Claim Missing Document
Check
Articles

KARAKTERISTIK KASUS BENDA ASING PADA TELINGA DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSUP DR. M. DJAMIL PADANG PERIODE 2017 – 2021 Javandi, Muhammad Rayhan Abiyyu; Huriyati, Effy; Saputra, Deddy; Rahman, Sukri; Firdawati, Firdawati; Revilla, Gusti
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 5 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Mei 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v2i5.1256

Abstract

Foreign body in the ear is an emergency case in the field of ENT-KL which is often found in the emergency room. Foreign objects found can be insects, seeds, cotton buds, batteries, and others. Foreign objects in the form of insects can cause irritation so that the patient will feel pain. Therefore, for live foreign objects, first aid efforts are needed in the form of dropping edible oil into the ear so that the live foreign objects die and then immediately take them to the nearest health facility. The purpose of this study was to determine the characteristics of cases of foreign bodies in the ear at the emergency department of Dr. M. Djamil Padang for the period 2017 – 2021. This type of research is a retrospective descriptive with a total sampling technique and uses secondary data. Samples that met the inclusion and exclusion criteria were 707 cases. The results of this study showed that the most characteristic distribution of foreign body cases in the ear was: the age group of children (43.4%), male sex (59.3%), types of inorganic foreign bodies (66.2%) with objects foreigncotton bud (49.2%), no symptoms (78.3%), no first aid efforts (86.2%), treatment with extraction (70.2%), and no complications (86%). The conclusion of this study is that the most foreign bodies found in the ear are cotton buds, so education is needed to the public about the use of cotton buds.  
Penatalaksanaan Adenoma Pleomorfik Septum Nasal Danuwirya, Muhammad Reko; Rahman, Sukri; Asri, Aswiyanti
Jurnal Otorinolaringologi Kepala dan Leher Indonesia Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jokli.v2i1.18

Abstract

Pendahuluan: Tumor kelenjar liur minor pada sinonasal relatif jarang, dilaporkan hanya 4% sampai 8% dari semua tumor sinonasal. Adenoma Pleomorfik adalah tumor jinak campuran yang terdiri dari komponen sel epitel, mioepitel dan mesenkim yang tersusun dalam beberapa variasi komponen. Diagnosis tumor ini dapat ditegakkan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang dan pemeriksaan histopatologi. Penatalaksanaan kasus adenoma pleomorfik adalah dengan eksisi per endoskopi serta perlu dilakukan follow up untuk mendeteksi kekambuhan dan kemungkinan transformasi menjadi keganasan. Laporan kasus: Dilaporkan seorang pasien perempuan umur 46 tahun dengan hidung tersumbat sebelah kiri sejak 2 bulan sebelum masuk rumah sakit. Pada pasien ini dilakukan eksisi per endoskopi dan diikuti dengan pemeriksaan histopatologi sebagai penatalaksanaan dan konfirmasi diagnosis. Kesimpulan: Tumor jinak di kavum nasal dapat berupa adenoma pleomorfik. Penatalaksanaan eksisi per endoskopi pada adenoma pleomorfik kavum nasal yang berasal dari septum memberikan hasil yang memuaskan.
Hubungan Alel Human Leukocyte Antigen A*11 dengan Kejadian Karsinoma Nasofaring pada Etnik Minangkabau di RSUP Dr. M. Djamil Padang Tri Yuspitasari, Jenny; Rahman, Sukri; Hafiz, Al
Jurnal Otorinolaringologi Kepala dan Leher Indonesia Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jokli.v2i1.19

Abstract

Latar Belakang : Karsinoma nasofaring (KNF) merupakan keganasan sel skuamosa nasofaring yang etiologi dan epidemiologinya dipengaruhi oleh etnik di dunia. Etiologi KNF bersifat multifaktorial yaitu interaksi antara infeksi virus Epstein-Barr (EBV), faktor lingkungan dan faktor genetik. Human Leukocyte Antigen (HLA) merupakan alel yang berperan penting dalam presentasi antigen virus yang menentukan dampak respon imun terhadap infeksi EBV. HLA bersifat polimorfisme dan sangat bervariasi pada etnik yang berbeda. Hal ini dapat dilihat dengan ditemukannya hubungan antara alel HLA dengan kejadian KNF. HLA-A*11 diduga berhubungan dengan insiden KNF yang rendah karena kemampuan alel tersebut memicu sistem imun dalam melawan virus. Tujuan : Mengetahui hubungan antara HLA-A*11 dengan kejadian KNF pada etnik Minangkabau di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Metode : Penelitian analitik dengan menggunakan desain potong lintang (cross sectional), dilakukan terhadap 18 pasien KNF etnik Minangkabau dan 18 orang sehat etnik Minangkabau sebagai kontrol. Pada responden dilakukan pemeriksaan molekuler untuk melihat ekspresi HLA-A*11 dengan metode PCR-SSP (Polymerase Chain Reaction-Sequence Spesific Primer). Data dianalisis secara statistik dengan program komputer dan dinyatakan bermakna jika p <0.05. Hasil : Pada penelitian ini frekuensi HLA-A*11 ditemukan lebih banyak pada pasien kontrol (77,8%) dibandingkan dengan pasien KNF (66,7%), akan tetapi secara statistik tidak bermakna (p>0.05) Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan Alel HLA-A*11 dengan kejadian karsinoma nasofaring pada etnik Minangkabau.
Gambaran Perluasan Karsinoma Nasofaring Stadium Lanjut Berdasarkan CT Scan di RSUP Dr. M. Djamil Padang periode 2019-2020 Arrahman, Salsabilah; Rahman, Sukri; Handayani, Tuti
Jurnal Otorinolaringologi Kepala dan Leher Indonesia Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jokli.v2i1.27

Abstract

Karsinoma nasofaring merupakan salah satu keganasan dengan prevalensi terbanyak yang terjadi di Indonesia. Pasien dengan karsinoma nasofaring seringkali datang sudah dalam keadaan stadium lanjut (T3/T4), hal ini disebabkan karena gejala dan tanda keganasan ini pada stadium awal sangat sulit dideteksi. Penyakit ini dapat didiagnosis melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan penunjang berupa pemeriksaan radiologi dibutuhkan untuk menentukan staging. Pemeriksaan radiologi yang umum dilakukan pada kasus ini adalah dengan pemeriksaan CT scan nasofaring. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, didapatkan informasi tentang keberadaan tumor dan daerah perluasan tumor yang masing-masing perluasannya memiliki prognosis yang berbeda. Oleh karena itu dibutuhkan penelitian mengenai gambaran perluasan karsinoma nasofaring stadium lanjut berdasarkan CT scan di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain kuantitatif. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menganalisis hasil CT scan pada rekam medis pasien. Hasil penelitian didapatkan distribusi perluasan karsinoma nasofaring ke jaringan sekitar terbanyak pada stadium T3 adalah infiltrasi ke sinus paranasal sfenoid (28,6%) dan distribusi perluasan karsinoma nasofaring ke jaringan sekitar terbanyak pada stadium T4 adalah ekstensi ke intrakranial (83,8%).
Gambaran Klinis dan Terapi Pasien Karsinoma Laring di Departemen THT-KL RSUP Dr. M. Djamil Padang Periode 2017-2021 Putri, Rahmi Novira; Rahman, Sukri; Ilmiawati, Cimi
Jurnal Otorinolaringologi Kepala dan Leher Indonesia Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jokli.v2i1.39

Abstract

Pendahuluan: Karsinoma laring adalah suatu tumor ganas yang berasal dari sel epitel laring. Faktor risiko utama yang berperan dalam perkembangan penyakit karsinoma laring adalah merokok dan alkohol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran klinis dan terapi pasien karsinoma laring di departemen THT-KL RSUP Dr. M. Djamil Padang periode 2017-2021. Desain penelitian ini adalah deskriptif retrospektif yang menggunakan data rekam medis pasien karsinoma laring dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling yang berjumlah 41 orang. Data pasien kemudian diolah dan ditampilkan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa kasus pasien karsinoma laring terbanyak terjadi pada tahun 2017 dan 2018 (31,7%), rerata usia 64 tahun dengan kelompok usia terbanyak 51-60 tahun dan 61-70 tahun (31,7%), lebih banyak pada laki-laki (97,6%), dan mayoritas faktor risiko merokok (95,1%) namun tidak memiliki tiwayat alkohol (92,7%). Keluhan utama tersering suara serak (51,2%). Gejala klinis yang muncul terdiri dari suara serak (73,2%), sesak nafas (65,9%), batuk (56,1%), dan sulit menelan (43,9%). Lokasi paling banyak ditemukan glotis (73,2%), stadium yang sering ditemukan stadium IVA (57,9%), dan tipe histopatologi terbanyak karsinoma sel skuamosa (100%). Jenis terapi yang paling sering diberikan kemoterapi (46,3%). Dapat disimpulkan bahwa pasien karsinoma laring memiliki faktor risiko yang umum dan karakteristik klinik yang tipikal serta sebagian besar datang dalam stadium lanjut. Oleh karena itu diperlukan upaya promotif dan preventif yang lebih agresif terhadap penyakit ini
Profil Pasien COVID-19 dengan Gangguan Penghidu di RSUP Dr. M. Djamil Padang Periode 1 Januari - 31 Desember 2021 Khotimah, Rifqoh; Rahman, Sukri; Tofrizal, Tofrizal
Jurnal Otorinolaringologi Kepala dan Leher Indonesia Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jokli.v2i1.40

Abstract

Pendahuluan: Coronavirus disease 2019 atau COVID-19 merupakan wabah penyakit yang mudah menular dan menimbulkan beragam gejala. Gejala tersebut termasuk gangguan penghidu yaitu perubahan dalam kemampuan penghidu yang baru-baru ini dirasakan pasien COVID-19 dan dijadikan salah satu gejala COVID-19 yang patut diwaspadai oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pasien COVID-19 dengan gangguan penghidu di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif dengan jumlah sampel 73 pasien terkonfirmasi COVID-19 yang dirawat inap. Penelitian dilakukan di Instalasi Rekam Medis RSUP Dr. M. Djamil Padang pada bulan Juli – Oktober 2022. Data diambil dari rekam medis dengan metode simple random sampling. Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan bahwa gangguan penghidu (58,9%) banyak terjadi pada pasien COVID-19. Rentang usia >65 tahun (23,3%) merupakan usia terbanyak dan lebih banyak dialami oleh perempuan (46,5%). Hasil D-dimer yang didapatkan mengalami peningkatan yang tinggi (74,4%) dan pasien banyak yang tidak memiliki komorbiditas (55,8%). Hasil rawatan (outcome) terbanyak yakni sembuh atau perbaikan (76,7%). Kesimpulan: Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pasien COVID-19 banyak yang mengalami gangguan penghidu dengan rentang usia >65 tahun. Proporsi jenis kelamin antara perempuan dan laki-laki tidak jauh berbeda. pasien merupakan perempuan. Kadar D-dimer ditemukan mengalami peningkatan dan banyak pasien yang tidak memiliki komorbiditas serta hasil rawatan terbanyak adalah pasien yang sembuh atau perbaikan.
Role of Human Papilloma Virus in Carcinogenesis of Head and Neck Squamous Cell Rahman, Sukri; Musyarifah, Zulda
Frontiers on Healthcare Research Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M. Djamil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63918/fhr.v1.n1.p12-18.2024

Abstract

Background: Head and neck squamous cell carcinoma (HNSCC) is a malignancy that occur in head and neck region and originates from squamous epithelial cell in the upper respiratory tract mucosa. This malignancy has a high heteregenicity. Carcinogenesis due to HPV infection has a different moleculer pathway from HNSCC without HPV infection. Methods: We searched Pubmed collection for open access and English language articles publish access from years 2016-2022 with keyword HPV, HNSCC and carcinogenesis. Results: We had 16 articles that matched from the keywords. The mechanism of HPV leading carcinogenesis in HNSCC because the HPV has a specific protein that can cause malignant transformation in squamous epithelial cells. The E6 protein inactivates the p53 tumor suppressor gene by activating the ubiquitin ligase E6AP causing degradation of p53. The E7 protein inactivates the pRb (protein retinoblastoma) tumpr suppressor protein by blocking the interaction between pRb and E2F, causing E2F depression. Conclusion: Carcinogenesis and malignant transformation in HNSCC correlated with HPV infection (high risk type) via the E6 and E7 proteins. This combination can causes abnormal cell cycle and leads cells to escape cell cycle control and get a malignant transformation.
Parotidektomi dengan Pendekatan Diseksi Ekstrakapsular pada Adenoma Pleomorfik Parotis Edward, Fajar Dirgantara; Rahman, Sukri
Jurnal Otorinolaringologi Kepala dan Leher Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jokli.v4i1.83

Abstract

Pendahuluan: Tumor parotis merupakan tumor kelenjar ludah yang paling sering terjadi. Sebagian besar dari tumor kelenjar parotis adalah jinak. Adenoma pleomorfik merupakan tumor jinak kelenjar ludah terbanyak sekitar 60-80% dari seluruh neoplasma di kelenjar ludah dan paling sering ditemukan pada kelenjar parotis sebanyak 85%. Diagnosis adenoma pleomorfik ditegakkan berdasarkan anamnesis, gambaran klinis, dan pemeriksaan penunjang dengan Biopsi Aspirasi Jarum Halus (BAJAH), pemeriksaan radiologis, dan histopatologi massa tumor. Penatalaksanaan tumor jinak parotis adalah dengan eksisi tumor secara lengkap yaitu dengan parotidektomi dan preservasi nervus fasialis. Laporan Kasus: Dilaporkan satu kasus seorang wanita usia 24 tahun dengan adenoma pleomorfik parotis sinistra. Pada regio parotis sinistra tampak benjolan dengan ukuran 40x30x10 mm, berbatastegas, warna sama dengan sekitar, konsistensi padat kenyal, terfiksir, nyeri tekantidak ada. Dilakukan pemeriksaan BAJAH dengan hasil adenoma pleomorfik. Pemeriksaan Computerized Tomography Scan (CT scan) dengan kesan tumor parotis sinistra. Dilakukan tindakan parotidektomi dengan diseksi ekstrakapsular dan pemeriksaan histopatologi dengan kesan adenoma pleomorfik. Kesimpulan: Adenoma pleomorfik merupakan tumor jinak pada kelenjar ludah dan paling sering terjadi di kelenjar parotis yang ditandai dengan gejala pembengkakan di regio parotis, tanpa gejala, dan tanpa menimbulkan nyeri. Pemeriksaan BAJAH dan CT scan leher dapat dilakukan untuk membantu mendiagnosis adenoma pleomorfik. Teknik pembedahan parotidektomi dengan ekstrakapsular diseksi merupakan pilihan operasi pada kasus tertentu tanpa identifikasi nervus fasialis.
Perbedaan Ekspresi Enzim Cyclooxygenase-2 pada Pasien Karsinoma Nasofaring Berdasarkan Stadium Dini dan Stadium Lanjut Diflayzer, Diflayzer; Rahman, Sukri; Ali, Hirowati; Setiawati, Yessy; Yetti, Husna
Jurnal Otorinolaringologi Kepala dan Leher Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jokli.v4i1.89

Abstract

Latar Belakang: Karsinoma nasofaring (KNF) adalah keganasan yang berasal dari sel epitel nasofaring. Kelangsungan hidup dan prognosis pasien KNF sangat tergantung pada stadium tumor. Pemahaman yang baik tentang faktor-faktor yang mempengaruhi prognosis dan perkembangan penyakit sangat penting dalam pengelolaan KNF. Salah satu faktor yang berpotensi memainkan peran kunci dalam hal ini adalah enzim cyclooxygenase-2 (COX-2). Peningkatan aktivitas COX-2 dapat memfasilitasi sel-sel tumor untuk memperoleh berbagai kemampuan biologis yang berkontribusi pada pertumbuhan dan perkembangan tumor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan ekspresi enzim COX-2 berdasarkan stadium karsinoma nasofaring. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional analitik komparatif numerik tidak berpasangan dua kelompok satu kali pengukuran pada jaringan tumor dalam bentuk blok parafin dari hasil biopsi pasien KNF dan dilakukan pemeriksaan imunohistokimia untuk menilai ekspresi COX-2 pada jaringan tumor KNF yang dibagi menjadi kelompok stadium dini dan stadium lanjut. Data dianalisis secara statistik dengan program komputer dan dinyatakan bermakna jika p<0,05. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan rerata ekspresi COX-2 pada KNF stadium lanjut (69,59±11,75) lebih tinggi dibandingkan dengan KNF stadium dini (47,29±31,04), namun hasil uji statistik menunjukkan bahwa perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik (p=0,28). Kesimpulan: Terdapat kecenderungan peningkatan ekspresi COX-2 pada stadium lanjut dibandingkan dengan stadium dini, namun perbedaan ini tidak signifikan secara statistik.
Diagnosis dan Tatalaksana Squamous Cell Carcinoma Lidah Stadium Dini Sakinah, Fitri; Rahman, Sukri; Musyarifah, Zulda
Jurnal Otorinolaringologi Kepala dan Leher Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jokli.v4i1.90

Abstract

Latar Belakang: Squamous Cell Carcinoma (SCC) lidah merupakan salah satu keganasan tersering di rongga mulut. Bersifat agresif dengan prognosis yang bervariasi. Meskipun permukaan lidah dapat diperiksa secara langsung, banyak kasus terdiagnosis pada stadium lanjut. Secara global, SCC lidah menyumbang bagian signifikan dari kanker rongga mulut dan memiliki prevalensi yang cukup tinggi di Asia Selatan dan Tenggara, termasuk Indonesia. Secara klinis, kanker lidah bermanifestasi sebagai lesi ulseratif atau infiltratif yang sering menyerupai kelainan jinak sehingga menyebabkan keterlambatan diagnosis. Laporan Kasus: Telah dilaporkan satu kasus SCC lidah stadium I (T1N0M0) pada seorang perempuan berusia 55 tahun, dilakukan tindakan partial glossectomy kemudian dilanjutkan pemberian radioterapi sebagai terapi adjuvan pada pasien tersebut. Kesimpulan: Tujuan pengobatan Oral Cavity Squamous Cell Carcinoma (OCSCC) adalah penyembuhan kanker, memulihkan fungsi dasar seperti berbicara dan menelan, minimalisasi efek samping, serta memperhitungkan risiko kekambuhan. Pembedahan merupakan terapi utama pada kasus SCC lidah stadium dini (T1/T2N0M0). Pemberian radioterapi sebagai terapi adjuvant didasarkan pada hasil batas sayatan pembedahan yang positif atau tipis/dekat (kurang dari 5 mm), invasi perineural, perivaskular serta adanya nodul okulta.
Co-Authors Ade Asyari Ade Chandra Ade Chandra Adnani, Syahredi Syaiful Adrian Erindra Afriwardi Afriwardi Ahmad, Baihaqi Al Hafiz Al Hafiz Al Hafiz Al Hafiz ALADIN ALADIN Almurdi Almurdi Amellya Sucieta Apri Grecwin, Debby Arif Fahmi Arrahman, Salsabilah Astri Sentyaningrum Aswiyanti Asri Bambang hermani Beni Indra, Beni Bestari J Budiman Bestari Jaka Budiman Bestari Jaka Budiman Cahyono, Arie Cimi Ilmiawati, Cimi Danuwirya, Muhammad Reko Debby Apri Grecwin Deddy Saputra Delva Swanda Desmawati Desmawati Diflayzer, Diflayzer Dolly Irfandy Edward, Fajar Dirgantara Effy Huriyati Efrida Efrida Efrida Eka Nofita Elmatris Sy Erlina Rustam Ermayanti, Sabrina Eti Yerizel Eva Decroli Fachzi Fitri Farhan, M. Adib Firdawati, Firdawati Fitra Dwita, Lorensia Gestina Aliska Grecwin, Debby Apri Gusti Revilla Hadjat, Fachri Hafni Bachtiar Hafni Bachtiar Hafni Bachtiar Hakikah, Tika Hanifatryevi Hanifatryevi Hasmiwati Hera Novianti Heru Kurniawan Anwar Kurniawan Anwar Hirowati Ali, Hirowati Histawara Subroto Histawara Subroto Husna Yetti I Nyoman Adi Putra Ilmiawati, Ilmiawati Irwan Triansyah Irwandanon Irwandanon Jacky Munilson Jacky Munilson Javandi, Muhammad Rayhan Abiyyu Jenny Tri Yuspita Sari Jodie, Raina Maghri Karsa, Nadya Dwi Khotimah, Rifqoh Lili Irawati Lorensia Fitra Dwita M. Abduh Firdaus Malinda Meinapuri Masnadi, Nice Rachmawati Mayetti Mayetti Megawati, Melsi Melita Husna Melsi Megawati Mohamad Reza Muina Muina Musyarifah, Zulda Nadhifa Naura Reyani Nadya Dwi Karsa Nadya Dwi Karsa Nirza Warto Novialdi . Novianti, Hera Nur Afrainin Syah Nur Indrawaty Lipoeto Nuzulia Irawati Pamelia Mayorita Putri Rahmawati Putri, Rahmi Novira Rahmadona Rahmadona Rahman, Rifna Alya Restu Susanti Rizanda Machmud Rizki Saputra Roslaili Rasyid Rossy Rosalinda Sakinah, Fitri Salmiah Agus Sari, Febri Arius Sari, Jenny Tri Yuspita Selfi Renita Rusjdi Setiawati, Yessy Shofi Faiza Siti Nurhajjah Syahredi Syaiful Adnani Syamel Muhammad Tofrizal Tri Yuspitasari, Jenny Udiana Wahyu Deviantari Widayat Alviandi Yan Edward yandika, kevin rayhan Yayan Akhyar Yoanita, Rini Yolanda, Meuthia Yolazenia Yolazenia Yuliarni Syafrita Yusri, Elfira Yuwono Yuwono