p-Index From 2021 - 2026
14.203
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Psikis : Jurnal Psikologi Islami INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental Al Ishlah Jurnal Pendidikan Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini EDUCATIO : Journal of Education Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Jurnal SOLMA Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Education and Human Development Journal Mudir : Jurnal Manajemen Pendidikan Transformasi : Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti JPIB : Jurnal Psikologi Islam dan Budaya EDUTEC : Journal of Education And Technology Jurnal Consulenza : Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Jurnal Penelitian Psikologi Indonesian Psychological Research Journal of Psychological Perspective Sentra Cendekia G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Didaktika: Jurnal Kependidikan Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran International Journal of Applied Counseling and Social Sciences Multidiciplinary Output Research for Actual and International Issue (Morfai Journal) Journal of Education Research Jurnal Hilirisasi Technology kepada Masyarakat (SITECHMAS) Procedia of Social Sciences and Humanities Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran International Journal of Current Educational Research Innovative: Journal Of Social Science Research CJPP Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Abisatya
Claim Missing Document
Check
Articles

Memetakan Pikiran: Tinjauan Komprehensif tentang Metakognisi dan Fungsi Eksekutif dalam Pembelajaran Sains di Sekolah Dasar Rafika Putri; Mochamad Nursalim; Diana Rahmasari; Muhammad Rusli; Nurul Mahruzah Yulia; Gemala Qurbani; Ria Alfian Rizkya Putri
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 11 (2025): November
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i11.13102

Abstract

This study aims to comprehensively review the development and research trends of metacognition and executive function in elementary science education. The research employed a comprehensive literature review approach to map the evolution, key themes, and future directions in this field. Articles were retrieved from the Scopus and Web of Science databases using the keywords “metacognition,” “executive function,” and “elementary science education,” covering the years 2015-2025. The selection and analysis followed the PRISMA Guidelines, while bibliometric mapping was conducted using VOSviewer software. The findings indicate that metacognition occupies a central position in the global research network and is strongly associated with self-regulation, motivation, and executive function. Three major clusters emerged: (1) theoretical and cognitive foundations of learning, (2) pedagogical and reflective practices in science classrooms, and (3) cross-cultural and contextual applications. The trend shows a shift from conceptual analyses to technology-enhanced and inquiry-based implementations. It can be concluded that strengthening metacognitive-executive abilities promotes students’ critical thinking, cognitive flexibility, and self-regulation, which are essential for 21st-century science education.
Exploring Resilience through Tri Hita Karana among Divorced Balinese Hindu Women Rahmasari, Diana; Fitriana, Qurrota A’yuni; Dewi, Anak Agung Ayu Bintang Kesuma; Anggraini, Erlina; Oktaviana, Mimbar; Putri, Ellyana Ilsan Eka
Jurnal Psikologi Islam dan Budaya Vol 9 No 1 (2026): JPIB : Jurnal Psikologi Islam dan Budaya
Publisher : Faculty of Psychology, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jpib.v9i1.54612

Abstract

Denpasar has emerged as a major locus of divorce in Bali, posing significant psychological, social, and spiritual challenges for women. This qualitative case study examined how Tri Hita Karana supports resilience among divorced Balinese Hindu women. Using purposive sampling, nine participants were recruited: three divorced Balinese Hindu women with children and employment, and six significant others (one child and one close friend for each woman). Data were collected through semi-structured, in-depth interviews and analyzed using reflexive thematic analysis. The findings show that Tri Hita Karana strengthens resilience through harmony with God (Parahyangan), fellow humans (Pawongan), and nature (Palemahan) by fostering self-acceptance, supportive relationships, autonomy, and a renewed sense of purpose. These values were reflected in gratitude, emotional recovery, and personal growth following divorce. The study underscores the cultural relevance of Tri Hita Karana as a local framework for women’s psychosocial adaptation after marital dissolution.
Hubungan Antara Regulasi Diri Dan Impulsive Buying Pada Pengguna Pinjol Di Kalangan Gen Z aris musfiroh; Diana Rahmasari
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 02 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n02.p504-515

Abstract

Jasa pinjaman online yang semakin marak membuat banyak orang tergiur untuk menggunakan jasa tersebut. Berdasarkan data terbaru dan adanya berbagai kasus terkait pinjaman online di kalangan gen z, salah satu penyebab timbulnya fenomena ini adalah karena tingginya impulsive buying yang disebabkan oleh kurangnya regulasi diri. Penelitian untuk mengetahui hubungan antara regulasi diri dan impulsive buying di kalangan gen z dan besaran pengaruh kedua variabel tersebut. Penelitian ini menggunakan pendeketan kuantitatif korelasional dengan partisipan sebanyak 200 responden yang berkriteria sebagai gen z yang berdomisili di jawa timur dan sedang menggunakan jasa pinjaman online. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa Short Self-Regulation Questionnaire dan Buying Impulsiveness Tendency Scale, lalu data yang telah diperoleh akan dianalisis menggunakan Spearman’s Rho. Hasil menunjukkan bahwa tidak adanya hubungan antara regulasi diri dan impulsive buying pada pengguna pinjol di kalangan gen z, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,081 dan nilai signifikasi antar variabel sebesar 0,255 (p>0,05). Temuan lainnya adalah koefisien determinasi variabel regulasi diri dengan variabel impulsive buying sebesar 0,018. Artinya, variabel regulasi diri hanya mempengaruhi 1,8% dan 98,2% dipengaruhi oleh variabel faktor lain. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa regulasi diri bukan merupakan faktor utama yang mempengaruhi impulsive buying pada pengguna pinjaman online di kalangan generasi Z. Oleh karena itu, Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat mengkaji impulsive buying pada pengguna pinjol dengan melibatkan variabel lain yang belum diteliti. Abstract The increasing prevalence of online lending services has attracted many individuals, including Generation Z, to use these services. Based on recent data and several cases involving online loans among Generation Z, one factor contributing to this phenomenon is high impulsive buying behavior associated with low self-regulation. This study aims to examine the relationship between self-regulation and impulsive buying among Generation Z and to determine the magnitude of the effect between these variables. This study employed a quantitative correlational approach involving 200 respondents who met the criteria of being Generation Z, residing in East Java, and currently using online lending services. The instruments used were the Short Self-Regulation Questionnaire and the Buying Impulsiveness Tendency Scale, and the data were analyzed using Spearman’s Rho correlation. The results showed that there was no significant relationship between self-regulation and impulsive buying among Generation Z online loan users, with a correlation coefficient of 0.081 and a significance value of 0.255 (p > 0.05). The coefficient of determination was 0.018, indicating that self-regulation contributed only 1.8% to impulsive buying, while 98.2% was influenced by other factors. These findings indicate that self-regulation is not the primary factor influencing impulsive buying among Generation Z online loan users. Therefore, future research is recommended to examine other variables that may influence impulsive buying behavior in this population.
Pengaruh Adaptabilitas Karier dan Dukungan Sosial dengan Kecemasan Karier pada Mahasiswa Tingkat Akhir Hifi Angellia Salma Andinie; Diana Rahmasari
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 02 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n02.p692-701

Abstract

Fase transisi dari perguruan tinggi menuju dunia kerja sering kali menimbulkan ketidakpastian yang berujung pada kecemasan karier bagi mahasiswa tingkat akhir. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh adaptabilitas karier dan dukungan sosial secara parsial maupun simultan terhadap kecemasan karier pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Negeri Surabaya. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda. Sampel terdiri dari 502 mahasiswa tingkat akhir yang diambil melalui teknik convenience sampling. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan instrumen yang peneliti adopsi meliputi Career Adapt-Abilities Scale Short Form (CAAS-SF), Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), dan Career Anxiety Scale (CAS). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptabilitas karier dan dukungan sosial secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kecemasan karier (F = 43,871; p < 0,001) dengan kontribusi sebesar 15% (R² = 0,150). Secara parsial, adaptabilitas karier memberikan kontribusi efektif yang lebih besar (7,02%) dibandingkan dengan dukungan sosial (2,43%) dalam menurunkan tingkat kecemasan karier. Simpulan: Kesimpulannya, peningkatan adaptabilitas karier yang didampingi dengan sistem dukungan sosial yang memadai dapat secara efektif mengurangi tingkat kecemasan karier mahasiswa. Abstract The transition phase from university to the workplace often creates uncertainty that leads to career anxiety among final-year students. Objective: This study aimed to examine the partial and simultaneous effects of career adaptability and social support on career anxiety among final-year students at Universitas Negeri Surabaya. Methods: This study employed a quantitative approach using multiple linear regression analysis. The sample consisted of 502 final-year students selected through convenience sampling. Data were collected online using adapted instruments, including the Career Adapt-Abilities Scale Short Form (CAAS-SF), Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), and Career Anxiety Scale (CAS). Results: The findings showed that career adaptability and social support simultaneously had a significant effect on career anxiety (F = 43.871; p < 0.001) with a contribution of 15% (R² = 0.150). Partially, career adaptability contributed more effectively (7.02%) than social support (2.43%) in reducing career anxiety levels. Conclusion: In conclusion, improving career adaptability accompanied by adequate social support systems can effectively reduce career anxiety among university students.
Gratitude pada Ibu Rumah Tangga dengan Anak Autism Spectrum Disorder (ASD) Ma'rifatu Syafa'atin Cita; Diana Rahmasari
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 02 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n02.p735-755

Abstract

Seorang ibu rumah tangga yang memiliki anak ASD diketahui memiliki tingkat stres yang lebih tinggi dari biasanya karena adanya tuntutan pengasuhan yang intens disertai pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Salah satu faktor yang dapat membantu menurunkan stres tersebut adalah gratitude. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses terbentuknya gratitude pada ibu rumah tangga yang memiliki anak ASD. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk memahami pengalaman subjektif partisipan secara lebih mendalam. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang ibu rumah tangga yang memiliki anak ASD, partisipan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam (in-depth interview) dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terbentuknya gratitude dipengaruhi oleh 3 faktor utama, yaitu emosi dan kesejahteraan, karakter prososial, serta spiritualitas dan religiusitas. Penelitian ini menunjukkan bahwa gratitude terbentuk melalui proses adaptasi yang melibatkan berbagai faktor yang juga berperan penting dalam membantu ibu menghadapi stres pengasuhan. Abstract A housewife who has a child with ASD is known to experience higher levels of stress than usual due to the intensive caregiving demands accompanied by household responsibilities that must also be completed. One factor that can help reduce this stress is gratitude. Therefore, this study aims to explore the process of gratitude development in housewives who have children with ASD. This study employed a qualitative method with a phenomenological approach to gain a deeper understanding of the participants’ subjective experiences. The participants in this study consisted of five housewives who have children with ASD, selected using a purposive sampling technique. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using thematic analysis. The results showed that the development of gratitude was influenced by three main factors, namely emotions and well-being, prosocial character, and spirituality and religiosity. This study indicates that gratitude is formed through an adaptive process involving various factors that also play an important role in helping mothers cope with parenting stress.
Kendala Bahasa pada BIPA Anak Diaspora di Mindanao dalam Perspektif Neuropsikolinguistik Yunia Tiara Riski; Wahyu Sukartiningsih; Hendratno; Mochamad Nursalim; Suryanti; Diana Rahmasari; Muhammad Nur Huda
Jurnal Kependidikan : Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol. 12 No. 2 (2026): June
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v12i2.20446

Abstract

This study aims to analyze the language barriers experienced by Indonesian diaspora children in Mindanao in learning Indonesian for Foreign Speakers (BIPA) from a neuropsycholinguistic perspective by identifying the forms of decline in Indonesian language competence and the neurocognitive factors influenced by a multilingual environment. The study employed a qualitative approach using a Research and Development (R&D) design based on the 4D model, with a particular focus on the define stage. The research subjects consisted of seven students and two teachers at the Indonesian School of Davao, selected through purposive sampling. Data were collected through semi-structured interviews, participant observation, and document analysis and were analyzed using an interactive model involving data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that the language barriers experienced by the participants included difficulties in syntactic structure, tense usage, language registers, and code-mixing caused by interference from Visayan and Tagalog. Contrastive analysis revealed that differences in sentence patterns (S-V-O vs. V-S-O) and grammatical systems were the primary sources of errors. From a neuropsycholinguistic perspective, these barriers were associated with limitations in working memory, attention, and lexical representation, which were influenced by limited exposure to the Indonesian language. The findings also showed that the students’ receptive and expressive language abilities remained limited, particularly in command comprehension, vocabulary mastery, and verbal memory. This study contributes theoretically to the enrichment of neuropsycholinguistic studies in the context of diaspora children and language learning. Practically, the findings provide a foundation for designing BIPA instruction that is adaptive, contextual, and aligned with learners’ neurocognitive characteristics.
Dapatkah Relaksasi Otogenik Menurunkan Kecemasan Atlet Menembak? Miftakhul Jannah; Diana Rahmasari; Damajanti Kusuma Dewi; Umi Anugerah Izzati
Journal of Psychological Perspective Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/jopp.321502021

Abstract

The purpose of this study was designed to examine the effect of autogenic relaxation on reducing anxiety on the athletes of shooting. This study uses an experimental research method with pre and posttest control group design. The treatment in this study was autogenic relaxation given for 8 times. The participants of this study were 12 shooting athletes from the East Java Training Center. Data obtained through sport anxiety scale. Independent t test was used as a data analysis technique. The results of the research show that the t value is -9.398 with p less than 0.001. This shows that autogenic relaxation training effective to reduce shooting athlete’s anxiety. The decrease of anxiety occurred partly due to the athlete's acceptance of the importance of mental training and autogenic relaxation mechanisms lead to specific responses against anxiety symptoms. Autogenic relaxation can be used as an intervention for reduce shooting athlete’s anxiety. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh latihan relaksasi otogenik terhadap penurunan kecemasan atlet menembak. Pendekatan eksperimen dengan pretest-posttest control group design digunakan pada penelitian, dilakukan selama 8 kali. Sejumlah 12 orang (8 lelaki, 4 perempuan, usia 20-44 tahun) atlet menembak  pemusalatan latihan daerah Jawa Timur sebagai subjek penelitian. Instrumen berupa skala kecemasan olahraga. Uji t independent digunakan sebagai teknik analisis data. Hasil riset menunjukkan bahwa nilai t sebesar -9,398 dengan p kurang dari 0,001. Ini menunjukkan, latihan relaksasi otogenik memengaruhi penurunan kecemasan atlet menembak. Penurunan kecemasan terjadi antara lain disebabkan oleh adanya penerimaan atlet akan pentingnya latihan mental. Selain itu, mekanisme relaksasi otogenik mengarah pada respon spesifik melawan gejala kecemasan. Relaksasi ditandai penyesuaian fisiologis yang ditimbulkan tanpa adanya ketegangan tubuh dan pikiran. Dampaknya kecemasan terdistraksi sehingga terjadi penurunan. Relaksasi otogenik dapat dijadikan salah satu intervensi bagi atlet menembak untuk menurunkan kecemasan yang dialaminya.  
Self-Regulation of Javanese Women with Dual Roles in a Patriarchal Culture: A Case Study of Healthcare Workers Hafidzah Rahmah Adi Setia Putri; Diana Rahmasari; Hermien Laksmiwati
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 04 (2026): October 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i04.9684

Abstract

Self-regulation is a crucial psychological capacity for women who live a dual role in the context of patriarchal culture. This study aims to explore the process of self-regulation among Javanese women in dual roles within a patriarchal culture who work as health workers. This study uses a qualitative case study approach involving five participants selected through purposive and snowball sampling techniques. Data were collected through semi-structured interviews and analyzed using reflective thematic analysis. The results showed that participants experienced significant affective distress due to the demands of simultaneous domestic and professional roles. Self-monitoring emerges as an important mechanism but tends to be reactive, with awareness of one's condition only arising after experiencing fatigue or increased emotional distress. Self-assessment is dominated by external standards oriented towards role fulfillment, while regulatory strategies used include emotional suppression, selective emotional management, self-reflection, and expectation adjustment. Patriarchal culture shapes this process through the internalization of norms of conformity and family priorities. These findings underscore the importance of psychological interventions that not only strengthen self-regulation but also encourage reflective awareness, proactive boundary management, and the development of more adaptive emotional strategies to support women's well-being in dual roles within patriarchal societies. Keywords: dual role, healthcare workers, javanese women, patriarchal culture, self-regulation
PELATIHAN RESILIENSI UNTUK PENGUATAN KESEHATAN MENTAL WANITA PEKERJA MIGRAN INDONESIA DI SINGAPURA: Resiliensi, Kesehatan Mental, Pekerja Migrant Indonesia Diana Rahmasari; Retno Tri Hariastuti; Wiwin Yulianingsih; Utari Dewi; Nunuk Hariyati; Vinda Maya Setianingrum; Ira Darmawanti
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 2 No. 1 (2024): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v2i1.29416

Abstract

Abstrak Pelatihan resiliensi penting diberikan mengingat sejumlah masalah yang menjadi stressor bagi para wanita PMI diantaranya penyesuaian diri dengan kebiasaan baru, bahasa yang berbeda, cara dan gaya hidup bahkan pada konsumsi kebutuhan sehari-hari. Selain itu jauh dari keluarga yang dapat menimbulkan masalah komunikasi interaksi, sebagai tulang punggung dengan tuntutan ekonomi dari keluarga di Indonesia, beban dan tuntutan kerja. Berbagai hal tersebut dapat menjadi stressor yang dapat menimbulkan gangguan kecemasan, stress bahkan depresi dengan perilaku bunuh diri yang kerap muncul.Penulisan artikel ini bertujuan untuk menjelaskan pentingnya pemberian pelatihan resiliensi untuk pemberdayaan kesehatan mental para wanita Pekerja Migrant Indonesia (PMI) di Singapura dengan memberikan pelatihan resiliensi. Pelatihan dilakukan di Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) untuk Singapura. Kegiatan pelatihan resiliensi diikuti oleh sekitar 20 orang PMI yang hadir secara langsung di KBRI Singapura Metode yang digunakan adalah pelatihan dan pendampingan. Pelatihan resiliensi untuk  pemberdayaan kesehatan mental para wanita PMI diberikan dengan bentuk psikoedukasi yang terdiri dari ceramah pentingnya menjaga kesehatan mental, mengenali perbedaan kecemasan, stres dan depresi serta pentingnya manajemen stres dilanjutkan dengan praktik latihan resiliensi teknik afirmasi diri, penguatan emosi dengan berpikir positif serta meditasi-self hypnosis-Butterfly Hug. Pasca kegiatan pemberdayaan, diberikan self report untuk mengukur kondisi psikologis yang dirasakan setelah mengikuti pelatihan resiliensi. Melalui analisis statistic deskriptif sederhana diperoleh data 70% % para PMI merasakan bangga, berharga, dan bahagia serta mendapatkan pemahaman mengenai cara mengelola stres dengan teknik sederhana yang mudah dipahami dan diterapkan. Sisanya merasa biasa karena merasa tidak memiliki permasalahan psikologis yang berarti. PMI yang merasa memiliki masalah berat melakukan konseling secara online dengan Ketua PKM. Kegiatan mendapatkan apresiasi dari pihak kedubes dan disnaker pusat yang menyatakan pelatihan resiliensi penting mengingat kejadian depresi dan bunuh diri masih banyak muncul PMI. Mengacu pada hasil tersebut, kegiatan pemberdayaan dengan pelatihan resiliensi memiliki nilai penting dan kebermanfaatan nyata dalam menjaga kesehatan mental para wanita PMI sebagai pahlawan devisa negara Indonesia.
THE DYNAMICS OF WOMEN'S PSYCHOLOGICAL WELL-BEING IN TAARUF MARRIAGES Qori Setyo Ningrat; Diana Rahmasari; Hermien Laksmiwati
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 6 No. 5 (2026): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the psychological well-being of women who marry through the taaruf process and the factors that influence it. This study focuses on four main themes of psychological well-being: self-acceptance, positive relationships with others, environmental mastery, and life goals, using a qualitative approach. The four participants were selected through purposive sampling. The results show that the psychological well-being of women in taaruf marriages is strongly influenced by positive self-acceptance, the ability to establish good relationships with partners and families, and the ability to manage stress and adjustment. This study is expected to provide a deeper understanding of the psychological challenges of taaruf marriages to improve the psychological well-being of women in taaruf marriages.
Co-Authors . Anisa Adela Alif Qintari Aghus Sifaq Aghus Sifaq Ahmad Suyanto Ahmad AINA, MUSFIATIN Aini, Almira Nur Ainur Rifqi, Ainur Aldiah Rosa Hayuningtiyas Putri Aldililla, Dinarayu Alfiyah Nahdah Kamilah Ali Yusuf Alip Purnomo Amirah Hanun Amrozi Khamidi Andhira Diffa Mauwi Maharani Anggara, Onny Fransinata Anlianna Anlianna ANNA QURROTUL AYUNI ANUGRAHANI SABILLIA NOOR PRATAMA Ardelia Nabilah Priyandoko Ardine, Khansa Reggina Arif Hidajad aris musfiroh Arma Andi Kusuma Arthantie, Shendiva Dinda Aryo Atha Rizaldi Atriska Dewi Kurniasari Ayu Citra Jalesveva Widyataqwa Ayu Sita Dewi Ariani Benidha, Benidha Roos Feri Nisa Berda Asmara Berda Asmara Budi Purwoko Choirunnisa, Nadia Damajanti Kusuma Dewi Damajanti Kusuma Dewi Damajanti Kusuma Dewi, Damajanti Kusuma Daniel Setia Budi Mulyono Dewi, Anak Agung Ayu Bintang Kesuma Dhyana Sulistyawati Dicky Hasbyallah Dwi Anindya Anandani Dwi Susi Miftakhul Jannah EKA AULIA, RISNANDA Eka Novitandari Erlina Anggraini, Erlina Evelyn Aprillia Ariska Pandjaitan Fadhillah Nur Lathifah Fahmi, Qoiri Febriati, Ervira Feby Pebriyanti Islami Firdaus, Najwa Aurelia Kamiilah Fitriana, Qurrota A’yuni Frimha Purnamawati Ganes Gunansyah Gemala Qurbani Gusmaniarti, Gusmaniarti Hafidzah Rahmah Adi Setia Putri Halimah Sa’diyah Handaresta Dani Prabowo Hena, Estefania Boy HENDRATNO Herik Dwi Irawan Hermien Laksmiwati Hetti Sari Ramadhani, Hetti Sari Hifi Angellia Salma Andinie Husni Abdillah Ike Yuli Mestika Dewi Indartiningsih, Duhwi IRA DARMAWANTI Ira Darmawanti Ismi Achmri Apriliana ISMI KHARIN ADRIANA Khairiyah, Ummu KHARIN ADRIANA, ISMI Khusnul Khotimah Larasati, Savira Aida Lestari Retnawati Lika Purnama Ning Wulan Linaria Arofatul Ilmi Uswatun Khasanah Ludfi Arya Wardana M Fahmi Zakariyah Ma'rifatu Syafa'atin Cita Maghfiroh, Fitrania Mahardika Darmawan Kusuma Wardana Marcelline Eva Panjaitan Mariati, Pance Maryam Isnaini Damayanti Maulid Yuni Sari Meininda Rhivent Norhidayah Meita Santi Budiani, Meita Santi Miftahul Jannah Miftakhul Jannah Miftakhul Jannah MIFTAKHUL JANNAH Mi’rojul Huda Mochamad Nursalim Mochamad Nursalim MOHAMMAD NURSALIM Mohammad Syafiq Muhamad Nukman Muhamad Sani Rosyad Hasbillah Muhammad Nur Huda Muhammad Rusli MUSFIATIN AINA Mutimmatul Faidah Nadia Rucita Nadila Idzania Putri Nanda Audia Vrisaba Ni Wayan Sukmawati Puspitadewi Nita Prinda Sari Nunuk Hariyati Nur Rahmah Ramadani Nur Rohmah Nilam Sari Nurchayati Nurchayati Nurul Mahruzah Yulia OKTAVIANA, MIMBAR OLIEVIA PRABANDINI MULYANA Pance Mariati Prasetyo, Kukuh Bayu Pujiyanti Catur Siwi Purwasih, Galuh Dwi Putri, Ellyana Ilsan Eka Putri, Wanda Fa'adhihillah Heryadi Qori Setyo Ningrat QURROTUL AYUNI, ANNA Rabbani, Muhammad Burhannudin Rachman Widohardhono Rachmawati, Tasya Saecarya Raden Roro Putri Ayu Gayatri Rafika Putri Ramadhan Maruta Pradana Ratna Candra Sari Raviika Widyasari Wowor Retno Tri Hariastuti Ria Alfian Rizkya Putri RISNANDA EKA AULIA Rizka Ayu Febriani Rizky Dewantoro Robi'atul Adawiyah Roeskusmarsyela Sanjaya ROHMAWATI KUSUMANINGTIAS Rojil Nugroho Bayu Aji ROOS FERI NISA, BENIDHA Roosyanti, Anna Rosi Izzatul Ilmi Hamdiyah ROSINTA WINDASARI Rurky, Salma Nabila SABILLIA NOOR PRATAMA, ANUGRAHANI Salsabila, Fatkiyah Jihan Sari, Nur Rohmah Nilam Satiningsih Satiningsih Siti Fatimah Siti Ina Savira, Siti Ina SJAFIATUL MARDLIYAH Sridewi Murni Agriyanti Sulistyowati, Jane Aquamarin Widya Sunanto Sunanto Supardi Supardi Suryanti Syifa Qulubina Tasya Firly Febriana Tenny Yanuari Tenny Yanuari, Tenny Tsabita Huwaida Tyas Andarini Indarwati ULAYYA CAHYANI, YUMNA Umi Anugerah Izzati UMI ANUGERAH IZZATI Umi Anugerah Izzati, Umi Anugerah Ummu Khairiyah Utari Dewi Utomo, Annisa Azzahra Vinda Maya Setianingrum Vivin Faizatul Marita Vrisaba, Nanda Audia WAHYU SUKARTININGSIH Wibawa, Chanif Mulia WINDASARI, ROSINTA Wiryo Nuryono Wiryo Nuryono Wiwin Yulianingsih YATIM RIYANTO Yohanes Arief Widarsa Yumna Ulayya Cahyani YUMNA ULAYYA CAHYANI Yundari, Yundari Yunia Tiara Riski Zain, Firosa Amalia