Claim Missing Document
Check
Articles

Biologi Reproduksi Ikan Motan (Thynnichtys Thynnoides) di Danau Teluk Benderas, Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan Pradina, Mutia; Putra, Ridwan Manda; Windarti, Windarti
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 3 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Ikan motan merupakan salah satu jenis ikan yang bernilai ekonomis bagi masyarakat di Desa Rantau Baru, namun pada saat ini populasi ikan motan sudah menurun. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui biologi reproduksi ikan motan (Thynnichtys thynnoides), dikarenakan informasi tentang biologi reproduksi ikan ini belum lengkap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Pengambilan sampel ikan dilakukan sebanyak dua kali dalam satu bulan dari bulan Juni-Agustus 2023 menggunakan jaring lingkar dengan mesh size 1-inch. Parameter yang diukur adalah karakteristik seksual, nisbah kelamin, Tingkat Kematangan Gonad (TKG), Indeks Kematangan Gonad (IKG), fekunditas dan diameter telur. Hasil penelitian menunjukkan pemijahan ikan motan masih berlanjut sampai beberapa bulan berikutnya dikarenakan ikan pada TKG I dan TKG II masih banyak tertangkap. Jumlah ikan yang tertangkap sebanyak 142 ekor (97 ekor jantan dan 45 ekor betina dengan rasio 2:1). Indeks Kematangan Gonad (IKG) meningkat seiring dengan bertambahnya Tingkat Kematangan Gonad (TKG), kisaran IKG ikan betina dari 2,92 % - 12,25% sedangkan ikan jantan dari 1,07 % - 9,17%. Fekunditas ikan motan betina berkisar 9.607-15.624 butir. Adapun untuk diameter telur ikan motan yang banyak dijumpai yaitu berukuran sedang berkisar antara 0,83- 0,95 mm.
Morfologi Lobster Cherax quadricarinatus di Sungai Katoman Desa Ranah Baru Kabupaten Kampar dan Danau Ali Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau Handayani, Dian; Windarti, Windarti; Eddiwan, Eddiwan
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Cherax quadricarinatus mendiami Sungai Katoman dan Danau Ali yang memiliki tipe ekosistem yang berbeda, karena air di sungai mengalir sedangkan air di danau statis. Kondisi air dapat mempengaruhi perilaku dan bentuk tubuh lobster. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan morfologi lobster di kedua lokasi tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2023. Metode yang digunakan adalah metode sensus. Pengambilan sampel lobster dilakukan seminggu sekali, selama satu bulan. Lobster ditangkap dengan menggunakan jaring perangkap dengan ukuran mata jaring 0,5 inci. Karakteristik morfologi dan meristik lobster yang tertangkap kemudian diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pada 13 karakter morfometrik, lobster dari Sungai Katoman memiliki panjang total, telson, uropod ke-2 dan kaki ke-3 yang lebih panjang. Sedangkan lobster dari Danau Ali memiliki ukuran mata karapas, lebar cephalon, lebar dada, lebar karapas, abdomen, lebar telson, lebar maksimum abdomen, kaki ke-1 dan kaki ke-2 yang lebih panjang. Namun, tidak ada perbedaan pada karakteristik meristik, tetapi lobster dari Danau Ali memiliki warna tubuh yang lebih gelap dan bagian perut yang lebih besar.
Pemeliharaan Ikan Patin (Pangasianodon hypophthalmus) yang di Beri Pakan Diperkaya Daun Kelor (Moringa oleifera) dengan Manipulasi Fotoperiod pada Sistem Aquaponik Annavi, Riski; Rusliadi, Rusliadi; Putra, Iskandar; Windarti, Windarti
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Ikan patin (Pangasianodon hypophthalmus) merupakan salah satu ikan konsumsi memliki nilai ekonomis yang tinggi dan digemari masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis daun kelor yang tepat dalam pakan terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan ikan patin yang dipelihara dengan keadaan gelap selama 24 jam menggunakan sistem resirkulasi akuaponik. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret s/d Mei 2023 selama 60 hari. Metode yang digunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Dosis perlakuan daun kelor yaitu P0 kontrol (0 g/kg), P1 (5 g/kg), P2 (10 g/kg), dan P3 (15 g/kg). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan yang diperkaya daun kelor berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup patin. Dosis terbaik pada penelitian ini adalah P1 (10 g/kg) yang menghasilkan panjang mutlak 7,62 cm, berat mutlak 31,93 g, LPS 3,29%/hari, dan tingkat kelangsungan hidup 98,89%.
Pengaruh Penambahan Daun Kelor (Moringa oleifera) dalam Pakan Terhadap Pertumbuhan dan Kesehatan Ikan Patin (Pangasianodon hypophthalmus) dengan Manipulasi Fotoperiod dan Sistem Resirkulasi Nurhendra, Novelin Nanda Nadhita; Putra, Iskandar; Pamukas, Niken Ayu; Windarti, Windarti
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Ikan patin (Pangasianodon hypophthalmus) merupakan ikan yang berekonomis karena minat masyarakat terhadap ikan patin tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan daun kelor dalam pakan serta dosis terbaiknya terhadap pertumbuhan dan kesehatan ikan patin yang dipelihara dengan manipulasi fotoperiod pada sistem resirkulasi. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 70 hari pada bulan Februari – April 2023 yang bertempat di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau dan pengamatan hematologi ikan dilakukan di Laboratorium Biologi Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau. Metode penelitian ini yaitu eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor menggunakan empat perlakuan dan tiga pengulangan, yaitu P0: tidak diberi penambahan daun kelor, P1: 10 g/kg pakan, P2: 15 g/kg pakan, dan P3: 20 g/kg pakan. Penelitian ini menggunakan benih ikan patin berukuran 4-6 cm dengan padat tebar 30 ekor/wadah yang bersisi 100 L air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan daun kelor dengan dosis 10 g/kg pakan merupakan perlakuan terbaik, yang memberikan rata-rata bobot mutlak sebesar 37,10 g, laju pertumbuhan spesifik 2,8%, nilai efisiensi pakan 93,51%, konversi pakan 1,06, total eritrosit 2,13 x 106 sel/mm3, kadar hemo Resirkulasi globin 8,13 g/dL, kadar hematokrit 31,33%, serta nilai kelulushidupan 96,66%.
Histopathology of Striped Catfish (Pangasianodon hypophthalmus) Fed with Moringa Leaf Addition and Maintained in Photoperiod Aquaponics Arnoli, Zulmi; Windarti, Windarti; Riauwaty, Morina
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 29 No. 3 (2024): October
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jpk.29.3.375-380

Abstract

Moringa is one of the plants with high nutrients and antioxidants and can improve fish's immune system. This study aimed to look at the structure of the skin and kidney tissue of striped catfish fed with feed containing Moringa leaf flour after being tested for Aeromonas hydrophila bacteria. This research was conducted from January to May 2024 at the Biotechnology Laboratory, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Universitas Riau, and fish histology observations were made at the Aquatic Biology Laboratory, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Universitas Riau. The method used in this study is an experimental method by applying a one-factor Completely Randomized Design (CRD) with five levels of treatment and three replicates, namely KN (without moringa leaves and A. hydrophila challenge test), KP (without moringa leaves and challenged with A. hydrophila), P1 (dose of 10 g/kg feed), P2 (dose of 15 g/kg feed), P3 (dose of 20 g/kg feed). The results showed that most organ tissues were still in a normal state. The best dose of moringa flour addition to feed is 10 g/kg feed (P1). Fish tissue structure in P1 has damage such as hypertrophy, hemorrhage, and lipofuscin pigment on fish skin. Fish survival during the study was 97.67%.
A Study on Morphometric and Mouth Structure of Luciocephalus pulcher Gray, 1830 from the Sibam River, Pekanbaru Putri, Dwika Hanifah; Efawani, Efawani; Windarti, Windarti
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 30 No. 1 (2025): February
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jpk.30.1.128-135

Abstract

Luciocephalus pulcher lives in peat swamps, and the male incubates the eggs in the mouth. A study aimed to determine morphometric characters and differences in the oral structure of male and female fish was conducted from June to July 2024. Fish samples were caught in the upper Sibam River. 5 times, once/week. The morphometrical characteristics were measured, and the fish mouth structure was observed. Results showed that 32 fish were caught, consisting of 21 males and 11 females. Of the 37 morphometric characters observed, 18 differed between males and females. These characters included total length, head length, body height, caudal peduncle height, eye diameter, anal fin to caudal fin base distance, dorsal fin base length, pectoral fin base length, anal fin height, ventral fin base length, caudal fin base length, lower jaw length, upper jaw length, lower jaw width, gular sac width, lower lip length and upper lip length. The total length of male fish ranged from 48-135 mm, while females were 48-135 mm. Fin characteristics in male and female fish were the same, with the formula D.I, 8-12 P.12-15 V.6-7 A.I, 14-20 C.13-15. The difference in mouth characters was seen in the gular sac. The gular sac of male fish was wider with thicker tissue, more folded, more flexible, elastic skin tissue, and smaller, more flexible hyoid bone. In contrast, female fish have smaller, less elastic gular sacs, thinner tissue, and less folded and thicker hyoid bone.
POTENTIAL OF VARIOUS INDONESIAN MEDICINAL PLANTS TO INHIBIT THE GROWTH OF Aeromonas hydrophila BACTERIA Kurniawan, Ronal; Windarti, Windarti; Effendi, Irwan; Putri, Mega Novia; Syahputra, Tomi; Gusriansyah, Dimas; Riswan, M
Asian Journal of Aquatic Sciences Vol. 7 No. 2 (2024): August
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/ajoas.7.2.299-304

Abstract

Aeromonas hydrophila is a gram-negative bacterium that can infect fish and is zoonotic to humans. Efforts to prevent this bacterial infection can be made using herbal plants due to the content of secondary metabolite compounds. This study aims to explore plants that have the potential as antibacterials, especially A. hydrophila bacteria. This research was conducted in February 2024 at the Marine Biotechnology Laboratory, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Universitas Riau. The experimental method used included the stages of preparation of plant leaf samples and antibacterial tests using Kirby-Bauer discs. The plants used were the leaves of senduduk (Melastoma malabathricum), kantong semar (Nepenthes sp), lime (Citrus aurantifolia), belimbing bukit (Acetosella barreligeri), sirsak (Annona muricata), mucuna (Mucuna bracteata), Israel grass (Asystasia gangetica), and miana (Coleus scutellariodes). The results showed that the leaves of kantong semar, senduduk, and belimbing bukit could inhibit bacterial growth in a strong category. In contrast, the leaves of sirsak, mucuna, Israel grass, miana, and lime were classified as moderately inhibiting the growth of A. hydrophila bacteria. In conclusion, these herbal plants can potentially prevent A. hydrophila bacterial infection
Pelatihan Teknik Batik Ecoprint Mangrove pada Mitra KPM Sekat Bakau Desa Buruk Bakul Kabupaten Bengkalis Nursyirwani, Nursyirwani; Yoswaty, Dessy; Nedi, Syahril; Windarti, Windarti; Hendris, Sefni; Silfi, Alfiati; Mahdiyah, Evfi; Kurniawan, Ronal
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 6 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Mangrove merupakan salah satu ekosistem laut yang paling produktif dengan beranekaragam flara dan fauna mangrove, daerah yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut, daerah asuhan (nursery ground) dan tempat mencari makan bagi biota laut, Selain itu, daun, batang, akar dan bunga mangrove telah digunakan sebagai pewarna alami dalam pembuatan kerajinan tangan atau bahan tekstil yang disebut dengan istilah teknik batik ecoprint mangrove. Produk batik ecoprint mangrove menghasilkan nuansa warna alami dengan motif yang indah yang ramah lingkungan. Sasaran pelatihan Program Desa Binaan (PDB) yaitu mitra KPM Sekat Bakau Desa Buruk Bakul Kabupaten Bengkalis yang berjumlah 20 orang, dibantu oleh mahasiswa Kukerta MBKM LPPM Universitas Riau tahun 2024 berjumlah 10 orang. Tujuan kegiatan PDB yaitu transfer iptek batik ecoprint mangrove pada mitra KPM Sekat Bakau dan masyarakat di Desa Buruk Bakul, dengan menghasilkan produk ecoprint yang berkualitas. Diharapkan mendorong masyarakat melakukan upaya konservasi hutan mangrove berkelanjutan dan membentuk desa binaan yang mandiri. Peserta pelatihan sangat antusias dan memiliki motivasi untuk membuat batik ecoprint mangrove. Hal ini dapat menjadi alternatif mata pencaharian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Buruk Bakul.
Histopathology of Striped Catfish (Pangasianodon hypophthalmus) Fed with Moringa Leaf Addition and Maintained in Photoperiod Aquaponics Arnoli, Zulmi; Windarti, Windarti; Riauwaty, Morina
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 29 No. 3 (2024): October
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jpk.29.3.375-380

Abstract

Moringa is one of the plants with high nutrients and antioxidants and can improve fish's immune system. This study aimed to look at the structure of the skin and kidney tissue of striped catfish fed with feed containing Moringa leaf flour after being tested for Aeromonas hydrophila bacteria. This research was conducted from January to May 2024 at the Biotechnology Laboratory, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Universitas Riau, and fish histology observations were made at the Aquatic Biology Laboratory, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Universitas Riau. The method used in this study is an experimental method by applying a one-factor Completely Randomized Design (CRD) with five levels of treatment and three replicates, namely KN (without moringa leaves and A. hydrophila challenge test), KP (without moringa leaves and challenged with A. hydrophila), P1 (dose of 10 g/kg feed), P2 (dose of 15 g/kg feed), P3 (dose of 20 g/kg feed). The results showed that most organ tissues were still in a normal state. The best dose of moringa flour addition to feed is 10 g/kg feed (P1). Fish tissue structure in P1 has damage such as hypertrophy, hemorrhage, and lipofuscin pigment on fish skin. Fish survival during the study was 97.67%.
A Study on Morphometric and Mouth Structure of Luciocephalus pulcher Gray, 1830 from the Sibam River, Pekanbaru Putri, Dwika Hanifah; Efawani, Efawani; Windarti, Windarti
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 30 No. 1 (2025): February
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jpk.30.1.128-135

Abstract

Luciocephalus pulcher lives in peat swamps, and the male incubates the eggs in the mouth. A study aimed to determine morphometric characters and differences in the oral structure of male and female fish was conducted from June to July 2024. Fish samples were caught in the upper Sibam River. 5 times, once/week. The morphometrical characteristics were measured, and the fish mouth structure was observed. Results showed that 32 fish were caught, consisting of 21 males and 11 females. Of the 37 morphometric characters observed, 18 differed between males and females. These characters included total length, head length, body height, caudal peduncle height, eye diameter, anal fin to caudal fin base distance, dorsal fin base length, pectoral fin base length, anal fin height, ventral fin base length, caudal fin base length, lower jaw length, upper jaw length, lower jaw width, gular sac width, lower lip length and upper lip length. The total length of male fish ranged from 48-135 mm, while females were 48-135 mm. Fin characteristics in male and female fish were the same, with the formula D.I, 8-12 P.12-15 V.6-7 A.I, 14-20 C.13-15. The difference in mouth characters was seen in the gular sac. The gular sac of male fish was wider with thicker tissue, more folded, more flexible, elastic skin tissue, and smaller, more flexible hyoid bone. In contrast, female fish have smaller, less elastic gular sacs, thinner tissue, and less folded and thicker hyoid bone.
Co-Authors Ade Hermawita Afifah, Nida Farah Ahmed Al-Harbi Alfiati Silfi Alfred Nobel Pardede Alim Isnansetyo Andi Wicaksono Andika Bharada Rizky Soeharto Anggraini Sukmawati Annavi, Riski Aras Mulyadi Arnoli, Zulmi Asep Permana Asmika Harnalin Simarmata Asshabri, Fadli Asyiqin, Nur Ayi Yustiati Betzy Victor Telaumbanua Bintal Amin Budijono, Budijono Claurisa Priskila Hutagalung Cyntia Uli Artha Sihombing Daroe Iswatiningsih Deillia Rusmirani Deni Efizon Deni Erizon Dessy Yoswaty Dewita Dewita Dian Handayani Dian Handayani Dimas Gusriansyah Eddiwan Eddiwan Eddiwan Kamaruddin Efawani Efawani Efawani Efawani Efawani, Efawani Efawani, Efawani Eko Prianto, Eko Endro Siswanto Eni Sumiarsih ENNIE CHAHYADI, ENNIE Erizon, Deni Fadilah, Annisa Farhan Ramdhani Farikhah Farikhah, Farikhah Fauzi , Muhammad Febriyola, Jenika Fiki Harjuni Gusnar Simangunsong Gusriansyah, Dimas Hafli, R. Diddin Mifdhol Haiyul Fadhli hermawati , Ade Hermawita, Ade Herwandi, Zeldi Hutagalung, Claurisa Iesje Lukistyowati Irene, Christin Irwan Effendi Irwan Effendi Irwan Irwan Iskandar Putra Isma Mulyani J. Wiratama, Prano Jernihtayanti, Jernihtayanti Joko Prastowo Joko Samiaji Joyce Simanjuntak Junianto Junianto Karsih, Okta Rizal Khatijah, Yayak Kurniasih Kurniasih Kurniasih Kurniasih Lapeti Sari Lauura Hermala Yunita Litavia, Widya Lulu Pratiwi M. Putra, Ridwan Mahdiyah, Evfi Mariani Natalina Linggasari Mariani Natalina Linggasari Masjudi, Heri Mega Novia Putri Mery Sukmiwati Mira Rahmita Sari Mira Rahmita Sari Morina Morina Morina Riauwaty Mufidah, Muna Muhammad Fauzi Muhammad Rizal Razman Mulyani, Isma Mutia Pradina Nanang Muhson Nano Rizki Syahfutra Nano Rizky Syahfutra Nasution, Aprilia Safitri Netta Emagiana Br Tarigan Nicken, Nicken Niken Ayu Pamukas Nisfi Maulidia Nasution Nofri Sandria Nur Asiah Nur Maulida Safitri Nurhendra, Novelin Nanda Nadhita Nursyirwani, Nursyirwani Nurwijayanti Okta Rizal Karsih Padmayni, Padmayni Pardede, Alfred Nobel Pradina, Mutia Pradita, Yuni Pulungan, Amar Doli Putra, Ridwan Putri, Dwika Hanifah Putri, Mega Novia Radhiyah Radhiyah Radhiyah Radhiyah Ranika Paramita Ridwan Manda Putra Rina D’rita Sibagariang Rina Firliana Rini Indriati Riri Ezraneti Riski Annavi Riswan, M Rizky Janatul Magwa Rizky Ulva Romie Jhonnerie Ronal Kurniawan Rusliadi Rusliadi Rusliadi Rusliadi Rusliadi Rusliadi Rusmirani, Deilia Saberina Hasibuan Sahputri, Herliza Khairani Salsabila, Izzaty Saputra, Raja Darmawan Saragih, Deliana Sari, Desi Maya Sari, Fadhila Cynthia Sari, Mira Rahmita Sarumaha, Herman Septy Heltria Simangunsong, Gusnar Simanjuntak, Joyce Simbolon, Mastiur Afridayanti Sinaga, Martianna Siregar, Morina Riauwaty Siregar, Rizky Febriansyah Sofyan Husein Siregar Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sukendi Sukendi Sumarto, Sumarto Suparmi Suparmi Supiana, Supiana Surbakti, Yuli Anggreani Putri Br Syafriadiman, Syafriadiman Syahfutra, Nano Syahputra, Tomi Syahril Nedi Syamsiar, Syamsiar Tanjung, Nevy Arizky Tarigan, Netta Thamrin Thamrin Titrawani Titrawani Tomi Syahputra Tumanggor, Josua Setiawan Vera Anggraini Wulandary, Marchya Audhya Yoppie Wulanda Yudho Harjoyudanto Yuliati Yuliati Zulmi Arnoli