Articles
Peningkatan Kapasitas Ibu Rumah Tangga dalam Pencegahan Stunting Berbasis Pemanfaatan Potensi Lokal: Capacity Building of Housewives in Stunting Prevention Based on Local Potential Utilization
Susanti, Rina;
Kadarisman, Yoskar;
Ramadhani, Yola
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 3 No. 1 (2022): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37680/amalee.v3i1.1350
Stunting prevention efforts need to be encouraged and pursued at the bottom level. Increasing parental knowledge and utilizing the potential of local or available plants in the surrounding environment becomes one of the alternatives. This service activity is carried out in Suka Maju Village of Pekanbaru City which has 5 cases of stunting. The main target group is family members with cases of stunting and coupled with groups of mothers who have children under five. Devotional activities are carried out by combining the methods of lectures and demonstrations. As a result, the Target group's knowledge of the symptoms, causes, and impacts of stunting increased by 38% from pre-test and post-test results. Moringa plants that are available in the surrounding environment become utilized for stunting prevention by processing their leaves into moringa leaf ice cream that is preferred by all age groups Tujuan pengabdian ini membantu dalam mendorong upaya percepatan pencegahan stunting pada level rumah tangga. Peningkatan pengetahuan orang tua dan pemanfaatkan potensi tanaman lokal atau yang tersedia di lingkungan sekitar menjadi salah satu alternatif yang sangat penting dalam mendukung percepatan pencegahan stunting. Kegiatan pengabdiaan ini dilakukan di Kelurahan Suka Maju, Kota Pekanbaru dengan alasan utama didasarkan pada jumlah kasus yang dimiliki, yaitu terdapat 5 kasus stunting. Kelompok sasaran utama adalah anggota keluarga dengan kasus stunting ditambah dengan kelompok ibu-ibu yang memiliki balita. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan menggunakan metode Participatory Rurral Appraisal. Hasilnya, pengetahuan kelompok sasaran terhadap gejala, penyebab, dan dampak stunting mengalami peningkatan sebesar 38% dari hasil pre-test dan post-test. Tanaman kelor yang tersedia di lingkungan sekitar menjadi bermanfaat untuk pencegahan stunting dengan mengolah daunnya menjadi es krim daun kelor yang disukai semua kelompok umur.
HUBUNGAN TOXIC WORKPLACE ENVIRONMENT, OCCUPATIONAL STRESS DAN QUALITY OF WORK LIFE YANG DIMODERASI OLEH ORGANIZATIONAL SUPPORT
Larasati, Nike;
Suprayitno, Suprayitno;
Susanti, Rina
JURNAL ILMIAH EDUNOMIKA Vol. 8 No. 1 (2024): EDUNOMIKA
Publisher : ITB AAS Indonesia Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29040/jie.v8i1.12608
Organizations have an important role in managing stress and the quality of work life of their employees, so paying attention to the conditions of the work environment and support from the organization is an important thing to do. However, the facts on the ground show that there are many unpleasant actions in the work environment which eventually lead to a decrease in the quality of work life and the emergence of occupational stress. This study examines the relationship between toxic workplace environment, occupational stress, and quality of work life which is moderated by organizational support. The sample technique used is purposive sampling, with the criteria being that employees working in Indonesia are at least 18 years old with a minimum working period of 1 year. The software used to assist data processing is SMART-PLS with the analysis used is SEM. The results of this study, sampling there is one hypothesis that is supported, namely the Toxic Workplace Environment has a significant positive effect on occupational stress and in this study organizational support cannot moderate the relationship between toxic workplace environment, occupational stress, quality of work life Keywords : toxic workplace environment, occupational stress, quality of work life, organizational support
PERILAKU REMAJA TERHADAP RUANG TERBUKA HIJAU HUTAN KOTA PEKANBARU
Hayyun, Afdhal;
Susanti, Rina
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 10 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v11i10.2024.4369-4377
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku remaja terhadap ruang terbuka hijau hutan kota pekanbaru dan faktor apa yang mempengaruhi perilaku remaja terhadap hutan kota tersebut, menggunakan teori Ruang Publik Menurut Jürgen Habermas dan Konsep Ruang Menurut Henri Lefebvre. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan analisis deskriptif. Populasinya adalah remaja yang mengunjjungi hutan kota pekanbaru lebih dari 2 kali. Teknik pengambilan sampel yang digunakan aitu total sebanyak 96 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara terstruktur dengan instrumen penelitian berupa kusioner, teknik observasi, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hutan kota Pekanbaru lebih sering atau lebih dominan dimanfaatkan oleh remaja sebagai arena sosialisasi dari pada untuk kegiatan rekreasi dan olahraga, diskusi dan edukasi, atau sebagai arena konflik dan remaja yang meanfaatkan cenderung memiliki tingkat perilaku yang positif. Adapun faktor apa yang mempengaruhi perilaku remaja terhadap hutan kota terutama dari tingkat pendidikan memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku remaja dalam pemanfaatan dan pemeliharaan hutan kota. Sedangkan untuk tingkat Pengetahuan tentang fungsi dan manfaat hutan kota juga mempengaruhi perilaku remaja Remaja dengan tingkat pendidikan tinggi cenderung memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya ruang terbuka hijau dan menunjukkan perilaku yang lebih positif. Sedangkan untuk Remaja yang memiliki pengetahuan tinggi lebih cenderung mendukung pemeliharaan lingkungan. Adapun Frekuensi kunjungan ke hutan kota juga mempengaruhi perilaku remaja dalam mendukung pemeliharaan dan pemanfaatan ruang hijau, Remaja yang sering mengunjungi hutan kota menunjukkan perilaku yang lebih positif dibandingkan dengan yang jarang berkunjung.
PILIHAN RASIONAL IBU HAMIL MELAKUKAN PERSALINAN PADA DUKUN BERANAK DI KELURAHAN PELANGIRAN KECAMATAN PELANGIRAN KABUPATEN INDRAGIRI HILIR
Syolihin, Syolihin;
Susanti, Rina
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 6 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v11i6.2024.2205-2213
Penelitian ini memiliki subjek pada ibu hamil yang berada di Kelurahan Pelangiran Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir dengan tujuan untuk mengetahui latar belakang Ibu hamil memilih persalinan pada dukun beranak, serta menguraikan latar belakang kepercayaan Ibu hamil kepada dukun beranak. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori pilihan rasional James S Coleman sebagai pisau analisis. untuk menjawab rumusan masalah, digunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan Teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian utama adalah Ibu Hamil yang dipilih dengan menggunakan Teknik  purposive sampling atau secara berkritaria yang melibatkan 5(lima) orang informan dan 2(dua) orang informan tambahan. Analisis data menggunakan Teknik kualitatif model Miles dan Huberman. Hasil penelitian diketahui bahwa terdapat enam faktor yang melatarbelakangi ibu hamil memilih bersalin pada dukun beranak, diantaranya faktor biaya, akses, keterbatasan alat medis, pengalaman, kesukuan dan kebiasaan masyarakat. Alasan lain yang melatarbelakangi Ibu hamil percaya pada dukun beranak terdapat 3 alasan yaitu faktor pengetahuan dan kemampuan dukun beranak, pengalaman keberhasilan dukun beranak dan keyakinan.
PERILAKU PEMILIH PEREMPUAN PERKOTAAN PADA PEMILU SERENTAK TAHUN 2024 DI KOTA PEKANBARU
Jannah, Miftahul;
Susanti, Rina
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 2 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v12i2.2025.508-513
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis latar belakang keputusan pemilih perempuan perkotaan dalam memilih calon anggota dewan perwakilan pusat serta mengidentifikasi bentuk perilaku pemilih perempuan perkotaan pada Pemilu Serentak 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori tindakan sosial Max Weber dan jenis analisis datanya termasuk pada penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian mencakup seluruh pemilih perempuan di Kelurahan Sidomulyo Barat yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan telah menggunakan hak pilihnya pada Pemilu Serentak 2024 di Kota Pekanbaru, dengan total 11.384 jiwa. Sampel diambil sebanyak 99 responden, dihitung menggunakan rumus Slovin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang keputusan pemilih perempuan perkotaan didominasi oleh pertimbangan rasional, terutama rasionalitas instrumental dan rasionalitas nilai. Selain itu, perilaku pemilih perempuan perkotaan cenderung didasarkan pada pertimbangan yang logis, mencerminkan karakteristik perilaku yang rasional.
PEMAKNAAN RUANG COFFEE SHOP BAGI PEREMPUAN PERKOTAAN (STUDI PADA KELOMPOK ARISAN LUXURY DI KOTA PEKANBARU)
Dentayano, Sakinah;
Susanti, Rina
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 11 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v12i11.2025.4492-4499
Fenomena meningkatnya aktivitas arisan di kalangan perempuan perkotaan yang tidak dilakukan di rumah, melainkan di ruang publik seperti coffee shop. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui alasan pemilihan coffee shop sebagai tempat arisan dan mengetahui makna ruang coffee shop bagi perempuan perkotaan dalam kelompok arisan luxury di Kota Pekanbaru serta mengetahui ruang coffee shop dimaknai oleh kelompok arisan luxury di Kota Pekanbaru. Teori yang gunakan adalah teori interaksi simbolik Herbert Mead yang menekankan pada proses interaksi dalam membangun simbol dan makna sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian diambil secara purposive sampling dengan enam orang informan yang merupakan anggota aktif kelompok arisan luxury. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa coffee shop dimaknai sebagai representasi gaya hidup modern, ruang relaksasi, dan sarana membangun citra sosial. Pemilihan coffee shop didasarkan pada pertimbangan suasana yang santai, estetik, serta mendukung aktivitas sosial seperti berfoto dan berbagi di media sosial. Melalui interaksi yang terjalin, coffee shop juga menjadi simbol identitas kelompok, memperkuat relasi antaranggota, dan mencerminkan selera serta preferensi mereka terhadap konsumsi. Coffee shop tidak hanya berfungsi sebagai ruang fisik, tetapi juga sebagai ruang simbolik yang mempresentasikan modernitas, kebersamaan, dan ekspresi diri anggota kelompok arisan luxury di pekanbaru.
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL TIKTOK BAGI KALANGAN MAHASISWA DI KOTA PEKANBARU
Zesika, Natalia;
Susanti, Rina
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 6 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v11i6.2024.2172-2181
TikTok sebagai salah satu media sosial yang populer di Indonesia, khususnya di kalangan mahasiswa usia 18-24 tahun, menawarkan fitur-fitur menarik yang memikat perhatian penggunanya. Namun, dampak dari penggunaan TikTok bisa bersifat positif maupun negatif, tergantung pada bagaimana pegguna memanfaatkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) motif yang melatarbelakangi penggunaan TikTok oleh mahasiswa di Kota Pekanbaru, 2) pola pemanfaatan media sosial TikTok bagi Mahasiswa di Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa pengguna TikTok di Universitas Kota Pekanbaru dengan menentukan ukuran sampel menggunakan rumus lemeshow dengan jumlah sampel sebanyak 96 orang. Kemudian menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu nonprobability yaitu purposive sampling dan accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa motif bernilai dominan yaitu motif tren (1.381), motif fitur-fitur menarik (929), motif hiburan (1.075), dan motif informasi (1.078). selanjutnya motif yang bernilai kurang dominan yaitu motif popularitas (1.150), dan motif ekspresi diri (860). Beberapa jenis pola pemanfaatan TikTok yang bernilai dominan, yaitu pola informasi (1.304), pola identitas pribadi (914), pola hiburan (980), dan pola konsumsi (931). Selanjutnya jenis pola yang bernilai kurang dominan yaitu integrasi dan interaksi sosial (1.023), dan bernilai tidak dominan ekonomi (740).
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROGRAM BANTUAN STIMULAN PERUMAHAN SWADAYA (BSPS) DI KECAMATAN TENAYAN RAYA KOTA PEKANBARU
Petra Nugraha, Gregorius;
Susanti, Rina
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 9 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v11i9.2024.3766-3773
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) partisipasi masyarakat dalam program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya, 2) faktor yang mempengaruhi keberhasilan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya. Penelitian ini berlokasi di Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survei dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 80 KK. Jumlah populasi yang kurang dari 100, maka seluruh populasi dalam penelitian ini dijadikan sampel, teknik penarikan sampel yang digunakan adalah sensus. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat partisipasi yang cukup tinggi dalam proses bantuan program BSPS, terdapat sebanyak 71 responden (88,7%) yang ikut berpartisipasi. Hal ini mencerminkan tingginya partisipasi dan keterlibatan responden dalam proses prencanaan dan pelaksanaan program BSPS. Faktor yang mempengaruhi keberhasilan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Tingkat keberhasilan faktor internal seluruh responden yang berjumlah 80 responden (100,0%) berada dalam kategori dominan, sedangkan faktor eksternal terdapat sebanyak 60 responden (75,0%) yang berada dalam kategori dominan.
PERILAKU MENYIMPANG REMAJA PERKOTAAN (STUDI KASUS PADA REMAJA TERLIBAT AKSI BALAP LIAR DI KOTA PEKANBARU)
Alif Ramadhani Saputra, M.;
Susanti, Rina
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 7 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v12i7.2025.2908-2918
Penelitian ini mengulas latar belakang remaja terlibat dalam penyimpangan aksi balap liar dan bentuk-bentuk penyimpangan lainnya dan remaja kota Pekanbaru. Menggunakan pendekatan teori Differensial Asosiation, penelitian ini diulas dengan pendekatan kualitatif jenis studi kasus. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 6 orang yang terdiri dari 4 orang remaja sebagai Informan utama yang dipilih secara puposive atau berkreteria dan 2 orang key Informan yang terdiri dari pihak kepolisian dan pemilik bengkel. Dara penelitian dikumpul melalui wawancara mendalam, Observasi dan Dokumentasi yang selanjutnya dianalisis secara kualitatif dengan model miles habermes. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa alasan remaja terlibat dalam aksi balap liar utamanya disebabkan oleh faktor lingkungan tempat tinggal, serta faktor lain yaitu memiliki teman yang terlibat aksi balap liar, faktor lingkungan keluarga, dan faktor ekonomi. Remaja yang terlibat aksi balap liar tidak hanya melalukan penyimpangan balap liar tapi juga melakukan penyimpangan lainnya, dimana keterlibatan aksi balap liar menjadi pintu gerbang temaja melakukan penyimpangan lainnya diantaranya yaitu mengkonsumsi minuman keras, judi online, penggunaan narkoba, dan sexs bebas.
ADOPSI MASYARAKAT TERHADAP INOVASI JARINGAN GAS RUMAH TANGGA DIKECAMATAN SAIL KOTA PEKANBARU
Alhafizhah Hidayat, Rafifah;
Susanti, Rina
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 11 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v11i11.2024.4535-4544
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi masyarakat tidak menerapkan inovasi dan tanggapan masyarakat terhadap inovasi jaringan gas rumah tangga berdasarkan teori dari Everett M. Rogers. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan asalisis deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang dipasangi jaringan gas rumah tangga namun tidak lagi memakai inovasi jaringan gas yang telah terpasang sebanyak 96 responden. teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan teknik snow ball dengan jumlah sampel 96 responden. Teknik pengumpulan data pada penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner penelitian secara langsung dan terkontrol. Data yang telah didapatkan kemudian diolah menggunakan software SPSS 20. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua faktor yang mendominasi menjadi menghambat masyarakat untuk mengadopsi inovasi jaringan gas rumah tangga yaitu faktor pengetahuan yang berkaitan dengan pemahaman dan informasi yang dimiliki masyarakat mengenai inovasi jaringan gas dan faktor ekonomi yang berkaitan dengan kondisi ekonomi masyarakat yang menjadi sasaran pembangunannya, bagaimana inovasi jaringan gas mampu untuk meminimalisir pengeluaran rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar memasak. Tanggapan masyarakat terhadap inovasi jaringan gas bernilai positif pada indikator keunggulan relative, kompatibilitas dan kemampuan diamati dengan angka yang segnifikat sebesar 55,2%. Namun, bernilai negatif pada inidikator kerumitan dan kemampuan diujocobakan dengan angka sebesar 44,8%. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat yang tidak mengadopsi inovasi jaringan gas memiliki pandangan yang negatif terhadap kerumitan dan kemampuan diujicobakan pada inovasi jaringan gas.