Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PERBANDINGAN GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN TRANSAKSIONAL DI SEKTOR PUBLIK Chairunnisa Hewi Wasistha; Budi Priyatmono
Jurnal Dinamika Sosial dan Sains Vol. 2 No. 4 (2025): Jurnal Dinamika Sosial dan Sains
Publisher : CV.Sentral Bisnis Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jdss.v2i4.151

Abstract

Artikel ini membahas perbandingan antara gaya kepemimpinan transformasional dan transaksional dalam konteks sektor publik. Kepemimpinan transformasional dikenal dengan kemampuannya menginspirasi dan memotivasi pegawai untuk berinovasi dan berkomitmen pada tujuan jangka panjang organisasi. Sementara itu, kepemimpinan transaksional menekankan pada hubungan pertukaran melalui sistem imbalan dan hukuman yang jelas, cocok untuk pencapaian target yang terukur. Melalui tinjauan literatur dan studi kasus, artikel ini menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional cenderung lebih efektif dalam meningkatkan motivasi pegawai, kinerja organisasi, dan kepuasan masyarakat dalam jangka panjang. Namun demikian, kepemimpinan transaksional tetap relevan dalam situasi yang membutuhkan kejelasan struktur dan hasil cepat. Kesimpulan artikel menekankan pentingnya penerapan gaya kepemimpinan yang kontekstual dan integratif guna menciptakan organisasi publik yang adaptif dan responsif terhadap perubahan.
ANALISIS PERUBAHAN KEPEMIMPINAN DI ERA PERKEMBANGAN DIGITAL YANG PESAT PADA PEMASYARAKATAN Febrian Rizky Anugrah Putra; Budi Priyatmono
Jurnal Dinamika Sosial dan Sains Vol. 2 No. 4 (2025): Jurnal Dinamika Sosial dan Sains
Publisher : CV.Sentral Bisnis Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jdss.v2i4.152

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan gaya kepemimpinan di era digital yang dipengaruhi oleh pesatnya perkembangan teknologi. Dengan menggunakan metode literature review berbasis studi kepustakaan, penelitian ini mengeksplorasi pergeseran gaya kepemimpinan dari model tradisional menuju kepemimpinan kolaboratif dan berbasis teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemimpin di era digital dituntut untuk menguasai teknologi, mendorong inovasi, serta memiliki keterampilan komunikasi dan interpersonal yang kuat. Tantangan seperti perubahan cepat, pengelolaan tim virtual, dan keamanan data menjadi fokus utama. Dengan memahami perubahan ini, pemimpin dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih fleksibel, produktif, dan adaptif terhadap perubahan. Di tengah perubahan ini, kepemimpinan dalam lembaga pemasyarakatan menjadi faktor kunci dalam mengarahkan organisasi untuk beradaptasi dan tetap relevan. Pemimpin yang visioner dan adaptif sangat dibutuhkan agar institusi pemasyarakatan mampu mengelola tantangan serta memanfaatkan peluang di era digital. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih dalam mengenai bagaimana pemimpin dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital dan mengembangkan gaya kepemimpinan yang lebih fleksibel, kolaboratif, dan berbasis teknologi. Dengan memahami pergeseran gaya kepemimpinan ini, organisasi dapat lebih siap untuk menghadapi tantangan di masa depan dan memaksimalkan potensi karyawan dalam lingkungan kerja yang semakin digital.
KEPEMIMPINAN ADAPTIF DALAM MENGHADAPI DINAMIKA PEMASYARAKATAN MODERN Fahreza Yogiya Pramanda; Budi Priyatmono
Jurnal Dinamika Sosial dan Sains Vol. 2 No. 4 (2025): Jurnal Dinamika Sosial dan Sains
Publisher : CV.Sentral Bisnis Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jdss.v2i4.153

Abstract

Perubahan sosial, hukum, dan teknologi yang cepat telah membawa tantangan baru dalam sistem pemasyarakatan modern di Indonesia. Dalam menghadapi dinamika ini, dibutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya mampu merespons perubahan, tetapi juga mampu mengarahkan organisasi menuju transformasi yang berkelanjutan. Kepemimpinan adaptif menjadi kunci penting dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang responsif, inklusif, dan efektif. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis urgensi dan strategi implementasi kepemimpinan adaptif dalam pengelolaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), serta mengidentifikasi hambatan-hambatan utama yang dihadapi, seperti struktur birokrasi yang kaku, resistensi terhadap perubahan, dan keterbatasan sumber daya. Penekanan diberikan pada penerapan prinsip agile dan kolaboratif leadership dalam konteks pembinaan narapidana, serta pentingnya pelatihan dan pengembangan kompetensi adaptif bagi petugas Lapas. Melalui pendekatan deskriptif-kualitatif dan studi literatur, artikel ini menyimpulkan bahwa keberhasilan penerapan kepemimpinan adaptif sangat bergantung pada komitmen organisasi untuk membangun budaya kerja yang terbuka terhadap inovasi dan kolaborasi lintas sektor.
STRATEGI KEPEMIMPINAN KEPALA LAPAS BANYUASIN DALAM MENINGKATKAN MUTU PELAYANAN PEMASYARAKATAN Bayu Wiliyanto; Budi Priyatmono
Jurnal Dinamika Sosial dan Sains Vol. 2 No. 4 (2025): Jurnal Dinamika Sosial dan Sains
Publisher : CV.Sentral Bisnis Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jdss.v2i4.154

Abstract

Artikel ini membahas strategi kepemimpinan yang diterapkan oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuasin dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan pemasyarakatan. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai sumber berita daring dan dokumen resmi yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa di bawah kepemimpinan Jhonny H. Gultom (2023–2024), Lapas Banyuasin mengalami transformasi positif yang signifikan. Berbagai pencapaian seperti perolehan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), penghargaan Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA), serta akreditasi paripurna fasilitas kesehatan merupakan hasil dari penerapan strategi kepemimpinan yang visioner, partisipatif, dan berorientasi pada perubahan. Artikel ini memberikan gambaran bahwa kepemimpinan yang efektif menjadi kunci utama dalam mendorong reformasi layanan pemasyarakatan dan dapat menjadi model bagi unit pelaksana teknis lainnya.
KEPEMIMPINAN EFEKTIF DI ERA MODERN Kevin Marselino; Budi Priyatmono
Jurnal Dinamika Sosial dan Sains Vol. 2 No. 4 (2025): Jurnal Dinamika Sosial dan Sains
Publisher : CV.Sentral Bisnis Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jdss.v2i4.155

Abstract

Kepemimpinan merupakan salah satu faktor paling krusial dalam menentukan keberhasilan suatu organisasi. Seorang pemimpin tidak hanya bertugas memberikan arahan, tetapi juga menjadi sumber inspirasi, motivasi, dan pengaruh positif bagi anggotanya. Artikel ini membahas secara komprehensif pengertian kepemimpinan, ciri-ciri pemimpin yang efektif, berbagai gaya kepemimpinan seperti otoriter, demokratis, laissez-faire, transformasional, dan transaksional, serta tantangan kepemimpinan di era modern yang penuh dengan perubahan cepat, kompleksitas organisasi, dan perkembangan teknologi. Pemimpin yang berhasil adalah mereka yang mampu beradaptasi, menjalin komunikasi efektif, dan memiliki integritas tinggi. Dalam dunia kerja yang semakin kompetitif dan dinamis, kepemimpinan yang kuat dan tepat sangat dibutuhkan untuk menciptakan organisasi yang tangguh, inovatif, dan berkelanjutan. Melalui pemahaman yang baik tentang kepemimpinan, individu diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang mendorong kemajuan kolektif.
KEPEMIMPINAN HUMANIS DALAM PEMBINAAN WARGA BINAAN Iwan Kurniawan; Budi Priyatmono
Jurnal Dinamika Sosial dan Sains Vol. 2 No. 4 (2025): Jurnal Dinamika Sosial dan Sains
Publisher : CV.Sentral Bisnis Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jdss.v2i4.156

Abstract

Lembaga pemasyarakatan memiliki peran strategis dalam membina warga binaan agar dapat kembali ke masyarakat sebagai individu yang bertanggung jawab dan taat hukum. Dalam proses pembinaan tersebut, peran kepemimpinan sangat krusial, terutama dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perubahan perilaku dan rehabilitasi warga binaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan kepemimpinan humanis dalam pembinaan warga binaan dengan menggunakan metode studi literatur. Kepemimpinan humanis merupakan pendekatan yang menekankan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan, seperti empati, keadilan, penghargaan terhadap martabat individu, dan dukungan terhadap pengembangan potensi manusia. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemimpin yang mengedepankan nilai-nilai humanis mampu menciptakan hubungan interpersonal yang sehat antara petugas dan warga binaan, meningkatkan partisipasi aktif warga binaan dalam program pembinaan, serta mempercepat proses reintegrasi sosial. Pendekatan ini juga sejalan dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan yang menekankan pentingnya peningkatan kualitas kepribadian dan kemandirian warga binaan.
Peran Komunikasi Interpersonal Pembimbing Kemasyarakatan Dalam Meningkatkan Motivasi Klien Untuk Mengikuti Program Pembimbingan di Balai Pemasyarakatan Kelas II Wonosari Safa Aura Faradisa; Umar Anwar; Budi Priyatmono; Ali Muhammad
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 3 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i3.1778

Abstract

Komunikasi merupakan fondasi utama dalam kehidupan sosial, termasuk dalam proses pembimbingan klien pemasyarakatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana komunikasi interpersonal yang dilakukan oleh Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dapat meningkatkan motivasi klien dalam mengikuti program pembimbingan di Balai Pemasyarakatan Kelas II Wonosari, serta mengidentifikasi berbagai hambatan dalam proses komunikasi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal yang mencerminkan nilai empati, keterbukaan, dukungan, sikap positif, dan kesetaraan mampu membangun kepercayaan dan menciptakan relasi pembimbingan yang bermakna. Komunikasi ini turut mendorong tumbuhnya motivasi intrinsik klien untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembimbingan. Kendati demikian, tantangan seperti keterbatasan jumlah PK, stigma sosial, dan rendahnya keterlibatan keluarga masih menjadi penghambat utama.
Peran Pembimbing Kemasyarakatan Dalam Mengupayakan Pemidanaan Alternatif Pada Perkara Anak Yang Berkonflik Dengan Hukum di Bapas Kelas I Serang Tubagus Haekal Er Ghifari; Umar Anwar; Budi Priyatmono; Ali Muhammad
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i4.1818

Abstract

Perlindungan terhadap anak yang berkonflik dengan hukum menjadi isu krusial dalam diskursus hukum pidana modern, terutama pada konteks penegakan keadilan berbasis hak asasi manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam mengupayakan pemidanaan alternatif bagi anak yang berkonflik dengan hukum di Bapas Kelas I Serang. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis-empiris, mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, serta menganalisis temuan dengan teknik analisis tematik (Braun & Clarke, 2019). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PK memiliki peran strategis melalui penyusunan laporan penelitian kemasyarakatan, pemberian rekomendasi diversi, pendampingan psikososial, dan pengawasan pelaksanaan sanksi non-penjara. Namun, implementasi prinsip keadilan restoratif sebagaimana diamanatkan dalam UU SPPA masih menghadapi kendala, seperti keterbatasan jumlah PK, minimnya fasilitas rehabilitasi, lemahnya posisi rekomendasi dalam proses hukum, serta resistensi sosial terhadap mekanisme diversi
Implementation of Efforts to Control Homosexual Deviance at Sukadana Class IIB Detention Center Pedro Richardo; Budi Priyatmono; Edo Prihantoro
INTERDISIPLIN: Journal of Qualitative and Quantitative Research Vol. 2 No. 4 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/interdisiplin.v2i4.105

Abstract

Homosexuality itself is not something new; in fact, it has existed as a societal phenomenon in the past, such as in the cities of Sodom, Amurah, Adma', Sabubim, and Bala'. In this article, we will only discuss the effectiveness of controlling homosexual deviations in Rutan (Detention Center) Class IIB Sukadana. Using qualitative methodology, particularly by studying various literature as analytical material and addressing the issues through narrative form, the research findings indicate that deviant behavior can occur anywhere, both within families and in society. The tendency towards such behavior is influenced by individual personality factors, primarily biological factors such as genetic influences in shaping such personalities. Meanwhile, social heredity is mostly influenced by incorrect forms of socialization. The supportive factors for community leaders in preventing LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, and Transgender) behavior include community participation in combating LGBT behavior and support from the government and religious and formal educational institutions. On the other hand, there are factors that hinder the efforts to minimize LGBT behavior.
Analisis Faktor Impulsif Dalam Kasus Kejahatan Kekerasan Pada Anak Binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Kutoarjo Kurniawan, Iwan; Umar Anwar; Budi Priyatmono; Ali Muhammad
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i4.2019

Abstract

Fenomena perilaku impulsif pada anak dan remaja merupakan isu penting dalam kajian psikologi perkembangan dan kriminologi karena berkaitan dengan pengambilan keputusan, regulasi emosi, dan kecenderungan terhadap tindakan kriminal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perilaku impulsif pada anak binaan pelaku kekerasan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Kutoarjo, mengevaluasi strategi pembinaan yang digunakan, serta mengidentifikasi hambatan dalam proses rehabilitasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif, melibatkan pegawai LPKA, pembina, dan anak binaan sebagai informan melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku impulsif anak binaan dipengaruhi oleh faktor internal seperti ketidakmampuan mengelola emosi dan faktor eksternal seperti pengaruh teman sebaya, lingkungan sosial negatif, dan kurangnya kontrol keluarga. Strategi pembinaan yang diterapkan, seperti program kepribadian, keagamaan, pendidikan, dan pelatihan keterampilan, memberikan dampak positif terhadap pengendalian emosi dan pembentukan karakter anak