Claim Missing Document
Check
Articles

Diagnosis dan Penatalaksanaan Kista Duktus Tiroglosus FAHMI, ARIF; Rahman, Sukri
Jurnal Otorinolaringologi Kepala dan Leher Indonesia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jokli.v3i1.62

Abstract

Pendahuluan: Kista duktus tiroglosus merupakan sisa embriologis yang terbentuk karena kegagalan penutupan duktus tiroglosus yang memanjang dari foramen caecum di lidah ke kelenjar tiroid di anterior leher. Kista duktus tiroglosus terdapat pada sekitar 1% populasi di seluruh dunia. Gejala klinis kista ini sering kali asimptomatik, pada pemeriksaan fisik ditemukan benjolan kistik pada anterior leher yang menghilang saat menelan dan menjulurkan lidah. Pemeriksaan penunjang dengan Ultrasonografi, tomografi komputer maupun Magnetic Resonance Imaging. Tatalaksana yang dipilih untuk kista duktus tiroglosus adalah eksisi kista. Laporan Kasus: Seorang laki-laki 50 tahun dengan keluhan benjolan di leher depan sejak 2 tahun yang lalu semakin membesar 1 bulan ini. Pada pemeriksaan fisik didapatkan benjolan ukuran 40x30x15mm pada anterior leher yang menghilang saat menelan dan menjulurkan lidah. Dilakukan pemeriksaan laboratorium tes fungsi tiroid dan ultrasonografi tiroid didapatkan hasil normal. Hasil tomografi komputer didapatkan gambaran kista duktus tiroglosus. Dilakukan eksisi massa tumor didapatkan massa tumor ukuran 25x23x10mm. Hasil pemeriksaan histolopatologi didapatkan gambaran kista duktus tiroglosus. Kesimpulan: Kista duktus tiroglosus merupakan masa kistik jinak pada kepala leher yang sering ditemukan. Diagnosis ditegakkan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang seperti tes fungsi tiroid, ultrasonografi tiroid dan tomografi komputer. Tatalaksana kista dusktus tiroglosus dengan eksisi kista dan duktus dengan tetap mempertahankan tulang hyoid.
Peran Ki67 pada Karsinoma Nasofaring Hakikah, Tika; Rahman, Sukri; Ali, Hirowati
Jurnal Otorinolaringologi Kepala dan Leher Indonesia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jokli.v3i1.64

Abstract

Latar Belakang: Pendahuluan: Karsinoma nasofaring memiliki rekurensi atau metastasis jauh, yang menandakan suatu adanya aktifitas sel yaitu proliferasi sel. Penilaian adanya suatu proliferasi sel memerlukan biomarker, salah satunya Ki67 yang sampai saat ini sudah dikenal baik sebagai penanda proliferasi sel. Tujuan: Mengetahui peran Ki67 pada karsinoma nasofaring. Tinjauan Pustaka: Karsinoma nasofaring adalah tumor ganas sel skuamosa yang terjadi di daerah perbatasan epitel nasofaring dimana epitel kubus beralih menjadi epitel skuamosa. Pada stadium dini tidak mudah dideteksi karena secara anatomis terletak jauh di dalam kepala. Ki67 berhubungan erat dengan mitosis dan aktivitas proliferasi tumor ganas serta kinerja pengobatan kanker nasofaring. Kesimpulan: Ekspresi Ki67 yang tinggi merupakan penanda untuk prognosis buruk pada karsinoma nasofaring. ABSTRACT Background: Introduction: Nasopharyngeal carcinoma has recurrence or distant metastasis, which indicates a cell activity, namely cell proliferation. Assessment of the presence of a cell proliferation requires biomarkers, one of which is Ki67 which has been established as a marker of cell proliferation. Objective: To determine the role of Ki67 in nasopharyngeal carcinoma. Literature Review: Nasopharyngeal carcinoma is a malignant squamous cell tumor that occurs in the border area of the nasopharyngeal epithelium where the cuboidal epithelium turns into the squamous epithelium. At an early stage, it is difficult to detect because it is anatomically located deep in the head. Ki67 is closely related to the mitotic and proliferative activity of malignant tumors and the treatment performance of nasopharyngeal carcinoma. Conclusion: High Ki67 expression is a marker for poor prognosis in nasopharyngeal carcinoma.    
Tatalaksana Tumor Warthin dengan Parotidektomi Superfisialis sari, Febri arius; Rahman, Sukri
Jurnal Otorinolaringologi Kepala dan Leher Indonesia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jokli.v3i1.66

Abstract

Latar Belakang: Tumor Warthin merupakan tumor jinak paling sering kedua yang ditemukan pada kelenjar parotis, setelah adenoma pleomorfik. Tumor Warthin banyak ditemukan pada pasien usia lanjut, dengan riwayat merokok lama dan lebih sering pada laki-laki. Pemeriksaan penunjang untuk diagnosis tumor parotis antara lain biopsi aspirasi jarum halus, ultrasonografi, tomografi komputer dan magnetic resonance imaging. Penatalaksanaan tumor jinak parotis adalah eksisi tumor secara parotidektomi dengan preservasi saraf fasialis. Laporan Kasus: Dilaporkan satu kasus tumor Warthin parotis dekstra pada seorang laki-laki berusia 43 tahun dengan keluhan benjolan di bawah daun telinga kanan sejak 3 tahun lalu. Pada regio parotis dekstra tampak benjolan ukuran 40x30x10mm, berbatas tegas, tidak terfiksir, warna sama dengan kulit sekitar dan tidak ada nyeri tekan. Dilakukan pemeriksaan biopsi aspirasi jarum halus didapatkan hasil Warthin tumor dan pemeriksaan tomografi komputer dengan kesan massa dominan kistik parotis dekstra. Pasien ditatalaksana dengan parotidektomi superfisialis dengan preservasi nervus fasialis. Hasil pemeriksaan histopatologi didapatkan gambaran tumor Warthin. Kesimpulan: Tumor Warthin perlu dipikirkan dalam suatu diagnosis banding pada tumor jinak parotis yang biasanya muncul sebagai massa tanpa gejala dan tumbuh lambat. Pemeriksaan histopatologi merupakan standar baku dalam menegakkan diagnosis tumor parotis. Tindakan parotidektomi diikuti preservasi saraf fasialis merupakan tindakan pembedahan pada tumor Warthin. Kata kunci: tumor jinak parotis, tumor Warthin, parotidektomi superfisialis, saraf fasialis
Penatalaksanaan Kista Teratoid Leher Karsa, Nadya Dwi; Rahman, Sukri
Jurnal Kesehatan Andalas Vol. 9 No. 2 (2020): Online June 2020
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i2.1297

Abstract

Kista dermoid merupakan massa kistik subkutan yang terdiri dari epitel dan struktur adneksa. Secara histopatologi terdiri dari tiga jenis yaitu kista epidermoid, dermoid sejati dan teratoid. Kista teratoid merupakan variasi jarang dari kista dermoid. Kista teratoid timbul dari diferensiasi ektodermal sel multipotensial sepanjang proses fusi embrionik. Kista ini lebih sering terjadi pada laki-laki pada usia dekade kedua dan ketiga. Kista dapat terjadi di seluruh tubuh. Dilaporkan kasus seorang laki-laki usia 49 tahun dengan benjolan di leher yang membesar secara perlahan sejak 1 bulan dan hasil Computed Tomography (CT) Scan tiroid dan leher dicurigai sebagai kista tiroglosus dan didiagnosis banding dengan kista dermoid. Dilakukan penatalaksanaan dengan eksisi kista dalam anestesi umum dan dilakukan pemeriksaan patologi anatomi dengan hasil kista teratoid. Kista teratoid dapat berkembang di bagian tubuh manapun, namun sangat jarang pada kepala dan leher. Jika kista teratoid dapat terdiagnosis lebih awal dan ditatalaksana dengan eksisi kista secara komplit, maka prognosisnya lebih baik. Dari ketiga variasi kista dermoid, hanya kista teratoid yang dapat mengalami perubahan kearah keganasan.Kata kunci: eksisi kista, histopatologi, kista teratoid
Diagnosis dan Penatalaksanaan Low Risk Papillary Thyroid Carcinoma Fitra Dwita, Lorensia; Rahman, Sukri; Novianti, Hera
Jurnal Kesehatan Andalas Vol. 9 No. 2 (2020): Online June 2020
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i2.1298

Abstract

Papillary Thyroid Carcinoma (PTC) adalah jenis tumor ganas kelenjar tiroid yang sering terjadi dengan pola pertumbuhan yang papiler. Standar baku penegakkan diagnosis PTC adalah dengan gambaran histopatologi dan Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB). Penatalaksanaan sesuai dengan indikasinya dapat berupa ismolobektomi ataupun total tiroidektomi. Dilaporkan kasus perempuan berusia 29 tahun dengan diagnosis low risk papillary thyroid carcinoma stadium II (T2N0M0) dan dilakukan ismolobektomi sinistra. Diagnosis low risk papillary thyroid carcinoma ditegakkan dengan pemeriksaan FNAB dan histopatologis. PTC unilateral ditatalaksana dengan ismolobektomi. Sebagian besar PTC memiliki prognosis yang baik,namun tetap dibutuhkan kontrol secara periodik pasca tindakan operatif.Kata kunci: FNAB, ismolobektomi, PTC, resiko rendah
PROFIL ANTROPOMETRI ANAK DENGAN PENYAKIT JANTUNG BAWAAN DI RSUP. DR. M. DJAMIL PADANG  PERIODE JANUARI 2020 – DESEMBER 2021 yandika, kevin rayhan; Masnadi, Nice Rachmawati; Rahman, Sukri
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 4 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, April 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v2i4.1108

Abstract

Congenital Heart Disease is an abnormality of the heart that is present from birth caused by failure or structural disturbances in the development of the heart in the early phases of fetal development. Congenital heart disease is divided into two types, namely, acyanotic and cyanotic. Children with congenital heart disease can fall into a state of malnutrition. Anthropometric examination is carried out to determine the nutritional status and stature of children with congenital heart disease. This study aims to determine the anthropometric profile of children with congenital heart disease at Dr. M. Djamil Padang. This research is a retrospective descriptive study using medical record data in 2020 - 2021. There were 36 samples of children with a diagnosis of CHD as a sample. The sampling method used the Total Sampling technique. The indicators taken in this study were the type of congenital heart disease, age, gender, nutritional status, and congenital disease. The results showed that most of the pediatric patients with CHD suffered from DSV (61.1%), with an age range of 29 days - 1 year (44.4%), were male (52.8%), suffered from malnutrition (69, 4%), and had short stature (63.9%). The conclusion from this study is that children with CHD are at high risk of suffering from malnutrition and have short hospital stays, so it is necessary to pay attention to nutritional intake in children with CHD
SKRINING PENYAKIT KECACINGAN DAN GANGGUAN VISUS PADA SISWA SD DI KELURAHAN SUNGAI PISANG KECAMATAN BUNGUS TELUK KABUNG KOTA PADANG Cimi Ilmiawati; Siti Nurhajjah; Nur Afrainin Syah; Mohamad Reza; Efrida Efrida; Eka Nofita; Hasmiwati Hasmiwati; Selfi Renita Rusjdi; Nuzulia Irawati; Sukri Rahman; Elmatris Elmatris; Desmawati Desmawati; Nur Indrawaty Lipoeto; Afriwardi Afriwardi
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol. 2 No. 4 (2019)
Publisher : LPPM (Institute for Research and Community Services) Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bina.v2i4.114

Abstract

Sungai Pisang Village is a village that has only been accessible by smooth road roads in the past year in Padang City. Previously this village was only accessible by sea and by lousy road. This condition causes the Pisang River community to lag in socio-economic and health aspects. This activity aims to screen for worms in elementary school students in Sungai Pisang village because worms are closely related to environmental health and affect the quality of human resources experiencing growth and development. Screening for worms is carried out by examining fecal preparations. This activity also aims to check visual acuity in elementary students and make references for sharp vision correction to learn well. Visual acuity checks were carried out using a Snellen card. The results of the examination showed that 3/143 students had worms and 3/273 students had visual disturbances. Students with worms are recommended to go to the Puskesmas to be given deworming medicine, and students with visual impairments are facilitated for examination by an ophthalmologist and given glasses if needed.
UPAYA PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN COVID-19 MELALUI PEMBUATAN DAN PENDISTRIBUSIAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA BERBAGAI PUSKESMAS DI KOTA PADANG Efrida Efrida; Fachzi Fitri; Sukri Rahman; Ade Asyari; Al Hafiz; Dolly Irfandy; Yan Edward; Novialdi Novialdi; Bestari Jaka Budiman; Effy Huriyati; Jacky Munilson; Nirza Warto; Rossy Rosalinda
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol. 3 No. 3 (2020)
Publisher : LPPM (Institute for Research and Community Services) Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bina.v3i3.241

Abstract

The Covid-19 case that has spread in Indonesia requires efforts from various parties to resolve it. The Faculty of Medicine, Andalas University, is also making efforts to prevent and control Covid-19. The purpose of this activity is to minimize the possibility of the rapid spread of Covid-19 and preventive efforts to keep the people around Pauh, Kuranji, and Air Cold healthy and protected from Covid-19. This activity was carried out in three health centers: Pauh Puskesmas, Kuranji Health Center, and Padang City Puskesmas Air Cold. The method used is KIE (Educational Information Communication) about the COVID-19 disease in publishing articles in the mass media and giving masks. The target of the activity is the community around Pauh, Kuranji, and Air Cold Padang City. The results of the activities obtained include producing PPE (Personal Protective Equipment) as many as 80 face shields, 400 masks, and 60 hazmat suits involving MSMEs (Micro, Small, and Medium Enterprises) and convection. Furthermore, this PPE is distributed to health centers in need, namely Pauh Puskesmas, Kuranji Health Center, and Puskesmas Air Cold Padang City. Furthermore, it is distributed to parties in need, namely the public and medical personnel. The Covid-19 prevention and control program is carried out to suppress and reduce the positive number of Covid-19 and protect medical personnel from providing top service to patients. Furthermore, making PPE that involves MSMEs and convection can help the community's economy, which has declined due to this pandemic.
Gambaran Gangguan Tidur dan Gangguan Nokturnal pada Penderita Penyakit Parkinson di Rumah Sakit Ibnu Sina Padang Ahmad, Baihaqi; Syafrita, Yuliarni; Rahman, Sukri
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v5i1.1158

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Parkinson (PP) merupakan salah satu penyakit neurodegeneratif yang merupakan penyebab kelainan motorik terbanyak secara global. Selain gejala motorik, terdapat gejala non motorik yang menurunkan kualitas hidup dari penderita PP. Gangguan tidur adalah salah satu gejala non motorik yang paling sering pada penderita PP. Objektif: Mengetahui gambaran gangguan tidur dan gangguan nokturnal pada penderita Penyakit Parkinson di Rumah Sakit Ibnu Sina Padang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross sectional terhadap 29 orang penderita PP yang berobat ke poliklinik saraf Rumah Sakit Ibnu Sina Padang pada bulan Januari 2023 - Maret 2023 dengan menggunakan teknik total sampling. Gangguan tidur dan gangguan nokturnal subjek dinilai menggunakan kuesioner Parkinson’s Disease Sleep Scale-2 (PDSS-2). Data dianalisis dengan analisis univariat. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan Kelompok usia terbanyak adalah ≥60 tahun (62,1%). Subjek dengan jenis kelamin perempuan berjumlah 72,4% dan laki-laki 27,6%. Berdasarkan lama sakit subjek semenjak didiagnosis, 75,9% dari subjek telah didiagnosis PP selama ≥5 tahun sedangkan 24,1% telah didiagnosis Parkinson selama <5 tahun. Berdasarkan skala Hoehn dkk., 9 orang (31,1%) subjek sudah berada di stadium 3. Setiap subjek memiliki minimal 1 jenis gangguan tidur atau gangguan nokturnal dengan jenis gangguan yang paling banyak pada subjek adalah nokturia. Kesimpulan: seluruh subjek penelitian memiliki minimal 1 jenis gangguan tidur atau gangguan nokturnal. Jenis gangguan tidur terbanyak diderita oleh subjek adalah Insomnia sedangkan gangguan nokturnal adalah nokturia. Kata kunci: Penyakit Parkinson, Gangguan Tidur, Gangguan Nokturnal, PDSS-2
Hubungan Tingkat Stres dengan Gejala Vaginitis pada Mahasiswi Program Studi Kedokteran FK UNAND 2019 Megawati, Melsi; Adnani, Syahredi Syaiful; Rahman, Sukri
Andalas Obstetrics And Gynecology Journal Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/aoj.4.1.62-69.2020

Abstract

Objective: determine the relationship between stress levels with symptoms of vaginitis in medical students at the Faculty of Medicine, Andalas University batch 2019.Method: was observational analytic with cross-sectional approach. Sampling was conducted by non-probability sampling. The sample was 140 by conducting a guided interview on 140 female students of the Medical Education Faculty of Andalas University batch 2019. The stress level of the female students was measured by a stress questionnaire from the Depression Anxiety Stress Scale (DASS 42) and vaginitis symptoms questionnaire. Data analysis used Chi-Square test.Result: more than half of respondents which is 71 respondents (50,6%) has stress. Then, moderate stress levels is the largest percentage, that is 31 respondents (43,6%). Most respondents, 121 respondents (86.4%) have experienced symptoms of vaginitis. The statistical test results obtained p-value = 0.943.Conclusion: more than half of repondents has stress and most respondents have experienced symptoms of vaginitis. The p-value showed that there is no significant relationship between stress levels and symptoms of vaginitis.Keywords: Stress, vaginitis, adolescent
Co-Authors Ade Asyari Ade Chandra Ade Chandra Adnani, Syahredi Syaiful Adrian Erindra Afriwardi Afriwardi Ahmad, Baihaqi Al Hafiz Al Hafiz Al Hafiz Al Hafiz ALADIN ALADIN Almurdi Almurdi Amellya Sucieta Apri Grecwin, Debby Arif Fahmi Arrahman, Salsabilah Astri Sentyaningrum Aswiyanti Asri Bambang hermani Beni Indra, Beni Bestari J Budiman Bestari Jaka Budiman Bestari Jaka Budiman Cahyono, Arie Cimi Ilmiawati, Cimi Danuwirya, Muhammad Reko Debby Apri Grecwin Deddy Saputra Delva Swanda Desmawati Desmawati Diflayzer, Diflayzer Dolly Irfandy Edward, Fajar Dirgantara Effy Huriyati Efrida Efrida Efrida Eka Nofita Elmatris Sy Erlina Rustam Ermayanti, Sabrina Eti Yerizel Eva Decroli Fachzi Fitri Farhan, M. Adib Firdawati, Firdawati Fitra Dwita, Lorensia Gestina Aliska Grecwin, Debby Apri Gusti Revilla Hadjat, Fachri Hafni Bachtiar Hafni Bachtiar Hafni Bachtiar Hakikah, Tika Hanifatryevi Hanifatryevi Hasmiwati Hera Novianti Heru Kurniawan Anwar Kurniawan Anwar Hirowati Ali, Hirowati Histawara Subroto Histawara Subroto Husna Yetti I Nyoman Adi Putra Ilmiawati, Ilmiawati Irwan Triansyah Irwandanon Irwandanon Jacky Munilson Jacky Munilson Javandi, Muhammad Rayhan Abiyyu Jenny Tri Yuspita Sari Jodie, Raina Maghri Karsa, Nadya Dwi Khotimah, Rifqoh Lili Irawati Lorensia Fitra Dwita M. Abduh Firdaus Malinda Meinapuri Masnadi, Nice Rachmawati Mayetti Mayetti Megawati, Melsi Melita Husna Melsi Megawati Mohamad Reza Muina Muina Musyarifah, Zulda Nadhifa Naura Reyani Nadya Dwi Karsa Nadya Dwi Karsa Nirza Warto Novialdi . Novianti, Hera Nur Afrainin Syah Nur Indrawaty Lipoeto Nuzulia Irawati Pamelia Mayorita Putri Rahmawati Putri, Rahmi Novira Rahmadona Rahmadona Rahman, Rifna Alya Restu Susanti Rizanda Machmud Rizki Saputra Roslaili Rasyid Rossy Rosalinda Sakinah, Fitri Salmiah Agus Sari, Febri Arius Sari, Jenny Tri Yuspita Selfi Renita Rusjdi Setiawati, Yessy Shofi Faiza Siti Nurhajjah Syahredi Syaiful Adnani Syamel Muhammad Tofrizal Tri Yuspitasari, Jenny Udiana Wahyu Deviantari Widayat Alviandi Yan Edward yandika, kevin rayhan Yayan Akhyar Yoanita, Rini Yolanda, Meuthia Yolazenia Yolazenia Yuliarni Syafrita Yusri, Elfira Yuwono Yuwono