Claim Missing Document
Check
Articles

Elicit-Predict-Confront-Observe-Explain-Reinforce (EPCOER) Learning on Thermochemistry to Reduce Alternative Concept among Students with Different Initial Knowledge Berlian Enggarani; Suhadi Ibnu; Aman Santoso
Jurnal Pendidikan Sains Vol 7, No 3: September 2019
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.173 KB) | DOI: 10.17977/jps.v7i3.12520

Abstract

Abstract: This study aimed to reduce the alternative concepts of students with EPCOER learning models and POE learning models on thermochemical material. This study used a test instrument in the form of three tier tests having 98% content validity. Cronbach Alpha reliability coefficient of 0.881 with a very high category. The research was conducted in two research classes at high school. The results showed a decrease in the alternative concepts that students had before learning. There were differences in the alternative concepts of students in the experimental and control classes, which students in experimental class had fewer alternative concepts compared to the student in the control class. The reduction in the alternative concepts of students were showed by the difference of students pretest and posttest scores.Key Words: EPCOER, initial knowledge, alternative conceptsAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mereduksi konsep alternatif siswa dengan model pembelajaran EPCOER dan model pembelajaran POE pada materi termokimia. Penelitian ini menggunakan instrumen tes berupa three tier test yang memiliki validitas isi 98% dengan kriteria sangat baik dan koefisien reliabilitas Alpha Cronbach 0,881 dengan kategori sangat tinggi. Penelitian ini dilakukan pada dua kelas di SMA. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan konsep alternatif yang dimiliki siswa antara sebelum dan sesudah pembelajaran, di mana hasil penelitian konsep alternatif siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol menunjukkan ada perbedaan. Hasil reduksi konsep alternatif siswa ditunjuk-kan oleh beda skor pretes dan postes siswa, di mana skor postes siswa lebih tinggi dari pada postes.Kata kunci: EPCOER, pengetahuan awal, konsep alternatif
PENGARUH STRATEGI PROJECT BASED LEARNING (PJBL) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS XI IPA PADA MATERI KOLOID Nur Hikmah; Endang Budiasih; Aman Santoso
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.11, Nopember 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.745 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i11.8136

Abstract

The 21st century education aims to develop the ability of intelligence of students in order to resolve the problems faced in real life. Project-Based Learning is one instructional strategies to develop the skills required in the 21st century. Through a given project, students are not only required to achieve the learning objectives that have been set, but students will be trained to face the world of work that requires their ability to access, mesintesis, communicating information, and work together to solve complex problems so as to improve the ability of students critical thinking. This research is a quasi-experimental research (quasy experiment) with posttest only control group design. This research aims to determine the influence of Project Based Learning Strategy (PjBL) to the critical thinking skills of students of class XI IPA at SMAN 1 Malua on colloidal material. The research population includes students of class XI IPA at SMAN 1 Malua, with random cluster sampling technique sampling. Data were analyzed using independent sample t-test in SPSS 20 for windows at the 0.05 level of significance. The result showed that the significance level of critical thinking skills of 0.001 which indicates that there are differences between students' critical thinking skills that learned using a strategy of Project Based Learning (PjBL) with students that learned using conventional methods.Pendidikan abad 21 bertujuan untuk membangun kemampuan intelegensi siswa dalam pembelajaran agar mampu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. salah satu strategi pembelaj aran di abad 21 yang mengembangkan keterampilan siswa ialah Project Based Learning. Melalui proyek yang diberikan, siswa tidak hanya dituntut untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan, tetapi siswa akan lebih terlatih menghadapi dunia kerja yang membutuhkan kemampuan mereka dalam mengakses, mesintesis, mengomunikasikan infomasi, dan bekerja sama memecahkan masalah yang kompleks sehingga dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasy experiment) dengan rancangan penelitian posttest only control group design. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi Project Based Learning (PjBL) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IPA di SMAN 1 Malua pada materi koloid. Populasi penelitian meliputi siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Malua, dengan teknik pengambilan sampel cluster random sampling. Data dianalisis menggunakan independent sample t-test pada program SPSS 20 for windows pada taraf signifikasi 0,05. Hasil analisis data menunjukkan bahwa taraf signifikasi kemampuan berpikir kritis sebesar 0,001 yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antara siswa yang dibelajarkan menggunakan strategi Project Based Learning (PjBL) dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan metode konvensional.
Pengetahuan Metakognitif Siswa sebagai Dampak Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) dan Verifikasi pada Topik Laju Reaksi Marisa Lidia Anggarwati; Effendy Effendy; Aman Santoso
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 5, No 8: AGUSTUS 2020
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v5i8.13927

Abstract

Abstract: Purpose of this research are to identify students’ metacognitive knowledge difference on rate reaction taught by POGIL and verification. Sample of research are students of grade XI Science as a control and experimental group in SMAN 3 Bondowoso. Instruments used are treatment instrument and measurement instrument. The treatment instrument consist of RPP and scenario. The measurement instrument is metacognitive knowledge test consist of 8 questions of declarative knowledge, 7 questions of procedural knowledge, and 6 questions of conditional knowledge. Data analyze using independent samples t-test with SPSS Statistic 24.0. program. The research result show that there’s students’ metacognitive knowledge difference on rate reaction taught by POGIL and verification.Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan pengetahuan metakognitif siswa yang dibelajarkan POGIL dan verifikasi pada topik laju reaksi. Penelitian dilakukan pada dua kelas XI IPA sebagai kelas kontrol dan eksperimen di SMA Negeri 3 Bondowoso. Instrumen penelitian berupa instrumen perlakuan dan pengukuran. Instrumen perlakuan berupa RPP dan skenario pembelajaran. Instrumen pengukuran berupa soal pengetahuan metakognitif, terdiri dari delapan soal pengetahuan deklaratif, tujuh soal pengetahuan prosedural, dan enam soal pengetahuan kondisional. Analisis data menggunakan teknik independent samples t-test dengan bantuan program SPSS Statistic 24.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, ada perbedaan pengetahuan metakognitif peserta didik dari pembelajaran POGIL dan verifikasi topik laju reaksi.
Pengaruh Model Pembelajaran Learning Cycle 5E dengan Analogi terhadap Pemahaman Konsep Siswa pada Materi Laju Reaksi Mauliana Nursafitri; Aman Santoso; Sumari Sumari
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 6, No 7: JULI 2021
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v6i7.14928

Abstract

Abstract: This research aims to determine the differences in students' conceptual understanding between students who learn with 5E learning cycle model with analogy, 5E learning cycle model, and conventional learning model on reaction rate materials. This type of research is quasi-experimental. The sample is determined using cluster random sampling technique and three classes are selected, namely experimental class 1, experiment class 2, and control class. The instrument used in the form of 15 reasoned multiple-choice questions (r=0,840) and analyzed using one-way Anova. The results shows that there are differences in conceptual understanding between students who are taught by 5E learning cycle learning model with analogy, 5E learning cycle model, and conventional learning model on the reaction rate material.                               Abstrak: Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui perbedaan model learning cycle 5E dengan analogi,  learning cycle 5E, dan konvensional terhadap pemahaman konsep siswa pada materi laju reaksi. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimental. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling dan terpilih tiga kelas, yaitu kelas eksperimen I, eksperimen II, dan kontrol. Instrumen yang digunakan berupa 15 butir soal pilihan ganda beralasan (r=0,840) dan dianalisis menggunakan one-way Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan pemahaman konsep antara siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran learning cycle 5E dengan analogi, learning cycle 5E, dan kovensional pada materi laju reaksi.
Model Challenge Based Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Mahasiswa Suratman S. Naim; Suhadi Ibnu; Aman Santoso
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 5, No 4: APRIL 2020
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v5i4.13358

Abstract

Abstract: The purpose of this research was to determine the influence of challenge based learning model on students creative thinking ability. This research is used a quasy-experimental design of the type nonequivalent pretest-posttest control group design. The sample of this research consisted of students of Chemistry Education, Khairun University in the sixth semester, enrolling in the subject of Environmental Chemistry during education year in 2018/2019 from two classes. The experimental class was taught with challenge based learning model and the control class was taught with problem based learning model. The instrument of the research was a creative thinking ability tests with the type of open essay questions that had validity of 77.08% and Alpha Cronbach reliability coefficient of 0.896. The results showed that there was no statistically significant difference in creative thinking ability between the  students from the two research classes (ɑ = 0.05), although descriptively the creative thinking ability of the experimental class was better than the control class.Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model challenge based learning terhadap kemamampuan berpikir kreatif mahasiswa. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental semu tipe nonequivalent pretest-posttest control group design. Sampel penelitian ini terdiri dari mahasiswa Pendidikan Kimia, Universitas Khairun angkatan 2016 yang menempuh matakuliah Kimia Lingkungan pada tahun ajaran 2018/2019 dari dua kelas. Kelas eksperimen dibelajarkan dengan model pembelajaran challenge based learning dan kelas kontrol dibelajarkan dengan model pembelajaran problem based learning. Instrumen penelitian adalah tes kemampuan berpikir kreatif dengan jenis soal esai terbuka yang memiliki validitas isi 77,08% dan koefisien reliabilitas Alpha Cronbach 0,893. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara kemampuan berpikir kreatif mahasiswa dari kedua kelas penelitian (ɑ = 0.05), walaupun secara deskriptif kemampuan berpikir kreatif kelas eksperimen lebih bagus daripada kelas kontrol.
Model Problem Based Learning dengan Pendekatan Multi Representasi untuk Meningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah Siswa dengan Tingkat Self-Efficacy Berbeda Agustina Dinda Putri Larasati; Suhadi Ibnu; Aman Santoso
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 6: JUNI 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.107 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v4i6.12548

Abstract

Abstract: This study aimed to look at the effectiveness of the PBL-MR learning model to improved problem solving skills of students with different levels of self-efficacy. The effectiveness was seen from the difference in the level of problem solving of students in the topic of reaction rate PBL-MR and PBL learning models. The difference in the level of self-efficacy was seen from the differences of self-efficacy of students in one class where the students had been grouped into high and low levels of self-efficacy based on the questionnaire. This study used an essay test instrument that had a content validity of 94% with a very good category and a reliability coefficient of 0.842 with very high reliability criteria. The research sample was taken from two 11th year classes of SMAN 2 Malang. The results showed that there were statistically significant differences in problem solving abilities of students in both research classes (sig. 0.000) and there were also differences in problem solving skills between students with high and low levels of self-efficacy (sig. 0.028). The interaction of the model and self efficacy also produce significant impacts on problem solving ability (sig. 0,042).Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat keefektifan model pembelajaran PBL-MR untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah siswa dengan tingkat self-efficacy yang berbeda. Keefektifan dilihat dari perbedaan tingkat pemecahan masalah siswa pada materi laju reaksi melalui model pembelajaran PBL-MR dan model PBL. Perbedaan tingkat self-efficacy dilihat dari adanya perbedaan tingkat self-efficacy siswa dalam satu kelas yang telah dikelompokkan menjadi siswa dengan tingkat self-efficacy tinggi dan rendah berdasarkan angket. Penelitian ini menggunakan instrumen tes essay yang memiliki validitas isi 94% dengan kategori sangat baik dan koefisien reliabilitas 0,842 dengan kriteria reliabilitas sangat tinggi. Sampel penelitian diambil dari dua kelas XI MIPA SMAN 2 Malang. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan secara statistik terhadap kemampuan memecahkan masalah siswa di kedua kelas penelitian (sig. sebesar 0.000) dan terdapat perbedaan kemampuan memecahkan masalah antara siswa dengan tingkat self-efficacy tinggi dan rendah (sig. sebesar 0,028). Interaksi antara model pembelajaran dan tingkat self-efficacy dengan kemampuan memecahkan masalah siswa memperoleh hasil yang cukup signifikan (sig. sebesar 0,042).
PENGGUNAAN STUDY HISTORY SHEET PADA MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA Sumari Sumari; Ridwan Joharmawan; Dwi Ratna Wulandari; Aman Santoso
J-PEK (Jurnal Pembelajaran Kimia) Vol 3, No 1 (2018): J-PEK (JURNAL PEMBELAJARAN KIMIA)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.15 KB) | DOI: 10.17977/um026v3i12018p006

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan Study History Sheet (SHS) pada model pembelajaran Discovery Learning terhadap hasil belajar materi asam dan basa. Penelitian ini menggunakan rancangan Quasi-Eksperimental Design jenis Posttest Only Design. Kelas eksperimen dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Discovery Learning dengan SHS, sedangkan kelas kontrol dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Discovery Learning tanpa SHS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa yang proses pembelajarannya menggunakan model pembelajaran Discovery Learning dengan SHS lebih tinggi daripada yang proses pembelajarannya menggunakan model pembelajaran Discovery Learning tanpa SHS  dengan nilai signifikansi sebesar 0,015.
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL)-STUDY HISTORY SHEET (SHS) BAHAN AJAR BERBASIS GREEN CHEMISTRY PADA MATERI KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR BELAJAR SISWA KELAS XI SMA NEGERI 10 MALANG Elinira Subandi; Ridwan Joharmawan; Aman Santoso
J-PEK (Jurnal Pembelajaran Kimia) Vol 2, No 2 (2017): J-PEK (JURNAL PEMBELAJARAN KIMIA)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.024 KB) | DOI: 10.17977/um026v2i22017p041

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL)-Study History Sheet (SHS) bahan ajar berbasis Green Chemistry pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan terhadap prestasi belajar belajar siswa kelas XI SMA Negeri 10 Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasy experimental design dengan post test only control group design. Prestasi belajar kognitif siswa kelas dengan perlakuan problem based learning (PBL)-study history sheet (SHS) bahan ajar berbasis green chemistry lebih tinggi ( = 79) dibandingkan dengan prestasi belajar kognitif siswa pada kelas dengan perlakuan model pembelajaran problem based learning ( = 76). Demikian juga prestasi belajar afektif siswa khususnya sikap peduli pada masalah pencemaran air kelas dengan perlakuan problem based learning (PBL)-study history sheet (SHS) bahan ajar berbasis green chemistry lebih tinggi daripada kelas dengan perlakuan model pembelajaran problem based learning. Hal ini dibuktikan dengan data persentase rata-rata sikap kepedulian siswa pada masalah pencemaran air kelas dengan perlakuan model pembelajaran problem based learning sebesar 90 %, sedangkan kelas dengan perlakuan problem based learning (PBL)-study history sheet (SHS) bahan ajar berbasis green chemistry sebesar 92%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL)-Study History Sheet (SHS) bahan ajar berbasis Green Chemistry pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan terhadap prestasi belajar belajar siswa kelas XI SMA Negeri 10 Malang
Model QSAR dari Turunan 3- tersubstitusi 4-Anilino Kumarin terhadap Aktivitas Anti-kanker Pankreas Daratu Eviana Kusuma Putri; Harno Dwi Pranowo; Anugrah Ricky Wijaya; Aman Santoso
JC-T (Journal Cis-Trans): Jurnal Kimia dan Terapannya Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : State University of Malang or Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.209 KB) | DOI: 10.17977/um0260v5i12021p013

Abstract

Model Quantitative structure-activity relationship (QSAR) dari turunan 3-tersubstitusi 4-anilino kumarin terhadap aktivitasnya sebagai anti-kanker pankreas telah berhasil dibuat dan divalidasi.  Struktur molekul turunan 3-tersubstitusi 4-anilino kumarin dan aktivitas biologisnya yang digunakan disitasi dari penelitian yang telah dilakukan oleh Luo dkk. (Luo et al., 2017). Setiap molekul turunan 3-tersubstitusi 4-anilino kumarin yang digunakan dioptimasi menggunakan metode kalkulasi DFT/BPV86 6-31G. Model analisis QSAR dibentuk menggunakan metode Multi Linear Regression (MLR) dan model terbaik yang didapatkan adalah: Log IC50 = 4,02 + (-7,126 x qC7) + (-5,709 x qC8) + (6,845 x qC18), n = 18; r2train = 0.701; r2test = 0.849, Fkal/Ftab = 3,269; SEE = 0.230.
Efek Radiasi Sinar Matahari dan Sinar Ultra Violet pada Plastik StyrofoamKemasan Makanan dan Minuman Sumari Sumari; Fauziatul Fajaroh; Aman Santoso; Nazriati Nazriati; Lailatur Rizqiyah
JC-T (Journal Cis-Trans): Jurnal Kimia dan Terapannya Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : State University of Malang or Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.782 KB) | DOI: 10.17977/um0260v3i12019p023

Abstract

Styrofoam sering kali ditemukan sebagai plastik pengemas atau pembungkus makanan dan minuman. Polistirena dapat terdegradasi membentuk monomernya yaitu stirena yang mdauh teroksidasi menjadi stirena oksida. Senyawa ini berbahaya bagi kesehatan karena bersifat karsinogenik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek radiasi sinar matahari dan sinar ultra violet pada plastik styrofoam kemasan makanan dan minuman. Sampel yang digunakan pada penelitian ini berupa styrofoam pengemas makanan dan minuman. Lembaran styrofoam dibuat bentuk film tipis dan lempeng tipis, selanjutnya sebagian sampel dipaparkan pada sinar matahari dan sebagian sampel dipaparkan pada sinar ultra violet dengan lampu uv yang dengan daya 20 watt dalam waktu yang sama selama 10, 25, dan 40 hari dan sebagian lainnya digunakan sebagai kotrol. Karakterisasi styrofoam dilakukan dengan uji tarik, spektroskopi infra merah, dan pengamatan fisik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa radiasi sinar matahari maupun sinar ultra violet dapat menyebabkan degradasi pada styrofoam. Semakin lama waktu radiasi baik radiasi sinar matahari maupun sinar ultra violet dapat mempercepat degradasi. Degradasi yang terjadi akibat radiasi sinar matahari maupun sinar ultra violet dapat menyebabkan penurunan kekuatan tarik, peningkatan konsentrasi relatif stirena oksida, serta menyebabkan penampakan permukaan dan warna styrofoam berubah. Degradasi yang terjadi akibat radiasi sinar matahari maupun sinar UV menyebabkan sampel berwarna kuning, retak/rapuh, dan muncul butiran-butiran putih.
Co-Authors Agustina Dinda Putri Larasati Agustina, Nur Indah Ahmad Munjin Nasih Ahmad Sururi Amara, Aulia Andyka Medarda Pradana Anie Yulistyorini Anugrah Ricky Wijaya Armaini, Armaini Azizatuz Zahro Berlian Enggarani Burhanuddin Ronggopuro Daratu Kusuma Eviana Putri Dedek Sukarianingsih Deni Ainur Rokhim Dewinta Yuka Siwi Dima Vici Nadia Ariefianti Dinar Rachmadika Baharintasari Dwi Ratna Wulandari Edy, Duwi Leksono Effendy Effendy Eli Hendrik Sanjaya Elinira Subandi Endang Budiasih Evy Damayanthi Fadhil Md Din, Mohd Fatmah Khairani Fauziatul Fajaroh Harno Dwi Pranowo Hartoyo Hartoyo Hayuni Retno Widarti Hayuningtyas, Inggar Firdaus Hengky Pamungkas, Yahya Hong Chen I Wayan Dasna Ida Bagus Suryadarma Imam Alfianto Intan Ainul Malik Irsyadatun Ni’mah Jacky Anggara Nenohai Januarti, Wenny Kusumaningrum, Irma Kartika Lailatur Rizqiyah Li, Yu-You Lilik Eka Radiati Lutfi Nur Azizah Mahmudah, Siti Nur Marisa Lidia Anggarwati Mauliana Nursafitri MOH. TAUFIK Mohammad Bukhori Muhammad Muchson Muhammad Roy Asrori Mujahidah, Amiroh Nabilah Muntholib Munzil Naim, Suratman S. Nazriati Nazriati dkk. Ni’mah, Irsyadatun Novida Pratiwi Nur Hikmah Nurin Fitriana Nursafitri, Mauliana Nurul Ultiyati Peter Juvenaris Manek Pitaloka, Dinda Ayu Prakasa, Yana Fajar Prastika, Frissa Rizkihati Putra, Andika Bagus Rachman, Ihsan Budi Ratna Yunita Setiyani Subardjo Retnosari, Rini Ridwan Joharmawan Rizky, M Rochmawati, Rochmawati Rohman Fantusi Rohman Fantusi Sakhi, Fillah M. Sinta Nur Laila Siti Marfuah, Siti Siti Marfu’ah Subandi Subandi Subandi, Mahfudi Sahly Suhadi Ibnu Suhadi Ibnu Suhadi Ibnu, Suhadi Sumari Sumari Suratman S. Naim Syafiuddin Syafiuddin Ulfatin, Nurul Rahma Wele, Amonius Regino Widi Dewi Ruspitasari Yahmin Yahmin Yana Fajar Prakasa Yana Fajar Prakasa Yoto Yoto, Yoto Yuski Sudana Yusuf Abdullah