Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR MELALUI PERMAINAN KREATIF ANAK USIA 3-4 TAHUN Rahmah, Nur; Syukri, M.; Endang, Busri
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 3, No 11 (2014): Nopember 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak melalui permainan kreatif pada anak usia 3-4 tahun di Kelompok Bermain Mujahidin Pontianak. Tujuan umum dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran melalui permainan kreatif dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar, respon anak dalam  pembelajaran kemampuan motorik kasar melalui permainan kreatif, serta peningkatan kemampuan motorik kasar anak melalui permainan kreatif pada anak usia 3-4 tahun di Kelompok Bermain Mujahidin Pontianak. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan bentuk penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah anak kelompok Nisrina dengan jumlah anak 20 orang, yang terdiri dari 11 orang anak laki-laki dan 9 anak perempuan. Hasil penelitian adalah kemampuan motorik kasar anak melalui permainan kreatif  pada usia 3-4 tahun di Kelompok Bermain Mujahidin Pontianak mengalami peningkatan yang lebih baik dan dilaksanakan secara efektif yang dapat dilihat dari  respon anak yang terlihat lebih aktif dan lincah. Kata kunci: Motorik kasar, Permainan kreatif   Abstract: This study aims to improve the gross motor skills of children through creative play in children aged 3-4 years in Play Group Mujahidin Pontianak. The general objective of this study is to determine the planning and implementation of learning through creative play in improving gross motor skills, the child's response to learning gross motor skills through creative play, as well as increased gross motor skills of children through creative play in children aged 3-4 years in Play Group Mujahidin Pontianak. The method used is descriptive form of action research. Subjects were children with a number of children Nisrina group of 20 people, consisting of 11 boys and 9 girls. The results showed that gross motor skills through creative play in children aged 3-4 years in Play Group Mujahidin Pontianak increase better and effective implementation that can be seen from the response of the child that looks more active and agile. Keywords:. Gross motor, Creative game
PENGGUNAAN SOFTWARE EDUKASI DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA PERMULAAN DI TAMAN KANAK-KANAK ANANDA PONTIANAK BARAT Nurhasanah, Siti; Umar, Syahwani; Syukri, M.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 4, No 11 (2015): Nopember 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi guru belum dapat menggunakan software edukasi dengan baik khususnya dalam mengenalkan membaca permulaan pada anak, sehingga mengakibatkan pada semester ke 2 sebagian besar belum dapat membaca kata sederhana. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan antara lain: 1) Rancangan/ desain pembelajaran membaca permulaan yaitu: a) Menentukan metode pembelajaran, b) Menyiapkan peralatan yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran, c) Membuat RKH dengan story board,  2) Pelaksanaan pembelajaran dalam mengenalkan membaca permulaan dengan merangsang munculnya motivasi belajar dan mengembangkan kecakapan membaca permulaan. 3) Perolehan belajar anak usia 5-6 tahun dapat dikategorikan “berkembang sesuai dengan harapan”.   Kata Kunci : Software Edukasi, Membaca Permulaan   Abstract: Abstract: This research is motivated teacher education has not been able to use the software properly, especially in the beginning to introduce reading to children, resulting in half to 2 most have not been able to read simple words. Based on the results of data analysis, it can be concluded among other things: 1) Design of learning to read the beginning, namely: a) Determine the learning method, b) Setting up equipment to be used in the learning activities, c) Making RKH with a story board, 2) Implementation of the learning in Early reading introduced by stimulating the emergence of motivation to learn and develop the skills to read the beginning. 3) Acquisition of learning of children aged 5-6 years can be categorized as "developing in line with expectations".   Keywords: Educational Software, Reading Beginning
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN Zaini, Ahmad; Zakso, Amrazi; Syukri, M.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 3, No 11 (2014): Nopember 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan, berkenaan implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) di Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah 2 Pontianak. MBS adalah model manajemen yang memberikan otonomi lebih ke sekolah-sekolah dan meningkatkan keterlibatan langsung dari masyarakat/komunitas sekolah. Bentuk-bentuk partisipasi komunitas sekolah berupa dukungan moril, finansial maupun materil, dan sistem evaluasi dilakukan atas program pendidikan berdasarkan transparansi dan akuntabel berbentuk laporan. Sub tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) Mengetahui visi dan misi SD Muhammadiyah 2 Pontianak dalam mengimplementasikan MBS; (2) Mengetahui persepsi masyarakat terhadap visi dan misi sekolah pada SD Muhammadiyah 2 Pontianak; (3)  Mengetahui partisipasi Masyarakat di bidang perencanaan program sekolah dimaksud; (4) Mengetahui bentuk-bentuk partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan program sekolah; (5) Mengetahui partisipasi masyarakat dalam evaluasi program sekolah; dan (6) Mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat yang berkaitan dengan partisipasi masyarakat dalam pengimplementasian MBS pada SD Muhammadiyah 2 Pontianak. Kata Kunci: Partisipasi, Masyarakat, MBS, Penyelenggaraan Pendidikan.  Abstract: This study is aimed at describing and analyzing the implementation of School-Based Management (SBM) at Muhammadiyah 2 Pontianak Elementary School. SBM is a model of management that promotes school autonomy and community participation. The school community gives moral, financial, and material supports. Meanwhile, the education program and implementation are conducted and evaluated accountably and transparrently. The objectives of this study are: (1) to know the vision and missions of Muhammadiyah 2 Pontianak Elementary School in the implementating SBM; (2) to know the school community perception toward the school’s vision and missions; (3) to know the school community participation in planning the school program; (4) to know the forms of the community participation in implementating the school program; (5) to know the community participation in evaluating the school program; and (6) to know the factors that support and inhibit the the community participation in the implementation of School-Based Management (SBM).Keywords: Participation, Society, SBM, Education Implementation.
KECERDASAN EMOSIONAL KEPALA SEKOLAH DAN IKLIM ORGANISASI SEKOLAH SERTA HUBUNGANNYA DENGAN KEPUASAN KERJA GURU Yenni, Heppi Fitri; Djudin, Tomo; Syukri, M.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 4, No 7 (2015): Juli
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan positif dan signifikan antara kecerdasan emosional kepala sekolah dengan kepuasan kerja guru, iklim organisasi sekolah dengan kepuasan kerja guru, Populasi dalam penelitian ini adalah guru SMP Negeri Kota Pontianak yang terdiri dari Pontianak Selatan, Pontianak Timur, Pontianak Barat, Pontianak Utara, Pontianak Kota dan Pontianak Tenggara yang berjumlah 820 orang. Pemilihan sekolah dimasing-masing kecamatan dilakukan berdasarkan cluster random sampling. Sampel penelitian sebanyak 90 orang yang diambil secara proportionate stratified random sampling. Instrumen yang digunakan yaitu angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional kepala sekolah dan iklim organisasi sekolah serta hubungannya dengan kepuasan kerja guru SMP Negeri di Kota Pontianak tergolong dalam kategori kuat. Hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi kepala sekolah dan guru dalam hal meningkatkan kepuasan kerja guru, serta peneliti lainnya untuk memperdalam informasi tentang penelitian lain yang relevan.   Kata Kunci: Kecerdasan Emosional Kepala Sekolah, Iklim Organisasi. Abstract: This study aimed to assess the positive and significant relationship between emotional intelligence principals with teacher job satisfaction, school organizational climate and job satisfaction of teachers, The population in this study is a Junior High School teacher in Pontianak which consists of South Pontianak, East Pontianak, Pontianak West, North Pontianak, Pontianak City  and Southeast Pontianak which amounts to 820 people. Election in  the  respective school districts conducted by cluster random sampling. The study sample as many as 90 people were taken proportionate stratified random sampling. The results show that emotional intelligence principals and school organizational climate and its relationship with job satisfaction of teachers Junior High School in Pontianak relatively strong category. The The technique of data analysis performed using descriptive The results of this study can be useful to principals and teachers in terms of increasing the job satisfaction of teachers, as well as other researchers to further information about other relevant research.   Key Word: Emotional Intelligence Principal, School Organizational.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS BERITA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN CONCEPT SENTENCE DENGAN BANTUAN MEDIA GAMBAR F24111008, Suprapti; ,, Martono; Syukri, M.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 3, No 2 (2014): Februari 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Peningkatan kemampuan menulis teks berita melalui model pembelajaran Concept Sentence dengan bantuan media gambar pada siswa kelas VIII C SMP Negeri 8 Pontianak dilaksanakan untuk mengetahui penerapan pembelajaran yang dilaksanakan di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan hasil pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, bentuk penelitiannya kualitatif, dan jenis penelitiannya adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Data diambil menggunakan instrumen tes dan non tes. Alat pengambilan data yang digunakan adalah lembar observasi dan tes hasil belajar. Data penelitian diolah secara kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian, model pembelajaran Concept Sentence dengan bantuan media gambar dapat meningkatkan hasil belajar menulis teks berita siswa. Pembelajaran kelompok siklus 1 rata-rata 74,99, siklus 2 meningkat menjadi 81,05, dan siklus 3 menjadi 90,90. Pembelajaran individu siklus 1 rata-rata 66,16, siklus 2 meningkat menjadi 73,86, dan siklus 3 menjadi 80,55. Sikap siswa mengikuti pembelajaran meningkat sangat baik. Kata kunci: menulis teks berita, model pembelajaran Concept Sentence Abstract: Increased ability to write the news through Concept Sentence learning model by using of media images on eighth grade students of SMP Negeri 8 C Pontianak conducted to determine the application that is implemented in the classroom. This study aimed to describe the planning , execution , and learning outcomes . The method is used to descriptive , qualitative forms of research , and the type of research is classroom action research ( CAR). The data was taken using tests and non- test instruments . The tools of data collection used were observation sheets and achievement test . Data were analyzed qualitatively and quantitatively . Based on this research, Sentence Concept learning model with using media images can improve learning outcomes of the students writing a text message . Learning cycle group 1 average 74.99 , cycle 2 increased to 81.05 , and cycle 3 to 90.90 . Individual learning cycle 1 average 66.16 , cycle 2 increased to 73.86 , and cycle 3 to 80.55 . The attitude of the students participating in learning improved very well . Keywords : writing a text message , Sentence Concept learning model
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA DALAM BAHASA INDONESIA MELALUI KEGIATAN BERNYANYIPADA ANAK 5-6 TAHUN (F54210015), Gustiana; Syukri, M.; ., Marmawi
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 3, No 5 (2014): Mei 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is motivated children low language skills as the child is not yet clear to speak with correct pronunciation and sounds, children may not be able to formulate a good word to reveal the contents of the song about favorite foods,children may not be able to answer more questions about the food kesukaan.Bentuk this study is action research. The method used in this research is descriptive method. Subjects were 1 teacher and 15 anak.Berdasarkan results of the research data showed that: 1) Planning learning in enhancing the development of the ability to speak the Indonesian language through beryanyi.2) Implementation of learning in improving the ability to speak the Indonesian language through singing.3) Increased ability to speak the Indonesian through bernyanyi.Hasil research can be concluded that learning in enhancing the development of speech through singing activities can be categorized baik.Tujuannya implemented to carry out learning,especially in improving the speech of children aged 5-6 years with the implementation of beryanyi activities, teachers can design approach should be useful in motivating children to learn in order to speak the child 's ability to thrive as it should . Keywords:Speech,SingingEvents Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi kemampuan berbahasa anak rendah seperti anak belum jelas untuk berbicara dengan lafal dan bunyi yang benar, anak belum dapat menyusun kata yang baik dalam mengungkapkan isi lagu tentang makanan kesukaan, anak belum dapat menjawab prtanyaan lebih lengkap tentang makanan kesukaan.Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif.Subjek penelitian adalah 1 orang guru dan 15 orang anak.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data bahwa: 1) Perencanaan pembelajaran dalam meningkatkan pengembangan kemampuan berbicara menggunakan bahasaIndonesia melalui kegiatan beryanyi. 2) Pelaksanaan pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan berbicara menggunakan bahasa Indonesia melalui kegiatan bernyanyi.3) Peningkatan kemampuan berbicara menggunakan bahasa Indonesia melalui kegiatan bernyanyi.Hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran dalammeningkatkan pengembangan kemampuan berbicara melalui kegiatan bernyanyi dapat dikategorikan terlaksana dengan baik.Tujuannya untuk melaksanakan pembelajaran khususnya dalam meningkatkan kemampuan berbicara anak usia 5-6 tahun dengan penerapan kegiatan beryanyi, hendaknya guru dapat merancang pendekatan yang berguna dalam memotivasi anak dalam belajar agar kemampuan berbicara anak dapat berkembang sebagaimana mestinya. Kata Kunci : Kemampuan Berbicara, Kegiatan Bernyanyi.
PENINGKATAN PENGENALAN BENTUK GEOMETRI MELALUI METODE DEMONSTRASI PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN (F54210181), Yuliana; Syukri, M.; ., Halida
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 2, No 12 (2013): Desember 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan bangsa sehingga kita tidak tertinggal dari bangsa maju lainnya. Masa usia dini merupakan masa peletak dasar atau pondasi awal bagi pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya. Untuk itu, agar pertumbuhan dan perkembangan anak tercapai secara optimal, maka dibutuhkan situasi dan kondisi yang kondusif pada saat memberikan stimulasi dan upaya pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan anak. Masa awal anak-anak sering disebut sebagai tahap bermain, karena dalam periode ini hampir semua permainan menggunakan mainan. Adapun dalam memperoleh data untuk mengetahui keberhasilan pada indikator diberikan : 1. Anak dikatakan belum berkembang (BB) apabila nilai yang dipe-rolehnya 0%-25%. 2. Anak dikatakan mulai berkembang (MB) apabila nilai yang diperolehnya 25,1%-50%. 3. Anak dikatakan berkembang sesuai harapan (BSH) apabila nilai yang diperolehnya 50,1%-75%. 4. Anak dikatakan berkembang sangat baik (BSB) apabila nilai yang diperolehnya 75,1%-100% Kata Kunci: Bentuk Geometri, Metode, Demonstrasi Abstract : Education aims to improve the intelligence of the nation so that we do not lag behind other developed nations . Early childhood is the foundation stone of the future or the beginning foundation for further growth and development . And so, for the growth and development of children achieved optimally , it is necessary conducive circumstances at the time of stimulation and education efforts that fit the needs of the child . The beginning of children is often referred to as a stage play , because in this period almost all games using toys . As in obtaining the data to determine the success of the indicators is given : 1 . Child is not yet developed ( BB ) if the value of the trea - rolehnya 0 % -25 % . 2 . Said the child begins to develop ( MB ) if the value obtained is 25.1 % -50 % . 3 . Son said to develop according to expectations ( BSH ) if the value obtained is 50.1 % -75 % . 4 . Children's developing very well says ( BSB ) if the value obtained is 75.1 % -100 % Keywords : Shape Geometry , Methods , Demonstrations
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL BILANGAN MELALUI PERMAINAN EDUKATIF DENGAN MEDIA BIJI KARET DI TAMAN KANAK-KANAK Cemerlang, Yundya Ullan; Syukri, M.; Miranda, Dian
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 3, No 10 (2014): Oktober 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Perencanaan pembelajaran mengenal bilangan melalui permainan edukatif dengan media biji karet (2) Pelaksanaan pembelajaran mengenal bilangan melalui permainan edukatif dengan media biji karet (3) Respons anak dalam pembelajaran mengenal bilangan melalui permainan edukatif dengan media biji karet (4) Peningkatan kemampuan anak dalam mengenal bilangan melalui permainan edukatif dengan media biji karet. Penelitian ini dilakukan selama dua siklus. Hasil perhitungan menunujukkan bahwa terjadi peningkatan yang cukup berarti pada kemampuan guru dalam merencanakan dengan kriteria baik dan melaksanakan pembelajaran dengan kriteria baik dari siklus I ke siklus II. Peningkatan juga ditunjukkan dengan respon anak dalam pembelajaran mengenal bilangan mengalami peningkatan sebesar 41,995% pada siklus I ke 63,995% pada siklus II. Peningkatan juga ditunjukkan dengan kemampuan anak yang meningkat sebanyak 63,55% pada siklus I ke 78,66% pada siklus II. Dengan demikian pembelajaran melalui permainan edukatif dengan media biji karet mampu meningkatkan kemampuan anak mengenal bilangan pada anak usia 5-6 tahun di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Kec. Nanga Pinoh Kab.Melawi. Kata Kunci : Mengenal Bilangan, Lambang Bilangan, Media Biji Karet.   Abstract : This research aims to know: (1) The plan in learning number by using rubber seed as an educational game (2) The practice of learning number by using rubber seed as an educational game (3) pupils repond in learning number by using rubber seed as an educational game (4)whetherthere is some improvement of pupils ability in learning number by using rubber seed as an educational game. This research was completed in two circles. By calculating data, the researcher found that there was some significant improvement in teacher’s capabilility, with good grade, to plan and implement lesson from circle 1 to circle 2. Other improvement also found in pupils respond in learning number from 41,995% in circle 1 to 63,995% in circle 2. Pupils ability in recognizing number also increased from 63,55% in circle 1 to 78,66% in circle 2. In brief, learning number by using rubber seed as an educational game is able to improve 5-6 years old pupils abitity to recognize number in TK Aisyiyah Bustanul Athfal Kecamatan Nanga Pinoh. Kabupaten Melawi. Keywords: Recognizing Number, Number, Rubber Seed Medium.
KEPEMIMPINAN KETUA JURUSAN DAN IKLIM ORGANISASI HUBUNGANNYA DENGAN KINERJA DOSEN DI POLTEKKES PONTIANAK NIM F 22211044, Nopriantini; Syukri, M.; ,, Wahyudi
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 2, No 10 (2013): Oktober 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : Generally, this study started from the premise that lecturer performance is one of the critical success factors at collage. The university must improve the performance of the lecturers, because as an institution which aims to produce a knowledgeable, skilled, and competentable. This study aims to knowing the relationship of head department leadership and organizational climate with lecturer performance at Polytechnic of Pontianak. Methods used is method quantitative correlational study. Research data on Leadership Head of Department (variable X1), Organizational Climate (variable X2), and Performance Lecturer (variable Y) collecting through distributing questionnaires to respondents. The results shows that the Leadership of Head Department strongly associated and significant to lecturer performance with the amount of correlation by 0,784, as well as organizational climate shows strongly associated and significant to lecturer performance with the amount of correlation by 0,675. Whereas the leadership head of department and organizational climate jointly proide can be seen form the R square by 0,616 or 61,6%. , it shows the variation of lecturer performancecan be explained by both of independent variation that is leadership head of department and organizational climate while the remaining is 38,4% explained by other causes. On the basis of the results of the study is lecturer have to always improve their performance in implementing Tridharmas college. Abstrak :Secara umum penelitian ini bertolak dari pemikiran bahwa kinerja dosen merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pendidikan di perguruan tinggi. Perguruan tinggi harus meningkatkan kinerja para dosen, karena sebagai lembaga pengembangan ilmu yang bertujuan melahirkan masyarakat yang berpengetahuan, berkeahlian, kompeten dan terampil. Kinerja dosen diukur berdasarkan beban kerja dosen mencakup tugas utama yaitu melakukan Pendidikan, melakukan penelitian, dan melakukan pengabdian pada masyarakat, dan berhubungan dengan faktor kepemimpinan dan iklim organisasi yang memiliki peranan penting dengan peningkatan kinerja dosen yang pada akhirnya akan berperan terhadap peningkatan mutu pendidikan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kepemimpinan ketua jurusan dan iklim organisasi dengan kinerja dosen di Poltekkes Pontianak. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan studi korelasional. Data penelitian tentang Kepemimpinan Ketua Jurusan (variabel X1), Iklim Organisasi (variabel X2), dan Kinerja Dosen (variabel Y) dikumpulan melalui penyebaran angket terhadap responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepemimpinan Ketua Jurusan berhubungan kuat dan signifikan dengan kinerja dosendengan besaran korelasi 0,784 demikian juga dengan iklim organisasi menunjukkan hubungan yang kuat dan signifikan dengan kinerja dosen dengan besaran korelasi 0,675. Sedangkan kepemimpinan ketua jurusan dan iklim organisasi secara bersama-sama memberikan dapat dilihat dari R square sebesar 0,616 atau 61,6 % hal ini menunjukkan variasi dari kinerja dosen dapat dijelaskan oleh variasi dari kedua variabel independentnya yaitu kepemimpinan ketua jurusan dan iklim organisasi sedangkan sisanya sebesar 38,4 %dijelaskan oleh sebab-sebab lain. Atas dasar hasil penelitian tersebut dosen untuk selalu meningkatkan kinerjanya dalam melaksanakan tridharma perguruan tinggi. Kata Kunci : Kepemimpinan Ketua Jurusan, Iklim Organisasi, Kinerja Dosen
PENANAMAN SIKAP CINTA TANAH AIR MELALUI METODE BERCERITA PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN (F54210068), Yohana; Syukri, M.; ., Halida
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 3, No 2 (2014): Februari 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk menanamkan sikap cinta tanah air melalui metode bercerita. Dari 15 anak hanya 5 anak saja yang dapat memahami ciri khas bangsa Indonesia atau dapat peneliti persentasekan sebanyak 33% saja. Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan metode deskriptif, secara umum dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa: (1) Perencanaan pembelajaran untuk menanamkan sikap cinta tanah air melalui metode bercerita sudah dapat terlaksana dengan baik. Untuk melaksanakan pembelajaran khususnya dalam sikap cinta Tanah Air pada anak usia 5-6 tahun, hal-hal yang dapat dilakukan antaralain: 1) Dalam perencanan guru dapat mengupayakan media pembelajaran yang dapat memotivasi minat anak dalam belajar seperti menggunakan bahan alam yangterdapat disekitar guna untuk memberikan gambaran .kepada anak dalam mencintai tanah air yang ada dilingkungan sekitar. 2) Dalam pelaksanaan guru dapat mengefesienkan waktu sesuai dengan alokasi yang telah ditentukan guna untuk mencegah kebosanan pada pada anak dalam belajar. 3) Untuk mengoptimalkan anak dalam belajar guru dapat mengupayakan tindakan pendekatan terhadap anak yang masih mengalami kesulitan dalam belajar. Kata Kunci : Cinta Tanah Air, Metode Bercerita Abstract : This research is motivated low unpatriotic attitudes in children aged 5-6 years , the low attitude of patriotism in children include the children can not interpret the meaning of the color of the flag , the children can not tell the back story of the flag that had been heard , the children can not create their own story about the red and white flag . Of the 15 children only 5 children are able to understand the characteristic of Indonesia or to researchers persentasekan much as 33 % only . This research is a form of action research with descriptive methods , in general can be drawn a conclusion that : In order to implement the learning, especially in the country of love attitudes in children aged 5-6 years , things to do antaralain : 1 ) In planning the teacher can seek learning media that can motivate a child's interest in learning such as the use of natural materials in order to provide yangterdapat around the picture . loving to children in the existing ground water environment around . 2 ) In the exercise of the teacher can mengefesienkan time according to a predetermined allocation in order to prevent boredom on the child in learning . 3 ) To optimize the child in learning approaches teachers can pursue action against children who are still experiencing difficulties in learning . Keywords : Love the country, Methods Bererita
Co-Authors (F54010008), Mariati . Baharti . Kuswati, . . Mukhlasin, . . Yuliana A. Halim Abdul Kholik Admayati, . Ahmad Zaini Ahmadi F22210041 Aini, Eva Alhabsyi, Zulfi Farhan Amirudin F22210020 Amrazi Zakso Andi Usman Andy Usman Annisa Amalia Ayu Wulandari Ayub, Urai M. Busri Endang Chiang, Miky Debora, Veronika Narulita Desni Yuniarni Desti Nuzullianti F22209012 Dewanty Tandayu Dian Miranda Eka Supriatna Elanda, Kiki Ema Ambarsari Esih Suryani Etty Fitriawati evendi, evendi Fadillah, Gina Faisol Halida . Halida Halida Heppi Fitri Yenni, Heppi Fitri Herculanus Bahari Sindju Hermansyah Iftiza, Fachria Ira Herlina Irmayani, Sri Jam Jami F22210021 Joni Hendri Jumiati Jumiati Kaswari . kumend.K, Odorius Rhonad L. Halim Linarsih, Andini Lisdayanti, Resty Lukita, Yenni Lukmanulhakim ., Lukmanulhakim M Chiar M. Chiar Marmawi R . Martacipta, Meideti Martono , Masluyah Suib Masluyah, . Mohtar, L. E. Mortisari, Yuni Muhamad Ali Muhammad Tisna Nugraha, Muhammad Tisna Muslimah (F54210032) Mustamiroh, Mustamiroh Narsi (F54010014) Nerlia Nastaria Simarmata Ngutini, Ngutini Nina Mardiana (F01108057) Nopriantini NIM F 22211044 Nur Rahmah Rafida, Alifa Ihfazna Rosmedi, Dudi Silawati, Lena Siti Nurhasanah Soewarno, S. Sri Devi, Sri Sri Nuryani, Sri Sri Prabasari, Ignatia Eni Sukmawati Sukmawati Suprapti F24111008 Suria, . Sutarmanto . Syahwani Umar Syamsul Arifin Syarif Yakop Tahmid Sabri Tarmudi, Muh Teti Yustati Tomo Djudin tri wahyuni Unsrini . Usman Radiana Valentina Valentina, Valentina Wahyudi , Wahyudi . Wahyudi Wahyudi Wiretno, Indro yarso, Hasminuddin Yoga, Yoga Yuline . Yundari, Yundari Yundya Ullan Cemerlang Yusrizal Yusrizal