Claim Missing Document
Check
Articles

Comparative Study of Growth Circle Patterns in Otoliths of Guppy Fish (Poecilia reticulata) from Areas Polluted with Domestic Sewage Wulandary, Marchya Audhya; Putra, Ridwan Manda; Windarti, Windarti
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 30 No. 2 (2025): June
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jpk.30.2.275-281

Abstract

Guppy fish (Poecilia reticulata) inhabit polluted water, such as domestic waste-filled ditches in residential areas, as well as in rivers. These two habitats have different water qualities, which affects the growth of the fish; this is reflected in the pattern of growth rings in the otoliths. To determine the differences in growth ring patterns of otoliths in guppies living in ditches versus the river, a study was conducted in March and April 2025. Fish were caught using a scoop net once every 2 weeks, three times. The fish were measured, and otoliths were taken. They were then attached to objects made of glass and manually shaved using a smooth grindstone. The growth rings in the otolith were observed using a microscope. Results showed that 103 fish were caught, 50 from the trench and 53 from Tangkerang River. The size of the fish caught was 18-31 mm from the trench and 17-31 mm from the river. In fish with the same total length, the otoliths from the river were longer and wider (0.5-1 mm in length and 0.4-0.95 mm in width), whereas those from the trench were shorter (0.42-0.85 mm in length and 0.4-0.67 mm in width). The maximum number of dark rings on the otoliths of fish from the ditch was 3, whereas from the river, it was 4. There were 27 fish from the river and 18 fish from the trench that had no dark ring in the otolith. The data obtained show that the growth of guppies in the Tangkerang River is better than in the Purigiam Housing trench
Analisis Isi Lambung Ikan Alu Alu (Sphyraena spp) dari Perairan Sibolga Tarigan, Netta; Windarti, Windarti; Mulyani, Isma
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 11 No. 3 (2023): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Ikan Alu Alu (Sphyraena spp) dapat ditemukan di perairan Sibolga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis makanan yang ada di dalam perut ikan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei s/d Juli 2022. Pengambilan sampel dilakukan di perairan Sibolga, Sumatera Utara dan analisis isi lambung dilaksanakan di Laboratorium Biologi Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dan pengamatan isi lambung ikan alu alu menggunakan metode gravimetrik. Kandungan lambung dianalisis sebagai dasar perhitungan Index of Prepoderence (IP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa makanan utama S.putnamae dan S.obtusata memiliki kesamaan. Pada ikan ini makanan utamanya adalah ikan (IP 82%), makanan pelengkap adalah krustasea (IP 5%), dan makanan tidak teridentifikasi (IP 13%). Makanan utama S.obtusata adalah ikan (IP 70%), makanan pelengkapnya krustasea (IP 11%), dan makanan tidak teridentifikasi (IP 19%). Berdasarkan data yang diperoleh, Sphyraena spp dapat dikategorikan sebagai karnivora.
Morfometrik Meristik dan Identifikasi Jenis Ikan Alu-alu (Sphyraena spp) dari Perairan Sibolga Simangunsong, Gusnar; Windarti, Windarti; Putra, Ridwan
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 11 No. 3 (2023): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Ikan alu-alu (Sphyraena spp) merupakan jenis ikan yang memiliki ciri khas bentuk tubuh yang memanjang, bergigi taring, rahang atas yang panjang dan ditutupi dengan sisik-sisik halus yang berbentuk sikloid. Terdapat berbagai jenis ikan Sphyraena namun belum ada informasi mengenai jenis ikan yang terdapat di daerah penelitian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui spesies, ciri-ciri meristik dan morfometrik ikan alu-alu yang terdapat di Kota Sibolga. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-Juli 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dan pengambilan sampel dilakukan sebanyak 3 kali dalam 3 bulan, satu kali per bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 2 spesies ikan barakuda, yaitu S. putnamae dan S.obtusata. Warna tubuh S. putnamae berwarna keabu-abuan, dan ujung sirip punggung sejajar dengan ujung sirip dada. Sedangkan S. obtusata berwarna kekuningan dengan ujung sirip punggung sejajar dengan ujung anterior sirip perut. Pada bagian mulut, ikan S. putnamae memiliki mulut yang lebih panjang dan lebih tajam dibandingkan dengan ikan S. obtusata. Ukuran ikan S. putnamae lebih besar daripada S. obtusata, masing-masing 158-397 dan 165-255 TL.
Identifikasi dan Isolasi Mikroalga dari Perairan Rawa Gambut di Kawasan Kampung Pinang Kecamatan Perhentian Raja Kabupaten Kampar Hutagalung, Claurisa; Eddiwan, Eddiwan; Windarti, Windarti
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 11 No. 3 (2023): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Ekosistem perairan di kawasan gambut memiliki keunikan karena pH air yang cenderung rendah sehingga mempengaruhi organisme yang hidup di kawasan tersebut, termasuk mikroalga. Karena lingkungannya, mikroalga dari kawasan gambut mungkin memiliki karakteristik yang spesifik. Upaya dalam mengidentifikasi dan mengisolasi mikroalga dari kawasan perairan gambut, dilakukan penelitian pada bulan Agustus – Desember 2022 di Desa Kampung Pinang, Kabupaten Kampar. Pengambilan sampel dilakukan 2 kali dalam 2 minggu. Mikroalga dikumpulkan dengan cara menyaring 100 L sampel air menjadi 150 mL menggunakan planktonnet No. 42. Terdapat 3 spesies mikroalga yang diidentifikasi dan diisolasi menggunakan teknik agar dan kemudian dikultur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 6 kelas mikroalga, yaitu: Chlorophyceae (8 genus), Zygnematophyceae (2 genus), Cyanophyceae (5 genus), Bacillariophyceae (3 genus), Euglenophyceae (2 genus), dan Xanthophyceae (1 genus). Terdapat 4 spesies mikroalga yang tidak dapat diidentifikasi dengan baik karena karakteristik mikroalga tersebut unik. Mikroalga yang tidak teridentifikasi dapat berupa varietas baru atau bahkan spesies mikroalga baru, yaitu Scenedesmus 2, Scenedesmus 3, Micraterias, dan Surirella 2. Spesies yang dikultur adalah Chlorella sp., Microcystis sp. dan Chrococcus sp. Biomassa Microcystis sp. sebesar 0,23 g/L, Chrococcus sp. 0,1 g/L, dan Chlorella sp. 0,07 g/L.
Biologi Reproduksi Ikan Alu-Alu (Sphyraena spp.) dari Perairan Sibolga Sumatra Utara Syahfutra, Nano; Efawani, Efawani; Windarti, Windarti
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 11 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Ikan alu-alu merupakan salah satu ikan air laut yang hidup di Perairan Sibolga Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biologi reproduksi ikan Alu-alu (Sphyraena spp). Pengambilan ikan sampel dilakukan selama 3 bulan dengan interval 1 bulan sekali yang telah dilakukan pada bulan Mei-Juli 2022. Parameter yang diukur adalah karakteristik seksual, nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad (TKG), indeks kematangan gonad (IKG), fekunditas dan diameter telur. Hasil penelitian menunjukkan ikan yang tertangkap terdiri dari 2 jenis yaitu ikan Sphyraena putnamae dan ikan Sphyraena obtusatta. Ikan S.putnamae sebanyak 172 ekor (154 ikan jantan dan 18 ikan betina dengan rasio 2:1), sedangkan ikan S.obtusatta terdiri 73 ekor ikan( 49 ekor jantan dan 24 ekor ikan betina, dengan rasio 2:1). Rata-rata Indeks kematangan gonad ikan S.putnamae sebesar 3,08%, sedangkan ikan S.obtusatta sebesar 3,44%. Fekunditas ikan betina S.putnamae berkisar 12.500-20.338 butir, sedangkan ikan betina S.obtusatta berkisar 18.277- 20.133 butir. Diameter telur ikan alu-alu berkisar 0,1-0,5 mm, dengan telur kecil berkisar 0,1-0,2 mm, telur sedang berkisar 0,3-0,4 mm, dan telur besar berkisar 0,5 mm. Berdasarkan pada pola sebaran diameter telur maka dapat disimpulkan bahwa ikan alu alu termasuk dalam kelompok ikan pemijah serentak (whole spawner).
Studi Komparatif Kondisi Darah Pangasianodon hypophthalmus yang Dipelihara pada Keramba Jaring Apung di Sungai Siak dan Kolam Terpal dengan Manipulasi Fotoperiod Simanjuntak, Joyce; Windarti, Windarti; Efawani, Efawani
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 11 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Pangasianodon hypophthalmus merupakan ikan nokturnal dan ikan yang dipelihara dalam penyinaran yang dimanipulasi dapat mempengaruhi fisiologi ikan secara umum, termasuk kondisi hematologinya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kondisi hematologi ikan yang dipelihara dengan fotoperiode terkendali dan ikan dari keramba jaring apung di Sungai Siak telah dilakukan pada bulan Agustus - Desember 2019. Metode Rancangan Acak Lengkap untuk menerapkan manipulasi fotoperiode, dengan 3 perlakuan yaitu 24 D (24 jam gelap), 18G6T (18 jam gelap dan 6 jam terang), dan 12G12T (12 jam gelap dan 24 jam terang), 3 ulangan. Ikan dipelihara di kolam terpal (70 x 50 x 60 cm) berisi air 150 L dan dilengkapi dengan pompa sirkulasi dan aerator. Terdapat 30 ikan/kolam (7,5 inci dan sekitar 4 g BB). Ikan diberi pakan pelet ikan komersial sebanyak 3 kali/hari dan pakan yang diberikan adalah 4% dari berat ikan/hari. Ikan dari keramba jaring di Sungai Siak dipelihara dengan fotoperiode alami. Parameter yang diukur adalah jumlah sel eritrosit dan leukosit, kadar hematokrit dan leukosit serta diferensiasi leukosit. Hasil menunjukkan bahwa kondisi darah ikan pada semua perlakuan dan ikan dari Sungai Siak hampir sama. Kondisi darah mereka menunjukkan bahwa mereka sehat. Jumlah eritrosit dan leukosit berkisar antara 1.646.632 - 2.753.333 dan 54.732 - 55.654 sel/mm3. Kadar hematokrit dan leukokrit masing-masing 23-36,2% dan 1,1-2,3%. Persentase masing-masing sel leukosit adalah limfosit 71,33% - 82,33%, trombosit 4,67-18,67%, monosit 4,67 - 17,33% dan neutrofil 0 - 1,00%. Secara umum, data yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa manipulasi fotoperiode tidak berpengaruh negatif terhadap kondisi darah Pangasius sp.
Identifikasi Jenis-jenis Ikan di Danau Perupuk Kampung PinangKecamatan Perhentian Raja Kabupaten Kampar, Riau Asyiqin, Nur; Windarti, Windarti; Efizon, Deni
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.2.257-266

Abstract

Danau Perupuk merupakan danau oxbow yang menerima air dari Sungai Kampar pada saat banjir. Ketika air sungai meningkat dan mengalir ke dalam danau, banyak jenis ikan yang masuk ke danau dan kelimpahan serta jenis ikan yang ada di danau pun meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis ikan di Danau Perupuk, telah dilakukan penelitian pada bulan September hingga Oktober 2023. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 6 kali, yaitu 3 kali pada saat banjir dan 3 kali pada saat tidak ada hujan. Ikan-ikan tersebut ditangkap dengan menggunakan jaring insang dan bubu. Sampel ikan yang tertangkap kemudian diidentifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan yang tertangkap terdiri dari 6 ordo, 11 famili, 23 genus dan 26 spesies. Jumlah jenis ikan yang tertangkap lebih banyak pada saat banjir dan lebih sedikit pada saat tidak ada banjir, masing-masing sebanyak 22 dan 15 jenis. Di antara 26 jenis ikan yang tertangkap, terdapat 1 jenis ikan hias, 10 jenis ikan konsumsi, 15 jenis ikan hias-konsumsi dan 1 jenis ikan yang dilindungi. Kualitas air danau adalah sebagai berikut: suhu 28-30ºC, kecerahan 40-52,5 cm, kedalaman 0,5-6,2 m, pH 6, oksigen terlarut 4,2-5,6 mg/L dan karbondioksida bebas 5,99-8,19 mg/L
Growth Rate and Mortality of Giant Freshwater Prawn (Macrobrachium rosenbergii) in Kuala Cenaku Village, Riau hermawati , Ade; fauzi , muhammad; efizon , deni; windarti, windarti
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 27 No. 3 (2022): October
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

The growth rate and mortality rate of giant prawns (Macrobrachium rosenbergii) in the Kuala Cenaku River, Indragiri Hulu Regency, Riau Province were carried out based on carapace length frequency data collected from May to July 2020. This study aims at the growth rate and mortality of giant prawns in the Kuala Cenaku River. For estimating dynamic population, data were analysed by using FiSAT II. The growth parameter of tiger shrimp was 0,78/year with carapace asymptotic length (L ) of 84,8 mm, total mortality rate (Z), natural mortality rate (M), fishing mortality rate (F) were 2,35/year and 1,16/year, 1,19/year, respectively, while and exploitation rate (E) estimated 0,50. The exploitation rate of Tiger Freshwater Prawn in Kuala Cenaku River was fully exploited and tend to overexploited so that it needed to manage wisely and carefully
Comparative Study of Growth Circle Patterns in Otoliths of Guppy Fish (Poecilia reticulata) from Areas Polluted with Domestic Sewage Wulandary, Marchya Audhya; Putra, Ridwan Manda; Windarti, Windarti
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 30 No. 2 (2025): June
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jpk.30.2.275-281

Abstract

Guppy fish (Poecilia reticulata) inhabit polluted water, such as domestic waste-filled ditches in residential areas, as well as in rivers. These two habitats have different water qualities, which affects the growth of the fish; this is reflected in the pattern of growth rings in the otoliths. To determine the differences in growth ring patterns of otoliths in guppies living in ditches versus the river, a study was conducted in March and April 2025. Fish were caught using a scoop net once every 2 weeks, three times. The fish were measured, and otoliths were taken. They were then attached to objects made of glass and manually shaved using a smooth grindstone. The growth rings in the otolith were observed using a microscope. Results showed that 103 fish were caught, 50 from the trench and 53 from Tangkerang River. The size of the fish caught was 18-31 mm from the trench and 17-31 mm from the river. In fish with the same total length, the otoliths from the river were longer and wider (0.5-1 mm in length and 0.4-0.95 mm in width), whereas those from the trench were shorter (0.42-0.85 mm in length and 0.4-0.67 mm in width). The maximum number of dark rings on the otoliths of fish from the ditch was 3, whereas from the river, it was 4. There were 27 fish from the river and 18 fish from the trench that had no dark ring in the otolith. The data obtained show that the growth of guppies in the Tangkerang River is better than in the Purigiam Housing trench
Structure of Intestinal and Kidney Tissue of Carp (Cyprinus carpio) Maintained in Salinity Media and Feed Enriched with Guava Leaf Flour (Psidium guava) Pulungan, Amar Doli; Windarti, Windarti; Eddiwan, Eddiwan; Effendi, Irwan; Kurniawan, Ronal
Jurnal Natur Indonesia Vol. 23 No. 2 (2025): October
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jnat.23.2.136-143

Abstract

Carp (Cyprinus carpio) is one of the freshwater fishery commodities with high economic value. Keeping carp in saline media can affect the osmoregulation system, impacting the performance of vital organs such as the intestines and kidneys. Such disturbances can potentially reduce fish's health and survival rate. One strategy that can be used to increase the fish's immune system is through feed supplementation with natural immunostimulants, one of which is guava leaf flour (Psidium guajava), which is known to contain bioactive compounds such as flavonoids, tannins, and saponins. This study aims to evaluate the effectiveness of guava leaf flour-enriched feed on the histological structure of the intestines and kidneys of carp raised in saline media and exposed to Aeromonas hydrophila bacterial infection. The study was conducted from August to October 2024 at the Biotechnology Laboratory, Faculty of Fisheries and Marine, Universitas Riau. The method used was an experiment with a completely randomized design (CRD) consisting of five guava leaf flour dosage treatments with three replicates. The results showed that the histological structure of the intestine in all treatments was relatively normal, with neatly arranged villi and round to oval goblet cells. However, in the guava leaf powder supplementation treatment, several abnormalities were found in the kidney tissue, including inflammation, hemorrhage, and necrosis. This indicates that the salinity factor has a greater effect on kidney damage than the effect of immunostimulant administration. Nevertheless, the administration of guava leaf powder still positively improved the immune response and survival rate of fish. The optimal dose was obtained in treatment P2 (15 g/kg feed) with a survival rate of 83.33–93.33%. The water quality parameters during the study were still within the acceptable range for aquaculture, namely temperature 28–31°C, DO 3.7–7.4 mg/L, and pH 5.5–7. Thus, it can be concluded that feeding fish with guava leaf flour-enriched feed is effective in maintaining intestinal histology and increasing the survival rate of carp in saline media, although it cannot completely prevent kidney damage caused by environmental factors
Co-Authors Ade Hermawita Afifah, Nida Farah Ahmed Al-Harbi Alfiati Silfi Alfred Nobel Pardede Alim Isnansetyo Andi Wicaksono Andika Bharada Rizky Soeharto Anggraini Sukmawati Annavi, Riski Aras Mulyadi Arnoli, Zulmi Asep Permana Asmika Harnalin Simarmata Asshabri, Fadli Asyiqin, Nur Ayi Yustiati Betzy Victor Telaumbanua Bintal Amin Budijono, Budijono Claurisa Priskila Hutagalung Cyntia Uli Artha Sihombing Daroe Iswatiningsih Deillia Rusmirani Deni Efizon Deni Erizon Dessy Yoswaty Dewita Dewita Dian Handayani Dian Handayani Dimas Gusriansyah Eddiwan Eddiwan Eddiwan Kamaruddin Efawani Efawani Efawani Efawani Efawani, Efawani Efawani, Efawani Eko Prianto, Eko Endro Siswanto Eni Sumiarsih ENNIE CHAHYADI, ENNIE Erizon, Deni Fadilah, Annisa Farhan Ramdhani Farikhah Farikhah, Farikhah Fauzi , Muhammad Febriyola, Jenika Fiki Harjuni Gusnar Simangunsong Gusriansyah, Dimas Hafli, R. Diddin Mifdhol Haiyul Fadhli hermawati , Ade Hermawita, Ade Herwandi, Zeldi Hutagalung, Claurisa Iesje Lukistyowati Irene, Christin Irwan Effendi Irwan Effendi Irwan Irwan Iskandar Putra Isma Mulyani J. Wiratama, Prano Jernihtayanti, Jernihtayanti Joko Prastowo Joko Samiaji Joyce Simanjuntak Junianto Junianto Karsih, Okta Rizal Khatijah, Yayak Kurniasih Kurniasih Kurniasih Kurniasih Lapeti Sari Lauura Hermala Yunita Litavia, Widya Lulu Pratiwi M. Putra, Ridwan Mahdiyah, Evfi Mariani Natalina Linggasari Mariani Natalina Linggasari Masjudi, Heri Mega Novia Putri Mery Sukmiwati Mira Rahmita Sari Mira Rahmita Sari Morina Morina Morina Riauwaty Mufidah, Muna Muhammad Fauzi Muhammad Rizal Razman Mulyani, Isma Mutia Pradina Nanang Muhson Nano Rizki Syahfutra Nano Rizky Syahfutra Nasution, Aprilia Safitri Netta Emagiana Br Tarigan Nicken, Nicken Niken Ayu Pamukas Nisfi Maulidia Nasution Nofri Sandria Nur Asiah Nur Maulida Safitri Nurhendra, Novelin Nanda Nadhita Nursyirwani, Nursyirwani Nurwijayanti Okta Rizal Karsih Padmayni, Padmayni Pardede, Alfred Nobel Pradina, Mutia Pradita, Yuni Pulungan, Amar Doli Putra, Ridwan Putri, Dwika Hanifah Putri, Mega Novia Radhiyah Radhiyah Radhiyah Radhiyah Ranika Paramita Ridwan Manda Putra Rina D’rita Sibagariang Rina Firliana Rini Indriati Riri Ezraneti Riski Annavi Riswan, M Rizky Janatul Magwa Rizky Ulva Romie Jhonnerie Ronal Kurniawan Rusliadi Rusliadi Rusliadi Rusliadi Rusliadi Rusliadi Rusmirani, Deilia Saberina Hasibuan Sahputri, Herliza Khairani Salsabila, Izzaty Saputra, Raja Darmawan Saragih, Deliana Sari, Desi Maya Sari, Fadhila Cynthia Sari, Mira Rahmita Sarumaha, Herman Septy Heltria Simangunsong, Gusnar Simanjuntak, Joyce Simbolon, Mastiur Afridayanti Sinaga, Martianna Siregar, Morina Riauwaty Siregar, Rizky Febriansyah Sofyan Husein Siregar Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sukendi Sukendi Sumarto, Sumarto Suparmi Suparmi Supiana, Supiana Surbakti, Yuli Anggreani Putri Br Syafriadiman, Syafriadiman Syahfutra, Nano Syahputra, Tomi Syahril Nedi Syamsiar, Syamsiar Tanjung, Nevy Arizky Tarigan, Netta Thamrin Thamrin Titrawani Titrawani Tomi Syahputra Tumanggor, Josua Setiawan Vera Anggraini Wulandary, Marchya Audhya Yoppie Wulanda Yudho Harjoyudanto Yuliati Yuliati Zulmi Arnoli