Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Perspektif

PARADIGMA BARU KURIKULUM PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PENDIDIKAN DI INDONESIA Widia Winata; Ahmad Suryadi; Agus Suradika; Ansharullah; Ghanis Putra Widhanarto
Perspektif Vol 1 No 4 (2022)
Publisher : Yayasan Jaringan Kerja Pendidikan Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53947/perspekt.v1i4.89

Abstract

Abstrak Berkembangnya paradigma pendidikan di Indonesia saat ini tidak terlepas dari pengaruh situasi dan kondisi yang ada, seperti kemajuan teknologi, paradigma berpikir, kebijakan pemerintah, revolusi industri 4.0, dan pandemi covid-19. Kemajuan teknologi memungkinkan penggunaan media secara masif, kecanggihan teknologi berdampak pada cara berpikir, pengaruh revolusi industri 4.0 yang mengubah segala sisi kehidupan, kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang menuntut penyesuaian dalam proses pembelajaran di kampus. Lalu pandemi covid-19 yang melanda dunia menyuburkan penggunaan teknologi dalam pendidikan. Hal ini membutuhkan penyesuaian dan pemahaman baru dalam menyusun kurikulum agar dapat disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan tersebut. Tujuan penulisan ini adalah untuk menggambarkan bagaimana paradigma kurikulum terbaru dalam bidang teknologi pendidikan di Indonesia. Isu-isu pokok yang dijabarkan terkait dengan harapan pengembangan critical thingking, kreativitas, dan kemampuan abad-21. Oleh karena itu perlu disusun kurikulum yang memenuhi standar-standar tersebut dalam Program Studi Teknologi Pendidikan, khususnya Magister Teknologi Pendidikan (S2) di Indonesia. Abstract The current development of the education paradigm in Indonesia cannot be separated from the influence of existing situations and conditions, such as technological advances, thinking paradigms, government policies, the industrial revolution 4.0, and the COVID-19 pandemic. technological advances allow massive use of media, technological sophistication has an impact on the way of thinking, the influence of the industrial revolution 4.0 which changes all sides of life, the policy of Merdeka Learning Campus Merdeka (MBKM) which demands adjustments in the learning process on campus. Then the COVID-19 pandemic that hit the world enriched the use of technology in education. This requires adjustments and new understandings in preparing the curriculum so that it can be adapted to the development of these needs. The purpose of this paper is to describe how the latest curriculum paradigm in educational technology in Indonesia. The main issues related to the hope of developing critical thinking, activities, abilities and the 21st century. Therefore, it is necessary to develop a curriculum that meets these standards in the Educational Technology Study Program, especially the Master of Educational Technology (S2) in Indonesia.
PRAGMATISME DAN KONSEP SEKOLAH ISLAM TERPADU Dwi Septiawati; Agus Suradika
Perspektif Vol 1 No 6 (2022)
Publisher : Yayasan Jaringan Kerja Pendidikan Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53947/perspekt.v1i6.155

Abstract

Abstrak Sekolah Islam Terpadu hadir sebagai respons keprihatinan atas sistem pendidikan di Indonesia yang belum berhasil mencapai hakikat tujuan pendidikan. Sekolah Islam Terpadu memadukan secara integratif nilai dan ajaran Islam dalam bangunan kurikulum dengan pendekatan pembelajaran yang efektif dan pelibatan yang optimal dan kooperatif antara guru dan orang tua, serta masyarakat untuk membina karakter dan kompetensi peserta didik. Sekolah Islam Terpadu dianggap mengembangkan konsep pendidikan pragmatis yang menjadikannya sekolah eksklusif dan mahal. Tulisan ini menjelaskan: pertama, konsep pragmatisme dalam perspektif pemikir Barat dan perspektif pemikir Islam yang diwakili oleh Ibnu Khaldun; kedua, bagaimana konsep pragmatisme memberi kerangka dasar dalam konsep Sekolah Islam Terpadu, baik dalam tujuan mau pun proses pendidikan. Abstract Integrated Islamic Schools exist as a response to concerns over the education system in Indonesia which has not succeeded in achieving the nature of educational goals. The Integrated Islamic School integrates Islamic values and teachings in an integrated manner in curriculum building with an effective learning approach and optimal and cooperative involvement between teachers and parents, as well as the community to foster the character and competence of students. Integrated Islamic Schools are considered to develop the concept of pragmatic education which makes them exclusive and expensive schools. This paper explains: first, the concept of pragmatism in the perspective of Western thinkers and the perspective of Islamic thinkers represented by Ibn Khaldun; second, how the concept of pragmatism provides the basic framework for the concept of an Integrated Islamic School, both in terms of goals and in the educational process.
MENGATASI KEJENUHAN BELAJAR DARI RUMAH DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL Suci Paresti; Agus Suradika
Perspektif Vol 1 No 6 (2022)
Publisher : Yayasan Jaringan Kerja Pendidikan Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53947/perspekt.v1i6.223

Abstract

Abstrak Adanya wabah Covid-19 membuat pelaksanaan pembelajaran di semua satuan pendidikan secara nasional ditutup dan beralih ke pembelajaran jarak jauh (PJJ). PJJ telah berjalan satu setengah tahun lebih namun masih terkendala oleh fasilitas teknologi dan kestabilan jaringan internet. Hal ini berdampak pada motivasi belajar peserta didik selama belajar dari rumah (BDR) dengan menggunakan PJJ secara daring. Kejenuhan BDR akan dapat berdampak pada psikologis peserta didik dan mempengaruhi keberhasilan masa depannya. Upaya untuk mengatasi itu semua yaitu dengan menggunakan metode penulisan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Berbagai sumber data dikumpulkan, kemudian dilakukan penelaahan kritis dan mendalam terhadap bahan pustaka tersebut. Monotonnya pendidik dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh yang berdampak kejenuhan belajar dari oleh peserta didik menjadi landasan pemikiran untuk mencari solusi dalam mengatasinya. Kendala pandemi covid-19 bukan saja Kemendikbud yang berupaya mengatasinya, tetapi pendidik sebagai agen perubahan hendaknya turut turun tangan. Model pembelajaran kontekstual sebagai salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan ini. Dengan pendidik membuat perencanaan pembelajaran dan penerapan model pembelajaran kontekstual, berdasarkan berbagai hasil penelitian ditemukan bahwa terjadi peningkatan signifikan terhadap motivasi dan keberhasilan belajar peserta didik. Kreativitas pendidik dalam mendesain perencanaan pembelajaran, bahan ajar, media ajar dan lembar kerja sesuai konteks pribadi, sosial dan kultural mampu memberi makna pada setiap kegiatan belajar. Abstract The Covid-19 outbreak has closed the implementation of learning in all education units nationally and switched to distance learning (PJJ). PJJ has been running for more than a year and a half but is still hampered by technological facilities and the stability of the internet network. This has an impact on students' learning motivation while studying from home (BDR) using online PJJ. BDR saturation will have an impact on the psychology of students and affect their future success. Efforts to overcome it all by using the method of writing a qualitative descriptive approach to the type of library research. Various sources of data were collected, then a critical and in-depth study of the library materials was carried out. The monotony of educators in carrying out distance learning which has an impact on learning saturation by students becomes the basis for thinking to find solutions to overcome them. The Covid-19 pandemic obstacle is not only the Ministry of Education and Culture trying to overcome it, but educators as agents of change should also intervene. Contextual learning model as an alternative to overcome this problem. With educators making lesson plans and applying contextual learning models, based on various research results it was found that there was a significant increase in students' motivation and learning success. The creativity of educators in designing lesson plans, teaching materials, teaching media and worksheets according to personal, social and cultural contexts is able to give meaning to every learning activity.
PELUANG DAN TANTANGAN DAKWAH BIL LISAN MELALUI YOUTUBE SEBAGAI METODE KOMUNIKASI DAKWAH Angga Aminudin; Agus Suradika
Perspektif Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Yayasan Jaringan Kerja Pendidikan Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53947/perspekt.v2i1.197

Abstract

Abstrak Komunikasi – Dakwah – Media adalah suatu ikatan yang saling memperkuat dan tak akan terpisahkan. Komunikasi adalah aktivitas sosial yang melibatkan pertukaran pikiran, ide, gagasan, emosi, dan pesan. Rangkaiannya merupakan proses yang mutlak dimiliki setiap individu baik secara verbal atau nonverbal. Salah satu bentuk komunikasi disebut dengan komunikasi dakwah. Komunikasi Dakwah dilakukan dengan memiliki tujuan mengajak manusia kepada berbuat kebaikan dan mencegah perbuatan buruk dan tercela. Agar tujuan dari komunikasi dakwah yang diinginkan dapat tercapai, seorang komunikator harus mampu memilih metode yang akan digunakan. Dakwah Bil Lisan sebagai sebuah metode komunikasi dakwah mampu mengatasi kelemahan dakwah yang hanya dilakukan dengan tulisan. Metode ini juga memberikan kesempatan para mad’u untuk dapat menentukan pesan dari dakwah sesuai kemampuan dan kepentingannya sehingga tujuan komunikasi dakwah efektif dan efisien. Di era perkembangan media internet, YouTube menjadi salah satu platform yang paling banyak digunakan oleh masyarakat. Ketika sasaran dakwah ingin lebih menjangkau khalayak luas dan tak terikat oleh jarak dan waktu, kanal YouTube menjadi pilihan tepat bagi para dai menyampaikan risalah dakwahnya. Abstract Communication – Dakwah – Media is a bond that is mutually reinforcing and cannot be separated. Communication is a social activity that involves the exchange of thoughts, ideas, ideas, emotions and messages. The series is a process that is absolutely owned by every individual either verbally or nonverbally. One form of communication is called da'wah communication. Da'wah communication is carried out with the aim of inviting people to do good and prevent bad and despicable acts. In order for the desired goal of da'wah communication to be achieved, a communicator must be able to choose the method to be used. Dakwah Bil Oral as a method of da'wah communication is able to overcome the weakness of da'wah which is only done in writing. This method also provides an opportunity for mad'u to be able to determine messages from da'wah according to their abilities and interests so that the purpose of da'wah communication is effective and efficient. In the era of the development of internet media, YouTube has become one of the platforms most used by the public. When the goal of da'wah wants to reach a wider audience and is not bound by distance and time, the YouTube channel is the right choice for preachers to deliver their da'wah treatises.
DESAIN PEMBELAJARAN BERBASIS TEORI KONEKTIVISME: KERTAS KERJA EVALUASI KURIKULUM DI PRODI MAGISTER TEKNOLOGI PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA Dirgantara Wicaksono; Agus Suradika
Perspektif Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Yayasan Jaringan Kerja Pendidikan Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53947/perspekt.v2i1.537

Abstract

Abstrak Pembelajaran merupakan proses interaksi antara pendidik, peserta didik, dan sumber belajar dalam suatu lingkungan belajar. Pendidik memiliki peran penting di dalam keberhasilan interaksi tersebut dengan perencanaan yang sistematik. Oleh karena itu pendidik dituntut untuk terampil dalam mendesain pembelajaran. Kualitas desain pembelajaran akan menentukan keberhasilan kegiatan pembelajaran mencapai tujuan yang sudah ditentukan. Saat ini untuk merespon revolusi industri 4.0 dan masyarakat 5.0, dunia pendidikan mau tidak mau dituntut untuk dapat menyesuaikan diri dengan perubahan yang ada. Pelaku pendidikan dalam hal ini, program magister teknologi pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta juga dituntut juga untuk dapat merancang kurikulum menyesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan pendidikan. Untuk itu diperlukan desain pembelajaran yang merespon perkembangan zaman guna menjawab tantangan-tantangan yang muncul di masa kini termasuk perkembangan filosofis yang mendasari teori belajar dan teori pembelajaran. Dalam perkembangan teori belajar dan oembelajaran, aliran teori konektivisme merupakan teori baru yang muncul beriringan dengan kemajuan teknologi informasi. Untuk itu diperlukan suatu desain pembelajaran yang berbasis pada teori konektivisme ini. Metode penelitian yang digunakan dalam penyusunan kertas kerja ini adalah studi pustaka di mana penulis menggunakan berbagai sumber referensi yang berkaitan dengan desain pembelajaran dan teori konektivisme. Kajian ini menyimpulkan bahwa dalam pembelajaran berbasis konetivisme diperlukan (a) kemampuan litrasi digital baik dosen maupun mahasiswa, (b) ketersediaan sarana prasarana yang berbasis internet, (c) tersedianya materi pembelajaran interaktif yang memungkinkan mahasiswa dapat memperoleh materi pembelajaran kapan saja dan di mana saja. Abstract Learning is a process of interaction between educators, students, and learning resources in a learning environment. Educators have an important role in the success of these interactions with systematic planning. Therefore educators are required to be skilled in designing learning. The quality of learning design will determine the success of learning activities in achieving predetermined goals. Currently, to respond to the industrial revolution 4.0 and society 5.0, the world of education is inevitably required to be able to adapt to the changes that are taking place. Educational actors, in this case, the educational technology master program at the Muhammadiyah University of Jakarta are also required to be able to design curricula according to the needs and challenges of education. For this reason, it is necessary to design learning that responds to the times in order to answer the challenges that arise today, including the philosophical developments that underlie learning theory and learning theory. In the development of learning and learning theory, the flow of connectivism theory is a new theory that appears along with advances in information technology. For that we need a learning design based on this theory of connectivism. The research method used in the preparation of this working paper is a literature study in which the author uses various reference sources related to learning design and connectivism theory. This study concludes that connectivity-based learning requires (a) digital literacy skills for both lecturers and students, (b) availability of internet-based infrastructure, (c) availability of interactive learning materials that enable students to obtain learning materials anytime and anywhere .
EVALUASI PROGRAM PEMBELAJARAN UNIT PRODUKSI SEBAGAI KEMAMPUAN BERWIRAUSAHA PESERTA DIDIK PADA PORGRAM KEAHLIAN TATA BOGA DI SMK PERWIRA BANGSA KOTA DEPOK Faisal Fahriansyah; Agus Suradika; Widia Winata
Perspektif Vol 2 No 3 (2023)
Publisher : Yayasan Jaringan Kerja Pendidikan Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53947/perspekt.v2i3.538

Abstract

Tujuan evaluasi program ini adalah untuk mengetahui seberapa efektif suatu program yang telah direncanakan dan disusun mendorong tercapainya tujuan. Pelaksanaan program yang diteliti adalah Program pembelajaran keahlian tata boga yang diselenggarakan di SMK “PB”, Depok. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan metode campuran (mix method). Model evaluaisi yang digunakan adalah model CIPP yang digagas oleh Stufflebeam meliputi empat komponen evaluasi, yaitu konteks, masukan, proses, dan produk. Teknik pengumpulan data digunakan teknik kuesioner. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dalam bentuk tabel dan prosentase serta dikategorikan dengan empat kategori penilaian yaitu “Sangat Baik”, “Baik”, “Kurang Baik”, dan “Tidak baik”. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (a) komponen konteks termasuk dalam kategori “Baik”, (b) komponen input “Sangat Baik”, (c) komponen proses “Sangat baik”, dan (d) komponen Produk mendapatkan hasil “baik”. .Secara keseluruhan, pelaksanaan program pembelajaran unit produksi termasuk dalam kategori baik.   Abstract The purpose of this program evaluation is to find out how effective a program that has been planned and arranged is in encouraging the achievement of goals. The implementation of the program under study was a cooking skills learning program held at SMK "PB", Depok. The approach in this study uses a mixed method (mix method). The evaluation model used is the CIPP model initiated by Stufflebeam which includes four evaluation components, namely context, input, process, and product. Data collection techniques used questionnaire techniques. Data were analyzed with descriptive statistics in the form of tables and percentages and categorized by four assessment categories namely "Very Good", "Good", "Not Good", and "Not Good". The results of this study indicate that (a) the context component is included in the "Good" category, (b) the input component is "Very Good", (c) the process component is "Very good", and (d) the product component gets "good" results. . Overall, the implementation of the production unit learning program is included in the good category.
Co-Authors Abdul Aziz Hatapayo Abdul Gofur Abdullah, Habibi Ade Rahmat Ridwan Ahmad Fadly Ahmad Gunadi, R. Andi Ahmad Supriyadi Ahmad Suryadi Ahmad Susanto ahmad suyudi Ahmad, Gofur Ai Siti Hindun Alif Ainun Firdaus Andriansyah , Andriansyah Andriansyah Andriansyah Andriyani , Andriyani Andriyansyah, Andriyansyah Angga Aminudin Anggraini, Dewi Ratih ANITA DAMAYANTI Ansharullah Ansharullah Ansharullah Anwar, Much Dody Kharisma Azhari Azis Samudra Bahri, Saiful Brenda Dinda Salsabila Cecep Haryoto Desti Pujiati, Desti Dirgantara Wicaksono DIRGANTARA WICAKSONO DIRGANTARA WICAKSONO Dr. Gunawan Santoso Dwi Septiawati Edi Junaedi Emmy Zamzami Endang Sulastri Evi Satispi Fairuza, Naila Fairuza Faisal Fahriansyah Farokhah, Laely Febri Prihatin Fiardi, Andi Fuady, Ian Gofur Ahmad Gunawan Santoso hasanah hasanah Hidriana Huda, Muhamad Khozinul I Made Sumada Imam Mashud Irawati, Diana Irawati, Diana Iswan Izzatusholekha Laela Ratnasari Luh Putu Ratna Sundari Mardiyani, Ridha Masyitoh Masyitoh Masyitoh Masyitoh, Masyitoh Mawar Mawar Mawar, Mawar Muchtar, Risman Muhamad Sofian Hadi Munir, Muhammad Misbakul Musniati M Mutmainah Mutmainah N. Oneng Nurul Bariyah Nora, Liza Nur Aini, Aisyah Nur Hikmah Nurhadi Nurhadi Nurmalia, Nurmalia Pasaribu, Ahmad Jamil Pribadi, Sarli Amri Teguh Purnamasari, Irma Rahmah, Silvia Fiqriyah Raswono, Yudi Mandega Resky Nuralisa Gunawan Rifqiyati Rifqiyati Roshonah, Adiyati Fathu Saiful Bahri Salam, Rahmat Samudera, Azhari Azis Samudra, Azhari Aziz Samudra SATISPI, EVI Setiadin Setiadin, Setiadin Shodiq, Nur Ahmad SRI UTAMI Suci Paresti Suharsiwi Suharsiwi Sulfi, Daan Suwardono Taufiqurahman, Taufiqurahman Tenri Rawe Tia Ristiawati Tria Astika Endah Permatasari Virgana Waeno, Mahamadaree wahyu, imam wahyudin Weny S Pandia Widhanarto, Ghanis Putra WINATA, WIDIA Yusnita, Rimah