Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search
Journal : Farmaka

Peran Senyawa Flavonoid dan Glikosida Jantung dalam Aktivitas Kardiotonik RAHADIANTI KHOFII SUWANDITYA; Sri Adi Sumiwi; Yoga Windhu Wardhana
Farmaka Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Supplemen)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.109 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i1.22117

Abstract

Kardiotonik merupakan kemampuan untuk meningkatkan efisiensi dan kontraksi otot jantung, yang mengarah pada peningkatan aliran darah ke seluruh jaringan di tubuh. Aktivitas kardiotonik dapat berasal dari tanaman dengan senyawa metabolit sekunder. Salah satu metabolit sekunder yang terkenal adalah glikosida jantung. Metabolit sekunder ini sejak dahulu dipakai untuk pengobatan gagal jantung dan aritmia jantung. Disamping jenis glikosida, metabolit lain seperti flavonoid juga dapat berperan dalam aktivitas kardiotonik dengan aktivitas antioksidannya. Melalui tinjauan pustaka ini diharapkan dapat memberikan gambaran terkait peran flavonoid dan glikosida jantung dalam aktivitas kardiotonik.Kata Kunci: Kardiotonik, glikosida jantung, flavonoid
AKTIVITAS KARDIOTONIK PADA 15 TANAMAN HAZNA PUTRI SALSABILLA; Nyi Mekar Saptarini; Sri Adi Sumiwi
Farmaka Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.72 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i3.21851

Abstract

Obat kardiotonik seperti glikosida jantung merupakan obat yang dapat meningkatkan kekuatan kontraksi otot jantung dan digunakan untuk mengobati gagal jantung kongestif. Pada review artikel ini dibahas 15 tanaman yang memiliki aktivitas kardiotonik. Tanaman tersebut adalah Antiaris toxicaria Lesch., Aloe barbadensis Mill., Aquilaria agallocha Roxb., Bougainvillea glabra Choisy, Cassia tora L., Corchorus aestuans L., Haldinia cordifolia Roxb., Lagenaria siceraria (Molina) Standl., Moringa oleifera Lam., Nerium oleander L., Paederia foetida L., Pterocarpus marsupium Roxb., Saussurea lappa L., Vitex negundo L., dan Xylocarpus granatum J. Koenig. Kelima belas tersebut diekstraksi dengan pelarut yang berbeda kemudian diujikan kepada hewan coba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 15 tanaman tersebut memiliki aktivitas kardiotonik yang baik dengan meningkatkan kontraksi otot jantung sehingga dapat dijadikan pertimbangan dalam pengobatan gagal jantung kongestif.Kata kunci: kardiotonik, jantung, tanaman obat.
AKTIVITAS BERBAGAI TANAMAN SEBAGAI ANTIHIPERURISEMIA KHOIRINA NUR SA'IDAH; Sri Adi Sumiwi
Farmaka Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Supplemen)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.424 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i1.22100

Abstract

Abstrak Gangguan metabolik merupakan gangguan peningkatan kadar asam urat (hiperurasemia) penyakit ini sudah sering dijumpai baik di negara Indonesia ataupun negara lainnya di benua Asia. Obat golongan xantin oksidase inhibitor seperti alopurinol dan febuxostat direkomendasikan sebagai lini pertama untuk pengobatan, tetapi perlu diperhatikan penggunaan xantin oksidase yang terus menerus dapat menyebabkan efek samping toksisitas pada gastrointestinal dan meningkatkan serangan akut gout pada awal terapi. Oleh karena itu, banyak penelitian yang melibatkan banyak tumbuhan herbal yang diharapkan memiliki aktivitas antihiperurisemia karena tanaman herbal memiliki resiko toksisitas dan efek samping yang lebih rendah. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan jahe merah (Zingiber officinale var. Amarum), daun salam (Syzygium polyanthum), Herba Suruhan (Peperomia pellucida (L.) Kunth), Meniran (Phyllanthus niruri Linn.) , kayu secang (Caesalpinia sappan L.) , Ekstrak Rebung (Schizostachyum brachycladum Kurz ), Pakis tangkur (Polypodium feei), Naga Putih (Hylocereus undatus), (Mimosa pudica L. ), Daun Sirsak (Annona muricata L.), Sparattosperma leucanthum , Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.), Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.), Dioscorea tokoro makino, dan chatupatika memiliki aktivitas antihiperurisemia. Oleh karena itu, pada review ini akan dibahas aktivitas antihiperurisemia pada lima belas tanaman tersebut. Hasil yang didapatkan dari beberapa artikel yaitu beberapa tanaman tersebut berkhasiat sebagai antihyperurisemia melalui uji daya hambat xantin oksidase dan menurunkan kadar asam urat pada hewan uji. Sehingga memiliki potensi yang dapat dikembangkan sebagai obat untuk hyperurisemia. Kata Kunci: Hiperurisemia, Xantin Oksidase, Tanaman Herbal AbstractMetabolic disorders that affect the increase in uric acid levels (hyperurasemia) are diseases that have often been found in both Indonesia and other countries in the Asian continent. Xanthine oxidase inhibitors such as allopurinol and febuxostat are recommended as a first line for treatment, but it should be noted that the continued use of xanthine oxidase can cause gastrointestinal toxicity side effects and increase acute attacks of gout at the beginning of therapy. Therefore, many people use medicinal plants as anti gout because they have relatively small side effects, are easy to obtain, and are relatively inexpensive compared to synthetic drugs. Based on the research, red ginger (Zingiber officinale var. Amarum), bay leaf (Syzygium polyanthum), Suruhan Herb (Peperomia pellucida (L.) Kunth), Meniran (Phyllanthus niruri Linn.) , secang wood (Caesalpinia sappan L.), Bamboo Shoot Extract ( Schizostachyum brachycladum Kurz), Pakis tangkur (Polypodium feei), White Dragon (Hylocereus undatus), (Mimosa pudica L.), Soursop leaf (Annona muricata L.), Sparattosperma leucanthum, Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.), Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.), Dioscorea tokoro makino, and chatupatika have antihyperuricemia activities. Therefore, this review will discuss the antihyperuricemia activity in these fifteen plants. The results obtained from several articles, namely some of these plants are efficacious as antihyperurisemia through the inhibitory test of xanthine oxidase and reduce uric acid levels in test animals. So that it has the potential that can be developed as a medicine for hyperurisemia. Keywords: Hyperuricemia, Xanthine Oxidase, Herbal Plants
Tinjauan Pustaka : Efek Jangka Panjang Penggunaan Kortikosteroid Inhalasi Pada Pasien Asma Azzahra, Nabila Putri; Yohanes, David Christianto; Sumiwi, Sri Adi
Farmaka Vol 21, No 2 (2023): Farmaka (Juli)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v21i2.45938

Abstract

Kortikosteroid inhalasi (ICS) direkomendasikan sebagai pengobatan lini pertama untuk pasien dengan penyakit inflamasi saluran pernafasan persisten seperti asma. Penggunaan kortikosteroid inhalasi memiliki keuntungan lebih dibandingkan dengan kortikosteroid oral karena memungkinkan pengobatan dengan dosis lebih rendah, mengoptimalkan efek inflamasi lokal, serta penurunan yang signifikan dalam paparan sistemik terhadap obat. Namun, terdapat efek jangka panjang dari penggunaan kortikosteroid inhalasi, baik efek lokal maupun sistemik. Tujuan dari tinjauan literatur ini yaitu untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan studi yang melaporkan terkait risiko efek samping penggunaan kortikosteroid inhalasi (ICS) jangka panjang pada pasien asma. Metode yang digunakan dalam pembuatan artikel ini yaitu dengan meninjau literatur melalui sumber-sumber pustaka elektronik dengan basis data Google Scholar dan Pubmed®, kata kunci yang digunakan yaitu “Inhaled Corticosteroid”, “Long-term effect” “Asthma”. Dari hasil tinjauan literatur diperoleh 33 artikel yang disertakan dalam penulisan terkait dengan efek samping jangka panjang penggunaan kortikosteroid inhalasi. Efek samping yang ditemukan diantaranya pneumonia, tuberkulosis, supresi adrenal, osteoporosis, gangguan optalmik, dan diabetes dengan masing-masing mekanisme yang mendasarinya.
StudiI Literatur: Indikasi Off-Label Tramadol Pada Penyakit Tertentu Apriali, Kirka Dwi; Sumiwi, Sri Adi
Farmaka Vol 21, No 2 (2023): Farmaka (Juli)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v21i2.44010

Abstract

Tramadol menjadi salah satu analgesik opioid sistem saraf pusat (SSP) yang paling sering diresepkan untuk mengobati nyeri sedang hingga berat. Selain aksi opioidnya, tramadol juga dapat menghambat reuptake serotonin dan noradrenalin yang diresepkan secara off-label. Tujuan dari artikel review ini adalah membahas indikasi off-label dari obat tramadol untuk memberikan informasi mengenai penggunaan alternatif terhadap penyakit tertentu. Metode pencarian literatur yang dilakukan berasal dari database berupa PubMed, Sciencedirect, dan Google Scholar dengan kata kunci indication of tramadol, off-label of tramadol, reseptor opioid, serotonin, dan noradrenalin. Dari analisis studi literatur, tramadol terbukti dapat mengatasi kecemasan, depresi, sindrom kaki gelisah dan ejakulasi dini.
REVIEW ARTIKEL: PERBANDINGAN USAP NASOFARING DAN USAP OROFARING DALAM MENDETEKSI SARS-CoV-2 FAUZI, DIANE; SUMIWI, SRI ADI
Farmaka Vol 19, No 1 (2021): Farmaka (Maret)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i1.32308

Abstract

Pada 31 Desember 2019, untuk pertama kalinya coronavirus disease 2019 (COVID-19) dilaporkan di Wuhan. Saat ini, Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan kasus baru dan kematian yang cukup tinggi. Salah satu upaya untuk mengendalikan penyebaran virus ini adalah pendeteksian virus yang akurat dan cepat. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengeluarkan pedoman yang menyatakan bahwa usap nasofaring dan orofaring adalah spesimen saluran pernapasan atas yang diterima untuk deteksi SARS-CoV-2. Tujuan dari artikel review ini adalah untuk membandingkan hasil pengujian dari dua spesimen yang dianjurkan dalam deteksi SARS-CoV-2, yaitu usap nasofaring dan orofaring.
Review Artikel: Strategi Pencegahan Healthcare-Associated Infection (HAIS) Dalam Menjaga Keselamatan Pasien Nurfadillah, Nisrina; Sumiwi, Sri Adi
Farmaka Vol 22, No 2 (2024): Farmaka (Juli)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i2.52453

Abstract

Healthcare-Associated Infections (HAIs) merupakan suatu infeksi yang diperoleh oleh pasien saat berada di lingkungan perawatan medis, seperti rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya. HAIs dapat terjadi baik secara langsung ataupun tidak melalui prosedur medis atau juga melalui kontak dengan staf medis atau pasien lainnya. Hal ini menyebabkan terjadinya penyebaran bakteri dan virus yang dapat mengakibatkan varian infeksi yang bervariasi, dimana beberapa jenis infeksi dapat sangat berbahaya bagi pasien. Strategi pencegahan HAIs sangat penting untuk dikembangkan dan dilakukan oleh pusat-pusat perawatan medis. Berbagai strategi yang umum dilakukan adalah menjaga kebersihan tangan, lingkungan, pengelompokan pasien, surveilans, penggunaan antibiotik serta mengikuti pedoman. Melalui penerapan strategi pencegahan yang tepat, HAIs dapat ditekan dan dikelola secara efektif sehingga dapat meningkatkan keamanan dan keselamatan pasien.
Review: Penggunaan Statin sebagai Obat Off-Label Hartono, Ayu Previani; Sumiwi, Sri Adi
Farmaka Vol 21, No 3 (2023): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v21i3.46895

Abstract

Penggunaan obat off-label secara luas dikenal sebagai penggunaan obat yang tidak disetujui dari obat yang disetujui. Statin merupakan penghambat enzim hidroksimetilglutaril-CoA (HMG-CoA) yang menurunkan konsentrasi kolesterol total, lipoprotein densitas rendah (LDL), dan meningkatkan konsentrasi lipoprotein densitas tinggi (HDL). Selain itu, statin memiliki efek pleiotropik yang dapat memengaruhi patofisiologi penyakit termasuk modulasi respons imun, peningkatan proses anti-inflamasi, dan perubahan jalur pensinyalan yang melibatkan kolesterol. Oleh karena itu, statin berpotensi menjadi pilihan alternatif lain untuk terapi pada beberapa penyakit seperti hepatocellular carcinoma, rheumatoid arthritis, multiple sclerosis, dan COVID-19. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan meninjau pustaka secara digital dengan rentang waktu 2012-2022.
REVIEW ARTIKEL: EVALUASI STRATEGI TAPERING OFF PADA PENGGUNAAN KORTIKOSTEROID JANGKA PANJANG Darmawan, Michelle; Sumiwi, Sri Adi
Farmaka Vol 23, No 1 (2025): Farmaka (Maret) (In Press)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v23i1.62191

Abstract

Penggunaan kortikosteroid jangka panjang dalam penatalaksanaan berbagai kondisi medis seringkali diperlukan, namun berhubungan dengan efek samping serius. Oleh karena itu, strategi tapering off menjadi sangat penting untuk diterapkan. Review artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi berbagai strategi tapering off kortikosteroid yang telah diteliti serta implikasi klinisnya. Penelusuran literatur dilakukan pada basis data Google Scholar, PubMed, dan Sciencedirect selama 10 tahun terkahir. Studi yang diulas mengungkap bahwa keberhasilan tapering off sangat bergantung pada pendekatan yang dipersonalisasi, dengan mempertimbangkan kondisi klinis, tingkat keparahan penyakit, respons individu terhadap terapi, dan risiko kekambuhan. Temuan menunjukkan bahwa penghentian mendadak pada dosis kortikosteroid yang tinggi dapat memicu relapse dan perburukan kondisi, sementara penggunaan agen steroid-sparing sebagai bagian dari strategi tapering off dapat mengurangi kebutuhan kortikosteroid dan efek sampingnya. Implikasi klinis dari review ini menekankan pentingnya pemantauan ketat dan penyesuaian dosis secara bertahap untuk mengoptimalkan outcome terapi dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Co-Authors Ade Zuhrotun Ahmad Muhtadi Ai Hertati Ai Hertati, Ai Ajeng Diantini, Ajeng Aliya Nur Hasanah Ami Tjitraresmi, Ami Anas Subarnas Anna Yuliana, Anna Anni Anggraeni Anni Anggraeni, Anni Anni Aoggraeoi" Apriali, Kirka Dwi Aryanti, Ninda Asman Sadino Azzahra, Nabila Putri Clara Sunardi Clara Sunardi Clara Sunardi Dani Sujana Darmawan, Michelle Darwati Darwati Darwati Darwati Darwati, Darwati ELI HALIMAH Ellin Febrina Ellin Febrina FAUZI, DIANE FITRI NURJANAH Gofarana Wilar Hartono, Ayu Previani Hazna Putri Salsabilla Hendrayana, Jemmy Hendrayana, Jemmy Ida Musfiroh, Ida Iis Leniawati Indah Suasani Wahyuni Irma Erika Herawati Irma Melyani Puspitasari Irma Meylani Puspitasari Istiqomah, Aulia Nurfazri Izzatul Khoirunnisa Jennifer Kolina Julisiana Sanggelorang Jutti Levita KHOIRINA NUR SA'IDAH Kokom, Asep Kolina, Jennifer Kusuma, Winny Lutfi Sulaiman MANUELA GLENATALIE PAKPAHAN Mardhiani, Yanni Dhiani Marline Abdassah Bratadiredja Marline Abdassah, Marline MEGANTARA, SANDRA Mochamad Rizal Moelyono, M W Moelyono, M W Mohamad Taufik Ismullah Muchtaridi Muchtaridi Muhammad Ryan Radix Rahardhian Mutakin Mutakin Mutakin Mutakin Mutakin Mutakin Nisa Masyitah NUR RAMADHANI MAUNG MANURUNG Nurfadillah, Nisrina Nurike Susendi Nyi Mekar Saptarini Okta Nama Putra Pangestu, Lauren PERTIWI, INTAN Putri, Chintiana Nindya Rahadianti Khofii Suwanditya Ramadaini, Tiara Ramonah, Dewi Renny Amelia Riezki Amalia Rini Hendriani Ririn Suharsanti, Ririn Rochjana, Anna Uswatun Hasanah Ronny Lesmana Saeful Amin, Saeful SAFIRA ANNISSA Sari Sumarni Shaleha, Resha Resmawati Siti Saleha Sriwidodo Sriwidodo Steffi Liem Supriyatna Supriyatna Susilawati, Elis Susilawati, Yasminwar Suwandi, Deden Winda Taofik Rusdiana TIANA MILANDA Tina Rostinawati WAHYU EKA SAPUTRI Winny Kusuma Yasmiwar Susilawati Yoga Windhu Wardhana Yohanes, David Christianto Yoppi Iskandar Yuli Andriani Yunita .