Claim Missing Document
Check
Articles

Interpersonal Communication by Tour Guides in Psychosocial Trauma Healing Services for Child Victims of Landslide Disaster in West Bandung Regency Salman Alfarisyi Lesmana; Tresna Wiwitan; Atie Rachmiatie; Rini Rinawati; O Hasbiansyah
Jogjakarta Communication Conference (JCC) Vol. 4 No. 1 (2026): The 7th Jogjakarta Communication Conference (JCC)
Publisher : Jogjakarta Communication Conference (JCC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cisarua District landslide caused trauma to the victims. Trauma recovery is a crucial stage in the long process of psychological recovery after a disaster. Post-disaster psychological support is essential to reduce the level of trauma in the community, especially for children. One program implemented by the local government is to provide tourism experiences to tourist destinations. The purpose of this study is to examine and analyze the interpersonal communication of tour guides in the context of psychosocial trauma healing for child landslide victims in Cisarua District, West Bandung Regency in 2026. In this study, the researcher used interpersonal communication theory with the concept of interpersonal communication according to Joseph A. DeVito. This study uses a constructivist paradigm, a qualitative method with a Cresswell case study approach and was conducted at an educational tourism destination selected by the West Bandung Regency Government as a destination for the psychosocial trauma healing program. The research subjects were five people, selected purposively because they were considered capable of providing accurate and relevant information. The data used were qualitative and came from two sources, namely primary and secondary data. The data collection method was carried out through literature studies, interviews, observation, and documentation. The study results show that tour guides apply elements of openness, positivity, support, equality, and empathy in their interpersonal communication to promote trauma healing for children after a disaster. In addition to verbal communication, they also use nonverbal communication through body language and expressions, as well as clothing and decorations at tourist destinations. Trauma healing communication can be delivered by non-medical personnel using an interpersonal communication approach. Tour guides can integrate interpersonal communication techniques into psychosocial trauma healing services for children after a disaster.
MEMBANGUN KECERDASAN INFORMASI DALAM PENEGUHAN KARAKTER BANGSA Atie Rachmiatie
Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 1 No. 2 (2016): December 2016 - Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jkiski.v1i2.57

Abstract

Kemajuan teknologi seperti pedang bermata dua, di satu sisi menghadirkan kebaikan dan kemanfaatan yang besar bagi bangsa, namun di sisi lain mengandung dampak negatif yang dapat mengancam kebudayaan tradisional, kerugian, bahkan kebangkrutan moral bangsa. Untuk itu diperlukan upaya penyelamatan anak bangsa dari “serangan” informasi dan media global, sehingga warga tetap memiliki karakter kebangsaan. Ruang media informasi saat ini cenderung menjadi arena pertarungan di antara pemilik kekuatan ekonomi, politik maupun budaya. Ketidakjelasan visi, misi, dan orientasi kebangsaan media mainstream menjauhkan media dari terminologi pembangunan karakter bangsa. Karena itu, hubungan media dan karakter bangsa perlu dirumuskan sesuai dengan kondisi jaman, dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Proses nation building, state building dan government building pada masyarakat majemuk, keberhasilannya ditentukan oleh peningkatan kecerdasan informasi yang menjadi tanggungjawab bersama. Kajian ini menjelaskan perilaku bermedia di masyarakat dan faktor-faktor yang melatarbelakangi daya dukung kecerdasan informasi; perlunya membangun kecerdasan informasi (information quotient) untuk menjadi masyarakat informasi dan masyarakat terbuka (information and open society); dan menyusun pemikiran strategis dalam membangun kecerdasan informasi dengan pendekatan komunikasi
Pengaruh Video Edukasi terhadap Ibu Hamil Trimester III Dalam Perawatan Tali Pusat Neonatus Shandi Noor Khotimah; Teni Nurlatifah; Atie Rachmiatie; Herry Garna
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Vol : 5 No : 1 : Periode Januari 2026
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v5i1.6943

Abstract

Perawatan tali pusat neonatus penting untuk mencegah infeksi, namun banyak ibu hamil kurang memahami praktik yang benar. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh video edukasi perawatan tali pusat neonatus terhadap pengetahuan dan keterampilan ibu hamil trimester III dalam perawatan tali pusat neonatus dibanding dengan buku KIA. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan pre-test dan post-test pada kelompok intervensi  video edukasi perawatan tali pusat dan kelompok kontrol menggunakan buku KIA, sebanyak 62 ibu hamil trimester III. Penelitian dilakukan pada bulan Juli sampai Agustus 2025. Hasil menunjukkan peningkatan keterampilan signifikan pada kelompok video edukasi, dari 23 ibu tidak terampil menjadi 9, dan terampil meningkat dari 8 menjadi 22 orang. Pada kelompok buku KIA, keterampilan meningkat lebih rendah, dari 5 menjadi 14 orang. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan signifikan pada kelompok intervensi (p=0,000), seluruh responden mencapai kategori pengetahuan baik, sedangkan kelompok kontrol tidak signifikan (p=0,635). Kelompok video edukasi menunjukkan peningkatan keterampilan ibu dalam perawatan tali pusat neonatus signifikan (p=0,000), sedangkan kelompok kontrol tidak signifikan (p=0,138). Penilaian pengetahuan dan keterampilan dilakukan sebelum dan sesudah intervensi, kemudian data dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney. Simpulan media video edukasi lebih efektif dibanding dengan buku KIA dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil dalam perawatan tali pusat neonatus.
The Four Pillars of Islamic Marketing Communication Ethics: A Case Study of @jsrstore on Instagram Yuristia Wira Cholifah; Atie Rachmiatie; Rini Rinawati; Aditya Eko Adrianto
CHANNEL: Jurnal Komunikasi Vol. 13 No. 2 (2025): CHANNEL: Jurnal Komunikasi 27th Edition
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/channel.v13i2.1680

Abstract

Social media has become a space where brands express Islamic values to build trust and authenticity, raising new ethical questions about the boundary between sincere spirituality and commercial exploitation. This study investigates the ethical discourse of Islamic marketing communication on Instagram through a case study of @jsrstore, the official store of Dr. Zaidul Akbar, a prominent figure in Indonesia’s Islamic wellness movement. Drawing on Kartajaya and Sula’s four-pillar framework of Islamic marketing (teistic, ethical, realistic, and humanistic), the research analyzes how these principles are linguistically and discursively enacted in caption texts and audience interactions. Employing virtual ethnography and qualitative content analysis of 20 Instagram posts, complemented by interview data, the study reveals that @jsrstore consistently embeds spiritual intentionality (niyyah), truthfulness (ṣidq), transparency, and relational care into its digital narratives. This integration transforms commercial messaging into a form of digital da’wah, fostering trust, emotional resonance, and perceived authenticity among Muslim consumers. The findings advance Islamic communication theory by proposing a discourse-based model that transcends symbolic religiosity, demonstrating how ethical values can be performatively realized in social media branding while offering practical insights for marketers seeking to align digital engagement with Islamic ethics in Muslim-majority contexts.
Makna Komunikasi Adaptasi Budaya Mahasiswa Indonesia di Taiwan Studi Fenomenologi pada Mahasiswa Indonesia Saat Menempuh Pendidikan di Taiwan: Studi Fenomenologi pada Mahasiswa Indonesia Saat Menempuh Pendidikan di Taiwan Cikal Estetika Wijaya; Atie Rachmiatie; Anne Maryani
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Agustus 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i3.1550

Abstract

Mobilitas mahasiswa internasional yang semakin meningkat menjadikan adaptasi budaya sebagai isu penting dalam kajian komunikasi antarbudaya. Mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Taiwan menghadapi perbedaan bahasa, nilai, norma sosial, serta sistem akademik yang berpotensi menimbulkan hambatan komunikasi dan perbedaan budaya.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi Alfred Schutz. Penelitian bertujuan untuk memahami dan menginterpretasikan makna pengalaman komunikasi adaptasi budaya mahasiswa Indonesia di Taiwan, serta mengungkap motif tindakan yang melandasi perilaku komunikasi mereka, baik motif karena (because motive) maupun motif tujuan (in-order-to motive). Fokus penelitian diarahkan pada pengalaman komunikasi mahasiswa Indonesia dalam membangun interaksi dengan masyarakat lokal, strategi komunikasi verbal dan nonverbal yang digunakan, serta proses mereka dalam menghadapi berbagai tantangan budaya selama menempuh pendidikan di Taiwan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perilaku komunikasi yang dilakukan oleh mahasiswa Indonesia dalam proses adaptasi budaya mereka di Taiwan. Informan dari penelitian ini adalah mahasiswa Indonesia sebanyak empat orang dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui metode wawancara mendalam, dan dokumentasi. Penelitian ini diharapkan menghasilkan pemahaman mendalam mengenai makna komunikasi sebagai sarana adaptasi, pembentukan identitas, dan pengelolaan perbedaan budaya, serta mmengungkapkan strategi komunikasi yang digunakan mahasiswa Indonesia dalam menghadapi tantangan budaya di Taiwan. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan program-program orientasi budaya bagi mahasiswa internasional serta memperkaya pemahaman tentang interaksi antarbudaya di lingkungan pendidikan global. Kata kunci : Komunikasi Adaptasi budaya, Mahasiswa Indonesia, Fenomenologi, Pengalaman, motif, makna
Co-Authors Adi Junadi Aditya Eko Adrianto Ahmad Nada Kusnendar Aisyah Nur Afifah Alex Sobur Alexandria Cempaka Harum Alif Adhasya Daffa Gunawan Ani Yuningsih Aning Sofyan Sadikin Anisa Dwi Nanda Septiningrum Anita Deborah Anwar Anne Friday Safaria Anne Maryani Anter Venus Asep Ahmad Sidik Astri Mutia Ekasari Astuti, Sri Wahyuning Atwar Bajari Bella Maulina Ceha, Rahmat Cikal Estetika Wijaya Dadi Ahmadi Dasrun Hidayat Deddy Mulyana Dedeh Fardiah Dedy Djamaluddin Malik Destyra Rusmana Dey Ravena Dey Ravena Dian Widya Putri Dinda Rizkyana Eli Susana, Eli Ema Khotimah Ema Rosmayati Fajar Nugraha Fajarini Putri Hidayat Farihat Kamil Farihat Kamil Ferry Setiawan Fia Khoerunnisa Firmansyah Firmansyah Harefa, Umy Darni Herry Garna Herry Garna Hidayat Wijayanegara Ike Junita Triwardhani Imam Indratno INA HELENA AGUSTINA Irfan Safrudin Karim Suryadi Karim Suryadi Kiki Zakiah Darmawan Lichandra, Funny Ma'mun Sutisna Makroen Sanjaya Martian, Ferra Maylanny Christin Mohamad Subur Drajat Nadya Faradila Nia Kurniati Nihayah, Izzatin Nova Nadifah Nurrhisma Yuniar O Hasbiansyah Oji Kurniadi Pawit M. Yusuf, Pawit M. Puput Fatonah Raditya Pratama Rahma Fitria Rahma Fitria, Rahma Rahmat Ceha Rakha Fauzan Hawadi Rakha Fauzan Hawadi Respitawulan Rini Rinawati Riswandha Risang Aji Rizqi Pratama Putra Rowawi, Roni Salman Alfarisyi Lesmana Sandra Ramayanti Sandriani Septiawan Santana Septiawan Santana Kurnia Shandi Noor Khotimah Sophia Novita Suja’i, Imam Sukwatus Tannia Meirina Anwar Teni Nurlatifah Tia Muthiah Tresna Wiwitan Vermanda Maharani Sonya Verry Damayanti Yanti Herawati Yayu Hizza Anisa Yeni Yuniati Yeni Yuniati, Yeni Yenni Yuniati Yuristia Wira Cholifah