Claim Missing Document
Check
Articles

Sosialisasi Konsep 5T Dalam Swamedikasi Sebagai Strategi Peningkatan Literasi Penggunaan Obat Pada Masyarakat Desa Bua, Kabupaten Gorontalo Madania Madania; Nur Rasdianah; Hamsidar Hasan; Faradila Ratu Cindana Moo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i2.36654

Abstract

Swamedikasi merupakan praktik kesehatan yang umum dilakukan masyarakat untuk menangani keluhan ringan secara mandiri, namun praktik ini sering disertai risiko penggunaan obat yang tidak tepat akibat rendahnya literasi obat, keterbatasan pemahaman terhadap aturan pakai, dan kurangnya kewaspadaan terhadap efek samping. Kondisi tersebut dapat berdampak pada kegagalan terapi, munculnya reaksi obat yang merugikan, serta keterlambatan rujukan ke fasilitas kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan obat yang aman dan bertanggung jawab melalui sosialisasi konsep 5T dalam swamedikasi, meliputi Tahu Obatnya, Tahu Dosisnya, Tahu Aturannya, Tahu Efeknya, dan Tahu Waktunya. Metode pelaksanaan dilakukan melalui edukasi partisipatif di Desa Bua, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo, dengan melibatkan 30 peserta, berupa ceramah interaktif, diskusi, dan simulasi membaca informasi pada kemasan obat selama ±1 jam, serta penguatan pesan melalui leaflet dan poster. Evaluasi dilakukan melalui sesi tanya jawab pada akhir kegiatan untuk menilai pemahaman peserta serta mengidentifikasi isu praktis swamedikasi yang muncul.. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memberikan respons positif dan terlibat aktif dalam diskusi, terutama terkait pemilihan obat untuk keluhan umum, batasan penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas, serta pengenalan risiko efek samping dan tanda bahaya yang memerlukan pemeriksaan tenaga kesehatan. Sosialisasi konsep 5T dinilai aplikatif dan mudah dipahami karena menyederhanakan prinsip penggunaan obat rasional ke dalam kerangka praktis yang relevan dengan kehidupan masyarakat. Dengan demikian, edukasi 5T berpotensi menjadi strategi efektif untuk memperkuat literasi penggunaan obat dan mendorong praktik swamedikasi yang lebih rasional pada komunitas pedesaan.
Identifikasi Persentase Kelengkapan Resep Rawat Inap dan Rawat Jalan di Instalasi Farmasi Rsud Dr. Zainal Umar Sidiki Kab. Gorontalo Utara Ridya Patricia Rivanda Ratoe; Teti Sutriyati Tuloli; Nur Rasdianah
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 3 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i3.619

Abstract

Kelengkapan resep merupakan salah satu indikator penting dalam pelayanan kefarmasian untuk menjamin keamanan dan efektivitas terapi serta mencegah medication error. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase kelengkapan resep pasien rawat inap dan rawat jalan di Instalasi Farmasi RSUD dr. Zainal Umar Sadiki Kabupaten Gorontalo Utara berdasarkan aspek administratif, farmasetik, dan klinis. Penelitian ini menggunakan observasi deskriptif yang dilakukan secara retrospektif. Sampel penelitian sebanyak 377 resep yang diambil dengan teknik stratified random sampling. Data disajikan dalam bentuk persentase setelah analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek farmasetik pada resep rawat inap dan rawat jalan telah lengkap 100%. Pada aspek administratif, komponen yang paling sering tidak lengkap adalah berat badan dan tinggi badan. Pada resep rawat inap, berat badan hanya tercantum 7,5% dan tinggi badan 6,7%, sedangkan pada resep rawat jalan berat badan tercantum 6,5% dan tinggi badan 2,4%. Pada aspek klinis, kelengkapan resep rawat jalan lebih tinggi dibandingkan rawat inap. Ketepatan indikasi pada resep rawat jalan sebesar 85,5%, sedangkan rawat inap 68,8%. Informasi alergi dan reaksi obat yang tidak dikehendaki (ROTD) merupakan komponen yang paling sering tidak lengkap, yaitu hanya 33,9% pada rawat jalan dan 11,1% pada rawat inap. Dapat disimpulkan bahwa aspek farmasetik telah memenuhi standar, namun aspek administratif dan klinis masih perlu ditingkan  untuk meningkatkan keselamatan pasien.
Characterization of Tannic Acid Chemically Crosslinked PVA Chitosan Hydrogel Nana Nurindah Upara; Muhammad Taupik; Multiani S Latif; Nur Rasdianah; A. Mut’hi Andy Suryadi
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 3 No. 1 (2026): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v3i1.287

Abstract

Hydrogel is a hydrophilic material that can absorb and retain large amounts of water through the formation of hydrogen bonds between polymer functional groups to form a stable three-dimensional network. The physicochemical characteristics of hydrogels are greatly influenced by the cross-linking process that determines the network density and stability of the preparation. This study aims to determine the effect of variations in the concentration of tannic acid as a chemical crosslinker on the physicochemical characteristics of polyvinyl alcohol (PVA)-chitosan-based hydrogels. Hydrogels were formulated with varying concentrations of tannic acid of 1%, 3%, and 5%, then evaluated including organoleptic tests, pH, viscosity, spreadability, adhesion, swelling index, irritation test, and characterization using Fourier Transform Infrared (FTIR). The results showed that increasing the concentration of tannic acid caused the formation of a denser hydrogel network, which was characterized by a decrease in the swelling index value and an increase in adhesion and changes in viscosity. The pH values ​​of all formulas were within the physiological pH range of the skin. Irritation tests on 20 panelists showed that all formulas did not cause irritation reactions. FTIR analysis confirmed the presence of molecular interactions between PVA, chitosan, and tannic acid through hydrogen bond formation. Overall, variations in the concentration of tannic acid as a chemical crosslinker affected the physicochemical characteristics of the PVA–chitosan hydrogel and resulted in stable preparations with good quality
Formulation of 70% Ethanol Extract Cream of Ketapang Leaf (Terminalia catappa L.) and Efficacy Test for Cut Wound in Mice (Mus muscullus) Nurain Thomas; Fika Nuzul Ramadhani; Nur Rasdianah; Mohamad Aprianto Paneo; Kadaria Toana
Journal of Experimental and Clinical Pharmacy (JECP) Vol 6, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jecp.v6i1.1458

Abstract

A laceration (vulnus scissum) is characterized by straight, regular wound edges, typically resulting from sharp object trauma. Ketapang leaves (Terminalia catappa L.) contain bioactive compounds, including flavonoids, saponins, tannins, sterols, alkaloids, and terpenoids, which possess anti-inflammatory properties and the potential to accelerate wound recovery. This study aimed to evaluate the effectiveness of an extract cream derived from T. catappa leaves on laceration healing in mice (Mus musculus). The extract was obtained via maceration using 70% ethanol, followed by phytochemical screening. The cream base was optimized to meet pharmaceutical standards, with evaluations encompassing organoleptic properties, pH, dispersibility, adhesion, viscosity, and freeze-thaw stability. Three formulations were developed with varying extract concentrations: F1 (15%), F2 (20%), and F3 (25%). The in vivo efficacy test involved five groups of mice. Results indicated that all three formulations met the criteria for physical stability. In terms of healing duration, the negative control group required 21 days, while the positive control group achieved healing in 10 days. Among the treatment groups, F1 (15%) and F2 (20%) showed healing times of 18 and 16 days, respectively. Notably, F3 (25%) exhibited the highest efficacy with a healing time of 10 days, comparable to the positive control. Statistical analysis using One-Way ANOVA confirmed these findings with a p-value < 0.05.
Profile of Antidepressant Use and Drug Interactions among Psychiatric Outpatients at RSUD Ainun Habibie Nabila Husnunnisa Ismail; Teti Sutriyati Tuloli; Nur Rasdianah; Mohamad Aprianto Paneo
Journal of Experimental and Clinical Pharmacy (JECP) Vol 6, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jecp.v6i1.1447

Abstract

Mental disorders are commonly treated with antidepressants, antipsychotics, or their combination. Although combination therapy may improve therapeutic outcomes, it also increases the risk of potential drug–drug interactions (DDIs), which can affect drug efficacy and safety. This study aimed to evaluate the prescribing profile of antidepressants and the potential DDIs among patients attending the Mental Health Outpatient Clinic at Ainun Habibie Hospital. A retrospective descriptive study was conducted using medical records. Patients were selected through purposive sampling, and 161 records met the inclusion criteria. Potential DDIs were identified and classified according to their mechanism and severity. Of the 161 medical records reviewed, 160 patients (99.38%) had at least one potential DDI. A total of 479 potential interactions were identified, including 116 (24.22%) pharmacokinetic and 364 (75.83%) pharmacodynamic interactions. Pharmacodynamic interactions consisted of 353 (73.54%) synergistic and 11 (2.29%) antagonistic effects. Based on severity, 106 (22.13%) interactions were classified as major, 371 (77.45%) as moderate, and 2 (0.42%) as minor. The most common potential DDIs were clozapine–fluoxetine (44 cases, 9.17%), Merlopam–Sandepril (42 cases, 8.75%), and trihexyphenidyl–risperidone (38 cases, 7.92%). Potential DDIs were highly prevalent among psychiatric outpatients, with pharmacodynamic interactions of moderate severity predominating. Routine medication review and monitoring are essential to reduce the risk of clinically significant DDIs and improve patient safety.
Pengaruh Leaflet Terhadap Tingkat Pengetahuan Masyarakat Dalam Penggunaan Amoxicillin/Ampicillin di Desa Hutada’a Kecamatan Talaga Jaya Kabupaten Gorontalo Madania; Teti Sutriyati Tuloli; Nur Rasdianah; Multiani S. Latif; Chindy Marcela Mooduto
Journal of Community and Clinical Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2026): Vol.3, No.2, 2026
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jccp.v3i2.241

Abstract

Resistensi antibiotik merupakan masalah kesehatan diseluruh dunia. Resistensi antibiotik mengakibatkan bakteri tidak merespon obat yang akan membunuhnya. Hal ini mengakibatkan penurunan kemampuan antibiotik dalam mengobati penyakit infeksi pada manusia. Salah satu upaya mengurangi angka resistensi antibiotik yaitu dengan cara memberikan informasi melalui suatu media. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh leaflet terhadap tingkat pengetahuan masyarakat dalam penggunaan amoxicillin/ampicillin di Desa Hutada’a Kecamatan Talaga Jaya Kabupaten Gorontalo. Metode yang digunakan yaitu quasi eksperimental dengan bentuk one group pre test-post test. Penelitian ini dilakukan selama dua bulan dengan jumlah sampel sebanyak 266 responden. Data dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan media leaflet tingkat pengetahuan masyarakat dalam kategori kurang (24,10%), cukup (40,20%), dan baik (35,70%). Setelah diberikan media leaflet tingkat pengetahuan masyarakat dalam kategori cukup (25,60%) dan baik (74,40), yang artinya terdapat pengaruh media leaflet terhadap tingkat pengetahuan masyarakat di Desa Hutada’a Kecamatan Talaga Jaya Kabupaten Gorontalo (p<0,05).
Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Pneumonia Anak di Puskesmas Kota Utara Madania Madania; Endah Nurrohwinta Djuwarno; Juliyanti Akuba; Multiani S. Latif; Putri Chahyani Lawani; Nur Rasdianah
Journal of Community and Clinical Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2026): Vol.3, No.2, 2026
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jccp.v3i2.243

Abstract

Pneumonia adalah salah satu bentuk infeksi saluran pernapasan bagian atas yang menyerang paru-paru dimana respiratory syntical virus(RSV) menjadi penyebab utama pneumonia dengan penyebab bakteri streptococcus pneumoniae. Evaluasi penggunaan obat menjadi aspek utama dalam proses penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia khususnyapasienanak.Penelitianinibertujuanuntukmengetahui penggunaan antibiotik yang meliputi tepat obat, tepat dosis dan tepat aturan pakai pada pasien pneumonia anak di Puskesmas Kota Utara Kota Gorontalo. Metode yang digunakan adalah penelitian observasional secara retrospektif dengan melakukan penelusuran catatan pengobatan pasien pneumonia dalam catatan rekam medis sebanyak 55 pasien, data dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pneumonia anak lebih banyak dialami oleh perempuan52.7%danlebihbanyakterjadipadausia4tahun36.4%.Obat antibiotikyang digunakan adalah amoksisilin,tepatdosis berjumlah 49 pasien dan tidak tepatdosis berjumlah 6 pasien. Sesuai aturan pakai berjumlah 55 pasien. Kesimpulan dari penelitian ini evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia anak tepat obat sebasar 100%, tepat dosis 89.09%, tidak tepat dosis 10.91% dan tepat aturan pakai 100%.
Evaluasi Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Geriatri di Apotek RSUD Daya Kota Makassar Detasya Detasya; Teti Supriyati Tuloli; Wiwit Zuriati Uno; Nur Rasdianah; Dizky Ramadani Putri Papeo
OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 4 No. 5 (2026): September : OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/obat.v4i5.2400

Abstract

 This study aimed to evaluate the level of adherence to antihypertensive medication use among geriatric patients at the Pharmacy of Daya Regional General Hospital, Makassar City, based on patient characteristics. Hypertension is a chronic disease requiring long-term therapy, in which treatment success is strongly influenced by patients’ adherence to medication use. This study employed a non-experimental design with a descriptive cross-sectional approach. A total of 110 patients were selected using consecutive sampling. Data were collected using the Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) questionnaire and patient characteristic data. The results showed that the majority of patients were female (64.54%), aged 60–64 years (40.9%), had primary-level education (33.63%), were unemployed (52.72%), and had been diagnosed with hypertension for more than 5 years (50.9%). Adherence to antihypertensive medication was predominantly categorized as low (51.81%) and moderate (28.18%), while high adherence accounted for 20%. Adherence tended to be higher among female patients and those who had suffered from hypertension for more than 5 years, while it was lower among patients aged ≥75 years, those with lower educational levels, and those who were still employed. The study concludes that adherence to antihypertensive medication among geriatric patients at the Pharmacy of Daya Regional General Hospital, Makassar City, remains suboptimal. Therefore, the role of pharmaceutical personnel needs to be strengthened through continuous education, counseling, and therapy monitoring.
Pengaruh Self-Stigma Terhadap Tingkat Kepatuhan Pengobatan Pada Pasien Tuberkulosis Nur Rasdianah; Farah Fauzia Nabila Idris; Widy Susanti Abdulkadir; A. Mut’hi Andy Suryadi; Faradila Ratu Cindana Mo’o
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61581

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena memerlukan pengobatan jangka panjang dan kepatuhan yang tinggi untuk mencapai kesembuhan. Stigma yang dialami pasien diduga dapat memengaruhi kepatuhan dalam menjalani pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat stigma dan kepatuhan pengobatan serta menganalisis hubungan stigma dengan kepatuhan pengobatan pada pasien tuberkulosis di Puskesmas Kabupaten Bone Bolango. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 120 pasien tuberkulosis yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner stigma Van Rie yang telah diadaptasi dan Medication Adherence Report Scale (MARS-5). Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami stigma tingkat sedang sebanyak 58 responden (48,4%), dengan dimensi stigma dominan yaitu kekhawatiran (mean 7,35; SD 4,03). Sebanyak 75 responden (62,5%) termasuk kategori patuh, dengan dimensi dominan yaitu mengurangi dosis karena efek samping (mean 4,86; SD 0,53). Analisis menunjukkan r = -0,102 dan p = 0,266 (p > 0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara stigma diri dan kepatuhan pengobatan.
Co-Authors A Muthi Andi Suryadi A Mu’thi Andy Suryadi A. Mut’hi Andy Suryadi Andayani, Tri M. Andi Makkulawu Andi Makkulawu Andy Suryadi, A. Mu’thi Anggai, Rifka Anggraini Ari Nurwijayanto Ariani H. Ariani H. Hutuba Ariani H. Hutuba Arsyad, Rival Al-fazri asmini, tati Asriana Basrudin Chindy Marcela Mooduto Datu, Novanza L.M.N Datu, Yunita Detasya Detasya Devie Ariany Daud Djuarno, Endah Nurrohwintah Djuwarno, Endah Nurrohwintah Dr. Apt. Hamsidar Hasan S.Si.,M.Si Endah N. Djuwarno Endah Nurrohwinta Djuwarno Erika Nandini Faradila Ratu Cindana Farah Fauzia Nabila Idris Faramita Hiola Fika Nuzul Ramadhani Gani, Athira Sri Wahyuni Gledys Puti Gubali, Derina Dwifrila Ridhani Hamzah, Hasyrul Hasan, Muadz Hidayat Ahmad Hiola, Faramita Hutuba, Ariani Indah Pramesty Gobel Indriyani Jihan AR. Gubali Julianty Akuba Juliyanti Akuba Kadaria Toana Katili, Ayub H. Kujiman, Kerin Vivian Lairi, Nurain Lasimpala, Natasya Indaputri Latif, Multiani S. Lukman Hakim Lukman Hakim Lukman Hakim Madania, Madania Mahdalena Sy Pakaya Maimun Datau Makkulawu, Andi Mangulu, Anindia Manno, Mohamad Reski Marsela Idrus Mohamad Martodiharjo, Suwaldi Martodiharjo, Suwaldi MAYANG, NURUL HANDAYANTI Meilan Pakaya Meli Cahayani Dalu Mimi Fauziah Tahir Moh. Reski Mohamad Adam Mustapa Mohamad Aprianto Paneo molote, kasibee molote Molou, Muh Dwi Septian Mooduto, Putri Sibby Muh Nur Syukriani Yusuf Muhammad Taupik Multiani S Latif Nabila Husnunnisa Ismail Nana Nurindah Upara Nur Ain Thomas Panu, Karmila Papeo, Dizky Ramadani Putri Papeo, Dizky Ramadhani Putri Paputungan, Jihan Utari Paputunngan, Mitha Pascal Adventra Tandiabang Puce, Faradilla Puluhulawa, Lisa Efriani Putri Chahyani Lawani R. Moko, Delviyanti Ridya Patricia Rivanda Ratoe Selvi Marcellia Siti Alfanda Makmur Siti Marhamah Sri Nur&#039;ain E. Ahmad Suleman, Windy Riani Suryadi, A. Mut’thi Andi Suwaldi . Suwaldi Martodiharjo Teti Supriyati Tuloli Teti Surriyati Tuloli Teti Sutriati Tuloli Teti Sutriyati Tuloli Tety Sutriyati Tuloli Tolulu, Sri Noviani Tri Bella Angraini Suwandi Tri M. Andayani Tri Murti Andayani Tri Murti Andayani Tudja, Tesalonika Ulfa Aulia Widy Susanti Abdulkadir Widy Susanti Abdulkadir Widy Susanti Abdulkadir Widysusanti Abdulkadir Wiwit Zuriati Uno Yusuf, Wahyuni Adrian