education SJME (Supremum Journal of Mathematics Education)
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Analisa

Website jeruq.com sebagai alat evaluasi pembelajaran matematika pada masa pandemi Covid-19 Iffa Hanifah Rahman; Nanang Priatna
Jurnal Analisa Vol 7, No 1 (2021): Volume 7 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Department of Mathematics Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, West Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ja.v7i1.12456

Abstract

Salah satu upaya pemerintah untuk memutus rantai virus covid-19 yaitu dengan menerapkan pembelajaran jarak jauh (daring) sehingga evaluasi pembelajaran pun dilakukan secara online. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan kelebihan dan kekurangan website jeruq.com sebagai alat evaluasi pembelajaran daring selama masa pandemic Covid-19. Penelitian ini dilakukan di salah satu SMK di Kabupaten Bandung Barat dengan subjek yaitu siswa sebanyak 20 orang dan satu orang guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa tes, wawancara, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan respon yang baik dari siswa dan guru pada website jeruq.com. Kelebihan pada website ini yaitu tampilannya mudah dimengerti dan mampu menghemat waktu. Sehingga website ini dapat dijadikan sebagai alat evaluasi pembelajaran daring. Kata kunci: Jeruq, Covid-19, Evaluasi Pembelajaran, Pembelajaran DaringOne of the government's efforts to break the chain of the Covid-19 virus is by implementing distance learning (online) so that learning evaluations are carried out online. This research was conducted to describe the advantages and disadvantages of the jeruq.com website as an online learning evaluation tool during the Covid-19 pandemic. This research was conducted in a high school in Bandung Regency with the subject of 20 students and one teacher. This study used a descriptive qualitative approach with data collection techniques in the form of tests, interviews, questionnaires, and documentation. The results of this study show a good response from students and teachers on the website jeruq.com. The advantages of this website are that it looks easy to understand and can save time. So that this website can be used as an online learning evaluation tool. Keywords: Jeruq, Covid-19, Learning Evaluation, Online Learning
Perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis siswa ditinjau dari self-regulated learning Dendy Maulana Gusmawan; Nanang Priatna; Bambang Avip Priatna Martadiputra
Jurnal Analisa Vol 7, No 1 (2021): Volume 7 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Department of Mathematics Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, West Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ja.v7i1.11749

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan abad 21 (4C) dan kemampuan High Order Thinking Skills (HOTS). Oleh karena itu, kemampuan berpikir kritis matematis sangat penting dikuasai siswa. Sedangkan, berdasarkan laporan TIMSS tahun 2015 dan 2013 ditemukan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa Indonesia masih rendah didukung data UNBK 2019 dan beberapa penelitian. Padahal, upaya peningkatan kemampuan berpikir kritis gencar dilakukan pemerintah melalui pengembangan Kurikulum. Artikel ini berupa hasil penelitian dengan tujuan menganalisis ada tidaknya perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis siswa ditinjau dari sisi afektif Self-Regulated Learning (SRL). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif-komparatif. Sampel penelitian ini adalah 105 orang siswa kelas XI salah satu SMAN di Yogyakarta. Data kemampuan berpikir kritis siswa diperoleh dengan menggunakan tes, sedangkan data SRL diperoleh dengan menggunakan angket. Hasil penelitian menunjukkan: 1) ada perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis yang signifikan antara siswa dengan kategori SRL rendah, sedang, dan tinggi; 2) ada perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang signifikan ditinjau dari dimensi SRL, yaitu motivation; time management; self-testing; dan using academic resources. Penelitian ini merupakan dasar acuan untuk mengungkap keterkaitan antara kemampuan berpikir kritis matematis dengan kemampuan SRL siswa.Critical thinking skills is one of the skills in the 21st century (4C) also one of the High Order Thinking Skills (HOTS) abilities. Thus, students need to master mathematical critical thinking skills. However, based on TIMSS reports in 2015 and 2013 supported by the data from UNBK 2019 and several studies, it was found that Indonesian students' critical thinking skills are still low. The efforts in improving critical thinking skills have been done intensively by the government through the development of the Curriculum. This article is a research result that aims to analyze whether there are differences in students' mathematical critical thinking skills reviewed from affective side of  Self-Regulated Learning (SRL). This study used a quantitative approach with a comparative descriptive method. The sample of this study were 105 eleventh grade students in one public high school in Yogyakarta. The results showed: 1) there is a significant difference in mathematical critical thinking skills between students with low, medium, and high SRL categories. 2) there is a significant difference in students' mathematical critical thinking skills reviewed from the SRL dimension, which are motivation; time management; self-testing; and using academic resources. Penelitian merupakan dasar acuan untuk mengungkap keterkaitan antara kemampuan berpikir kritis matematis dengan kemampuan SRL siswa.
Students' Pseudo-Thinking Process in Solving SPLDV Problems Based on Polya's Stages Alfi Syahraini; Nanang Priatna; Suhendra Suhendra
Jurnal Analisa Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Department of Mathematics Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, West Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ja.v9i1.26543

Abstract

Proses berpikir pseudo siswa terdiri dari pseudo benar dan pseudo salah, dapat dilihat dari cara menyelesaikan soal SPLDV berdasarkan tahapan Polya. Masalah yang akan dikaji adalah proses berpikir pseudo siswa saat menyelesaikan soal SPLDV dengan tahapan Polya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses berpikir pseudo siswa dalam memecahkan masalah berdasarkan Tahapan Polya. Penelitian ini dilakukan di salah satu SMP Kota Jambi, Provinsi Jambi, dengan subjek penelitian 2 siswa kelas 8 untuk materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel. Metode yang diguanakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan triangulasi data, adapun instrumen penelitian menggunakan tes pemecahan masalah dan pedoman wawancara. Analisis data yang dilakukan terdiri dari reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Temuan dari penelitian ini adalah: 1) Pada proses pemecahan masalah matematis, terdapat siswa yang menjawab benar akan tetapi saat di wawancara ternyata siswa hanya hafal rumus dan tidak memahami konsep, ini dinamakan pseudo benar. 2) Pada proses pemecahan masalah matematis, terdapat siswa yang menjawab salah tetapi setelah diwawancara siswa dapat merefleksikan sehingga mampu memperbaiki jawaban, ini dinamakan pseudo salah. Berdasarkan hasil penelitian, saat mengajar guru dapat mengetahui mana siswa yang benar-benar berpikir dan mana yang berpikir pseudo. The student's pseudo thought process consists of pseudo-true and pseudo-false, it can be seen from how to solve SPLDV problems based on Polya's stages. The problem to be studied is the pseudo thought process of students when solving SPLDV problems with Polya's stages. This study aims to describe the pseudo thought process of students in solving problems based on Polya's stages. This research was conducted at one of the Jambi City Junior High Schools, Jambi Province, with the research subject 2 students of 8th grade students for the material of the System of Linear Equations of Two Variables. The method used in this research is qualitative research. Data collection was carried out by triangulating data, while the research instruments used problem solving tests and interview guidelines. The data analysis consisted of data reduction, data display and conclucing drawing/verification. The findings of this study are: 1) In the process of solving mathematical problems, there are students who answer correctly but when interviewed it turns out that students only memorize formulas and do not understand concepts, this is called pseudo correct. 2) In the process of solving mathematical problems, there are students who answer incorrectly but after being interviewed students can reflect so that they can improve their answers, this is called pseudo-false. Based on the results of the study, when teaching teachers can find out which students are really thinking and which ones are pseudo thinking.
Co-Authors Aan Subhan P Adirakasiwi, Alpha Aflich Yusnita Fitrianna Agna Ilma Taofik Agustyani, Anggit Reviana Dewi Aisyah Rahmayantri Akash Satish Kumar Alfi Syahraini Al’atif, Afroh Mahfudoh Anggareni, Peni Arif Muchyidin Atika Defita Sari Atiyah, Khairini Aulia Adytia Putri Avip Priatna, Bambang Avip, Bambang Balkist, Pujia Bambang Avip Bambang Avip Priatna Martadiputra cakrawala Benny Wahyudi Bustaren, Bill Chairy Rizki Dadan Dasari Dadang Juandi Dadang Juandi Darhim Darhim Dendy Maulana Gusmawan Dewi Ranti Diana Ayu Wulandari Didi Suryadi Dita Oktavihari EfridaMuchlis, Effie Enjun Junaeti Fadilla Hidayatulloh, Natasya Fajriyati, Shanti Nur Fatimah, Siti Fatmiyati, Novita Fauziyyah, Farah Fitria Nurulaeni Fitria, Wenny Gusmawan, Dendy Maulana Hanifa Dina Aulia Dewi Umbara Hastri Rosiyanti, Hastri Herizal Herizal Husni, Niakmatul Iffa Hanifah Rahman Iik Nurhikmayati, Iik Indriani, Ulfa Dwi IYAM MARYATI Iyam Maryati Jarnawi Afgani Dahlan Junaeti, Enjun Kadarisma, Gida Kadir, Kamaliyah Karina Yulianti Kartika Yulianti Kertayasa, I Ketut Khairini Atiyah Khairunnisa Khairunnisa Kintan Tyara Augie Kumar, Akash Satish Kusnandi Kusnandi Kusnandi, Kusnandi Laia, Harun Onesimus Laila, Alya Nur Najmi Laili Rahmawati Lethulur, Nelma Dortje Lina Nurhayati Lorenzia, Silviana Ayu Lutfi, Jasmine Salsabila M Fikri Hamdani M., Bambang Avip Priatna Marpaung, Cichi Farhan Syahmar Minasyan, Sona Muchamad Subali Noto Muchlis, Effie Efrida Muchlis, Effie Efrida Muchyidin, Arif Muhaimin, Lukman Hakim Mulyati Mustika Sari, Rika Mursidah, Mursidah N. Nurjanah Nadya Syifa Utami Nasir, Norma Nurdiyah Kurniati Nurjanah Nurjanah, Nurjanah Nurmala Setianing Putri Nurwita, Faizah Oktavihari, Dita Pahmi, Samsul Pieter Zakarias Tupamahu Puteri, Alycia Rahmah Kamilah Putri Wahyuni Putri, Aulia Adytia Raisatunnisa Ratu Sarah Fauziah Iskandar Rika Mulyati Mustika Sari Rivani Adistia Dewi Rizky Rosjanuardi Rudi Susilana, Rudi Rusman Saleh Nugraha Haryadin Saputra, Andari Saputra, Andari Sholikhakh, Rizqi Amaliyakh Sholikhakh Siti Fatimah Sitti Nur Astuti S. Sufyani Prabawanto, Sufyani Sugama Maskar Sugiman Sugiman Suhendra Suhendra Suhendra, S Sukma, Yovika Sumanang Muhtar Gozali Sumaryanta Sumaryanta Susilawati, Intan Syafdi Maizora Syahbudin, Fauzan Syifa Mardliyah Taofik, Agna Ilma Tatang Herman, Tatang TATI NURHAYATI Turmudi Ulfa, Nadia Vipi Alvyanita Wenny Fitria Yaya S. Kusumah Yaya Sukjaya Kusumah Yovika Sukma Yulianti, Karina Z, Yulia Rahmawati