Articles
EDUKASI PENTINGNYA SELF DISCLOSURE REMAJA KEPADA ORANG TUA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA LEAFLET DI KELAS VIII E SMA NEGERI 11 KOTA JAMBI
Hera Wahyuni;
Resiana Putri;
Putri Putri;
Nadia Yusrini;
San Putri Istiqomah;
Fara Ramadhani;
Indah Kharisma
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 4 No. 1 (2023): (JUNI 2023) JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53682/jpjsre.v4i1.6742
The goal of this activity is to educate the community, particularly teenagers and parents, on the importance of self-disclosure (self-disclosure) in adolescents. This community service activity took place on May 25, 2023, from 10 a.m. to 11 a.m. at State Senior High School 11 in Jambi City. This project took done in class VIII E, with 28 students participating. The strategy adopted in this community activity is leaflet media outreach about the necessity of teenage self-disclosure to parents. Analysis of the pre-test and post-test findings on teenage awareness of the value of self-disclosure (Self disclosure to Parents). This exercise makes use of up to 28 question sheets that are tailored to the socializing content. As a result, parents will have a better awareness of the value of self-disclosure, and their children will be more open to their parents. Self-disclosure entails providing numerous forms of information, ranging from little details to the most intimate and personal admissions.
Guru BK perempuan Jawa-Melayu dan laki-laki Batak lebih mempengaruhi self-disclosure konseli
Nelyahardi Gutji;
Hera Wahyuni
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4, No 3 (2021): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26539/teraputik.43543
Guru BK hendaknya memahami perbedaan budaya antara dirinya dan konseli untuk memudahkan proses self-disclosure dalam konseling individu. Penelitian ini bertujuan memaparkan hasil uji empirik mengenai perbedaan self-disclosure konseli dalam konseling individu ditinjau dari jenis kelamin & budaya guru BK/Konselor. Jenis penelitian yaitu kuantitatif dengan desain komparatif. Populasi sebanyak 765 siswa, penarikan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah 224 siswa yang pernah mengikuti konseling individu. Pengumpulan data menggunakan instrumen Self-Disclosure dalam Konseling Individu (SSKI). Analisis data meliputi uji persyaratan analisis, dan uji hipotesis menggunakan Anova dua jalur. Penelitian menghasilkan perbedaan nilai rata-rata budaya Melayu perempuan 82,075 laki-laki 75,800; budaya Batak perempuan 82,067 laki-laki 86,500; dan pada budaya Jawa perempuan 87,487 laki-laki 83,086. Kesimpulannya, konseli cenderung lebih terbuka pada guru BK berjenis kelamin perempuan dengan budaya Jawa dan Melayu Jambi. Berbeda dengan Batak, konseli cenderung lebih terbuka pada guru BK laki-laki.
Studi Kasus Pernikahan Wanita Usia Dini Di Desa Adipura Kencana Kecamatan Bahar Selatan Kabupaten Muaro Jambi
Ega Elsa Febrinda;
Akmal Sutja;
Hera Wahyuni
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v3i3.3060
Pernikahan dini merupakan pernikahan yang dilakukan oleh seseorang yang berusia remaja atau dibawah usia yang telah ditentukan oleh undang-undang perkawinan No. 16 tahun 2019 yang menjelaskan tentang usia seseorang yang dapat melakukan pernikahan yaitu laki-laki yang berusia 19 tahun dan perempuan yang berusia 19 tahun. Meskipun pemerintah telah menetapkan usia ideal menikah untuk perempuan. Kenyataannya masih banyak remaja perempuan yang menikah pada usia di bawah 19 tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk menidentifikasi faktor penyebab wanita melakukan pernikahan dini di Desa Adipura Kencana Kecamatan Bahar Selatan Kabupaten Muaro Jambi. Untuk mengetahui permasalahan yang menyeluruh dan lebih mendalam, dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif berupa studi kasus. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa faktor utama yang menyebabkan pernikahan dini di Desa Adipura Kencana adalah karena kemauan dari diri sendiri, faktor ekonomi, dan faktor pendidikan.
Perbedaan Pengambilan Keputusan Karier Ditinjau Dari Jenis Kelamin Pada Siswa Kelas XII di SMKN 4 Kota Jambi
Disa Maretawati;
Rasimin Rasimin;
Hera Wahyuni
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v3i3.3063
Tingginya angka pengangguran pada lulusan SLTA salah satunya dilatarbelakangi oleh belum adanya kesiapan kerja yang disebabkan karena kurangnya kematangan karier. Pengambilan keputusan adalah salah satu aspek penting yang selalu dihadapi dalam kehidupan sehari-hari dan merupakan hal yang tidak dapat dihindari. Keputusan untuk memilih karier bukanlah perkara yang mudah untuk siswa SMK. Pada umumnya siswa masih bingung dalam menentukan karier yang sesuai dengan keadaan diri mereka. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan pengambilan keputusan karier antara siswa laki-laki dengan siswa perempuan kelas XII. Subjek penelitian berjumlah 212 siswa kelas XII di SMKN 4 Kota Jambi yang terdiri dari 51 siswa laki-laki dan 161 siswa perempuan dengan usia subjek berkisar antara 15-18 tahun. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode komparasi (perbandingan). Hasil pengujian menunjukkan bahwa pengambilan keputusan karier yang diperoleh siswa laki-laki dengan siswa perempuan kelas XII di SMKN 4 Kota Jambi tidak berbeda secara signifikan. Pengambilan keputusan karier siswa laki-laki sebesar 78.85% dan pengambilan keputusan karier siswa perempuan sebesar 77.55%. Meskipun jenis kelamin merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan karier siswa, pada penelitian ini tidak ditemukan perbedaan pengambilan keputusan karier siswa berdasarkan jenis kelamin.
Strategi Guru Bimbingan dan Konseling dalam Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Siswa Pasca Pandemi Covid-19 tingkat SMP Se-Kota Jambi
Muhammad Fikri Fahrudin;
Nelyahardi Nelyahardi;
Hera Wahyuni
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v3i3.3219
Pendidikan nasional bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik menjadi manusia seutuhnya. Untuk itu diperlukan proses pembelajaran yang kondusif agar pembelajaran tersebut berjalan dengan lancar, peserta didik harus mematuhi tata tertib dan bersikap disiplin. Tetapi kedua hal ini cenderung menurun ketika sekolah kembali memberlakukan pembelajaran secara tatap muka setelah pandemi Covid-19. Salah satu pencegahan yang bisa dilakukan untuk mengurangi sikap ketidakdisiplinan peserta didik yang rendah tersebut diantaranya dilakukan oleh Guru BK yaitu dengan memberikan layanan konseling. Guru BK tentu saja sudah menerapkan strategi untuk mengatasi masalah kedisiplinan peserta didik ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kualitas strategi yang digunakan guru BK dalam meningkatkan disiplin belajar peserta didik pada aspek kedisiplinan dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru, memperhatikan/menyimakkegiatan pembelajaran, partisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran, menyelesaikan tugas dari guru dengan tepat waktu. Penelitian ini memakai desain penelitian studi lapangan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan penyebaran angket. Angkat ditujukan untuk guru mata pelajaran Bimbingan Konseling (BK) di sekolah menengah pertama negeri di Kota Jambi. Teknik pengumpulan secara deskriptif dengan bentuk skala likert. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara strategi yang telah digunakan untuk meningkatkan kedisiplinan peserta didik pasca Covid-19 di SMP se-Kota Jambi, dapat disimpulkan bahwa strategi guru BK tersebut sangat efektif diterapkan pada peserta didik karena ada peningkatan kedisiplinan peserta didik pada aspek memperhatikan/menyimak kegiatan pembelajaran, partisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran, menyelesaikan tugas dari guru dengan tepat waktu. Walaupun demikian masih ada beberapa hal yang masih perlu diperhatikan oleh guru BK yaitu komunikasi agar lebih mengenal potensi yang dimiliki peserta didik.
Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Pelaksanaan Layanan Informasi di SMP Negeri 10 Kota Jambi
Muhammad Boma;
Rasimin Rasimin;
Hera Wahyuni
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v3i3.3232
Hasil wawancara dengan siswa masih ada siswa yang belum mengetahui fungsi dan keberadaan guru bimbingan konseling karena tidak adanya kelas yang diberikan kepada guru bimbingan konseling di SMP Negeri 10 Kota Jambi. Oleh karena itu, sikap profesional baik tetap dijaga oleh seorang guru BK yang memang benar-benar ingin menunjukkan kualitas kinerjanya sebagai seorang yang profesional. Penelitian ini menggunakan metode survey. Adapun bentuk penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi kasus. Peneliti akan menggali informasi secara mendalam dan memusatkan diri secara intensif tentang kepuasan siswa terhadap program layanan bimbingan dan konseling. Jumlah populasi dalam penelitian berjumlah sebanyak 96 orang siswa, yang artinya berada dikisaran populasi 121 – 280 dengan karakteristik homogen, maka jumlah sampel representatifnya berada antara 59,9 – 30 %. Berdasarkan hasil penelitian tingkat kepuasan siswa terhadap pelaksanaan layanan informasi di SMP Negeri 10 Kota Jambi pada indikator kehandalan diketahui bahwa jumlah nilai bobot yang diperoleh adalah sebesar 439 dengan besarnya nilai persentase rata-rata yang diperoleh adalah 88%, pada indikator daya tanggap diketahui bahwa jumlah nilai bobot yang diperoleh adalah sebesar 698 dengan besarnya nilai persentase rata-rata yang diperoleh adalah 87%. Pada indikator kepastian jumlah nilai bobot yang diperoleh adalah sebesar 537 dengan besarnya nilai persentase rata-rata yang diperoleh adalah 89%. Pada indikator empati bahwa jumlah nilai bobot yang diperoleh adalah sebesar 523 dengan besarnya nilai persentase rata-rata yang diperoleh adalah 87%. Pada indikator bukti langsung diketahui bahwa jumlah nilai bobot yang diperoleh adalah sebesar 435 dengan besarnya nilai persentase rata-rata yang diperoleh adalah 87%. Dengan hasil tersebut. Simpulan penelitian ini yaitu, maka dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan siswa terhadap pelaksanaan layanan informasi di SMP Negeri 10 Kota Jambi pada indikator bukti langsung berada pada kategori yang tinggi.
Pengaruh Kemandirian Belajar terhadap Keberhasilan Belajar Siswa di SMA Negeri 2 Batanghari
Beta Aditya Yolanda;
Akmal Sutja;
Hera Wahyuni
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v3i3.3246
Penelitian ini bertujuan untuk bertujuan untuk mendorong seseorang agar mampu lebih unggul dalam hal mengembangkan potensi diri dan meraih keberhasilan dalam belajar. Penelitian ini dibatasi pada tanggung jawab siswa dalam mempersiapkan materi yang akan dipelajari serta pencapaian/nilai ketuntasan siswa pada setiap mata pelajaran. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh kemandirian belajar terhadap keberhasilan belajar siswa di SMA Negeri 2 Batanghari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional dengan sampel penelitian sebanyak 125 siswa ditentukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan leger nilai dan angket. Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat pengaruh antara variabel X dan variabel Y yang ditafsirkan rendah tapi pasti dengan determinasi berada pada angka 0.084 atau 8,4%. Dalam hal ini kemandirian belajar mempengaruhi keberhasilan belajar siswa sehingga kemandirian belajar sangat diperlukan dalam proses pendidikan, agar mampu mencapai tujuan pembelajaran yang membuat siswa menjadi lebih aktif dalam mengembangkan potensinya sehingga mampu mencapai keberhasilan belajar sesuai dengan apa yang dia inginkan.
Hubungan Antara Kebiasaan Belajar Dengan Hasil Belajar Siswa di SMP Negeri 21 Batang Hari
Marisyah Damayanti;
Rasimin;
Hera Wahyuni;
Siti Amanah;
Rully Andi Yaksa;
Fitriana
Jurnal Paramaedutama Vol 1 No 1 (2023): Paramaedutama
Publisher : PT. Nafatima Gresik Pustaka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kebiasaan belajar yang efektif dan efisien diperlukan oleh setiap orang dalam aktivitas belajarnya karena sangat berpengaruh terhadap pemahaman dan hasil belajar yang akan mereka raih. Berdasarkan fenomena yang ada di lapangan setiap siswa menunjukkan kebiasaan belajar yang berbeda-beda sehingga kemampuan siswa dalam belajar dan menerima pembelajaran pun juga akan berbeda. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kebiasaan belajar dengan hasil belajar siswa di SMP N 21 Batang Hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII. Sampel diambil menggunakan teknik total sampling dan jumlah keseluruhannya yaitu 89 siswa. Untuk mengetahui ketepatan dan kesahihan instrumen ini dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Teknik analisis data penelitian ini yaitu uji normalitas, uji linearitas, uji hipotesis dan uji korelasi pearson product moment dengan bantuan program SPSS 24.00. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1). Secara umum tingkatan kebiasaan belajar di SMP N 21 Batang berada dalam kategori tinggi dengan perolehan persentase sebesar 84%. (2). Tingkatan hasil belajar siswa di SMP N 21 Batang Hari. (3). Hasil penelitian ini menyatakan terdapat hubungan antara kebiasaan belajar dengan hasil belajar siswa di SMP Negeri 21 Batanghari. Hubungan tersebut dibuktikan dari hasil nilai sig 0.019< 0.05 yang menunjukkan adanya hubungan antara kedua variabel, serta dibuktikan dari hasil r hitung korelasi sebesar 0,248.
Penerapan Teknik Kontrak Tingkah Laku Dalam Bimbingan Kelompok Untuk Mereduksi Prokrastinasi Akademik Pada Siswa SMA Negeri 9 Kota Jambi
Debiyo Prayitno;
Nelyahardi Gutji;
Hera Wahyuni
Jurnal Paramaedutama Vol 1 No 1 (2023): Paramaedutama
Publisher : PT. Nafatima Gresik Pustaka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini dilakukan dalam lingkup layanan bimbingan kelompok yang dipadukan dengan teknik kontrak tingkah laku, diterapkannya teknik ini dikarenakan kontrak tingkah laku mampu mengurangi perilaku negatif yang tampak berupa prokrastinasi akademik. Metode yang digunakan kuasi-eksperim berdesain satu kelompok pretest-posttest, yang terdiri dari 6 siswa yang dipilih melalui metode purposive sampling, adapun alat yang digunakan untuk mengukur tingkat prokrastinasi akademik siswa adalah angket. Berdasarkan angket, tingkat prokrastinasi akademik yang dialami siswa saat pre-test adalah sedang dan saat post-test rendah.
Digital based e-counseling application on instagram,whatsapp and website to support services counseling at universitas Jambi
Nelyahardi Gutji;
Hera Wahyuni;
Fellicia Ayu Sekonda;
Fitri Fahrianti
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 11, No 4 (2023): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/1101000
Counseling services are really needed by students in carrying out their studies. In line with the rapid development of technology, the counseling process can be carried out remotely and with the help of technology connected to the internet network, known as e-counseling. This research aims to develop a product with validity, practicality and effectiveness tests. The research took stages in developing a research design consisting of several stages, namely: 1) preliminary research 2) prototype stage 3) assessment stage. The population of 1291 people, the sample in this study was 350 students taken using purposive sampling techniques. Data collection techniques used include interviews, observation, questionnaires, tests and literature reviews. This indicates that in general, the implementation of the Counseling Application is better than the group that did not use the counseling application in counseling guidance. These test results prove that the Counseling Application is more effective for use by students.