Claim Missing Document
Check
Articles

Formulasi Solid Snedds (Self-Nano Emulsifying Drug Delivery System) Furosemid Dengan Pengering Aerosil Dan Aktivitas Diuretiknya Pelita, Putri Dina; Wahyuningsih, Iis; Yuliani, Sapto
Journals of Ners Community Vol 13 No 1 (2022): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i1.1745

Abstract

Furosemid adalah obat golongan diuretika yang umum digunakan dalam terapi edema yang terkait dengan penyakit heart failure dan pada pengobatan hipertensi. Furosemid termasuk dalam Biopharmaceutical Class System (BCS) IV yang diketahui memiliki kelarutan dan permeabilitas yang rendah. Untuk mengatasi masalah tersebut dibuat sediaan Self-Nano Emusifying Drug Delivery System (SNEDDS). SNEDDS memiliki keterbatasan dalam hal stabilitas sehingga dilakukan penelitian lanjutan dengan membuat sediaan SNEDDS dalam bentuk padatan atau Solid SNEDDS (S-SNEDDS). Tujuan penelitian ini adalah memformulasi SNEDDS furosemid menjadi S-SNEDDS furosemid dan menentukan pengaruh S-SNEDDS furosemid terhadap aktivitas diuretikapada tikus dibandingkan dengan SNEDDS furosemid maupun furosemid saja tanpa modifikasi. Metode pembuatan S-SNEDDSfurosemid pengering aerosil dilakukan dengan metode absorbtion to solid carrier kemudian dilanjutkan pengujian karakterisasi kejernihan, waktu emulsifikasi, sifat alir, bulk density dan tapped density. Selanjutnya dilanjutkan uji aktivitas diuretika pada 25 ekor tikus jantan galur Wistar yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok normal, kontrol negatif diberi pembawa S-SNEDDS, perlakuan 1 diberi suspensi furosemid, perlakuan 2 diberi SNEDDS furosemid, perlakuan 3 diberi S-SNEDDSfurosemid dengan dosis 5,04 mg/KgBB. Seluruh kelompok diberikan perlakuan secara peroral lalu diperiksa volume urin yang dikeluarkan tikus pada jam ke 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 setelah pemberian. Volume urin yang diperoleh di masing-masing kelompok dihitung rata-rata dan standar deviasinya kemudian dianalisis statistik dengan LSD dengan IBM SPSS (Statistical Product and Service Solution) 25 for Windows. S-SNEDDS furosemid dengan pengering aerosil memiliki karakteristik persen transmitan 96,94 ± 0,13 %, waktu emulsifikasi 7,40 ± 1,14 detik, sudut diam 31,71 ± 2,24, carr’s index 8,74 ± 0,49 dan hausner ratio 0,99 ± 0,10 dan dinyatakan memenuhi persyaratan. Hasil pengujian secara in vivo S-SNEDDS furosemid dengan pengering aerosil dapat meningkatkan volume urin kumulatif yang berbeda bermakna dengan kelompok kontrol negative pada dengan signifikansi lebih dari 0,05. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa S-SNEDDS furosemid dengan pengering aerosil memiliki karakter dan aktivitas diuretika lebih baik dibandingkan dengan SNEDDS furosemid dan furosemid tanpa modifikasi.
PENGARUH PENGERING AEROSIL DAN KROSPOVIDON TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK SOLID-SELF NANOEMULSIFYING DRUG DELIVERY SYSTEM KURKUMIN Wahyuningsih, Iis; Kyllingga, Muhammad Rhapis
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Ibnu Sina
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jiis.v10i2.2664

Abstract

Curcumin belongs to BCS II with low solubility but high permeability. In previous studies, a curcumin SNEDDS formulation was developed with a curcumin concentration of 7 mg/mL, VCO (11%), Tween 80 (65.66%), and PEG 400 (23.34%); however, this formulation had the drawback of being incompatible with capsule shells. The objective of this study was to formulate and characterise solid SNEDDS curcumin using aerosil and crospovidone as drying agents. The S-SNEDDS formulation was prepared using the absorption-to-solid carrier method with aerosil and crospovidone as drying agents, followed by characterisation using parameters such as clarity, emulsification time, static angle test, bulk density, tapped density, Carr’s index, Hausner ratio, and droplet measurement. The resulting S-SNEDDS curcumin formulations contained 0.5 g of aerosil drying agent per mL and 3 g of crospovidone. The formulations exhibited the following characteristics: clarity of 96.28±0.00% and 95.35±0.01%, emulsification time of 52.58±0.75 seconds for aerosil in AGF and 56.14±0.42 seconds in distilled water, while crospovidone yielded 48.63±1. 84 seconds and 50.58±0.45 seconds, angle of repose 19.77±2.03º and 41.41±3.35º, bulk density and tapped density 0.56±0.00 and 0.63±0.01 for aerosil, and 0.50±0.00 and 0.57±0. 01 for crospovidone, Carr’s index and Hausner ratio 11.33±2.08% and 1.13±0.03 for aerosil, and 12.66±2.51% and 1.15±0.03 for crospovidone, with droplet sizes of 77.08 nm and 198.2 nm. Aerosil-dried S-SNEDDS produced granules with better characteristics.
PENINGKATAN PENGETAHUAN ANGGOTA KELOMPOK WANITA TANI GUYUP RUKUN KALIMUNDU DALAM PEMBUATAN DAN PEMASARAN TEH CELUP BUNGA TELANG Wahyuningsih, Iis; Sri Rejeki, Marsudi Endang; Kintoko, Kintoko; Khusnul, Latifah
Jurnal Bakti untuk Negeri Vol 5 No 02 (2025): Jurnal Bakti Untuk Negeri
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/ab3yf030

Abstract

This community service activity aimed to improve the knowledge and skills of the members of  KWT Guyub Rukun in Kalimundu in the production and marketing of butterfly pea flower tea bags. A total of 20 participants took part in a series of four  sessions: post-harvest handling, tea bag production, packaging, and marketing including the determination of the cost of goods sold. Pretest and posttest evaluations indicated an increase in participants’ understanding across all sessions. In the post-harvest training, participants showed better comprehension of proper harvesting time and drying methods that help maintain material quality. In the tea-making session, all indicators showed score improvement, with pretest scores ranging from 33.33% to 91.67%, and increasing to 100% on most posttest questions. During the packaging session, participants began to understand the importance of using packaging that meets standards and has attractive visual appeal. Meanwhile, the marketing and COGS session showed significant improvement, especially in identifying effective promotional media and understanding cost components, with some indicators increasing from 12 to 16 correct responses. These results reflect the effectiveness of the training in enhancing the technical and entrepreneurial capacities of KWT members, and mark a strategic step in empowering women through locally based economic development.  
Surfactant Variations in Capsanthin-loaded Nanostructured Lipid Carrier: Formulation, Characterization, and Stability Study Efiana, Nuri Ari; Shofa-ulhusna, Fatihah; Paramita, Lathifah Aurora; Heavena, Indana Azza; Masyfiyah, Salsabila Fariha; Muhamed, Farahidah; Permadi, Adi; Wahyuningsih, Iis
Science and Technology Indonesia Vol. 11 No. 1 (2026): January
Publisher : Research Center of Inorganic Materials and Coordination Complexes, FMIPA Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26554/sti.2026.11.1.335-344

Abstract

The stability of drugs and nanocarriers is a crucial factor in guaranteeing their efficacy and quality. Nanostructured lipid carriers (NLCs) as lipid-based nanocarriers provide benefits in overcoming the stability and other issues associated with the drug. Surfactants play a crucial role in imparting the desired characteristics of lipid based systems, including stability, particle size, size distribution, and zeta potential. This study aimed to develop a capsanthin-loaded NLC formulation with an optimal surfactant combination that exhibits the required properties and stability. Three formulations were prepared applying Tween 20 and Span 80 in ratios of 5:1, 2:1, and 1:1 for F1, F2, and F3, respectively. Capsanthin, as an active ingredient, originates from paprika powder. NLC properties regarding transmittance, particle size, polydispersity index (PI), zeta potential, loading capacity (LC), and loading efficiency (LE) were characterized. Furthermore, stability studies were also conducted in this research. The results showed that F1 exhibited desirable characteristics, including transmittance percentage, particle size, PI, zeta potential, LC, and LE of 87.22±2.64%, 255.4±46.88 nm, 0.54±0.13, -39.51±3.02 mV, 12.59±0.35%, and 35.40±3.07%, respectively. Moreover, the physical stability studies exhibited that F1 provided a more stable system compared to other formulations. Additionally, the chemical stability indicated that degradation occurred in the paprika powder, not in the NLC. In conclusion, NLC can protect capsanthin, as evidenced by the stable capsanthin levels in NLC compared to those in paprika powder.
Peningkatan Pengetahuan Siswa SMK Kesehatan Bantul tentang DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) Kosmetik melalui Edukasi Kesehatan Utami, Fella Arifatul Wahyu; Wahyuningsih, Iis; Isrovanigoro, Isrovanigoro; Arib, Faisal Nur
Indonesia Berdaya Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261457

Abstract

Remaja merupakan kelompok konsumen kosmetik yang besar namun rentan terhadap paparan produk ilegal dan informasi yang tidak tervalidasi di media sosial. Kurangnya literasi mengenai keamanan produk dapat berdampak buruk bagi kesehatan kulit. Kegiatan Program Pemberdayaan Umat (PRODAMAT) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan literasi keamanan produk kecantikan pada siswa SMK Kesehatan Bantul melalui edukasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) Kosmetik. Metode yang digunakan adalah edukasi partisipatif dengan desain evaluasi pre-test dan post-test melalui tahapan persiapan, pre-test, intervensi edukasi, dan post-test. Intervensi mencakup pemaparan materi dan diskusi interaktif tentang DAGUSIBU Kosmetik. Hasil evaluasi terhadap 18 peserta menunjukkan peningkatan skor rata-rata pengetahuan secara signifikan dari 65,00±12,95 menjadi 95,56±7,05. Analisis uji Wilcoxon Signed Ranks menghasilkan nilai p = 0,000 (p 0,05), didukung dengan nilai rata-rata N-gain sebesar 0,909 yang termasuk dalam kategori efektivitas tinggi. Simpulan dari kegiatan ini adalah edukasi DAGUSIBU Kosmetik efektif dalam meningkatkan domain kognitif siswa sebagai fondasi perilaku penggunaan kosmetik yang aman dan rasional. Program ini diharapkan dapat membangun kesadaran kritis remaja dalam menghadapi tren di era digital.
PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA KOTA DAVAO, PHILIPHINA DALAM MEMBUAT PRODUK THE CELUP KOMBINASI BUNGA TELANG DAN DAUN SERAI SETELAH PELATIHAN Wahyuningsih, Iis; Budi Setianto, Arif; Utami, Latifah Khusnul Wahyu Utami
Jurnal Bakti untuk Negeri Vol 6 No 01 (2026): Jurnal Bakti Untuk Negeri
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/e0gjdq14

Abstract

The results of interviews with Davao city teenagers, especially high school students at Sekolah Indonesia Davao (SID) showed that the knowledge about self-medication using natural ingredients as health drinks are still low. This Community Service (PkM) program aims to help improve the knowledge of Davao city teenagers in maintaining health through homemade tea products made from a combination of butterfly pea flowers and lemongrass stalks. The target partners for this PkM activity are Davao city teenagers who are also students from SID high school. The implementing partners are SID and the Indonesian Consulate General in Davao. The activity focuses on providing education and practice in processing a combination of butterfly pea flowers and lemongrass in the form of herbal tea. The number of target partner members who joined this activity are 30 people. The implementation of PkM for 1 month, starting from April up to May 2025. The community service team consists of 2 lecturers, assisted by 2 students. The stages of implementation of PkM are: preparation, training, and program evaluation. PkM was carried out on May 14-15, 2025 at SID Davao and went accordingly to plan. The results of the Community Service Program showed that the knowledge of target partners after receiving education in all of the components increased by an average of 34.8% with the lowest increase in knowledge of the main components that is butterfly pea flowers, increasing by 13% and the highest in the component of knowledge of the best tea bag packaging by 60%.
Self-Nano Emulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) Kurkumin sebagai Kandidat Agen Terapi pada Model Hewan Demensia Paneri, Jerry Dwi; Wahyuningsih, Iis; Yuliani, Sapto
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 13, No 2 (2026)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurkumin, yang berasal dari Curcuma longa, menunjukkan potensi neuroprotektif, namun aplikasi klinisnya terbatas oleh bioavailabilitas yang rendah. Sistem penghantaran obat seperti self-nanoemulsifying drug delivery system (SNEDDS) dikembangkan untuk meningkatkan bioavailabilitas kurkumin. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan proporsi optimal minyak kelapa murni (virgin coconut oil/VCO), Tween 80, dan PEG 400 dalam formulasi SNEDDS kurkumin. Penelitian ini meliputi optimasi formulasi menggunakan desain simplex lattice, karakterisasi fisikokimia, evaluasi in vivo, serta analisis statistik menggunakan SPSS. Formulasi SNEDDS yang optimal terdiri atas VCO (11%), Tween 80 (65,66%), dan PEG 400 (23,34%), dengan dosis kurkumin sebesar 35 mg/5 mL. Formulasi ini menunjukkan waktu emulsifikasi sebesar 32 ± 0,83 detik, transmitansi 99,39% ± 0,22%, ukuran droplet 13,18 ± 0,03 nm, indeks polidispersitas 0,131 ± 0,004, serta potensial zeta −13,0 ± 1,74 mV. Studi in vivo menunjukkan bahwa pemberian SNEDDS kurkumin pada dosis 7 mL/kg dan 12 mL/kg berat badan secara signifikan meningkatkan memori spasial pada tikus model demensia. Peningkatan kognitif tersebut tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan kelompok yang diberi sitikolin. Temuan ini menunjukkan bahwa SNEDDS yang diformulasikan dengan VCO, Tween 80, dan PEG 400 mampu meningkatkan penghantaran kurkumin dan memperbaiki memori spasial, sehingga mendukung potensinya sebagai terapi neuroprotektif.
Peningkatan Pengetahuan Siswa SMK Kesehatan Bantul tentang DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) Kosmetik melalui Edukasi Kesehatan Fella Arifatul Wahyu Utami; Iis Wahyuningsih; Isrovanigoro Isrovanigoro; Faisal Nur Arib
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261457

Abstract

Remaja merupakan kelompok konsumen kosmetik yang besar namun rentan terhadap paparan produk ilegal dan informasi yang tidak tervalidasi di media sosial. Kurangnya literasi mengenai keamanan produk dapat berdampak buruk bagi kesehatan kulit. Kegiatan Program Pemberdayaan Umat (PRODAMAT) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan literasi keamanan produk kecantikan pada siswa SMK Kesehatan Bantul melalui edukasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) Kosmetik. Metode yang digunakan adalah edukasi partisipatif dengan desain evaluasi pre-test dan post-test melalui tahapan persiapan, pre-test, intervensi edukasi, dan post-test. Intervensi mencakup pemaparan materi dan diskusi interaktif tentang DAGUSIBU Kosmetik. Hasil evaluasi terhadap 18 peserta menunjukkan peningkatan skor rata-rata pengetahuan secara signifikan dari 65,00±12,95 menjadi 95,56±7,05. Analisis uji Wilcoxon Signed Ranks menghasilkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), didukung dengan nilai rata-rata N-gain sebesar 0,909 yang termasuk dalam kategori efektivitas tinggi. Simpulan dari kegiatan ini adalah edukasi DAGUSIBU Kosmetik efektif dalam meningkatkan domain kognitif siswa sebagai fondasi perilaku penggunaan kosmetik yang aman dan rasional. Program ini diharapkan dapat membangun kesadaran kritis remaja dalam menghadapi tren di era digital.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Adi Permadi, Adi Ag. Yuswanto Aji Setya Bakti Alam, Samsul Anggreni, Nova Annas Binarjo Anwar, Shinta Desy Anwar, Shinta Desy Any Guntarti Any Guntarti Arib, Faisal Nur Arif Budi Setianto Aty Widyawaruyanti Azis Ikhsanudin Bachri, Mochamad Saiful Bakti, Aji Setya Budi Setianto, Arif Danang Prasetyaning Amukti Deasy Vanda Pertiwi Defita Sari Depprelia Wahyu Sutanti Depprelia Wahyu Sutanti Efiana, Nur Ari Efiana, Nuri Ari Erninda Ayu Hapsari Fadilah, Nur Aini Faisal Nur Arib Fauziyyah, Afifah Febrianika Ayu Kusumaningtyas Febrianti, Ririt Vita Fella Arifatul Wahyu Utami Fiftin Noviyanto Fiftin Noviyanto Firda Rahmadani Firda Rahmadani, Firda Fransisca, Indriyani Riski Fresiva, Urva Galang Pergiawan Ramadhan Gita Puspita Gustinanda, Rizky Handaningrum, Karunia Nining Heavena, Indana Azza Hensi Setya Oktavia Hilma Putri Ibdal Satar Iin Narwanti Ikhsan Jaya Guntur Wicaksono Ilyas, Jenny Ima Dinny Rahmawaty Imam Riadi Indriyani Riski Fransisca Islamy, Muhammad Rido Islamy, Muhammad Rido Isrovanigoro Isrovanigoro Isrovanigoro, Isrovanigoro Jenny Ilyas Kaffah, Silmi khusnul khotimah Khusnul, Latifah Kintoko Kintoko Kurnia Ambarwati Kyllingga, Muhammad Rhapis Lasanudin, Rindi Ibrahim Lina Widiyastuti Magfirah Septiani Yusuf Maghfirah, Rahmayani Masyfiyah, Salsabila Fariha Moch Saiful Bachri Muhamed, Farahidah Muhammad Rido Islamy Muhammad Riski Pratama Muhammad Yusron Maulana El-Yunusi Nazilah Shofi Risqina Nining Sugihartini Nining Sugihartini Nur Mahdi Nuri Ari Efiana Oci Widyastuti Oktavia, Hensi Setya Paneri, Jerry Dwi Paramita, Lathifah Aurora Pelita, Putri Dina Permadi, Adi Pratama, Muhammad Riski Purwitasari, Neny Putri Dina Pelita Putri, Hilma Putri, Hilma Rahmawaty, Ima Dinny Rakhmawati, Kartika Rauhatun Napsah Rejeki, Marsudi Endang Sri Reski Mulia Retno Widyowati Ririt Vita Febrianti Risqina, Nazilah Shofi Rodhia Ulfa Rohmiati Rohmiati Rohmiati, Rohmiati Rohmiati, Rohmiati Ronny Martien Ronny Martien Rustandi, Tedi Samsul Alam Sapto Yuliani Sapto Yuliani Sari, Defita Satar, Ibdal Sekar Prabawati Sembiring, Rinawati Shinta Desy Anwar Shofa-ulhusna, Fatihah Silviana Wulandari Sri Mulyaningsih Sri Mulyaningsih Sri Sulistyorini, Sri Srimuliani Arbie Sugiyanto - Sugiyanto Sugiyanto Sukamto, Ika Sumiyarsi Sukardiman Sutanti, Depprelia Wahyu Tedy Setiadi Utami, Fella Arifatul Wahyu Utami, Latifah Khusnul Wahyu Utami Wahyu Widyaningsih Wahyu Widyaningsih Wahyu Widyaningsih Wahyuningtyas, Winda Wicaksono, Ikhsan Jaya Guntur Widyasari Putranti Widyastuti, Oci Winda Wahyuningtyas Wiwied Ekasari Wulandari, Silviana Wulandari, Silviana Yenni Latief Yudha Rizky Nuari Yunda Maymanah Rahmadewi Yunda Maymanah Rahmadewi Yuswanto, Ag