Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN STRATEGIS KEPEMIMPINAN VISIONER DALAM REFORMASI SISTEM PEMBINAAN NARAPIDANA Muhammad Alvin Nuha; Budi Priyatmono
Journal Central Publisher Vol 2 No 4 (2024): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v2i4.427

Abstract

Latar Belakang : Kepemimpinan visioner dalam lembaga pemasyarakatan tidak hanya penting dalam aspek internal organisasi, tetapi juga berdampak langsung pada kualitas interaksi sosial dan psikologis antara petugas dan warga binaan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan visioner dalam meningkatkan efektivitas program pembinaan narapidana di Lapas Kelas IIA Purwokerto Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan visioner kepala lapas mampu menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, meningkatkan motivasi petugas, serta mendorong partisipasi aktif narapidana dalam berbagai program pembinaan. Selain itu, kepemimpinan visioner juga mampu mengatasi berbagai tantangan internal seperti keterbatasan sumber daya dan resistensi perubahan melalui komunikasi yang efektif dan pemberdayaan seluruh elemen lapas. Kesimpulan : Kepemimpinan visioner menjadi faktor kunci dalam keberhasilan pelaksanaan program pembinaan narapidana di lembaga pemasyarakatan.
PERAN KEPEMIMPINAN DALAM MENGAKSELERASI PENANGANAN KORUPSI DI ERA DIGITALISASI 5.0 DAN MEDIA SOSIAL (STUDI KASUS PADA LAPAS SUKAMISKIN) Bayu Abroor Prasetyo; Annas Rifki Rachmawan; Budi Priyatmono
Journal Central Publisher Vol 2 No 6 (2024): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v2i6.465

Abstract

Latar Belakang : Kasus di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin menyoroti betapa kompleksnya praktik penyimpangan yang terjadi dalam sistem pemasyarakatan, mulai dari jual beli fasilitas hingga pemberian izin keluar secara ilegal kepada narapidana korupsi. Di tengah tuntutan era digitalisasi 5.0 dan kemajuan teknologi media sosial, peran kepemimpinan menjadi sangat strategis untuk mempercepat pemberantasan korupsi dan membangun tata kelola lembaga yang lebih transparan dan akuntabel. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam kontribusi kepemimpinan transformasional dan berbasis teknologi dalam mempercepat reformasi sistem di Lapas Sukamiskin. Metode : Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dan analisis kasus. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian menegaskan bahwa kepemimpinan yang mampu mengintegrasikan teknologi, etika birokrasi, dan manajemen perubahan berperan besar dalam menekan praktik korupsi secara sistemik. Kesimpulan : Kepemimpinan memiliki peran yang sangat strategis dalam mempercepat penanganan korupsi di Lapas Sukamiskin, terutama di era digitalisasi 5.0 yang ditandai dengan kemajuan teknologi informasi dan media sosial
PERAN KEPEMIMPINAN DALAM MEMBANGUN BUDAYA KERJA PROFESIONAL DI LAPAS DAN RUTAN Krisye Latupeirissa; Budi Priyatmono
Journal Central Publisher Vol 2 No 7 (2024): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v2i7.467

Abstract

Latar Belakang : Kepemimpinan yang efektif dalam lembaga pemasyarakatan memainkan peran kunci dalam menciptakan budaya kerja yang profesional. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana gaya dan pendekatan kepemimpinan di Lapas dan Rutan memengaruhi disiplin, integritas, dan etos kerja petugas. Metode : Dengan pendekatan kualitatif, data diperoleh melalui studi literatur dan analisis konten dari berbagai studi sebelumnya. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional mampu mendorong perubahan budaya kerja yang lebih positif dan profesional, khususnya dalam konteks keterbatasan sumber daya dan tantangan birokrasi. Kesimpulan : Peningkatan pelatihan kepemimpinan dan penekanan pada nilai-nilai organisasi yang humanis menjadi rekomendasi utama.
KEPEMIMPINAN DALAM MENCIPTAKAN INOVASI KEMAJUAN LEMBAGA PEMASYARAKATAN DI INDONESIA UNTUK STRATEGI MENUJU PEMASYARAKATAN YANG MODERN Ardian Rizky Putranto; Budi Priyatmono
Journal Central Publisher Vol 2 No 7 (2024): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v2i7.482

Abstract

Latar Belakang : Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) sebagai bagian dari sistem peradilan pidana memegang peran penting dalam proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial narapidana. Lembaga pemasyarakatan menghadapi berbagai tantangan kompleks seperti overkapasitas, keterbatasan sumber daya manusia yang baik, kebutuhan reformasi sistem pembinaan dan stigma sosial buruk yang masih terjadi dalam sistem pemasyarakatan di Indonesia. Dalam konteks ini, kepemimpinan memiliki peran penting dalam menciptakan dan mengimplementasikan inovasi sebagai solusi atas permasalahan tersebut. Kepemimpinan yang inovatif menjadi kunci dalam mendorong transformasi menuju pemasyarakatan yang modern dan lebih baik. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana kepemimpinan berkontribusi terhadap inovasi untuk kemajuan dalam Lembaga Pemasyarakatan. Metode : Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan analisis kebijakan. Hasil dan Pembahasan : Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional dan partisipatif menjadi kunci dalam membangun budaya kerja yang progresif, meningkatkan kualitas pelayanan narapidana, serta mengadopsi teknologi digital dalam manajemen pemasyarakatan. Kesimpulan : Inovasi yang berkelanjutan, berbasis nilai kemanusiaan dan keadilan restoratif, menjadi fondasi dalam strategi menuju sistem pemasyarakatan yang modern dan humanis.
GAYA KEPEMIMPINAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA PETUGAS PEMASYARAKATAN Maharani Cahyaning Utami; Budi Priyatmono
Journal Central Publisher Vol 2 No 7 (2024): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v2i7.483

Abstract

Latar Belakang : Gaya kepemimpinan adalah tindakan pemimpin dalam mempengaruhi bawahan dalam melaksanakan pekerjaan. Di sebuah lembaga pemasyarakatan, salah satu faktor penyebab keberhasilan petugas lapas memberikan binaan terhadap warga binaan dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan yang dipakai oleh kepala lembaga pemasyarakatan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan menginvestigasi gaya kepemimpinan yang dipakai oleh Kepala Lapas Kelas II B Klaten, persepsi petugas lapas terhadap gaya kepemimpinan tersebut, dan pengaruhnya terhadap kinerja dan motivasi petugas lapas. Metode : Penelitian ini menggunakan metode pengambaran atau kualitatif untuk mencoba mendeskripsikan penelitian yang ada. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa gaya kepemimpinan yang dipakai oleh kepala Lapas Kelas II B Klaten, yaitu: gaya kepemimpinan kharismatik, situasional, dan tegas serta disiplin tapi humanis. Hasil penelitian juga membuktikan bahwa gaya kepemimpinan bisa mempengaruhi kinerja petugas lapas dan juga memotivasi petugas dalam bekerja. Indikator keberhasilan petugas pemasyarakatan dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya juga dipengaruhi oleh gaya kemimpinan kepala lembaga pemasyarakatan. Kesimpulan : Di dalam memimpin sebuah lembaga pemasyarakatan, seorang pimpinan harus menerapkan gaya kemimpinan yang bisa menggerakkan anggotanya untuk mencapai tupoksi dengan baik.
KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DALAM SISTEM PEMASYARAKATAN DAN ANALISIS GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP EFEKTIVITAS REHABILITASI DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN DAN RUMAH TAHANAN NEGARA Vikri Ilham Fadillah; Budi Priyatmono
Journal Central Publisher Vol 2 No 8 (2024): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v2i8.492

Abstract

Latar Belakang : Kepemimpinan yang efektif menjadi kunci keberhasilan proses rehabilitasi dan reintegrasi narapidana ke masyarakat. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan dalam sistem pemasyarakatan Indonesia, khususnya di lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan negara (rutan). Metode : Melalui pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan analisis kasus, penelitian ini mengidentifikasi tantangan kepemimpinan di lingkungan pemasyarakatan, model kepemimpinan yang tepat, serta strategi implementasi kepemimpinan transformasional. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional dengan pendekatan humanis dan berorientasi pada rehabilitasi memberikan dampak positif terhadap iklim kerja petugas dan proses pembinaan narapidana. Kesimpulan : Kepemimpinan transformasional dengan pendekatan etis dan kolaboratif merupakan model yang paling sesuai untuk konteks pemasyarakatan Indonesia.
PENYULUHAN KEPEMIMPINAN SEBAGAI UPAYA PEMBENTUKAN KARAKTER NARAPIDANA DAN TAHANAN DI RUMAH TAHANAN NEGARA KELAS I SURABAYA Thoriq Surya Abilaksono; Girindra Muhammad Afrell; Budi Priyatmono
Journal Central Publisher Vol 2 No 8 (2024): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v2i8.494

Abstract

Latar Belakang : Sistem pemasyarakatan di Indonesia menekankan pada aspek rehabilitasi dan reintegrasi sosial narapidana, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah penyuluhan kepemimpinan, yang bertujuan menanamkan nilai tanggung jawab, disiplin, dan pengendalian diri. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menelaah dampak penyuluhan kepemimpinan terhadap karakter narapidana dan tahanan di Rutan Kelas I Surabaya Metode : Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan narapidana peserta program serta petugas pembinaan, dan dokumentasi kegiatan penyuluhan kepemimpinan. Hasil dan Pembahasan : Hasil kajian menunjukkan bahwa kegiatan ini meningkatkan kesadaran diri, kemampuan mengendalikan emosi, motivasi, dan tanggung jawab narapidana. Penyuluhan menumbuhkan rasa disiplin dan komitmen sosial yang lebih tinggi, selaras dengan teori kepemimpinan transformasional (Bass) dan konsep kecerdasan emosional (Goleman). Kesimpulan : Penyuluhan kepemimpinan efektif meningkatkan kualitas perilaku narapidana dan berpotensi mengurangi residivisme, oleh karena itu program ini sebaiknya dipertahankan serta dikembangkan lebih lanjut.
PERAN KEPEMIMPINAN PEMBIMBING KEMASYARAKATAN DALAM SISTEM PEMASYARAKATAN DI INDONESIA Rafli Jano Trigan; Budi Priyatmono
Journal Central Publisher Vol 2 No 8 (2024): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v2i8.502

Abstract

Latar Belakang : Pembimbing Kemasyarakatan (PK) memegang peran penting sebagai ujung tombak dalam mendampingi klien, mulai dari proses diversi hingga reintegrasi sosial. Kepemimpinan PK menjadi kunci dalam membangun relasi yang empatik dengan klien, memahami kebutuhan mereka, serta menjalin kerja sama dengan berbagai pihak seperti keluarga, masyarakat, dan aparat penegak hukum. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan karakteristik kepemimpinan yang dijalankan oleh Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam pelaksanaan tugas pembimbingan, pengawasan, dan pendampingan terhadap klien pemasyarakatan. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Data diperoleh melalui kajian terhadap berbagai literatur, seperti buku, artikel ilmiah, jurnal, dan peraturan perundang-undangan terkait. Hasil dan Pembahasan : Penelitian menunjukkan bahwa Pembimbing Kemasyarakatan berperan penting dalam mendukung pemulihan dan reintegrasi sosial warga binaan. Kepemimpinan yang empatik dan komunikatif membantu mencegah pelanggaran berulang. Dukungan kebijakan dan pelatihan berkelanjutan diperlukan untuk memperkuat pendekatan pemasyarakatan yang restoratif. Kesimpulan : Dengan pendekatan yang humanis dan kepemimpinan yang responsif, PK berpotensi besar menjadi penggerak utama dalam menciptakan sistem pemasyarakatan yang lebih adil, inklusif, dan berorientasi pada perubahan positif bagi para pelanggar hukum.
ANALISIS PEMBINAAN KEROHANIAN ISLAM DALAM MENINGKATKAN KUALITAS SIKAP DAN PERILAKU NARAPIDANA DI LEMBAGA PERMASYARAKATAN KELAS IIA CURUP Agung Tri Sakti; Budi Priyatmono
Jurnal Komunikasi Hukum Vol 10 No 2 (2024): Agustus, Jurnal Komunikasi Hukum
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Law of the Republic of Indonesia Number 22 of 2022 emphasizes fair and humane treatment for prisoners in integrated coaching efforts, with the aim that they realize their mistakes, improve themselves, and prevent the repetition of criminal acts. Despite their limited space of movement, prisoners still feel inner pressure due to the unfulfilled desire for freedom, which can disrupt their mental and physical balance. Islamic spiritual development in correctional institutions plays an important role in improving the attitudes and behaviors of inmates, increasing religious awareness, strengthening moral values, and shaping characters such as self-control and responsibility. This study aims to analyze how the role of Islamic Spiritual Development can improve the quality of attitudes and behaviors of Class IIA Curup Prison Prisoners. This study uses a qualitative method, the analysis technique of this research consists of 3 stages consisting of: preparation stage, implementation stage, and report and evaluation stage (Sugiyono 2017), the data source in this study consists of primary data and secondary data. The results of the analysis show that the Islamic spiritual development program at the Class IIA Curup Prison has shown progressive results in improving and or improving the attitudes and behaviors of inmates. Managerial encouragement can increase the effectiveness and efficiency comprehensively towards improving the quality of inmates' attitudes and behaviors through Islamic spiritual development programs. Furthermore, stakeholders at the Curup Class IIA Prison must note how the role of each Islamic literacy development program in this study in influencing the improvement and/or change of attitudes and behaviors of inmates, by looking at the inhibiting factors and program proposals produced in this study. so that it can be overcome to lead to harmony and constructive synergy for the organization.
KEPEMIMPINAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB TULUNGAGUNG Donny Cahyo Arganata; Budi Priyatmono
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 1 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v8i1.12710

Abstract

Penelitian ini mengkaji gaya kepemimpinan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tulungagung melalui pendekatan studi kasus kualitatif yang diperkaya kajian pustaka. Data primer diperoleh dari wawancara mendalam dengan kepala lapas, petugas keamanan, pembinaan, dan staf administrasi, serta observasi partisipatif dalam kegiatan operasional harian dan dokumentasi internal lembaga. Analisis tematik mengungkap bahwa pimpinan lapas memadukan elemen transformasional melalui visi bersama, stimulasi intelektual, dan apresiasi individual dengan autentik leadership yang menekankan transparansi dan kepercayaan. Gabungan kedua gaya tersebut berkontribusi signifikan terhadap peningkatan motivasi, inovasi program pembinaan, dan penurunan tingkat keterlambatan tugas petugas. Namun, respons situasional dalam kondisi darurat dan sistem penghargaan formal masih perlu diperkuat. Temuan ini memberikan rekomendasi bagi pengembangan pelatihan kepemimpinan berkelanjutan, mekanisme penghargaan berbasis kinerja, tim respons cepat, serta forum diskusi rutin dan monitoring evaluasi berkala untuk memperkuat efektivitas kepemimpinan di lingkungan pemasyarakatan yang dinamis.