Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA MELALUI PROBING PROMPTING DALAM PEMBELAJARAN TARI Juniar, Rike; Masunah, Juju; Haerani, Reni
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 4, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v4i2.74379

Abstract

PEMBELAJARAN TARI JAIPONG BERBASIS BLENDED UNTUK MENINGKATKAN APRESIASI SISWA SMA Sutisna, Riya Felisia; Masunah, Juju; Barnas, Beben
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 4, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v4i2.74336

Abstract

Aktivitas pembelajaran yang mengedepankan apresiasi seni sangat penting diberikan di sekolah, karena aktivitas pembelajaran apresiasi seni tidak hanya berfungsi menumbuh kembangkan potensi estetik siswa, melainkan juga menumbuh kembangkan imajinasi, kemunculan kesadaran individual berupa kemampuan kreatif dan kesadaran sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pembelajaran blended berbasis youtube dalam upaya meningkatkan apresiasi siswa terhadap tari Jaipong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pre-experimental design dengan desain penelitian one group pretest – posttest design dalam pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini yaitu siswa kelas XI SMAN 1 Jatiluhur, sampel penelitian ini berjumlah 36 siswa. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan test. Teknik analisis data menggunakan t-test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan apresiasi siswa terhadap tari Jaipong. Hasil ini ditunjukan oleh peningkatan dalam kemandirian belajar, kemampuan untuk bekerja sama dalam kelompok, dan kemampuan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang materi. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil rata-rata pretest dari 66 meningkat menjadi 83, sehingga 100% siswa mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang ditetapkan sekolah sebesar 70. Artinya ada pengaruh yang positif antara pembelajaran blended terhadap apresiasi siswa, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran blended berbasis youtube signifikan meningkatkan apresiasi siswa dalam pembelajaran tari Jaipong di SMAN 1 Jatiluhur.
LEGENDA TAPA MALENGGANG DALAM KONTEKS SENI PERTUNJUKAN TARI DI KABUPATEN BATANG HARI Anggriani, Fifi; Masunah, Juju; Sabaria, Ria Iwan
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 4, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v4i1.67570

Abstract

PEMBELAJARAN TARI TEMPURUNG MELALUI APLIKASI WORDWALL Aditiya, Santi; Masunah, Juju
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 3, No 03 (2023): Desember, 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v3i03.62745

Abstract

Hasil belajar siswa dalam pembelajaran seni budaya pada materi tari di kelas VIII E SMPN 1 Baregbeg masih sangat rendah dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Hal ini disebabkan guru seni budaya yang belum memaksimalkan penggunaan media dengan baik, serta keterbatasan materi yang menjadikan pembelajaran monoton, tidak kreatif dan inovatif akibat dari guru yang tidak berlatar belakang seni. Fenomena dalam penelitian ini diangkat dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII E SMPN 1 Baregbeg dalam pembelajaran Tari Tempurung menggunakan aplikasi wordwall. Penelitian kuantitatif digunakan peneliti sebagai pendekatan dalam penelitian ini dengan metode eksperimental jenis pre-experimental, desain yang digunakan yaitu One Group Pretest-Posttest Design. Pedoman observasi, pedoman wawancara, dan bentuk tes pilihan ganda serta dokumentasi digunakan sebagai instrumen penelitian. Teknik pengolahan data statistik deskriptif dan teknik statistik inferensial digunakan sebagai metode analisis data dalam penelitian ini. Berdasarkan data yang diperoleh peneliti, proses pelaksanaan Tari Tempurung menggunakan aplikasi Wordwall yang dilakukan oleh peneliti berjalan dengan baik dan efektif, sehingga respon siswa menjadi lebih baik serta antusias siswa meningkat. Ini menyebabkan peningkatan yang signifikan dalam hasil belajar kognitif, afektif dan psikomotor, yang ditunjukkan oleh hasil post-test. Adanya penelitian ini direkomendasikan agar guru dapat memanfaatkan media dengan sebaik-baiknya untuk mencapai tujuan pembelajaran dan memilih bahan ajar yang tepat, kreatif dan inovatif
PENGGUNAAN VIDEO PEMBELAJARAN TARI DARI YOUTUBE UNTUK SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Asyifah, Siti; Masunah, Juju; Barnas, Beben
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 3, No 03 (2023): Desember, 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v3i03.37885

Abstract

Adanya wabah virus Corona mengakibatkan kegiatan pembelajaran tari tidak dapat dilaksanakan secara langsung, maka guru membuat video pembelajaran tari pada aplikasi Youtube untuk siswa sekolah menengah pertama agar pembelajaran tari dapat dilaksanakan walaupun secara online. Tujuan dari penulisan artikel ini yaitu untuk mendeskripsikan rancangan pembelajaran tari, proses pembelajaran tari, dan hasil pembelajaran tari untuk mengembangkan kreativitas siswa tingkat sekolah menengah pertama pada video pembelajaran melalui Youtube dengan menggunakan metode deskriptif dan pendekatan kualitatif. Partisipan dalam penelitian ini yaitu 2 orang pembuat video pembelajaran tari dan 4 siswa kelas VIII SMPN 12 Bandung. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu triangulasi yakni observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil temuan dalam penelitian ini adalah siswa mampu meningkatkan hasil belajar melalui penguasaan psikomotor, akademik, kreativitas, berani, disiplin dalam belajar dan siswa mampu membuat gerak tari sesuai dengan ruang, tenagam waktu. Melalui video pembelajaran dari youtube ini diharapkan siswa dapat meningkatkan hasil belajar siswa termasuk dalam kreativitas dan siswa mampu memahami materi pembelajaran dan tugas yang diberikan guru, serta mampu belajar dengan maksimal. Kata Kunci: Media Pembelajaran, Pembelajaran Tari, Youtube 
Penanaman Nilai Gotong Royong dalam Redesain Identitas Visual Séndang Geulis Kahuripan dengan Pendekatan Desain Harmoni Johari, Arief; Masunah, Juju; Soetedja, Zakarias S.; Prawira, Nanang Ganda
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 9 No. 03 (2023): September 2023
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v9i03.8588

Abstract

AbstrakSéndang Geulis Kahuripan merupakan salah satu objek wisata tersembunyi yang berada di ujung Kabupaten Bandung Barat. Keberadaannya yang masih belum diketahui para wisatawan menjadikan objek wisata ini memerlukan identitas dan media promosi untuk dapat menjangkau khalayak luas. Selain itu, potensi yang berasal dari sumber mata air dan produk olahan warga sekitar juga memiliki potensi untuk dijadikan sebagai produk unggulan objek wisata. Metode yang dilakukan dalam perancangan identitas visual ini adalah metode eksploratif dengan pendekatan harmoni. Berdasarkan serangkaian proses eksplorasi melalui observasi, wawancara dan diskusi dengan pemangku kepentingan setempat didapat bahwa identitas visual menjadi hal yang penting untuk di redesain guna menambah exposure dari objek wisata. Nilai gotong royong para pemangku kepentingan yang menjadi pondasi dalam keberlangsungan objek wisata dapat di representasikan melalui identitas visual. Hasil perancangan berupa guideline identitas visual yang terdiri dari logo, warna, tipografi, supergrafis dan sign system, beserta pengaplikasian pada media merchandise dan desain kemasan produk Séndang Geulis Kahuripan. Diharapkan dengan hadirnya luaran tersebut dapat membantu dalam mendongkrak perekonomian warga sekitar khususnya objek wisata Séndang Geulis Kahuripan.  Kata Kunci: gotong royong, identitas visual, redesain, Séndang Geulis Kahuripan AbstractSéndang Geulis Kahuripan is a hidden tourist attraction located at the end of West Bandung Regency. Its existence, which is still unknown to tourists, makes this tourist attraction require an identity and promotional media to be able to reach a wide audience. In addition, the potential that comes from springs and processed products by local residents also has the potential to be used as a superior product for tourist attractions. The method used in designing this visual identity is an explorative method with a harmony approach. Based on a series of exploratory processes through observation, interviews and discussions with local stakeholders, it was found that visual identity redesign is important to design in order to increase the exposure of tourist objects. The value of mutual cooperation between stakeholders which is the foundation for the sustainability of a tourist attraction can be represented through a visual identity.The results of the design are in the form of visual identity guidelines along with Séndang Geulis Kahuripan product packaging designs. It is hoped that the presence of this output can help boost the economy of local residents, especially the Séndang Geulis Kahuripan tourist attraction.  Keywords: mutual cooperation, visual identity, redesign, Séndang Geulis Kahuripan
Integration of Malay-Indonesian anatomical proportions in vocational education curriculum for technical illustration and engineering design Maskat, Suryadi; Masunah, Juju; Soeteja, Zakarias Sukarya; Nguyen, Kieu-Trang
Jurnal Pendidikan Vokasi Vol. 13 No. 3 (2023): November
Publisher : ADGVI & Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpv.v13i3.70115

Abstract

This study aims to identify the anatomical body proportions of Malay-Indonesian males as an essential reference in vocational education, particularly for developing curricula in technical drawing and engineering illustration. Using a content analysis method, the study sample consists of 1,000 Malay men from various provinces in Indonesia. Data were collected through photographic documents and analyzed based on age, gender, and ethnicity. The ratio of body to head size was measured to identify relevant characteristics of body proportions. The results show that Malay male body proportions are shorter compared to Europeans; while the European body proportion is eight times the head size, the Malay proportion is seven times the head size. These findings have important implications for vocational education in designing curricula and instructional materials that are more accurate and relevant to local anthropometric characteristics. Understanding these body proportions enables vocational institutions to develop more effective programs in technical drawing and design education that are contextually appropriate. This research contributes to improving the quality of vocational education by providing empirical data as a reference for more culturally relevant and contextually appropriate drawing techniques and training.
The Use of Laras in Contemporary Gamelan Music Gunawan, Iwan; Milyartini, Rita; Masunah, Juju
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 22, No 1 (2022): June 2022
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v22i1.35483

Abstract

Gamelan instruments, which have a distinctive tone system (scale) or are called laras, are a challenge for contemporary composers in their working techniques. In contrast to Western music which uses a “well-tempered” system, gamelan music has a distinctive phenomenon in its tone system, including the absence of standardization of basic notes and tone intervals. This article aims to analyze the concept of garap and the phenomenon of the use of laras) in contemporary gamelan music. The method used is content analysis, by taking four contemporary gamelan works that use the concept of garap on the use of a new scale, which is auditorily difficult to identify the scales in conventional musical knowledge. The content used is in the form of audio recordings and notations, which are then analyzed by various parametric musical aspects. The results show that there were two directions of garap on the tone systems (scale) in contemporary gamelan music. First, the direction of the garap is done by limiting the tones of the tone systems used in constructing the sound both vertically and horizontally. As in Supanggah’s “Thongkleng,” only five of the seven notes are used in the laras pelog. Meanwhile, in Mack’s “Crosscurrent,” only four tones are used out of the five notes in the laras degung. The direction of the second interpretation is to expand the tone by mixing other tones to build the impression of a new tone. In O’Neil’s “Lesson of Garden” and Gunawan’s “Noname and Nothing,” there is a chromatic approach to melodic contours to obscure the impression of conventional tone. O’Neil focuses more on melodic tone processing, while in Gunawan’s work, the tone processing is more rhythmic and random.
Pemuliaan Angklung melalui Model Desa Binaan Berbasis Wisata Seni dan Budaya Juju Masunah
PANGGUNG Vol 22 No 1 (2012): Menggali KEkayaan Bentuk dan Makna Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v22i1.31

Abstract

Angklung has been awarded by UNESCO as one of the intangible world heritages from Indone- sia. One of the angklung preservation methods is through community based education. This article describes the result of research and community service activities to explore a model of community empowerment based on art and culture that uses Sundanese angklung instruments and local tradi- tional performing arts to attract tourism in Ciater Village, Subang. This research used a participato- ry action research method where researchers participate actively along with the community to create a touristic event involving art and culture. The findings of this research present that to empower a community using art and culture as an event for a tourist destination occurs by a collaborative work between local community, intelectuals, and bussiness. The community of Ciater village presented their innovation and creativity with Sundanese angklung music and local traditional performing arts in order to serve seventy tourists (artists) from Southeast Asia and Europe on October 7, 2011 for the first time. Keywords: Sundanese angklung, tourism of culture, Ciater Village.
NADRAN SEBAGAI MODEL FESTIVAL PESISIR DI CIREBON Yanti Heriyawati; Afri Wita; Juju Masunah
PANGGUNG Vol 33 No 2 (2023): Ideologi, Identitas, dan Kontekstualitas Seni Budaya Media
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i2.2442

Abstract

Nadran merupakan ritual tahunan masyarakat pesisir Cirebon untuk merayakan pesta nelayan. Pusat penyelenggaraan peristiwa sakral ini di Makam Gunung Djati yang melibatkan masyarakat, pemerintah, dan keraton. Kajian ini menjelaskan bagaimana ritual nadran sebagai model festival pesisir yang merepresentasikan peristiwa pesta rakyat dan raja dalam memaknai integritas sosial dalam ruang dan waktu terpilih. Metode kualitatif digunakan untuk mengidentifikasi pengemasan ritual nadran sebagai festival pesisir dalam menjaring komunitas seni pesisir untuk mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal. Festival pesisir yang dilaksanakan kerjasama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, dan keraton. Festival memberi ruang bagi masyarakat pesisir untuk meningkatkan produksi karya/produk kreatif; menciptakan panggung seni pertunjukan; para pelaku, seniman, dan creator memiliki ruang dialog dan jejaring untuk membangun integritas bangsa melalui seni dan ritual. Perubahan masyarakat dalam memaknai realitas memacu jiwa kebertahanan dan sikap kesiapan untuk bersaing secara kompetitif sehingga terus menghasilkan karya yang berkualitas.
Co-Authors ., Desfina Ace Iwan Suryawan, Ace Iwan Aditiya, Santi Afri Wita Afri Wita Agus Ahmad Wakih Agus Budiman ANGGRAENI, RENI Anggriani, Fifi Annisa Bela Pertiwi, Annisa Bela Annisa Pertiwi Arief Johari Asep Sufyan Muhakik Atamtajani Asyifah, Siti Ayo Sunaryo Ayo Sunaryo Beben Barnas, Beben Besari, Silvi Nuraeni Cepi Riyana, Cepi Dedi Rosala Dedy Ari Nugroho Dedy Setyawan Eka Yuliana Rahman Eko Hadi Prayitno Erazo Andrade, Santiago Paul Erlina Wiyanarti Eva Qomariah Fadil Ahmad Nahrowi Fakhirah, Ashillah Radhwa Feny Yuliani Fifiet Dwi Tresna Santana Fifiet Dwi Tresna Santana, Fifiet Dwi Tresna Ganda Prawira, Nanang Hapidzin, Rivaldi Indra Hayani Wulandari Hayani Wulandari, Hayani Heni Komalasari Heri Puspito Diyah Setiyorini Hery Supiarza Isa, Badrul Iwan Gunawan Jeon, Jeong Ok Juniar, Rike Lasido, Nur Allan LELI KURNIAWATI Lely Kurniawati Mahendra, Benny Mariah, Yoyoh Siti Maskat, Suryadi Maya Sari Mohd Zahid, Muhammad Fairul Azreen Mubiar Agustin Muhammad Jazuli Muniir, Muhammad Sirojul Nadia Zahratunnisa Najamudin, Muhammad Nana Ganda Nana Supriatna Nguyen, Kieu-Trang Nina Nursetia Ningrum Noviana Wluan Syafitri nuri Fitriani, Pomalingo, Moh Fikri Puspa Melliyanti Ramdhani Putri Lilis Dyani Rakhmat, Cece Reni Haerani Ria Sabaria Ria Sabaria Riana Rosa Prastika Rini Andari, Rini Rita Milyartini Rusnia Yanti Sabaria, Ria Iwan Saian Badaruddin Sandi Jembar Wijaya Santi Aditiya Sari, Putri Yunita Permata Kumala Sasaki, Mariko Shifa Adelia siti Asyifs Soetedja, Zakarias S. Soeteja, Zakaria S Soeteja, Zakarias S. Sunaryo, Ayo Sutisna, Riya Felisia Tati Narawati Tri Karyono Trianti Nugraheni uus karwati Vanessa Gaffar Wahyu Lestari Wakih, Agus Ahmad Wibowo, Dhany Yufisa Wulan Indah Fatmawati Wulan Purnamasari Yana Endrayanto Yanti Heriyawati yaris agustiani Yudi Sukmayadi Zakarias S. Soeteja Zakarias Sukarya Soeteja