Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Konsentrasi Pati Biji Nangka (Arthocarpus Heterophyllus Lamk.) Sebagai Bahan Pengikat Tablet Hisap Ekstrak Daun Asam Jawa (Tamarindus Indica L.). Mo’o, Faradila Ratu Cindana; Thomas, Nur Ain; Suryadi, A. Mu'thi Andy; Alpian Panu, Muhamad
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 1 No. 1 (2024): Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v1i1.13

Abstract

Penggunaan daun asam jawa (Tamarindus indica L.) untuk pengobatan, pada umumnya masih dengan cara sederhana yaitu direbus atau diseduh. Cara tersebut dinilai kurang efisien dan efektif. Bahan pengikat merupakan salah satu zat tambahan dari sediaan tablet yang berperan khusus dalam formulasi. Amilopektin adalah komponen dari amilum yang berfungsi sebagai bahan pengikat. Nangka merupakan tanaman yang menghasilkan pati atau amilum pada bijinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pati biji nangka sebagai bahan pengikat terhadap sifat fisik tablet hisap ekstrak daun asam jawa secara granulasi basah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan membandingkan 3 konsentrasi pati biji nangka, formula I (pati biji nangka 15%), Formula II (pati biji nangka 20%), dan formula III (pati biji nangka 25%). Tablet yang dihasilkan diuji sifat fisiknya meliputi organoleptis, keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, waktu hancur, dan uji tanggap rasa. Data yang diperoleh dianalisis dengan Uji One Way ANOVA (p < 0,01) dengan tingkat kepercayaan 99%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pati biji nangka dengan konsentrasi 15%, 20%, dan 25% memberikan pengaruh terhadap sifat fisik tablet yaitu kekerasan, dan waktu hancur sedangkan tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna terhadap keseragaman bobot dan kerapuhan. Formulasi terbaik tablet hisap ekstrak daun asam jawa berdasarkan evaluasi fisik dan uji tanggap rasa adalah Formula III yang mengandung bahan pengikat pati biji nangka sebanyak 25 %.
Formulasi Sirup Ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimum Basilicum) Dan Daun Sirih (Piper Betle) Dan Uji Aktivitas Mukolitik Secara In Vitro Suryadi, A.Mu'thi Andy; Astuti, Zulfa Amalia; Mo'o, Faradila Ratu Cindana; Thomas, Nur Ain; Latif, Multiani S
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 1 No. 1 (2024): Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v1i1.18

Abstract

Daun Kemangi dan Daun Sirih secara tradisional telah digunakan masyarakat Indonesia sebagai obat batuk. Telah terbukti bahwa kombinasi ekstrak Daun Kemangi dan Daun Sirih mempunyai aktivitas mukolitik secara in vitro dengan kandungan senyawa alkaloid, flavonoid, tanin dan Saponin. Tujuan Penelitian ini untuk memformulasikan kombinasi ekstrak Daun Kemangi dan Daun Sirih dalam bentuk sediaan sirup dan diuji aktivitas mukolitik secara in vitro. Metode Penelitian diawali dengan pembuatan ekstrak Daun Kemangi dan Daun Sirih yang diekstraksi secara maserasi menggunakan pelarut etanol 70% dan diformulasikan ke dalam sediaan sirup dengan variasi konsentrasi kombinasi ekstrak daun kemangi dan daun sirih dimana F1 (0,5%: 0,5%), F2 (1,0%: 1,0%) dan F3 (1,5%: 1,5%). Sirup dievaluasi meliputi uji organolepstis, pH, homogenitas, viskositas dan di uji aktivitas mukolitik secara in vitro terhadap penurunan viskositas mukus sapi. Ambroxol 30 mg/ 5mL digunakan sebagai kontrol positif dan kontrol negatif adalah larutan mukus tanpa ekstrak dan ambroxol 30 mg/ 5mL. Hasil penelitian yang didapatkan F1, F2, dan F3 memiliki aktivitas mukolitik, pada F1 (0,5%: 0,5%) penurunan viskositas sebesar 1940 Cp hampir setara dengan kontrol positif yang memiliki penurunan viskositas sebesar 1927 Cp, sedangkan penurunan viskositas yang lebih besar dari kontrol positif dan F1 pada F2 (1,0%: 1,0%) sebesar 2007 Cp dan F3 (1,5%: 1,5%) sebesar 2112 Cp dengan semakin besar penurunan viskositas mukus sapi maka aktivitas mukoltik semakin besar. Berdasarkan uji One Way ANOVA diperoleh nilai p value <0,01 (α 0,01) hal ini disimpulkan adanya pengaruh konsentrasi kombinasi ekstrak daun kemangi dan daun sirih dalam menurunkan viskositas mukus sapi.
Uji Permeasi Nanoemulgel Kurkumin Secara In Vitro Tungadi, Robert; Thomas, Nur Ain; Hasan, Hamsidar; Taupik, Muhammad; Pakaya, Juniarista Jessica
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 1 No. 3 (2024): Vol 1, No. 3, 2024 : Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v1i3.20

Abstract

Kunyit (Curcuma longa) salah satu tanaman yang terbukti dapat mempercepat penyembuhan luka karena terdapat senyawa kurkumin didalamnya. Terlepas dari aktivitas farmakologinya, kurkumin termasuk dalam BCS (Biopharmaceutical Classification System) kelas II dimana bioavailabilitas yang tinggi dan kelarutannya yang rendah. Untuk mengatasi aktivitas farmakologinya tersebut, dikembangkan system pemberian obat baru seperti system pemberian secara transdermal yaitu nanoemulgel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana laju permeasi nanoemulgel kurkumin secara in vitro menggunakan metode sel difusi franz. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik homogenisasi energi rendah (Spontaneous emulsification) dengan kecepatan 500 rpm dimana zat aktif divariasikan 0,1% 0,2% 0,4% dan pembuatannya dengan mengembangkan HPMC ke dalam air panas kemudian ditambahkan fase minyak ke dalam fase air dengan pengadukan hingga terbentuk basis gel. Polimer HPMC divariasikan untuk mengetahui pengaruh terhadap stabilitas. Uji in vitro perlu dilakukan untuk mempelajari efektivitas zat aktif kurkumin dan penetrasinya. Pengujian efektivitasnya sebagai sediaan transdermal dilakukan dengan mengukur kadar kurkumin yang berpenetrasi ke dalam pembuluh darah kulit secara in vitro menggunakan alat sel difusi franz. Hasil menunujukan bahwa ketiga formula nanoemulgel memiliki stabilitas yang baik serta untuk pengujian pelepasan kurkumin yang paling baik diperoleh pada F3 sediaan nanoemulgel yang memiliki laju pelepasan kurkumin yang paling tinggi sebesar 6,9%.
Pembuatan Yogurt Dari Labu Kuning (Cucurbita Moschata) Sebagai Minuman Kesehatan Rasdianah, Nur; Papeo, Dizky Ramadani Putri; Thomas, Nur Ain; Latif, Multiani S.; Suleman, Windy Riani
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v1i2.22

Abstract

Buah labu kuning merupakan salah satu bahan pangan lokal yang memiliki nilai gizi yang oleh masyarakat gorontalo umumnya hanya sebagai pelengkap pada menu sayuran. Labu kuning juga memiliki kandunagan gizi dengan nutrisi yang cukup yaitu pektin, fenolat, flavonoid, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, vitamin C, dan vitamin E, asam amino, karbohidrat dan mineral, kalsium, fosfor, besi, natrium, kalium, tembaga, dan seng sehingga dilakukan diversifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah labu kuning mampu diubah menjadi minuman kesehatan berupa yogurt. Pada produk ini mengandung bakteri baik seperti Lactobacillus bulgaricus dan Streptococus thermophilus yang memiliki kebutuhan nutrisi yang kompleks. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoriun dengan menggunakan filtrat buah labu kuning dengan 3 formula, 10% (Labu kuning 50 ml), 20% (Labu kuning 100 ml), dan 30% (Labu kuning 150 ml). Yogurt yang dihasilkan diuji sifat fisiknya meliputi uji kesukaan, uji pH, dan uji viskositas. Uji kesukaan 25 panelis meliputi rasa, warna, tekstur dan aroma. Hasil uji pH pada konsentrasi 10% mendapatkan nilai 4, konsentrasi 20% mendapatkan nilai 4,5, dan konsentasi 30% mendapatkan nilai 4,5. Hasil uji viskositas pada konsentrasi 10% mendapatkan nilai 13,8 cP, konsentrasi 20% mendapatkan nilai 9,8 cP, dan konsentrasi 30% mendapatkan nilai 4,3 cP. Hasil uji organoleptik yang didapatkan konsentrasi yang sesuai dengan syarat dan panelis sukai yaitu konsentasi 20%.
Formulasi Dan Uji Efektivitas Sediaan Masker Peel-Off Ekstrak Kulit Buah Pisang Goroho (Musa Acuminafe L.) Sebagai Antioksidan Taupik, Muhammad; Thomas, Nurain; Djuwarno, Endah Nurrohwinta; Harwanto, Yelisnawati
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 1 No. 1 (2024): Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v1i1.23

Abstract

Kulit buah pisang goroho (Musa acuminafe L.) mengandung senyawa flavonoid yang diketahui memiliki aktivitas antioksidan. Penggunaan antioksidan efektif untuk mencegah kerusakan kulit akibat paparan sinar ultraviolet (UV) atau akibat proses penuaan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memformulasikan sediaan masker peel-off  ekstrak kulit buah pisang goroho dan untuk mengetahui kemampuan masker peel-off ekstrak kulit buah pisang goroho dalam memberikan efek antioksidan. Ekstrak kulit buah pisang goroho diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut 96%. Sediaan ekstrak kulit buah pisang goroho dibuat dengan konstrasi F3a 1%, F3b 3% dan F3c 5%. Formulasi ekstrak kulit buah pisang goroho diuji stabilitas fisik pada penyimpanan suhu ruang 25oC dan suhu frezee thaw 4oC selama 28 hari atau 7 siklus. Parameter stabilitas yang diukur adalah organoleptis, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, uji waktu mengering dan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazil) . Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah pisang goroho stabil secara fisik selama penyimpanan 28 hari dalam suhu ruang 25oC dan suhu frezee thaw 4oC. Ekstrak kulit buah pisang goroho memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC 50 yaitu 46,75 ppm. Hasil aktivitas antioksidan masker peel-off  ketiga formula pada T0 dan T28 mengalami perubahan. Nilai IC50 hari ke-0 pada F3a 93,39 ppm, F3b 88,54 ppm dan F3c 74,03 ppm. Hasil tersebut menggambarkan bahwa ketiga formula tersebut memiliki aktivitas antioksidan kuat. Pada hari ke-28 dilakukan uji aktivitas antioksidan kembali terhadap ketiga formula, hasilnya terjadi penurunan pada masing-masing sediaan. Nilai IC50 pada hari ke-28 pada F3a 183,94 ppm, F3b 146,84 ppm dan F3c 103,69 ppm. Dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa ketiga formula di hari ke-28 memiliki aktivitas antioksidan sedang.  
Formulasi, Karakterisasi, dan Evaluasi Sediaan Krim Antosianin Berbasis Fitosom Paneo, Mohamad Aprianto; Tungadi, Robert; Thomas, Nurain; Ramadhani, Fika Nuzul; Mumtazah, Naharil
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 1 No. 3 (2024): Vol 1, No. 3, 2024 : Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v1i3.78

Abstract

Antosianin sebagai antioksidan alami dapat berperan penting dalam mencegah terjadinya photoaging, yaitu dengan menetralisir spesies oksigen reaktif (ROS) dan mencegah kerusakan pada permukaan kulit akibat paparan radiasi ultraviolet. Namun, antosianin bersifat kurang stabil, rentan terhadap suhu tinggi, dan cahaya, mudah teroksidasi, serta akibat sifatnya yang hidrofilik antosianin sulit untuk berpenetrasi pada kulit. Untuk mengatasi masalah tersebut, antosianin dibuat dalam bentuk fitosom, yang kemudian diformulasikan dalam sediaan krim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi, karakterisasi, dan evaluasi sediaan krim antosianin berbasis fitosom. Metode penelitian ini dimulai dengan pembuatan fitosom dengan menggunakan metode injeksi etanol, kemudian fitosom dikarakterisasi meliputi ukuran partikel menggunakan Particle Size Analyzer (PSA) dan persen efisiensi penjerapan (%EE). Fitosom antosianin kemudian diformulasikan kedalam bentuk krim dan dilakukan evaluasi organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, dan freezethaw. Hasil penelitian menunjukkan karakterisasi F1, F2, dan F3 fitosom antosianin secara berturut-turut yaitu ukuran partikel sebesar 161 nm, 150,5 nm, 130,5 nm serta indeks polidispersitas 0,285; 0,305; 0,21 dengan nilai efisiensi penjerapan sebesar 94,3%, 91,1%, dan 97,0%. Kemudian hasil evaluasi organoleptis krim menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antar ketiga formula baik dalam bentuk warna, bau, dan tekstur, uji homogenitas menunjukkan bahawa ketiga formula homogen, uji pH yang dihasilkan yaitu pada rentang 6,7-6,8, uji viskositas sediaan yang dihasilkan yaitu sekitar 9.440-10.800 Cps, uji daya sebar yang dihasilkan yaitu pada rentang 5-7 cm, uji daya lekat yang dihasilkan yaitu 11-18 detik, dan uji freezethaw menunjukkan hasil bahwa tidak terjadi perubahan yang signifikan terhadap uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, dan daya lekat, sedangkan pada uji viskositas menunjukkan peningkatan viskositas sebesar 12.320-15.040 Cps. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa ketiga formula krim fitosom antosianin memenuhi persyaratan krim yang baik.
Pengaruh Variasi Konsentrasi Pektin Terhadap Stabilitas Fisik Sediaan Tablet Gummy Mengandung Madu Hutan (Mel depuratum) Thomas, Nur Ain; Djuwarno, Endah Nurrohwinta; Akuba, Juliyanty; Latif, Multiani S; Mo’o, Faradila Ratu Cindana; Yasin, Sulistya
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v1i2.79

Abstract

Gelatin adalah protein yang larut, diperoleh melalui hidrolisis parsial dari bahan yang tinggi akan kandungan kolagen seperti kulit dan tulang baik pada babi, sapi, ikan, atau hewan lainnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsentrasi variasi gelatin terhadap stabilitas fisik Tablet Gummy mengandung Olahan Susu Hazelnut.Metode penelitian ini diawali dengan analisis kandungan asam lemak bebas dan protein pada kacang hazelnut, formulasi tablet gummy dengan memvariasikan gelatin dimana formula 1 (F1: 0%), formula 2 (F2: 9%), formula 3 (F3: 10%) dan formula 4 (F4: 11), semua formula dievaluasi meliputi meliputi uji keseragaman bobot, uji organoleptik, uji kekenyalan, dan uji stabilitas warna.Hasil dari evaluasi tablet gummy menunjukkan bahwa tablet gummy F2, F3, dan F4 memiliki keseragaman bobotyang sama(F1: 0,4643 ±0,04; F2: 1,045 ±0,06; F3: 1,0576 ±0,05; F4: 1,1692 ±0,09), serta memiliki bentuk, rasa, tekstur, dan warna yang sama, sedangkan untuk F1jauh berbeda dari formula lainnya, serta tingkat kekenyalan dari tiap formula berbeda yaitu (F1: 0,00 ± 0,00; F2: 2,7 ± 0,16; F3:2,6 ± 0,04 ; F4:3,0 ± 0,24). Hasil penelitian yang dilakukan maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh variasi konsentrasi gelatin terhadap stabilitas fisik tablet gummy, semakin tinggi konsentrasi gelatin yang diberikan maka semakin tinggi tingkat kekenyalan dansemakin pekat warna sediaan gummy yang dihasilkan. Gummy, Gelatin, Hazelnut, Kekenyalan
Formulasi dan Uji Aktivitas Antioksidan Emulgel dari Ekstrak Daun Bidara (Ziziphus mauritiana Lamk.) Nur Ain Thomas; Endah Nurrohwinta Djuwarno; Widy Susanti Abdulkadir; Andi Makkulawu; Defita Zubaidi
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 1 No. 3 (2024): Vol 1, No. 3, 2024 : Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v1i3.124

Abstract

Daun bidara (Ziziphus mauritiana Lamk.) merupakan tanaman yang memberikan manfaat luas berkat banyaknya senyawa yang terkandung didalamnya. Senyawa tersebut diantaranya adalah antioksidan dengan potensi aktivitas yang kuat. Emulgel adalah sediaan topikal jenis semisolid yang menggabungkan emulsi dan gel. Sediaan ini memiliki sifat penyebarannya yang baik di permukaan kulit, memberikan rasa lembut dan nyaman saat digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan emulgel dari ekstrak daun bidara (Ziziphus mauritiana Lamk.) dan untuk mengetahui adanya kandungan akivitas antioksidan emulgel ekstrak daun bidara (Ziziphus mauritiana Lamk.)dengan menggunakan metode DPPH. Penelitian dimulai dengan mengekstraksi daun bidara (Ziziphus mauritiana Lamk.) kemudian mengoptimasi basis dengan variasi konsentrasi setil alkohol sebagai F1 3%, F2 5% dan F3 7%. Konsentrasi yang menghasilkan stabilitas fisik yang baik adalah F1 3%. Basis dengan konsentrasi 3% setil alkohol diformulasikan menjadi emulgel dengan variasi ekstrak daun bidara (Ziziphus mauritiana Lamk.) F1a 10%, F1b 15% dan F1c 20%. Masing-masing diuji stabilitas fisik seperti uji organoleptik, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas dan uji freez thaw serta pengujian akivitas antioksidan dengan metode DPPH menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil yang diperoleh menunjukkan ketiga formula memenuhi syarat. Hasil uji statistik one way anova diperoleh p value lebih besar dari 0.05, Hal ini menandakan sediaan memiliki stabilitas fisik yang baik kecuali daya lekat dengan p value <0.05. Menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan selama 28 hari penyimpanan. Hasil aktivitas antioksidan menunjukkan dimana IC50 F1a (255,19) dalam kategori sangat lemah, F1b (156,54) kategori lemah dan F1c (109,08) kategori sedang.
Formulasi Dan Evaluasi Sedian Gel Sabun Cuci Tangan Ekstrak Jeruk Kalamansi (Citrus Microcarpa) Suryadi, A. Mu’thi Andy; Paneo, Mohamad Aprianto; Thomas, Nurain; Manno, Mohamad Reski; Sabrina, Putri Febbiyanti
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 2 No. 1 (2025): Volume 2 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v2i1.145

Abstract

Jeruk Kalamansi (Citrus Microcarpa) telah dimanfaatkan bidang baik dalam bidang pangan, kosmetik, maupun pengobatan. Komponen-komponen utama dalam jeruk kalamansi (Citrus Microcarpa) yaitu Limonen, Asam dekanoat, Stearat, Asam linoleat, Flavonoid, dan Tanin. Sehingga perlu untuk dilakukan pengembangan ekstrak jeruk kalamansi (Citrus Microcarpa) untuk memformulasi dalam sedian gel sabun cuci tangan. Penelitian bertujuan Untuk memformulasi Serta Mengevaluasi Sediaan gel. Penelitian ini dilakukan dengan ekstraksi secara evaporasi. Formulasi ekstrak jeruk kalamansi (Citrus Microcarpa) dengan memvariasikan kosentrasi ekstrak jeruk kalamansi F1 (10%), F2 (30%), F3 (40%). Semua formulasi di evaluasi fisik meliputi evaluasi organoleptik F1 dan F2 memiliki warna hijau kecoklatan dan F3 memiliki warna hijau kehitaman,bau  F1 F2 F3 memiliki bau khas zat aktif dan memiliki tekstur semi padat. Pada evaluasi pH F1 F2 F3 memiliki pH 5-6. Pada evaluasi viskositas pada F1 3807 cps, F2 3870 cps dan pada F3 memiliki nilai visko 3924 cps. Pada evaluasi daya sebar pada F1 dan F2 memiliki daya sebar 5 cm dan pada F3 memiliki viskositas 6,08 cm. Pada evaluasi Tinggi Busa pada F1 F2 F3 memiliki tinggi busa 2 cm. Pada daya hambat bakteri Hasil penelitian mendapatkan hasil yang menunjukan kosentrasi F3 40% dapat membunuh bakteri Staphylococcus epidermidis, Staphylococcus aureus, dan Pseudomonas aeruginosa. Berdasarkan hasil evaluasi  dari ke 3 formula F3 memiliki hasil yang paling baik
Pengaruh Variasi Konsentrasi Kaolin Dan Uji Kestabilan Fisik Masker Lumpur Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.) Thomas, Nurain; Tuloli, Teti Sutriyati; Mo’o, Faradila Ratu Cindana; Pakaya, Lutfiah
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 2 No. 1 (2025): Volume 2 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v2i1.148

Abstract

Daun pepaya (Carica papaya L.) adalah salah satu bahan alami yang digunakan sebagai bahan kosmetik dalam pembuatan masker lumpur karena mengandung senyawa kimia yang bersifat antibakteri. Salah satu senyawa antibakteri yang terdapat dalam daun pepaya yaitu alkaloid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari variasi konsentrasi kaolin dan uji kestabilan fisik masker lumpur ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.). Penelitian ini diawali dengan ekstraksi menggunakan metode maserasi, skrining fitokimia, formulasi sediaan masker lumpur dengan variasi konsentrasi basis lumpur kaolin yang berbeda FI (20%), FII 30%, FIII (40%), dan Evaluasi fisik masker lumpur meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji ph, uji daya sebar, uji waktu sediaan mengering dan uji iritasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua formula stabil secara fisik meliputi evaluasi uji organoleptis, uji homogenitas, uji ph, uji daya sebar, uji waktu sediaan mengering, uji iritasi. Semakin tinggi konsentrasi basis lumpur maka akan semakin kental pula sediaan. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa variasi konsentrasi kaolin dapat mempengaruhi sifat fisika sediaan masker lumpur ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.).
Co-Authors Abas, Siti Nur Rahmatiya Abto, Nazarudin Adam Mustapa, Mohammad Aisyah Agustina Mokoginta Akuba, Julianti Alfa B Handayani alkatiri, ahmad alkatiri Alpian Panu, Muhamad Anasiru, Rayhan Firman Andi Makkulawu Andi Makkulawu Anggai, Rifka Anggraini Anggun Sasmita Ibrahim Angreni Ayuhastuti Ar’syifa Wijaya, Hudan Ariani H. Hutuba Ariani H. Hutuba Arista Idris, Pinkan Astuti, Karunita Ika Astuti, Zulfa Amalia Bakari, Mohamad Fadly Basri, Rakhmadana Fitraeni Bioto, Yakob Cristian Polamolo Datu, Novanza L.M.N Defita Zubaidi Devie Ariany Daud Dizky Ramadhani Putri Papeo Dr. Apt. Hamsidar Hasan S.Si.,M.Si Dwy Jayanto Palay, Rendy Ekawaty Prasetya Endah Nurrohwinta Djuwarno Fahdalis Alifrizqy Massi Fajrini Adya Rizki Mokoagow Faradila Ratu Cindana Faradila Ratu Cindana Mo'o Fika Nuzul Ramadhani Fujiana Abd Karim Gita Potabuga Grasela Mbae Hamsidar Hamsidar Harwanto, Yelisnawati Hiola, Faramita Hutuba, Ariani Irmayanti Irmayanti, Irmayanti Ishak Isa Julianty Akuba Kadaria Toana Kahar, Oktaviani LATIF, MULTIANI S Latif, Multiani S. Lihawa, Karmila Lisa Efriani Puluhulawa Lutfia Nurfadila Arifin Madania, Madania Mahdalena Sy Pakaya Makkulawu, Andi Malopo, Ekaria Revalya Mamu, Safira Mahadewi Manno, Mohamad Reski Marsela Idrus Mohamad Maryadi Moh. Rivai Nakoe Mohamad Adam Mustapa Mohamad Aprianto Paneo Mohamad Reski Manno Mohi, Mega Agustiwi Moo, Faradila Ratu Cindana Mo’o, Faradila Ratu Cindana Muhammad Taupik Multiani S Latif Mumtazah, Naharil Munafri, Nur Alifia Karina Nabila Novreini Djunaidi Nabila Pricilia Pakaya Najmi Qamariah Tomayahu Najmiyah S. Tuti Najwa Athifah Tsamarah Umar Nakii, Siti Fatmawaty Nazwa Nurahma T Hanapi Nikma Abaidata Nikmasari Pakaya Nur Amaliah Abdullah Nur Oktaviana Nur Rasdianah Nur Utami Pobela Nurkamiden, Sri Devi Maharani Pakaya, Juniarista Jessica Pakaya, Lutfiah Papeo, Dizky Ramadani Putri Pido, Nur Huda Puluhulawa, Lisa Efriani Putri Fauzia Datunsolang Rahmatia Is. Kaluku Raji, Andre Rismayani, Nur Robert Tungadi Robiatun Rambe Sabrina, Putri Febbiyanti Sapiun, Zulfiayu Selvi Marcellia Sidangoli, Adiva Siti Najma Bakari Sitty Ainsyah Habibie Sri Meylan H.A Baruadi Sri Nur&#039;ain E. Ahmad Suleman, Putri Rawe Suleman, Windy Riani Suryadi, A. Mu'thi Andy Suryadi, A. Mu’thi Andy Suryadi, A.Mu'thi Andy Suryadi,, A. Mu'thi Andy Susanti Pakaya Suyadi, A. Mu’thi Andy Tahir, Sry Megawaty Teti Sutriyati Tuloli Teti Tuloli Thamrin, Rahmulia Timo, Nur Kharisma Ekaputri Tomu, Anita Faradiana Pratiwi R. Tri Sucianita T. Tama Wanda Gita Van Gobel Widy Susanti Abdulkadir Widy Susanti Abdulkadir Widy Susanti Abdulkadir Widy Susanti Abdulkadir Widysusanti A.K Wiwit Zuriati Uno Yasin, Sulistya Yayah Rachmatiyah Yuni Sarah Manoppo Zulkifli B Pomalango Zulmai Rani Zuriati Uno, Wiwit