Claim Missing Document
Check
Articles

Efikasi Diri pada Penyintas Narkoba dalam Mencegah Relapse Rabbani, Muhammad Burhannudin; Rahmasari, Diana
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 2 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v11n2.p772-796

Abstract

Efikasi diri, yang merujuk pada keyakinan individu terhadap kemampuannya untuk mengendalikan dan mempengaruhi peristiwa yang mempengaruhi hidupnya, dianggap sebagai faktor penting dalam upaya pemulihan dari kecanduan narkoba. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengeksplorasi pengalaman dan persepsi penyintas narkoba mengenai kemampuan mereka dalam menghadapi situasi yang berpotensi memicu relapse. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan sejumlah partisipan yang telah berhasil keluar dari ketergantungan narkoba selama minimal satu tahun. Analisis data dilakukan dengan metode analisis tematik untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang muncul dari narasi partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat efikasi diri yang tinggi pada penyintas narkoba berperan signifikan dalam mencegah terjadinya relapse.
Optimisme Pernikahan pada Perempuan Dewasa Awal yang Fatherless Akibat Perceraian Putri, Wanda Fa'adhihillah Heryadi; Rahmasari, Diana
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 1 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v11i1.61586

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran optimisme pernikahan pada perempuan dewasa awal yang fatherless akibat perceraian orang tua. Dewasa awal dengan rentang usia 20-30 tahun merupakan masa dimana individu harus memenuhi tugas perkembangan menurut Erik Erikson yaitu intimacy versus isolation. Oleh karena itu, optimisme pernikahan penting diterapkan wanita dewasa awal agar mereka memiki keinginan untuk menikah. Pada masa ini individu dituntut untuk memilih pasangan hidup dan menjalin pernikahan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan dengan wawancara semiterstruktur, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Wawancara dilakukan pada dua orang partisipan yang berinisial AL dan IR. Hasil wawancara dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kedua partisipan memiliki optimisme terhadap pernikahan meskipun mengalami kondisi fatherless. Optimisme ini dibuktikan dengan adanya nilai harapan yang positif dan keyakinan yang mengarah pada keinginan untuk menikah. Harapan tersebut adalah harapan ingin memiliki keharmonisan dengan pasangan kelak dan harapan ingin membentuk keluarga yang bahagia. Harapan-harapan tersebut juga didukung oleh keyakinan partisipan untuk dapat mewujudkannya.
Hubungan antara Body Image dengan Kepuasan Hidup Pada Remaja Rurky, Salma Nabila; Rahmasari, Diana
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 2 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v11n2.p757-771

Abstract

Tanpa disadari kepuasan hidup adalah tingkat perilaku yang memiliki arti dan tujuan hidup seseorang. Body image menjadi salah satu faktor penyebab yang mendominasi bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara body image dengan kepuasan hidup pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan SMK X di Kota Surabaya sebagai tempat penelitian. Sampel penelitian ini melibatkan rentan umur 14-17 tahun pada siswi remaja tengah perempuan kelas XI kuliner dengan jumlah sampel 120 orang. Teknik pengumpulan data yang dipergunakan menggunakan kuesioner. Instrumen pada penelitian ini menggunakan skala body image dan skala kepuasan hidup (The Riverside Life Satisfaction) Teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi. Hasil uji hipotesis menujukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,243 (r=0,243) dan taraf signifikan 0,008 (p<0,05) artinya menunjukkan hubungan body image dengan kepuasan hidup termasuk kedalam kategori rendah. Hasil analisis data yang didapatkan menunjukkkan bahwa hipotesis diterima, yaitu terdapat hubungan antara body image dengan kepuasan hidup. peneliti selanjutnya dapat memakai sasaran lain seperti remaja awal, remaja akhir, dewasa awal bahkan dapat ditinjau dari jenis kelamin, media sosial dan lain sebagainya.
Strategi Coping Remaja Akhir yang Mengalami Fatherless dalam Hidupnya Rachmawati, Tasya Saecarya; Rahmasari, Diana
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 1 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v11i1.62038

Abstract

Keluarga merupakan kelompok sosial terkecil yang fungsinya memberi kasih sayang dan memberi berbagai dukungan. Meski demikian, tidak semua keluarga mampu memenuhi fungsinya dengan baik, terdapat keluarga yang tidak merasakan peran ayah sebagaimana harusnya. Kondisi ketika keluarga, terutama anak tidak merasakan peran ayah sebagaimana harusnya disebut sebagai fatherless. Fatherless terjadi karena berbagai hal, salah satunya akibat perceraian orang tua. Anak yang menghadapi perceraian orang tua dan mengalami fatherless akan merasakan dampak baik secara fisik maupun psikis. Guna menghadapi dampak yang dialami, partisipan melakukan berbagai usaha agar kondisi yang dihadapi tidak mengganggu kehidupannya, yang disebut dengan strategi coping. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tujuan agar mendapatkan informasi secara mendalam dari partisipan penelitian yang memenuhi kriteria. Penelitian ini menggunakan metode in depth interview kepada masing-masing partisipan dan significant other. Hasil penelitian ini adalah seluruh partisipan menunjukkan jenis strategi coping yang serupa, yaitu emotion-focused coping. Perilaku yang dtunjukkan yaitu mencari dukungan sosial emosional kepada lingkungan sekitar; distancing atau menghindari sumber masalah; escape avoidance yaitu menghadapi masalah dengan tidur; self-control atau mengatur perasaannya sendiri, mendistraksi dengan melakukan berbagai hobi, hingga membuat arti positif dari kondisi yang dialami.
Gambaran Hopelessness pada Mahasiswa yang Memiliki Ide Bunuh Diri Utomo, Annisa Azzahra; Rahmasari, Diana
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 2 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v11n2.p865-879

Abstract

Mahasiswa yang mengalami hopelessness akan merasa bahwa dirinya terperangkap dalam situasi tidak adanya harapan untuk masa depan yang lebih baik. Apabila hal tersebut tidak segera diatasi, maka dapat mengarah pada keyakinan bahwa satu-satunya cara untuk melarikan diri dari penderitaan adalah dengan bunuh diri. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran secara mendalam terkait hopelessnes yang terjadi pada mahasiswa yang memiliki ide bunuh diri. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengambilan data yang digunakan adalah dengan wawancara dan dianalisis menggunakan teknik Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Penelitian ini menemukan bahwa dimensi-dimensi hopelessness seperti feeling about the future, loss of motivation, dan future expectation memberikan gambaran bagaimana perasaan putus asa dapat mempengaruhi pandangan individu. Dimensi hopelessness yang paling banyak muncul dalam penelitian ini adalah dimensi loss of motivation yang menggambarkan bahwa kelima subjek merasa putus asa, hilang harapan, hilang minat, dan kurang bersemangat dalam menjalani hari sehingga memunculkan pemikiran untuk mengakhiri hidupnya. Dimensi loss of motivation memiliki pengaruh yang lebih kuat dalam munculnya ide bunuh diri pada subjek, sehingga perlu untuk meningkatkan motivasi dengan memperkuat dukungan sosial.
Pengaruh Paparan Media Sosial Tik Tok Terhadap Perilaku Self Harm Pada Remaja Salsabila, Fatkiyah Jihan; Rahmasari, Diana
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 2 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v11n2.p894-904

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh paparan media sosial terhadap perilaku self harm. Maraknya perilaku self harm yang dilakukan oleh kalangan remaja karena melihat dan mengikuti trend yang ada di media sosial merupakan sebuah fenomena yang menunjukkan bahwa penting dilakukannya suatu penelitian. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pendekatan kuantitatif korelasional. Subjek yang dipilih dalam penelitian ini adalah remaja SMA X berusia 15 -19 tahun yang berjumlah 74 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala paparan media sosial dan skala self harm inventory yang sudah diterjemahkan. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear sederhana. Hasil didapatkan bahwa paparan media sosial terhadap perilaku self harm terdapat pengaruh yang signifikan. Hasil analisis data menunjukkan hasil nilai koefisiensi `sebesar 0,463 (R=0,463) yang menunjukkan pengaruh antar variabel termasukdalam kategori sedang dan nilai R Square 0,214 yang menunjukkan bahwa pengaruh paparan media sosial tiktok terhadap perilaku self harm sebesar 21,4 %.
Hubungan Peran Ayah dengan Kepercayaan Diri pada Anak Perempuan Larasati, Savira Aida; Rahmasari, Diana
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 2 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v11n2.p922-933

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan peran ayah dengan kepercayaan diri pada anak perempuan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pendekatan kuantitatif korelasional. Subjek yang dipilih dalam penelitian ini adalah siswi kelas 11 SMA Negeri X Surabaya yang berjumlah 110 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala peran ayah yang dikembangkan sendiri berdasarkan dimensi dari teori Rosenberg dan Wilcox (2006) dan skala kepercayaan diri yang diadopsi dari Hidayati dan Savira (2021). Analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi pearson product moment. Hasil analisis data menunjukkan hasil nilai koefisiensi sebesar 0,445 (r=0,445) dengan taraf signifikan 0,000 (p<0,05) yang menunjukkan hubungan antar variabel termasuk dalam kategori sedang dan bersifat positif. Artinya semakin tinggi tingkat peran ayah maka semakin tinggi pula tingkat kepercayaan diri yang dimiliki anak perempuan. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti dapat diterima yaitu peran ayah memiliki korelasi dengan kepercayaan diri pada anak perempuan.
Insecure Akademik pada Mahasiswa Gap Year Ardine, Khansa Reggina; Rahmasari, Diana
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 2 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berangkat dari banyaknya mahasiswa yang mengalami insecure akademik dimana salah satu diantaranya adalah mahasiswa gap year. Berbagai latar belakang mahasiswa gap year yang disertai stigma buruk tentang gap year juga turut berperan dalam insecure akademik yang dirasakan oleh mahasiswa gap year. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran secara mendalam terkait insecure akademik yang dirasakan oleh mahasiswa gap year. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan wawancara semi terstruktur yaitu wawancara mendalam (in depth interview). Analisis data dilakukan dengan metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) dengan tujuan untuk mengeksplorasi pengalaman subjek. Temuan dalam penelitian ini adalah gambaran insecure akademik pada mahasiswa gap year. Insecure akademik pada mahasiswa gap year memunculkan beberapa perasaan negative seperti rendah diri, overthinking, dan Self-compare yang memperparah insecure akademik dan memengaruhi jalannya kinerja akademik. Penelitian ini juga menemukan strategi coping yang dilakukan oleh subjek untuk meminimalisir insecure akademik yang dirasakannya.
Hubungan Ambisi Karir Dengan Keputusan Menunda Pernikahan Pada Generasi Z Firdaus, Najwa Aurelia Kamiilah; Rahmasari, Diana
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 02 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n02.p847-858

Abstract

Penurunan angka pernikahan pada generasi muda, khususnya Generasi Z, menunjukkan adanya pergeseran prioritas hidup, salah satunya berkaitan dengan ambisi terhadap pencapaian karir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ambisi karir dengan keputusan menunda pernikahan pada Generasi Z. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan partisipan sebanyak 100 responden yang merupakan Generasi Z berusia 23–28 tahun, berdomisili di Surabaya, belum menikah, dan telah bekerja minimal satu tahun. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Career Ambition Scale dan Reasons for Not Marrying, yang telah melalui proses adaptasi serta diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara ambisi karir dan keputusan menunda pernikahan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,694 dan signifikansi 0,000 (p < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi ambisi karir yang dimiliki individu, maka semakin besar kecenderungannya untuk menunda pernikahan. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa karir menjadi aspek yang sangat dipertimbangkan oleh generasi muda sebelum mengambil keputusan besar dalam hidupnya, seperti pernikahan. Abstract The decline in marriage rates among young people, particularly Generation Z, indicates a shift in life priorities, one of which is related to the ambition for career achievement. This study aims to examine the relationship between career ambition and the decision to postpone marriage among Generation Z. A quantitative correlational approach was employed with 100 participants aged 23–28 years, residing in Surabaya, unmarried, and having at least one year of work experience. Data were collected using the Career Ambition Scale and the Reasons for Not Marrying scale, both of which were adapted into Indonesian and tested for validity and reliability. Data analysis was conducted using Pearson correlation. The findings revealed a significant positive relationship between career ambition and the decision to postpone marriage, with a correlation coefficient of 0.694 and a significance value of 0.000 (p < 0.05). Conclusion: These results indicate that individuals with higher levels of career ambition are more likely to postpone marriage. The implications of this study suggest that career development is a major consideration for young adults when making significant life decisions such as marriage.
Self-Compassion pada Remaja Perempuan Pelaku Self-Harm Sulistyowati, Jane Aquamarin Widya; Rahmasari, Diana
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 02 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n02.p826-840

Abstract

Self-compassion dipandang sebagai salah satu faktor protektif yang mampu membantu individu menghadapi tekanan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dinamika psikologis pembentukan self-compassion serta menjelaskan faktor-faktor self-compassion yang berperan pada remaja perempuan pelaku self-harm. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan dalam penelitian ini, dengan teknik analisis tematik terhadap dua partisipan remaja perempuan berusia 18–21 tahun yang memiliki riwayat self-harm. Hasil menunjukkan bahwa proses pembentukan self-compassion berlangsung secara bertahap melalui refleksi diri, kejenuhan emosional, dan pengalaman pribadi yang menyakitkan. Aspek self-kindness terbentuk saat partisipan mulai menerima diri dan berhenti menyalahkan diri sendiri. Aspek common humanity muncul ketika partisipan menyadari bahwa mereka tidak sendiri dalam penderitaan. Mindfulness berkembang seiring kemampuan mengamati emosi tanpa reaksi impulsif. Adapun faktor pendukung pembentukan self-compassion meliputi usia, kecerdasan emosi, dukungan sosial, dan kepribadian conscientiousness. Temuan ini menunjukkan bahwa self-compassion berperan penting sebagai proses perubahan dan protektif dalam pemulihan remaja dari self-harm. Self-compassion membantu individu mengembangkan sikap welas asih terhadap diri, mengelola emosi secara lebih adaptif, serta mengurangi kecenderungan untuk kembali menyakiti diri. Temuan ini menunjukkan bahwa self-compassion berperan penting dalam pemulihan remaja dari perilaku self-harm. Abstract Self-compassion is regarded as one of the protective factors that can help individuals cope with psychological distress. This study aims to explain the psychological dynamics behind the development of self-compassion and to identify the contributing factors in adolescent girls with a history of self-harm. A qualitative approach with a case study method was used, and thematic analysis was conducted on two female adolescent participants aged 18–21 who had previously engaged in self-harming behaviors. The findings show that the development of self-compassion occurs gradually through self-reflection, emotional exhaustion, and painful personal experiences. The aspect of self-kindness emerged as the participants began to accept themselves and stopped blaming themselves. Common humanity appeared when they realized they were not alone in their suffering. Mindfulness developed along with the ability to observe emotions without reacting impulsively. Supporting factors in the development of self-compassion included age, emotional intelligence, social support, and the personality trait of conscientiousness. These findings suggest that self-compassion plays a significant role as both a transformative and protective process in adolescent recovery from self-harm. Self-compassion helps individuals cultivate a compassionate attitude toward themselves, manage emotions more adaptively, and reduce the tendency to reengage in self-harming behaviors. These results underscore the importance of self-compassion in supporting adolescents’ psychological healing and long-term recovery. 
Co-Authors . Anisa Adela Alif Qintari Aghus Sifaq AINA, MUSFIATIN Aini, Almira Nur Ainur Rifqi, Ainur Aldiah Rosa Hayuningtiyas Putri Aldililla, Dinarayu Alfiyah Nahdah Kamilah Alip Purnomo Amirah Hanun Amrozi Khamidi Andhira Diffa Mauwi Maharani Anggara, Onny Fransinata Anlianna Anlianna ANNA QURROTUL AYUNI ANUGRAHANI SABILLIA NOOR PRATAMA Ardelia Nabilah Priyandoko Ardine, Khansa Reggina ARIF HIDAJAD Arma Andi Kusuma Arthantie, Shendiva Dinda Aryo Atha Rizaldi Atriska Dewi Kurniasari Ayu Citra Jalesveva Widyataqwa Ayu Sita Dewi Ariani BENIDHA ROOS FERI NISA Berda Asmara Berda Asmara Budi Purwoko Choirunnisa, Nadia Damajanti Kusuma Dewi Damajanti Kusuma Dewi Damajanti Kusuma Dewi, Damajanti Kusuma Daniel Setia Budi Mulyono Dhyana Sulistyawati Dicky Hasbyallah Dwi Anindya Anandani Dwi Susi Miftakhul Jannah EKA AULIA, RISNANDA Eka Novitandari Evelyn Aprillia Ariska Pandjaitan Fadhillah Nur Lathifah Fahmi, Qoiri Febriati, Ervira Feby Pebriyanti Islami Firdaus, Najwa Aurelia Kamiilah Fitriana, Qurrota A’yuni Gusmaniarti, Gusmaniarti Halimah Sa’diyah Handaresta Dani Prabowo Hena, Estefania Boy Herik Dwi Irawan Hetti Sari Ramadhani, Hetti Sari Husni Abdillah Indartiningsih, Duhwi IRA DARMAWANTI Ismi Achmri Apriliana ISMI KHARIN ADRIANA Khairiyah, Ummu KHARIN ADRIANA, ISMI Khusnul Khotimah Larasati, Savira Aida Lestari Retnawati Lika Purnama Ning Wulan Linaria Arofatul Ilmi Uswatun Khasanah Ludfi Arya Wardana Maghfiroh, Fitrania Mahardika Darmawan Kusuma Wardana Marcelline Eva Panjaitan Mariati, Pance Maryam Isnaini Damayanti Maulid Yuni Sari Meita Santi Budiani, Meita Santi Miftahul Jannah Miftakhul Jannah Miftakhul Jannah MIFTAKHUL JANNAH Mochamad Nursalim Mochamad Nursalim MOHAMMAD NURSALIM Mohammad Syafiq Muhamad Nukman Muhamad Sani Rosyad Hasbillah Muhammad Rusli MUSFIATIN AINA Nadia Rucita Nadila Idzania Putri Ni Wayan Sukmawati Puspitadewi Nita Prinda Sari Nunuk Hariyati Nur Rahmah Ramadani Nur Rohmah Nilam Sari Nurchayati Nurchayati Nurul Mahruzah Yulia OKTAVIANA, MIMBAR OLIEVIA PRABANDINI MULYANA Pance Mariati Prasetyo, Kukuh Bayu Pujiyanti Catur Siwi Purwasih, Galuh Dwi PUTRI, RAFIKA Putri, Ria Alfian Rizkya Putri, Wanda Fa'adhihillah Heryadi Qurbani, Gemala QURROTUL AYUNI, ANNA Rabbani, Muhammad Burhannudin Rachman Widohardhono Rachmawati, Tasya Saecarya Raden Roro Putri Ayu Gayatri Ramadhan Maruta Pradana Ratna Candra Sari Raviika Widyasari Wowor RISNANDA EKA AULIA Rizka Ayu Febriani Rizky Dewantoro Robi'atul Adawiyah Roeskusmarsyela Sanjaya ROHMAWATI KUSUMANINGTIAS ROOS FERI NISA, BENIDHA Roosyanti, Anna Rosi Izzatul Ilmi Hamdiyah ROSINTA WINDASARI Rurky, Salma Nabila SABILLIA NOOR PRATAMA, ANUGRAHANI Salsabila, Fatkiyah Jihan Sari, Nur Rohmah Nilam Satiningsih Satiningsih Siti Ina Savira, Siti Ina Sridewi Murni Agriyanti Sulistyowati, Jane Aquamarin Widya Sunanto Sunanto Supardi Supardi Tasya Firly Febriana Tenny Yanuari Tenny Yanuari, Tenny Tsabita Huwaida Tyas Andarini Indarwati ULAYYA CAHYANI, YUMNA Umi Anugerah Izzati UMI ANUGERAH IZZATI Umi Anugerah Izzati, Umi Anugerah Ummu Khairiyah Utomo, Annisa Azzahra Vivin Faizatul Marita Vrisaba, Nanda Audia Wibawa, Chanif Mulia WINDASARI, ROSINTA Wiryo Nuryono YATIM RIYANTO Yohanes Arief Widarsa Yumna Ulayya Cahyani YUMNA ULAYYA CAHYANI Yundari, Yundari Zain, Firosa Amalia