p-Index From 2021 - 2026
3.314
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Dimensi Interior Nirmana Jurnal Siasat Bisnis MAKNA: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya RUANG: JURNAL LINGKUNGAN BINAAN (SPACE: JOURNAL OF THE BUILT ENVIRONMENT) Techno.Com: Jurnal Teknologi Informasi Product Design Jurnal Sosioteknologi Journal of Visual Art and Design Mozaik Humaniora ANDHARUPA Jurnal Ilmiah Arena Tekstil RITME Journal of Animation & Games Studies JADECS (Journal of Art, Design, Art Education and Culture Studies) MUDRA Jurnal Seni Budaya Panggung SOSIOHUMANIKA Naditira Widya PRODUCTUM : Jurnal Desain Produk (Pengetahuan dan Perancangan Produk) Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Prosiding Seminar Nasional Pakar Visualita : Jurnal Online Desain Komunikasi Visual Jurnal Telematika Gelar : Jurnal Seni Budaya Jurnal Rupa PROSIDING: SENI, TEKNOLOGI, DAN MASYARAKAT Keluwih: Jurnal Sains dan Teknologi Atrat: Jurnal Seni Rupa Dinamika Kerajinan dan Batik : MAJALAH ILMIAH Prosiding Balai Arkeologi Jawa Barat Wimba: Jurnal Komunikasi Visual Rumoh: Journal of Architecture Jurnal Islam Nusantara Makara Human Behavior Studies in Asia Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain International Journal of Geotourism Science and Developmen Prosiding Seminar Nasional Rekayasa dan Teknologi (TAU SNAR- TEK) Hastagina: Jurnal Kriya dan Indsutri Kreatif Naditira Widya International Research Journal of Business Studies Panggung Serat Rupa: Journal of Design Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah
Claim Missing Document
Check
Articles

Eksplorasi Material Berbasis Permainan Sebagai Pendekatan Berkreasi Andry -; Agus Sachari
PANGGUNG Vol 25, No 3 (2015): Ekspresi, Makna dan Fungsi Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.878 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v25i3.25

Abstract

Eksplorasi material selama ini lebih dikenal sebagai sebuah pendekatan pedagogis dibandingkan sebagai sebuah pendekatan berkreasi. Penitik-beratan perhatian pada upaya untuk mendapatkan nilai kebaruan dalam berkreasi memunculkan pertanyaan ‘mengapa pendekatan ini tidak digunakan di dunia usaha kerajinan? Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan tersebut, yaitu mengetahui apakah eksplorasi material dapat digunakan sebagai pendekatan berkreasi. Metode penelitian yang digunakan adalah fenomenologi melalui pengamatan pada eksperimentasi dengan menggunakan bonggol jagung sebagai bahan baku. Uji penerapan dilakukan pada masyarakat yang tidak memiliki latar belakang pendidikan seni rupa dan desain, yakni karyawan gedung dan petugas administrasi di lingkungan perguruan tinggi ITENAS, Bandung. Hasil eksperimentasi  menunjukkan bahwa pada dasarnya eksplorasi material sebagai pendekatan berkreasi dapat diaplikasikan. Pada uji coba tersebut digunakan konsep permainan sebagai gagasan agar ekplorasi material yang selama ini dikenal sebagai pendekatan pedagogis, dapat digunakan oleh masyarakat sebagai sebuah pendekatan berkreasi. Kata kunci : eksplorasi material, konsep permainan, kebaruan.
Dinamika Budaya Material pada Desain Furnitur Kayu di Indonesia Arianti Ayu Puspita Ayu Puspita; Agus Sachari; Andar Bagus Sriwarno
PANGGUNG Vol 26, No 3 (2016): Visualisasi Nilai, Konsep, Narasi, Reputasi Seni Rupa dan Seni Pertunjukan
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1283.968 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v26i3.189

Abstract

AbstrakKayu merupakan material yang banyak dimanfaatkan di Indonesia, salah satunya adalah untuk furnitur. Perubahan kondisi ekonomi hingga abad ke-21, kemudian meningkatnya kebutuhan furnitur baik dari luar dan dalam negeri, dan perkembangan ilmu desain di Indonesia, secara tidak langsung berhubungan dengan permasalahan ekologi. Ketersediaan sumber daya alam seperti kayu, semakin berkurang walaupun kebutuhannya semakin tinggi. Hingga kini kondisi tersebut mendorong industri furnitur di Indonesia untuk menggunakan alternatif berbagai macam kayu solid, kayu olahan hingga kayu limbah. Selain karena faktor keterbatasan persediaan kayu, aspek sosial dan budaya juga turut mempengaruhi kemunculan berbagai jenis alternatif kayu tersebut. Dari waktu ke waktu, perubahan kondisi sosial, ekonomi, dan gaya hidup, turut berperan pada kemunculan bentuk-bentuk furnitur baru di Indonesia. Pada penelitian ini, transisi kebutuhan material kayu pada furnitur akan dikaitkan dengan dinamika sosial budaya yang terjadi dari abad ke-18 hingga abad ke-21 di Indonesia. Transisi akan dilihat berdasarkan perubahan teori Material Cultural Studies, yang kemudian akan menghasilkan kesimpulan bahwa sebuah material memiliki pengaruh besar terhadap karakter desain furnitur di Indonesia.Kata kunci: transisi, furnitur, kayu, Indonesia, ekologiAbstractWood is a material that is widely used in Indonesia, particularly for furniture. The impact of Indonesia economic development in 21st century, then the increasing needs of furniture both from outside and within the country, and the development of design in Indonesia, are directly related to ecological problems.The high demand for wood can reduce timber supply.Until now, these conditions encourage the furniture industry in Indonesia to use alternate various kinds of solid wood, wood processing and wood waste.Wood has a role in the dynamic cultural development of Java, both from the aspect of spiritual, philosophical, aesthetic and economic.The role can be assessed through one of the symbols of culture, namely furniture products. This study aims to describe the shift in social and cultural values that occurred on the island of Java, in particular the use of wood materials.The development of wood utilization will be explained based on the changing needs of the community, through Material Cultural Studies viewpoint. By looking at the changes in technological trends, social conditions and public taste, will be known tendency of any type of wood used today. Sustainable and ecologicalconcept for furniture design in Indonesia would be seen as an opportunity to maintain the continuity of wood materials.Keyword: transition, furniture, wood, Indonesia, ecology
PROSES VISUALISASI MOTIF BATIK MBOK SEMOK SEBAGAI MEDIA KONTEMPLASI PEMBATIK GIRILAYU DI KARANGANYAR JAWA TENGAH Desy Nurcahyanti; Agus Sachari; Achmad Haldani Destiarmand
Prosiding Seminar Nasional Pakar Prosiding Seminar Nasional Pakar 2019 buku II
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pakar.v0i0.4312

Abstract

Masyarakat Jawa masa lampau melakukan penyeimbangan jiwa dengan bertapa,laku prihatin, dan puasa. Salah satu aktifitas tradisi yang digunakan sebagaimedia kontemplatif adalah membatik. Aktifitas membatik bagi masyarakatGirilayu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, terutama kaum perempuanmerupakan pengisi waktu luang selepas menyelesaikan pekerjaan rumah tanggasekaligus sarana penyeimbang jiwa. Proses visualisasi hingga menciptakansuasana kontemplatif menarik untuk diteliti, salah satunya ke dalam motif batikMbok Semok yang kaya makna dan filosofi. Tujuan penelitian ini adalahmenjelaskan definisi, latar belakang, dan proses visualisasi motif batik MbokSemok sebagai media kontemplasi oleh pembatik di Girilayu. Metode penelitiankualitatif digunakan untuk mengetahui diskripsi makna tersirat maupun tersuratpada proses membatik di Girilayu. Pendekatan budaya lebih tepatnyaantropologi dari perspektif visual digunakan untuk mengetahui prosesperealisasian motif batik pada selembar kain. Analisis data menggunakan modelinteraktif Miles & Huberman. Proses visualisasi motif batik Mbok Semokmerupakan wujud keseimbangan tiga unsur, yaitu rat (dunia, alam pikir, logika),raga (tubuh), dan rasa (batin, jiwa, hati). Suasana kontemplatif diperoleh dariketenangan serta kepuasan batin pembatik Girilayu ketika mengurai motif batikpada selembar kain dengan melibatkan rat, raga, dan rasa.
Pemanfaatan Pewarna Alam sebagai Trend Baru pada Fashion Brands di Indonesia Arini Arumsari; Agus Sachari; Andryanto Rikrik Kusmara
JURNAL RUPA Vol 3 No 2 (2018): Open Issue
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/rupa.v3i2.1620

Abstract

As one of the largest sub-sectors of the creative industry in Indonesia, the fashion industry has a great potential and contribution to society and the country's economy. However, the role of the large fashion industry also needs to be balanced with the methods of production and design of fashion products that are environment-friendly. This needs to be done considering the potential for adverse impacts of the rapidly developing fashion industry without any direction. The adverse effects are the use of synthetic materials or raw materials that are harmful to the environment; unprocessed production waste; poor quality of materials and production processes resulting in a low product life-cycle; and social labor issues. To overcome the above problems, the environment-friendly method currently used by various fashion brands in Indonesia and becoming a trend is the use of natural dyes in the process of fashion production. The use of natural dyes has many advantages, namely: using non-toxic and dangerous materials; preserving the traditions of Indonesian ancestors; and producing authentic and trendy color characters if processed properly. This study uses qualitative methods with a sociocultural approach. This study presents the background and development of the use of natural dyes by various fashion brands in Indonesia to become today's trend. Thus, the use of natural dyes is expected to not only become a momentary trend but is also expected to continue to be developed. The biggest reason is that the application of more environment-friendly methods for the Indonesian fashion industry broadly can provide many benefits.
Kamasan: Goldsmith Tradisional Sunda Busratul Mukmin Sjahroeddin; Agus Sachari; Meirina Triharini; Muhammad Ihsan DRSAS
JURNAL RUPA Vol 3 No 2 (2018): Open Issue
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/rupa.v3i2.1498

Abstract

Every culture has its own craft product made by a specialized craftsman. Even so, wider community nowadays in Indonesia do not give attention to traditional craftsman as they should. Many of traditional craftsman has been alienized even perish from their community. One of the traditional craftsmen who has been existing and known in Sundanese people society are kamasan. Kamasan is the name of Sundanese traditional goldsmith who will make jewelry or embed precious metal to other product. Today presence of kamasan almost like a myth, even on Sundanese community. Rapid growth and higher quantity demand of jewely from Sundanese people that cannot be fulfilled by kamasan make them outcast from the mainstream precious metal and jewelry business scene. Beside that, the economic inflation that struck globaly caused many of kamasan changed their profession. In effort to find kamasan that still exist around Bandung, an ethnographical approach was performed in one of the kamasan village at southern Bandung. From those communities finally found only one kamasan who still practicing goldsmith until today. That kamasan persistently practicing goldsmith as known as in Sundanese traditional culture. Traditional craftsmen absence from its community affected the loss of various cultural knowledge. That condition will make a community alienated to their own cultural roots and awareness.
KARAKTER VISUAL BUSANA KEBAYA INGGIT GARNASIH SEBAGAI ISTRI DAN PEJUANG PEREMPUAN INDONESIA Suciati Suciati; Agus Sachari; Kahfiati Kahdar
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 1, No 2 (2013): JERAT TRADISI DALAM KONTEMPORER
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v1i2.415

Abstract

Perempuan sebagai istri pendamping suami sangatlah memegang peranan penting. Istri hendaknya mampu memainkan perannya sebagai pendamping suami, guru, mitra perjuangan sekaligus kekasih. karakter keibuan dari perempuan sebagai istri merupakan sosok ibu yang memberikan kehidupan penyejuk jiwa suami dan anggota keluarga. Peranan istri pendamping suami dapat menopang keberhasilan suami menjalankan perannnya sebagai kepala keluarga dan anggota masyarakat. Keikhlasan, kesabaran, keteguhan dan ketelatenan istri mendampingi suami tercermin pula pada sosoknya dalam berpenampilan yang memberikan karakter visual sebagai perempuan yang mandiri, tegar, bersahaja dan berwibawa. Karakter tersebut nampak pada penampilan Inggit Garnasih sebagai seorang istri dan pejuang perintis Kemerdekaan Indonesia. Kebaya dan kain panjang sebagai busana yang dipakai dalam keseharian mendampingi perjuangan suami telah memberikan pengalaman nyata sosok perempuan yang berkarakter keibuan, penuh cinta kasih, pekerja keras, dan sabar dalam menjalani kehidupan.Kata Kunci: Karakter Visual, Busana Kebaya, Inggit Garnasih
VARIASI PERHIASAN KEPALA ARCA PARWATI KOLEKSI MUSEUM NASIONAL DI INDONESIA [THE VARIETY OF HEADDRESSES OF THE PARVATI STATUE COLLECTION OF THE NATIONAL MUSEUM IN INDONESIA] Waridah Muthiah; Agus Sachari; Pindi Setiawan
Naditira Widya Vol 15 No 2 (2021): NADITIRA WIDYA VOLUME 15 NOMOR 2 OKTOBER 2021
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/nw.v15i2.461

Abstract

Pemujaan terhadap Parwati mendapatkan tempat yang penting pada era Hindu-Buddha di nusantara, sehubungan dengan kedudukan Parwati sebagai śakti dari dewa tertinggi dalam Śiwaisme, Dewa Śiwa. Hal ini ditunjukkan oleh keberadaan arca-arca dewi dan arca perwujudan ratu, yang beberapa di antaranya menjadi koleksi Museum Nasional di Indonesia. Akan tetapi, asal waktu dan identitas tokoh pada kebanyakan arca ini belum dapat diidentifikasi. Mahkota atau hiasan kepala sebagai bagian dari atribut (lakṣana) arca dapat digunakan sebagai sumber informasi melalui kajian terhadap gaya atau langgam estetika. Penelitian ini merupakan upaya untuk memahami variasi mahkota arca Parwati yang berasal dari era Majapahit, khususnya abad ke-14 M dan 15 M, berdasarkan identifikasi gaya seni dan kecenderungan penggambaran pada masa tersebut. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif-komparatif dengan pendekatan ikonografi dan morfologi estetis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua kecenderungan penggambaran mahkota Parwati. Patung dari Kediri dan Blitar cenderung menggambarkan mahkota Parwati dengan bentuk yang mendekati langgam Klasik Awal (Jawa Tengah), dengan menampilkan mahkota semata-mata sesuai kanon Manasara, seperti jatāmakuta, kesabandha, dan kuntala. Kecenderungan kedua menampilkan Parwati mengenakan kirīṭamakuta, yang merupakan atribut Wisnu, dan penyejajaran sifat dan kedudukannya sebagai sosok pemelihara.The worship of Parvati has an important place in the Hindu-Buddhist era in the Indonesian archipelago, with regard to Parvati's position as the spouse of the supreme god in Shivaism, Shiva. This is indicated by the presence of goddess statues and statues of the embodiment of a queen, which some are in the collections of the National Museum in Indonesia. However, the chronology and identity of the National Museum statues collection have not been distinguished. Information on both aspects of a statue can be achieved by means of the study of style or aesthetic of a crown or headdress as a feature of lakṣana (statue attribute). This research is an attempt to understand the varieties of the crowns of the Parwati statue from the Majapahit era, especially the 14th and 15th centuries, based on the identification of the art style and depiction tendencies during this period. This research was conducted using a descriptive-comparative method with approaches of iconography and aesthetic morphology. The results indicate that there are two trends in depicting Parwati’s crown. The statues from Kediri and Blitar tend to depict Parvati's crown in a form similar to those of the Early Classical (Central Javanese) style, by displaying the crown solely according to the scripture of Manasara, such as jatāmakuta, kesabandha, and kuntala. The second trend presents Parvati wearing the kirīṭamakuta, which is an attribute of Vishnu, which correlates to her nature and position as a guardian.
REGENERASI BATIK DALAM INOVASI DESAIN BERBASIS KEARIFAN LOKAL KONTEMPLATIF DI GIRILAYU desy nurcahyanti; Agus Sachari; Achmad Haldani Destiarmand; Yan Yan Sunarya
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol 38, No 2 (2021): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v38i2.6037

Abstract

Regenerasi tradisi memerlukan usaha, cara, dan langkah cerdas agar dapat diteruskan oleh generasi berikutnya serta memiliki nilai adaptif tinggi terhadap perkembangan zaman. Format tradisi khas perlu dieksplorasi untuk mengekstraksi potensi terbaik sehingga mampu menjadi penopang hidup masyarakat dengan memperhatikan prinsip-prinsip pelestarian lingkungan dan memberi kontribusi bagi pembangunan negara. Langkah nyata telah diwujudkan oleh para perempuan pembatik di Girilayu Karanganyar Jawa Tengah. Regenerasi batik di wilayah Girilayu menemui kendala dari putra-putri para pembatik yang mulai enggan melanjutkan usaha turun temurun dari orang tua atau pendahulu mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengabstraksi aktivitas dan kreativitas pembatik perempuan di Girilayu sehingga mampu melakukan regenerasi tradisi batik kepada generasi penerusnya melalui inovasi desain batik. Metode penelitian yang digunakan melalui pendekatan etnografi, yang mampu menghasilkan data objektif dan detail dari para pelaku secara langsung tanpa intervensi. Perempuan pembatik di Girilayu memiliki peran penting dalam regenerasi batik di Girilayu. Para perempuan pembatik melakukan pembagian tugas atau diversifikasi khusus pada generasi muda untuk reka kreasi motif baru dengan inspirasi atau basis kreasi dari potensi unggulan kearifan lokal Girilayu. Motif baru hasil inovasi desain generasi penerus pembatik Girilayu ditinjau dari aspek sejarah, estetika visual, dan sosial merupakan abstraksi nilai-nilai semangat dari para pembatik dan masyarakat Girilayu.Arts
PERBANDINGAN BUSANA TOKOH SRI KRESNA PADA RELIEF KRESNAYANA CANDI WISNU PRAMBANAN DAN CANDI INDUK PANATARAN Waridah Muthi’ah; Agus Sachari; Kahfiati Kahdar
Makna: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya Vol 5 No 1 (2014): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya
Publisher : Fakultas Komunikasi, Sastra, dan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/makna.v5i1.873

Abstract

Kresna, hero and deity of Mahabharata legend, played major role as one example of morality and wisdom in Javanese traditional art and literature. Related with his status and identity as avatar of Vishnu, his traditional portrayal in India based on canon such as Manasara and Silpasastra. In Classical Java, he has been portrayed in Kresnayana reliefs on Vishnu Temple, Prambanan Complex and Main Temple, Panataran Complex. In those reliefs, his images were not strictly followed the canon, especially in costumes. Kresna’s appearance on Prambanan Temple showed different details in costumes, headgear, and accessories in comparison with Panataran Temple. Reliefs in Prambanan looked more similar with Krishna’s images influenced by 7th and 8th century Pallava art, in both carving style and costumes wore by the character, while reliefs in Panataran showed some indigenous characteristics. This research focused to compare Kresna’s portrayal diachronically in those temple, by using descriptive, comparative, and historical methods. It concluded that transformation of Kresna’s image went parallel with transmigration of power center to East Java, which followed by the development of macrocosmos-microcosmos parallels, as indicated by the depiction of king as deity and the culmination of Vishnu’s worships. The variations of Kresna’s image not only brought diversity based on local influence, but also engendered new system, which later developed into the basis of traditional Javanese art and king’s apparels
Pengembangan kendaraan listrik autonomous berdasarkan pandangan futuristik Michio Kaku Fred Soritua Manurung; Agus Sachari
PRODUCTUM Jurnal Desain Produk (Pengetahuan dan Perancangan Produk) Vol 3, No 7 (2020)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1008.76 KB) | DOI: 10.24821/productum.v3i7.3375

Abstract

Autonomous electric vehicle development became a new trend nowadays, dealing with reducing supply possibility of the mineral fuel and the purposes of pressing the waste gas from the combustion vehicle engine. Electric Autonomous vehicle thrived according to the development of information and telecommunication technology, semiconductor technology, chemistry technology which allows building long-range sending and receiving communication system with very high speed and massive data also long time duration for battery usage as well as the efficiency of electric motor escalating.Autonomous electric vehicle has become the focus for the vehicle development in 2020 and many countries start to running test the system. Prediction according to this subject has been reveal by Michio Kaku as a physicist and famous futurist. As a physicist who developed the science and invention of the new technologies for future usage, it was unchallenged Michio Kaku could be confided around this subject, such as the internet technology and information also technology related to human health including the nanotechnology became tiny and reachable, according to Michio Kaku. Technology could be used as a product, the prediction will be beneficial if connected to Indonesian vehicle development especially if associated with the rural area as a unique condition, which distinguishes consecrating to city area in the other countries.Keyword : autonomous, electric vehicle, futurist view, Michio Kaku
Co-Authors A. Erwan Suryanegara A. Erwan Suryanegara A.A. Ketut Agung Cahyawan W Acep Iwan Saidi Achmad Haldani Achmad Haldani Destiarmand Achmad Haldani Destiarmand Achmad Syarif Adhi Nugraha Adhi Nugraha Adhitama, Gregorius Prasetyo Agung EBW Agung Eko Budi Waspada Agung Eko Budi Waspodo Agung Eko Budi Waspodo Agung Eko Budiwaspada Agustianto, Merdy Ahmad Haldani Destiarman Al Hazmi Indrapasca Yoga Aldy Rizqi Kasatia Rama Alfian Candra Ayuswantana Alvanov Zpalanzani Andar Bagus Sriwarno Andry - Andry -, Andry Andryanto Rikrik Kusmara Annisa Lutfia Ardhyaska Amy Ariani . Arianti Ayu Puspita Arianti Ayu Puspita Ayu Puspita Arini Arumsari Astrid Kusumowidagdo Azhar Natsir Ahdiyat Azhar Natsir Ahdiyat Budi Isdianto Busratul Mukmin Sjahroeddin Cama Juli Rianingrum Cicilia Larasati Rembulan D, Achmad Haldani Daffi Ranandi Desy Nurcahyanti desy nurcahyanti Desy Nurcahyanti Dhika Yuan Yurisma Diah Natarina Diah Natarina Dian Widiawati Dicky Rezaldy Munaf EBW, Agung Endah Oktaviani Fajar Ciptandi Fakhruddin, Dimas Fakhruddin, Dimas Firman Hawari Firman Hawari Fred Soritua Manurung Fred Soritua Rudiyanto G. PRASETYO ADHITAMA Gregorius Prasetyo Adhitama Hendhy Nansha I Nyoman Larry Julianto Imam Santosa Imam Santosa Indah Septi Intan Rizky Mutiaz Ira Adriati Irfansyah Irfansyah Kahfiati Kahdar Kahfiati Kahdar Kahfiati Kahdar Kemala Montesa Faizul Komarudin Kudiya, Komarudin Mansoor, Alvanov Z. Meirina Triharini Mohamad Zaini Alif Muhammad Ihsan DRSAS Mustikasari, Hany Muthi'ah, Waridah Muthi?ah, Waridah Naomi Haswanto Natarina, Diah Nisa Putri Rachmadani Noor Hasyim Nurcahyanti, Desy Oktaviani, Endah Pindi Setiawan Pindi Setiawan Pindi Setiawan Pindi Setiawan Pindi Setiawan Pribadi Widodo Pribadi Widodo Prizilla, Aquamila Bulan Rachman, Ariani Rachmi Kumala Widyasari Rahmatsyam Lakoro Rahmatsyam Lakoro Rahmatsyam Lakoro Rahmatsyam Lakoro Robby Firmansyah Ronald Marthen Pieter Kolibu S Suciati Sadah, Khozinatus Santoso, Sandi Setiawan Sabana Setiawan Sabana Setiawan Sabana Setiawan Sabana Setiawan Sabana Setiawan Sabana Setiawan Sabana Suciati Suciati Suciati Suciati Triana Hapsari Wantoro, A M Waridah Muthi'ah Waridah Muthiah Waridah Muthiah Waridah Muthi’ah Waridah Muthi’ah Wenny Anggraini Natalia Y. Martinus Pasaribu Yan Yan Sunarya Yan Yan Sunarya Yannes Martinus Pasaribu Yusita Kusumarini