Claim Missing Document
Check
Articles

The Effect of Variation in Cabopol Concentration on Peel-off Gel Mask from Avocado (Persea americana Mill.) Fruit Extract Nakii, Siti Fatmawaty; Thomas, Nurain; Latif, Multiani S.
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 2 No. 3 (2025): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v2i3.151

Abstract

Avocado (Persea americana Mill.) is a natural ingredient commonly used in the formulation of peel-off gel masks due to its content of vitamins, minerals, proteins, fiber, and antioxidant compounds such as flavonoids. This study aimed to investigate the effect of varying carbopol concentrations on the physical properties of peel-off gel masks containing avocado fruit extract. The methods included avocado fruit extraction using maceration, formulation of peel-off gel masks with varying carbopol concentrations (0.5%, 1%, and 2%), and physical evaluation of the preparations, including organoleptic testing, pH, homogeneity, viscosity, spreadability, adhesion, and drying time. The results showed that all formulations had good physical stability, including organoleptic testing, homogeneity, pH, and viscosity. Increasing the carbopol concentration resulted in higher viscosity and thicker gel. Additionally, spreadability and adhesion also showed good results, while the drying time increased with higher carbopol concentrations. Based on these findings, it can be concluded that varying carbopol concentrations influence the physical properties of the peel-off gel mask with good stability and effectiveness as a cosmetic product.
Formulation and Characterization of a Sleeping Mask Gel Utilizing Watermelon (Citrullus lanatus L.) White Rind Juice Thomas, Nurain; Paneo, Mohamad Aprianto; Suleman, Putri Rawe
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 2 No. 3 (2025): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v2i3.167

Abstract

A laboratory-based study was conducted to formulate and evaluate a sleeping-mask gel incorporating juice from the white rind of watermelon (Citrullus lanatus L.) with Hydroxypropyl Methylcellulose (HPMC) as the gelling agent. White-rind juice was prepared and incorporated into gel bases containing 2–5% HPMC with fixed excipients. Characterization encompassed organoleptic properties, homogeneity, pH, adhesion, spreadability, and viscosity according to topical gel quality criteria. Acceptable organoleptic attributes and uniformity were observed for all formulas. pH values (~4.0–6.0) lay within the facial-skin-compatible range. Increasing HPMC concentration was associated with greater adhesion, with minimum criteria satisfied from 4% HPMC. Desired spreadability was obtained at lower-to-intermediate HPMC levels, while viscosity testing indicated that 4–5% HPMC achieved application comfort alongside structural stability. Overall performance identified the 4% HPMC gel as providing the most balanced combination of spreadability, adhesion, and viscosity, yielding a clear and stable preparation. These findings support the feasibility of developing a sleeping-mask gel from watermelon white-rind juice, with a 4% HPMC base recommended as the optimal formulation.
Isolasi, Karakterisasi dan Uji Daya Hambat Mikroba Endofit Tanaman Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata) terhadap Bakteri Escherichia Coli dan Staphylococcus Aureus Pakaya, Mahdalena Sy.; Abas, Siti Nur Rahmatiya; Thomas, Nur Ain
Jambura Journal of Chemistry Vol 7, No 1 (2025): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jambchem.v7i1.12436

Abstract

Mikroba endofit merupakan mikroorganisme yang hidup pada jaringan tanaman tanpa merusak atau mengganggu kelangsungan hidup dari tanaman tersebut. Selain dapat membantu proses metabolisme, mikroba endofit juga dapat menghasilkan senyawa metabolit sekunder yang sama seperti inangnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi mikroba endofit yang terdapat pada tanaman lidah mertua (Sansevieria trifasciata) dan menguji daya hambat mikroba endofit tersebut terhadap bakteri patogen Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Metode yang digunakan pada tahap isolasi adalah metode tanam langsung sehingga dapat terlihat jelas mikroba endofit yang keluar dari jaringan tumbuhan; tahap karakterisasi secara makroskopik dan mikroskopik; tahap uji daya hambat menggunakan metode difusi cakram (Kirby-Bauer). Jumlah mikroba yang berhasil diisolasi sebanyak 4 isolat; A1 dan A2 (isolat bakteri), B1 dan B2 (isolat jamur). Berdasarkan hasil karakterisasi secara makroskopik dan mikroskopis, keempat mikroba tersebut menunjukkan karakteristik yang berbeda. Hasil uji daya hambat berdasarkan diameter zona bening menunjukkan rata-rata zona hambat dengan kategori lemah-sedang terhadap kedua bakteri patogen. Hasil uji daya hambat oleh mirkoba endofit terhadap kedua bakteri patogen dianalisis secara One Way Anova dengan taraf kepercayaan 99% (α=0,01). Hasil analisis data menujukkan bahwa kedua bakteri patogen Escherichia coli dan Staphylococcus aureus sama-sama dapat dihambat pertumbuhannya oleh mikroba endofit dengan karena p=0,704 (sig.a).
Formulation and Physical Evaluation of Peel-Off Gel Mask Preparation from Cucumber Extract (Cucumis Sativus L.) Bioto, Yakob; Thomas, Nurain; Mo'o, Faradila Ratu Cindana; Puluhulawa, Lisa Efriani
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 2 No. 3 (2025): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v2i3.137

Abstract

Cucumber (Cucumis Sativus L.) is one of the fruit vegetables widely consumed in Indonesia in its fresh form and contains a liquid rich in vitamins and minerals. Cucumber liquid is beneficial for refreshing the skin and moisturizing the face, thus it needs to be developed into a peel-off gel mask. This study aims to determine the formulation and evaluation of a peel-off gel mask preparation using cucumber extract. The study began with the optimization of the viscolam gel base to assess its consistency using three different concentrations (5%, 10%, and 15%). Among these concentrations, 5% viscolam produced a gel with good consistency and clarity. Subsequently, a peel-off gel mask formulation was developed with an active ingredient concentration of 2.5% and 5% viscolam. The evaluation of the mask preparation included viscosity testing, pH testing, organoleptic testing (color, aroma, texture), homogeneity, spreadability, adhesion, drying time, and hedonic testing. The results of the study show that the formulation of the peel-off gel mask from cucumber extract has good physical properties and meets the requirements for use on the skin.
Pengenalan Sejak Dini tentang Resistensi Antibiotik Kepada Mahasiswa Farmasi UNG dan Siswa SMK Farmasi di Kota Gorontalo melalui Program School of AMR PD IAI Gorontalo Paneo, Mohamad Aprianto; Tuloli, Teti Sutriyati; Thomas, Nur Ain; Latif, Multiani S; Taupik, Muhammad; Djuwarno, Endah Nurrohwinta
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 3, No 1 (2024): Vol 3. No. 1 (2024)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v3i1.25010

Abstract

Resistensi antibiotik telah menjadi perhatian utama dalam bidang kesehatan global karena dampaknya yang serius terhadap pengobatan infeksi bakteri. Fenomena ini terjadi ketika bakteri mengembangkan kemampuan untuk bertahan hidup dan berkembang biak meskipun terpapar antibiotik, mengurangi atau bahkan menghilangkan efektivitas obat tersebut. Penyebab utama resistensi antibiotik termasuk penggunaan antibiotik yang berlebihan, penggunaan yang tidak tepat, dan penyebaran gen resistensi melalui lingkungan. Konsekuensinya meliputi tingkat infeksi yang sulit diobati, peningkatan biaya perawatan kesehatan, dan peningkatan angka kematian. Upaya untuk mengatasi resistensi antibiotik melibatkan pendekatan multidisiplin termasuk penggunaan antibiotik yang bijaksana, pengembangan antibiotik baru, pengendalian infeksi, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang masalah ini. Tujuan dilaksanakan kegiatan ini untuk memberikan edukasi sejak dini melalui program school of AMR Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) kepada siswa dan mahasiswa bahwa pentingya mengenal antibiotik dan memutus rantai resistensi antibiotik. Kegiatan dilaksanakan dengan beberapa metode yang terdiri dari edukasi yang diberikan langsung oleh apoteker dan dosen, kemudian diskusi dan tanya jawab serta yang terakhir yaitu pemberian pre dan post kuesioner untuk melihat ketercapaian hasil dari kegiatan yang diberikan. Hasil menunjukan kenaikan yang progresif dari sebelumnya rata-rata pemahaman peserta berada dibawah nilai 80% menjadi rata-rata direntang 90%. Hal ini menunjukan pemberian edukasi secara terstruktur dan diberikan langsung oleh yang memiliki kompetensi akan memberikan dampak yang baik. Kegiatan seperti ini harus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan harapan generasi berikutnya bebas dari penggunaan antibiotik yang tidak bijak.
Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Dalam Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Memilih Obat Metode CBIA Menuju Masyarakat Pesisir Sehat Di Desa Monano Gorontalo Utara Hasan, Hamsidar; Prasetya, Ekawaty; Thomas, Nurain; Akuba, Julianti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 2, No 3 (2023): Vol 2, Nomor 3 (2023)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v2i3.20875

Abstract

Visi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yaitu "Masyarakat Sehat yang Mandiri dan Berkeadilan" dengan salah satu misinya Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat". Demi tercapainya maka perlu dilakukan perberdayaan masyarakat sehingga derajat kesehatan yang setinggi-tingginya bagi seluruh masyarakat Indonesia dapat tercapai. Kegiatan ini mempunyai tujuan untuk meningkatkan wawasan pengetahuan dan keterampilan masyarakat sehingga manpu menggunakan obat secara rasional untuk penggunaan sendiri dan di rumah tangga. Diharapkan setelah kegiatan ini masyarakat manpu mengetahui penggolongan obat, informasi kemasan dan etiket obat, cara memilih dan mendapatkan obat, bentuk sediaan obat, dois obat, cara penggunaan obat, efek samping obat, cara penyimpanan, kadaluarsa dan obat rusak, cara pembuangan obat, tata cara pelaksanaan metode CBIA. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa KKS pengabdian yang sebelumnya telah dikader dan siap jadi tutor, pegawai puskesmas setempat dan penyelenggara dalam hal ini Dosen pembimbing lapangan yang telah di SK kan oleh LPM UNG. Metode pelaksanaan kegiatan adalah penyuluhan dan pelatihan bagaimana memilih obat dengan menggunakan alat bantu seperti paket obat, lembar kerja, dan petunjuk kegiatan. Kegiatan ini dilaksanakan selama 1 hari, jumlah peserta hadir 45 orang terdiri dari kelompok ibu-ibu nelayan, kelompok ibu-ibu PKK, Kelompok Karang Taruna, dan pemuka-pemuka Agama dan Masyarakat. Kegiatan ini memberikan manfaat bagi mereka yang sebelumnya tidak mengerti sama sekali tentang obat. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat setelah kegiatan ini.
Formulasi dan Uji Aktivitas Antioksidan Masker Gel Peel-Off Esktrak Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Secara In Vitro Thomas, Nurain; Pakaya, Mahdalena Sy; Paneo, Mohamad Aprianto; Latif, Multiani S; Basri, Rakhmadana Fitraeni
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 1 No. 1 (2024): Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v1i1.3

Abstract

Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) mengandung sejumlah senyawa yang berfungsi sebagai antioksidan seperti flavonoid. Senyawa antioksidan ini dapat menunda atau mencegah terjadinya reaksi oksidasi radikal bebas dalam oksidasi lipid, dimana antioksidan ini bekerja dengan cara memberikan salah satu elektronnya kepada radikal bebas. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimental, dan tujuan dari penelitian ini yakni untuk memformulasikan kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dalam bentuk sediaan masker gel peel off yang stabil secara fisik, dan untuk mengetahui aktivitas mengetahui aktivitas antioksidan sediaan masker gel peel off ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) secara in vitro menggunakan metode DPPH. Penelitian ini diawali melakukan optimasi basis dengan variasi konsentrasi Natrium Alginat sebagai gelling agent yang terdiri dari F1 0%, F2 0,5%, dan F3 1%. Basis yang memenuhi syarat stabilitas fisik yaitu F2. Basis F2 dibuat sediaan masker gel dengan 3 variasi konsentrasi ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) yaitu FA 0,5%, FB 1%, dan FC 1,5%. Keempat diuji stabilitas fisik meliputi uji organoleptis dan homogenitas, daya sebar, daya lekat, waktu mengering, pH, viskositas, dan uji freeze thaw, serta pengujian aktivitas antioksidan secara in vitro menggunakan metode DPPH menggunakan Spektrofotometri UV-Vis dengan radikal bebas DPPH dan kontrol postitif Vitamin C sebagai pembanding. Hasil uji statistik One Way ANOVA uji stabilitas fisik uji organoleptis dan homogenitas, daya sebar, daya lekat, waktu mengering, dan pH yaitu p>0,05, hal ini menandakan tidak ada perubahan signifikan, artinya sediaan memiliki stabilitas fisik yang baik. Nilai aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 yang diperololeh yaitu FA (8,03 ppm), FB (4,69 ppm), dan FC (3,01 ppm), menunjukkan bahwa semua formula memiliki aktivitas antioksidan golongan sangat kuat karena nilai IC50 < 50 ppm.
Formulasi Ekstrak Kulit Jeruk Nipis (Citrus Aurantifolia) Dalam Masker Gel Peel-Off Anti Aging Dengan Metode DPPH Paneo, Mohamad Aprianto; Pakaya, Mahdalena Sy; Thomas, Nurain; Moo, Faradila Ratu Cindana; Puluhulawa, Lisa Efriani; Thamrin, Rahmulia
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 1 No. 1 (2024): Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v1i1.6

Abstract

Anti aging merupakan suatu sediaan yang digunakan untuk menghambat proses kerusakan kulit (degenerative), sehingga mampu menghambat timbulnya tanda-tanda penuaan pada kulit. Tujuan penelitian ini adalah membuat suatu formula masker gel peel-off dari ekstrak kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia) yang memiliki kandungan flavonoid. Kulit jeruk nipis diekstrak dengan menggunakan metode maserasi, kemudian dilakukan identifikasi senyawa flavonoid yang kemudian dilanjutkan dengan optimasi basis gel HPMC dengan kosnentrasi F1 5%, F2 7% dan F3 10%. Setelah didapatkan basis terbaik dilanjutkan dengan formulasi sediaan. Sediaan yang telah diformulasi kemudian dievaluasi meliputi uji organoleptik, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, uji waktu mengering, dan uji Freeze Thaw. Sediaan diuji iritasi selama 3 x 24 jam dan kemudian dilakukan uji efektifitas dengan metode DPPH menggunakan instrumen spektrofotometri UV-Vis dengan konsentrasi ekstrak F1 0,25%, F2 0,5% dan F3 1%. Dimana pengukuran kekuatan antioksidan berdasarkan rumus inhibition concentrate 50 (IC50) pada hari ke 0 dan ke 28 dengan kategori antioksidan berada pada rentang antioksidan kuat sampai sedang dan diuji statistik dengan metode One Way – Anova (α=0,05). Hasil menunjukkan nilai dari masing-masing uji stabilitas fisik lebih besar dari 0.05 yang berarti tidak ada perubahan signifikan pada masing-masing uji stabilitas.
Pengaruh PhytoSolve 8004 Terhadap Stabilitas Fisik Krim Liposom Ceramide Tungadi, Robert; Thomas, Nurain; Ramadhani, Fika Nuzul; Paneo, Mohamad Aprianto; Kahar, Oktaviani
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 1 No. 3 (2024): Vol 1, No. 3, 2024 : Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v1i3.7

Abstract

Ceramide merupakan komponen utama lipid interseluler dari stratum korneum yang diproduksi secara alami di kulit. Namun ceramide dapat berkurang seiring dengan bertambahnya usia dan faktor lainnya sehingga menyebabkan kulit menjadi kering. Untuk itu ceramide diformulasikan ke dalam bentuk liposom yang selanjutnya dibuat dalam bentuk krim dengan basis PhytoSolve 8004. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh PhytoSolve 8004 terhadap stabilitas fisik krim liposom ceramide. Penelitian ini diawali dengan pembuatan liposom ceramide kemudian dilakukan karakterisasi menggunakan PSA (Particle Size Analyzer) dengan hasil 104 nm, PDI yaitu 0,205; dan entrapment efficiency sebesar 79,07%. Selanjutnya dilakukan pembuatan sediaan krim dengan berbagai variasi konsentrasi PhytoSolve 8004 yaitu F1 10%; F2 15%; dan F3 20%. Ketiga formula dievaluasi sifat fisiknya meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, uji viskositas dan pengujian freeze thaw. Hasil evaluasi fisik dari ketiga formula sediaan krim liposom ceramide memenuhi persyaratan evaluasi fisik yang baik. Tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari variasi konsentrasi PhytoSolve 8004 yang digunakan dalam formula terhadap stabilitas fisik krim liposom ceramide.
Pengaruh Konsentrasi Pati Biji Nangka (Arthocarpus Heterophyllus Lamk.) Sebagai Bahan Pengikat Tablet Hisap Ekstrak Daun Asam Jawa (Tamarindus Indica L.). Mo’o, Faradila Ratu Cindana; Thomas, Nur Ain; Suryadi, A. Mu'thi Andy; Alpian Panu, Muhamad
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 1 No. 1 (2024): Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v1i1.13

Abstract

Penggunaan daun asam jawa (Tamarindus indica L.) untuk pengobatan, pada umumnya masih dengan cara sederhana yaitu direbus atau diseduh. Cara tersebut dinilai kurang efisien dan efektif. Bahan pengikat merupakan salah satu zat tambahan dari sediaan tablet yang berperan khusus dalam formulasi. Amilopektin adalah komponen dari amilum yang berfungsi sebagai bahan pengikat. Nangka merupakan tanaman yang menghasilkan pati atau amilum pada bijinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pati biji nangka sebagai bahan pengikat terhadap sifat fisik tablet hisap ekstrak daun asam jawa secara granulasi basah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan membandingkan 3 konsentrasi pati biji nangka, formula I (pati biji nangka 15%), Formula II (pati biji nangka 20%), dan formula III (pati biji nangka 25%). Tablet yang dihasilkan diuji sifat fisiknya meliputi organoleptis, keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, waktu hancur, dan uji tanggap rasa. Data yang diperoleh dianalisis dengan Uji One Way ANOVA (p < 0,01) dengan tingkat kepercayaan 99%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pati biji nangka dengan konsentrasi 15%, 20%, dan 25% memberikan pengaruh terhadap sifat fisik tablet yaitu kekerasan, dan waktu hancur sedangkan tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna terhadap keseragaman bobot dan kerapuhan. Formulasi terbaik tablet hisap ekstrak daun asam jawa berdasarkan evaluasi fisik dan uji tanggap rasa adalah Formula III yang mengandung bahan pengikat pati biji nangka sebanyak 25 %.
Co-Authors Abas, Siti Nur Rahmatiya Abto, Nazarudin Adam Mustapa, Mohammad Akuba, Julianti alkatiri, ahmad alkatiri Alpian Panu, Muhamad Andi Makkulawu Anggai, Rifka Anggraini Anggun Sasmita Ibrahim Ar’syifa Wijaya, Hudan Ariani H. Hutuba Arista Idris, Pinkan Astuti, Zulfa Amalia Bakari, Mohamad Fadly Basri, Rakhmadana Fitraeni Bioto, Yakob Datu, Novanza L.M.N Devie Ariany Daud Dr. Apt. Hamsidar Hasan S.Si.,M.Si Dwy Jayanto Palay, Rendy Ekawaty Prasetya Endah Nurrohwinta Djuwarno Faradila Ratu Cindana Fika Nuzul Ramadhani Fujiana Abd Karim Gita Potabuga Grasela Mbae Hamsidar Hamsidar Hamsidar Hasan Harwanto, Yelisnawati Hiola, Faramita Hutuba, Ariani Ishak Isa Julianty Akuba Kahar, Oktaviani LATIF, MULTIANI S Latif, Multiani S. Madania Madania, Madania Madania, Madania Mahdalena Sy Pakaya Makkulawu, Andi Malopo, Ekaria Revalya Mamu, Safira Mahadewi Manno, Mohamad Reski Maryadi Moh. Rivai Nakoe Mohamad Adam Mustapa Mohamad Aprianto Paneo Mohi, Mega Agustiwi Moo, Faradila Ratu Cindana Mo’o, Faradila Ratu Cindana Muhammad Taupik Muhammad Taupik Multiani S Latif Mumtazah, Naharil Nabila Novreini Djunaidi Nakii, Siti Fatmawaty Nur Oktaviana Nur Rasdianah Pakaya, Juniarista Jessica Pakaya, Lutfiah Pakaya, Nikmasari Papeo, Dizky Ramadani Putri Pido, Nur Huda Puluhulawa, Lisa Efriani Rahmatia Is. Kaluku Rismayani, Nur Robert Tungadi Robert Tungadi Robiatun Rambe Sabrina, Putri Febbiyanti Sapiun, Zulfiayu Selvi Marcellia Sidangoli, Adiva Sri Nur&#039;ain E. Ahmad Suleman, Putri Rawe Suleman, Windy Riani Suryadi, A. Mu'thi Andy Suryadi, A. Mu’thi Andy Suryadi, A.Mu'thi Andy Suryadi,, A. Mu'thi Andy Susanti Pakaya Teti Sutriyati Tuloli Thamrin, Rahmulia Timo, Nur Kharisma Ekaputri Tomu, Anita Faradiana Pratiwi R. Wanda Gita Van Gobel Widy Susanti Abdulkadir Widy Susanti Abdulkadir Widy Susanti Abdulkadir Widysusanti A.K Wiwit Zuriati Uno Yasin, Sulistya Yayah Rachmatiyah Yuni Sarah Manoppo Zulmai Rani Zuriati Uno, Wiwit