Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Pengaruh Perbedaan Konstruksi Mulut Bubu Lipat Terhadap Hasil Tangkapan Rajungan (Portunus pelagicus) Di Perairan Karangsong, Indramayu Nurma - Wijayanti; Herman - Hamdani; Donny Juliandri Prihadi; Lantun Paradhita Dewanti
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. IX No. 2 /Desember 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.482 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektifitas alat tangkap bubu berdasarkan sudut kemiringan mulut bubu dan menghasilkan jenis dan komposisi hasil tangkapan bubu lipat tertinggi di perairan Karangsong Indramayu. Penelitian  dilakukan pada bulan Februari - Maret 2017. Penelitian  menggunakan metode eksperimental dengan analisis ragam (Anova) dengan uji F dan deskriptif kuantitaif. Bubu lipat yang digunakan memiliki disain dan kontruksi dengan ukuran 50 x 30 x 10 cm3 untuk sudut 20o dan ukuran konstruksi 50 x 30 x 20 cm3 untuk sudut 40o, sedangkan konstruksi yang dimiliki nelayan di Indramayu memiliki ukuran 40 x 30 x 15 cm3 untuk sudut 30o. Bentuk konstruksi mulut bubu dengan kemiringan 20o, 30o, dan 40o dimaksudkan untuk memperoleh hasil tangkapan yang signifikan dengan mengubah konstruksi di bagian mulut bubu lipat. Hasil tangkapan terdiri dari rajungan (85%), ikan baji-baji (5%), udang mantis (7%), cumi-cumi (1%), ikan betotot (1%) dan ikan alamkao  (1%). Total hasil tangkapan rajungan untuk kemiringan lintasan masuk 30o sebesar 36 ekor, 40o sebanyak 29 ekor dan 20o mendapatkan hasil tangkapan rajungan sebanyak 16 ekor. . Berdasarkan uji Duncan dengan taraf kepercayaan 95% lintasan masuk bubu dengan kemiringin 30o dan 40o tidak berbeda nyata, artinya bubu nelayan dan bubu modifikasi sama efektif digunakan oleh nelayan.
Kelimpahan dan Kondisi Habitat Siput Gonggong (Strombus turturella) Di Pesisir Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau Vidlia Putri Rosady; Sri Astuty; Donny Juliandri Prihadi
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kelimpahan dan kondisi habitat siput gonggong (Strombus turturella)  di pesisir Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Metode yang digunakan yaitu metode survei pada 6 (enam) stasiun pengamatan. Pada masing-masing stasiun, dibuat area sampling seluas 100 m x 100 m. Pada area sampling ditarik 5 buah garis tegak lurus dengan interval 25 meter. Sample diambil pada petak kuadrat seluas 1 m x 1 m setiap 10 meter pada garis tegak lurus tersebut. Parameter pengamatan meliputi kualitas perairan, substrat, kadar total organik, kelimpahan dan pola penyebaran siput gonggong. Hasil penelitian diperoleh 3 jenis gastropoda yaitu Strombus turturella, Natica Gualtieriana, dan Lambis lambis. Nilai kelimpahan siput gonggong tertinggi terdapat pada Stasiun E (Sungai Lepah) dengan jumlah 0,5 ind/m2, dan terendah di Stasiun B (Sungai Kecil) dengan jumlah 0,04 ind/m2, dan pada Stasiun D (Sekera) tidak ditemukan siput gonggong.  Habitat siput gonggong terdapat pada substrat pasir di semua stasiun. Kualitas perairan di stasiun penelitian dikategorikan layak untuk biota laut dalam baku mutu perairan pada Kep.Men.LH No.51. Pola penyebaran menunjukan siput gonggong hidup secara berkelompok. Aktivitas masyarakat di pesisir Kabupaten Bintan yang berpengaruh terhadap kelimpahan siput gonggong antara lain aktivitas penangkapan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi lokal maupun wisatawan, penambangan pasir di laut dan di pantai. 
Karakteristik Sedimen dan Pengaruhnya Terhadap Kelimpahan Gastropoda Pada Ekosistem Mangrove Di Pulau Pramuka Dinur Piranto; Indah Riyantini; Mochamad Untung Kurnia Agung; Donny Juliandri Prihadi
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. X No. 1/Juni 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.015 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Pulau Pramuka pada bulan April 2017. Tujuan penelitian ini untuk menentukan karakteristik sedimen dan kelimpahan gastropoda serta korelasinya karakteristik sedimen dengan kelimpahan gastropoda pada ekosistem mangrove yang terdapat di Pulau Pramuka. Metode yang digunakan yaitu metode survei dan untuk pengumpulan data dengan metode pusposive sampling. Pengambilan sampel gastropoda menggunakan metode transek kuadrat pada 3 stasiun dengan masing-masing stasiun memiliki 3 substasiun, sedangkan sampel sedimen diambil mewakili stasiun masing-masing. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan menghubungkan karakteristik sedimen dengan kelimpahan gastropoda. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa karakteristik sedimen pada stasiun I dan III memiliki jenis sedimen pasir dan stasiun II memiliki jenis sedimen pasir lumpuran. Sedangkan Kelimpahan gastropoda yang didapat pada stasiun I sebesar 10,95 individu/m2, stasiun II sebesar 27,13 individu/m2, dan stasiun III sebesar 7,61 individu/m2. Karakteristik sedimen pasir lumpuran memiliki kelimpahan gastropoda yang paling tinggi dibandingkan sedimen pasir. Sehingga dapat disimpulkan bahwa karakteristik sedimen memiliki pengaruh terhadap kelimpahan gastropoda pada ekosistem mangrove di Pulau Pramuka.
Analisis Pendapatan Nelayan Jaring Insang Tetap dan Bubu Di Kecamatan Membalong Kabupaten Belitung Dwi Siskawati; Achmad Rizal; Donny Juliandri Prihadi
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan pendapatan nelayan jaring insang tetap dan bubu di Kecamatan Membalong Kabupaten Belitung. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey dengan teknik wawancara. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dengan responden terpilih sebanyak 14 orang. Jenis data yang digunakan adalah data primer dari hasil wawancara responden dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendapatan nelayan jaring insang tetap dan bubu dengan kapasitas motor 3GT berbeda-beda. Nelayan Jaring insang tetap memiliki rata –rata pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan nelayan bubu yaitu sebesar Rp.138.375.060 per tahun. Sedangkan nelayan bubu memiliki rata-rata pendapatan  sebesar Rp.92.726.962 per tahun. Adapun hasil analisis BCR (Benefit Cost Ratio) dari usaha penangkapan dengan alat tangkap jaring insang tetap yaitu 1,98 dan alat tangkap bubu sebesar 1,78. Hal tersebut menunjukan usaha penangkapan dengan kedua alat tangkap tersebut layak dijalankan karena memperoleh nilai BCR lebih dari 1. Secara keseluruhan pendapatan usaha yang diterima nelayan jaring insang tetap dan nelayan bubu tersebut cukup baik karena dapat menutupi biaya operasional yang dikeluarkannya.
POTENSI SUMBERDAYA LAMUN SEBAGAI PENUNJANG EKOWISATA DI PULAU MENJANGAN BESAR, KEPULAUAN KARIMUN JAWA Aini Iftinaan K J; Donny Juliandri Prihadi; Mochamad Untung Kurnia Agung; Wahyuniar Pamungkas
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.728 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui potensi biofisik ekosistem lamun sebagai penunjang kegiatan ekowisata di Pulau Menjangan Besar dengan menghasilkan nilai kesesuaian ekowisata sebagai lamun penunjangnya, menghasilkan nilai daya dukung kawasan ekowisata lamun, dan untuk mengetahui presepsi dan partisipasi masyarakat di Pulau Menjangan Besar Kepulauan Karimun Jawa terhadap peluang daya dukung ekosistem lamun sebagai penunjang ekowisata. Penelitian dilaksanakan pada bulan April – Mei 2017 di Pulau Menjangan Besar, Kepulauan Karimun Jawa. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode observasi, yaitu pengambilan data di lapangan dan studi literatur. Bobot penentuan kesesuaian ekowisata lamun yang digunakan adalah kesesuaian menurut Yulianda, 2007.  Adapun beberapa parameter yang di amati adalah tutupan lamun, jenis lamun, jenis ikan, kecerahan, suhu, kedalaman, kecepatan arus, jenis substrat, salinitas, sarana dan prasarana, aksesibilitas, dan melihat respon dari masyarakat. Data hasil survey lapangan kemudian diolah menggunakan software microsoft excel 2010 dan ArcGis 10.1 yang hasilnya akan disandingkan dengan kriteria kesesuaian wilayah untuk kegiatan Ekowisata pada ekosistem lamun. Berdasarakan hasil pengamatan dan pengolahan data, secara keseluruhan Pulau Menjangan Besar termasuk kedalam kriteria “Sesuai” dengan perhitungan nilai dari stasiun 1 sampai dengan stasiun 4 yaitu: 64 %, 64 %, 66 %, 66 %. Untuk perhitungan daya dukung kawasan kegiatan ekowisata lamun di Pulau Menjangan besar untuk kegiatan snorkling mencapai 113 orang di setiap harinya. Hasil presepsi, sikap, dan partisipasi masyarakat terhadap kegiatan ekowisata sendiri adalah menyetujui dan akan berpartisipasi dalam kegiatan ekowisatan pada ekosistem lamun.
Keterkaitan Kepadatan Predator Karang Bintang Laut Berduri (Acanthaster placi) Terhadap Kondisi Terumbu Karang Di Perairan Pulau Batu Malang Penyu, Kepulauan Belitung Rizaldy Mauliza; Donny Juliandri Prihadi; Mega Laksmini Syamsuddin
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

                Acanthaster planci atau yang biasa dikenal sebagai Crown of thorns starfish merupakan salah satu jenis bintang laut raksasa dengan jumlah duri yang banyak sekali, merupakan hewan pemakan terumbu karang. Kepadatan populasi Acanthaster planci di daerah terumbu karang akan memberikan dampak negatif bagi kehidupan karang. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi terumbu karang, kepadatan Acanthaster planci dan keterkaitan antara Acanthaster planci dengan terumbu karang. Penelitian ini dilokasi perairan Pulau Batu Malang Penyu Kepulauan Belitung.Penilaian kondisi terumbu karang dan kepadatan Acanthaster planci dilakukan dengan metode Line Intercept Transect (LIT) sejauh 50 meter pada kedalaman 3-5 meter.
Korelasi Kelimpahan Ikan Baronang (Siganus Spp) Dengan Ekosistem Padang Lamun Di Perairan Pulau Pramuka Taman Nasional Kepulauan Seribu Saiyaf Fakhri A; Indah Riyantini; Donny Juliandri Prihadi
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di perairan Pulau Pramuka, Taman Nasional Kepulauan Seribu. Pelaksanaannya dilakukan pada bulan Mei 2015. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi jenis lamun dan ikan baronang serta dianalisis hubungan yang terjadi antara lamun dan ikan baronang. Penentuan stasiun ditentukan berdasarkan tingkat kerapatan lamun, analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis korelasi dengan variabel bebas kerapatan lamun dan variabel tidak bebas yang merupakan kelimpahan ikan baronang. Parameter yang diamati adalah lamun, ikan baronang, dan kualitasperairan. Lamun yang ditemukan sebanyak empat spesies yaitu Cymodocea rotundata, Enhalus acoroides, Halophila ovalis, dan Thalassia hemprichii, sedangkan jenis ikan baronang yang ditemukan adalah Siganus canaliculatus. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penutupan lamun rata-rata berkisar antara 14,14 – 51,1% dan kerapatan berkisar 24,5 – 93,6 ind/m 2 , sedangkan kelimpahan ikan baronang berkisar 0 – 6 ind/are. Nilai korelasi antara kerapatan lamun dengan kelimpahan ikan baronang sebesar 0,971 dengan nilai koefisien determinasi sebesar 94,2%. Nilai tersebut menunjukkanhubungan yang sangat kuat dengan pola regresi positif.
PENGUATAN KELEMBAGAAN PENGELOLA PARIWISATA MANGROVE KARANGSONG DAN KELEMBAGAAN POTENSI BIRD WATCHING DI EKOWISATA MANGROVE KARANGSONG INDRAMAYU Donny Juliandri Prihadi
Dharmakarya Vol 8, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.11 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v8i3.20943

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat Dosen dengan judul “Penguatan Kelembagaan Pengelola Pariwisata Mangrove Karangsong dan Kelembagaan potensi Bird Watching Di Ekowisata Mangrove Karangsong Indramayu adalah program dengan tujuan untuk meningkatkan daya saing ekowisata mangrove di Karangsong agar bisa mendunia. Melibatkan masyarakat dan kelompok msyarakat Pantai Lestari dalam pengelolaan merupakan langkah yang baik untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat desa Karangsong. Saat ini tim sudah melakukan koordinasi antara kelompok pantai lestari dan Dinas KKP di Kabupaten Indramayu dan SMK 2 Indramayu. Pertemuan koordinasi ini membahas kegiatan yang akan dilakukan oleh tim bersama masyarakat dan kelompok pantai lestari, guna untuk dilakukannya pendapingan dalam proses peningkatan daya saing ekowisata mangrove di Karangsong. Adapun sosialisasi dan memberikan stimulasi kepada sisa SMK 2 Indramayu untuk sama-sama mengembangkan potensi ekoisata mangrove Karangsong. Sehingga Pengelola Mangrove Karangsong dapat lebih baik dan menambah aktraksi untuk turis yang berkunjung baik turis lokal maupun internasional. 
Daya Dukung Lingkungan dan Analisis Kesesuaian pada Wisata Hiu Paus (Rhincodon typus) di Taman Nasional Teluk Cenderawasih, Kabupaten Nabire Donny Juliandri Prihadi; Aris Nuryana; Walim Lili; Yudi Nurul Ihsan; Evi Nurul Ihsan
Akuatika Indonesia Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.105 KB) | DOI: 10.24198/jaki.v2i2.23418

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Perairan Kwatisore, Taman Nasional Teluk Cenderawasih, Kabupaten Nabire untuk mengetahui kesesuaian kondisi lingkungan perairan dan daya dukung kawasan dalam mendukung pengembangan wisata hiu paus (Rhincodon typus) di perairan Kwatisore. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode cross section dimana data bersumber dari data primer yakni data yang dikumpulkan melalui observasi di lapangan dan data sekunder yang bersumber dari pengelola wisata dan instansi terkait. Data tersebut kemudian dianalisis dengan metode Water QualityIndex (WQI) dan analisis kesesuaian serta analisis daya dukung kawasan. Pengambilan data primer dilakukan di 11 stasiun berdasarkan titik kemunculan hiu paus selama tahun 2013 – 2015. Hasil analisis Water Quality Index(WQI) menunjukkan bahwa kondisi perairan Kwatisore baik air laut maupun tawar tergolong normal atau belum tercemar. Hasil perbandingan baku mutu air laut untuk wisata bahari dan biota laut menunjukkan bahwa perairan Kwatisore sesuai untuk dijadikan wisata bahari dan habitat biota laut seperti hiu paus. Penentuan waktu terbaik dalam melihat hiu paus adalah ketika fase bulan baru atau pada minggu 1 dan 2 awal bulan. Untuk analisis kesesuaian kawasan untuk wisata melihat hiu paus menunjukkan bahwa stasiun 1, 4, 7, 8, 9 dan 11 termasuk dalam kriteria S1 atau sangat sesuai,sedangkan stasiun 2, 3, 5, 6 dan 10 termasuk S2 atau sesuai sebagai lokasi melihat hiu paus. Hasil perhitungan nilai daya dukung kawasan (DDK) wisata hiu paus di perairan Kwatisore mencapai 108 wisatawan/hari.
PENGELOLAAN KONDISI EKOSISTEM MANGROVE DAN DAYA DUKUNG LINGKUNGAN KAWASAN WISATA BAHARI MANGROVE DI KARANGSONG INDRAMAYU Donny Juliandri Prihadi; Indah Riyantini Riyantini; Mochamad Rudyansyah Ismail
Jurnal Kelautan Nasional Vol 13, No 1 (2018): APRIL
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.81 KB) | DOI: 10.15578/jkn.v1i1.6748

Abstract

Riset ini dilakukan pada bulan April sampai September 2017. Lokasi riset ini di kawasan mangrove Karangsong, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Propinsi  Jawa Barat. Tujuan riset ini adalah untuk memperoleh data keanekaragaman dan kerapatan mangrove, mendapatkan status biofisik ekosistem mangrove di Karangsong Indramayu, mengevaluasi daya dukung lingkungan kawasan wisata bahari di Karang Song Indramayu, dan mengevaluasi status pengelolaan kawasan wisata bahari mangrove di Karang Song Indramayu. Metode yang digunakan adalah metode survey dan wawancara. Metode ini untuk mengetahui data keanekaragaman, kerapatan mangrove dan biofisik kawasan wisata mangrove. Hasil yang ditemukan adalah ditemukannya 3 jenis mangrove yaitu Avicennia marina, Rhizophora stylosa, dan Rhizophora mucronata. Dalam kawasan mangrove ditemukan Kepiting Uca (Uca sp), Kepiting bakau (Scyalla serata) yang berlimpah, sehingga bisa dimanfaatkan untuk masyarakat sekitar. Kerapatan mangrovenya yaitu berkisar dari 380 – 1040 individu/Ha. Adapun daya dukung lingkungan kawasan mangrove sebesar 643 orang/hari yang bisa ditampung secara efisien agar kawasan tersebut tetap terjaga lestari. Evaluasi status pengelolaan oleh kelompok masyarakat Pantai Lestari adalah dengan mempertahankan dan memajukan wisata bahari sebagai program unggulannya. Penambahan luasan kawasan oleh kelompok Pantai Lestari adalah dengan menjadikan arboretum dan silvofishery dengan apik dan rapih kelompok masyarakat Pantai Lestari menjaga dan mengembangkannya, walaupun kawasannya berada berbeda di sebrangnya kawasan ekowisata mangrove Karangsong Indramayu. Sesuai wawancara dengan kelompok masyarakat Pantai Lestari akan mengajak masyarakat yang mempunyai tambak dan akan bisa menambah luasan kawasan ekowisata mangrove. 
Co-Authors Achmad Rizal Adiguna, Rido Ahmad Prawira Dhahiyat Aini Iftinaan K J Ainil Mardiah Ainni, Chusnul Firaqie Akhtar, Shazia Al Faroqi, Fachmi Ali, Zara Alin Fithor Anggoro, Yudhi Ardhiansyah, Rasendriya Naufal Arief Nuryana Arief Nuryana Arief, Mohamad Candra W. Aris Nuryana ati surya mediawati Ati Surya Mediawati Atikah Nurhayati Azizurrohman, Muhammad Baitulloh, Taqiy Gusdi Bambang Amir Alhakim Bambang Herunadi Bandari Arining Fitranti Basnendar Herry Prilosadoso Beni Sabdo Nugroho Deasy Silvya Sari Devitra, Ilham Fayyadh Dhahiyat, Ahmad Prawira Didik Supriyanto Dinur Piranto Dwi Siskawati Dyah Ayu Suryaningrum Eka Kadharpa, Eka Elwie, Madu Maybelle Von Erris Kusumawidjaya Eva Desembrianita Evelyna, Feby Evi Nurul Ihsan Evi Sirait Fadhilah Ramadhan Sudjud Fadhlurrahman, Bintang Mahardika Farawowan, Fauziah F. Fariq, Aiman Fitri Novilia fransisca sri susilaningsih Fransisca Sri Susilaningsih Frida Purwanti Handaka , Asep Agus Handaka, Asep Agus Herman - Hamdani hesti nuraeni Hesti Nuraeni Hetty Claudia Nainggolan Ihsan, Evi Nurul Ilma Mufida Inayati Indah Riyantini Indah Riyantini Indah Riyantini Riyantini Ine Maulina Iriana Bakti Judijanto, Loso Junirahma, Nur Sakinah Krisnadi, Fanny Kristiadhi, Fanny Lantun Paradhita Dewanti Lesmana, Moh Wildan Lintang Permata Sari Yuliadi M Toyib Mala Septiani Maryam Salampessy Maryam Salampessy Maulana Arif, Risandi Miftahudin . Mochamad Rudyansyah Ismail Mochamad Untung Kurnia Agung Muhammad Sabir Muhammad Sabir Muhammad Yusuf Mulyana, Hadi Nurma - Wijayanti Nuryana, Aris Pamungkas, Wahyuniar Prilosadoso, Basnendar Herry Rendro Laksmono Riny Novianty Riny Novianty Rizaldy Mauliza Saiyaf Fakhri A Saptari, Muhammad Khairan Shafira Bilqis Annida Shafira Bilqis Annida Sri Astuty Sukaya Sastrawibawa Sukaya Sastrawibawa Sulistyo Budi Utomo SUNARTO Sunarto - Sunarto Sunarto sunarto sunarto Suroso, Amat Suroto, Alip Suryana Syamsuddin, Mega Laksmini Syawaludin Alisyahbana Harahap Tandafatu, Natalia Kristiani Verina Wijaya Vidlia Putri Rosady Wahyuniar Pamungkas Wahyuniar Pamungkas Walim Lili Widyawati, Christy Yaqin, Muhammad 'Ainul Yeni Mulyani Yovita Yovita Yudi Nurul Ihsan Zeanette Tiarma Lisbet Zendina, Luthfia