Claim Missing Document
Check
Articles

Identifikasi dan Isolasi Mikroalga dari Perairan Rawa Gambut di Kawasan Kampung Pinang Kecamatan Perhentian Raja Kabupaten Kampar Claurisa Priskila Hutagalung; Eddiwan Eddiwan; Windarti Windarti
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 11 No. 3 (2023): November
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Ekosistem perairan di kawasan gambut memiliki keunikan karena pH air yang cenderung rendah sehingga mempengaruhi organisme yang hidup di kawasan tersebut, termasuk mikroalga. Karena lingkungannya, mikroalga dari kawasan gambut mungkin memiliki karakteristik yang spesifik. Upaya dalam mengidentifikasi dan mengisolasi mikroalga dari kawasan perairan gambut, dilakukan penelitian pada bulan Agustus – Desember 2022 di Desa Kampung Pinang, Kabupaten Kampar. Pengambilan sampel dilakukan 2 kali dalam 2 minggu. Mikroalga dikumpulkan dengan cara menyaring 100 L sampel air menjadi 150 mL menggunakan planktonnet No. 42. Terdapat 3 spesies mikroalga yang diidentifikasi dan diisolasi menggunakan teknik agar dan kemudian dikultur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 6 kelas mikroalga, yaitu: Chlorophyceae (8 genus), Zygnematophyceae (2 genus), Cyanophyceae (5 genus), Bacillariophyceae (3 genus), Euglenophyceae (2 genus), dan Xanthophyceae (1 genus). Terdapat 4 spesies mikroalga yang tidak dapat diidentifikasi dengan baik karena karakteristik mikroalga tersebut unik. Mikroalga yang tidak teridentifikasi dapat berupa varietas baru atau bahkan spesies mikroalga baru, yaitu Scenedesmus 2, Scenedesmus 3, Micraterias, dan Surirella 2. Spesies yang dikultur adalah Chlorella sp., Microcystis sp. dan Chrococcus sp. Biomassa Microcystis sp. sebesar 0,23 g/L, Chrococcus sp. 0,1 g/L, dan Chlorella sp. 0,07 g/L.
Biologi Reproduksi Ikan Alu-Alu (Sphyraena spp.) dari Perairan Sibolga Sumatra Utara Nano Rizki Syahfutra; Efawani Efawani; Windarti Windarti
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 11 No. 2 (2023): Juli
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Ikan alu-alu merupakan salah satu ikan air laut yang hidup di Perairan Sibolga Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biologi reproduksi ikan Alu-alu (Sphyraena spp). Pengambilan ikan sampel dilakukan selama 3 bulan dengan interval 1 bulan sekali yang telah dilakukan pada bulan Mei-Juli 2022. Parameter yang diukur adalah karakteristik seksual, nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad (TKG), indeks kematangan gonad (IKG), fekunditas dan diameter telur. Hasil penelitian menunjukkan ikan yang tertangkap terdiri dari 2 jenis yaitu ikan Sphyraena putnamae dan ikan Sphyraena obtusatta. Ikan S.putnamae sebanyak 172 ekor (154 ikan jantan dan 18 ikan betina dengan rasio 2:1), sedangkan ikan S.obtusatta terdiri 73 ekor ikan( 49 ekor jantan dan 24 ekor ikan betina, dengan rasio 2:1). Rata-rata Indeks kematangan gonad ikan S.putnamae sebesar 3,08%, sedangkan ikan S.obtusatta sebesar 3,44%. Fekunditas ikan betina S.putnamae berkisar 12.500-20.338 butir, sedangkan ikan betina S.obtusatta berkisar 18.277- 20.133 butir. Diameter telur ikan alu-alu berkisar 0,1-0,5 mm, dengan telur kecil berkisar 0,1-0,2 mm, telur sedang berkisar 0,3-0,4 mm, dan telur besar berkisar 0,5 mm. Berdasarkan pada pola sebaran diameter telur maka dapat disimpulkan bahwa ikan alu alu termasuk dalam kelompok ikan pemijah serentak (whole spawner).
Inventarisasi Dekapoda di Sungai Katoman Desa Ranah Baru Kecamatan Kampar Kabupaten Kampar, Riau Deillia Rusmirani; Efawani Efawani; Windarti Windarti
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 3 (2024): November
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.12.3.p.449-456

Abstract

Sungai Katoman merupakan sungai dangkal dengan dasar berpasir, berkerikil dan berarus lamban sehingga mendukung untuk kehidupan dekapoda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dekapoda yang hidup di Sungai Katoman karena belum ada informasi tentang jenis dekapoda yang terdapat di sungai tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak satu kali dalam seminggu selama sebulan dari bulan Juli-Agustus 2023 menggunakan alat tangkap bubu. Berdasarkan hasil identifikasi terdapat 3 spesies dekapoda di sungai tersebut yaitu Parathelphusa pardus, Macrobrachium mammillodactylus dan Cherax quadrinacatus. P.pardus ditandai dengan adanya pola totol-totol seperti pola pada macan tutul yang tersebar pada karapas dan chelanya, bentuk karapasnya cembung, mempunyai 2 duri branchial serta kaki jalan yang pendek. M. mammillodactylus ditandai dengan scaphocerite yang panjangnya kurang dari panjang rostrum, gerigi pada bagian dorsal rostrum 9-11 sedangkan pada bagian ventral berjumlah 3-6 dan mammilosetae pada bagian dactylus. C.quadrinacatus memiliki 4 rostral carina pada cephalone yang berbentuk seperti bukit, aerola yang lebar dan 3 duri hepatic pada karapasnya. Terjadi persaingan antara C.quadrinacatus dengan M. mammillodactylus terlihat dari jumlah hasil tangkapan yang hampir dua kali lipat karena kedua spesies hidup, mencari makan dan berada di niche (relung ekologi) yang sama
Biologi Reproduksi Ikan Motan (Thynnichtys Thynnoides) di Danau Teluk Benderas, Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan Mutia Pradina; Ridwan Manda Putra; Windarti Windarti
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 3 (2024): November
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.12.3.p.494-499

Abstract

Ikan motan merupakan salah satu jenis ikan yang bernilai ekonomis bagi masyarakat di Desa Rantau Baru, namun pada saat ini populasi ikan motan sudah menurun. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui biologi reproduksi ikan motan (Thynnichtys thynnoides), dikarenakan informasi tentang biologi reproduksi ikan ini belum lengkap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Pengambilan sampel ikan dilakukan sebanyak dua kali dalam satu bulan dari bulan Juni-Agustus 2023 menggunakan jaring lingkar dengan mesh size 1-inch. Parameter yang diukur adalah karakteristik seksual, nisbah kelamin, Tingkat Kematangan Gonad (TKG), Indeks Kematangan Gonad (IKG), fekunditas dan diameter telur. Hasil penelitian menunjukkan pemijahan ikan motan masih berlanjut sampai beberapa bulan berikutnya dikarenakan ikan pada TKG I dan TKG II masih banyak tertangkap. Jumlah ikan yang tertangkap sebanyak 142 ekor (97 ekor jantan dan 45 ekor betina dengan rasio 2:1). Indeks Kematangan Gonad (IKG) meningkat seiring dengan bertambahnya Tingkat Kematangan Gonad (TKG), kisaran IKG ikan betina dari 2,92 % - 12,25% sedangkan ikan jantan dari 1,07 % - 9,17%. Fekunditas ikan motan betina berkisar 9.607-15.624 butir. Adapun untuk diameter telur ikan motan yang banyak dijumpai yaitu berukuran sedang berkisar antara 0,83- 0,95 mm.
Pola Pertumbuhan dan Kebiasaan Makan Belut Sawah (Monopterus albus) dari Perairan Umum Stadion Utama Riau Radhiyah Radhiyah; Windarti Windarti; Ridwan Manda Putra
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 9 No. 1 (2021): Maret
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Belut sawah merupakan salah satu ikan air tawar yang hidup di perairan sekitar StadionUtama Riau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pertumbuhan, kebiasaan makan danuntuk mengetahui jenis makanan yang ada di dalam lambung belut. Penelitian ini dilaksanakanpada bulan September-Oktober 2020. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak lima kali, satu kali /minggu dengan menggunakan pancing dan perangkap bambu. Sebanyak 52 ekor belut yangtertangkap (TL 291-613 mm dan berat 30-132 gr). Analisis kandungan lambung menggunakanmetode volumetrik dan dihitung Preponderance Index (PI) tiap jenis makanan. Hubungan panjangberat menunjukkan bahwa pertumbuhan betina, interseks dan jantan adalah alometrik negatif (b =2,40 pada betina, b = 1,56 pada interseks dan b = 2,02 pada jantan). Hasil penelitian menunjukkanbahwa pakan belut sawah di perairan sekitar Stadion Utama Riau terdiri dari serangga (PI 49%),sisa ikan (PI 32%), moluska (PI 9%), tumbuhan (PI 9%) dan bahan yang tidak teridentifikasi (1%).Berdasarkan data yang diperoleh, ikan ini dikategorikan sebagai karnivora
Survival and Growth of Pangasianodon hypophthalmus Fed with Moringa oleifera Enriched Pellets and Reared in Tank with Aquaponic System and Dark Condition Windarti Windarti; Sofyan Husein Siregar; Asmika Harnalin Simarmata; Joko Samiaji
Jurnal Natur Indonesia Vol. 21 No. 1 (2023): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jnat.21.1.1-6

Abstract

Pangasianodon hypophthalmus grows well in a dark tank completed with an aquaponic system. To improve the growth, a feed supplement made from Moringa oleifera might be used as it is rich in protein, vitamins A, B, C, and minerals. To understand the effect of M.oleifera addition in the feed of fish, research has been conducted in June-July 2022. M. oleifera leaves were dried and powdered and then mixed with commercial fish feed pellets. There were 4 treatments of M. oleifera dosages, namely T0 (no M. oleifera), T1 (10 g/kg), T2 (15 g/kg), and T3 (20 g/kg). The fish was reared in a 100L container (30 fishes/tank, around 4 g BW and 8 cm TL), covered with a dark-colored tarp, and completed with the aquaponic system using Ipomoea aquatica. The feed was given 2 times/day, ad libitum. Samplings were conducted once/10 days, for 40 days. Results showed that the survival of fish in all treatments was 93.3 – 98.89%. The growth of fish, however, was different. There was no difference in fish body weight (BW), total length (TL), and specific growth rate (SGR) of fish fed with Moringa, they were around 23.5 g BW, 5.8 cm TL, and 4.3 cm SGR respectively. While those of the control fish were 13.0 g BW, 4.23 cm TL, and 2.89% per day SGR respectively. The fish that was fed with Moringa-enriched pellets showed the highest Feed Efficiency (90.42-97.46%) and the lowest FCR (1.03 – 1.11). While in the fish that was not fed with Moringa showed the lowest FE (75.48%) and the highest FCR (1.33%). Data obtained indicate that Moringa positively improves the growth of fish as well as improving feed efficiency.
Kidney Structure of Pangasianodon hypophthalmus Fed with Fermented Red Ginger and Infection by Aeromonas hydrophila Morina Riauwaty; windarti Windarti; Mariani Natalina Linggasari
Jurnal Natur Indonesia Vol. 21 No. 1 (2023): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jnat.21.1.36-41

Abstract

Red ginger contains antioxidants that can be used to enhance the immune system of fish. A study was conducted from September to December 2021 to understand the kidney structure of Pangasianodon hypophthalmus that was fed with red ginger fermented pellets. The fermented red ginger juice was obtained by juicing 500 g of red ginger in 3L water, boiled and mixed with 175 ml molasses, 65 ml yogurt, and 50 mg yeast, and then fermented for seven days. The fermented red ginger juice was obtained by juicing 500 g of red ginger for days. The fermented red ginger juice was mixed with fish feed pellets, namely T1 (150 mL/Kg), T2 (175 mL/Kg), T3 (200 mL/Kg), Cn (no red ginger juice and no infection), Cp (no red ginger juice and infection by A. hydrophila). The fish were reared in 30L aquaria. The fish sample was P. hypophthalmus fingerling (10-12 cm and 5-7 g), 10 fishes/aquarium. The fish were fed 3 times a day, adlibitum. On the 30th day, A. hydrophila was injected into the treated fish (0.1 ml of 108 cells/ml, subcutan injection). On the 14th after the infection kidney sample was collected and processed for histological study. The result has shown that there were differences in the kidney tissue of fish in each treatment. The worst condition was obtained in Cp, while the best was in T2. The renal structure of Cp showed abnormalities such as hemorrhage, cell necrosis, enlarged Bowman's cyst, and tubular degeneration, while the T2 kidney showed mild lesions specifically hemorrhagically. This fact indicates that fermented red ginger can improve fish immunity against A. hydrophila infection.
Pertumbuhan dan Hematologi Ikan Gurami (Osphronemus gouramy) yang Diberi Pakan Diperkaya Tepung Daun Kelor dan Dipelihara pada Media Bersalinitas Jernihtayanti, Jernihtayanti; Windarti, Windarti; Hasibuan, Saberina
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.1.66-73

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pertumbuhan dan kesehatan ikan gurami (Osphronemus gouramy) yang dipelihara dalam media bersalinitas dengan pemberian pakan pelet yang diperkaya tepung daun kelor (Moringa oleifera). Penelitian dilakukan selama April hingga Desember 2023 dengan dua tahap: pemeliharaan selama 60 hari dan infeksi Aeromonas hydrophila pada hari ke-61 s/d hari ke-75. Lima perlakuan diterapkan: kontrol negatif (KN), kontrol positif (KP), serta penambahan tepung daun kelor sebanyak 20 g (P1), 30 g (P2), dan 40 g (P3) per kg pakan. Hasil menunjukkan perlakuan P3 memberikan pertumbuhan dan imunitas terbaik, dengan pertambahan panjang dan berat mencapai 4,73 cm dan 10,70 g, laju pertumbuhan spesifik 1,41%, serta efisiensi pakan 46,83%. Kelulushidupan ikan setelah diuji tantang mencapai 65% (P3) dibandingkan KP hanya 18,33%. Kondisi hematologi ikan yang diberi tepung daun kelor menunjukkan total eritrosit 3,06 × 10⁶ sel/mm³, kadar hemoglobin 9,5 g/dL, kadar hematokrit 35,3%, total leukosit 13,55 × 10⁴ sel/mm³, dan kadar glukosa darah 51,43 mg/dL. Penambahan tepung daun kelor secara signifikan meningkatkan kesehatan ikan gurami serta daya tahannya terhadap infeksi bakteri.
Estimasi Stok Karbon dan Valuasi Ekonomi Ekosistem Mangrove di Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara Hafli, R. Diddin Mifdhol; Samiaji, Joko; Windarti, Windarti
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.1.74-81

Abstract

Hutan mangrove memegang peranan penting pada ekosistem pesisir dengan fungsinya sebagai penyerap karbon. Degradasi lingkungan dan alih guna lahan di Indonesia yang tidak terkendali mengancam eksistensi ekosistem mangrove. Penyerapan dan penyimpanan karbon di ekosistem mangrove merupakan jasa ekosistem 'karbon biru' pesisir yang penting bagi mitigasi perubahan iklim. Riset ini bertujuan untuk menilai kondisi ekosistem mangrove dan potensi cadangan karbon yang tersimpan guna menentukan valuasi ekonominya di Pesisir Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara. Pengambilan data mangrove dilakukan pada 3 stasiun. Metode non-destruktif dengan menggunakan persamaan alometrik untuk pendugaan biomassa digunakan pada riset ini. Hasil riset menunjukkan bahwa rata-rata biomassa dan karbon yang tersimpan pada ekosistem mangrove adalah sebesar 264,49 ton/ha dan 124,31 ton C/ha. Sedangkan rata-rata potensi serapan karbon adalah sebesar 7,95 ton CO2/ha. Dengan total luas ekosistem mangrove sebesar ± 6.931 ha, maka estimasi nilai ekonomi karbon mangrove di Kabupaten Tapanuli Tengah adalah sebesar Rp. 3.804.131.272 (Nilai Ekonomi Karbon Indonesia pada Emissions Trading Scheme) dan Rp. 42.743.048.000 (Global Social Cost of Carbon).
Inventarisasi Dekapoda di Sungai Katoman Desa Ranah Baru Kecamatan Kampar Kabupaten Kampar, Riau Rusmirani, Deilia; Efawani, Efawani; Windarti, Windarti
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 3 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Sungai Katoman merupakan sungai dangkal dengan dasar berpasir, berkerikil dan berarus lamban sehingga mendukung untuk kehidupan dekapoda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dekapoda yang hidup di Sungai Katoman karena belum ada informasi tentang jenis dekapoda yang terdapat di sungai tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak satu kali dalam seminggu selama sebulan dari bulan Juli-Agustus 2023 menggunakan alat tangkap bubu. Berdasarkan hasil identifikasi terdapat 3 spesies dekapoda di sungai tersebut yaitu Parathelphusa pardus, Macrobrachium mammillodactylus dan Cherax quadrinacatus. P.pardus ditandai dengan adanya pola totol-totol seperti pola pada macan tutul yang tersebar pada karapas dan chelanya, bentuk karapasnya cembung, mempunyai 2 duri branchial serta kaki jalan yang pendek. M. mammillodactylus ditandai dengan scaphocerite yang panjangnya kurang dari panjang rostrum, gerigi pada bagian dorsal rostrum 9-11 sedangkan pada bagian ventral berjumlah 3-6 dan mammilosetae pada bagian dactylus. C.quadrinacatus memiliki 4 rostral carina pada cephalone yang berbentuk seperti bukit, aerola yang lebar dan 3 duri hepatic pada karapasnya. Terjadi persaingan antara C.quadrinacatus dengan M. mammillodactylus terlihat dari jumlah hasil tangkapan yang hampir dua kali lipat karena kedua spesies hidup, mencari makan dan berada di niche (relung ekologi) yang sama.
Co-Authors Ade Hermawita Afifah, Nida Farah Ahmed Al-Harbi Alfiati Silfi Alfred Nobel Pardede Alim Isnansetyo Andi Wicaksono Andika Bharada Rizky Soeharto Anggraini Sukmawati Annavi, Riski Aras Mulyadi Arnoli, Zulmi Asep Permana Asmika Harnalin Simarmata Asshabri, Fadli Asyiqin, Nur Ayi Yustiati Betzy Victor Telaumbanua Bintal Amin Budijono, Budijono Claurisa Priskila Hutagalung Cyntia Uli Artha Sihombing Daroe Iswatiningsih Deillia Rusmirani Deni Efizon Deni Erizon Dessy Yoswaty Dewita Dewita Dian Handayani Dian Handayani Dimas Gusriansyah Eddiwan Eddiwan Eddiwan Kamaruddin Efawani Efawani Efawani Efawani Efawani, Efawani Efawani, Efawani Eko Prianto, Eko Endro Siswanto Eni Sumiarsih ENNIE CHAHYADI, ENNIE Erizon, Deni Fadilah, Annisa Farhan Ramdhani Farikhah Farikhah, Farikhah Fauzi , Muhammad Febriyola, Jenika Fiki Harjuni Gusnar Simangunsong Gusriansyah, Dimas Hafli, R. Diddin Mifdhol Haiyul Fadhli hermawati , Ade Hermawita, Ade Herwandi, Zeldi Hutagalung, Claurisa Iesje Lukistyowati Irene, Christin Irwan Effendi Irwan Effendi Irwan Irwan Iskandar Putra Isma Mulyani J. Wiratama, Prano Jernihtayanti, Jernihtayanti Joko Prastowo Joko Samiaji Joyce Simanjuntak Junianto Junianto Karsih, Okta Rizal Khatijah, Yayak Kurniasih Kurniasih Kurniasih Kurniasih Lapeti Sari Lauura Hermala Yunita Litavia, Widya Lulu Pratiwi M. Putra, Ridwan Mahdiyah, Evfi Mariani Natalina Linggasari Mariani Natalina Linggasari Masjudi, Heri Mega Novia Putri Mery Sukmiwati Mira Rahmita Sari Mira Rahmita Sari Morina Morina Morina Riauwaty Mufidah, Muna Muhammad Fauzi Muhammad Rizal Razman Mulyani, Isma Mutia Pradina Nanang Muhson Nano Rizki Syahfutra Nano Rizky Syahfutra Nasution, Aprilia Safitri Netta Emagiana Br Tarigan Nicken, Nicken Niken Ayu Pamukas Nisfi Maulidia Nasution Nofri Sandria Nur Asiah Nur Maulida Safitri Nurhendra, Novelin Nanda Nadhita Nursyirwani, Nursyirwani Nurwijayanti Okta Rizal Karsih Padmayni, Padmayni Pardede, Alfred Nobel Pradina, Mutia Pradita, Yuni Pulungan, Amar Doli Putra, Ridwan Putri, Dwika Hanifah Putri, Mega Novia Radhiyah Radhiyah Radhiyah Radhiyah Ranika Paramita Ridwan Manda Putra Rina D’rita Sibagariang Rina Firliana Rini Indriati Riri Ezraneti Riski Annavi Riswan, M Rizky Janatul Magwa Rizky Ulva Romie Jhonnerie Ronal Kurniawan Rusliadi Rusliadi Rusliadi Rusliadi Rusliadi Rusliadi Rusmirani, Deilia Saberina Hasibuan Sahputri, Herliza Khairani Salsabila, Izzaty Saputra, Raja Darmawan Saragih, Deliana Sari, Desi Maya Sari, Fadhila Cynthia Sari, Mira Rahmita Sarumaha, Herman Septy Heltria Simangunsong, Gusnar Simanjuntak, Joyce Simbolon, Mastiur Afridayanti Sinaga, Martianna Siregar, Morina Riauwaty Siregar, Rizky Febriansyah Sofyan Husein Siregar Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sukendi Sukendi Sumarto, Sumarto Suparmi Suparmi Supiana, Supiana Surbakti, Yuli Anggreani Putri Br Syafriadiman, Syafriadiman Syahfutra, Nano Syahputra, Tomi Syahril Nedi Syamsiar, Syamsiar Tanjung, Nevy Arizky Tarigan, Netta Thamrin Thamrin Titrawani Titrawani Tomi Syahputra Tumanggor, Josua Setiawan Vera Anggraini Wulandary, Marchya Audhya Yoppie Wulanda Yudho Harjoyudanto Yuliati Yuliati Zulmi Arnoli