Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Integrated System Perikanan Pertanian Untuk Ketahanan Pangan Di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Lampung Timur Nursandi, Juli; Subhan, Rio Yusufi; Rakhmawati, Rakhmawati; Marlina, Eulis; Prastiti, Linuwih Aluh
Jurnal Abimana (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nasional) Vol 2 No 2 (2025): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/abimana.v2i2.4448

Abstract

Pondok Pesantren Bahrul Ulum terletak di Jl. Insinyur Sutami, Desa Bauh Gunung Sari, Sekampung Udik Lampung Timur, berjarak 49 Km dari kampus Politeknik Negeri Lampung. Pondok ini mempunyai santri sebanyak 237 orang yaitu 116 santri laki-laki dan 121 santri perempuan. Pondok pesantren mempunyai lahan sawah seluas kurang lebih satu hektar yang dikerjakan oleh koperasi memproduksi beras untuk kebutuhan pangan santri. Lahan sawah pondok pesantren ini mempunyai sumber mata air yang sangat baik dan terus mengalir sepanjang tahun. Debit airnya mampu mengairi sawah serta sumber air untuk kolam ikan. Permasalahan dari kegiatan Pertanian dan Perikanan di pesantren ini yaitu: (a) Pemanfaatan lahan sawah masih belum optimal, hasil panen sawah masih rendah yaitu dibawah 3 ton per hektar. (b) Air kolam budidaya ikan mengandung unsur hara yang baik untuk budidaya sayuran, pondok pesantren Bahrul Ulum belum memanfaatkannya sebagai media tanam akuaponik. (c) Pengelola koperasi Rizquna bahrul ulum yang bertugas mengembangkan pertanian dan perikanan pondok pesantren belum mempunyai pengetahuan dan pengalaman untuk melakukan kegiatan integrasi pertanian dan perikanan berupa teknologi minapadi dan akuaponik. Berdasarkan analisis permasalahan yang ada di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, solusi yang ditawarkan adalah a. Penerapan sistem integrasi budidaya padi di sawah dengan ikan (minapadi), b. Penerapan sistem integrasi budidaya ikan dengan sayuran (akuaponik) di kolam budidaya ikan c. Pelatihan dan pendampingan produksi pangan langsung di sawah dan di kolam Pondok Pesantren Bahrul Ulum. Metode yang dipakai dalam pencapaian tujuan PKM ini adalah: (1). Penguatan pengetahuan dan pemahaman pada sumberdaya manusia (SDM) yang membidangi pertanian dan perikanan yaitu melalui pelatihan aquaculre integrated system berupa teknologi minapadi dan akuaponik. (2). Peningkatan kompetensi praktek minapadi di lahan sawah. (3). Peningkatan kompetensi praktek sistem akuaponik di kolam.
Pelatihan Pembuatan Pakan Fungsional Ikan Laut Berbasis Limbah Perikanan Dan Bahan Nabati Lokal Bagi Kelompok Usaha Bersama Bina Teluk Bahari rakhmawati, rakhmawati; mujahid, muhammad; nurbaiti, lilis; alhafizoh, fatimah; fatoni, khoerul; kamilatul fauziah, wahyu; melidawati, melidawati; Tammi Putri, Ryana; Marlina, Eulis
Jurnal Abimana (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nasional) Vol 2 No 2 (2025): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/abimana.v2i2.4486

Abstract

Kelompok Bina Teluk Bahari merupakan kelompok usaha masyarakat pesisir yang berada Kota Tanjung Karang, Bandar Lampung. Anggota kelompok ini sebagian besar adalah keluarga nelayan dengan penghasilan yang bergantung pada hasil tangkapan harian dan aktivitas ekonomi pesisir berskala kecil, seperti pengolahan hasil laut dan budi daya ikan dalam skala terbatas. Salah satu binaan dari KUB Bina Teluk Bahari ini adalah wanita kelompok nelayan. Masyarakat nelayan di masih menghadapi berbagai tantangan struktural dan sosial, seperti ketergantungan pada musim tangkap, rendahnya akses terhadap teknologi pasca panen, serta belum optimalnya pengelolaan limbah perikanan. Salah satu potensi yang belum banyak dimanfaatkan adalah limbah perikanan hasil tangkapan seperti kepala ikan, tulang, dan jeroan, yang umumnya dibuang begitu saja. Padahal, limbah tersebut memiliki kandungan nutrisi tinggi yang berpotensi diolah menjadi bahan baku pakan ikan fungsional. Metode pengabdian yang dilakukan adalah survey, penyuluhan dan pelatihan pembuatan pakan ikan laut fungsional yang tidak hanya ekonomis tetapi juga meningkatkan imunitas dan pertumbuhan ikan laut. Setelahnya, evaluasi dilakukan terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan kelompok wanita nelayan agar mampu mengolah bahan lokal menjadi pakan ikan bernutrisi tinggi dan ramah lingkungan. Hasil kegiatan ini adalah terdapat peningkatan kemampuan dan ketrampilan mitra dalam pembuatan pakan fungsional dengan teknologi pengolahan limbah perikanan menggunakan oven dengan suhu optimal dan hidrolisis enzim selulose atau penambahan probiotik pada bahan nabati lokal. Produk pakan fungsional ikan laut berbasis limbah perikanan dan bahan nabati lokal telah dihasilkan sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan berperan dalam menguatkan ketahanan pangan nasional dan perekonomian pesisir.
POLA PENGASUHAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN DALAM MENGANTISIPASI RADIKALISME : Studi Pada Pesantren Ummul Mukminin dam Pondok Madinah Rakhmawati, Rakhmawati
Jurnal Diskursus Islam Vol 1 No 1 (2013)
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v1i1.6581

Abstract

Pesantren pada awal berdirinya merupakan lembaga pendidikan yang telah berjasa bagi pengembangan agama, bangsa, dan negara. Namun, karena dinamika pesantren mengalami siklus naik turun seiring dengan perubahan lokal, nasional, dan global, pesantren pun kini diperhadapkan pada tuduhan-tuduhan miring disebabkan oleh perilaku-perilaku kekerasan oknum atau kelompok tertentu dalam memperjuangkan ideologinya. Pola pengasuhan Pondok Pesantren Ummul Mukminin dan Pesantren Pondok Madinah menerapkan pola pengasuhan yang bersifat demokratis dari aspek pengajaran, otoriter dari aspek pengganjaran dan persuasif dari aspek pembujukan. Gejala radikalisme di pondok pesantren Ummul Mukminin belum ditemukan, karena masih efektifnya pola pengasuhan yang diterapkan masih efektif dan berjalan dengan baik, sehingga keduanya masih steril dari segala radikalisme agama. langkah pengasuhan yang paling efektif bagi kedua pesantren dalam mengantisipasi radikalisme agama dilakukan dengan mengajari tauhid dan akhlak disertai pengawasan yang ketat kepada para santri. Di samping itu menyibukkan santri dengan berbagai macam kegiatan baik kegiatan intra maupun ekstra kurikuler.ABSTRACTIn the early establishment, pesantren is an educational institution which has played a pivotal role in the development of religion, nation, and country. However, due to up and down dynamics of pesantren and in line with local, national, and global change, pesantren is now dealing with skewed accusations because of violent acts by certain groups in struggling their ideology. The pattern of nurture of Ummul Mukminin and Pesantren Pondok Madinah is applying the democratic way in teaching, the authoritarian in punishment system, and the persuasive method in persuasion. The research findings show us that the phenomenon of radicalism in Ummul Mukminin has not been found, since the form of nurture implemented is still effective and running properly. Therefore, both Islamic boarding schools are still sterile from religious radicalism. The most effective efforts of education for both Islamic boarding schools in the anticipation of the religious radicalism are to teach monotheism (tauhid) and morality (akhlak) with tight control for students and also to provide the various activities both intra and extra curriculum.
Peningkatan Kapasitas Bidan dalam Mempercepat Lactogenesis II melalui Sosialisasi Pijat Laktasi Aladenada Damayanti, Dini Fitri; Dianna, Dianna; Rakhmawati, Rakhmawati; Kaamilah, Nurul
Jurnal Pengabdi Vol. 9 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jplp2km.v9i1.100678

Abstract

Kesehatan ibu dan anak merupakan salah satu prioritas utama pembangunan kesehatan nasional sebagaimana tertuang dalam RPJMN 2020–2024 dan target Sustainable Development Goals (SDGs) 2030. Salah satu fokus utama adalah menurunkan angka stunting dan meningkatkan cakupan ASI eksklusif. Pemerintah Indonesia menargetkan capaian ASI eksklusif sebesar 80% pada tahun 2024 (Perpres No. 72 Tahun 2021). Namun, capaian ASI eksklusif di beberapa wilayah masih rendah, termasuk di Provinsi Kalimantan Barat yang mengalami penurunan dari 61,6% pada tahun 2020 menjadi 52,1% pada tahun 2021 (Profil Kesehatan Ibu dan Anak, 2022). Tidak optimalnya pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan keterlambatan pengeluaran ASI dapat menjadi faktor risiko terjadinya stunting. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dilaksanakan di Puskesmas Saigon, Kota Pontianak, dengan sasaran bidan puskesmas dan bidan praktik mandiri (PMB) di wilayah kerja setempat, sebanyak 20 peserta. Metode yang digunakan berupa demonstrasi pijat laktasi Aladenada dengan media edukasi poster. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kapasitas bidan, ditunjukkan oleh peningkatan skor pengetahuan dari median 67,0 pada pre-test menjadi 87,0 pada post-test. Selain itu, keterampilan bidan juga meningkat dengan median skor dari 66,0 menjadi 80,0 setelah intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa demonstrasi pijat laktasi Aladenada efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bidan dalam mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif.
Co-Authors Abdul Muhid, Abdul Afida Safriani Agung Kurniawan Akmal, Faiz Maulana Alhafizoh, Fatimah Ali Taqwim Angesti, Fadhilah Anjar Sofiana Annisa Fitri Arief Firmansyah Arintin, Hilda Khilya Ario Imandiri, Ario Aris Aji Kurniawan Atmaja, Fajar Fandi Baehaqi, Sirojul Bokau, Rietje J.M Bokau, Rietje JM Bokau, RJM Da-Oh, Maskah Dian Farida Asfan Dian Febriani Dianna, Dianna Dini Fitri Damayanti Enung Siti Nurhidayah Epro Barades Eulis Marlina Fahmi, Lukman Fahmy Imaniar Fatin, Haya Aisyah Fatoni, Khoerul Fiddareini, Fachrina Firmansyah, Raden Arief Hadi, Anas Hamzah Fansuri Haratua Tiur Maria Silitonga Hasibuan, M. Habib Marsan Henny Fitriani, Henny Hilda Izzati Madjid Ike Rostikawati Husen imas, imas rofi'ah Kaamilah, Nurul Kamila, Bintana Cahya kamilatul fauziah, wahyu Khoirul Hidayat Kobandaha, Firmansah Kuncahyo, Nanda Lintang Utari Kurnia Faturrohman Kurniawan, Randi Kurniawati, Bachrijah Laila, Ana Nurul leo sutrisno Linuwih Aluh Prastiti Lisanul Uswah Sadieda Lisdayana, Nurmalisa Marlina, E Maulidya, Diva Nada Melidawati, Melidawati Muh. Rusli Muhammad Mujahid Muhtarom Munjiatun Munjiatun, Munjiatun Mu’tamar, M Fuad Fauzul Nadisa Theresia Putri Nasikin, Moh. Natalia, Henni Nur Hanifa, Wanda Nur Indariyanti Nurbaiti, Lilis Nursandi, Juli Prihastuti, Christiana Cahyani Probowati, Banun Diyah Purwoko Purwoko Putri, Dyah Ayu Rhomandhoni Ramidi, Ramidi Rio Yusufi Subhan Riski Amalia Hidayah Rizka Safriyani Rizky, Ayu Winda S. Sugiharto Safriani, Afrida Salisa, Ziyada Satrio, Rinawati Setyaningrum, Titis Sigit Pramono Jati Siti Wahyuni Sobandi, Liebe Sumarkan Syaifudin, Mokhamad Tammi Putri, Ryana Tulas Aprilia Umar, Aisya Fadila Firdaus Ventura, Ragusfi Bhuena Wakhidi, Muflikh Wibowo, Fahri Hanif Rais Widjajati, Budi Widyaningsih, Pratiwi Nur Yahriyah, Siti Yoni Fuadah Syukriani Yuniawan, Ryan Zariul Antosa