p-Index From 2021 - 2026
10.433
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Althea Medical Journal WARTA Jurnal Kesehatan AKSIOLOGIYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi (JKF) To Maega: Jurnal Pengabdian Masyarakat Mitra Raflesia (Journal of Health Science) SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga KESANS : International Journal of Health and Science Ahmar Metastasis Health Journal (AMHJ) Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Cakrawala Ilmiah Journal of Innovation Research and Knowledge NUSANTARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) Academic Physiotherapy Conference Proceeding Prosiding University Research Colloquium Jurnal Keilmuan dan Keislaman Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Jurnal Keperawatan Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Journal Physical Therapy UNISA Jurnal KeFis : Jurnal Kesehatan dan Fisioterapi Warta LPM Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Medika Nusantara Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah Jurnal Kesehatan Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan Vitamin: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum Holistik Jurnal Kesehatan FISIO MU: Physiotherapy Evidences Annual Physiotherapy Scientific Meeting Proceeding Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi Physiotherapy and Physical Rehabilitation Journal ACTIVE: Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Claim Missing Document
Check
Articles

Penatalaksanaan Fisioterapi pada Kasus post Amputation above Knee Sinistra di RSUP Prof. I.G.N.G Ngoerah: A Case Study Putra, Zulfikar Yucha; Rahayu, Umi Budi; Hamidah, Nilam Nur
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2025: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Amputasi merupakan sebuah prosedur pengambilan atau pemotongan bagian tubuh yang telah mengalami kerusakan jaringan atau nekrosis. Setelah menjalani amputasi seseorang akan mengalami perubahan anatomi dan fisiologi, maka diperlukan proses rehabilitasi oleh fisioterapi untuk mengoptimalkan proses pemulihan pasca amputasi.Case Presentation: Pasien Tn. I.N.A.N merupakan seorang laki-laki berusia 32 tahun datang dengan keluhan nyeri tak tertahankan dan keterbatasan gerak pada kaki kirinya akibat kecelakaan yang ia alami. Pasien didiagnosa mengalami compartement syndrome ec multiple fracture serta pasien tidak memiliki riwayat penyakit lainnya. Setelah menjalani amputasi pasien tampak lemas, mengeluhkan rasa nyeri (Phantom Pain) dan kesulitan untuk bergerak meskipun dalam keadaan di atas kasur. Pasien lalu mendapatkan rujukan untuk menjalani treatment fisioterapi dengan tujuan nyeri dapat berkurang, mampu menggerakkan anggota tubuh yang mengalami amputasi, dan pasien mampu untuk melakukan kegiatan transfer dan ambulasi.Management and Outcome: Jenis penelitian ini merupakan case report yang memiliki sampel 1 orang pasien laki-laki dengan diagnosis post amputee above knee sinistra ec compartement syndrome ec traumatic injury. Alat ukur yang digunakan yaitu Numeric Pain Rating Scale (NPRS) untuk skala nyeri, goniometer untuk lingkup gerak sendi, Manual Muscle Testing (MMT) untuk tingkat kekuatan otot, meterline untuk lingkar segmen odema, dan Amputee Mobility Predictor (AMP) untuk tingkat kemampuan fungsionalDiscussion: Setelah dilakukan pemberian intervensi oleh fisioterapi sebanyak 3 kali didapatkan hasil bahwa terjadi perubahan yang cukup meningkat pada lingkup gerak sendinya, tingkat nyeri, kekuatan otot, integritas kulit, dan kemampuan fungsionalnyaConclusion: Penelitian ini menunjukkan bahwa intervensi exercise serta massage dapat memberikan peningkatan kemampuan namun tidak signifikan.
Penatalaksanaan Fisioterapi pada Kasus Ataxic Cerebral Palsy di PNTC Colomadu: A Case Report Deistriany, Zehra Karil; Rahayu, Umi Budi; Kurniawan, Arif
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2025: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Cerebral Palsy (CP) adalah kondisi neurologis yang mempengaruhi perkembangan otak dan sistem saraf, sehingga mengganggu kemampuan motorik dan keseimbangan tubuh. Pada anak-anak, CP dapat mempengaruhi kemampuan belajar dan bergerak. Salah satu jenis CP, yaitu CP ataxia, terjadi akibat kerusakan pada bagian otak yang mengatur keseimbangan dan gerakan, sehingga menyebabkan kesulitan dalam mengontrol gerakan tubuh.Case Presentation: Pasien merupakan seorang anak perempuan yang berumur 1 tahun 11 bulan datang bersama dengan keluarganya ke PNTC. Di usia ke 6 bulan keluarga pasien merasa pertumbuhan pasien tidak seperti anak pada umumnya dan seusianya. Menurut keterangan keluarga, pasien belum mampu berguling, berlutut, posisi ongkang-ongkang, dan berdiri tegak sendiri. Pasien sudah memiliki kemampuan untuk duduk, namun posisi duduknya kurang tepat. Pasien juga masih sensitif dengan suara yang membuat ia merasa terganggu. Hingga saat usianya sekarang pasien juga belum mampu untuk berbicara dengan kata yang bermakna, hanya bisa berbicara bubbling. Pasien juga tidak memiliki riwayat penyakit, tidak terdapat permasalahan dimasa kehamilan seperti tidak pernah jatuh dan tidak ada terdiagnosa virus. Pasien lahir dalam usia kehamilan cukup bulan dan tidak ada diagnosis apapun. Pasien menerima treatment oleh fisioterapis selama 2-3 kali pertemuan setiap minggunya.Management and Outcome: Penelitian dengan metode Case Report dilakukan di Pediatric Neurodevelopmental Therapy Center pada anak berusia 1 tahun 11 bulan dengan diagnosis cerebral palsy ataxia. Anak tersebut memiliki kemampuan terbatas, yaitu hanya dapat mengangkat kepala. Penelitian ini menggunakan intervensi Neurodevelopmental Treatment (NDT), latihan kekuatan, mobilisasi sendi, dan pijat. Peningkatan diukur menggunakan beberapa alat ukur, yaitu GMFM, PFRT, PEDI, dan TCMS.Discussion: Pengukuran yang telah dilakukan pada responden cerebral palsy ataxia yang berusia 6 bulan menemukan hasil berupa GMFM, PFRT, PEDI, dan TCMS mendapatkan score yang sama dari T1-T4, yang mana GMFM dengan score 46%, PFRT dengan score <10 cm, PEDI dengan score 12,5%-25% dan TCMS dengan score total 23.Conclusion: Berdasarkan penelitian dengan menggunakan Case Report menunjukkan penatalaksanaan fisioterapi dalam jangka waktu 4 minggu sebanyak 2 kali/minggu dengan intervensi Neurodevelopmental Treatment (NDT), latihan kekuatan, mobilisasi sendi, dan pijat secara keseluruhan dari hasil evaluasi didapatkan belum ada peningkatan.
Pengaruh Intervensi Mobilization Exercises dan Scar Massage terhadap Kasus Luka Bakar Grade II AB 21,5% pada Anak: A Case Report Syinta, Ahmada Norma; Rahayu, Umi Budi; Hamidah, Nilam Nur
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2025: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Luka bakar (combustio) pada anak-anak merupakan kondisi yang dapat menimbulkan dampak jangka panjang terhadap pertumbuhan dan perkembangan, khususnya bila tidak ditangani secara optimal. Salah satu komplikasi umum adalah terbentuknya kontraktur dan keterbatasan mobilitas, sehingga fisioterapi sejak dini sangat penting untuk mencegah disabilitas jangka panjang.Case Presentation: Seorang anak berusia 2 tahun mengalami luka bakar derajat II seluas 21,5% akibat api, dengan lokasi luka pada ekstremitas atas dan bawah. Pasien menunjukkan keterbatasan fungsi gerak, risiko tinggi kontraktur, dan nyeri pada area luka.Management and Outcome: Penanganan fisioterapi dilakukan melalui latihan range of motion (ROM) pasif dan aktif, latihan aktif-terbantu, latihan berdiri dan berjalan, latihan keseimbangan, serta massage pada jaringan parut. Evaluasi dilakukan menggunakan SWEAT untuk integritas kulit, Vancouver Scar Scale, dan WeeFIM sebelum dan setelah dua sesi intervensi. Hasil menunjukkan belum ada perubahan klinis yang signifikan, namun terdapat perbaikan berupa penurunan nyeri dari 5/10 menjadi 4/10, peningkatan fleksibilitas tungkai kiri, dan munculnya refleks meskipun masih minimal. Skor WeeFIM meningkat dari 60 menjadi 61.Conclusion: Intervensi fisioterapi awal memberikan dampak positif meskipun belum signifikan secara klinis. Lanjutan terapi secara rutin disertai program latihan di rumah sangat penting untuk mencegah kontraktur dan mendukung optimalisasi fungsi motorik pada anak dengan luka bakar.
The Effect of Compensation on Work Productivity of Physiotherapists in Yogyakarta Daru Kumoro Cipto Jati; Umi Budi Rahayu; Siti Soekiswati; Dwi Rosela Komala Sari
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v4i4.6040

Abstract

The growing demand for physiotherapy services has challenged work productivity and job satisfaction among physiotherapists in many healthcare facilities. Inadequate financial compensation is a primary source of stress that can affect both job satisfaction and productivity. This study aims to analyze the effect of compensation on the work productivity of physiotherapists in Yogyakarta. This study employed a quantitative method with a correlational design. The sample consisted of 75 physiotherapist respondents in Yogyakarta, selected using total population sampling. The independent variable was compensation, and the dependent variable was work productivity, which was measured using a questionnaire. Data were analyzed using Simple Linear Regression analysis with SPSS version 27. The results show that compensation has a significant positive effect on work productivity (b = 0.768; t-test = 7.131; p < 0.001) and job satisfaction (b = 0,750; t-test = 5,122; p<0,001) among physiotherapists in Yogyakarta. This indicates that better compensation for physiotherapists in Yogyakarta will improve their work productivity. It is recommended that a policy be established to standardize compensation, making it fairer and more proportional according to physiotherapists workload and qualifications. This policy should institute clear and uniform regulations governing the calculation of salaries and allowances for all physiotherapists, thereby eliminating arbitrariness and ensuring accountability.
Hubungan Derajat Keparahan Stroke dengan Status Kognitif dalam Mempengaruhi Kualitas Hidup Pasien Pasca Stroke: Systematic Review Safitri, Lela Lutfiana; Rahayu, Umi Budi
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2025: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Stroke adalah gangguan pembuluh darah otak yang mengakibatkan gejala hilangnya fungsi system saraf pusat. Gangguan yang terjadi pada pasien stroke dikelompokkan berdasarkan area otak yang mengalami lesi. Hal tersebut dapat berupa kelumpuhan satu sisi tubuh yang mengurangi control tonus otot, gangguan sensorik, gerakan tubuh, postur, dan keseimbangan tubuh, sehingga dapat mengurangi kemampuan melakukan gerakan fungsional.Methode: artikel ini menggunakan metode telaah sistematis. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mencari, mendokumentasikan, dan mengkaji ulang semua artikel yang terkait dengan faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan antara tingkat keparahan stroke dengan fungsi kognitif. Pencarian dan pemilihan artikel dalam penelitian ini berdasarkan metode Systematic Review and Meta-Analysis (PRISMA). Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan.Result: Berdasarkan hasil pengumpulan artikel jurnal dan pemilihan kelayakannya sesuai variabel yang akan diteliti dengan kriteria inklusi data untuk membatasi artikel dengan desain tertentu, maka tahap selanjutnya adalah analisis artikel. Berikut ini adalah penjelasan dari 9 artikel yang telah dianalisis oleh penulis. Artikel jurnal penelitian yang dianalisis memiliki rentang tahun terbit 2014 - 2022, yaitu berdasarkan nama penulis, tahun terbit, jenis penelitian, responden, intervensi, dan hasil utama. Dari tabel di atas, secara keseluruhan merupakan jenis penelitian eksperimen.Penelitian menunjukkan bahwa pasien dengan stroke atau serangan iskemik transien (TIA) mengalami penurunan fungsi kognitif global dan sebagian besar domain lainnya secara keseluruhan (p<0,001), kecuali domain memori verbal (p=0,647).31 Riwayat stroke yang diketahui meningkatkan risiko demensia Alzheimer (AD) hingga 59%.32 Sebuah studi kohort prospektif di Swedia yang meneliti fungsi kognitif selama tahun pertama setelah stroke menemukan bahwa penurunan kognitif setelah stroke, secara umum, meningkat dalam tiga bulan pertama.33 Rosebud, dkk., menemukan bahwa hanya 38% (n=201) pasien MCI, terlepas dari etiologinya, mampu kembali ke fungsi kognitif normal dan 65% pasien akan mengalami peningkatan risiko 6,6 kali lipat untuk mengalami demensia [Rasio bahaya (HR): 6,6, p<0,001.
The Effectiveness of Neuromuscular Taping (NMT) and Combination of Physiotherapy Exercise in Improving Microsirculation, Balance and Mobiliy: Systematic Review Dewi, Asri Seftika; Rahayu, Umi Budi
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2025: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Intoduction: Diabetes Millitus yang tidak terkontrol akan mengakibatkan komplikasi seperti penyakit jantung, nefropati, retinopati, cedera kaki diabetik, neuropati serta arteri perifer, yang disebabkan oleh aterosklerosis pada penyakit pembuluh darah perifer yang berdampak pada menurunnya aliran darah ke ekstremitas bawah yang ditandai dengan penurunan Ankle Brachial Index (ABI). Penurunan Microsirculation akan mempenaruhi balance dan mobility pada pasien dengan diabetes millitus.Method: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka (literature review) menggunakan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Kajian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam terkait intervensi untuk Neuromuscular Tapping (NMT) dan Exercise Therapy dalam meningkatkan microsirculation, Balance and Mobility melalui analisis data sekunder.Result: Hasil review menunjukkan bahwa NMT dapat meningkatkan mikrosirkulasi dengan memperbaiki aliran darah melalui efek mekanis pada jaringan lunak. Senam kaki diabetik dan latihan fisioterapi lainnya terbukti efektif meningkatkan keseimbangan dan mobilitas melalui peningkatan kekuatan otot dan propriosepsi. Kombinasi NMT dengan fisioterapi memberikan efek sinergis, memperkuat mekanisme perbaikan mikrosirkulasi dan fungsi neuromuskular yang lebih optimal dibandingkan intervensi tunggalConclusion: Exercise Therapy and Neuromuscular Tapping (NMT) menjadi salah satu pengobatan non-farmakologi dan efektif meningkatkan mikrosirkulasi, keseimbangan, dan mobilitas pada pasien Diabetes Mellitus. Kombinasi terapi memberikan manfaat lebih besar dibandingkan intervensi tunggal.
Management Fisioterapi pada Kasus post Orif 1/3 Distal Radius di RS PKU Muhammadiyah Sukoharjo Panrus, Ali Imroni Muhammad; Rahayu, Umi Budi; Putra, Guntur Rusmana
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2025: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Fraktur merupakan gangguan pada kesinambungan struktur tulang. Umumnya, ketika mengalami kecelakaan, tangan secara otomatis menjadi korban untuk menopang atau menahan beban saat jatuh, dan dengan posisi tangan yang sedikit terputar, fraktur 1/3 distal radius dapat terjadi. Inframerah mampu menghasilkan panas lokal yang bersifat superfisial dan disarankan untuk kondisi subakut guna mengurangi rasa sakit dan peradangan. Pemijatan merupakan teknik terapi yang memanfaatkan gerakan tangan atau alat pada jaringan tubuh yang lembut, dengan keahlian gerakan tangan yang bertujuan untuk meraih kenyamanan dan menjaga kesehatan.Case Presentation: Desain penelitian ini dengan menggunakan pendekatan studi kasus yang bertujuan untuk memahami manajemen fisioterapi dalam kasus pasca ORIF 1/3 radius distal. Penelitian ini dilaksanakan di RS PKU Muhammadiyah Sukoharjo pada seorang pria berinisial Tn. A.S yang berusia 44 tahun, bekerja di sektor swasta, tinggal di Songgorunggi Desa Kepuh Kecamatan Nguter Kabupaten Sukoharjo. Pasien mengunjungi poli fisioterapi dengan keluhan nyeri pada pergelangan tangan kanan dan kaku saat digerakkan.Management and Outcome: Pasien menerima pijatan dan latihan terapi selama 1 minggu dengan 3 pertemuan, serta dosis 3 kali dalam 4 minggu dengan durasi setiap sesi 10-15 menit. Evaluasi dilakukan dengan memanfaatkan Rentang Gerak (ROM), Pengujian Otot Manual, Skala Penilaian Numerik dan WHDI.Conclussion: Setelah menjalani intervensi dengan masase dan terapi latihan sebanyak 3 kali pertemuan, diperoleh hasil perubahan yang cukup signifikan.
Pengaruh Terapi Rehabilitasi terhadap Visuomotor Neuronal Plasticity pada Pasien Stroke dengan Diabetes Millitus: Systematic Review Pratiwi, Citra Dewi Loh Budi; Rahayu, Umi Budi
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2025: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Stroke merupakan penyebab utama keterbatasan neurologis dan sering disertai gangguan fungsi visuomotor. Komorbiditas diabetes melitus (DM) memperparah kondisi ini melalui gangguan vaskular dan metabolik kronis yang menghambat proses pemulihan dan mengurangi kapasitas plastisitas neuronal. Terapi rehabilitasi diketahui dapat merangsang reorganisasi saraf dan memperkuat konektivitas neuron, namun efektivitasnya pada pasien stroke dengan DM masih perlu ditelaah lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh terapi rehabilitasi terhadap plastisitas neuronal visuomotor pada pasien stroke dengan DM. Methode: penelitian ini merupakan kajian literatur sistematis yang menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif. Kajian ini bertujuan untuk mengevaluasi bukti ilmiah yang ada mengenai pengaruh terapi rehabilitasi terhadap plastisitas neuronal visuomotor pada pasien stroke dengan diabetes melitus (DM). Studi ini disusun berdasarkan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) untuk menjamin informasi dan penulusuran proses seleksi artikel. Pencarian disesuaikan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi serta sumber data melalui pencarian Pubmed,PMC dan google scholar dengan total 250 artikel ditemukan. Rentang publikasi dari tahun 2020-2025 dan disaring berdasarkan skrening hingga didapatkan 5 artikel jurnal yang masuk analisis sistematis. Conclussion: terapi rehabilitasi berperan penting dalam mendukung plastisitas neuronal visuomotor pada pasien stroke dengan DM. Namun, keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh jenis intervensi yang diterapkan serta kondisi metabolik pasien. Penyesuaian terapi berdasarkan status glikemik dan neurofisiologis individu diperlukan untuk mengoptimalkan pemulihan neurologis secara menyeluruh.
Edukasi Pijat Bayi Kepada Ibu Dengan Balita Kelurahan Sumber, Kota Surakarta Indiana Radinda; Umi Budi Rahayu; Seliana Sinta Debi
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 1 (2024): Maret : Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v4i1.2884

Abstract

Baby massage is one of communication design from a person to a baby with so many benefits for the baby that receive baby massage. Sadly, the knowledge about baby massage in this community is not enough. Education about baby massage was given for a mother with 1 – 36 months old toddler that usually checking their child at RW 14 Kelurahan Sumber, Surakarta City, that aim to increase the knowledge about the definition to how to do baby massage. The education given by oral presentation and leaflet, and also a demo on how to do a baby massage. Leaflet that contains the theory given to audiences so the education can be applicated based on the instructions. Pretest and Posttest was given and contain some simple questions with “Yes/No” answers includes the knowledge of effects, contraindication, and procedure of baby massage and how of then their baby receive it. Pretest was given before the education and it results the knowledge of baby massage in mother with toddler were just about 30% and it increased after the education for 70% with similar questions after the education so it canbe conclude that publicly, especially people that usually checking their children, knows how to do baby massage.
Literature Review: Neuromuscular Taping and Exercise for Diabetes Mellitus Zulikha, Nora Eny; Rahayu, Umi Budi; Haqi, Nadyastama Faisal
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol. 7 No. 1 (2026): Next-Gen Movement
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v7i1.14517

Abstract

Introduction: This literature review study was motivated by global health challenges such as diabetes mellitus (DM), which has become a significant global health issue, particularly in Indonesia, which ranks seventh in the world. Complications from DM, such as diabetic neuropathy, drastically affect patients' quality of life. Non-pharmacological approaches, such as neuromuscular taping therapy (NMT) and physical exercise, can reduce the risk of complications and thus be an effective additional solution in DM management. Methods: The literature review method was applied to five articles obtained from several databases, namely ResearchGate and Google Scholar. The search keywords for articles included NMT, Exercise, and Diabetes Mellitus. The researchers used "AND" as the Boolean Operator. Results: The findings of the literature review indicate that the application of NMT significantly improves microcirculation, balance, and proprioception, as well as reducing neuropathic pain in patients. In addition, the combination of NMT with non-pharmacological interventions such as Progressive Muscle Relaxation (PMR) and foot exercises can also reduce swelling and diabetic neuropathic pain. NMT with exercise shows greater improvement in Ankle Brachial Index (ABI) values and patient quality of life. Conclusion: NMT combined with exercise has been proven effective. NMT provides an effective and safe alternative for improving the quality of life of diabetic patients.
Co-Authors Abi Muhlisin Adhy Kurniawan Agus Setiya Agus Setiyawan Ajeng Marshela Tiara Ningrum Ajeng Sabtorini Akib, Marliyanti Nur Rahmah Al-Kubro, Putri Balqis Alfiyani, Lina Alinda Nur Ramadhani Alviana Dwi Lestari Amanda, Tasya Ghea Ambarwati Amelia Dwi Putika Sari Amir, Suliati P Anandri S, Rico Andiyani, Rhavida Anniza Anindita, Putri Maharani Annisa Fitri Dewi Apriliyani, Yuyun ARIF KURNIAWAN Arif Pristianto Arifin Agung Prehanto Arum Pratiwi Atik Hidayati Atik Hidayati Ayu Tri Kusumaningrum Subiyanto Baihaqi, Muhamad Adzib Cahyana, Aris Alfaldieka Cahyo Setiawan Chaiyawat, Pakaratee Daru Kumoro Cipto Jati Deistriany, Zehra Karil Della Annisa Thalib Dewangga, Mahendra Wahyu Dewi, Asri Seftika Dwi Rosela Komala Sari Dwi Rosella Komala Sari Dwiky Yudhistira Edy Waspada Endy Effran Faizah Betty Rahayuningsih Firnadia Septika Rahajeng Fitri Dwi Jayanti Fitriyya, Munaaya Guswiyamto, G Hafiduddin, Muhammad Hamidah, Nilam Nur Haqi, Nadyastama Faisal Harun, Andi Qonita Hasmar, Wanti Ida Untari Imtiyaz Nisa Indiana Radinda Intan Herlinawati Irfan Muhammad Ismadi Ismail Setyopranoto Isnaini Herawati Kadek Agustini Aryani Kasumbung, Muhammad Tasa Katno Asha Khairi Rizqi Fadhlika Khairunissa, Hatifa Kingkinnarti Kingkinnarti Kingkinnarti Kingkinnarti, K Komalasari, Dwi Rosella Kurnia Kusuma Ramadhan Kurniawati, Susilo lestari, sulis Lusia Intan Purnamasari M. Halim Mardianto, Halim Maulidia, Kamila Mufidati, Husna Muhamad Nasuka Muhammad fauzan Muhammad Fawwaz Malik Azhari Muhammad Nasuka Muhammad Raffi Muhammad Taufik Ilyas Muliyono, Didik Mulyadi, Farah Ekawati Mulyanto Mulyanto Mustiko, Prihantoro Larasati Mutalazimah Namirah, Hanna Aulia Napisah, Sri Nastiti, Rindang Rizky Natalia, Ike Ni Putu Riantini Nia Hayati Nilam Nur Hamidah Nora Eny Zulekha Nuraini, Hikmatul Laili Nurhidayah, Indah Suci Nusaibah, Yasmin Oktiva, Yayuk Dwi Panrus, Ali Imroni Muhammad Pasya, Muhammad Sena Nurrahman Perdana, Suryo Saputra Perdana, Suryo Saputra  Pramaisella, Inggrid Pitaloka Pramesti, Redita Salma Ayusandra Pratiwi, Citra Dewi Loh Budi Puad, Laylin Putra, Guntur Rusmana Putra, Zulfikar Yucha Ramadhani, Muhammad Mumtaz riantini, ni putu Rini Mustikasari Kurnia Pratama Ririt Ika lestari Ririt Ika Lestari Rivan Danuaji Rizy, Muhammad Hasbi Alfa Rosidah, Nikmatur Safitri, Lela Lutfiana sakinah sakinah Salatina, Alfi Salsabila, Savira Rizka Meidy Samekto Wibowo Seliana Sinta Debi Seliana Sinta Debi Setiawan, Galih Adhi Isak Setiawan, Purnomo Gani Setyawati, Yayuk Silvia Rahma Maulida Sirajuddin Handalguna Siti Raihani Siti Soekiswati Spence, Nicola Sri Sat Titi Hamranani Sri Utami Subandi Sudarsono, Wahyu Tri Sugiarto, Rahmat Sulistyawati, Irma Sunyiwara, Arum Sekar Syavira Nooryana Syinta, Ahmada Norma Tiara Paramitha Sugiri Syah Putri Trisnandhika Galang Pratama Ulfah Zulfahmi Umam, Devid Noor Umar Jamaludin W Wahyuni, W Wahyu Tri Sudaryanto Wanda Kurnia Yuda Waspada, Edy Wibo, Samekto Wijianto Wijianto Yakob, Asmirati Yantini, Sri Yuli Kusumawati Yunita Nur Rochmah Zulekha, Nora Eny Zulikha, Nora Eny