Articles
Dramaturgi Pengemis Badut Karakter Di Kota Pekanbaru
Ramadhani, Yola;
Susanti, Rina
Jurnal Nakula : Pusat Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Ilmu Sosial Vol. 2 No. 1 (2024): Januari: Jurnal Nakula : Pusat Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Ilmu Sosial
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61132/nakula.v2i1.355
The phenomenon of the presence of beggars clown characters has been often found in society, one of which is in the city of Pekanbaru. This study aims to determine the background of the beggar clown charater’s rational choice in choosing the job and aims to determine the front stage dan back stage of beggar clown character’s life. The type of this research is field research and uses a qualitative approach with a purposive sampling techniques. Data collection techniques use observation, interviews and documentation. Data analysis in this study used rational choice theory by James Coleman and dramaturgical theory by Erving Goffman. The result of this study indicate that their rational choice become a beggar clown character because they get income every day, there are factors involved and their identities are covered. There are differences shown on the front stage and the back stage. Entertaining behavior, looking friendly and compassionate towards children and looking for compassion are the front appearance of the beggar clown character. The beggar clown character’s back stage, they are not looking for a sympathy and the necessities of their life are fulfilled.
The Dialogue between Prophet Sulaiman A.S. and The Hoopoe in QS. An-Naml (Analysis of Contextual Meaning)
Hasanuddin, H. Muh. Iqbal;
Hamsa;
Adawiyah, Rabiya Tul;
Susanti, Rina;
Riyadi, Agus
Islah: Journal of Islamic Literature and History Vol. 5 No. 1 (2024): Islah: Journal of Islamic Literature and History
Publisher : Faculty of Ushuluddin, Adab, and Humanities Universitas Islam Negeri Salatiga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18326/islah.v5i1.1-18
The purpose of this research is to know the Dialogue between Prophet Sulaiman and the Hoopoe in QS. An-Naml. This research is qualitative descriptive research. As for the approach used by the researchers, it is a linguistic-semantic approach by analyzing the problems to be studied. The data collection technique is carried out through documentation by means of searching the research data of the library to obtain scientific information collected through the study of literature as a reference to the problem considered appropriate, namely by searching for data related to the title of the researcher. In analyzing data, researchers use qualitative methods. The results suggest that there are 7 sentences that become direct dialogue and 2 sentences which become indirect dialogue. The researchers also found 8 passages, of all these passages there are some sentences whose meaning shape is contextually influenced by the context of the situation and context of language.
Mitigasi Bencana Banjir Melalui Pembuatan Jalur Evakuasi dan Alat Pendeteksi Banjir
Susanti, Rina;
Pirwanhadi, Faril;
Afif, Muhammad;
Agustina, Rimanda;
Sari, Mei Diana
Dedikasi Sains dan Teknologi (DST) Vol. 3 No. 2 (2023): Dedikasi Sains dan Teknologi : Volume 3 Nomor 2, Nopember 2023
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47709/dst.v3i2.2890
Abstrak: Banjir adalah peristiwa bencana alam yang terjadi ketika suatu aliran udara tidak dapat lagi menampung volume udara. Desa Gema merupakan salah satu desa yang dilalui oleh Sungai Subayang, yang mana jika terjadi curah hujan yang tinggi di hulu sungai maka akan berpotensi banjir di daerah yang dilalui sungai ini. Potensi banjir di Desa Gema terjadi pada musim hujan yang terus menerus dengan kelas kerawanan tingkat sedang. Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan di Desa Gema, Kecamatan Kampar Kiri Hulu bertujuan untuk meningkatkan kesiagaan masyarakat Gema dalam menghadapi bencana banjir. Pada kegiatan pengabdiannya digunakan metode Rapid Rural Appraisal (RRA) dengan mengumpulkan informasi secara akurat dan cepat terkait masalah mitigasi bencana banjir. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, wawancara, dan kelompok diskusi dengan warga desa. Untuk meningkatkan kesiagaan masyarakat, tim pengabdian melakukan pembuatan jalur evakuasi, poster mitigsi serta alat pendeteksi banjir. Tim pengabdian telah melakukan sosialisasi dan praktik mengenai cara kerja alat pendeteksi banjir kepada tim Pokdarwis. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai risiko bencana banjir serta pengetahuan mereka dalam menggunakan jalur evakuasi dan alat pendeteksi banjir. Dengan dipasangnya jalur evakuasi, poster mitigas, dan alat pendeteksi banjir di Sungai Subayang diharapkan mampu mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan oleh banjir dan kesiagaan masyarakat yang menghadaapi banjir. Tim pengabdian telah melakukan sosialisasi dan praktik mengenai cara kerja alat pendeteksi banjir kepada tim Pokdarwis. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai risiko bencana banjir serta pengetahuan mereka dalam menggunakan jalur evakuasi dan alat pendeteksi banjir. Dengan dipasangnya jalur evakuasi, poster mitigas, dan alat pendeteksi banjir di Sungai Subayang diharapkan mampu mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan oleh banjir dan kesiagaan masyarakat yang menghadaapi banjir. Tim pengabdian telah melakukan sosialisasi dan praktik mengenai cara kerja alat pendeteksi banjir kepada tim Pokdarwis. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai risiko bencana banjir serta pengetahuan mereka dalam menggunakan jalur evakuasi dan alat pendeteksi banjir. Dengan dipasangnya jalur evakuasi, poster mitigas, dan alat pendeteksi banjir di Sungai Subayang diharapkan mampu mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan oleh banjir dan kesiagaan masyarakat yang menghadaapi banjir.
PERAN MA’HAD UMAR BIN KHATTAB (MUBK) YOGYAKARTA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DAN MATERI KEISLAMAN
Susanti, Rina
ISTIQRA: Jurnal Hasil Penelitian Vol. 10 No. 1 (2022): Januari - Juni 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Datokarama Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (222.412 KB)
|
DOI: 10.24239/ist.v10i1.924
This research aims to explore the role of the Arabic language course Institute, Ma'had Umar bin Khattab (MUBK) Yogyakarta in learning Arabic and Islamic materials for the community. For this purpose, this research was designed in the form of field research. Data collection techniques were carried out through observation and documentation, interviews, and filling out questionnaires. Data analysis is qualitative inductive, namely based on facts found in the field, then constructed into a hypothesis. The results of this research show that MUBK has played a real role in the process of learning Arabic and Islamic materials from 2002 until now, despite the Covid-19 pandemic. The form of this role can be seen in a structured Arabic language learning curriculum, clear programs, teachers who are competent in their fields and time flexibility are selling points that are "purchased" by those interested
The Movement Of Outermost Small Island Community Groups In Mangrove Conservation In The North Rupat District Bengkalis Regency
Susanti, Rina;
Kadarisman, Yoskar;
Asriwandari, Hesti;
Putri, Oni Andriani
JHSS (JOURNAL OF HUMANITIES AND SOCIAL STUDIES) Vol 8, No 2 (2024): JHSS (Journal of Humanities and Social Studies)
Publisher : UNIVERSITAS PAKUAN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33751/jhss.v8i2.9920
Rupat Island is one of frontline islands in Riau Province. North Rupat district is one of islands that has a mangrove ecosystem covering 12,784 hectares. North Rupat’s geography, bordering and directly facing the Malacca Strait, makes it subject to abrasion, which frequently harm the mangrove environment that defends it. The objective of this study was to use a qualitative approach and SWOT analysis to examine the actions, opportunities, and difficulties faced by the outermost small island settlements in North Rupat District in mangrove conservation. Data was collected through in-depth interviews, observations, and Focus Group Discussions (FGDs). Purposive sampling was used to identify informants. The findings showed that five groups of outermost small island villages in North Rupat District conserve mangroves through the following actions: 1) raising awareness of the importance of mangroves, 2) conducting mangrove rehabilitation activities, 3) monitoring, and 4) developing ecotourism opportunities. Opportunities to assist the operation of the outermost small island community group movement in North Rupat included the potential for ecotourism in mangrove environments, which was able to increase the community’s economic level and have received BRGM support through nursery and planting programs. The obstacles faced included limited environmental knowledge and community participation, as well as the danger of abrasion disasters
PERILAKU APATIS DALAM BERORGANISASI PADA MAHASISWA FISIP UNIVERSITAS RIAU
Anindita, Syavira;
Susanti, Rina
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 10 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v11i10.2024.4158-4167
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa apatis terhadap peran berorganisasi dan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku apatis mahasiswa dalam berorganisasi berdasarkan teori dari Morris Rosenberg. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan analisis deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa FISIP Universitas Riau yang tidak memiliki pengalaman sebagai pengurus organisasi baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus sebanyak 100 responden. Teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 100 responden. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner penelitian secara langsung dan daring menggunakan Google Form. Data yang di peroleh kemudian diolah menggunakan software SPSS 25. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat persepsi positif dari mahasiswa apatis dalam berorganisasi dengan angka yang signifikan, yaitu sebesar 70,0%. Hal ini menunjukkan bahwa ada mahasiswa yang enggan berpartisipasi dalam kegiatan organisasi, ternyata sebagian besar dari mereka memiliki pandangan yang positif terhadap pentingnya berorganisasi. Kemudian, faktor yang mempengaruhi perilaku apatis yang di dominasi oleh faktor risiko adanya ketakutan dalam mengganggu prestsi akademik, faktor pengetahuan yang berkaitan dengan pemahaman dan informasi yang dimiliki mahasiswa mengenai manfaat dan cara berorganisasi, faktor lingkungan adanya lingungan yang kompetitif sehingga kurangnya lingkungan yang nyaman dan faktor dukungan yang melibatkan dukungan dari keluarga, atau teman dekat yang mempengaruhi minat mahasiswa dalam berpartisipasi aktif di organisasi.
PERILAKU REMAJA TERHADAP RUANG TERBUKA HIJAU HUTAN KOTA PEKANBARU
Hayyun, Afdhal;
Susanti, Rina
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 10 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v11i10.2024.4369-4377
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku remaja terhadap ruang terbuka hijau hutan kota pekanbaru dan faktor apa yang mempengaruhi perilaku remaja terhadap hutan kota tersebut, menggunakan teori Ruang Publik Menurut Jürgen Habermas dan Konsep Ruang Menurut Henri Lefebvre. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan analisis deskriptif. Populasinya adalah remaja yang mengunjjungi hutan kota pekanbaru lebih dari 2 kali. Teknik pengambilan sampel yang digunakan aitu total sebanyak 96 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara terstruktur dengan instrumen penelitian berupa kusioner, teknik observasi, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hutan kota Pekanbaru lebih sering atau lebih dominan dimanfaatkan oleh remaja sebagai arena sosialisasi dari pada untuk kegiatan rekreasi dan olahraga, diskusi dan edukasi, atau sebagai arena konflik dan remaja yang meanfaatkan cenderung memiliki tingkat perilaku yang positif. Adapun faktor apa yang mempengaruhi perilaku remaja terhadap hutan kota terutama dari tingkat pendidikan memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku remaja dalam pemanfaatan dan pemeliharaan hutan kota. Sedangkan untuk tingkat Pengetahuan tentang fungsi dan manfaat hutan kota juga mempengaruhi perilaku remaja Remaja dengan tingkat pendidikan tinggi cenderung memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya ruang terbuka hijau dan menunjukkan perilaku yang lebih positif. Sedangkan untuk Remaja yang memiliki pengetahuan tinggi lebih cenderung mendukung pemeliharaan lingkungan. Adapun Frekuensi kunjungan ke hutan kota juga mempengaruhi perilaku remaja dalam mendukung pemeliharaan dan pemanfaatan ruang hijau, Remaja yang sering mengunjungi hutan kota menunjukkan perilaku yang lebih positif dibandingkan dengan yang jarang berkunjung.
Fenomena Bujang Telajak Di Desa Seko Lubuk Tigo Kecamatan Lirik Kabupaten Indragiri Hulu
Radianti, Dira;
Marnelly, T. Romi;
Susanti, Rina
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini dilakukan di Desa Seko Lubuk Tigo Kecamatan Lirik Kabupaten Indragiri Hulu. Tujuannya untuk mengetahui alasan orang dewasa madya yang diberi stereotipe bujang telajak belum menikah di Desa tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui teknik observasi, wawancara mendalam (in-depth interview) dan dokumentasi. Teori yang digunakan adalah teori Tindakan Sosial Max Weber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan orang dewasa madya yang diberi stereotipe bujang telajak tidak selalu bersifat rasional melainkan juga bersifat non-rasional. Penelitian ini menemukan bahwa 1 orang bujang telajak melakukan tindakan sosial campuran atau gabungan (tindakan rasionalitas instrumental dan tindakan afektif), 1 orang bujang telajak melakukan tindakan sosial rasional yakni tindakan rasionalitas instrumental, 1 bujang telajak melakukan tindakan sosial rasionalitas berorientasi nilai dan 2 orang bujang telajak lainnya melakukan tindakan afektif atau tindakan yang bersifat non-rasional.
PARTISIPASI MASYARAKAT PADA PROGRAM KAMPUNG SIAGA BENCANA DIKELURAHAN MERANTI PANDAK KECAMATAN RUMBAI
Sari Aritonang, Desi Novita;
Susanti, Rina
Jurnal Sains Riset Vol 14, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47647/jsr.v14i2.2748
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat dan faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat pada program Kampung Siaga Bencana dengan pendekatan teori partisipasi yang dikemukakan oleh Conyers. Jenis penelitian ini berdasarkan analisisnya menggunakan metode survey sebagai metode dalam pengumpulan data. Populasi adalah seluruh masyarakat yang bermukim diwilayah rentan bencana yaitu RW 01, RW 02, RW 10, RW 12, dan RW 13 dengan jumlah sebanyak 890 Kepala Keluarga (KK). Ukuran sampel ditetapkan sebanyak 90 responden dengan formula slovin dan sampel dipilih dengan teknik proporsional sampling. Pengumpulan data primer dan sekunder menggunakan teknik observasi, kuisioner dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik kuantitatif deskriptif melalui tahapan pengolahan data meliputi editing, coding, tabulasi serta perhitungan nilai minimum dan mean yang disajikan dalam tabel tunggal dan kontingensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat berdasarkan tahapan kejadian bencana secara keseluruhan yaitu berada pada partisipasi sedang. Partisipasi masyarakat berdasarkan bentuknya yang bernilai dominan adalah partisipasi fisik dengan jumlah skor yaitu 3.432. Faktor dominan yang mempengaruhi partisipasi masyarakat pada program Kampung Siaga Bencana adalah faktor sosial dengan jumlah skor 582
KEARIFAN LOKAL BUKA RANTAU LARANGAN DI DESA ROKAN KOTO RUANG KECAMATAN ROKAN IV KOTO KABUPATEN ROKAN HULU
Sihotang, Mona Oktavia;
Susanti, Rina
Jurnal Sains Riset Vol 14, No 3 (2024): November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47647/jsr.v14i3.2783
Buka rantau larangan is a local wisdom as a community effort based on customary agreements to preserve the river ecosystem in Rokan Koto Ruang Village. This study aims to describe the stages of implementing buka rantau larangan and identify the values contained in buka rantau larangan with a social system theory approach by Walter Buckley. The technique of determining informants is the Quota sampling technique. The subjects in the study consisted of 7 people who had a role as managers of buka ratau larangan. Primary and secondary data collection using observation techniques, in-depth interviews and documentation. The results showed that there are several stages in the implementation of open rantau larangan, namely: 1) Preparation for opening rantau larangan, 2) Implementation of the opening of the rantau larangan and 3) After the implementation of the opening of the rantau larangan. The implementation of open rantau larangan cannot be separated from the values contained in it. These values are the value of togetherness, the value of mutual cooperation, the value of compatibility, the value of love for nature, the value of obedience and the value of kinship.