Articles
Students problem-solving skills ability on work and energy topics with different science process skills using a problem-based learning model
Denda Nadia Miranti;
Ahmad Harjono;
Satutik Rahayu
Jurnal Pijar Mipa Vol. 17 No. 5 (2022): September 2022
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jpm.v17i5.3171
This study aims to: (1) determine the effect of the problem-based learning model on students' problem-solving abilities; (2) study the effect of science process skills on students' problem-solving abilities; (3) find the interaction between problem-based learning PBL models and science process skills on students' problem-solving abilities. The type of research is quasi-experimental research with Factorial Design 2 x 2. Population in research of all tenth-grade science students at senior high school SMA Negeri 1 Gunungsari in 2017/2018 academic years. Sampling in this study uses the cluster random sampling technique, in which the X MIA is an experiment class, and the X MIA 1 is a control class. The research instrument used was a description test taking into account the problem's validity, reliability, power difference, and level of difficulty and using observation sheets of science process skills. The data of this study were analyzed by two-way variance analysis with a 2 x 2 factorial design. Based on the result of the study, the average value of the post-test experimental class was 80.29, and the control class was 73.25. The normality and homogeneity tests showed that the two classes were normally distributed and homogeneous at a significant level of 0.05. Then proceed with hypothesis testing using a two-way ANOVA test. The result showed that: (1) FA>Ftable that is 29.35>4.02 means that there is an influence of the PBL model on students' problem-solving abilities; (2) FB>Ftable, namely 29.35 > 4.02 means that there is an influence of science process skills on students' problem-solving abilities; (3) FAB< Ftable, is 3.93<4.02 means that there is no interaction between PBL models and science process skills on students' problem-solving abilities.
PENYULUHAN TENTANG LESSON STUDY (LS) UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU-GURU DI MAN 2 MATARAM
Hairunnisyah Sahidu;
Gunawan Gunawan;
Kosim Kosim;
Satutik Rahayu
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2018): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (312.929 KB)
|
DOI: 10.29303/jppm.v1i1.481
Kompetensi guru harus tetap ditingkatkan melalui berbagai bentuk pelatihan, penyuluhan, maupun pembinaan teknis lainnya. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kompetensi guru adalah kegiatan lesson study. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru-guru di MAN 2 Mataram melalui penyuluhan tentang lesson study. Kegiatan ini dilakukan dalam tiga tahapan yaitu, koordinasi awal dengan guru dan pihak sekolah, kegiatan penyuluhan dan pendampingan, kegiatan evaluasi dan pelaporan. Kegiatan berjalan dengan lancar sesuai rencana. Guru yang menjadi peserta antusias dan bersemangat mengikuti kegiatan tersebut. Peserta mengharapkan ada kegiatan lanjutan berupa pelatihan sejenis untuk keterampilan lainnya.
PELATIHAN PENULISAN KARYA ILMIAH BAGI GURU-GURU MIN KARANGBARU MATARAM
Satutik Rahayu;
Ahmad Harjono;
Muh. Makhrus;
Sutrio sutrio;
Ni Nyoman Sri Putu Verawati
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2018): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (183.198 KB)
|
DOI: 10.29303/jppm.v1i1.486
Telah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Bagi Guru-Guru MIN Karang Baru Mataram. Kegiatan ini berlangsung pada hari Sabtu, 9 September 2017 bertempat di MIN 2 Karangbaru Mataram. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan wawasan pengetahuan serta keterampilan tentang penulisan karya ilmiah terutama penyusunan proposal Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah metode ceramah, diskusi, tanya jawab dan pelatihan. Para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini karena sebagian besar guru berencana menyusun penelitian tindakan kelas. Pada saat kegiatan berlansung banyak peserta yang mengajukan pertanyaan seputar teknik penulisan karya ilmiah, teknik penyusunan proposal serta bagaimana cara menyusun judul yang baik untuk penelitian tindakan kelas. Setelah mengikuti kegiatan ini para peserta mendapatkan pengetahuan dan keterampilan bagaimana menyusun contoh karya ilmiah serta teknik penyusunan karya ilmiah.
TANGGAP BENCANA GEMPA BUMI BAGI SISWA DAN GURU SDIT ANAK SHOLEH MATARAM
Syahrial Ayub;
M. Zulfikar Syuaib;
Satutik Rahayu;
Wahyudi Wahyudi;
Kosim Kosim
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2018): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (216.004 KB)
|
DOI: 10.29303/jppm.v1i1.514
Beberapa tahun terakhir ini terjadi banyak peristiwa gempa bumi yang terjadi di wilayah Indonesia. Gempa bumi merupakan peristiwa alam yang belum dapat diprediksi terjadinya sehingga dapat menimbulkan kerugian material dan merenggut nyawa manusia. Oleh karena itu gempa bumi harus diinformasikan kepada seluruh lapisan masyarakat dan mereka perlu dibekali berbagai teknik penyelamatan diri yang merupakan bagian dari kesiapsiagaan. Melalui teknik penyelamatan diri yang tepat masyarakat dapat terhindar dari resiko menjadi korban jika tiba-tiba terjadi gempa bumi. Langkah strategis yang dapat dilakukan adalah memberi pelatihan pada lembaga pendidikan terutama komunitas sekolah. Apabila gempa bumi terjadi pada jam belajar di sekolah, maka dibutuhkan suatu tindakan yang tepat untuk melindungi siswa resiko akibat gempa bumi. Terlebih pada siswa yang memiliki kerentanan tinggi, misalnya siswa sekolah dasar. Kegiatan ini merupakan implementasi kurikulum Mitigasi Bencana Alam Gempa Bumi yang dikembangkan oleh proyek DAPS (Disaster Awareness in Primary School). Kegiatan tanggap bencana ini melibatkan 18 orang siswa kelas V dan 2 orang guru SDIT anak sholeh Mataram. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa dan guru mengikuti pembelajaran dengan sungguh-sungguh, baik dalam bentuk mendengarkan informasi yang diberikan maupun dalam latihan-latihan yang dipraktekkan. Namun demikian, mereka mengalami hambatan dalam memahami teknik penyelamatan diri dari gempa bumi dan pertolongan pertama pada korban bencana gempa bumi. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar siswa dan guru melatih diri secara kontinu dan berkelanjutan supaya kesadaran akan bencana dan penyelamatan diri dari bencana betul-betul melekat pada diri mereka.
PELATIHAN LESSON STUDY BAGI GURU-GURU SMA MUHAMMADIYAH MATARAM UNTUK MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU
Satutik Rahayu;
Sutrio Sutrio;
Hikmawati Hikmawati;
Ni Nyoman Sri Putu Verawati
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2018): Agustus
Publisher : FKIP Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (305.139 KB)
|
DOI: 10.29303/jppm.v1i2.894
Telah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul Pelatihan lesson study bagi guru-guru SMA Muhammadiyah Mataram untuk meningkatkan profesionalisme guru. Lesson study adalah salah satu upaya untuk meningkatkan proses dan hasil pembelajaran melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif oleh sekelompok guru/dosen dan berkelanjutan berlandaskan prinsi-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun learning community. Kegiatan ini berlangsung pada hari Rabu, 31 Oktober 2018 bertempat di Ruang Multimedia SMA Muhammadiyah Mataram. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan wawasan pengetahuan serta keterampilan tentang kegiatan lesson study serta implementasinya. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah metode ceramah, diskusi, tanya jawab dan pelatihan. Para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini karena sebagian besar guru belum pernah melaksanakan kegiatan lesson study. Pada saat kegiatan berlansung banyak peserta yang mengajukan pertanyaan seputar bagaimana pelaksanaan lesson study, bagaimana membuat lembar pengamatan bagi observer, apa indikator keberhasilan pada kegiatan lesson study. Setelah mengikuti kegiatan ini para peserta mendapatkan pengetahuan dan keterampilan bagaimana melaksanakan pembelajaran dengan pola lesson study yang benar.
WORKSHOP TEKNIK PEMBUATAN VIDEO PEMBELAJARAN PADA GURU-GURU SMP N 1 GUNUNGSARI LOMBOK BARAT
I Gde Mertha;
Satutik Rahayu;
Nur Lestari
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2019): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (241.219 KB)
|
DOI: 10.29303/jppm.v2i1.990
Telah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul Workshop teknik pembuatan video pembelajaran pada guru-guru SMP N 1 Gunungsari Lombok Barat. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari bertempat di Ruang Laboratorium IPA SMP N 1 Gunungsari. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan wawasan pengetahuan serta keterampilan tentang teknik pembuatan video pembelajaran. Sasaran kegiatan ini adalah guru-guru SMP N 1 Gunungsari Lombok Barat. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah metode praktik,ceramah, diskusi, tanya jawab dan pelatihan. Para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini karena sebagian besar guru belum pernah melaksanakan kegiatan pembuatan video pembelajaran. Setelah mengikuti kegiatan ini para peserta diharapkan dapat membuat video pembelajaran sesuai dengan mata pelajaran yang diampu.
Pengaruh Model Project Based Learning Berbantuan Alat Musik Sarone Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Ditinjau Dari Motivasi Berprestasi
Ansumarwaty, Febiyanti;
Agus Abhi Purwoko;
Burhanuddin;
Joni Rokhmat;
Satutik Rahayu
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 5 No. 2 (2024): May
Publisher : Mataram University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/goescienceed.v5i2.315
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) kelayakan perangkat pembelajaran berbasis model project based learning (PjBL) berbantuan alat musik sarone terhadap kemampuan berpikir kritis (2) pengaruh model PjBL berbantuan alat musik sarone terhadap kemampuan berpikir kritis, (3) pengaruh motivasi berprestasi terhadap kemampuan berpikir kritis. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain penelitian nonequivalent pretest-posstest control group design. Populasinya adalah seluruh peserta didik kelas XI MIPA SMAN 1 Lembar tahun pelajaran 2024/2025 dengan jumlah 117 peserta didik. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling sehingga diperoleh kelas X1 MIPA 1 sebanyak 30 peserta didik sebagai kelas eksperimen dan kelas XI MIPA 2 sebagai kelas kontrol berjumlah 30 peserta didik. Perangkat pembelajaran di validasi terlebih dahulu oleh 3 validator ahli dan 2 validator praktisi. Kelas eksperimen diberi perlakuan dengan menggunakan model PjBL berbantuan alat musik sarone sedangkan kelas kontrol menggunakan model direct instruction. Data diambil menggunakan tes soal uraian untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis peserta didik dan angket untuk mengetahui motivasi berprestasi peserta didik. Hasil tes akhir kemampuan berpikir kritis diperoleh nilai rata-rata kelas eksperimen 67,2 kategori sedang dan kelas kontrol 59,5 kategori rendah. Hipotesis penelitian diuji menggunakan uji ANCOVA satu jalan dengan taraf signifikan 5%. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa: 1) perangkat pembelajaran layak digunakan, 2) terdapat pengaruh model PjBL berbantuan alat musik sarone terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik yaitu 0,002<0,05, 3) terdapat pengaruh motivasi berprestasi terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik sebesar 0,000<0,05.
Kelayakan Perangkat Pembelajaran Model Project Based Learning (PjBL) Berbantuan Alat Musik Sarone Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis
Ansumarwaty, Febiyanti;
Agus Abhi Purwoko;
Burhanuddin;
Joni Rokhmat;
Satutik Rahayu
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 5 No. 2 (2024): May
Publisher : Mataram University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/goescienceed.v5i2.316
Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk yang layak untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Perangkat pembelajaran berbantuan alat musik sarone merupakan perangkat yang dikaitkan dengan media alat musik sarone. dan terdiri atas RPP, bahan ajar, LKPD dan instrumen tes kemampuan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini meggunakan model 4D yakni define, design, develop, dan disseminate. Instrumen berupa lembar validasi berbentuk penilaian dengan skala likert 1-4. Penilaian ini melibatkan 3 validator ahli pada bidang fisika dan 2 validator praktisi, yakni guru mata pelajaran fisika di SMAN 1 Lembar. Hasil validitas produk menunjukkan persentase dan kategori sebagai berikut: RPP 89,02% (sangat valid); bahan ajar 87,88% (sangat valid); LKPD 91,92% (sangat valid); dan instrumen tes 90,06% (sangat valid) dan untuk nilai reliabilitasnya dengan rata-rata di atas 75%. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran layak digunakan..
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa: Studi Pembelajaran Menggunakan Media E-book IPA Berbasis PBL
Rahayu, Satutik;
Al Hadi, Kasnawi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 4 (2023): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jipp.v8i4.1118
Kemampuan berpikir kritis menjadi tuntutan yang harus dimiliki siswa pada abad ke-21 ini agar siap menghadapi persaingan kerja, akademik, dan kehidupan. Penggunaan e-book sebagai sumber belajar siswa pada mata pelajaran IPA yang dikembangkan khusus untuk melatih kemampuan berpikir kritis dapat menjadi opsi solusi dalam melatih kemampuan berpikir kritis siswa. Hal ini dilatarbelakangi oleh Guru belum merancang perangkat pembelajaran yang berbasis teknologi. Penggunaan teknologi informasi dalam pembelajaran berperan penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Guru di sekolah harus siap belajar menggunakan metode belajar dengan memanfaatkan teknologi sesuai dengan tuntutan abad 21. Pemanfaatan teknologi kedalam pembelajaran sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kulaitas pendidikan (ESDGs) yang masih tergolong rendah. Pembelajaran yang inovatif dengan memanfaatkan media dapat meningkatkan kualitas pendidikan berkelanjutan (ESDGs). Model pembelajaran problem based learning yang memiliki sintaks terkenal mampu melatih kemampuan berpikir kritis siswa digunakan sebagai basis e-book yang dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan e-book berbasis problem based learning untuk melatihkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4-D (define, design, develop, dan disseminate), tanpa tahap disseminate. Parameter yang diukur adalah validitas dan kelayakan empiris. Validitas didapatkan dari hasil validasi dosen ahli materi dan dosen ahli media. Kelayakan empiris didapatkan dari hasil uji coba dan respon siswa. Uji kelayakan empiris dilakukan terhadap 35 siswa kelas dengan menggunakan produk yang dikembangkan lalu meminta tanggapan dari penggunaannya melalui angket. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar validasi dan angket respon siswa. Pengumpulan data menggunakan metode validasi dan angket. Teknis analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. e-book yang dikembangkan memuat materi perubahan lingkungan dengan mengaplikasikan tahapan model pembelajaran problem based learning. Penelitian menunjukkan e-book yang dikembangkan validitasnya mendapatkan skor 87 dengan kriteria sangat valid, dan kelayakan empiris sebesar 85 dengan kriteria layak digunakan. Berdasarkan temuan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa e-book berbasis problem based learning yang dikembangkan ini mampu melatih kemampuan berpikir kritis siswa. Implikasi produk e-book yang dikembangkan adalah secara praktis dapat digunakan oleh guru dalam pembelajaran untuk melatih kemampuan berpikir kritis siswa.
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Dengan Metode Eksperimen Terhadap Penguasaan Konsep Fisika Peserta Didik
Hidayati, Parni;
Zuhdi, Muhammad;
Ayub, Syahrial;
Rahayu, Satutik
Journal of Classroom Action Research Vol. 6 No. 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jcar.v6i2.7416
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terdapat atau tidak pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan metode eksperimen terhadap penguasaan konsep fisika peserta didik. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis quasi eksperimental, penelitian ini menggunakan nonequivalent control group design. Populasi pada penelitian ini yaitu semua peserta didik kelas XI MIPA SMAN 1 Suralaga yang berjumlah 52 peserta didik. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh sehingga terpilih kelas XI MIPA 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI MIPA 2 sebagai kelas kontrol. Penelitian ini menggunakan instrument tes penguasaan konsep yang telah diuji validasi, reliabilitas, taraf kesukaran dan daya beda sehingga diperoleh tes objektif sebanyak 20 butir soal. Hasil analisis data pretest penguasaan konsep peserta didik tidak jauh berbeda sebelum diberikan perlakuan. Nilai rata-rata posttest penguasaan konsep kelas eksperimen meningkat yaitu 81,69 dan kelas kontrol yaitu 72,65 setelah diberikan perlakuan. Selain itu, uji normalitas dan homogenitas dilakukan sebelum uji hipotesis dengan menggunakan t-test separated varians. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai thitung sebesar 3,34 lebih besar dari nilai ttabel yaitu 2,00. Oleh karena itu terdapat pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan metode eksperimen terhadap penguasaan konsep fisika peserta didik.