p-Index From 2021 - 2026
9.409
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ulul Albab: Jurnal Studi Islam DE JURE El-HARAKAH : Jurnal Budaya Islam EGALITA Analisis: Jurnal Studi Keislaman Al-Ulum Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam ISLAMICA: Jurnal Studi Keislaman JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN Analisa Jurnal Al-Ijtimaiyyah Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis Al-Bayan: Jurnal Studi Al-Qur´an dan Tafsir AL QUDS : Jurnal Studi Alquran dan Hadis Teosofia: Indonesian Journal of Islamic Mysticism Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia al-Afkar, Journal For Islamic Studies Ijaz Arabi Journal of Arabic Learning Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Journal EVALUASI Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam AT-TURAS: Jurnal Studi Keislaman JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan RELIGIA Dialogia: Jurnal Studi Islam dan Sosial Jurnal Living Hadis Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Sakina: Journal of Family Studies Mutawatir : Jurnal Keilmuan Tafsir Hadith Al-Irfan: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Al-Majaalis : Jurnal Dirasat Islamiyah LEGAL BRIEF Studia Philosophica et Theologica TADBIR: Jurnal Manajemen Dakwah FDIK IAIN Padangsidimpuan Riwayah : Jurnal Studi Hadis Ulumuna Jurnal Studi Hadis Nusantara An-natiq Jurnal Kajian Islam Interdisipliner Tebuireng: Journal of Islamic Studies and Society Journal of Social Research Cakrawala: Jurnal Studi Islam JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah) Jurnal Islam Nusantara Analisa: Journal of Social Science and Religion Millah: Journal of Religious Studies Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development Religia : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Journal of Islamic Education Al-Jadwa: Jurnal Studi Islam RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal FIQHUL HADITS: Jurnal Kajian Hadits dan Hukum Perspektif Hudan Linnaas: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Rechtsvinding Al-Irfan: Journal Of Arabic Literature and Islamic Studies Muwazah: Jurnal Kajian Gender Khazanah Pendidikan Islam International Journal of Islamic Khazanah
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif dengan Software Lectora Tentang Kisah Hijrah Nabi Muhammad S.A.W ke Madinah Asnawi, Farid Zaenudin; Sumbulah, Umi; Nur, Muhamad Amin
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i8.16418

Abstract

Pendidikan agama Islam saat ini merupakan bagian penting dari kurikulum sekolah dasar, namun metode pembelajaran yang digunakan seringkali kurang maksimal. Pembelajaran sering terbatas pada membaca dan menghafal, tanpa adanya proses yang mendorong rasa ingin tahu siswa. Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran, diperlukan inovasi dalam penggunaan media pembelajaran. Salah satu inovasi tersebut adalah penggunaan multimedia pembelajaran interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan multimedia interaktif mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) tentang Kisah Hijrah Nabi Muhammad S.A.W ke Madinah di SDN 5 Merjosari Malang untuk siswa kelas IV. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) yang mengacu pada teori Borg and Gall dengan delapan langkah penelitian: potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain produk, uji coba produk, revisi uji coba produk, dan produk akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multimedia interaktif yang dikembangkan valid, menarik, dan praktis digunakan dalam pembelajaran. Penggunaan software Lectora Inspire mempermudah penyajian materi secara menarik dan interaktif, sehingga siswa lebih termotivasi untuk belajar dan memahami konsep-konsep pelajaran dengan lebih baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa multimedia pembelajaran interaktif efektif dalam meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa.
Leading Integrasi Karakter Berpikir Plural Melalui Pendidikan Agama Islam di UPN Veteran Jatim Taufikurrahman, Taufikurrahman; Sumbulah, Umi; Barizi, Ahmad; Dahri, Ahmad
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 04 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i04.5165

Abstract

This research aims to develop a concept of plural thinking character which is integrated with an Islamic religious education approach both in practical and practical aspects. At UPN Veteran East Java, through strengthening the National Defense Character, the process of forming a plural thinking character can be analyzed. The diversity that exists at UPN Veteran Jatm certainly creates potential for intersections and gaps in both thought and action, but by forming a plural thinking character these intersections and gaps can be minimized and overcome. A qualitative approach was chosen in this research to look into literacy and other data sources that are closely related to research with the theme of integration of plural thinking characters. The meaning of leading will be answered with the perspective of various thoughts about pluralism. Good pluralism of religions, cultures, traditions and nations. Therefore, the result of this research is the concept of plural thinking character integration which is closely related to awareness of diversity, especially those built at UPN Verteran East Java.
MULTIKULTURALISME DAN IMPLEMENTASINYA DALAM DUNIA PENDIDIKAN (KAJIAN QUR’AN DAN HADITS) Ade Mandala; Umi Sumbulah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.29377

Abstract

This research aims to examine multiculturalism from the perspective of the Qur’an and Hadith and how it is implemented in the world of education. This research uses library research. The results of this research show that many verses from the Qur’an and Hadith explain diversity, including race, ethnicity, nation, language, and even religion. However, this diversity is not meant to bring each other down, but rather to get to know each other's. Thus, it is clear that long before the word "multiculturalism" existed, the Qur'an and Hadith already proclaimed it. Furthermore, the three principles of multiculturalism that can be applied in the world of education are tolerance, respect for all people regardless of their background, and justice. In its implementation, several steps must be taken to ensure that the learning environment reflects and respects students' cultural, religious, ethnic, and social diversity, namely: 1. Inclusive curriculum, 2. Training for teachers and staff, 3. Promotion of intercultural experiences, 4. Use of representative learning materials, 5. Development of intercultural skills, 6. Fair and skills-based assessment, and finally support for students from various cultural backgrounds. As a result, it is hoped that understanding multiculturalism will help students become more humanist, democratic, and pluralist in their lives.
Universalisme Islam dan Kontribusinya dalam Konstruk Indonesia Baru Sumbulah, Umi
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 2, No 1 (2000): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/el.v2i1.4737

Abstract

New Indonesia, until this era still become an issue. Various forums of seminars and dialogues are held in order to find meaning and format forward the figure of a new Indonesia. The concept of Islamic universalism and its contribution in the New Indonesia construct can depart from the thought of the concept of al dharnriyat al khamsab, which of course includes its all-encompassing human and humanitarian history of Indonesia, which in many ways is diversity, in accordance with the concept of rahmatan Iil al alamin. Each component of the nation is required to have a prerequisite in the form of independence and democratization which includes freedom, justice and equality. Prerequisites intended, demanding implementation not only by the community but also good will and political will from the ruling elite. The actualization of the values of Islamic universalism in order to lead to New Indonesia is not just a mere academic camouflage. Indonesia baru, hingga detik inipun masih menjadi bahan perbincangan yang cukup menarik. Berbagai forum seminar dan dialog diselenggarakan dalam rangka mencari makna dan format ke depan sosok Indonesia baru. Konsep universalisme Islam dan konstribusinya dalam konstruk Indonesia Baru dapat berangkat dari pemikiran tentang konsep al dharnriyat al khamsab, yang tentu saja pemanahannya mencakup seluruh manusia dan perjalanan sejarah kemanusiaan Indonesia, yang dalam banyak hal bersifat diversity, sesuai dengan konsep rahmatan Iil al alamin. Setiap komponen bangsa diharuskan memiliki prasyarat berupa independensi dan demokratisasi yang meliputi freedom, justice dan equality. Prasyarat dimaksud, menuntut implementasi tidak hanya oleh masyarakat tetapi juga good will and political will dari elite penguasa. Teraktualisasikannya nilai-nilai universalisme Islam dalam rangka menuju Indonesia Baru bukan hanya kamuflase akademik belaka.
Islam Jawa dan Akulturasi Budaya: Karakteristik, Variasi dan Ketaatan Ekspresif Sumbulah, Umi
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 14, No 1 (2012): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/el.v0i0.2191

Abstract

Javanese Islam has a character and a unique religious expressions. This is because the spread of Islam in Java, more dominant takes the form of acculturation, both absorbing and dialogical. The pattern of Islam and Javanese acculturation, as well as can be seen on the expression of the Java community, is also supported by the political power of Islamic kingdom of Java, especially Mataram which had brought Islam to the Javanese cosmology Hinduism and Buddhism. Although there are f luctuations in the relation of Islam to the Javanese culture, especially the era of the 19th century, but the face looks acculturative Javanese Islam dominant in almost every religious expressions Muslim communities in this region, so the aspect of ”syncretic” and tolerance of religions into one distinctive cultural character of Javanese Islam. Agama Islam di Jawa memiliki karakter dan ekspresi keberagamaan yang unik. Hal ini karena penyebaran Islam di Jawa, lebih dominan mengambil bentuk akultrasi, baik yang bersifat menyerap maupun dialogis. Pola akulturasi Islam dan budaya Jawa, di samping bisa dilihat pada ekspresi masyarakat Jawa, juga didukung dengan kekuasaan politik kerajaan Islam Jawa, terutama Mataram yang berhasil mempertemukan Islam Jawa dengan kosmologi Hinduisme dan Budhisme. Kendati ada fluktuasi relasi Islam dengan budaya Jawa terutama era abad ke 19-an, namun wajah Islam Jawa yang akulturatif terlihat dominan dalam hampir setiap ekspresi keberagamaan masyarakat muslim di wilayah ini, sehingga ”sinkretisme” dan toleransi agama-agama menjadi satu watak budaya yang khas bagi Islam Jawa.
Islam, Local Wisdom and Religious Harmony: Religious Moderation in East-Java Christian Village Bases Sumbulah, Umi; Purnomo, Agus; Jamilah, Jamilah
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 24, No 1 (2022): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/eh.v24i1.16264

Abstract

This article discusses about the dynamics of interaction and harmony among believers in 41 Christian villages spread over 15 districts in East Java. Although called the Christian Villages, they are populated by Muslims, Catholics, Hindus, and Buddhists. The social diversity is formed through kinship and marriage. The Christian villages, which are called “Pancasila Villages” and “Villages of Diversity”, are melting pots that unite all wisdom, teachings, mythology, and religious traditions. The current qualitative research conducted in Christian villages in Jombang, Malang, and Situbondo go into the following results: first, the esoteric-inclusive interpretation that religion is a way of life that directs its adherents to achieve peace and happiness becomes the basis for religious people to respect each other and guarantee religious freedom; second, interfaith awareness that all religions have an exoteric dimension in the variety of rites to approach God is a basic principle in building harmony; third, the diversity meaning of symbols in the form of values, rituals, and sacred objects are embodied in the interactions of daily life. Religious moderation manifests in tolerance, inclusivism, equality, and cooperation in various cultural spaces. Further researches on interaction pattern and level of religious moderation would be worth investigating. Artikel ini membahas dinamika interaksi dan kerukunan umat beragama di basis desa Kristen yang berjumlah 41 desa yang tersebar di 15 kabupaten di Jawa Timur. Meski disebut Desa Kristen, desa ini juga dihuni pemeluk Islam, Katolik, Hindu, dan Budha. Keberagaman masyarakat terbentuk melalui kekerabatan dan perkawinan. Basis Desa Kristen yang dijuluki “Desa Pancasila” dan “Desa Keragaman” adalah melting pot yang menyatukan semua kearifan, ajaran, mitologi, dan tradisi keagamaan. Hasil penelitian kualitatif yang dilakukan di desa-desa Kristen di Jombang, Malang, dan Situbondo ini menunjukkan: pertama, interpretasi esoteris-inklusif bahwa agama adalah cara hidup yang mengarahkan pemeluknya untuk mencapai kedamaian dan kebahagiaan, menjadi dasar bagi umat beragama untuk saling menghormati dan menjamin kebebasan beragama. Kedua, kesadaran lintas agama bahwa semua agama memiliki dimensi eksoteris dalam ragam ritus untuk mendekati Tuhan merupakan prinsip dasar dalam membangun harmoni. Ketiga, makna keragaman simbol berupa nilai, ritual, dan benda sakral diwujudkan dalam interaksi kehidupan sehari-hari. Moderasi beragama terwujud dalam toleransi, inklusivisme, kesetaraan, dan kerjasama dalam berbagai ruang budaya. Penelitian lebih lanjut tentang pola interaksi dan tingkat moderasi beragama layak dilakukan.
Agama dan Kekerasan terhadap Perempuan: Mencari Akar-Akar Kekerasan terhadap Perempuan Perspektif Islam Sumbulah, Umi
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 3, No 1 (2001): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/el.v3i1.4712

Abstract

Violence against women, especially domestic violence that is currently prevalent, is actually a multilevel and multi-dimensional problem. This paper explores the roots of violence against women at various social, educational and economic levels. In the literature of feminism, the frequent form of violence against women is also the exploitation and exploitation of women, belonging to the violence of pornography, the harassment of women's image and dignity. This paper also offers some thoughts to solve them, as follows: 1) Reinterpretation of sacred texts that are just and uphold the principles of equality between men and women; 2) Internalization and socialization of equality values in multi-level and social stratification of the community regardless of ethnicity, race, gender, religion and other social level; 3) Creation of a sakinah and harmonious household situation; 4) Continuity of movement and struggle against inequality and injustice against women, by men as well as by women themselves; 5) Handling of victims of violence, whether from psychological, legal, or other aspects; 6) Provision of legal facilities and political containers that accommodate the interests of women and counseling for the handling of violence. Kekerasan terhadap kaum perempuan khususnya kekerasan dalam rumah tangga yang saat ini marak terjadi, sebenarnya adalah masalah yang multilevel dan multi dimensional. Tulisan ini mengeksplorasi akar kekerasan terhadap kaum perempuan di berbagai tingkat sosial, pendidikan dan ekonomi. Dalam literatur-literatur feminisme, bentuk kekerasan terhadap perempuan yang sering juga dipersoalkan adalah eksploitasi dan seksploitasi terhadap perempuan, yang tergolong pada kekerasan pornografi, yakni pelecehan terhadap citra dan martabat perempuan. Tulisan ini juga menawarkan beberapa pemikiran untuk menyelesaikannya, sebagai berikut: 1) Reinterpretasi teks suci yang berkeadilan dan menjunjung tinggi prinsip-prinsip kesetaraan antara laki-laki dan perempuan; 2) Internalisasi dan sosialisasi nilai-nilai kesetaraan di multi level dan stratifikasi sosial masyarakat tanpa memandang etnis, ras, jenis kelamin, agama dan tingkat sosial lainnya; 3) Penciptaan situasi rumah tangga yang sakinah dan harmonis; 4) Kontinuitas gerakan dan perjuangan melawan ketimpangan dan ketidakadilan terhadap kaum perempuan, baik oleh laki-laki maupun perempuan sendiri; 5) Penanganan korban kekerasan, baik dari aspek psikis, hukum, maupun lainnya; 6) Penyediaan fasilitas hukum dan wadah politik yang mengakomodir kepentingan perempuan serta konseling untuk penanganan kekerasan.
Perkawinan Beda Agama Pemikiran Abdullahi Ahmed An-Na’im Perspektif Fiqih Dan Ham Serta Relevansinya Dengan Hukum Perkawinan Di Indonesia Fatawi Syah, Feren Maubi Al-nainilna; Sumbulah, Umi
Sakina: Journal of Family Studies Vol 7 No 3 (2023): Sakina: Journal of Family Studies
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jfs.v7i3.5729

Abstract

Kosongnya regulasi hukum terkait larangan perkawinan beda agama menjadi salah satu faktor masyarakat melangsungkan perkawinan tersebut selain itu beberapa hakim Pengadilan Negeri mengesahkan perkawinan beda agama yang juga berdasarkan atas HAM. Dari latar belakang tersebut beberapa tokoh agama juga ikut memberikan pandangannya terhadap perkawinan beda agama, salah satu tokoh dalam penelitian ini yakni Abdullahi ahmed An-nai’im. Oleh karena itu yang menjadi fokus masalah pada pada penelitian ini adalah, 1). Bagaimana Pandangan Abdullahi Ahmed An-na’im tentang Perkawinan Beda Agama, 2) Bagaimana Perkawinan Beda Agama Abdullahi Ahmed An-na’im perspektif Fikih dan HAM dan 3). Bagaimana relevansi Perkawinan Beda Agama pandangan Abdullahi Ahmed An-na’im dengan hukum perkawinan di Indonesia.Dimana Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum yuridis normatif dengan sumber data yang diperoleh melalui Undang-Undang, Keputusan pengadilan, buku, jurnal, artikel maupun pandangan tokoh agama dan tokoh hukum. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa, 1). Abdullahi Ahmed An-na’im menganggap adanya diskriminasi gender dalam ayat-ayat madaniyah yang membahas mengenai perkawinan dengan wanita musyrik, oleh karenanya an-na’im menggunakan konsep nasakh untuk mengkaji ulang terkait ayat tersebut, 2). Konsep yang tercantum dalam DUHAM dianggap oleh An-na’im lebih relevan dalam menjawab fenomena yang saat ini lebih banyak mengedepankan HAM, 3). Adanya celah kekosongan hukum terkait hukum perkawina beda agama menimbulkan banyak masyarakat Indonesia yang melaksanakannya, yang dalam pelaksanaannya juga atas dasar HAM.
PENDEKATAN KRITIK NARATIF A.H. JOHNS TERHADAP PENAFSIRAN DOA NABI AYYUB DALAM AL-QUR`AN Wardhana, Muhammad Kusuma; Sumbulah, Umi; Smeer, Zed bin
Al-Bayan: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Tafsir Vol 9 No 1 (2024): Al-Bayan : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Quranic and Tafsir studies Programme at Ushuluddin Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-bayan.v9i1.37239

Abstract

Penelitian ini berusaha untuk mengungkapkan salah satu penafsiran kontemporer dalam al-Qur`an surat Al-Anbiyā`[21]: 83-84—atau biasa dikenal sebagai Doa Nabi Ayyub—menggunakan pendekatan kritik naratif. Pendekatan ini dipopulerkan oleh salah satu cendekiawan orientalis bernama Anthony Hearle Johns yang memiliki pandangan ilmiah bahwa konten penting dalam al-Qur`an selalu berkaitan dengan kisah-kisah Israiliyat, terutama tentang bagaimana manusia harus mengambil pelajaran yang berharga dari kisah Nabi Ayyub dalam menjalani ujian dari Allah Swt. Jika pemahaman ayat tentang doa Nabi Ayyub selalu dikaitkan dengan pengamalan yang dianjurkan bagi umat muslim ketika mengalami penyakit serius, maka A.H Johns memiliki pemahaman bahwa ayat tersebut merupakan salah satu intisari yang paling mudah dipahami dan ringkas yang mencangkup kompleksitas penceritaan Nabi Ayyub yang sebelumnya telah ditulis lebih dahulu pada kitab Ayyub dalam Alkitab Perjanjian Lama dan Tanakh. Menggunakan pendekatan kritik naratif versi A.H Johns, peneliti menemukan bahwa penafsiran doa Nabi Ayyub mampu dikaji melalui interpretasi internal yang melibatkan teknik klasifikasi teks; mencari hubungan antar teks; mempertimbangkan makna majas yang berkaitan dengan teks. Temuan lain yang didapat dalam penelitian ini adalah hipotesa akademis bahwa hasil penafsiran seorang orientalis tidak selalu mereduksi nilai orisinalitas agama Islam sehingga dapat dijadikan relevansi ilmiah bahwa kajian kritik naratif pada al-Qur`an mampu mengekstrak suatu ayat menjadi sebuah deksripsi penceritaan yang mampu dipertanggungjawabkan secara tekstual.
RELASI SOSIAL SISWA BERBEDA AGAMA DI SD NEGERI 5 AMPELGADING Albab, Ahmad Ulul; Sumbulah, Umi; Kawakib, Akhmad Nurul
Journal of Islamic Education Vol 4, No 1 (2022): Edisi Januari-Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jie.v4i1.13179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan menganalisis, dan mengeksplorasi (1) pola relasi sosial siswa berbeda agama, (2) upaya sekolah dalam mengelola perbedaan agama di kalangan siswa, dan (3) hal yang membentuk relasi sosial antar siswa berbeda agama. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan juga dokumentasi. Kemudian, data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan teknik kondensasi data, penyajian dan dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya, untuk pengecekan keabsahan data, peneliti menggunakan teknik kredibilitas, dependabilitas, konfirmabilitas, dan transferabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pola relasi sosial siswa berbeda agama di SD Negeri 5 Ampelgading Malang adalah relasi sosial dalam bentuk akomodasi, relasi sosial dalam bentuk kerjasama, relasi sosial dalam bentuk prestasi, dan relasi sosial dalam konflik yakni konflik. (2) Upaya sekolah dalam mengelola perbedaan agama di kalangan siswa di SD Negeri 5 Ampelgading Malang yaitu a) kebijakan sekolah, yang diwujudkan melalui kegiatan keagamaan yaitu perayaan hari-hari besar keagamaan, Jum’at Beriman dan Naluri Kemanusiaan. b) Kerjasama dengan orang tua, c) kerjasama dengan masyarakat. (3) Hal-hal yang membentuk relasi sosial antar siswa berbeda agama di SD Negeri 5 Ampelgading Malang yaitu, pembelajaran dan bimbingan, keteladanan dan pembiasaan.
Co-Authors Abdul Aziz Ade Mandala Adlan Maghfur adminojs, adminojs Agus Maimun Agus Purnomo Agus Purnomo Agus Purnomo Ahmad Barizi Ahmad Barizi Ahmad Barizi Ahmad Dahri Ahmad Djalaluddin Ahmad Muzakki Ahmad Nuruddin Ahmad Saefollah Ahmad, Miladu Ahadi Akhmad Nurul Kawakib Albab, Ahmad Ulul Alfan Nawaziru Zahara Aliffany Pualam Ariarta Andaru Bahy, Moh. Buny Arif Widodo Asnawi, Farid Zaenudin Aulia Rahman Aulia Rahman Auliyak, Waro Satul Aziz Miftahus Surur Azwar Annas Badruddin Bahroin Budiya Bidayatul Mutammimah Chairani Astina Chebaiki, Hana Dahri, Ahmad Dio Alif Bawazier Elok Rufaiqoh, Elok Fachrurrazi Fachrurrazi Fachrurrazi Fachrurrazi Fakhruddin Fakhruddin Fakhrudin Fakhrudin Famirotul Lail Fatawi Syah, Feren Maubi Al-nainilna Fuad, Zakki Galela, Afrizal Hanisyi, Asmad Hariyadi, Luqman Hayati, Irma Nur Helmi Syaifuddin Hidayah, Rohmatun Nurul Hikam Hulwanullah Huda, M Fajrul Husni, Muh. Inayah Inayah Jamilah Jamilah Jamilah Jamilah M. Albi Albana M. Fauzan Zenrif M. Yunus Abu Bakar Maghfiroh, Muliatul Maghfur, Adlan Mamluatul Hasanah Marsuki Mawardi Mia Nurmala Miladu Ahadi Ahmad Misbahuzzulam Misbahuzzulam Misbahuzzulam Moh. Buny Andaru bahy Moh. Hafid Moh. Irfan Mohammad Fauzan Ni'ami Mohammad Takdir, Mohammad Mohammad Toriquddin Mohammad Zainal Hamdy Mokhammad Ainul Yaqin Muh. Husni Muhammad Ahsanul Husna Muhammad Amin Nur, Muhammad Amin Muhammad Habib Adi Putra Muhammad Miftakhul Huda Muhammad Muhlis Muhammad Zainuddin Mulyono Mulyono Munirah Munirah Mutammimah, Bidayatul Muthohar, Muhammad Amin Noor Said Ahmad Nor Salam Nur, Muhamad Amin Nurlaila Indah Prasetiyo, Handoko Budi Rahmat Miskaya Rauzatul Jannah Renti Yasmar, Renti Rifqi Aulia Rahman Rifqi Hawari Rizki, Kamalia Fitri Rohmah Istikomah Roibin Roibin Roibin Roibin Ruma Mubarak Sa'i, Mad Saefollah, Ahmad Salam, Nor Salsabila, Unik Hanifah Siti Nurkholisoh Smeer, Zed bin Sugiyar, Sugiyar Sunarto, Muhammad Zainuddin Surur, Aziz Miftahus Suwandi Suwandi Syafaah, Darisy Syakir Hidayat, Ahmad Fadhel Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin Taufikurrahman Taufikurrahman Taufikurrahman Taufikurrahman Toriqquddin, Toriqquddin Ulfah Muhayani Wardhana, Muhammad Kusuma Wiwik Prasetiyo Ningsih Yayan M.A Nurbayan yeyen afista Zahara, Alfan Nawaziru Zainal Arifin Zarwaki Zarwaki Zeid B. Smeer