Claim Missing Document
Check
Articles

MEMBANGUN KECERDASAN INFORMASI DALAM PENEGUHAN KARAKTER BANGSA Rachmiatie, Atie
Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 1 No. 2 (2016): December 2016 - Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jkiski.v1i2.57

Abstract

Kemajuan teknologi seperti pedang bermata dua, di satu sisi menghadirkan kebaikan dan kemanfaatan yang besar bagi bangsa, namun di sisi lain mengandung dampak negatif yang dapat mengancam kebudayaan tradisional, kerugian, bahkan kebangkrutan moral bangsa. Untuk itu diperlukan upaya penyelamatan anak bangsa dari “serangan” informasi dan media global, sehingga warga tetap memiliki karakter kebangsaan. Ruang media informasi saat ini cenderung menjadi arena pertarungan di antara pemilik kekuatan ekonomi, politik maupun budaya. Ketidakjelasan visi, misi, dan orientasi kebangsaan media mainstream menjauhkan media dari terminologi pembangunan karakter bangsa. Karena itu, hubungan media dan karakter bangsa perlu dirumuskan sesuai dengan kondisi jaman, dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Proses nation building, state building dan government building pada masyarakat majemuk, keberhasilannya ditentukan oleh peningkatan kecerdasan informasi yang menjadi tanggungjawab bersama. Kajian ini menjelaskan perilaku bermedia di masyarakat dan faktor-faktor yang melatarbelakangi daya dukung kecerdasan informasi; perlunya membangun kecerdasan informasi (information quotient) untuk menjadi masyarakat informasi dan masyarakat terbuka (information and open society); dan menyusun pemikiran strategis dalam membangun kecerdasan informasi dengan pendekatan komunikasi
National Fiqh Discourse in the Digital Public Sphere: A Case Study of TVMu’s Dialektika Program Umar, Tia Muthiah; Atie Rachmiatie; Kiki Zakiah; Makroen Sanjaya
Komunikator Vol. 17 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jkm.v17i2.28533

Abstract

The discourse of national fiqh within Indonesia’s digital public sphere has become increasingly prominent with the rise of digital media, particularly as religious discussions intersect with issues of nationality, pluralism, and civic identity. This study examines how the concept of national fiqh is articulated through TVMu’s Dialektika program, which functions as a digital deliberative arena for Islamic communication. Using a qualitative case study approach, the research analyzes four selected episodes and incorporates insights from interviews with the editorial team, supported by NVivo-assisted coding (open, axial, and selective). The findings indicate several key dimensions: the strategic selection of credible communicators; message framing that emphasizes justice, pluralism, and the integration of Islamic principles with Pancasila; the use of multiplatform distribution through television, YouTube, and social media; a dual audience strategy addressing both Muhammadiyah members and the wider Muslim public; and a discursive shift from provocative narratives toward ethical deliberation. Overall, Dialektika functions as a moderate Islamic medium that not only delivers normative da'wah but also fosters an inclusive deliberative public sphere, reinforcing the relevance of national fiqh in sustaining social cohesion and shaping civic Islam. The novelty of this study lies in its integration of national fiqh discourse, digital media analysis, and deliberative public sphere theory while positioning the Lasswell model solely as a technical mapping framework
Co-Authors Adi Junadi Adrianto, Aditya Eko Ahmad Nada Kusnendar Aisyah Nur Afifah Alex Sobur Alexandria Cempaka Harum Alif Adhasya Daffa Gunawan Ani Yuningsih Aning Sofyan Sadikin Anisa Dwi Nanda Septiningrum Anita Deborah Anwar Anne Friday Safaria Anter Venus Asep Ahmad Sidik Astri Mutia Ekasari Astuti, Sri Wahyuning Atwar Bajari Bella Maulina Ceha, Rahmat Cholifah, Yuristia Wira Dadi Ahmadi Dasrun Hidayat Deddy Mulyana Dedeh Fardiah Dedy Djamaluddin Malik Destyra Rusmana Dey Ravena Dey Ravena Dian Widya Putri Dinda Rizkyana Eli Susana, Eli Ema Khotimah Fajar Nugraha Fajarini Putri Hidayat Farihat Kamil Farihat Kamil Ferry Setiawan Fia Khoerunnisa Firmansyah Firmansyah Harefa, Umy Darni Herry Garna Hidayat Wijayanegara Ike Junita Triwardhani Imam Indratno INA HELENA AGUSTINA Irfan Safrudin Karim Suryadi Karim Suryadi Khotimah, Shandi Noor Kiki Zakiah Darmawan Lichandra, Funny Ma'mun Sutisna Makroen Sanjaya Martian, Ferra Maylanny Christin Mohamad Subur Drajat Nadya Faradila Nia Kurniati Nihayah, Izzatin Nova Nadifah Nurrhisma Yuniar O Hasbiansyah Oji Kurniadi Pawit M. Yusuf, Pawit M. Puput Fatonah Raditya Pratama Rahma Fitria Rahma Fitria, Rahma Rahmat Ceha Rakha Fauzan Hawadi Rakha Fauzan Hawadi Respitawulan Rini Rinawati Riswandha Risang Aji Rizqi Pratama Putra Rowawi, Roni Sandra Ramayanti Sandriani Septiawan Santana Kurnia Sophia Novita Suja’i, Imam Sukwatus Tannia Meirina Anwar Teni Nurlatifah Tia Muthiah Vermanda Maharani Sonya Verry Damayanti Yanti Herawati Yayu Hizza Anisa Yeni Yuniati Yeni Yuniati, Yeni Yenni Yuniati