p-Index From 2021 - 2026
9.893
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Althea Medical Journal WARTA Jurnal Kesehatan AKSIOLOGIYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi (JKF) To Maega: Jurnal Pengabdian Masyarakat SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga KESANS : International Journal of Health and Science Ahmar Metastasis Health Journal (AMHJ) Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Cakrawala Ilmiah Journal of Innovation Research and Knowledge NUSANTARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) Academic Physiotherapy Conference Proceeding Prosiding University Research Colloquium Jurnal Keilmuan dan Keislaman Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Jurnal Keperawatan Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Jurnal KeFis : Jurnal Kesehatan dan Fisioterapi Warta LPM Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Medika Nusantara Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah Jurnal Kesehatan Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan Vitamin: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum Holistik Jurnal Kesehatan FISIO MU: Physiotherapy Evidences Annual Physiotherapy Scientific Meeting Proceeding Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi Physiotherapy and Physical Rehabilitation Journal ACTIVE: Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PEMBERIAN INTERVENSI ULTRASOUND DAN STRETCHING PLANTAR FASCIA PADA PENDERITA FACIITIS PLANTARIS DI RSUD DR. HARJONO S PONOROGO Muhammad, Irfan; Budi Rahayu, Umi; Kingkinnarti
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah (JarFisMU)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jar.v3i1.21730

Abstract

Latar Belakang : Plantar fasciitis adalah degenarasi fasia plantar akibat robekan mikro yang berulang pada fascia yang menyebabkan reaksi inflamasi. Faktor resiko yang berhubungan dengan plantar fasciitis adalah indeks massa tubuh yang tinggi pada 45% dan 85% pasien yang menderita plantar faciitis dikarenakan calcaneal spur. Adanya kelainan bentuk kaki cavus (high arch) dapat mengakibatkan kontraktur pada fascia plantar dan deformitas yang menetap, adanya perubahan inflamasi pada plantar fascia akhirnya menimbulkan jaringan parut pada plantar fascia, sehingga dapat menyebab plantar faciitis. Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian intervensi ultrasound dan stretching plantar fascia pada penderita faciitis plantaris. Metode : penelitian ini menggunakan studi case report. Pasien diberikan intervensi ultrasound dan stretching pada plantar fascia selama 2 minggu 3 kali pertemuan dengan dosis: duty factor 100%, tipe continous. Intensitas 0,6-1 w/cm2, frekuensi 3Mhz dengan waktu 2 menit dan dosis stretching pada plantar fascia dilakukan setiap hari 3 set 8 repetisi selama 5 menit. Hasil : pemberian intervensi ultrasound dan stretching pada fascia plantaris berpengaruh dalam menurunkan intensitas rasa nyeri, peningkatan fleksibilitas dan meningkatkan aktivitas fungsional. Kesimpulan : pada penderita faciitis plantaris pemberian intervensi ultrasound dan stretching pada fascia plantaris didapatkan penurunan intensitas rasa nyeri, peningkatan fleksibilitas dan peningkatan aktivitas fungsional, sehingga intervensi ini efektif untuk mengatasi faciitis plantaris yang disebabkan oleh calcaneal spur dan high arcus.
Effectiveness of Cryotherapy on the Physical Recovery Process of Boccia Athletes with Cerebral Palsy Spastic Anandri S, Rico; Rahayu, Umi Budi; Perdana, Suryo Saputra 
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 5 No 1 (2025): KESANS: International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/kesans.v5i1.467

Abstract

Introduction: Cerebral palsy (CP) is a non-progressive neuromotor disorder that causes increased muscle tone and impaired motor control, thus affecting functional ability and participation in adaptive sports such as Boccia. One of the main challenges in athletes with spastic cerebral palsy is the slow recovery of muscles due to spasms and fatigue. Cryotherapy is used in rehabilitation to lower spasticity, but scientific evidence on Boccia athletes is still limited. Objective:  This study was to analyze the effectiveness of cryotherapy on the physical recovery process in Boccia athletes with spastic cerebral palsy. Methods: Pre–post experimental research without a control group in 18 Boccia athletes aged 18–35 years. Local cryotherapy is administered to the extremities for four weeks with a frequency of three times per week. Measurements were made using the Modified Ashworth Scale (MAS), hand-held dynamometer, and Borg Rating of Perceived Exertion (RPE). Results and Discussion: Results showed a 26% decrease in muscle tone, a 14% increase in muscle strength, and a 15% decrease in fatigue perception after cryotherapy. Physiologically, this effect is related to decreased stretch reflex activity and increased neuromuscular efficiency due to local vasoconstriction and slowing down of nerve conduction. Conclusion: Cryotherapy effectively accelerates the physical recovery of Boccia athletes with spastic CP through improvements in muscle tone, strength, and fatigue.
PENGARUH NEUROMUSCULAR TAPING TERHADAP PENURUNAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PENGEMUDI OJEK ONLINE Dewangga, Mahendra Wahyu; Rahayu, Umi Budi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Nyeri punggung bawah merupakan gangguan musculoskeletal yang sering terjadi pada aktivitas kerja. Nyeri punggung bawah pada pengemudi ojek online disebabkan karena biomekanik, usia, jenis kendaraan, IMT, lama bekerja, dan jenis kelamin. Keluhan nyeri punggung bawah dapat dikurangi dengan pemberian Neuromuscular Taping. Tujuan Penelitian: Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian Neuromuscular Taping terhadap penurunan nyeri punggung bawah pada pengemudi ojek online. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan pendekatan two group pre dan post test design with control. Subjek dibagi menjadi dua kelompok, kelompok perlakuan diberikan Neuromuscular Taping sedangkan pada kelompok kontrol diberikan Taping. Pemberian Taping pada kelompok kontrol hanya untuk pembutaan kepada responden. Alat ukur nyeri yang digunakan adalah VAS (Visual Analog Scale). Uji normalitas menggunakan uji Shapiro Wilk, uji pengaruh menggunakan uji paired sampel t-test, uji beda pengaruh menggunakan uji Independent Sample T-Test. Hasil Penelitian: Pada kelompok kontrol hasil pre test rata-rata 4,08 dan post test rata-rata 4,12. Pada kelompok perlakuan hasil pre test ata-rata 4,96 dan post test rata-rata 1,97. Kesimpulan: Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat pengaruh Neuromuscular Taping pada penurunan nyeri punggung bawah (p=0,0001), dan Neuromuscular Taping lebih efektif menurunkan nyeri punggung bawah.
Perbedaan Tandem Exercise dengan Virtual Reality Exercise dalam Mengatasi Resiko Jatuh pada Lanjut Usia: A Pilot Project Rahayu, Umi Budi; Zulekha, Nora Eny
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai studi dilakukan untuk mengupayakan penurunan angka kejadian jatuh pada lanjut usia (lansia), dari upaya yang sederhana sampai dengan penggunaan peralatan yang canggih. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengamati efektifitas perbedaan teknologi yang sederhana, yaitu tandem exercise dengan teknologi modern yaitu virtual reality exercise dalam mengatasi resiko jatuh pada lanjut usia. Penelitian eksperimental pada 15 responden lansia dengan desain sebelum dan setelah perlakuan untuk dua kelompok selama 6 minggu. Kelompok kontrol (n=8) diberikan tandem exercise sedangkan kelompok perlakuan (n=7) diberikan virtual reality exercise. Resiko jatuh pada lansia diukur dengan timed up and go test (TUGT). Analisis statistik untuk melihat perbedaan efektifitas kedua kelompok dilakukan dengan uji independent samples t-test. Tidak ada perbedaan efektifitas yang signifikan antar kedua kelompok dalam mengatasi resiko jatuh pada lansia (p<0,05). Secara umum rata-rata setiap minggu kedua kelompok menunjukkan pencegahan resiko jatuh dengan indikator penurunan nilai TUGT sebesar 1 detik. Rata-rata nilai TUGT sebelum perlakuan; setelah minggu ke-2; setelah minggu ke-4; dan setelah minggu ke-6 adalah 18,75 detik (resiko jatuh rendah); 17,12 detik; 14,87 detik; 12,87 detik (resiko jatuh rendah) pada kelompok kontrol dan 20 detik (resiko jatuh tinggi); 17,71 detik; 15,42 detik; 13,14 detik (resiko jatuh rendah) pada kelompok perlakuan. Tandem exercise dan virtual reality exercise mampu mengatasi resiko jatuh pada usia lanjut.
MANAJEMEN FISIOTERAPI PADA PASIEN POST ORIF RECONSTRUCTIONS ET CAUSA MALUNION TIBIAL PLATEAU FRACTURE SINISTRA: CASE REPORT Pasya, Muhammad Sena Nurrahman; Mustiko, Prihantoro Larasati; Rahayu, Umi Budi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 19th University Research Colloquium 2024: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malunion Tibial plateau fractures is a popular term used to describe fractures that occur in the upper joint of the tibia. This injury is common and accounts for approximately 1% of all fractures in the adult population. Tibial plateau fractures have a substantial impact on patients' lives, resulting in decreased quality of life and decreased participation in sports activities. Rehabilitation plays an important role in patients with Sinistra Tibial Plateau Fracture Malunion because it can help in restoring mobility, strength and function of the fractured extremity. Post ORIF Fracture Tibial Plateau conditions cause pain, edema, decreased joint range of motion, muscle weakness, and decreased ability to perform functional activities. The implementation of the physiotherapy program in this case aims to determine the effect of providing physiotherapy intervention in the form of ankle pumping exercise in reducing pain and reducing edema, active assisted exercise in increasing muscle strength, and walking using a walker to optimize the functional activity of Post ORIF Fracture Tibial Plateau patients. This research method was carried out directly on 1 respondent with the condition Post ORIF Fracture Tibial Plateau Sinistra by giving physiotherapy 4 therapy sessions to Mr. IA (32 years). After the ankle pumping exercise therapy, active assisted exercise, and walking using a walker with an intensity of 8 repetitions, 3 sets were carried out for 4 days (1 session per day). The results of four exercise sessions showed a decrease in pain measured using the Numeric Pain Rating Scale, a decrease in edema using the Meter Line, an increase in muscle strength measured using Manual Muscle Testing, and an increase in functional activity measured using the Barthel Index. The conclusion was that the physiotherapy program in the case of Post ORIF Fracture Tibial Plateau Sinistra was proven to be able to reduce pain, edema, increase muscle strength and increase functional activity.
The Effect of Electromyography Biofeedback in Combination Conventional Physiotherapy Training on Improving Walking Speed in Individual with Chronic Stroke: A Meta-Analysis Perdana, Suryo Saputra; Spence, Nicola; Rahayu, Umi Budi
Annual Physiotherapy Scientific Meeting Proceeding 2022: Annual Physiotherapy Scientific Meeting Proceeding
Publisher : Ikatan Fisioterapi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: The main important goal in rehabilitation of chronic stroke patients is improvement walking speed. EMG biofeedback training is promising treatment for improving that outcome. It offers an exceptional approach (self-control training) that does not exist in conventional physiotherapy. Based on a continuous biofeedback of EMG signal recorded in selective muscles, with the goal of modifying it. Objectives: Efficiency EMG biofeedback training in combination conventional physiotherapy approaches and the implementation into clinical settings to improve walking speed in individuals‘ chronic stroke. Methods: We searched English-language of randomised controlled studies (RCT) and words related EMG biofeedback (electromyography, biofeedback, visual biofeedback and auditory biofeedback) and related walking speed (gait speed, walking velocity, and gait velocity) as well as chronic stroke between 1980-2019 using MEDLINE, Cumulative Index to Nursing and Allied Health Literature (CINAHL), Cochrane Library, ScienceDirect, and Physiotherapy Evidence Database (PEDro), Grey Literature Report, The British Library. Results: Eleven studies including 110 participants met the inclusion criteria but only nine checked sufficient outcome data for gait speed. For this meta-analysis, the mean effect size was statistically significant (p = 0.03) with mean 2.15 (95% CI, 0.16 [0.01, 0.30]), Z test. However, the result did not exceed Minimal Clinically Important Difference (MICD) score of walking speed improvement in chronic stroke patients. Conclusions: Statistically, the result indicate that EMG biofeedback training is superior to conventional physiotherapy alone for enhancing walking speed in individuals with chronic stroke. However, the meta-analysis verified lack of clinical significance for implementing EMG biofeedback training in clinical settings. Applications/Originality/Value: This study contributes to solving nutrition problem in adolescent female athlete and as a basis for intervention in the problem of female athlete triad.
Pengaruh Penambahan Back School Terhadap Penurunan Nyeri dan Peningkatan Kemampuan Fungsional Pada Kondisi Low Back Pain Myogenik Setiyawan, Agus; Rahayu, Umi Budi
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 2, No.1, Januari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v2i1.4964

Abstract

Latar Belakang Low back pain (LBP) atau nyeri punggung bawah termasuk salah satu dari gangguan muskuloskeletal serta akibat dari mobilisasi yang salah. LBP menyebabkan timbulnya rasa pegal linu ngilu atau tidak enak pada daerah lumbal bahkan sacrum nyeri punggung bawah dapat disebabkan pula oleh strain otot-otot vertebra HNP spondylosis spondylolisis myogenik tumor vertebra infeksi. Tujuan Untuk mengetahui pengaruh penambahan Back School setelah pemberian SWD dan TENS terhadap penurunan nyeri dan peningkatan kemampuan fungsional pada penderita LBP myogenik. Metode Penelitian Jenis penelitian ini adalah Quasi Experiment yang sering disebut eksperimen semu dengan desain penelitian Pre post test with control design. Dalam penelitian ini penulis menggunakan data primer yaitu dengan melakukan pengumpulan data sebelum dan sesudah intervensi. Hasil Berdasarkan uji pengaruh SWD TENS dan Back School terhadap penurunan nyeri dan kemampuan fungsional, terlihat bahwa pada T2 T6 dimana p value kurang dari 0.05 maka Ho ditolak yang artinya ada pengaruh terapi SWD TENS dan Back School terhadap penurunan nyeri dan peningkatan kemampuan fungsional. Kesimpulan Terapi pemberian SWD dan TENS saja maupun terapi pemberian SWD TENS dan penambahan Back School berpengaruh terhadap penurunan nyeri dan peningkatan kemampuan fungsional namun pemberian SWD TENS dan Back School lebih efektif dan mempercepat kesembuhan daripada terapi SWD dan TENS saja.
Physiotherapy Management in Spina Bifida Cases Riantini, Ni Putu; Rahayu, Umi Budi; Waspada, Edy
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No 3 (2023): Vol 4, No.3 September 2023 Physiotherapy Case Study
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v4i3.5046

Abstract

Spina bifida or neural tube defect (NTD) is a spinal disorder that does not close completely, resulting in disability or developmental failure of the spinal cord. The cause of spina bifida has no definite reason, but there are several factors that are considered to increase the risk, namely folic acid deficiency, family history of spina bifida, and history of taking drugs. Patients with spina bifida will experience weakness in the lower extremity muscles, decreased ability to control urination, and decreased ability to carry out daily activities. The study used a case report study conducted at YPAC Surakarta for boys aged 15 years with spina bifida disorder. Physiotherapy plays a role in optimizing muscle strength, active movement of children, and improving functional abilities by using interventional stretching exercises, myofacial release, strengthening exercises, and a combination of Kegel Exercises and bridging exercises. After being treated for 6 times T1-T6 there was an increase in muscle strength as measured by manual muscle testing (MMT), changes in the range of motion of the joints (LGS) as measured by the goniometer, an increase in functional ability as measured by the Barthel Index.
Butir-butir Penting tentang Neurorestorasi untuk Pasien Pasca Stroke Iskemik: Pandangan Dokter dan Fisioterapis berdasarkan Penilaian Validitas Isi Rahayu, Umi Budi; Wibo, Samekto; Setyopranoto, Ismail
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.438 KB)

Abstract

Stroke yang merupakan salah satu gangguan kardiovaskuler terjadi ketika pembuluh darah yang mengangkut oksigen dannutrisi menuju otak terblokir oleh bekuan maupun pecahan, sehingga otak tidak mendapatkan darah yang dibutuhkan, otakmengalami kematian. Sebagai akibatnya adalah keterbatasan yang berat dan luas dalam segala hal. Upaya untuk mengatasihal ini antara lain dengan neurorestorasi. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan butir-butir penting tentangneurorestorasi untuk pasien pasca stroke iskemik berdasarkan pandangan dokter dan fisioterapis. Subyek dari penelitian iniadalah para ahli neurorestorasi pada pasien pasca stroke, yaitu dokter spesialis saraf, dokter spesialis keterapian fisik danfisioterapis. Pengambilan data dengan merumuskan butir-butir pernyataan penting atas dasar kajian literatur. Eksplorasimengenai butir-butir pernyataan dalam kuesioner menggunakan Metode Delphi. Penentuan butir-butir penting yang relevandidasarkan iterasi atau penilaian dari para ahli. Analisis statistik penilaian validitas isi butir-butir pernyataan diuji denganCVR (Content Validity Ratio) dan CVI (Content Validity Index). Dihasilkan 5 butir pernyataan penting tentangneurorestorasi untuk pasien pasca stroke. Berdasarkan pandangan dokter dan fisioterapis bahwa butir-butir tentangneurorestorasi pada pasien pasca stroke adalah sama, relevan dan sangat penting. Nilai CVR masing-masing butir pernyataanadalah 1 dan nilai CVI juga 1, baik penilaian oleh dokter maupun fisioterapis. Pandangan yang sama antara dokter danfisioterapis dalam menganalisa dan memutuskan relevansi butir-butir penting tentang neurorestorasi untuk pasien pascastroke iskemik.
Efektivitas FIFA 11+ untuk Peningkatan Kelincahan dan Keseimbangan pada Pemain Sepak Bola: Literature Review Lestari, Sulis; Rahayu, Umi Budi; Wijianto; Sari, Dwi Rosella Komala
SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga Vol. 6 No. 3 (2025): SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga
Publisher : MAN Insan Cendekia Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46838/spr.v6i3.802

Abstract

FIFA 11+ is a structured warm-up program developed by the FIFA Medical and Research Center (F-MARC) to prevent injuries and enhance physical performance in football players. This literature review aims to analyze the effectiveness of FIFA 11+ in improving agility and balance in football players. The study applied a literature review method using scientific databases such as Google Scholar, PubMed, and ScienceDirect. Findings from eleven reviewed articles consistently indicate that FIFA 11+ significantly improves dynamic balance and agility, while also contributing to the reduction of injury risk, particularly in the lower extremities. The program has proven effective across various age groups, both amateur and professional players, and is suitable for daily warm-up routines to support performance and prevent injuries.
Co-Authors Abi Muhlisin Adhy Kurniawan Agus Setiya Agus Setiyawan Ajeng Marshela Tiara Ningrum Ajeng Sabtorini Akib, Marliyanti Nur Rahmah Al-Kubro, Putri Balqis Alfiyani, Lina Alinda Nur Ramadhani Alviana Dwi Lestari Amanda, Tasya Ghea Ambarwati Amelia Dwi Putika Sari Amir, Suliati P Anandri S, Rico Andiyani, Rhavida Anniza Anindita, Putri Maharani Annisa Fitri Dewi ARIF KURNIAWAN Arif Pristianto Arifin Agung Prehanto Arum Pratiwi Atik Hidayati Atik Hidayati Ayu Tri Kusumaningrum Subiyanto Baihaqi, Muhamad Adzib Cahyana, Aris Alfaldieka Cahyo Setiawan Chaiyawat, Pakaratee Daru Kumoro Cipto Jati Deistriany, Zehra Karil Della Annisa Thalib Dewangga, Mahendra Wahyu Dewi, Asri Seftika Dwi Rosela Komala Sari Dwi Rosella Komala Sari Dwiky Yudhistira Edy Waspada Endy Effran Faizah Betty Rahayuningsih Firnadia Septika Rahajeng Fitri Dwi Jayanti Fitriyya, Munaaya Guswiyamto, G Hafiduddin, Muhammad Hamidah, Nilam Nur Harun, Andi Qonita Hasmar, Wanti Ida Untari Imtiyaz Nisa Indiana Radinda Intan Herlinawati Irfan Muhammad Ismadi Ismail Setyopranoto Kadek Agustini Aryani Kasumbung, Muhammad Tasa Katno Asha Khairi Rizqi Fadhlika Khairunissa, Hatifa Kingkinnarti Kingkinnarti Kingkinnarti Kingkinnarti, K Komalasari, Dwi Rosella Kurnia Kusuma Ramadhan Kurniawati, Susilo lestari, sulis Lusia Intan Purnamasari M. Halim Mardianto, Halim Maulidia, Kamila Mufidati, Husna Muhamad Nasuka Muhammad fauzan Muhammad Fawwaz Malik Azhari Muhammad Nasuka Muhammad Raffi Muhammad Tasa Kasumbung Muhammad Taufik Ilyas Muliyono, Didik Mulyadi, Farah Ekawati Mulyanto Mulyanto Mustiko, Prihantoro Larasati Mutalazimah Namirah, Hanna Aulia Napisah, Sri Nastiti, Rindang Rizky Natalia, Ike Ni Putu Riantini Nia Hayati Nilam Nur Hamidah Nora Eny Zulekha Nurhidayah, Indah Suci Nusaibah, Yasmin Oktiva, Yayuk Dwi Panrus, Ali Imroni Muhammad Pasya, Muhammad Sena Nurrahman Perdana, Suryo Saputra Perdana, Suryo Saputra  Pramaisella, Inggrid Pitaloka Pramesti, Redita Salma Ayusandra Pratiwi, Citra Dewi Loh Budi Puad, Laylin Putra, Guntur Rusmana Putra, Zulfikar Yucha Ramadhani, Muhammad Mumtaz Retno Setianing riantini, ni putu Rini Mustikasari Kurnia Pratama Ririt Ika lestari Ririt Ika Lestari Rivan Danuaji Rizy, Muhammad Hasbi Alfa Rosidah, Nikmatur Safitri, Lela Lutfiana sakinah sakinah Salsabila, Savira Rizka Meidy Samekto Wibowo Seliana Sinta Debi Seliana Sinta Debi Setiawan, Purnomo Gani Setyawati, Yayuk Silvia Rahma Maulida Sirajuddin Handalguna Siti Raihani Siti Soekiswati Spence, Nicola Sri Sat Titi Hamranani Sri Utami Subandi Sudarsono, Wahyu Tri Sugiarto, Rahmat Sulistyawati, Irma Sunyiwara, Arum Sekar Suryo Saputra Perdana Syavira Nooryana Syinta, Ahmada Norma Tiara Paramitha Sugiri Syah Putri Trisnandhika Galang Pratama Ulfah Zulfahmi Umam, Devid Noor Umar Jamaludin W Wahyuni, W Wahyu Tri Sudaryanto Wanda Kurnia Yuda Waspada, Edy Wibo, Samekto Wijianto Wijianto Yakob, Asmirati Yantini, Sri Yuli Kusumawati Yunita Nur Rochmah Zulekha, Nora Eny