p-Index From 2021 - 2026
9.893
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Althea Medical Journal WARTA Jurnal Kesehatan AKSIOLOGIYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi (JKF) To Maega: Jurnal Pengabdian Masyarakat SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga KESANS : International Journal of Health and Science Ahmar Metastasis Health Journal (AMHJ) Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Cakrawala Ilmiah Journal of Innovation Research and Knowledge NUSANTARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) Academic Physiotherapy Conference Proceeding Prosiding University Research Colloquium Jurnal Keilmuan dan Keislaman Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Jurnal Keperawatan Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Jurnal KeFis : Jurnal Kesehatan dan Fisioterapi Warta LPM Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Medika Nusantara Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah Jurnal Kesehatan Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan Vitamin: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum Holistik Jurnal Kesehatan FISIO MU: Physiotherapy Evidences Annual Physiotherapy Scientific Meeting Proceeding Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi Physiotherapy and Physical Rehabilitation Journal ACTIVE: Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Claim Missing Document
Check
Articles

The Effect of Nurse Caring Training Based on Jean Watson's Theory in Medical Ward Oktiva, Yayuk Dwi; Rahayu, Umi Budi; Rahayuningsih, Faizah Betty
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 4 (2023): Jurnal Keperawatan: Supp Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i4.1996

Abstract

Nurses' caring behavior is part of the quality of care indicators in hospitals. Caring is a complex part of nursing and an important value in the life of professional nurses. This study aims to determine the effect of nurse caring training to improve nurses' caring behavior in hospitals. This study used control group post-test-only design. The research was conducted in Medical wards of Private Hospital, Sukoharjo, Indonesia. Participants were 44 nurses divided into 2 groups, the control and the intervention group whose nurses received caring training using a protocol based on Jean Watson's caring carative factor. The tool used to collect data on nurses' caring behavior was the Caring Behavior Inventory-24 (CBI-24). Following the implementation of nurses demonstrating commendable caring behavior, as evidenced by the mean and standard deviation in the intervention group (119.18 ± 0.853) compared to the control group (87.50 ± 6.508). The results of showed a statistically significant difference between the nurse caring training intervention group and the control group with Asymp. Sig. (2-tailed) 0.000. Improving the character of caring behavior of nurses in various hospitals can be achieved through the implementation of training and mentoring based on the 10 carative factors approach with Jean Watson theory.
PENGARUH PEMBERIAN INTERVENSI ULTRASOUND DAN STRETCHING PLANTAR FASCIA PADA PENDERITA FACIITIS PLANTARIS DI RSUD DR. HARJONO S PONOROGO Muhammad, Irfan; Budi Rahayu, Umi; Kingkinnarti
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah (JarFisMU)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jar.v3i1.21730

Abstract

Latar Belakang : Plantar fasciitis adalah degenarasi fasia plantar akibat robekan mikro yang berulang pada fascia yang menyebabkan reaksi inflamasi. Faktor resiko yang berhubungan dengan plantar fasciitis adalah indeks massa tubuh yang tinggi pada 45% dan 85% pasien yang menderita plantar faciitis dikarenakan calcaneal spur. Adanya kelainan bentuk kaki cavus (high arch) dapat mengakibatkan kontraktur pada fascia plantar dan deformitas yang menetap, adanya perubahan inflamasi pada plantar fascia akhirnya menimbulkan jaringan parut pada plantar fascia, sehingga dapat menyebab plantar faciitis. Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian intervensi ultrasound dan stretching plantar fascia pada penderita faciitis plantaris. Metode : penelitian ini menggunakan studi case report. Pasien diberikan intervensi ultrasound dan stretching pada plantar fascia selama 2 minggu 3 kali pertemuan dengan dosis: duty factor 100%, tipe continous. Intensitas 0,6-1 w/cm2, frekuensi 3Mhz dengan waktu 2 menit dan dosis stretching pada plantar fascia dilakukan setiap hari 3 set 8 repetisi selama 5 menit. Hasil : pemberian intervensi ultrasound dan stretching pada fascia plantaris berpengaruh dalam menurunkan intensitas rasa nyeri, peningkatan fleksibilitas dan meningkatkan aktivitas fungsional. Kesimpulan : pada penderita faciitis plantaris pemberian intervensi ultrasound dan stretching pada fascia plantaris didapatkan penurunan intensitas rasa nyeri, peningkatan fleksibilitas dan peningkatan aktivitas fungsional, sehingga intervensi ini efektif untuk mengatasi faciitis plantaris yang disebabkan oleh calcaneal spur dan high arcus.
Case Report : Metode Schroth dalam Peningkatan Kapasitas Vital Paru pada Pasien Skoliosis di RS Orthopedi Prof. dr. R Soeharso Surakarta Rizy, Muhammad Hasbi Alfa; Rahayu, Umi Budi; Mustiko, Prihantoro Larasati
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2024: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Skoliosis merupakan suatu kelainan bentuk tulang belakang tiga dimensi yang abnormal. Skoliosis didiagnosis dengan mengukur besarnya deviasi tulang belakang pada radiografi di bidang koronal. Penegakan diagnosis secara klinis apabila telah menyentuh ambang batas sudut Cobb ≥ 10°. Skoliosis memiliki kumpulan permasalahan kompleks yang biasanya disertai dengan pola kelainan pernapasan yang terbatas pada hampir dua pertiga penderita dengan kurva skoliosis yang cukup besar. Metode Penelitian: Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu case report dengan single subject research yang dimana penelitian ini melibatkan seorang perempuan usia 32 tahun yang bekerja sebagai bidan di salah satu rumah sakit di daerah Boyolali, Jawa Tengah. Diagnosis medis untuk pasien Nn. M yaitu Skoliosis Idiopatik. Intervensi kepada pasien diberikan menggunakan beberapa modalitas yaitu Microwave Diathermy dan metode Schroth yang diberikan dalam 4 sesi selama 4 minggu (1 kali per minggu) dengan dilakukan pemantauan pada tiap 1 minggu sekali oleh fisioterapis bersangkutan. Hasil Penelitian: Hasil pada penelitian ini diukur setiap sesi pemberian intervensi selesai. Berdasarkan gambar 1 dan gambar 2, didapatkan bahwa terdapat perubahan pada kapasitas inspirasi paru pada pasien yang semula pada angka 1500/2600 menjadi 2200/2600 dan perubahan angle of trunk rotation (ATR) walau tidak signifikan pengukuran menggunakan scoliometri menunjukkan nilai yang semula 5° pada apex thoracal menjadi 4° dan pada apex lumbal yang semula 4° menjadi 3°. Kesimpulan: Kesimpulan pada penelitian ini adalah bahwa penggunaan metode schroth dinilai memberikan efek yang positif dalam peningkatan kapasitas vital paru. Efek yang diberikan terapi latihan menggunakan metode Schroth juga memberikan efek lainnya berupa penurunan ATR pada pasien sehingga menurunkan tingkat risiko deformitas dari skoliosis.
Manajemen Fisioterapi untuk Kelemahan Otot dan Gangguan Keseimbangan pada Pasien pasca Lacunar Stroke di RS Soerojo Magelang: Case Report Ramadhani, Muhammad Mumtaz; Rahayu, Umi Budi; Fauzan, Muhammad
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2024: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Sekitar 30% penderita stroke lacunar mengalami gangguan fungsional dalam periode tindak lanjut 5 tahun. Penurunan kekuatan otot pasca stroke lacunar adalah masalah utama yang membatasi fungsi ekstremitas. Gangguan keseimbangan juga merupakan tantangan besar bagi pasien pasca stroke. Gejalanya meliputi asimetri tubuh, waktu tumpuan singkat, dan kecepatan berjalan yang lambat, semuanya meningkatkan risiko jatuh. Case Presentation: Seorang perempuan berusia 61 tahun mengunjungi poli fisioterapi di RS Soerojo Magelang dengan keluhan berat pada paha depan kanan dan kiri saat berjalan dan beraktivitas sehari-hari. Pasien didiagnosis pasca stroke hemiparese kanan. Keluhan berat pada kaki pertama kali dirasakan secara tiba-tiba setelah salat subuh di masjid pada bulan Oktober 2023, sehingga membutuhkan bantuan untuk pulang. Management and Outcome: Pasien menjalani fisioterapi mingguan selama empat minggu, dengan sesi satu setengah jam yang meliputi modalitas alat, latihan penguatan, dan latihan keseimbangan. Discussion: Peningkatan terjadi pada skor manual muscle testing pada hip meliputi grup otot fleksor (2), ekstensor (2), adduktor (3), dan abduktor (3) menjadi fleksor (4), ekstensor (3), adduktor (4), dan abduktor (4). Pada knee dan ankle juga terdapat peningkatan meliputi grup otot fleksor (3), ekstensor (3), plantar fleksor (3), dan dorsi fleksor (3) menjadi fleksor (4), ekstensor (4), plantar fleksor (4), dan dorsi fleksor (4) pada pertemuan ke-4. Tidak terjadi peningkatan pada lingkar segmen ekstremitas bawah. Peningkatan skor single leg stance terjadi dari (0 detik) untuk kaki tumpuan kanan dan (2 detik) untuk tumpuan kiri menjadi (5 detik) dan (8 detik). Tercatat juga peningkatan waktu tempuh time up and go test dari (37,26 detik) pada pertemuan ke-1 menjadi (30,13 detik) pada pertemuan ke-4. Akan tetapi peningkatan skor single leg stance dan time up and go test masih di bawah nilai normatif. Conclusion: Latihan penguatan dan keseimbangan dilaporkan bermanfaat. Studi ini menunjukkan peningkatan pada kekuatan otot dan keseimbangan, meskipun tidak signifikan. Studi selanjutnya sebaiknya meningkatkan pengawasan dan jumlah pertemuan.
Pelvic Floor Exercise for Post Partum Spontan Induction Rehabilitation, Indications of Chronic Energy Deficiency: A Case Report Pramesti, Redita Salma Ayusandra; Rahayu, Umi Budi; Sulistyawati, Irma
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2024: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Post Partum Spontan Induction is a normal birthing process that refers to iatrogenic stimulation of uterine contractions before the start of spontaneous labor. The prevalence of induced labor increased significantly at the 41st week of pregnancy from 9.7% to 25.9%. The condition of pregnant women with the risk of chronic energy deficiency is at risk of decreasing muscle strength that helps the birth process, which can result in prolonged labor and postpartum bleeding. Case Presentation: This article was a case study of a patient at Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak Ummi Khasanah, Bantul, Yogyakarta (Mrs NA, 26 years old) after giving birth spontaneously induction due to chronic energy deficiency. The patient is given breathing exercises, active limb movement, transfer and ambulation exercises, pelvic floor exercises. Management and Outcome: Pelvic floor exercise is capable of strengthening the pelvic floor muscles and stimulating the recovery of the urogenital organs to their physiological function in post partum mothers. Discussion: The training provided is: pelvic floor exercise which aims to ensure that postpartum mothers can carry out functional activities well without any discomfort to the body parts that work during the birth process. Conclusion: Physiotherapy in the rehabilitation process for postpartum mothers is carried out 3 times over 2 days with administration pelvic floor exercise effective in reducing pain relief and increasing the patient's functional ability.
Hubungan aktivitas fisik dengan kualitas tidur mahasiswa semester akhir di Surakarta Khairunissa, Hatifa; Rahayu, Umi Budi
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 5 (2024): Volume 18 Nomor 5
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v18i5.347

Abstract

Background: Sleep disorders can happen to anyone at any time. As experienced by students, especially those who are expected to have high knowledge, skills and professionalism. High physical activity and psychological pressure can cause stress which leads to decreased sleep quality. Poor sleep quality causes a decrease in quality of life for students. Purpose: To determine the correlation between physical activity and sleep quality in final year students. Method: Observational quantitative research with correlational methods. The sample taken consisted of final students who were completing their thesis. The sample size was determined using the Slovin Formula, with a minimum sample size of 163. Samples were selected based on inclusion and exclusion criteria. Physical activity was measured using IPAQ, while sleep quality was assessed using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) which was filled in via Google form. Data analysis was carried out using the Product Moment Correlation Test using SPSS 25.00 with a confidence level of 95%. Results: Based on analysis using Pearson Correlation, it was found that there was a significant relationship between Physical Activity and Sleep Quality (p = 0.016, p < 0.05). However, the correlation coefficient value of 0.189 indicates that the relationship between the two is weak. Conclusion: There is a significant correlation between physical activity levels and sleep quality in final year students.   Keywords: Final Year Students; Physical Activity; Sleep Quality.   Pendahuluan: Gangguan tidur bisa menimpa siapa pun dan kapan pun. Seperti yang dialami oleh mahasiswa, terutama mereka yang diharapkan memiliki pengetahuan, keterampilan dan profesionalisme yang tinggi. Aktivitas fisik tinggi dan tekanan psikologis dapat menyebabkan stres yang berujung pada penurunan kualitas tidur. Kualitas tidur yang buruk menyebabkan penurunan kualitas hidup pada mahasiswa. Tujuan: Untuk mengetahui korelasi antara aktivitas fisik dengan kualitas tidur pada mahasiswa tingkat akhir. Metode: Penelitian kuantitatif observasional dengan metode korelasional. Sampel yang diambil terdiri dari mahasiswa akhir yang sedang menyelesaikan skripsi. Besar sampel ditentukan menggunakan Rumus Slovin, dengan hasil minimum sampel sebanyak 163. Sampel dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengukuran aktivitas fisik menggunakan IPAQ, sedangkan kualitas tidur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) yang diisi melalui google formulir. Analisis data dilakukan dengan Uji Korelasi Product Moment menggunakan SPSS 25.00 dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Berdasarkan analisis menggunakan Pearson Correlation, ditemukan bahwa terdapat hubungan signifikan antara Aktivitas Fisik dan Kualitas Tidur (p = 0.016, p < 0.05). Namun, nilai koefisien korelasi sebesar 0.189 menunjukkan bahwa hubungan antara keduanya bersifat lemah. Simpulan: Terdapat korelasi yang signifikan antara tingkat aktivitas fisik dan kualitas tidur pada mahasiswa tingkat akhir.   Kata Kunci: Aktivitas Fisik; Kualitas Tidur; Mahasiswa Tingkat Akhir.  
Pencegahan Hipertensi Dengan Meningkatkan Kesadaran Pengetahuan Melalui Kegiatan Promosi Kesehatan Di Posyandu Lansia Rahayu, Umi Budi; Sudarsono, Wahyu Tri; Nusaibah, Yasmin; Anindita, Putri Maharani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 10 (2024): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i10.1878

Abstract

Hipertensi adalah salah satu masalah kesehatan yang sering dijumpai pada lansia dan memiliki risiko komplikasi serius jika tidak ditangani. Hipertensi dipengaruhi oleh faktor sosio-demografi seperti umur, jenis kelamin, pendidikan, dan pekerjaan, serta faktor perilaku seperti merokok, konsumsi alkohol, dan kurangnya aktivitas fisik. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pra-lansia dan lansia Posyandu Menur 8 Makamhaji tentang hipertensi serta cara pencegahannya. Kegiatan ini dimulai dengan survei analisis situasi melalui wawancara dengan Ketua Pengampu, dilanjutkan penyuluhan dengan materi edukasi seputar hipertensi, meliputi definisi, faktor risiko, gejala, komplikasi, serta pencegahan melalui olahraga dan latihan pernapasan. Penyuluhan ini menggunakan metode pre-test dan post-test untuk evaluasi pemahaman peserta sebelum diberikan pengetahuan melalui penyuluhan dan sesudah peyuluhan. Hasil pre-test menunjukkan bahwa terdapat sebesar 89,7% total jawaban benar, sedangkan post-test mencapai 95,3% total jawaban benar, yang menunjukkan bahwa terdapat peningkatan sebesar 5,6%. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan para peserta mengenai hipertensi, terutama mengenai pengelolaan tekanan darah melalui pendekatan non-farmakologis seperti olahraga dan manajemen stres. Simpulan dari pengabdian ini adalah bahwa penyuluhan terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan lansia mengenai hipertensi serta pentingnya gaya hidup sehat untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
EFFECT OF EARLY MOBILIZATION IN PEDIATRIC PATIENT AFTER ATRIAL SEPTAL DEFECT CLOSURE: A CASE STUDY Jayanti, Fitri Dwi; Rahayu, Umi Budi; Setiawan, Purnomo Gani
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2021: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.814 KB)

Abstract

Introduction: Congenital Heart Disease (CHD) is a congenital disease since the child was born due to the formation of a less than perfect heart. Atrial Septal Defect (ASD) is one of the common CHD. ASD occurs because the partition separating the right and left atriums is damaged, which causes blood rich in oxygen and carbon dioxide mixed. Valve repair surgery in ASD is recomendation and safe treatment procedure with low mortality rate. Bed rest after surgery can lead to prolonged immobilization according to the recovery period of each individual. The usual treatment for physiotherapy is early mobilization to reduce the disorder.Case Presentation: A 6-year-old child was referred to RSUP Semarang with complaints of discomfort and dyspnea during activities. In December 2019 the family took the child to one of the doctors in Salatiga, and the doctor diagnosed that the child had congenital heart disease and was advised to have an examination. The results of catheterization and echocardio examination showed that the child had ASD II.Management and Outcome: Treatments provided such as mobility in bed, range of motion (ROM) exercises, transfers, ambulation and walking exercises. The measuring instrument used is 6 Minute Walk Test (6MWT) which is done when the patient is able to walk and use how long the patient stays in the hospital.Discussion: Early mobilization following surgery in Intensive Care Unit (ICU) is effective to prevent the risk of bed rest and prolonged stay in ICU as well as prevent deep vein thrombosis, pneumonia, preasure ulcers (decubitus) and can improve functional mobility. An important element for the recovery of patients post-cardiac surgery, is not the type of early mobilization but rather interventions that start from the best time according to the patient's condition to prevent the harmful effects of a long bed rest.Conclusion : Early mobilization given postoperatively can prevent the risk of worsening due to long bed rest, long stay in the hospital and can improve functional mobility. Early mobilization and breathing exercise can produce positive effects for patients post cardiac surgery.
COMPREHENSIVENESS OF PHYSIOTHERAPY INTERVENTION TO PREVENT FALL IN DIABETIC NEUROPATHY PATIENT AT Dr. H ARJONO S PONOROGO HOSPITAL: A CASE REPORT Kingkinnarti, K; Rahayu, Umi Budi
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2021: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (816.311 KB)

Abstract

Introduction: Diabetic Neuropathy has a negative impact on leg and ankle function (Strength and flexibility) which in itself affect the patients’s physical activity and quality of life. Physiotherapy protocols aimed at increasing intrinsic and extrinsic leg muscle strenght maybe a promosing approach to improve lower extremity function , prevent further complications and improve the patient's activities of dayli living.. Case Presentation: A 65-years old patients with diagnosis of Diabetic N europathy ,came to the Medical Rehabilitation Installation at RSUD Dr Hardjono Ponorogo with complains of burning sensation,tingling and numbness in both leg. Genu varus was seen in both legs,decreased right leg muscle strength,sensory los on feeling of touch,pain and temperature in both legs from the toes to the lower border of the knee. Management and Outcome: Aerobic Exercise, flexibility exercise, strengthening and balance exercise as well as gait training are given to patient with Diabetic Neuropathy. Exercise is given 3 times a week for 4 week. The measuring instrument uses Time Up And Go Test where it is reported that after undergoing comprehensive exercise therapy there is decreased in the TUG score from a score 22 second to score 19 second which means there is an increase in the patients static and dinamic’s balance. Discussion: Ankle exercises theraphy has also shown good results for improving ankle Range Of Motion and Diabetic Neuropathy symptoms as well as for redistributing plantar pressure during movement. Interventions in the form of strengthening, stretching, balance and gait training are very useful in preventing foot ulcers and amputations, reducing the risk of falls, increasing daily physical activity and quality of life, all of which can be beneficial in reducing mortality and comorbidities.. Conclusion: Combining Exercise therapy in the form of aerobic exercise, flexibility exercise, strengthening and balance exercise for the lower limbs, and gait training is beneficial in increasing muscle strength, balance and gait so that it can reduce the risk off falling in diabetic neuropathy patient.
NEW BOBATH CONCEPT APPROACH IN ADOLESCENT WITH TRAUMATIC INTRACEREBRAL HEMORRHAGE (TICH): A CASE STUDY Mufidati, Husna; Rahayu, Umi Budi; Kurniawan, Adhy
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2021: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1059.458 KB)

Abstract

Introduction : This case report shows the application of the exercise therapy method with the New Bobath Concept Approach in cases of Traumatic Intracerebral Hemorrhage (TICH) and reports the results of the exercise. Case presentation: Mr. AR, a 16-year-old student with a clinical diagnosis of Traumatic Intracerebral Hemorrhage (TICH) received an exercise therapy program with a New Bobath Concept Approach consisting of abdominal exercise, facilitate foreward & backward pelvic, bridging exercise, sensibility exercise, sitting and sitting balance exercise, mobilization and facilitation of the scapula and arm, core stability exercise, standing exercise, facilitation of walking patterns and walking exercise. Management and outcome: Exercise was carried out for 12 weeks with a frequency of twice a week and a duration of 60 minutes per training session. Discussion: After giving exercise therapy with the New Bobath Concept Approach for 12 weeks, the results showed an increase MMT value in muscles shoulder, elbow, wrist, fingers, hip and knee from 0 to 2 and 3. Meanwhile for the Barthel index from a value of 2 (total dependence) to 10 (moderate dependence). Conclusion: Mr. AR is able to sit, stand independently and walk 100 meters with assistance.
Co-Authors Abi Muhlisin Adhy Kurniawan Agus Setiya Agus Setiyawan Ajeng Marshela Tiara Ningrum Ajeng Sabtorini Akib, Marliyanti Nur Rahmah Al-Kubro, Putri Balqis Alfiyani, Lina Alinda Nur Ramadhani Alviana Dwi Lestari Amanda, Tasya Ghea Ambarwati Amelia Dwi Putika Sari Amir, Suliati P Anandri S, Rico Andiyani, Rhavida Anniza Anindita, Putri Maharani Annisa Fitri Dewi ARIF KURNIAWAN Arif Pristianto Arifin Agung Prehanto Arum Pratiwi Atik Hidayati Atik Hidayati Ayu Tri Kusumaningrum Subiyanto Baihaqi, Muhamad Adzib Cahyana, Aris Alfaldieka Cahyo Setiawan Chaiyawat, Pakaratee Daru Kumoro Cipto Jati Deistriany, Zehra Karil Della Annisa Thalib Dewangga, Mahendra Wahyu Dewi, Asri Seftika Dwi Rosela Komala Sari Dwi Rosella Komala Sari Dwiky Yudhistira Edy Waspada Endy Effran Faizah Betty Rahayuningsih Firnadia Septika Rahajeng Fitri Dwi Jayanti Fitriyya, Munaaya Guswiyamto, G Hafiduddin, Muhammad Hamidah, Nilam Nur Harun, Andi Qonita Hasmar, Wanti Ida Untari Imtiyaz Nisa Indiana Radinda Intan Herlinawati Irfan Muhammad Ismadi Ismail Setyopranoto Kadek Agustini Aryani Kasumbung, Muhammad Tasa Katno Asha Khairi Rizqi Fadhlika Khairunissa, Hatifa Kingkinnarti Kingkinnarti Kingkinnarti Kingkinnarti, K Komalasari, Dwi Rosella Kurnia Kusuma Ramadhan Kurniawati, Susilo lestari, sulis Lusia Intan Purnamasari M. Halim Mardianto, Halim Maulidia, Kamila Mufidati, Husna Muhamad Nasuka Muhammad fauzan Muhammad Fawwaz Malik Azhari Muhammad Nasuka Muhammad Raffi Muhammad Tasa Kasumbung Muhammad Taufik Ilyas Muliyono, Didik Mulyadi, Farah Ekawati Mulyanto Mulyanto Mustiko, Prihantoro Larasati Mutalazimah Namirah, Hanna Aulia Napisah, Sri Nastiti, Rindang Rizky Natalia, Ike Ni Putu Riantini Nia Hayati Nilam Nur Hamidah Nora Eny Zulekha Nurhidayah, Indah Suci Nusaibah, Yasmin Oktiva, Yayuk Dwi Panrus, Ali Imroni Muhammad Pasya, Muhammad Sena Nurrahman Perdana, Suryo Saputra Perdana, Suryo Saputra  Pramaisella, Inggrid Pitaloka Pramesti, Redita Salma Ayusandra Pratiwi, Citra Dewi Loh Budi Puad, Laylin Putra, Guntur Rusmana Putra, Zulfikar Yucha Ramadhani, Muhammad Mumtaz Retno Setianing riantini, ni putu Rini Mustikasari Kurnia Pratama Ririt Ika lestari Ririt Ika Lestari Rivan Danuaji Rizy, Muhammad Hasbi Alfa Rosidah, Nikmatur Safitri, Lela Lutfiana sakinah sakinah Salsabila, Savira Rizka Meidy Samekto Wibowo Seliana Sinta Debi Seliana Sinta Debi Setiawan, Purnomo Gani Setyawati, Yayuk Silvia Rahma Maulida Sirajuddin Handalguna Siti Raihani Siti Soekiswati Spence, Nicola Sri Sat Titi Hamranani Sri Utami Subandi Sudarsono, Wahyu Tri Sugiarto, Rahmat Sulistyawati, Irma Sunyiwara, Arum Sekar Suryo Saputra Perdana Syavira Nooryana Syinta, Ahmada Norma Tiara Paramitha Sugiri Syah Putri Trisnandhika Galang Pratama Ulfah Zulfahmi Umam, Devid Noor Umar Jamaludin W Wahyuni, W Wahyu Tri Sudaryanto Wanda Kurnia Yuda Waspada, Edy Wibo, Samekto Wijianto Wijianto Yakob, Asmirati Yantini, Sri Yuli Kusumawati Yunita Nur Rochmah Zulekha, Nora Eny